15 UMKM Banten Dilatih Biar Melek Teknologi

15 UMKM Banten Dilatih
Biar Melek Teknologi

Liputan6.com, Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) memberangkatkan 15 pelaku Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) untuk mendapatkan pelatihan inovasi teknologi di Pusat Penerapan Ilmu dan Tekhnologi (Puspitek) Nasional yang berlokasi di Tangerang.
Intinya untuk meningkatkan sistem inovasi daerah. Untuk sekarang meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Biar Banten ini mempunyai daya saing produk daerahnya, kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Banten Ali Fadillah, usai pelepasan peserta pelatihan di Banten, Rabu (5/11/2014).
Pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) ini diberangkatkan ke Puspitek agar mereka mendapatkan ilmu dan penerapan tekhnologi tepat guna yang berguna bagi pengembangan dan inovasi hasil produknya.
Pelatihan dan pendampingan UMKM untuk produk inovatif di Business Inovation Centre Puspitek Serpong, terangnya. Pelaku UMKM ini telah memproduksi beberapa jenis produk, antara lain gula aren bubuk, madu, kain tenun baduy, emping singkong, hingga sate bandeng.
Gula aren yang bentuknya bubuk akan dikembangkan lagi biar pengeringannya nggak cuma lewat penjemuran matahari. Dikembangkan juga bagaimana caranya biar sate bandeng itu nggak cepat basi, biar bertahan bisa 1 bulan, jelas dia. Selain makanan dan pakaian, pelaku UMKM untuk pupuk alami pun diikutsertakan dalam pelatihan di Puspitek tersebut. Salah satunya pembuat pupuk kompos dari kotoran kambing.
Kotoran kambing dibawa ke puspitek biar bisa dihancurin jadi bubuk. Biar kotoran kambing itu nggak bulat-bulat lagi, biar jadi media tanam, kata Toton, pelaku UMKM asal Kampung Domba, Kabupaten Pandeglang.

Comments are closed.