Bandung Selatan Jejak Kebesaran Illahi

Bandung Selatan Jejak Kebesaran Illahi

Kata Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk danau. Danau Bandung purba yang terbentuk luasnya membentang dari Cicalengka di timur sampai Padalarang arah barat sejauh kurang lebih 50 km, dari bukit Dago di utara sampai batas Soreang Ciwidey di sebelah selatan berjarak 30 km.
Kalau dihitung luas Danau Bandung keseluruhan, hampir tiga kali lipat DKI Jakarta. Suatu wilayah yang insya Allah bakal menjadi daerah Bandung Raya di kemudian hari.
Danau Bandung mulai surut kira-kira 3000-4000 tahun yang lalu, akibat terjadinya sayatan air pada jurang Sanghiang Tikoro (Rajamandala). Kalau edisi lalu kita jelajah destinasi wisata alam Bandung Utara, mari kita jelajah jejak kebesaran Illahi melalui destinasi wisata alam Bandung Selatan.
Di Bandung Selatan kita akan menemukan pesona indah dan memikat, panorama menawan, serta kesegaran dan kesejukan alam yang sangat baik bagi kesehatan di kawasan wisata Ciwidey Bandung. Pesona wisata Ciwidey Bandung di antaranya terdapat pada 7 tempat menawan, di antaranya Kawah Putih/Gunung Patuha, Situ Patenggang, Perkebunan Rancabali, serta Pemandian Air Panas Walini.
Selain di atas lebih lengkap panorama alam yang indah ini meliputi:, Ranca Upas, Cimanggu, Kawah Cibuni, Curug Cisabuk (Kecamatan Rancabali), Gunung Puntang, arung jeram lamajang (Kecamatan Cimaung), Cibolang, Punceling, Situ Cileunca, Kawah Gunung Papandayan, Arung Jeram Palayangan (Kecamatan Pangalengan), Situ Cisanti (Kecamatan Kertasari), Kawah kamojang, Situ Ciarus (Kecamatan Ibun),
Gunung Keneng (Kecamatan Ciwidey). Ciwidey adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Bandung, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur Selatan. Ciwidey telah dikenal sebagai tempat wisata yang indah, juga merupakan daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan di Jawa Barat.

Situ Patenggang
Salah satu keindahan alam danau di Perkebunan Rancabali. Situ Patenggang, terletak di sebuah desa bernama Patengan. Desa ini bagian dari wilayah administratif Kecamatan Rancabali yang lokasinya berada di bawah kaki Gunung Patuha, sebuah Gunung yang erat kaitannya dengan objek wisata Kawah Putih.
Situ Patenggang memiliki cerita unik. Berawal dari legenda masyarakat Ciwidey yang hingga saat ini masih lestari dan dikaitkan dengan nama situ/danau tersebut (Patenggang ? Patengan). Nama Populer yang digunakan sebagai nama danau ini sebenarnya ada 2, pertama yaitu Situ Patengan dan yang kedua adalah Situ Patenggang. Kedua nama tersebut memiliki filosofi tersendiri yang menunjukan identitas situ serta saling memiliki keterkaitan. Apabila wisatawan menyebutnya Situ Patengan hal ini mengacu pada nama desa dimana danau ini berada. Nama Patengan berasal dari bahasa Sunda Pateangan artinya saling mencari. Sedangkan nama Patenggang juga dari bahasa Sunda yang artinya terpisah dari jarak ataupun waktu.
Konon, kedua nama di atas menceritakan sebuah kisah sepasang kekasih bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis. Ki santang adalah keponakan Prabu Siliwangi, sedangkan Dewi Rengganis adalah seorang gadis desa yang hidup di sebuah pegunungan. Keduanya terpisah oleh jarak dan waktu akibat peperangan yang sangat lama. Akhirnya mereka berupaya untuk saling mencari, hingga pada suatu hari dipertemukan di sebuah batu besar. Batu tersebut dinamakan batu Cinta.
Rengganis meminta Ki Santang untuk dibuatkan sebuah danau yang terdapat pulau kecil di tengahnya. Ki Santang mengabulkan permintaan Dewi Rengganis. Sekarang daratan kecil ini bernama pulau Sasuka atau dalam bahasa Indonesia bernama Pulau Asmara. Mitos masyarakat yang sangat kuat hingga saat ini Siapa saja yang ingin hubungannya langgeng, maka datangkah ke Situ Patenggang, datangilah Batu Cinta dan kelilingi Pulau Asmara. Tidak lengkap berkunjung ke Situ Patenggang jika tidak menginjakkan kaki di Batu Cinta dan Pulau Sasuka. Perjalanan dari kota Bandung ke Situ Patenggang sekitar 47 km ke arah selatan. Di Situ ini, kita dapat menikmati suasana sejuk sambil berkeliling danau dengan menyewa perahu.

Kawah Putih
Gunung Patuha Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan. Yang unik warna air danaunya kadang berubah warna.
Kawah Putih berada pada ketinggian +2090 m dpl di bawah titik tertinggi Gunung Patuha. Letusan hebat Gunung Patuha pada abad ke 10 membuat banyak orang beranggapan bahwa lokasi ini kawasan angker, karena setiap burung yang terbang melewati kawasan tersebut mati.
Tidak ada orang yang berani mendekati kawasan ini sampai akhirnya pada tahun 1837 seorang ahli bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn memutuskan pergi ke puncak Gunung Patuha demi ilmu pengetahuan. Dr. Franz Wilhelm Junghuhn berhasil mencapai puncak Gunung Patuha dan dari sana ia melihat sebuah danau berwarna putih dengan bau belerang yang menyegat.
Sejak itu, keberadaan Kawah Putih menjadi terkenal dan pada tahun 1987 pemerintah mulai mengembangkan Kawah Putih sebagai destinasi wisata. Kawah Putih terletak di Rancabali, berjarak sekitar 44 km dari Kota Bandung. Kita akan menjumpai panorama alam yang memikat, air danau berwarna putih kehijauan terlihat kontras dengan batu kapur putih yang mengitari danau. Di sebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya.

Menurut cerita rakyat, Kawah Putih adalah tempat berkumpulnya roh para leluhur. Di Kawah putih, terdapat makam para leluhur, di antaranya Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha ? Puncak Kapuk ? dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Di tempat inilah masyarakat lokal sesekali melihat secara gaib sekumpulan domba berbulu putih (domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan para leluhur. Untuk memasuki kawasan wisata ini, kita membayar tiket masuk sebesar Rp 50 ribu per orang. Jika membawa kendaraan roda empat, akan dikenai tarif parkir sebesar Rp 25 ribu per mobil.

Perkebunan Rancabali
Perkebunan Teh Ranca Bali berada pada ketinggian 1.628 meter di atas permukaan laut dengan panorama alam khas perkebunan teh yang berbukit dan berkelok-kelok. Hamparan pepohonan teh yang tertata rapi dengan udara yang sangat sejuk memberikan kesan kepada pengunjungnya. Perkebunan teh ini mengolah dua komoditi yakni teh dan kina yang didukung oleh pabrik pengolahan CTC dan Orthodoks. Keindahan perkebunan teh yang menghijau semakin terpadu dengan keberadaan beberapa buah air terjun kecil bertingkat di tepian-tepian pohon teh yang berada di sebelah kanan jika kita menuju objek wisata Situ Patengan. Perkebunan Teh Rancabali yang dikelilingi perbukitan hijau, menambah keindahan pemandangan. Memandang hamparan hijau Perkebunan Teh Rancabali layaknya seperti menikmati mosaik alam parahyangan tempat para dewa bersemayam. Sungguh ciptaan Illahi yang tak terperikan. Perkebunan Teh Rancabali terletak di Kecamatan Ciwidey, Bandung Selatan tak jauh dari destinasi wisata Kawah Putih dan Bumi Perkemahan Ranca Upas. Dalam kunjungan ke pabrik ini, kita akan mendapatkan pengetahuan proses penanaman, pembibitan, pembukaan lahan, pemeliharaan, pemetikan, pemangkasan, sampai pengolahan teh

Kebun Stroberi
Desa Alam Endah Ciwidey Di destinasi wisata Ciwidey yang satu ini kita dapat langsung menyantap buah stroberi yang dipetik sendiri. Jika suka, dapat mengetahui cara menanam pohon stroberi di tempat ini. Hawa di sepanjang jalan Kecamatan Ciwidey sangat sejuk. Di kiri dan kanan jalan, hamparan kebun stroberi terasa menyegarkan mata. Di beberapa sisi jalan terpasang papan yang mengajak pengendara untuk memetik stroberi di kebun. Di Kebun Stroberi, kita menikmati hamparan kebun stroberi dan bahkan dapat memetik langsung buah-buah stroberi. Cara paling menarik menikmati wisata di tempat ini adalah dengan berjalan-jalan merasakan kesejukan alam di kebun-kebun stroberi yang terbentang luas

Pemandian Air Panas Cimanggu & Walini
Pemandian Air Panas Cimanggu adalah salah satu kolam pemandian air panas di Ciwidey, berada pada ketinggian sekitar 1.100 m dpl. Area pemandian air panas ini berada di sekitar hamparan perkebunan teh yang luas. Taman Wisata Alam Cimanggu ini terlihat begitu sejuk, asri dengan berbagai macam pepohonan tropisnya yang rimbun dan sejuk. Kita bisa berjalan jalan santai sambil menikmati keindahan alam dan suasananya yang menentramkan.
Cimanggu adalah wisata pemandian air panas yang membuat tubuh menjadi hangat di tengah udara yang sejuk dingin. Berada di dataran yang tinggi memang membuat kedinginan, sehingga berendam diri di pemandian air panas merupakan pilihan yang paling tepat dan cocok sambil bersantai dan merehatkan diri sejenak dari perjalanan. Pemandian Air Panas Walini adalah salah satu kolam air panas lainnya di Ciwidey. Pemandian air panas Walini menggunakan air yang bersumber dari air panas alam.
Di tempat ini, tersedia kolam renang air panas Kawasan Ciwalini berlimpah dengan sumber mata air panas alami dengan sumber air panas dari Gunung Patuha (Kawah Putih). Salah satu tempat yang memanfaatkannya adalah Kolam rendam air panas Ciwalini. Berlokasi di ketinggian 2400 m dpl di kaki Gunung Patuha, objek wisata ini menawarkan hawa yang sejuk serta pemandangan alam yang sangat indah dan eksotik. Untuk dapat sampai ke tempat wisata yang satu ini, kita hanya perlu pergi ke perkebunan Kebun Teh Walini, dan akan menemukan kolam pemandian air panas. Lokasinya tidak jauh dari Situ Patenggang.

Bumi Perkemahan di Ranca Upas?
Ciwidey Destinasi wisata ini terletak tidak jauh dari objek wisata Kawah Putih, berada di desa Alam Endah, Kec. Ciwidey. Bumi perkemahan Ranca Upas belokasi di daerah pegunungan Tambak Buyung, Desa Pantenggang, Kecamatan Ciwidey, Bandung Selatan. Berjarak 48 Kilometer dari Kota Bandung atau sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Jika kita berangkat dari Pangalengan, hanya perlu menempuh perjalanan berjarak sekitar 15 km. Sementara dari Bandung ke Bumi Perkemahan Ranca Upas berjarak sekitar 56 km.
Ranca Upas disebut sebagai one stop natural vacation places. Selain bumi perkemahan, juga ada tempat penangkaran rusa, arena permainan outbound, juga waterbom. Nuansa pegunungan sangat kental berupa kabut pagi, suhu dingin, dan tentunya pemandangan pegunungan yang mempesona apalagi pada waktu terbit fajar, pemandangan indah sekali. Fasilitas umum di bumi perkemahan ini juga cukup lengkap. Di sana, juga terdapat warung-warung makanan. Kita dapat melihat kawanan rusa sembari berkemah di tempat wisata yang sejuk nan segar.

Comments are closed.