Indeks Stabilitas Sistem Keuangan Sebagai Prediksi Kondisi Krisis Keuangan

Alfiana

Perkembangan teknologi dan meningkatnya kecenderungan globalisasi sektor finansial menyebabkan sistem keuangan menjadi semakin terintegrasi tanpa jeda waktu dan batas wilayah. Tingginya inovasi, makin beragamnya dan makin kompleksnya produk keuangan mengakibatkan sumber sumber pemicu ketidakstabilan sistem keuangan juga semakin meningkat, semakin beragam dan dapat mengakibatkan semakin sulitnya mengatasi ketidakstabilan tersebut.
Tabel 1: Kemungkinan sumber – sumber ketidakstabilan sistem keuangan
Kemungkinan sumber - sumber ketidakstabilan sistem keuangan
Stabilitas sistem keuangan yang biasa disebut stabilitas keuangan, menurut MacFarlene (1999) adalah upaya untuk menghindari terjadinya krisis keuangan. Identifikasi terhadap sumber ketidakstabilan sistem keuangan perlu dilakukan untuk mengetahui potensi risiko yang akan timbul serta akan mempengaruhi kondisi sistem keuangan mendatang dan seberapa jauh potensi resiko tersebut membahayakan, meluas dan bersifat sistemik, sehingga akan melumpuhkan perekonomian. Indeks stabilitas sistem keuangan dibutuhkan untuk melihat dan memprediksi kondisi sistim keuangan yang terjadi.
Stabilitas sistem keuangan yang biasa disebut stabilitas keuangan, menurut MacFarlene (1999) adalah upaya untuk menghindari terjadinya krisis keuangan. Identifikasi terhadap sumber ketidakstabilan sistem keuangan perlu dilakukan untuk mengetahui potensi risiko yang akan timbul serta akan mempengaruhi kondisi sistem keuangan mendatang dan seberapa jauh potensi resiko tersebut membahayakan, meluas dan bersifat sistemik, sehingga akan melumpuhkan perekonomian. Indeks stabilitas sistem keuangan dibutuhkan untuk melihat dan memprediksi kondisi sistim keuangan yang terjadi.

Sistem Keuangan, Stabilitas sistem Keuangan, Indeks Stabilitas Sistem Keuangan

Sistem keuangan secara prinsip diartikan sebagai kumpulan pasar, institusi, peraturan dan teknik dimana surat berharga diperdagangkan, tingkat suku bunga ditentukan, jasa keuangan dihasilkan dan ditawarkan keseluruh dunia. Sistem keuangan dalam perekonomian memiliki fungsi pokok sebagai berikut :
(1) fungsi tabungan,
(2) fungsi penyimpan kekayaan,
(3) fungsi likuiditas,
(4) fungsi kredit,
(5) fungsi pembayaran,
(6) fungsi risiko,
(7) fungsi kebijakan (Rose 2000), (Dahlan Siamat (2009)). Sistem keuangan dapat didefinisikan pada tingkat global, regional maupun perusahaan.
Schinasi (2006) mendefinisikan stabilitas keuangan sebagai kondisi dimana sistem keuangan:
  • Secara efisien memfasilitasi alokasi sumber daya dari waktu ke waktu, dari deposan ke investor, dan alokasi sumber daya ekonomi secara keseluruhan.
  • Dapat menilai/mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko keuangan.
  • Dapat dengan baik menyerap gejolak yang terjadi pada sektor keuangan dan ekonomi.
Secara umum, stabilitas sistem keuangan adalah ketahanan sistem keuangan terhadap guncangan perekonomian, sehingga fungsi intermediasi, sistem pembayaran dan penyebaran risiko tetap berjalan dengan semestinya. (Bank Indonesia 2007). Apabila sistem keuangan tidak stabil dan tidak berfungsi secara efisien, pengalokasian dana tidak akan berjalan dengan baik sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi (Bank Indonesia (2013)). Pentingnya stabilitas sistem keuangan dikarenakan stabilitas moneter hanya dapat terwujud dengan adanya stabilitas keuangan, karena sistem keuangan merupakan transmisi kebijakan moneter.
Gambar 1: Hubungan Stabilitas Sistem Keuangan dengan Stabilitas Moneter

Hubungan Stabilitas Sistem Keuangan dengan stabilitas moneter

Pada dasarnya, fungsi stabilitas sistem keuangan ditujukan untuk menganalisis perkembangan dan menilai risiko-risiko serta merekomendasikan kebijakan yang diperlukan untuk memelihara stabilitas keuangan. Untuk menciptakan sistem keuangan yang stabil dan tangguh perlu dilakukan monitoring terhadap gejala-gejala yang dapat menimbulkan krisis termasuk melakukan proyeksi secara reguler apakah terdapat potensi risiko yang membahayakan Untuk mendapatkan sampai tingkat mana stabilitas sistem keuangan Indonesia saat ini, maka indeks stabilitas sistem keuangan (ISSK) dibentuk, dimana menggambarkan kondisi ketahanan, tekanan dan intermediasi dari institusi keuangan serta pasar keuangan. (Bank Indonesia 2013)
Gambar 2 Indeks Stabilitas Sistem Keuangan
indeks stabilitas sistem keuangan
Tabel 3 : Pembentuk Indeks Stabilitas Sistem Keuangan
pembentuk indeks stabilitas sistem keuangan
Gambar 3: Indeks Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK)
indeks stabilitas sistem keuangan (ISSK)
Gambar 4 : Indeks Stabilitas Institusi Keuangan (ISIK)
indeks stabilitas institusi keuangan (ISIK)
Gambar 5: Indeks Stabilitas Pasar Keuangan (ISPK)
indeks stabilitas pasar keuangan (ISPK)
Kesimpulan
Berdasarkan kemungkinan sumber sumber ketidak stabilan sistem keuangan (tabel 1), pada tahun 2013, terjadi tekanan di pasar keuangan Indonesia yang ditunjukan dari Indeks Stabilitas Pasar Keuangan (ISPK) dimana puncaknya terjadi pada bulan agustus 2013 yang sudah mencapai waspada, namun Indeks Stabilitas Institusi Keuangan (ISPIK) masih berada pada kondisi normal. Pergerakan Indeks stabilitas sistem keuangan mencerminkan kondisi stabilitas sistem keuangan sehingga monitoring terhadap gejala gejala yang menimbulkan krisis termasuk melakukan proyeksi secara reguler harus selalu dilakukan untuk menghindari potensi risiko yang membahayakan dan melumpuhkan perekonomian Indonesia.
Alfiana, Kandidat Doktor dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Membangun,

Comments are closed.