Prudential Insurance Agent

Prudential Insurance Agent

andre

 

Prudential Insurance Agent Andre Anderson, SE, MM, RFP – I, QWP, AEPP, lahir dan besar di Kabupaten Kuala Tungkal, Propinsi Jambi, saat berusia 3 tahun tempat tinggal mengalami kebakaran sehingga pindah ke Kota Jambi tetapi kemudian hijrah kembali ke Kuala Tungkal, Andre Anderson memiliki 4 kakak dan 1 adik. dari lahir sampe SMP tinggal di Kuala Tungkal, lahir dari keluarga sederhana, memulai bisnis obat. Kedisiplinan yg ditanamkan oleh ibunda tercinta merupakan sumber inspirasi Andre karena disaat tempat tinggal terbakar untuk yang kedua kalinya. Ibunda tercinta dengan gigih dan kebulatan tekad membangun ekonomi keluarga dengan berbisnis masih menjual obat, pakaian, bahan pakaian bahkan arisan-arisan. Seorang kakak laki-lakinya juga merupakan role model karena sangat gigih dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap keluarga.

Perjalanan Karier, Pandangan dan Harapan Memasuki masa remaja Andre hijrah ke bandung, mengenyam bangku sekolah di SMAN 2 Bandung masuk jurusan IPS, walaupun ikut dengan saudara (saudara kakak ipar) tetapi hidup mandiri kost bersama teman-teman. Mengikuti umptn tetapi gagal kemudian masuk STIEB (cikal bakal Widyatama) tahun 1983. Saat Mahasiswa cukup aktif dan dikenal karena sering tampil di kegiatan-kegiatan kampus seperti panitia penerimaan mahasiswa dan aktif di senat mahasiswa. Saat menyusun skripsi sudah mulai bekerja di pabrik textile menjadi staf keuangan kemudian diangkat menjadi manajer keuangan di daerah Leuwigajah Cimahi. Setelah lulus tetap bekerja di pabrik tersebut selama 12 tahun. Saat krisis moneter global tahun 1998 pabrik mengalami kemunduran akhirnya keluar dari pabrik textile. Kehidupan yang berada di zona nyaman dan lebih mengabdi pada atasan membuatnya melakukan hal yang dianggap bodoh bagi Andre. Karena terlalu sibuk bekerja ibunda yang sakit kurang terperhatikan sampai akhirnya meninggal. Turning poin di saat itulah yang membuat Andre berpikir tidak mau lagi menjadi pegawai. Karena merasa tidak memiliki time freedom akibat kesibukan kerja. Kemudian memulai bisnis di bidang Multi Level Marketing dengan modal yang cukup besar tetapi pernah kolapse. Sampai selanjutnya tahun 2004 memasuki bisnis agensi asuransi ini (Prudential).

 

Prospek Bisnis Asuransi di Indonesia 2013

Jumlah pelaku asuransi joint venture alias patungan antara investor asing dengan lokal di industri asuransi umum pada tahun 2013 bakal semakin banyak. Menurut Budi Herawan, Ketua Bidang Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menyebutkan sebanyak lima perusahaan asing dari kawasan regional sudah menyatakan minat mengembangkan bisnis asuransi di Indonesia. Kehadiran para pemain baru tersebut bakal memperpanjang daftar investor asing yang merambah asuransi di Indonesia. Menurut Budi, perusahaan asing dari regional tersebut berasal dari Malaysia dan Singapura. Investor itu sebenarnya sudah berbisnis di Indonesia. Mereka memiliki mitra lokal, tapi bukan di asuransi. Perusahaan mitra lokal akan memudahkan niat akuisisi asuransi di Indonesia. “Mereka sudah menyatakan minat kepada kami,” ungkap Budi, Rabu (19/12). Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI, menambahkan kelima perusahaan sempat meminta masukan kepada asosiasi. Asosiasi hanya menyarankan agar investor melakukan deal langsung dengan pelaku asuransi terkait. Dengan berbagai proses jual-beli, Julian memperkirakan, investor regional itu masuk Indonesia pada 2013, tetapi belum diketahui semester berapa.
Potensi bisnis Menurut Julian, ada dua alasan pemain regional tertarik masuk Indonesia. Pertama, laba industri asuransi umum sejak lima tahun terakhir tumbuh positif. Jelas saja, hal ini memacu perusahaan luar terpikat masuk, apalagi iklim investasi di tanah air membaik. Kedua, faktor pertumbuhan kelas menengah semakin besar. Padahal, saat bersamaan penetrasi asuransi umum masih minim. Berdasarkan data Biro Perasuransian Bapepam-LK, penetrasi asuransi umum sampai akhir September hanya 0,46%. “Mungkin mereka melihat potensinya sangat besar,” kata Julian. Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2012 total premi industri asuransi umum mencapai Rp 28,96 triliun, tumbuh 14,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 28,55 triliun. Sumbangan terbesar dari asuransi kendaraan bermotor Rp 8,75 triliun, asuransi properti Rp 7,99 triliun, asuransi kecelakaan diri dan kesehatan Rp 3,62 triliun. Saat bersamaan, klaim hanya Rp 11,05%, tumbuh 25,9%. Dengan prospek bisnis cerah, investor asing berbondong-bondong ke Indonesia. KONTAN pernah memberitakan, ACE Limited membeli 80% saham Asuransi Jaya Proteksi (Japro) senilai US$ 130 juta. Lalu Zuellig Group membeli 80% saham PT Asuransi Indrapura Rp 1 triliun. Diasuransi jiwa juga serupa. Terbaru, Dai-Chi Life Insurance Co Ltd dan Fukoku Mutual Life Insurance Co akan membeli 40% saham PT Panin Life. Insurance Australia Group (IAG) juga sudah menyiapkan US$ 102 juta untuk terjun ke bisnis asuransi di Indonesia.

Comments are closed.