SELAMAT JALAN IBU KOESBANDIJAH

SELAMAT JALAN IBU KOESBANDIJAH

SELAMAT JALAN IBU KOESBANDIJAH

Sebagai mahluk ciptaan Allah yang paling mulia, manusia dipercaya menjadi khalifah di muka bumi. Dengan segala usaha, kerja keras, dan do’a manusia menemukan jalan kehidupannya masing-masing. Kecuali beberapa ketetapan yang tidak bisa diubah : jodoh, rezeki dan kematian. Ibu Koesbandijah Abdoel-kadir sebagai pendiri lembaga pendidikan Widyatama, sekaligus komunitas pendidikan Widyatama yang telah berusia 40 tahun adalah sosok yang dekat, familiar, penuh perhatian kepada siapapun. Dalam rentang waktu tersebut ibu telah menjalin relation-ship dan komunikasi yang intens dengan seluruh keluarga besar Widyatama. Upaya beliau selalu mencoba membangun kehidupan Widyatama yang bersemangat dan bergairah dengan landasan DJITU (Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet) telah beliau tunaikan hingga akhir hayatnya

Layaknya puisi Kahlil Gibran: Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.
Berikut ini fragmen-fragmen kata-kata kenangan sebagian keluarga besar Widyatama mengiringi kepergian beliau selamanya ke pangkuan Illahi Robbi.(lee) Almh. Prof. Dr. Koesbandijah AK, Selamat Jalan Ibu Teladan. Semoga beristirahat dengan tenang di sisi Allah SWT. Pengabdian, dedikasi, loyalitas kepada pendidikan dan sikap hidup seorang ibu, pejuang, enterpreneur yang ditunjukan merupakan sauri tauladan yang luar biasa, perwujudan nyata cita-cita ibu Kartini, contoh bagi generasi muda. 40 tahun membangun komunitas pendidikan Widyatama, mencerdaskan ribuan generasi muda penerus bangsa dan negara, cerminan pengabdian dan kebajikan tanpa henti sampai akhir hayatnya. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal dan tempat yang mulia di sisi-Nya. Mudah-mudahan generasi penerus Widyatama mampu membawa amanah lembaga dan komunitas keluarga besar ini ke arah yang lebih baik , lebih bermartabat sebagaimana dicita-citakan Ibu Pendiri, Almh. Prof. Dr. Koesbandijah AK. Selamat Jalan Ibunda. Mame S.Sutoko dan Keluarga, 2 Mei 2013 Kata Kenangan dan Nasihat Bu Koes, ? Selalu berusaha mengajarkan kebenaran dan kerjakan kebenaran menurut Alloh SWT ? Jangan malu hidup sederhana, sederhana bukan berarti tidak memilik apa-apa. ? Selalu mendoakan orang tua dan Jalani hidup dengan “prihatin” untuk hidup lebih sukses (prihatin maksudnya mau bekerja keras lebih dari kerja keras orang lain)

Semoga kata kenangan ini tidak hanya menjadi sekedar kenangan tetapi juga menjadi manfaat dan titipan beliau untuk dijalani dalam menjalani hidup. Semoga menjadikan kita untuk hidup lebih mengayomi dan peduli dengan sesama.
Fanto @farisahasnanto, 2 Mei 13 ? Semangat dan vitalitas hidup yang tak pernah lapuk oleh waktu natalia@widyatama.ac.id, 2 Mei 13 ? Kalau kita benar, jangan takut.
Jalan Terus !!! Pipin Sukandi, 2 Mei 13 Filsafat Waktu dari seorang Ibu, Prof. Dr. Hj. Koesbandijah Abdul Kadir, M.S., Ak. Tepat waktu adalah terlambat, seperti itulah Ibu Koes berfilsafat dengan waktu.
Yaaah…sebuah filsafat waktu sarat makna yang belum sepenuhnya teramalkan oleh kita sebagai bagian dari tuan rumah keluarga Widyatama. Bagi Ibu, mengajar adalah sebuah panggilan, dan bila beliau mengajar, sudah menjadi bagian dari body clock untuk datang 5 ? 10 menit sebelum waktu/jadwal mengajar. Oleh karenanya, bila Ibu datang tepat waktu (sesuai jadwal), baginya adalah sebuah keterlambatan, (apalagi datang terlambat ? dapat dibayangkan ? mungkin bagi beliau itu dianggap sebuah kecelakaan besar). Sungguh luar biasa, sikap pemuliaan & penghargaan terhadap waktu dari seorang Guru Besar, yang secara jujur, masih cukup berat untuk kita teladani.
Suatu ketika saya mendengarkan acara inspirasi di sebuah radio swasta, dan yang mengejutkan saya adalah bahwa yang menjadi dasar topik inspirasi oleh si pembicara pada saat itu adalah tepat waktu adalah terlambat. Pembicara inspirasi di radio tersebut tidak segansegan menjelaskan kurang lebih seperti berikut: Ibu Koesbandijah, seorang pendiri Yayasan Widyatama, memiliki komitmen waktu yang sangat tinggi. Bagi beliau tepat waktu adalah terlambat, dan itu diterapkannya dalam setiap perkuliahan beliau. Lagi-lagi sungguh?luar biasa, di luar sana, betapa harumnya filsafat waktu dari seoarng Ibu Pendidik yang berdedikasi tinggi itu.

Adakah kita siap meneladani filsafat waktu yang telah memfosil dalam diri seorang Ibu Besar di kampus kita ini? atau it resides in the fact that this philosophy still becomes a big question and endless home work. Selamat jalan Ibunda tercinta, semoga diampuni segala kekhilafannya, di lapangkan , diterangi dan disejahterakan di alam kuburnya. Amieen… Dari seorang independent learner, Hero Gunawan, 3 Mei 2013 WIDYATAMA BERDUKA Innalillahi wainnailaihirojiun Telah berpulang salah satu putra terbaik Indonesia : Prof. Dr. Hj. Koesbandijah Abdoel kadir , M S , A k . Selamat jalan Ibu, jasa-jasa ibu tidak akan pernah kami lupakan. Semoga amal ibadah ibu diterima disisi Tuhan YME, dan dosa – dosanya di ampuni – Nya . Sekali lagi SELAMAT JALAN IBU, wejangan, ajaran, prinsip Ibu tidak akan pernah kami lupakan. Widyatama Bersatu, 28 April 2013 Akan tetap kami jaga bunga-bunga perjuanganmu. Selamat beristirahat dengan tenang panutan kami. Tim Asdos FE- Hoirina Rosindah S Selamat jalan pendiri Universitas Widyatama. Kami tidak akan lupa jasa mu dalam dunia pendidikan. Agnez Pradibta Halim Semoga amal jariyah beliau tetap mengalir walaupun beliau telah tiada. aamiin.

Comments are closed.