Pendidikan Alternatif Pengayaan Kurikulum (K-13) Versi Indonesia

Pendidikan Alternatif Pengayaan Kurikulum (K-13) Versi Indonesia

Wawancara dengan Lendo Novo ? Penggagas Sekolah Alam

 

Komunita : Pendidikan di Indonesia pada umumnya seperti apa ?

 

Lendo Novo : Sejak tahun 2009, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sudah mulai mengenalkan Kurikulum yang mengutamakan pendidikan karakter/akhlak. Respon masyarakat dan pegiat pendidikan sangat positif terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas akhlak anak Indonesia. Tepat pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya memulai sebuah revolusi pendidikan yang mengutamakan akhlak sebagai ruh bagi seluruh mata ajar yang wajib dipahami oleh siswa, yaitu penerapan Kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum khas Indonesia yang dirancang oleh ahli-ahli Indonesia dan bersifat revolusioner (perubahan bersifat fundamental dan drastis). K-13 sangat mengutamakan pembentukan akhlak mulia dan logika ilmiah yang kuat. Dengan K-13 diharapkan anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi anak yang sholeh dan berotak cemerlang.

 

Komunita : Apa sesungguhnya Hakekat dan Tujuan Pendidikan yang seutuhnya itu menurut Anda ?
Lendo Novo : Hakekat dan Tujuan Pendidikan menurut pandangan kami harus mengacu pada tujuan penciptaan manusia, yaitu sebagai Khalifatullah fil Ardh (Pemimpin di muka bumi). Untuk memenuhi syarat sebagai Pemimpin di Muka Bumi, maka anak manusia harus dibekali :
1. Cara tunduk kepada Sang Pencipta yang sering kita sebut sebagai Ketakwaan yang direpresentasikan dalam bentuk akhlak mulia.
2. Cara tunduk makhluk lain kepada Sang Pencipta yang sering kita sebut sebagai ilmu pengetahuan alam yang direpresentasikan dalam bentuk logika ilmiah.
3. Cara memimpin alam semesta yang direpresentasikan dalam bentuk kepemimpinan.
4. Cara hidup yang seimbang dengan alam semesta yang direpresentasikan dalam bentuk berbisnis ramah lingkungan.
Ke-empat pilar inilah yang sebaiknya dijadikan sebagai ruh dari Kurikulum Pendidikan yang terbaik sepanjang masa.

 

Komunita : Apa yang salah dengan pendidikan di Indonesia sejauh ini ? (Apakah dari system pengajarannya? Atau dari kurikulumnya yang terlalu berat yang hanya memfokuskan kepada hal yang memacu otak kiri anak saja? Ataukah dari pendidiknya sendiri yang seharusnya menerapkan bahwa Pendidik mulai dari PAUD,TK/SD itu seharusnya selevel Profesor seperti layaknya di Amerika sana? Dengan harapan pendidikan tingkat dasar mendapatkan pendidikan yang benar yang sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia).

 

Lendo Novo : Kesalahan pendidikan sebelum dilaksanakannya K-13, adalah pengabaian terhadap pendidikan karakter/akhlak. Hal ini tercermin dari rusaknya moral bangsa. Pada tahun 70-an bangsa Indonesia dikenal oleh dunia sebagai bangsa yang ramah, santun, suka menolong dan gotong-royong. Pada waktu itu hampir semua pegiat pendidikan sangat fokus pada pembentukan karakter/akhlak peserta didik. Sehingga sikap itu tercermin dalam perilaku sehari-hari dan mewujud menjadi karakter bangsa.
Dimulai dari era tahun 80-an hingga hari ini pendidikan nasional banyak mengabaikan pendidikan karakter/akhlak, sehingga saat ini Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa paling korup sedunia, bangsa teroris dan bangsa yang paling abai terhadap rakyatnya sendiri.
Pengabaian terhadap upaya pembentukan akhlak mulia dan fokus pada pengasahan otak kiri, akan menyebabkan anak didik sulit menjadi manusia yang seutuhnya. Jika kita sungguh-sungguh ingin menghasilkan anak didik dengan kualitas terbaik, maka kita harus membekali anak-anak kita dengan pendidikan akhlak, logika ilmiah, kepemimpinan dan bisnis secara terintegrasi.
Kunci keberhasilan dari proses pembekalan anak didik terletak pada kualitas guru dan koordinasi yang harmonis dengan orang tua siswa. Khusus pendidikan dari orang tua, bobotnya jauh lebih besar dibanding bobot dari guru yang berkualitas. Ketetapan Allah SWT menyatakan bahwa yang menentukan baik buruknya seorang anak adalah orang tuanya. Tugas guru, sekolah dan masyarakat adalah membantu orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka mencapai potensi terbaiknya (sesuai bakat & minat)

 

Komunita : Harapan Anda terhadap Pendidikan di Indonesia ?

Lendo Novo : Harapan saya tentunya sangat tinggi terhadap pendidikan di Indonesia, kenapa demikian? Karena bangsa ini terlahir sebagai bangsa yang mulia, bangsa yang memiliki hutan hujan terbesar di dunia. Melalui hutannya bangsa ini memberi oksigen kepada seluruh manusia di muka bumi, menjadi tempat hidup 60% ke-anekaragaman hayati di seluruh dunia dan menyumbang 25% bahan baku obat-obatan dunia. Belum lagi kekayaan lautnya yang luar biasa, bangsa ini sudah ditakdirkan menjadi bangsa yang mulia.

 

Saat ini hutan Indonesia mulai rusak akibat manusianya yang tidak berakhlak mulia, begitupun dengan kekayaan lautnya, pelan tapi pasti sudah mulai terusik oleh keserakahan manusia. Jika kita tidak segera berbuat memperbaiki akhlak bangsa, dipastikan dalam 50 tahun ke depan kita akan menjadi bangsa perusak lingkungan yang luar biasa.

 

Untuk memastikan kita tetap menjadi bangsa yang mulia, maka kita harus membekali anak-anak kita agar mereka menjadi pemimpin yang mampu memberi rahmat ke seluruh alam (rahmatan lil alamin). K-13 merupakan salah satu solusi terbaik yang pernah dihasilkan oleh ahli-ahli kurikulum Indonesia dalam kurun 69 tahun kemerdekaan. Melaksanakan K-13 dengan ikhlas merupakan sebuah kebaikan bersama

 

Komunita : Apa yang menginspirasi Anda mendirikan Islam Terpadu dan Sekolah Alam ?
Lendo Novo : Awalnya melalui sebuah proses perenungan yang panjang, waktu kami dipenjara oleh Rezim Suharto pada tahun 1988. Ada 11 mahasiswa ITB yang dipenjara saat itu, salah satunya saya. Dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh badan intelejen strategis, seorang intel menyatakan bahwa kehebatan seseorang diukur dari Kepintaran, Kekayaan dan Ketenarannya. Aktivis mahasiswa tidak memiliki ketiganya, sehingga tidak punya cukup alasan untuk meng-kritik penguasa yang memiliki ketiganya.
Di sisi lain, menurut Allah SWT, yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa. Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesama. Perbedaan nilai-nilai yang dibangun oleh manusia dalam bentuk Kepintaran, Kekayaan dan Ketenaran dibandingkan dengan nilai-nilai Ilahiah dalam bentuk Ketakwaan dan Kebermanfaatan jelas sangat jauh berbeda.

Sebagai orang yang mengaku beriman tentu kita akan memilih nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh-Nya. Untuk mengubah nilai-nilai yang salah dianut oleh rakyat Indonesia menjadi nilai-nilai yang benar sesuai ketetapan-Nya, diperlukan sebuah konsep pendidikan yang mengacu kepada firman-Nya. Pada titik inilah kami menemukan sebuah konsep pendidikan yang berupaya meng-integrasikan iman dengan ilmu pengetahuan yang untuk selanjutnya dikenal dengans konsep pendidikan islam terpadu. Dalam perjalanannya kemudian kami mulai menemukan kenyataan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang tinggi diperlukan biaya yang sangat besar untuk menyediakan alat peraga, laboratorium, fasilitas olah raga dan berbagai fasilitas lainnya. Kenyataan ini sesuai denganparadigma Sekolah Berkualitas Selalu Mahal.

Jika kita sepakat bahwa pendidikan terbaik sepanjang masa adalah pada saat Rasulullah SAW mendidik para sahabat di bawah pohon kurma, dan terbukti berhasil membentuk orang-orang yang terbaik seperti Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Hikmah yang bisa diambil adalah pendidikan berkualitas bukan ditentukan oleh fasilitas yang berlimpah (mahal), tetapi ditentukan oleh kualitas guru yang tinggi (dicerminkan oleh kualitas Rasulullah SAW), metode belajar-mengajar yang tepat (dicerminkan dari cara Rasulullah SAW mengajar) dan buku sebagai gerbang ilmu pengetahuan (dicerminkan oleh Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW). Dari sinilah gagasan Sekolah Alam bersumber, dengan fokus pada kualitas guru, metode belajar-mengajar yang tepat dan buku sebagai gerbang ilmu pengetahuan, serta menggantikan alat peraga, laboratorium, berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya dengan konservasi alam sebagai media belajar, maka pendidikan berkualitas dengan biaya murah dapat diwujudkan di seluruh Indonesia bahkan dunia

 

Komunita : Bisa dijelaskan tentang Konsep Sekolah Alam dan Islam Terpadu ?
Lendo Novo : Konsep Sekolah Alam dan Islam Terpadu sepenuhnya dirancang berdasarkan Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW. Konsep ini akan berjalan dengan baik, jika dalam kesehariannya seluruh sivitas akademik : orang tua, guru, siswa semuanya mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua mata pelajaran seperti matematik, IPA, IPS, Pkn, bahasa dan lainnya yang wajib diajarkan oleh Kurikulum Nasional semuanya tercantum dalam firman Allah dan hadits Rasulullah SAW. Jika kita mengajarkan siswa dengan cara menjelaskan semua dalil yang melatar belakangi lahirnya semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah berasal dari Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW, dapat dipastikan keyakinan siswa terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW akan semakin meningkat dari hari ke hari dan pada waktunya nanti akan membentuk sebuah akhlak yang mulia dan kemampuan berpikir ilmiah.
Dan pada saat yang sama kebiasaan belajar bersama alam juga akan membentuk karakter rahmatan lil alamin (ramah lingkungan). Misi dari sekolah alam sama dengan misi yang diemban oleh Rasulullah SAW yaitu Rahmatan lil Alamin

 

Komunita : Apa saja keuntungan yang didapat jika anak mengikuti sekolah Alam? Bagaimana dengan kurikulumnya apakah disesuaikan dengan kurikulum dari DEPDIKBUD atau memang konsepnya berbeda sama sekali?
Lendo Novo : Keuntungan pasti dari menyekolahkan anak di sekolah alam adalah terbentuknya akhlak yang mulia, kemampuan berpikir secara logis/nalar, memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu hidup secara mandiri dari bisnis yang disesuaikan dengan bakat dan minat.
K-13 adalah sebuah kurikulum minimal yang wajib dipenuhi oleh seluruh penyelenggara pendidikan di Indonesia, jika terdapat sekolah yang ingin melaksanakan K-13 melebih dari standar minimumnya, maka Negara dan Warga akan mendapatkan nilai lebih yang sangat bermanfaat. Pemerintah dalam hal ini Depdikbud justru mendorong para pegiat pendidikan untuk ramai-ramai memberi manfaat lebih bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Untuk melahirkan sekolah-sekolah yang terbaik sangat dibutuhkan kreativitas yang tinggi dari para pengelolanya. Oleh karena itu kita tidak boleh berhenti untuk melakukan eksperimen kreatif dalam mengelola sekolah-sekolah masa depan.
Komunita : Apakah sekolah alam adalah termasuk pendidikan alternatif yang pas/memadai bagi sekolah tingkat dasar dan seterusnya ?
Lendo Novo : Banyak masyarakat yang mengatakan sekolah alam hanya cocok untuk pendidikan dasar. Dalam proses perjalanannya saat ini kami sudah mengembangkan konsep pendidikannya hingga Perguruan Tinggi. Khusus untuk pendidikan menengah kami mengembangkan School of Universe dan untuk perguruan tinggi kami mengembangkan Maestro School of Technopreneur, keduanya lebih banyak mengembangkan life-skill khususnya bisnis ramah lingkungan.
Sejatinya sebuah institusi pendidikan harus mampu melahirkan lulusan yang bisa mencari nafkah untuk melanjutkan kehidupannya secara mandiri. Institusi ini haruslah mengajarkan cara berbisnis yang seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW

 

Komunita : Selain sekolah alam, pendidikan alternatif yang bagaimana yang cocok untuk pendidikan di Indonesia bagi kemajuan generasi anak bangsa?
Lendo Novo : Sesungguhnya dengan kurikulum 2013, sekolah alam atau sekolah alternatif lainnya sudah berada dalam satu kesatuan visi dan misi. Sehingga istilah pendidikan alternatif sudah tidak menjadi isu yang relevan. Isu ke depan adalah isu pengayaan kurikulum sesuai dengan dorongan Depdikbud. Sudah lama kita tidak mengalami fase kemajuan, kita lebih banyak disibukkan dengan fase stagnan (jalan di tempat) atau bahkan sudah menuju fase kemunduran. Kemajuan dalam dunia pendidikan lebih banyak direpresentasikan dalam bentuk jumlah siswa yang diserap dalam setiap jenjang pendidikannya, jumlah sarjana, master dan doktor yang dihasilkan, jumlah penelitian yang dihasilkan dst-nya. Kita tidak pernah merepresentasikan kemajuan dalam bentuk yang lebih bijak seperti semakin banyak orang yang sholeh (dicerminkan dari menurunnya jumlah koruptor, menurunnya penghuni penjara, berkurangnya kemiskinan, meningkatnya jumlah ilmuwan/peneliti, meningkatnya jumlah pemimpin nasional, meningkatnya jumlah pengusaha yang ramah lingkungan dst-nya. Semua sekolah yang mengikuti K-13 diharapkan mampu menghasilkan sebuah generasi yang rahmatan lil alamin.

 

Komunita : Disebutkan bahwa Sekolah Sobat Bumi (SSB) adalah program pendidikan bermuatan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan mendorong sekolah di Indonesia agar mempraktekkan standar mutu terbaik. Apakah SSB ini sudah bisa dikategorikan ke dalam Pendidikan Alternatif ?
Lendo Novo : Sekolah Sobat Bumi adalah sebuah sekolah yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Sekolah Alam dan K-13, yaitu sama-sama berupaya melahirkan generasi yang rahmatan lil alamin. Berbeda dengan Sekolah Alam, Sekolah Sobat Bumi justru melakukan pendekatan terhadap sekolah-sekolah umum (bukan sekolah alternatif) yang ingin melakukan transformasi dari sekolah umum menjadi sekolah yang ramah lingkungan. Sekolah Sobat Bumi justru lebih tepat dikategorikan sebagai sekolah transformatif

 

Komunita : Pendapat Ahli Bahasa Rupa, Prof. Primadi Tabrani, mengatakan bahwa Pendidikan Alternatif itu bukan hanya sekedar mentransfer atau Akumulasi saja, tetapi harus melalui Proses yang Kreatif. Menurut pandangan Anda ?
Lendo Novo : Sesungguhnya melakukan upaya yang berbeda dari yang biasanya adalah sebuah proses kreatif. Artinya pendidikan alternatif hanya bisa dibangun melalui proses kreatif. Agar proses kreatif dapat dilakukan secara berkelanjutan, maka setiap orang harus tampil beda. Dalam bahasa gaulnya mungkin kita lebih sering dengar sebagai gue banget. Ini sesuai dengan prinsip setiap orang diciptakan unik dan pasti berbeda. Pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang menghargai ke-unik-an dari setiap anak didiknya. Sedangkan keseragaman hanya bisa
kita lakukan untuk pembentukan akhlak.
Komunita : Penentu kualitas pendidikan yang diterapkan pada Pendidikan berbasis karakter itu menurut Anda pencapaiannya harus seperti apa? Apakah keseimbangan antara ilmu dan akhlak ?
Lendo Novo : Penentu kualitas pendidikan adalah pembentukan karakter yang baik. Dengan karakter yang baik, maka bisa dipastikan setiap anak akan sangat senang dan nyaman untuk belajar secara sungguh-sungguh. Dan pada akhirnya akan melahirkan sebuah kualitas manusia yang lebih tinggi derajatnya yaitu bertakwa lagi berilmu pengetahuan.
Komunita : Terima kasih atas waktu dan sumbangsih ide pemikiran dan sharing kepada Komunita semoga Allah SWT membalas de ngan pahala berlipat dan bermanfaat barokah bagi kami yang membaca. Amin. (Fe-Lee).
Bandung, 4 April 2014

 

 

 

Comments are closed.