STRATEGI MARKETING BAGI UMKM

0
29

KeniK (2)

.

STRATEGI MARKETING BAGI UMKM

Keni Kaniawati

  Ketika suatu negara memasuki era Revolusi Industri 4.0, pertumbuhan industri cenderung menyeluruh dan sustainable, oleh karena itu ada empat langkah strategis agar Indonesia mengimplementasikan Industry 4.0 yaitu :

1.Mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan ketrampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintregasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.
2.Pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart  IKM. Program e-smart  IKM ini merupakan upaya juga memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industry 4.0.
3.Industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Clouddan Augmented RealitySistem Industry 4.0  ini akan memberikan keuntungan bagi industri.
4.Perlunya inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. Upaya ini telah dilakukan Kementerian Perindustrian dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Bandung (Bandung Techno Park), Denpasar (TohpaTI Center), Semarang (Incubator Business Center Semarang), Makassar (Makassar Techno ParkRumah Software Indonesia), dan Batam (Pusat Desain Ponsel).

  Perkembangan teknologi digital dan internet telah memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap masyarakat global, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Bahkan internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup masyarakat kita. Keberadaannya telah mengubah kebiasaan mereka dalam bergaul, membaca, berbelanja. Indonesia memiliki penetrasi pengguna interet sekitar 75 juta orang atau sekitar 30 % dari total penduduk Indonesia per tahun 2013. Jumlah ini diprediksi akan menyentuh angka hingga 100 juta pengguna per tahun 2016 (Ystats.com, 2014). Dalam mengakses internet, lebih dari setengah pengguna internet di Indonesia mengaksesnya melalui piranti seluler dan sekitar 25 % dari populasi orang dewasa di Indonesia memiliki iphone smart. Diprediksi per tahun 2018, angka pengguna internet di Indonesia menempati urutan ketiga setelah RRT dan India.

Indonesia dalam hal ini pemerintah atau instansi yang terkait harus mendorong industri kecil dan menengah atau IKM untuk ikut menangkap peluang Industri 4.0 dengan memanfaatkan perkembangan teknologi manufaktur terkini. Dalam era Industri 4.0 tidak bisa lagi dihindari karena sudah berjalan, dan sistem revolusi industri keempat tersebut mengintegrasikan setiap sektor produksi secara real time

Dengan adanya program e-Smart IKM, pada awal 2017 salah satu tujuannya adalah meningkatkan akses pasar melalui internet marketing. Sepanjang 2017, Kemenperin mencatat lebih dari 1.730 pelaku usaha telah bergabung dalam program e-Smart IKM, yang berasal dari 23 provinsi. Pada 2019, ditargetkan akan mencapai 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia. Program ini juga mendorong para pelaku IKM agar melakukan terobosan inovasi dengan memperbaiki produk, pengembangan desain, serta mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Dewasa ini ada beberapa UMKM dan IKM menggunakan e-mail marketing, namun hanya sekedar mengirim secara massal. Padahal e-mail marketing dapat diberdayakan secara lebih cerdas dan tepat guna, sehingga energi yang terpakai tidak terbuang percuma dan pengelola merek tidak dicap sebagai spammer oleh konsumen. E-mail marketing adalah salah satu bentuk promosi digital marketing yang paling mudah dan paling murah dilakukan dengan banyak kelebihan dibandingkan dengan ragam dan varian marketing tradisional, antara lain televisi, radio dan aktivitas below the line.   E-mail marketing memiliki biaya yang sangat rendah, dan apa yang menarik adalah adanya kemampuan mekanisme umpan balik (feedback). Kita dapat mengetahui konsumen mana saja yang membuka e-mail, menelusuri kontennya, termasuk tentunya memberikan balasan. Pengetahuan mengenai aktivitas konsumen melalui e-mail marketing ini menunjukkan diferensiasi yang sangat signifikan dibandingkan dengan kegaiatan marketing tradisional.

Secara singkat manfaat e-mail marketing kembali ke hal paling mendasar dari konsep marketing, yaitu melakukan segmentasi dan menetapkan target konsumen yang kita pilih dan mampu kita penuhi kebutuhannya. Agar UMKM dan IKM mengetahui perubahan minat dan selera konsumen, berarti harus mengetahui tren yang berjalan hingga kini. Saat menjalankan strategi e-mail marketing, tren juga harus diperhatikan. Jika kita tetap berpegang pada strategi tersebut akan lapuk dan terlihat membosankan dimata konsumen. Sepanjang kita menginginkan keberhasilan untuk memahami konsumen secara berkelanjutan, berarti kita perlu melakukan percobaan-percobaaan secara cerdas dan terukur.

Dalam konsep marketing ada yang disebut dengan Promotional Mix (bauran promosi). Artinya dalam melakukan promosi harus menggunakan mix juga. Caranya dengan advertising, promotion, sponsiorship, menggunakan media massa juga direct marketing. Apalagi sekarang kita ramai bicara cyber generation yaitu generasi yang sudah hook up pada produk digital, sehingga usaha apapun dari makan sampai fashion, dari produk elektronik sampai otomotif memanfaatkan internet marketing (online) dan traditional marketing (offline).

  Indonesia khususnya UMKM apalagi IKM akan mendapatkan keuntungan yang besar dari revolusi industri digital. Dimana sektor publik, dan swasta harus fokus berinvestasi pada teknologi digital dengan peningkatan infrastruktur, penetrasi internet dan mendorong produktivitas sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi. Potensi ekonomi digital yang besar menuntut pemerintah Indonesia secepatnya menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, yang mesti dianggarkan dalam APBN dan mulai melakukan transformasi di semua sektor untuk menjadi negara berpenghasilan menengah di tahun yang akan datang.

  Penguatan dan percepatan pembangunan ekonomi digital akan memainkan peran penting dalam mencapai potensi penuh Indonesia. Ditunjang dengan Indutri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang ekonomi digital melalui e-commerce, media broadband, media sosial, komputasi awan, mobile platform dan teknologi finansial, kita dapat memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat, lebih inovatif dan lebih kompetitif di Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Merebaknya pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian di Indonesia. Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati-hati dengan adanya anjuran work from home, stay at home mengakibatkan adanya pembatasan ke luar rumah dan konsumsi, tentunya hal ini berimbas kepada transaksi jual beli di pasaran. Denyut nadi ekonomi seperti sesak nafas akibat badai corona yang menerjang terjang sejak Februari silam. Yang terpukul pertama, dalam situasi ini, tentulah usaha kecil menengah ke bawah. Repotnya, justru UMKM inilah, dengan sektor informal di dalamnya, adalah tiang penyangga ekonomi nasional. Bagaimana tidak. Menurut catatan UMKM Crisis Center, sektor UMKM berperan besar bagi ekonomi negara ini. Sektor itu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 60 % terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ada beberapa cara UMKM agar bisa survive dalam masa pandemi Covid-19 ke new normal dengan memperkuat Imunitas UMKM. Oleh karena itu upaya yang harus dilakukan UMKM sebagai berikut:

1)UMKM harus menjaga posisi dana tunai, maksudnya amankan likuiditas, solbavilitas perusahaan, tunda beberapa kewajiban yang bisa ditunda misal dengan cara negosisasi, keterbukaan, jujur terkait kondisi saat ini terhadap supplier, perbankan. Perbaharui rencana bisnis yang ada (business plan yang baru), sesuaikan dengan kondisi Covid-19 masuk ke new normal. Prediksi kebutuhan dana baik bagi usaha mikro, kecil dan menengah;
2)Adapt to New normal, artinya UMKM harus bisa menyesuaikan diri/beradaptasi terhadap keadaan sekarang (New Normal) caranya dengan work from home, menjaga kesehatan, keselamatan keluarga, karyawan. Dengan waktu yang cepat temukan peluang bisnis baru, problem solving, inovasi produk, inovasi usaha. Adapun peluang bisnis itu ada pada bidang: kesehatan (APD, masker, hand sanitizer); teknlologi (aplikasi google meet, Bigbluebutton, zoom, virtual meeting secara daring/online); farmasi, jamu/peningkatan imunitas; pangan/pengusaha kuliner rumahan; new normal memerlukan jejaring distribusi yang lebih luas yang disebut network of network. Dimana network of network membutuhkan reseller artinya cepat tanggap/adaptasi mencari informasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. New normal adalah online mindset/digitalisasi, digitalisasi akan menjadi passion, tools dan taste masa depan kita sehingga memiliki kemampuan di maketing, payment (pembayaran) dan penyediaan melalui logistik. Jadi pegiat UMKM harus menyusun strategi digital agar dapat bertahan dan tetap berkembang;
3)Survive Through Ecosystem, artinya kita akan bertahan kalau kita mampu bertahan dalam ekosistem kita. Jadi bagaimana kita membangun mental (we are all in this together), upayakan selalu berkomunikasi dengan mentor dan coach. Bangun jejaring (beyond boundaries), manfaatkan fasilitas perbankan pemerintah untuk menangani masalah usaha yang dihadapi dalam masa Covid-19 ini sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, ekonomi berbasis silahturahim;
4)Invest In This Time, artinya dengan work from home kita harus meningkatkan kemampuan/skill kita misal dengan mengikuti webinar, workshop/pelatihan secara daring;
5)Be The Calm in the Strom artinya dalam masa Covid-19 ke new normal kita harus tenang dalam menghadapinya dengan usaha semaksimal mungkin, berdo’a, memiliki rasa optimis tidak memiliki rasa pesimis, semangat dan kerja keras, bisnis yang booming harus branding & soft selling jangan hard selling, bisnis yang bisa survive bukan yang besar/menengah/kecil tetapi yang bisa beradaptasi, hadapi kenyataan, fokus apa yang harus dilakukan dan bantu orang lain/peduli sosial, up grade diri untuk beralih dari offline ke online selling, everithing is changing.

.

Write by : Keni Kaniawati, SE., M.Si.; Dosen Tetap Universitas Widyatama, Ketua Widyatama Business Incubator

Email: keni.kaniawati@widyatama.ac.id; No kontak: 082319616313/081221791046