LADA – Rempah Indonesia

0
8,257 views

LADA – Rempah Indonesia

Dikenal sejak Abad 15

.

  Ada sekitar 33.243 resep masakan ala rumahan menurut komunitas memasak terbesar dunia, serta 1.171 resep masakan Indonesia menggunakan rempah “LADA”. Rempah ini biasa digunakan memberi rasa pedas pada masakan.  Masakan Indonesia, hidangan oriental pun kerap menambahkan lada pada bumbunya, khususnya pada masakan yang bercita rasa pedas.  Fungsi dan manfaat lada dalam masakan yakni menambah rasa pedas, menambah aroma masakan, menghilangkan bau amis, serta bumbu saus dan marinasi.         

Jenis-Jenis Lada Indonensia

Terdapat beberapa jenis lada yang digunakan untuk memasak, tidak hanya lada putih. Masing-masing lada tersebut diolah dengan cara yang berbeda, jadi rasanya pun tak sama. 

1. Lada Hitam

Lada hitam merupakan jenis lada popular di Indonesia dan paling terkenal di Amerika Serikat. Lada hitam memiliki rasa pedas kuat, panas dan aromatik. Jenis ini adalah buah lada matang tapi tidak terlalu matang, dengan buah lada berwarna hijau sudah mulai menguning. Proses pembuatan lada ini melalui proses fermentasi dan mengeringkan secara alami di bawah terik sinar matahari sampai biji lada tersebut mengeriput dan menghitam.

2. Lada Putih

Jenis lada ini erupakan jenis lada yang sudah matang dengan kulit bagian luar sudah terkelupas. Lada putih memiliki aroma sederhana dengan rasa pedas yang tajam. Proses pengolahannya justru lebih sukar dan panjang. Untuk mendapatkan lada putih layak konsumsi, buah yang sudah masak harus disimpan dan direndam dahulu selama satu sampai dua minggu. Proses ini dapat membuat selaput lada menjadi lunak, sehingga kulitnya mengelupas. Lada putih banyak dimanfaatkan sebagai campuran bumbu pada olahan sup, kentang, ataupun saus.

3. Lada Hijau

Lada ini mempunyai rasa segar dan aromatik namun memiliki rasa pedas rendah. Lada Hijau memiliki warna kulit luar masih hijau. Karenakan dipetik jauh hari sebelum Lada matang. Selanjutnya, lada segar tersebut diawetkan dengan cara direndam dalam air garam atau cuka. Dipasaran lada jenis ini dijual dengan harga cukup tinggi, karena proses pengawetan lebih lama sedangkan jumlahnya lebih sedikit.

4. Lada Merah

Memiliki warna merah terang ketika sudah benar-benar matang. Lada ini mempunyai aroma kompleks dengan pedas dan panas. Lada merah bisa digunakan ketika kondisi masih keadaan segar. Jenis lada ini sangat cepat membusuk. Agar tidak mengalami kerusakan lada merah biasanya disimpan pada air asin, freeze dried, air dried.

Sumber: “Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia”, Murdijati Gardjito terbitan PT Gramedia Pustaka

  Selain menjadi penyedap hidangan, rempah lada juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Kandungan mineral di dalam lada dipercaya bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti demam, nyeri haid, dan reumatik. 

Bahkan, lada pun bisa mengatasi berbagai masalah pencernaan misalnya perut kembung. Laman  Healthline, menyebut menurut penelitan lada dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat. Itulah manfaat lada sehingga rempah ini terkenal sejak dahulu. Bahkan menjadi primadona ekspor Indonesia sampai hari ini.            

  Indonesia sudah dikenal sebagai negara dengan rempah-rempah yang melimpah. Pada zaman penjajahan berbagai negara di dunia berambisi dan berburu untuk menguasai rempah-rempah Indonesia. Pada masa penjajahan rempah khas Indonesia memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan emas. Saat itu rempah-rempah menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang menarik perhatian dunia.

  Salah satu rempah-rempah khas Indonesia banyak diekspor ke berbagai negara adalah lada. Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa lada diklaim semakin mendunia karena permintaan ekspornya yang tinggi.

  Lada atau merica termasuk dalam famili piperaceae. Tanaman ini dapat tumbuh subuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.  Tanaman lada bukanlah pohon yang tumbuh besar, melainkan tumbuhan rambat yang tumbuh dengan bantuan sokongan penyangga. Lada dapat berbunga dua kali dalam setahun. Bunga tersebut biasanya muncul sebelum musim penghujan. Bunga inilah yang nantinya dapat berubah menjadi biji dan diolah menjadi lada atau merica kering.

  Pada tahun 2016 lada menjadi komoditas ekspor rempah utama Indonesia dengan nilai ekspor mencapai 143,6 juta dolar AS atau sekitar Rp1,9 triliun. Kementerian Perdagangan menyebutkan pada caturwulan pertama tahun 2020 lada menguasai total 18,7% total ekspor rempah Indonesia. Dengan nilai ekspor mencapai 40,88 juta dolar AS.

BUDIDAYA LADA Website Resmi Desa BADAMITA  Pada tahun 2019 lima negara tujuan ekspor lada Indonesia, yaitu: Vietnam sebesar 46,57 juta dolar AS, China 21,06 juta dolar AS, dan India 18,76 juta dolar AS. Kemudian Amerika Serikat 16,45 juta dolar AS, dan Jerman 8,66 juta dolar AS.

  Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menyebutkan ekspor lada putih Indonesia pada tahun 2019 mencapai 29.692 ton dengan nilai mencapai 87,71 juta dolar AS. Sedangkan pada tahun 2020 mencapai 24.788 ton dengan nilai mencapai 75,32 juta dolar AS.

  Berikut lima negara tujuan ekspor lada putih Indonesia pada tahun 2020 berdasarkan volume. Peringkat pertama adalah Vietnam, nilai ekspornya 17,911 juta dolar AS dengan volume sebesar 7.789 ton. Peringkat kedua yakni Amerika Serikat, nilai ekspornya 10,381 juta dolar AS dengan volume sebesar 2.885 ton. Peringkat ketiga adalah Jerman dengan nilai ekspornya 5,374 juta dolar AS dengan volume sebesar 1.339 ton. Peringkat keempat adalah India dengan nilai ekspornya 3,906 juta dolar AS dengan volume sebesar 1.257 ton. Peringkat kelima adalah Jepang dengan nilai ekspornya 4,104 juta dolar AS dengan volume sebesar 975 ton.

  Sementara, daerah pengekspor lada terbesar Indonesia, yaitu: Lampung 43,33 juta dolar AS, Bangka Belitung 36,52 juta dolar AS, serta Jawa Timur 18,12 juta dolar AS. Lalu Sulawesi Selatan sebanyak 16,68 juta dolar AS, DKI Jakarta 16,58 juta dolar AS, dan Kalimantan Barat 6,29 juta dolar AS.

.

Sejarah Lada Indonesia

  Perkembangan rempah lada ini beriringan dengan sejarah rempah-rempah Indonesia lainnya. Disebutkan tanaman lada telah dibudidayakan sejak lama. Bahkan masyarakat Yunani Kuno telah mengenal lada sejak tahun 372 SM. Lalu, pada tahun 1492 Columbus menemukan tanaman lada di India Barat.  Sejak itu, lada mulai dikenal oleh masyarakat.  Bahkan pada abad pertengah, lada menjadi rempah-rempah penting sekaligus raja dalam dunia perdagangan. Di wilayah Genua dan Venesia, lada dijadikan sebagai sumber kekayaan, layaknya emas dan permata.

  Sejarah lada di Indonesia Ddlam buku tulisan Made Astawan disebutkan bahwa lada di Indonesia mulai berkembang sejak abad ke-16. Tanaman ini dibawa oleh bangsa Portugis yang saat itu menjajah Indonesia. Sementara, dalam buku “Perdagangan Lada Abad XVII” tulisan P. Swantoro menyebutkan lada nusantara mulai diberitakan pada abad ke-15 oleh penulis Tionghoa.

  Namun keramaian perdagangan lada di nusantara meningkat pada abad ke-16.  Sejak saat itu, lada menjadi rempah yang banyak dicari. Bahkan pada abad ke-17, mulai banyak negara yang menginginkan lada Indonesia.  Hal tersebut lantas menimbulkan pertentangan dan konflik antara pedagang Barat dan penguasa setempat. Begitu pula dengan badan-badan pedagang Barat seperti VOC dan EIC.

  Pada abad ke-17, Indonesia menghasilkan sekitar 39.000 ton. Tahun 1935, Lampung bahkan dapat menghasilkan 45.000 ton.  Sejak saat itu, lada Indonesia terkenal di seluruh dunia. Dewasa ini, Indonesia dan India dianggap sebagai dua negara penghasil lada utama di dunia.    

 Lili Irahali (Dari berbagai sumber) 

.