Widyatama & Industri Kolaborasi Ciptakan Lulusan Siap Kerja

0
99 views

Biro Karir Universitas Widyatama bersama puluhan praktisi Human Resource Development (HRD) dari berbagai sektor industri menggelar “Gathering HRD” pada Kamis, 24 Juli 2025 lalu. Acara yang diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung B Universitas Widyatama ini menjadi forum strategis menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum pendidikan tinggi. Sebagai bagian dari rangkaian Open House Widyatama Volume 2 dialog ini bertujuan memperkuat sinergi menciptakan lulusan siap kerja yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.

Inisiatif ini disambut hangat para pimpinan industri yang hadir. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara kampus dan perusahaan untuk memastikan relevansi pendidikan. Dunia usaha yang dinamis menuntut adanya adaptasi kurikulum secara berkala agar lulusan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah. Forum seperti ini dianggap sebagai langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Sandra Sunanto, Ph.D. – CEO PT. Hartadinata Abadi Tbk. – sebagai narasumber menyebutkan dari perspektif industri keterlibatan dalam proses pendidikan menjadi sebuah keharusan. Sandra Sunanto, Ph.D. menyatakan bahwa dunia usaha sangat terbuka untuk bersinergi. Menurutnya kolaborasi tidak hanya sebatas penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dalam perancangan kurikulum hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang sudah ada di perusahaan.

Industri memang harus selalu dilibatkan dalam banyak hal. Karena dunia sekarang sudah berubah banyak. Terkait kurikulum, kita sangat terbuka untuk bisa ikut serta dalam memberikan saran. Karena situasi sekarang sudah jauh berbeda dengan 10 tahun atau bahkan 20 tahun yang lalu,” tegas Sandra.

Ia juga menambahkan harapannya agar universitas dapat membantu industri lewat program workshop atau pelatihan kepemimpinan bagi para manajer di perusahaan. Kebutuhan ini muncul karena setiap industri memiliki tantangan spesifik di samping kebutuhan umum lainnya.

Dengan melibatkan praktisi secara langsung, perguruan tinggi dapat merancang program pembelajaran yang lebih aplikatif dan presisi. Dengan kata lain, universitas diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai menara gading, melainkan sebagai mitra strategis yang aktif dalam ekosistem ekonomi dan ketenagakerjaan nasional.

Kampus Menjawab Tantangan Industri

Pipin Sukandi, S.E., M.M selaku Kepala Biro Karir Universitas Widyatama menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa secara holistik. Ia menjelaskan bahwa kurikulum saat ini telah dirancang untuk mencakup dua jalur utama bagi lulusan, yaitu menjadi profesional di dunia kerja atau menjadi wirausahawan yang membuka lapangan kerja.

Menurut Pipin, kompetensi akademis saja tidak cukup. Pihaknya secara aktif mendorong mahasiswa untuk mengembangkan soft skill, seperti komunikasi dan kepemimpinan melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Hal ini bertujuan menciptakan lulusan siap kerja yang memiliki paket kemampuan lengkap, sesuai dengan ekspektasi tinggi dari dunia industri modern. “Harapan agar lulusan Widyatama  tidak hanya mengandalkan apa yang diajarkan di dalam kelas saja. Jadi istilahnya, mahasiswa harus seperti supermarket, segala bisa dan segala ada, sehingga apa pun yang dibutuhkan oleh dunia industri mereka sudah siap,” ujar Pipin.

Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan berlanjut ke dalam aksi-aksi konkret seperti pembaruan kurikulum bersama, program magang yang terstruktur, serta pelatihan bersama. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang memastikan Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di panggung global. Acara dilengkapi dengan penanda tangan MoU dengan pihak industri. (UTama, 05 Agustus 2025)