Home Blog Page 83

ART THERAPY CENTER – WIDYATAMA Upaya Pendidikan Alternatif

Undangan acara Pembukaan Art Therapy Center Widyatama terpaku, ketika Hanif naik panggung dan mulai memainkan lima lagu klasik menggunakan keyboard. Setiap habis satu lagu, tepuk tangan bergema memenuhi Gedung Serba Guna Universitas Widyatama di Jalan Cikutra, Bandung, 15 Maret lalu. Hanif adalah siswa SMP-SMA Al Biruni Cerdas Mulia juga piawai bermain perkusi dan mengaji. Sejumlah undangan tak kuasa menahan haru melihat dan merasakan bakat seni yang dimiliki siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini.

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Rasa haru semata tidak akan cukup, untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang kelanjutan pendidikan para siswa ABK. Termasuk di dalamnya anak-anak yang mengalami kesulitan belajar seperti penyandang autis, ADHD/ADD, disleksia, Down Syndrome atau asperger. Hingga kini Pendidikan Layanan Khusus (PLK) maupun sekolah inklusi yang ada di Indonesia, baru memberi kesempatan para siswa ABK mengenyam pendidikan hingga jenjang setara SMA.

Direktur Art Therapy Center Widyatama Dr Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn mengungkap, di satu sisi anak-anak penyandang autis tiap tahun terus meningkat jumlahnya. Pada 2007 tercatat, dari 100 kelahiran terdapat seorang anak autis. Studi pada 2013 menunjukkan, dari 50 kelahiran didapati ada seorang anak autis.

Sejumlah alasan di atas menjadi dasar bagi Yayasan Widyatama mendirikan Art Therapy Center Widyatama. Organisasi ini, jelas Anne, bergerak di bidang pengembangan terapi bagi siswa ABK berbasis seni dan desain, sekaligus pengembangan keilmuan media terapi berbasis audio, visual, serta gerak.

Anne yang juga Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama menjelaskan, secara hakikat manusia memiliki daya kreatif. Daya kreatif ini sebetulnya yang harus difahami oleh Kementerian Pendidikan. Secara stigma, kreatif itu adalah hasil atau output. Sebetulnya bukan, kreatif adalah anugerah sebagaimana akal yang dimiliki setiap manusia. Karena pada dasarnya manusia memiliki daya invensi dan inovasi selanjutnya modifikasi. Invensi timbul karena kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitar, baik sosial, budaya maupun alam. Apabila individu sudah terinvensi maka langkah selanjutnya adalah inovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul. Kreatifitas lah yang muncul seiring dengan inovasi tersebut. Jadi sebetulnya kreatif adalah rangkaian dari proses. Contoh : bila seseorang mencium aroma makanan, maka orang tersebut akan terinvensi bau tersebut, karena lapar maka timbullah ide apakah akan membuat makanan tersebut (inovasi) atau secara pragmatis membeli makanan tersebut.

Art Therapy berawal dari ketertarikan saya terhadap anak-anak disabilitas – divable/autis. Gagasan ini bersambut dengan kepedulian almarhum Prof. Dr. Hj. Koesbandijah Abdoelkadir MS., Ak, selaku pendiri Yayasan Widyatama terhadap pendidikan anak bangsa, termasuk bagi penyandang disabilitas, sehingga berdirilah Art Therapy Center Widyatama.

Anne terinvensi melihat adik saya yang hidup dengan disabilitas yang tidak tersolusikan karena ketidakfahaman kami. Berangkat dari pengalaman tersebut selanjutnya saya bertindak bagaimana dapat membantu mereka atau secara dasarnya bagaimana anak-anak tersebut berkontribusi keilmuan bagi saya. Akhirnya saya menjadi lebih mengerti bahwa sesungguhnya semua individu baik yang normal maupun yang disable memiliki daya kreatif juga dengan segala keterbatasannya. Hal yang membedakannya adalah grade atau kemampuannya saja. Stigma yang terdapat di lingkungan sosial kita masih meyakini kreatifitas itu adalah seni, bukan keilmuan. Yang terjadi adalah selama bertahun-tahun kreatifitas tersebut seperti menggantung atau justru tidak kreatif sama sekali. Contohnya adalah sejak dulu mungkin semenjak ibu kita, bila menggambar pemandangan itu harus ada gambar gunung, pesawahan dan sinar matahari.

Kembali ke dunia anak-anak yang disabilitas – divable/autis, pemerintah sepertinya kurang tanggap melihat anak-anak yang seperti ini semakin meningkat. Pada akhirnya kelompok atau komunitas yang justru lebih memperhatikan dan melakukan action dengan membuka sekolah atau sekedar group untuk anak-anak tersebut. Grade pendidikan yang dibuat oleh pemerintah kurang mengenai sasaran sehingga menjadi bias atau kabur akan dibagaimanakan kah output dari kreatifitas anak-anak tersebut. Contohnya bila seorang anak tersebut sudah lulus dari SLB dan dibekali skill/kemampuan dapat dicoba apakah anak tersebut dapat produktif setidaknya produktif bagi diri sendiri untuk level yang paling sederhana. Karena hal inilah, maka Art Therapy Center sampai membuat segala yang terintegrasi sehingga kita juga dapat melakukan riset-riset dan metode yang output-nya mudah-mudahan dapat diaplikasi oleh bidang ilmu yang lain

Dalam hal ini Art Therapy akan menyasar ke-4 aspek melalui fitrah manusia yang merupakan pilihan dari expert-nya anak. Melalui daya kreatif, (Invention, innovation, modification) merupakan satu pijakan proses. Misal contohnya, stimulus kognitif yang condong ke auditif (lebih ke pendengaran) menyasarnya ke verbal. Maka anak seperti ini kekuatannya menjadi penulis, ditampung masuk ke pola pikir, way out-nya menjadi story telling. Guru fungsinya hanya sebagai fasilitator.

Artherapy Center Widyatama berbasis pada human rights. Kebiasaan yang terjadi kalah karena stigma yang ada. Hakekatnya setiap anak punya daya kreatif tadi. Sistem therapy nya terikat oleh ruang dan waktu. Sustainability di Sekolah dan masyarakat. Stimulus naturalnya, sensorik yang paling kuat. Awalnya dari metode, daya terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Kemudian keluar menjadi sistem pembelajaran. Stimulus natural dan bentukan yang tercipta. Bahwa melakukan pendidikan itu tidak bisa dilakukan secara individu tetapi secara masal yang membutuhkan effort/usaha yang maksimal dan kuat. Kesulitan anak divable itu berada di dalam aspek komunikasinya. Pasti setiap orang itu melakukan modifikasi. Memodifikasi itu artinya mengimplementasi idenya kemudian berupaya adanya sistem asistensi.

Untuk menciptakan manusia yang produktif sangat mungkin menggunakan metode, perkembangan keilmuan (art and design) karena ranah keilmuannya ada di Art. Harapan kami, invensi ini sebagai pembuktian untuk mengembangkan keilmuan. Bisa dikatakan, Desain Komunikasi Visual/DKV ini industri komunikasinya bisa dalam bentuk cetak, broadcast, dll. Sedangkan, daya terapinya untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Buktinya anak-anak ini sudah terstimulasi oleh iklan, game, film anak-anak.

Metode

Metode yang diterapkan di Art Therapy Center Widyatama bukan untuk penyembuhan, melainkan untuk mengembangkan behavioristic dan life skill siswa ABK melalui seni dan disain. Metode yang kami gunakan yaitu metode sensasi sebagai pintu masuk mengetahui keminatan siswa, jelas Anne Nurfarina. Anne menegaskan, Art Therapy Center Widyatama menjadi organisasi pertama di Indonesia di mana keilmuan seni dan desain diimplementasi dalam wilayah terapi bagi penyandang disabilitas

Konsep corporate social responsibility (CSR) dengan manajemen profesional yang diterapkan Art Therapy Center Widyatama diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pendidikan yang konkret bagi penyandang disabilitas. Anak-anak penyandang disabilitas ini, kata Anne, berhak untuk memeroleh bekal ilmu dan keterampilan bermanfaat bagi kehidupannya. Tidak sekadar menghapal, mengisi Lembar Kerja Siswa (LKS) atau keterampilan sekadarnya. Konsep Art Therapy Center Widyatama adalah pendidikan vokasi, di mana penyandang disabilitas diarahkan untuk mampu berkarya, memahami manajemen sederhana, dan mempunyai mental entrepreneur, papar Anne.Dalam keilmuan Desain Komunikasi Visual ini iklan, game, dan film punya teknis yang sama dan sistemnya cepat, karena berbasis kepada humanitas. Ada 2 hal yang diterapkan yaitu yang pertama: bagaimana konsep bersosialisasi, pembelajarannya adalah klasikal, yaitu belajarnya di kelas.

Pembelajaran tematik yaitu pembelajaran tentang umum. Pendekatan treatment-nya secara individu. Bagaimana menitikberatkan kepada masing-masing individu. Peran gurunya sebagai pendidik besar, tetapi prosentasenya kecil. Kita berbicara kualitas bukan kuantitas. Karena guru hanyasebagai fasilitastor dan stimulator. Gurunya harus memberikan daily report berupa deskriptif bukan asumtif. Parameter pembelajaran dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus ini terdiri dari 3 tahun/6 semester, kemudian iklasifikasikan.Tahun pertama yaitu keterbangunan teknis dan afeksi (bagaimana terstimulasi oleh hal-hal yang ada di lingkungan kita) belajar untuk selalu peka terhadap hal apapun permasalahan.

Teknisnya, secara manual karena ada kekuatan kecerdasan otak kanan dan otak kiri.Tahun kedua kognisi, kemudian problem solving. Diajarkan memetakan masalah, berinovasi, output-nya bagaimana kira-kira, dan diajarkan bagaimana business plan dan way out-nya.Di tahun ketiga, mulai ada kerja praktik dan tugas akhir, karya-karyanya dipamerkan ke publik, kalau nilai di publik itu ada nilai jual, kemudian anak bisa mendapatkan kelulusan. Untuk pemasukan diupayakan ada subsidi silang, Konsep Program orang tua asuh adalah pembuktian komitmen Art Therapy Center Widyatama mendahulukan terhadap yang tidak mampu.

Jangka panjangnya 5 orang anak untuk 1 anak yang tidak mampu. Dari Dinas Sosial akan mengusahakan mencarikan Grand dari Jepang dan Belanda.Art Therapy Center Widyatama memiliki 3 divisi yaitu; P2M, pengabdian dan penelitian, Pengembangan media art therapy, kegiatan belajar mengajar yang reguler. Bagaimanapun juga anak disabilitas merupakan tanggung jawab kita bersama. Khususnya para pakar pendidikan dan psikiater yang secara langsung dan intensif membina para disabilitas/anak-anak berkebutuhan khusus ini untuk menjadi manusia yang produktif. (Lee & Fe)

Workshop Kurikulum MOS

Koord TLO Rabu, 20 Maret 2014 telah menyelenggarakan Workshop Kurikulum MOS di Universitas Widyatama pukul 13.00 s.d selesai. Workshop di buka oleh Bpk. Prof. Jozua Sabandar, M.A., Ph.d sebagai Koordinator TLO diikuti seluruh Ka. Prodi dan Sek. Prodi serta fungsi terkait.
Workshop MOS meliputi: sosialisasi konten sertifikasi MOS dan peluang sertifikasi lainnya dilanjutkan iskusi dengan pihak penyelenggara sertifikasi dan stakeholder terkait. Workshop juga memberikan materi tentang kurikulum terbaru untuk kelancaran KBM di masa yang akan mendatang.(Mkt 2014).

Universitas Utara Malaysia Kunjungi Fakultas Bisnis & Manajemen

Vice President UUM, Warek Operasional, Ka. Pusat Renbang, Dekan FBM Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama( UTama) menerima kunjungan Universiti Utara Malaysia (UUM) Selasa, 21 Januari 2014. Rombongan tiba pukul 09.00 WIB disambut langsung Wakil Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Davidescu Cristiana Victoria Martha, M.A di ruang seminar lantai 6 gedung B Universitas Widyatama. Kunjungan dimaksudkan menjalin kembali
kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pertukaran mahasiswa. Kegiatan kunjungan diawali presentasi oleh Vice President UUM dilanjutkan oleh Dr. Hj. Ir. Dyah Kusumastuty., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen. Acara dilajutkan dengan sesi tanya jawab dan campus visit.
UUM dikenal sebagai Universitas Negeri yang unggul dalam core bisnis dan manajemen di Malaysia dengan pendiri Bapak Mahathir Mohammad. Keunggulan ini dimiliki pula oleh UTama yang faktanya memiliki populasi mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen hingga 3000 lebih mahasiswa. Kesamaan diri inilah yang akhirnya meyakinkan kedua institusi untuk menjalin kerjasama lebih intensif dalam hal memajukan pendidikan, penelitian dan pertukaran dosen serta mahasiswa. Ketua Rombongan UUM dipimpin oleh Vice President UUM. Sesi ramah tamah dimanfaatkan untuk saling tukar informasi dan pengalaman diantara mahasiswa kedua perguruan tinggi.
Senat Mahasiswa FBM turut hadir menyambut kedatangan rombongan UUM. Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Prof. Dr. Davidescu kepadan Vice President UUM dan foto bersama. (FBM-2014

Ranking Webometric dan Repository Universitas Widyatama

Ranking Webometrics periode Januari 2014 baru saja diumumkan. Universitas Widyatama pada edisi Januari 2014 ini berada di peringkat 53 secara nasional dari 3000 perguruan tinggi, dimana pada edisi sebelumnya berada di peringkat 95.
Sementara itu pada edisi Januari pula Ranking Repository Widyatama berada di peringkat 19 secara nasional dimana pada edisi sebelumnya berada di peringkat 25. Hal ini tentunya sebuah capaian yang harus dipertahankan oleh seluruh civitas academica. (http://webometrics & http://r epositories.webometrics.info)

Memelihara Mutu Pendidikan di UTama

Mutu atau kualitas menjadi perhatian utama bagi Rektor Universitas Widyatama (UTama), Dr. Mame S.Sutoko, Ir., DEA. Menurutnya untuk menciptakan lulusan yang berkualitas tentunya diperlukan mesin pencetak yang bermutu pula. Ini merupakan tanggung jawab besar dan tidak mudah, mendapatkan amanah dari orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan putra/i nya untuk menempuh studi di Universitas Widyatama.
Menyadari hal tersebut, monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dosen/staf pengajar secara periodik dilakukan guna memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan sebagai bagian dan bentuk tanggung jawab moral.
Dosen/staf pengajar di Universitas Widyatama untuk dapat diangkat menjadi pegawai tetap Yayasan Widyatama bersedia untuk: memenuhi proses Jabatan Fungsional dalam waktu 2 (dua) tahun; melakukan publikasi karya ilmiah minimal 1 (satu) kali tahun akademik baik dalam jurnal terakreditas atau dipresentasikan pada seminar nasional/internasional; melakukan presentasi dalam seminar internal minimal 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun akademik; meningkatkan score EPT (English Proficiency Test) dengan standar minimal 525; berpartisipasi dan berkontribusi dalam program pengembangan institusi, meningkatkan jenjang pendidikan ke S3 (Mkt 2014). dilombakan belum pernah dipublikasikan

Dosen Akuntansi Peroleh Bantuan Seminar Luar Negeri

Untuk kesekian kalinya hasil review Bantuan Seminar Luar Negeri Tahun 2014 Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (Dit Litabmas) melalui aplikasi SIM-LITABMAS DIKTI telah meloloskan salah satu dosen Akuntansi UTama mendapat bantuan seminar luar negeri.
Bantuan diberikan kepada sdr. INTAN OVIANTARI, S.E., AK., M.S.AK. dengan paper Interaction Effect of Management Control Systems and Process Quality Management on Product Quality Performance, yang akan dipresentasikan pada The 4th International Conference on Accounting and Finance (AF 2014), yang bertempat di Phuket, Thailand, 28-29 April 2014 ini. Keberhasilan merupakan kontribusi dosen terhadap pengembangan ilmu dan institusi. Bagi (Mkt 2014).

Kunjungan Benchmarking Prodi Manajemen S1 Ke Binus Menuju Manajemen Bisnis

Pada hari Kamis, 20 Maret 2014 Tim Fakultas Bisnis dan Manajemen/FBM Widyatama yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, Prodi Manajemen dan Perwakilan dosen FBM melakukan kunjungan ke School of Business and Management, BINUS University dalam rangka benchmark Kurikulum dan kegiatan Program Studi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai awal dari rencana pengembangan dan evaluasi kurikulum Program Studi Manajemen S1 untuk Menuju Manajemen Bisnis.
 
Kedatangan tim FBM Widyatama disambut oleh bpk. Idris Gautama selaku Dekan dan jajarannya. Turut menyambut Ibu Liem Sani selaku Ka. Program International Program dan tim BICD yang terdiri dari Bpk. Stephen, Bpk. Jajat, Ibu Ari. Acara dimulai dengan diskusi mengenai kurikulum dari isi kurikulum, sasaran, gelar lulusan dan kegiatan-kegiatan program studi. Diskusi dilaksanakan bersama tim fakultas, BICD, ARC, BAC dan International program BINUS University. Acara diskusi ditutup dengan penyerahan cendera mata dari masing-masing dekan.
 
Setelah acara diskusi, tim FBM Widyatama diberi kesempatan mengunjungi kelas, perpustakaan, Academic Resource Centre (ARC), Binus Academic Centre (BAC), Binus Development Centre (BICD), Career Centre, dan campus tour lainnya. Dari kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan MoU antara SoBM Binus dengan FBM Widyatama. (FBM-2014)

Peringati Hari Kartini Siswa anak jalanan TK SAAJA PaRaM merajut peduli kebersamaan

Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA-PaRaM) adalah menggelar kegiatan dengan bertema “Merajut kebersamaan Peduli Pendidikan.

LENSAINDONESIA.COM: Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu. Salah satunya dilakukan Sekolah Alternatif Anak Jalanan ( SAAJA-PaRaM ) adalah menggelar kegiatan bertema Merajut Kebersamaan Peduli Pendidikan. Ekspresi Hari Kartini ini dilakukan SAAJA?PaRaM dengan mengadakan pawai pakaian adat, dan berbagai perlombaan.

Selain orang tua siswa, hadir dalam acara itu, Pembina Yayasan PaRaM, Dra Psi Christina Ratih Farid, mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah II, dan relawanPendidikan PsiPENA

Pembina SAAJA – PaRaM, Dra Psi.Christina Ratih Farid, mengatakan, pihaknya merasa bangga terlaksananya acara Hari Kartini ini, untuk mengingatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Saya sebagai Pendiri dan Pembina Yayasan PaRaM sangat senang, dengan kegiatan kebudayaan ini bisa mengingatkan anak-anak terhadap pahlawannya dan lebih menghargai betapa pentingnya perhatian orang tua kepada pendidikan anak-anak khususnya, kata Ratih kepada LICOM, Sabtu di kediaman TK SAAJA- PaRaM, Kuningan, Jakarta Selatan (26/4/14).

Selain itu, Ratih berpesan agar pelaksanaan ini bukan hanya dalam memperingati hari Kartini saja, tetapi dalam kegiatan lainnya, apalagi menyangkut dengan pendidikan anak-anak. Dan, orang tua siswa juga harus mendukung dan turut memperhatikan pentingnya pendidikan pada anaknya. Kita Param selalu berusahan memberikan yang terbaik kepada Siswa TK SAAJA PaRaM untuk terus belajar demi masa depan yang cerah, betapa pentingnya pendidikan sejak dini, ungkapnya.@agus_irawan (http://www.lensaindonesia.com/2014)

WIDYATAMA JAPAN MATSURI 2014

widyatama japan matsuri

Studi Bahasa Jepang Universitas Widyatama telah menyelenggarakan Widyatama Japan Matsuri 2014 dengan tema ?????? ! Meraih Mimpi ! (Yume o Mezase !), di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Operasional Prof. Dr. Cristiana Victoria Martha, M.A. yang dihadiri pula oleh pimpinan Pusat Kebudayaan Jepang yang ada di kota Bandung. Pada kegiatan ini diselenggarakan berbagai lomba yang diikuti para siswa/i sekolah menengah umum sebagai ajang dalam mengukur dan meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. Adapun jenis perlombaan yang dilombakan adalah Role Play (Mini Drama), Shuji Contest (Menulis Indah), Cerdas Cermat, Kana Contest, Vocal Group dan Monogatari Contest (Story Telling). Selain itu bazaar kuliner
ikut memeriahkan Japan Matsuri 2014 kali ini.

Sekolah yang Cocok untuk Anak Penyandang Disabilitas

JAKARTA, KOMPAS.com Pada umumnya, anak penyandang disabilitas kesulitan belajar di sekolah formal. Anak dengan disabilitas disarankan untuk belajar mengembangkan bakat dan minat di sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus. “Anak berkebutuhan khusus bisa sekolah di sekolah formal,namun sering ditolak. Penolakan bukan karena anak kurang mampu, tetapi sekolah yang tidak mampu mendidik murid berkebutuhan khusus,” kata Psikolog Pendidikan Vera Itabiliana Hadiwidjojo pada talkshow “What’s Next” di Sekolah Cita Budi, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2014).

Menurut Vera, masih minim sekolah khusus bagi anak penyandang disabilitas. Untuk itu, dia menyarankan orangtua

dengan anak berkebutuhan khusus lebih memperhatikan pengembangan minat dan bakat sang anak.

“Tidak perlu ikut mainstream bahwa untuk memiliki kemampuan anak harus kuliah. Orangtua bisa membantu mengembangkan minat anak dan membimbing dia menekuni minat tersebut,” sambungnya.

Ditambahkan Vera, anak berkebutuhan khusus juga bisa belajar dan memiliki prestasi layaknya anak normal. Mereka bisa bermain musik, berolahraga, melukis, dan berkegiatan positif lainnya. Kreativitas ini yang harus terus didorong oleh orang tua untuk bisa dikembangkan anak. Bila anak dengan disabilitas bisa fokus mengembangkan diri, kata Vera, mereka juga bisa mandiri dan memiliki semangat juang. Sekolah formal menjadi media pengembangan akademis anak, tetapi merupakan alternatif pengembangan minat sang anak. (http://edukasi.kompas.com/read/2014/23 April 2014)