Home Blog Page 82

Arenes de Nimes

Arenes de Nimes Paling Top di Perancis

Sejarah Romawi dapat dirasakan dengan mendatanginya. Sebuah monumen bersejarah berbentuk kolosium yang teruji melewati masa dengan kekokohan bangunannya sejak zaman antik hingga kontemporer. Sebuah permata yang ditinggalkan oleh bangsa Romawi.

Monumen ini berada di kota Nmes, menjadi nomor satu di Perancis sebagai arena yang masih terjaga kelestariannya. Terpilih menjadi salah satu dari monumen terindah di dunia. Arena yang berada di tengah kota antik, kaya akan peninggalan Romawi yang padat dengan festival dan pesta.

Kota kecil namun turistik dan simpatik saat berjalan menyusuri jalanan kecil berbatu. Restoran, kafe tempat pelepas lelah kebanyakan memiliki dekorasi interior campuran antara Perancis Provenal dan Occitan. Suvenir yang ditawarkan juga kadang didominasi oleh gambar banteng hitam.

Kota Nmes juga terkenal dengan pesta corridanya, di mana banteng dilepas, memburu manusia yang berlari ketakutan namun sesekali mengejek keperkasaan si binatang sehingga membuat banteng makin berang.

Arenes de Nimes

Dan yang memudahkan adalah stasiun di kota ini menjadi sarana penting untuk pergantian tujuan ke kota lainnya. Tak heran banyak orang yang sengaja, sebelum meneruskan ke tempat wisata lainnya singgah terlebih dahulu di Nimes untuk mengagumi peninggalan antik zaman kejayaan Romawi.

arenes de nimes2

Bagaimana anak-anak dan orang dewasa tak merasa senang karena sebelum pawai itu berlabuh di dalam arena, sejumlah permainan zaman Romawi ditawarkan kepada pengunjung. Tidak hanya masyarakat saja yang ingin berpartisipasi meramaikan dan mendatangi Arnes de Nmes sebagai tempat istimewa, sejumlah artis dunia, ketika mengadakan tour di Perancis Selatan, memilih Arena Nmes sebagai panggung pertunjukan show mereka. Dari mulai penyanyi populer Mika, Metalica, Elton John, mengubah bangunan zaman antik menjadi semakin romantik dan Bjork dengan keunikan dan energi suaranya yang menggema. Dan tentunya masih banyak artis beken lainnya yang menginginkan Arena Nmes ini menjadi panggung spektakuler mereka.

 

Sisi muka arena, melalui projeksi gambar, tiba-tiba menjadi bergerak, berdansa, berwarna-warni begitu gempita hingga pengunjung yang menontonnya dibuat terpukau. Bahkan amphiteater yang terkenal dengan kekuatan bangunannya, menjadi terbelah-belah. Saat pertunjukan berlangsung setiap 15 menit dari pukul 6 sore hingga 10 malam itu, wajah arena di kota penemu celana jean, berubah menjadi gemerlap, glamour, juga lucu. “Bagaimana bisa Arnes de Nmes memiliki magic untuk berubahubah?” Itulah Arenes de Nmes, sebuah monumen bersejarah dari masa lampau yang bertahan dengan waktu memasuki abad modern, tanpa sedikit pun kehilangan kharismanya. Nmes menghidupkan masa lalu Romawi dan Arnes de Nmes salah satu saksinya. Source: travel.kompas.com

proyeksi

Ekonomi Indonesia & Tantangan Masa Depan

Burhanuddin Abdullah

Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia yang juga salah satu inisiator Masyarakat Koperasi Indonesia (MKI). Saat ini menjabat Rektor Ikopin (Institut Manajemen Koperasi Indonesia) periode 2011-2016. Pada 14 Januari lalu Burhanuddin membagi pengalaman dan wawasan tentang perkonomian Indonesia pada kuliah umum kepada mahasiswa program pascasarjana Magister Akuntansi Universitas Widyatama.
Dalam paparannya Burhanuddin mengajak audience kritis bertanya dimana perekonomian Indonesia sekarang? Digambarkan bahwa pergulatan Ideologi ekonomi telah berakhir 2 dekade silam dengan kapitalisme sebagai pemenangnya. Tetapi kapitalisme sangat rapuh dan tidak stabil sehingga memaksa beberapa negara merubah arah perekonomiannya. Negara berkembang seperti Indonesia masih dibayangi oleh ketidakpastian antara menggunakan sistem ekonomi berdasarkan konstitusi atau pasar bebas yang berkembang saat ini.

 

Kita hidup di antara krisis ekonomi. Di abad 20 setidaknya terdapat 20 krisis yang berdampak secara global maupun

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

regional. Antara lain : Krisis Bank di AS tahun 1907, Depresi ekonomi di Jepang tahun 1927, Inflasi tinggi di Jerman tahun 1922 dan 1944, Krisis kredit macet di Polandia, Meksiko, Argentina dan Brasil kisaran tahun 1980, Hancurnya Bursa Efek New York tahun 1987, Krisis ekonomi di asia (1997) Rusia dan Argentina (1998), 2007 Krisis ekonomi global.

 

Ekonomi Indonesia setelah krisis tahun 1998 terbilang cukup stabil dan baik. Pendapatan perkapita pertahun naik menjadi 5000 us dollar di tahun 2013 dari 732,1 US Dollar di tahun 2000 dengan pertumbuhan rata-rata 5% pertahun. GDP turun dari 100% di tahun 1998 menjadi tak kurang dari 30% di tahun 2013 serta sektor kredit terus meningkat. Akan tetapi Indonesia harus tumbuh lebih cepat untuk mempertahankan posisinya atau melakukan lompatan yang lebih agar menjadi lebih maju lagi.

 

Transformasi struktural yang telah berlangsung selama beberapa waktu (bergerak dari primer ke tersier) dan produk yang semakin beragam memiliki tingkat pengangguran secara signifikan lebih rendah karena kecenderungan pertumbuhan ekonomi tidak berpusat pada modal/teknologi intensif. Fenomena ekonomi dualistik antara sektor formal dan non-formal, seperti yang dilaporkan oleh Boeke terus meningkat sampai sekarang baik di sektor riil maupun sektor keuangan. Strategi ekonomi dalam transisi yang harus diperhatikan antara lain elemen berkesinambungan, diantaranya adalah keinginan untuk terus tumbuh, pengelolaan ekonomi makro secara hati-hati, tetap merujuk pada ekonomi yang terbuka tetapi tidak bebas dan terus berjuang melawan korupsi dan inefesiensi. Dalam periode ini Indonesia harus tumbuh lebih cepat untuk mempertahankan posisinya atau lebih baik lagi lebih cepat untuk berada di posisi yang lebih tinggi. Bandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kemampuan Indonesia untuk mengendalikan tekanan inflasi ditambah dengan nilai tukar yang stabil cenderung mengubah kinerja ekspor Indonesia terhadap produk primer (de-industrialisasi). Peran sektor perbankan Indonesia dalam pembiayaan pembangunan jauh lebih sedikit dan perlu ditingkatkan. Sektor ekonomi informal tumbuh dengan pendapatan kurang tanpa asuransi kesehatan pensiun, dan jaminan sosial.

 

Beberapa permasalahan perekonomian Indonesia yang terus berkelanjutan antara lain perkembangan ekonomi Indonesia sangat tergantung pada konsumsi; yang sangat dipertanyakan untuk jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak didukung oleh penyediaan infrastruktur yang memadai seperti jalan, telekomunikasi dan listrik. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang tidak stabil. Ketergantungan ekspor pada sektor primer tanpa menyeimbangkan manufaktur dan energi sektor adalah “kebuntuan” untuk perekonomian Indonesia. Tantangan di masa mendatang yang harus dihadapi oleh negara ini terbagi menjadi dua yaitu tantangan dari luar antara lain ketidakpastian dari kecepatan pemulihan krisis global dan ketidakstabilan harga komoditas global seperti minyak bumi.

 

Tantangan dalam negeri antara lain kelemahan struktural ekonomi Indonesia, kurangnya infrastruktur, kurangnya insentif untuk lebih membangun industri manufaktur. Isu-isu lingkungan dan masalah tata kelola.

 

Apakah masih ada harapan untuk perekonomian Indonesia di masa mendatang? Jawabannya berdasarkan beberapa survey atau statistik dari berbagai sumber adalah masih ada harapan menuju lebih baik. Kedaulatan atau stabilitas ekonomi negara Indonesia menurut 5 agensi terpercaya dunia berada di taraf stabil bahkan positif seperti jumlah perusahaan yang tetap dan sebarannya yang merata mulai Agrikultur. Pertambangan dan minyak serta gas alam. Perusahaan yang berskala kecil dan menengah saja yang masih sangat kurang. Jumlah ini yang harus diperhatikan mengingat pengusaha mikro atau usaha mikro merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

 

Masa depan ekonomi Indonesia pun tahun 2030, Indonesia berperingkat negara ke 7 dengan kelas konsumsi mencapai 135 juta jiwa dan 113 juta pekerja dengan skill/kemampuan yang cukup mumpuni (memadai) dengan Pangsa Pasar dan perputaran sektor keuangan mencapai 1.8 triliun US Dollar. Apabila terus berada di lintasan yang benar dalam menjalankan
roda perekonomian maka diperkirakan pada tahun 2050 Indonesia berada di peringkat 4 di dunia dengan GDP berkisar
di 13.93 triliun US Dollar.

Semoga itu menjadi harapan yang baik bagi bangsa Indonesia dan dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan cita-cita bangsa itu sendiri.

BURHANUDDIN ABDULLAH
Burhanuddin Abdullah (BA) lahir di Garut, Jawa Barat, 66 tahun lalu, saat ini Rektor Institut Koperasi Indonesia
(IKOPIN) Sebelum bergabung di IKOPIN, BA adalah Gubernur Bank Indonesia (2003-2008) dan Menteri Koordinator Perekonomian pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (2001) Sebagian besar karirnya di Bank Indonesia; melakukan berbagai tugas dalam kapasitas berbeda, dari analis kredit pertanian sampai direktur dalam penelitian moneter dan hubungan internasional. Di tengah karirnya, dia memiliki kesempatan bekerja selama 5 tahun di Dana Moneter Internasional, Washington DC, sebagai staf Fixed-Term, di Kantor Direktur Eksekutif Kelompok Asia Tenggara
sebagai penasihat.

 

BA mendapat gelar master bidang ekonomi dari Michigan State University, USA; Sarjana Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung; menerima Joon S. Terbaik MSU Alumni Award pada tahun 2007; Gubernur Bank Indonesia terbaik dari Global Finance, Washington DC; Dokter Kehormatan bidang Ekonomi dari Universitas Diponegoro Semarang; Dokter Kehormatan Ekonomi Pertanian dari Universitas Padjadjaran; Penghargaan “Bintang Mahaputra Utama” tahun 2007 dari Pemerintah.

 

Dalam kapasitas pribadi, sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia – ISEI (2003-2009), Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI Orwil Amerika Utara) Washington DC (1992 – 1994), Ketua Asosiasi Pegawai Bank Indonesia (IPEBI 1998-2000), Ketua Masyarakat Koperasi Indonesia (MKI 2011-2016 ), dan Ketua Dewan Pakar untuk Gerindra. BA menulis sejumlah buku tentang moneter, perbankan, perkembangan ekonomi dan sosial, serta komentar di surat kabar nasional dan lokal.

 

28 TAHUN UNIT KEGIATAN MAHASISWA TAEKWONDO WIDYATAMA

Ruangan yang berukuran sembilan meter persegi itu menjadi saksi dari perjalanan panjang komunitas Taekwondo di Widyatama. Sekretariat yang terletak menghadap utara dideretan ruangan antara berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa di area gedung F (Student Center) Universitas Widyatama terdapat sebuah piala bergilir kejuaraan Taekwondo tingkat mahasiswa se – Indonesia. Sebuah bukti dan saksi bisu perjuangan yang membanggakan dari komunitas ini. Galuh yang saat ini dibebani tugas sebagai ketua UKM Taekwondo menjelaskan bahwa piala itu sudah 8 kali berada di UKM Taekwondo, yang menunjukkan bahwa sejak tahun 1999 pada kejuaraan nasional di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Makasar, Surabaya, Yogyakarta, berturut-turut sampai enam kali selalu berada ditangan UKM Taekwondo Widyatama, dan terakhir setelah sempat berpindah dulu ke Universitas Pasundan sebelum akhirnya periode berikut direbut kembali menjadi yang ketujuh kalinya oleh UKM Taekwondo Widyatama.

Sejak berdirinya tahun 1986 pada saat diadakan open turnamen Taekwondo SMA se Bandung Raya di kampus STIEB (sebelum menjadi Universitas Widyatama), jumlah keanggotaan UKM Taekwondo ini sering pasang-surut. Kini jumlah keanggotaannya sebanyak 20 orang, namun dari sisi kualitas dapat dibanggakan, karena pada turnamen yang terakhir diikuti dengan hanya mengikut sertakan 7 personil, ternyata semuanya dapat meraih medali, baik medali emas, perak maupun perunggu. Galuh (Sabuk Hitam DAN 2) dibantu oleh Cory Ulul Ilmi (Sabuk Hitam DAN 1 ) dan kawan-kawannya mengupayakan UKM Taekwondo ini sebagai Unit Kegiatan Olahraga yang keren/gaya/menyenangkan bagi anggotanya karena program kegiatannya diciptakan sedemikian rupa sebagai aktivitas olahraga yang menyehatkan tubuh namun disisi lainnya diupayakan agar juga nantinya dapat diarahkan sebagai olahraga yang berprestasi. Mereka kini juga giat membantu rekan UKM Barongsay agar tetap bisa eksis, karena Barongsay juga membutuhkan personil yang fisiknya sudah terlatih dan kuat, sehingga latihan fisik di program kegiatan Taekwondo juga dapat dimanfaatkan oleh UKM Barongsay, khusus bagi personilnya.

Unit Kegiatan Mahasiswa Taekwondo Widyatama

UKM Taekwondo yang pernah membantu penyelenggaraan kejuaraan Taekwondo pada POPDA tingkat Jawa Barat dan meraih sukses penyelenggaraan meskipun sedang mengalami krisis keanggotaan. Alumni dari UKM ini masih eksis di lembaga tingkat Jabar maupun Nasional dan masih terus memberikan support atas perkembangan UKM Taekwondo di kampus Widyatama ini, misalnya memberi bantuan membangun jaringan di luar kampus agar dapat memperlancar semua kepentingan Taekwondo, atau menyediakan diri sebagai pelatih dan memberikan masukan untuk membangun kemajuan UKM Taekwondo Widyatama.

Cory Ulul Ilmi (sudah mengikuti latihan Taekwondo sejak SD di kota Garut), pernah meraih medali semasa di tingkat kecamatan, kini telah meraih sabuk hitam DAN 1 dan mahasiswi angkatan tahun 2012 ini aktif membantu Galuh mengurus UKM Taekwondo. Misalnya sebagai personil pendukung latihan atau persiapan dalam menghadapi kejuaraan dan sebagainya. Perjuangan mempertahankan UKM Taekwondo bersama anggota lainnya membuat Cory dan Galuh semakin bersemangat. Apalagi mereka pernah mengalami masa-masa sulit ketika peminat Taekwondo semakin berkurang, bahkan pernah mengangkat bendera putih tanda menyerah mengajukan penutupan UKM Taekwondo kepada Kepala Biro Kemahasiswaan, karena tidak ada lagi personilnya. Piala bergilir yang sampai saat ini masih terpajang di atas lemari sekretariat selalu memberikan semangat baru bagi Galuh, Cory, dan rekan lainnya untuk berusaha bertahan dan mengembangkan eksistensi UKM Taekwondo kembali bangkit dan memberikan kebanggaan bagi setiap civitas academia, bukan hanya untuk UKM Taekwondo saja. Kini perlahan tapi pasti UKM Taekwondo kembali ceria, frekuensi latihan semakin banyak, tempat latihanpun disediakan dan terlayani dengan baik, dukungan Unit organisasi di lingkungan kampus maupun alumni mulai berdatangan.

Tanggal 27 April 2014 ini akan ada kejuaraan, sehingga saat ini latihan sedang diarahkan untuk menghadapi kejuaraan tersebut. Target maksimumnya pada kejuaraan ini tentunya meraih medali sebanyak-banyaknya, namun target minimumnya memberikan pengalaman bertanding bagi anggotanya.

Unit Kegiatan Mahasiswa Taekwondo Widyatama 2

Galuh mengharapkan ada kebijakan atau ketentuan diwajibkan mengikuti kegiatan UKM di Universitas untuk mahasiswa baru, sehingga pembinaan yang berkaitan dengan soft skill para mahasiswa ini menjadi bagian dari program membangun karakter yang kuat. Dia menyayangkan kecilnya minat mahasiswa untuk aktif di kegiatan UKM karena berbagai alasan, misalnya kesibukan kuliah yang padat, persyaratan perkuliahan yang ketat, target capaian prestasi kuliah yang dicanangkan orangtua yang cukup tinggi, dan berbagai alasan lainnya. Padahal menurutnya justru dengan mengikuti kegiatan UKM kita sedang melatih diri dalam candradimuka soft skill, menempa, memacu kekuatan fisik dan mental agar dapat menjadi pribadi yang kuat, ampuh dan tangguh. Bukti telah banyak terlihat, dimana aktivis Unit Kegiatan Mahasiswa juga sukses dalam perkuliahannya, mayoritas IPK-nya di atas 3. Belajar dari senior atau alumni UKM Taekwondo yang saat ini telah berhasil dalam pembinaan kariernya di masyarakat. Galuh berpendapat bahwa selama ini belum ditemui pengaruh negatifnya jika kita mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, apapun jenis kegiatannya. Mari manfaatkan dan raihlah kesempatan untuk mengembangkan diri selama ada peluang untuk itu, kata Galuh. Diapun berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa yang masih aktif kuliah namun selama ini belum pernah ikut aktif di kegiatan ekstra kurikuler agar seoptimal mungkin menempa diri dengan beraktivitas lain selain kegiatan perkuliahan di kelas maupun laboratorium.

UKM Taekwondo Widyatama yang sudah berusia 28 tahun, pernah menjadi salah satu kebanggaan Civitas Academika karena kiprah dan prestasinya, namun kini sedang berupaya keras agar kejayaan itu kembali diraihnya, setelah pernah hampir collapse atau mati suri dan mengangkat bendera putih tanda menyerah. Berkekuatan 20 anggota aktifnya, saat ini sedang berlatih lebih giat lagi.

Siapkah rekan-rekan bergabung bersama kami menjadi bagian dari kebanggaan dan personil yang berkarakter pejuang ?? Mari bergabung bersama kami, buktikan bahwa diri anda adalah pemuda yang hebat semangat juangnya, berani menghadapi tantangan, dan bagian dari kebanggaan komunitas olahraga keren Taekwondo.

Ajakan Galuh dan Cory ini menjadi bagian upaya untuk mengembangkan kembali wadah UKM Taekwondo sebagai tempat menempa diri agar menjadi kuat, ampuh, dan tangguh. Nantinya diharapkan setelah mengikuti kegiatan Taekwondo kita menjadi personil yang disamping fisiknya kuat juga mentalnya hebat !!! VIVAT Taekwondo. (EBM)

Relaxing di Dusun Bambu

Ketika saya mencoba datang menjelajahi dusun bambu, yang terletak di kawasan Kolonel Masturi KM 11 Cisarua, Bandung Barat ini, kesan pertama yang di dapat adalah hawa atmosphere yang begitu asri, sejuk, adem, dingin, membuat betah untuk berlama-lama berekreasi di tempat ini, senda gurau bersama keluarga. Meskipun ketika pertama sampai di tempat ini begitu crowded dengan orang-orang karena mungkin tempat ini masih terbilang baru jadi banyak didatangi pengunjung dari berbagai tempat. Sewaktu sampai di dusun bamboo pengunjung disambut dengan alunan musik dari khas tanah sunda yaitu kecapi dan suling. Kemudian kita langsung diajak menaiki mobil angkut yang sudah disediakan di halaman muka untuk menuju ke tempat puncak atas karena jarak yang ditempuh dengan jalan kaki cukup menguras keringat. Tetapi bagi yang senang jalan kaki bisa dinikmati sembari melihat pemandangan alam disekitarnya.

Relaxing di dusun bambu

Tempat ini memiliki nama yang unik-unik sesuai dengan filosofi awalnya yaitu Harmonisasi pengetahuan budaya tradisional Sunda dalam satu kawasan terpadu. Manusia tanpa alam seperti ikan di padang pasir. Dusun Bambu Family Leisure Park mendefinisikan filosofi bahwa melalui desain taman dengan 6E konsep yang mewakili enam aspek kehidupan: Ekologi (alam), Pendidikan, Ekonomi, Etnologi (budaya), Etika, dan Estetika. Dengan 6E ini, Dusun Bambu Family Leisure Park menjadi sebuah taman di kaki gunung yang menyediakan fasilitas pendidikan dan rekreasi. Nama tempat yang disediakan di tempat ini sangat unik disesuaikan dengan tema atau konsep awalnya. Terdapat nama seperti Kampong Layung, Sampan Sangkuriang, Lutung Kasarung, Caf Burangrang, dan Saung Purbasari.

Caf Burangrang menjadi salah satu nilai utama di wilayah Dusun Bambu Family Leisure Park . Terletak di dataran tinggi memberi keistimewaan untuk mendapatkan lanskap strategis Burangrang Mountains yang akan mengingatkan akan legenda Sangkuriang yang merakit perahu cabang dan tertumpuk ke gunung . Burangrang , istilah yang berasal dari ‘ bukit dan cabang-cabang ‘ , adalah simbol dari hubungan manusia dengan keturunan dan juga dengan masyarakat .

Relaxing di dusun bambu

Bagi young people, makan malam di atas pohon itu tentu saja akan menawarkan sensasi yang unik. Tentu saja tidak dengan mendaki. Dari atas pohon, kita dapat menikmati alam dan angin gunung yang menyegarkan. Dengan bentuk sangkar burung tradisional di bagian atas pohon, Lutung Kasarung menyajikan jenis menu dari internasional untukmakanan Sundanese typical.

Kisah romantis Lutung Kasarung adalah inspirasi utama untuk Dusun Bambu Family Leisure Park untuk membuat sebuah restoran di atas pohon. Restoran Lutung Kasarung terkonsep arsitektur sangkar burung datang untuk menggambarkan diorama dari seluruh gambar pemandangan gunung. Sebagai pengunjung, saya cukup terhibur dengan mendayung sampan yang tersedia dan suguhan live music dari tempat ini. Bagi yang masih penasaran dapat mengunjungi dusun bamboo ini disarankan untuk datang pagi-pagi dan hari kerja agar momentnya dapat. (Fe)

Kunjungan SMA/SMK Sukabumi, Bandung & Cirebon

Selama bulan Januari – Maret 2014 Universitas Widyatama (UTama) mendapat kunjungan dari beberapa SMA/SMK kota Bandung, Cirebon dan Ciranjang. Kunjungan yang dilakukan guru BK, guru pembimbing dan para siswa dimaksudkan untuk memperoleh informasi dari tangan pertama tentang perguruan tinggi yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan siswa tentang pendidikan tinggi.

Rabu (29/01) kunjungan dari SMK Muhammadiah Sukabumi. Rombongan dipimpin Ibu Haryani Lestari Wibowo, S.Psi selaku Koordinator Guru BK yang didampingi 10 orang Guru Pembimbing dan 170 siswa. Sabtu (25/01) kunjungan SMAN 24 Bandung. Rombongan dipimpin Ibu Dra. Teni Kestiani selaku Koordinator Guru BK yang didampingi 10 orang

Guru Pembimbing dan 170 siswa. Kunjungan tanggal 3 Februari dari SMAN 3 Cirebon. Rombongan tiba sekitar pukul 07.00 WIB dipimpin Ibu Tri Indra Astuti, S.Psi. didampingi 20 orang Guru Pembimbing dan 375 siswa. Kunjungan tanggal 4 Februari dari SMKN 8 Bandung. Rombongan tiba sekitar pukul 12.30 WIB dipimpin Ibu Dra. Ida Widaningsih didampingi 20 orang Guru Pembimbing dan 120 siswa. Kunjungan tanggal 6 Februari dari SMAN 22 Bandung. Rombongan tiba sekitar pukul 13.00 WIB dipimpin Ibu Hj. Nining DS didampingi 13 orang Guru Pembimbing dan 150 siswa.

Kunjungan tanggal 8 Februari dari SMA Pasundan 2 Bandung. Rombongan yang tiba sekitar pukul 13.00 WIB dipimpin Ibu Dra. Tuti Rchmayati, M.M. didampingi 8 orang Guru Pembimbing serta 125 siswa. Kunjungan MA Aliyah Yanuris Ciranjang Rabu, 5 Maret 2014. Rombongan tiba sekitar pukul 08.30 WIB dipimpin Koordinator Kepala Sekolah, bpk.

Deni Suherman, M.Pd., beserta 4 Guru Pembimbing dan 28 siswa (Mkt 2014)

Partisipasi UTama dalam Aspek Sosial

Perguruan tinggi bukanlah menara gading yang berdiri kokoh sendiri tapi sebagai bagian dari masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran dan komitmen berpartisipasi dalam masyarakat. Misi itulah yang diwujudkan dalam rangka Dies Natalis Yayasan Widyatama ke-41 dan Universitas Widyatama ke-13 dengan mengkreasi berbagai kegiatan social selain kegiatan akademik.
 
Peringatan dies natalis yang mengusung tema Widyatama sebagai Abdi Pendidikan Bangsa, Yayasan dan Universitas Widyatama bersama dengan TNI AL – LANAL Bandung dan warga kelurahan Padasuka dan Sukapada menyelenggarakan kegiatan Beberesih Sungai Cidurian, serta pelayanan pengobatan. Kegiatan beberesih meliputi 13 rukun warga di dua kelurahan tersebut.
 
Akademisi wajib hukumnya berperan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di mulai dari yang terdekat. Misalnya bersinergi dengan warga masyarakat membenahi perilaku diri sendiri dan membangun mentalitas positif agar peduli pada lingkungan, kata Ketua Pelaksana Dies Natalis Widyatama Anne Nurfarina di Kampus Widyatama, kota Bandung, Minggu (19/1/2013).
 
Kegiatan Beberesih sungai Cidurian yang diikuti 350 mahasiswa Widyatama, 100 personel TNI AL ? LANAL Bandung, 200 dosen dan karyawan Widyatama serta 200 warga ini juga dijadikan ajang silaturahmi dengan penduduk sekitar kampus. Selain itu juga untuk membangun mentalitas kepedulian sosial mahasiswa sebagai generasi muda terhadap permasalahan kebersihan sungai.
 
Rektor Universitas Widyatama Mame S Sutoko berharap agar tumbuh kesadaran tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat untuk tidak teledor dan menjaga kebersihan lingkungan. Bencana yang melanda akhir-akhir ini akibat kelalaian manusia terhadap lingkungan. Sungai semakin dangkal dan menyempit. Hutan semakin gundul bencana dibuat sendiri oleh kita, katanya.
 
Tak hanya permasalahan lingkungan, Widyatama juga menggelar pengobatan gratis bagi warga sekitar. Kemampuan berobat warga yang masih rendah, berbanding terbalik dengan kebutuhan warga memperoleh pengobatan menjadikan animo warga yang mendaftar cukup tinggi. Dari target hanya sekitar 300 pasien,pendaftar justru membeludak mencapai 400 orang dengan berbagai penyakit yang beragam hingga penyakit kanker. Pasien dilayani oleh 3 dokter umum dan 5 para medis.
 
Sayangnya, kami belum sampai pada pengobatan kesana. Akan tetapi sinyalemen ini membuktikan warga cukup membutuhkan pengobatan, kata Anne.

Hal itu pula yang dikemukakan warga Babakan Baru Nunung Heryati sejak tahun 2003, ibu dua anak ini menderita alergi yang belum diketahui jenisnya. Ketiadaan biaya, membuatnya tak mampu melakukan tes darah untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita. Alhasil, Nunung hanya berbekal obat dari puskesmas ataupun pengobatan gratis seperti yang diselenggarakan di Widyatama. Ya, lumayan dapat obat untuk mengurangi alergi tapi kalau malam, alergi merambat ke sekujur tubuh seperti kena ulat bulu, katanya (WKA-PR)

Job Fair 2014 Universitas Widyatama

Kembali Universitas Widyatama menyelenggarakan Job Fair Widyatama. Job Fair 2014 yang berlangsung pada 10-12 Maret 2014 ini terbuka untuk umum dan Alumni Universitas Widyatama.
Lebih dari 29 perusahaan berpartisipasi dan diramaikan stand bazaar makanan & minuman. Universitas Widyatama berencana melaksanakan job fair 2 kali dalam setahun untuk memenuhi harapan peminat mencari lapangan pekerjaan. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan program kerja Placement Office & Career Center Universitas Widyatama terutama dalam upaya memberi layanan bagi alumni serta menjalin hubungan baik dengan instansi dan perusahaan (Mkt 2014)

Student – Centered Teaching/Learning: Bachrudin Musthafa

THE BASIC, ESSENTIAL REQUIREMENTS FOR PRODUCTIVE PRACTICE

Pengajaran bahasa asing termasuk bahasa Inggris dan Jepang di lingkungan persekolahan dinilai gagal karena capaian penguasaan materi kurikulernya hanya 45-50% (dari keharusan total 100%) (Musthafa, 2011). Oleh karena itu, asosiasi pengajar bahasa asing (seperti TEFLIN untuk Bahasa Inggris dan ASPBJI untuk Bahasa Jepang) ditantang untuk secara terus-menerus mencari model pengajaran alternatif untuk ditelaah, digali, diteliti, diuji, dan dieksperimentasikan ke dalam konteks kelas di Indonesia.

Tujuannya adalah memastikan bahwa model pembelajaran yang digunakan efektif dengan dua indikator utama: efektif untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa asing di Indonesia, dan memberdayakan bagi peserta didik. Student-Centered Teaching/Learning (SCT/L) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang potensial dapat dijadikan kandidat model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan hasil belajar bahasa asing di sekolah dan kampus di Indonesia. Sementara keperluan akan adanya alternatif tersebut merupakan sesuatu yang mutlak, pemahaman guru dan dosen tentang SCT/L ini masih menyisakan tanda-tanya.

Artikel ini akan mengoperasionalkan pendekatan SCT/L ini sehingga gagasan dan semangatnya menjadi jelas dan dapat dilaksanakan di kelas-kelas bahasa asing di Indonesia, dengan menjawab beberapa pertanyaan mendasar sebagai berikut: apa itu SCT/L? Apa peran guru dalam SCT/L Apakah SCT/L sesuai dengan konteks Indonesia? Apa potensi keuntungan SCT/L? Apa yang terjadi di kelas yang mengadopsi prinsip-prinsip SCT/L? ?

Student-Centered Teaching/Learning (SCT/L) sebagai Pedagogi Alternatif

Sebagai pedagogi SCT/L dipengaruhi oleh teori belajar konstruktivisme sosial (Vygotsky, 1978), yang beranggapan bahwa pengetahuan-latarbelakang (prior knowledge) merupakan fondasi penting yang memungkinkan terjadinya belajar, dan interaksi sosial merupakan lokus bagi terjadinya aktivitas belajar.

Selain itu, SCT/L memberi kesempatan yang luas untuk terjadinya kolaborasi sinergis antara guru dengan murid-muridnya. Peserta-didik dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan perihal apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya (Brooks & Brooks, 1999). Pedagogi alternatif ini memiliki dua tujuan utama yang saling berkaitan. Yakni, memusatkan diri pada kepentingan belajar dan perkembangan (maha)siswa sebagai peserta-didik, dan mengutamakan ketercapaian tujuan belajar optimal. ?

Peran Utama Guru dalam Pegagogi SCT/L

Filosofi konstruktivisme sosial menekankan peran-aktif peserta-didik dalam mengontruksi pemahaman tentang dan keterampilan dalam menggunakan apa yang dipelajarinya.

Demikian aktifnya para peserta didik dalam pedagogi SCL ini sehingga peran guru juga menjadi bergeser? yakni, dalam SCT/L para guru diposisikan sebagai perancang dan pengembang kurikulum untuk mata ajar yang diampunya; dan guru ini juga selanjutnya bertugas memfasilitasi? perkembangan peserta didik dengan menggunakan minat dan keperluan belajar mereka sebagai pemandu bagi mengembangan pengajaran yang bermakna. Kelas yang mengadopsi SCT/L pada umumnya berpusat pada tujuan (goal-based), yang dapat berbasis kontrak individual, dan capaian hasil belajar peserta-didik dinilai dengan tolok-ukur apakah pembelajar ini dapat mencapai sasaran sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Sesuai paham filosofinya yang berbasis pada konstructivisimes sosial itu, peran guru dalam SCT/L lebih diwarnai upaya pemberdayaan peserta didik, termasuk mendesain tugas-tugas pembelajaran yang menantang pembelajar untuk secara aktif menelaah masalah yang dipelajarinya untuk kemudian membangun pemahaman dan merumuskan sendiri simpulan-simpulan hasil belajarnya (Duffy & Jonassen, 1992), memfasilitasi peserta didik dalam aktivitas kognitif belajarnya dengan cara memberi pembelajar berbagai bentuk bantuan terstruktur (scaffolds), termasuk secara langsung memberi model (atau teladan) untuk ditelaah dan dipelajari siswa, memberi struktur kegiatan pembelajaran dan kesempatan bagi pembelajar untuk mencerna hal-ihwal yang tengah dipelajarinya, dan memberikan dorongan dan dukungan sinambung untuk memastikan terjadinya pembelajar optimal bagi peserta-didik (Hogan & Pressley, 1977).

Kesesuaian Pedagogi SCT/L dengan Konteks Pendidikan di Indonesia

Dalam praktik pembelajaran di kelas di Indonesia, peserta-didik secara umum diposisikan sebagai penerima pengetahuan–yang bersumber dari penjelasan guru dan/atau dari buku teks dan materi ajar lainnya. Cara belajar seperti ini?betapapun membuat pembelajar sibuk?dipandang pasif karena peserta-didik hanya mencerna informasi yang sudah jadi. Dari perspektif pedagogi SCT/L, cara belajar seperti ini dipandang merugikan peserta-didik karena kesempatan mereka membangun pengetahuan sendiri menjadi hilang lantaran ditalangi guru atau penulis buku teks. Barangkali oleh karena itulah berbagai dokumen resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti Sistem Pendidikan Nasional (2003), Undang-undang Guru No. 13 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Menteri Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru telah menyerukan pentingnya guru dan dosen untuk melibatkan peserta didik ke dalam kegiatan aktif dalam membangun pemahaman dan pengetahuannya sendiri.

Try Out Simulasi Ujian Nasional SMA/MA

Try Out simulasi Ujian

Universitas Widyatama bekerja sama dengan Bimbingan Belajar REXA telah menyelenggarakan Try Out Simulasi Ujian Nasional (UN) untuk SMA/MA pada tanggal 30 Maret 2014 pukul 07.00 s.d. 12.00. Try Out mengambil tempat di Auditorium Universitas Widyatama (Gedung Serba Guna). Try Out yang dihadiri sekitar 500 siswa diselingi dengan penampilan Pandji Pragiwaksono (Relawan Turun Tangan, penulis buku Berani Mengubah), kemudian perform dari @Standupindobdg serta motivatalk Abdullah Syuaib (Direktur REXA Education Center) dan Wintang Haryokusuma (Pengajar Muda Angkatan II) (Mkt 2014).

Workshop Pembinaan Kreativitas dalam Pendidikan Seni

Workshop “Pembinaan Kreativitas dalam Pendidikan Seni dan Berkenalan dengan Bahasa Rupa”

Sabtu, 29 Maret 2014 Fakultas Desain Komunikasi Visual telah melaksanakan Workshop Pembinaan Kreativitas Dalam Pendidikan Seni dan Mengenal Bahasa Rupa dengan Pembicara Prof. Dr. Primadi Tabrani. Workshop diselenggarakan untuk Guru SMA/SMK/MA Se-Kota Bandung. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 di ruang Seminar Universitas Widyatama di buka oleh Wakil Rektor Bid. Operasional Ibu Prof. Dr. Davidescu Cristiana V.M., M.A.. Acara selanjutanya Prof. Dr. Primadi Tabrani memberikan materi dan juga sesi tanya jawab. Dalam acara tersebut peserta mengikuti seluruh kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia sampai selesai (Mkt 2014)