Home Blog Page 93

Dekan Fakultas Bahasa, Universitas Widyatama

SUKSES BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI ITU MUDAH
Bachrudin Musthafa*) Dekan Fakultas Bahasa, Universitas Widyatama

Dalam pelbagai kesempatan saya pernah ditanya orang tentang bagaimana cara?Dsukses belajar di Perguruan Tinggi (PT). Hal ini wajar ditanyakan kepada saya dan muncul ke permukaan karena saya sering mengatakan kepada publik bahwa meraih suskes akademik itu mudah, dan pendidikan di PT itu mahal (apalagi kalau dilakukan di luar negeri).
Tak seperti yang terjadi di Indonesia yang tampaknya menganggap kisah dan strategi sukses itu merupakan masalah nasib-peruntungan (a matter of luck) belaka dan, oleh karena itu, tidak menarik perhatian para peneliti. Di dalam tradisi penelitian di luar negeri, sukses dan kegagalan dipandang sebagai sesuatu yang perlu dijelaskan.KOMUNITA JUNI 2013.46jpg
Dari cara pandang semacam ini lahir berbagai studi tentang peran strategi-mengolah diri dalam berbagai bentuknya dan dengan segala konsekuensinya. Dari riset yang?dilakukan terus-menerus dan dikelola melalui sistem publikasi yang sistematis dan terbuka, telah banyak strategi-sukses yang ditemukan dan strategi ini telah diverifikasi secara terbuka oleh peneliti di mancanegara. Tulisan ringkas ini bertujuan memaparkan berbagai strategi sukses belajar di PT dan menjelaskan mengapa berbagai kebiasaan yang baik umumnya menyifati orang-orang yang kemudian terbukti sukses dalam bidangnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tulisan ini menggambarkan pelbagai kebiasaan yang umumnya dilakukan mahasiswa yang berkinerja akademik tinggi. Setelah itu, menjelaskan cara berpikir strategis yang telah terbukti membawa mahasiswa ke puncak prestasinya. Dengan cara ini diharapkan sidang pembaca dapat menyadap strategi pengolahan-diri yang baik, sehingga menjadi pantas untuk meraih tingkat sukses akademik yang diinginkannya.

Kebiasaan Strategis Para Mahasiswa Unggul Kebiasaan-kebiasaan pembawa sukses sebenarnya tidak asing bagi kebanyakan mahasiswa; dan kebiasaan ini sedemikian wajar dan masuk-akal, sehingga banyak mahasiswa terkecoh dan menganggap enteng faedahnya.
Kebiasaan yang dimaksud mencakup : datang ke kelas dengan persiapan yang baik; menghadiri semua sesi yang dijadualkan dosen; bersikap takzim kepada dosen/instruktur yang mengajar; belajar dengan jadual tetap dan teratur; mengembangkan perangkat keterampilan-strategis yang menguntungkan (Nelson, 1998).

Kebiasaan#1: Mahasiswa unggul menyiapkan diri sebelum datang ke kelas. Pada pertemuan pertama, lazimnya, dosen memperkenalkan matakuliah yang diampu dan diajarkannya kepada mahasiswa. Pada pertemuan ini dibahas tujuan dan cakupan matakuliah serta berbagai pengalaman-belajar yang utama, juga topik-topik utama yang akan dibahas setiap pertemuan dilengkapi dengan tugas dan referensinya.
Inilah menu pendidikan-pengajaran yang telah diracik dosen untuk matakuliah ini yang bila dikelola dengan baikakan mengantar kan mahas i swa pada pengetahuan, keterampilan, sikap, serta kebiasaan berpikir tertentu. Target-target capaian setiap matakuliah biasanya telah disusun dosen pengampu?dalam bentuk topik atau tema pengetahuan/keterampilan dan/atau kebiasaan berpikir, yang pencapaiannya dibangun setahap-demi-setahap melalui rangkaian dari satu sesi ke sesi lainnya.
Untuk memastikan pencapaian ini, dosen lazimnya akan menugaskan bacaan dan/atau latihan tertentu untuk dikerjakan mahasiswa di luar kelas untuk kemudian dibahas di dalam sesi berikutnya bersama dosen.
Mahasiswa yang kemudian terbukti berprestasi tinggi adalah mereka yang melakukan tugas-tugas membaca dan/atau mengerjakan latihan mandiri sebelum datang ke kelas untuk mengikuti k uli ah. Karena persiapan yang dilakukannya sebelum bertemu dosen, para mahasiswa unggul ini memperoleh kesempatan lebih dari satu kali memahami yang dipelajarinya:
pertama, pemahaman dibangun melalui upaya mandirinya dalam mengerjakan tugas yang ditugaskan; kedua, penguatanpemahaman diperolehnya ketika memperoleh konfirmasi dan/atau penjelasan dari dosen secara langsung di kelas.

Kebiasaaan#2: Mahasiswa unggul menghadiri semua sesi kuliah yang dijadualkan dosen. Sebagai tenaga professional yang menguasai bidang keahliannya, dosen umumnya mengetahui secara persis tahapan-tahapan yang harus dilalui mahasiswanya dari suatu sesi ke sesi lainnya dalam satu semester.
Dalam sistem semester yang umumnya berisi 16 sesi itu, misalnya, dosen menjadualkan sesi satu untuk memperkenalkan matakuliahnya (dari segi tujuan matakuliah, cakupan matakuliah, dan ekspekstasi dosen tentang apa yang harus dilakukan mahasiswa, dan sistem penilaian yang diberlakukan untuk matakuliah yang diampunya ini).
Pada sesi dua sampai sesi tujuh adalah sesisesi penting yang sarat akan konsep dan kegiatan pengembangan keterampilan yang umumnya kemudian diujikan dalam UTS (ujian tengah semester) pada pekan ke delapan. Pada sesi pekan ke sembilan sampai dengan sesi pekan ke limabelas umumnya diisi dengan konsep-konsep baru dan/atau kegiatan pendalaman serta pelanjutan pengembangan keterampilan.
Sesi pekan ke enambelas umumnya diisi dengan ujian akhir semester (UAS) yang cakupannya menyeluruh: materi dari sesi awal sampai sesi terakhir dalam semester yang bersangkutan.
Oleh karena rangkaian sesi perkuliahan yang disusun dosen ini telah sedemikian ketat dan saling-berkait, kemangkiran kuliah sangat merugikan mahasiswa itu sendiri karena hal ini dapat membuat pemahamannya tidak lengkap dan/atau ketempilannya menjadi rumpang. Untuk alasan ini pulalah, para mahasiswa unggul lazimnya akan mengupayakan?sekuat tenaga agar semua sesi perkuliahan dihadirinya. Dengan kehadirannya ini topik yang dibahas di kelas diketahui secara persis dan penjelasan serta pesan-pesan dari dosen terikuti secara langsung dan lengkap.

Memorial MEMBANGUN SEMANGAT, MEMBANGUN WIDYATAMA

Ibu Koesbandijah
Memorial MEMBANGUN SEMANGAT, MEMBANGUN WIDYATAMA

Empat puluh tahun Widyatama menapaki perjalanan kedewasaan sebuah lembaga. Dalam rentang tersebut sebagian citacita Widyatama telah mewujud, sebagian lagi belum berwujud. Ibu Koesbandijah melalui semangat dan pengorbanannya telah mewujudkan Widyatama dari tiada menjadi ada.
Di usia 88 tahun semangat dan tekad beliau masih berkobar, walau beliau menyadari akan keterbatasan fisiknya. Karena itu, selayaknya kita menyimak sedikit aktivitas beliau selaku pendidik serta ibu bagi warga Widyatama dalam mengenang jasa-jasa beliau untuk keberadaan kita saat ini.
Berikut mosaik fragmen-fragmen kegiatan akademik dan sosial kemasyarakatan beliau sebelum meninggalkan kita selamanya. Fragmen-fragmen yang terekam dalam lukisan cahaya ini semoga memberi inspirasi bagi Widyatama ke depan.(lee)

KOMUNITA JUNI 2013.24jpg
Setelah melewati masa yang tak berujung, syukur Alhamdulliah……akhirnya MUNAS IKA UTAMA dapat dilaksanakan dan memilih secara aklamasi sdr. Andre Anderson ( Angkatan 1983 ) sebagai Ketua IKA UTAMA periode 2012 ? 2016 dan dilantik Ibu Koesbandijah selaku Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama. IKA UTAMA merupakan titipan dan harapan Ibu Koesbandijah agar menjadi forum silaturahmi antar alumni dan almamater
?KOMUNITA JUNI 2013.25jpg
Sejenak berfoto setelah menerima sumbangan bus dari Menteri Perhubungan, Freddy Numberi
KOMUNITA JUNI 2013.27jpg
Selamatan Peresmian Gedung Pascasarjana
KOMUNITA JUNI 2013.28jpg
Silaturahmi Lebaran di Kampus
KOMUNITA JUNI 2013.29jpg
Keceriaan peringatan 17 Agustus dengan warga Widyatama.
KOMUNITA JUNI 2013.30jpg
Berbagai dengan warga sekitar menjelang lebaran. Pemberian beasiswa kepada para mahasiswa berprestasi .
KOMUNITA JUNI 2013.31jpg
Pemberian beasiswa kepada para mahasiswa berprestasi .

SELAMAT JALAN IBU KOESBANDIJAH

SELAMAT JALAN IBU KOESBANDIJAH

Sebagai mahluk ciptaan Allah yang paling mulia, manusia dipercaya menjadi khalifah di muka bumi. Dengan segala usaha, kerja keras, dan do’a manusia menemukan jalan kehidupannya masing-masing. Kecuali beberapa ketetapan yang tidak bisa diubah : jodoh, rezeki dan kematian. Ibu Koesbandijah Abdoel-kadir sebagai pendiri lembaga pendidikan Widyatama, sekaligus komunitas pendidikan Widyatama yang telah berusia 40 tahun adalah sosok yang dekat, familiar, penuh perhatian kepada siapapun. Dalam rentang waktu tersebut ibu telah menjalin relation-ship dan komunikasi yang intens dengan seluruh keluarga besar Widyatama. Upaya beliau selalu mencoba membangun kehidupan Widyatama yang bersemangat dan bergairah dengan landasan DJITU (Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet) telah beliau tunaikan hingga akhir hayatnya

Layaknya puisi Kahlil Gibran: Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.
Berikut ini fragmen-fragmen kata-kata kenangan sebagian keluarga besar Widyatama mengiringi kepergian beliau selamanya ke pangkuan Illahi Robbi.(lee) Almh. Prof. Dr. Koesbandijah AK, Selamat Jalan Ibu Teladan. Semoga beristirahat dengan tenang di sisi Allah SWT. Pengabdian, dedikasi, loyalitas kepada pendidikan dan sikap hidup seorang ibu, pejuang, enterpreneur yang ditunjukan merupakan sauri tauladan yang luar biasa, perwujudan nyata cita-cita ibu Kartini, contoh bagi generasi muda. 40 tahun membangun komunitas pendidikan Widyatama, mencerdaskan ribuan generasi muda penerus bangsa dan negara, cerminan pengabdian dan kebajikan tanpa henti sampai akhir hayatnya. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang setimpal dan tempat yang mulia di sisi-Nya. Mudah-mudahan generasi penerus Widyatama mampu membawa amanah lembaga dan komunitas keluarga besar ini ke arah yang lebih baik , lebih bermartabat sebagaimana dicita-citakan Ibu Pendiri, Almh. Prof. Dr. Koesbandijah AK. Selamat Jalan Ibunda. Mame S.Sutoko dan Keluarga, 2 Mei 2013 Kata Kenangan dan Nasihat Bu Koes, ? Selalu berusaha mengajarkan kebenaran dan kerjakan kebenaran menurut Alloh SWT ? Jangan malu hidup sederhana, sederhana bukan berarti tidak memilik apa-apa. ? Selalu mendoakan orang tua dan Jalani hidup dengan “prihatin” untuk hidup lebih sukses (prihatin maksudnya mau bekerja keras lebih dari kerja keras orang lain)

Semoga kata kenangan ini tidak hanya menjadi sekedar kenangan tetapi juga menjadi manfaat dan titipan beliau untuk dijalani dalam menjalani hidup. Semoga menjadikan kita untuk hidup lebih mengayomi dan peduli dengan sesama.
Fanto @farisahasnanto, 2 Mei 13 ? Semangat dan vitalitas hidup yang tak pernah lapuk oleh waktu [email protected], 2 Mei 13 ? Kalau kita benar, jangan takut.
Jalan Terus !!! Pipin Sukandi, 2 Mei 13 Filsafat Waktu dari seorang Ibu, Prof. Dr. Hj. Koesbandijah Abdul Kadir, M.S., Ak. Tepat waktu adalah terlambat, seperti itulah Ibu Koes berfilsafat dengan waktu.
Yaaah…sebuah filsafat waktu sarat makna yang belum sepenuhnya teramalkan oleh kita sebagai bagian dari tuan rumah keluarga Widyatama. Bagi Ibu, mengajar adalah sebuah panggilan, dan bila beliau mengajar, sudah menjadi bagian dari body clock untuk datang 5 ? 10 menit sebelum waktu/jadwal mengajar. Oleh karenanya, bila Ibu datang tepat waktu (sesuai jadwal), baginya adalah sebuah keterlambatan, (apalagi datang terlambat ? dapat dibayangkan ? mungkin bagi beliau itu dianggap sebuah kecelakaan besar). Sungguh luar biasa, sikap pemuliaan & penghargaan terhadap waktu dari seorang Guru Besar, yang secara jujur, masih cukup berat untuk kita teladani.
Suatu ketika saya mendengarkan acara inspirasi di sebuah radio swasta, dan yang mengejutkan saya adalah bahwa yang menjadi dasar topik inspirasi oleh si pembicara pada saat itu adalah tepat waktu adalah terlambat. Pembicara inspirasi di radio tersebut tidak segansegan menjelaskan kurang lebih seperti berikut: Ibu Koesbandijah, seorang pendiri Yayasan Widyatama, memiliki komitmen waktu yang sangat tinggi. Bagi beliau tepat waktu adalah terlambat, dan itu diterapkannya dalam setiap perkuliahan beliau. Lagi-lagi sungguh?luar biasa, di luar sana, betapa harumnya filsafat waktu dari seoarng Ibu Pendidik yang berdedikasi tinggi itu.

Adakah kita siap meneladani filsafat waktu yang telah memfosil dalam diri seorang Ibu Besar di kampus kita ini? atau it resides in the fact that this philosophy still becomes a big question and endless home work. Selamat jalan Ibunda tercinta, semoga diampuni segala kekhilafannya, di lapangkan , diterangi dan disejahterakan di alam kuburnya. Amieen… Dari seorang independent learner, Hero Gunawan, 3 Mei 2013 WIDYATAMA BERDUKA Innalillahi wainnailaihirojiun Telah berpulang salah satu putra terbaik Indonesia : Prof. Dr. Hj. Koesbandijah Abdoel kadir , M S , A k . Selamat jalan Ibu, jasa-jasa ibu tidak akan pernah kami lupakan. Semoga amal ibadah ibu diterima disisi Tuhan YME, dan dosa – dosanya di ampuni – Nya . Sekali lagi SELAMAT JALAN IBU, wejangan, ajaran, prinsip Ibu tidak akan pernah kami lupakan. Widyatama Bersatu, 28 April 2013 Akan tetap kami jaga bunga-bunga perjuanganmu. Selamat beristirahat dengan tenang panutan kami. Tim Asdos FE- Hoirina Rosindah S Selamat jalan pendiri Universitas Widyatama. Kami tidak akan lupa jasa mu dalam dunia pendidikan. Agnez Pradibta Halim Semoga amal jariyah beliau tetap mengalir walaupun beliau telah tiada. aamiin.

Sosok Pengabdi Pendidikan dan Eduprener

In Memoriam:
Ibu Koesbandijah, Sosok Pengabdi Pendidikan dan Edupreneur

KOMUNITA JUNI 2013.jpg22

Prof. Dr. Hj. Koesbandijah, AK. M.S., Ak. (Ibu Koes) pendiri Yayasan Widyatama ? badan penyelenggara Universitas Widyatama yang juga Anggota Dewan Penasihat Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat telah berpulang ke Rahmatullah. Ibu Koes adalah sosok yang begitu intens menggeluti profesinya sebagai pendidik sekaligus praktisi akuntansi (akuntan). Sebagai akuntan beliau merintis profesi sejak tahun 1970, di Kantor Akuntan Publik Dra. Koesbandijah yang selanjutnya pada tahun 1995 s/d sekarang menjadi Kantor Akuntan Publik Koesbandijah-Beddy Samsi-Setiasih/KAP KBS.
Di lingkungan pendidikan

pendidikan tinggi Ibu Koes adalah sosok yang mencintai pendidikan dan memberikan pengabdian penuh. Jiwa pengabdiannya diwujudkan melalui upaya beliau mendirikan yayasan dan lembaga pendidikan yang sekarang dikenal dengan Yayasan Widyatama dan Universitas Widyatama.
Karena itu tidak berlebihan Ibu Koes adalah sosok yang begitu lekat dengan dunia akuntansi dan pendidikan. Sebagai akuntan beliau teguh dalam prinsip. Sebagai pendidik beliau sangat peduli dengan pendidikan anak-anak bangsa, mahasiswa bimbingannya, serta para asisten yang mendampinginya. Beliau selalu berpesan bahwa lembaga pendidikannya harus memberi akses yang luas bagi anak-anak bangsa.
Implikasi dari itu, setiap tahun sekitar 200 mahasiswa berprestasi diberikan beasiswa dari lembaga yang dipimpinnya. Sebagai pimpinan beliau adalah pengayom terhadap semua jajaran. Beliau adalah figur seorang ibu yang selalu mengayomi anak-anaknya dalam arti yang luas. Berkembangnya suatu organisasi tentunya tidak terlepas dari bagaimana organisasi tersebut dikelola, dan dipimpin.

Demikian pula, keberhasilan mengelola perguruan tinggi dan yayasan pendidikan tentunya tidak lepas dari manajemen dan kepemimpinan. Dalam minggu-minggu terakhir memang beliau mengalami gangguan kesehatan sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, pada hari Minggu, 28 April 2013 pukul 10.50 WIB beliau dipanggil Allah SWT dalam usia 88 tahun dan meninggalkan 7 putera-puteri, 22 cucu dan 21 cicit. Almarhumah, lahir di Muntilan 25 Januari 1925, anak ke-6 dari pasangan R. Soekarso Joedosepotro dengan R.A. Oeminonah. Almarhum dimakamkan pada hari Senin, 29 April di Sidoarjo Jawa Timur, di samping suaminya, Abdoelkadir Reksodiprojo, yang lebih dulu kembali kepangkuan Illahi. Kecintaan Ibu Koes terhadap pendidikan mendorong beliau belajar di Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam ?sekarang menjadi Erasmus University. Dua tahun, 1970 1972 dengan segala tantangan yang dihadapi di negeri kincir angin Ibu Koes menyelesaikan studi akuntansi.
Perjalanan pendidikan selama dua tahun di Nederlandse Economische Hogeschool (NEH) telah membangunkan angan-angan beliau mendirikan lembaga pendidikan seperti halnya Nederlandse Economische Hogeschool. Tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjelang akhir tahun 1972, tepatnya 28 Desember 1972 cita-cita mendirikan lembaga pendidikan secara nyata diwujudkan.

Melalui Kantor Notaris Noezar pendirian Yayasan yang menyelenggarakan Lembaga Pendidikan khusus di bidang Akuntansi dipersiapkan dan pada tanggal 3 Januari 1973 Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Akuntansi Bandung (YPPAB) berdiri. Kemudia di bulan yang sama – Januari 1973 – dibuka lembaga pendidikan akuntansi dengan nama Institut Akuntansi Bandung/IAB.
Gairah serta cintanya Ibu Koes terhadap pendidikan menjadikan beliau selalu memikirkan keberlanjutan Yayasan dan Universitas Widyatama. Hal ini merupakan wujud kepedulian beliau akan pendidikan anak-anak bangsa yang menjadi cita-citanya sejak dahulu. Beliau merintis lembaga pendidikan ini dengan sepenuh hati dan pengorbanan total sampai akhir hayatnya.
Dedikasi, kreativitas dan kebaikan Ibu Koes telah menginspirasi banyak orang. Semangatnya selalu menginspirasi generasi-generasi muda dan orang-orang di sekitarnya. Keluarga besar Ikatan Akuntan Indonesia mengatakan bahwa beliau adalah tokoh Akuntan Indonesia, yang tercatat sebagai anggota Dewan Penasihat Ikatan Akuntan Indonesia/IAI Wilayah Jawa Barat.

Erry Ryana Hardjapamekas, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, yang juga salah seorang mahasiswanya mengatakan : Ibu Koes adalah wanita profesor akuntansi pertama di Indonesia, guru besar Ilmu Akuntansi, dan merupakan pendiri Yayasan/Universitas Widyatama, Bandung.
Rektor Universitas Widyatama, Dr. Ir. Mame S. Sutoko DEA menyatakan bahwa : Ibu Koes telah menunjukkan pengabdian, dedikasi, dan loyalitas pada pendidikan serta memiliki sikap hidup seorang ibu, pejuang, entrepreneur. Ini merupakan sauri tauladan yang luar biasa, perwujudan nyata cita-cita ibu Kartini, serta contoh bagi generasi muda. Selama 40 tahun membangun komunitas pendidikan Widyatama, mencerdaskan ribuan generasi muda penerus bangsa dan negara, cerminan pengabdian dan kebajikan tanpa henti sampai akhir hayatnya. Ini tentunya merupakan kehilangan bagi dunia bagi dunia pendidikan, maupun sosok wanita?sebagaimana yang dicita-citakan Kartini dan Dewi Sartika.

Wanita dengan usia muda berpendapatan $20 juta dolar

Catherine Cook (usia 20 tahun)
myYearbook berpendapatan $ 20 Juta dolar

KOMUNITA JUNI 2013.jpg21

tika Catherine Cook dan saudara laki-lakinya, David, yang tumbuh di New KJersey, mereka mendirikan perpustakaan kecil di rumah mereka dan menyewakan buku untuk orang tua mereka dengan biaya murah. Pada saat mereka berada di sekolah tinggi, mereka telah meluncurkan situs jejaring sosial myYearbook.com dengan investasi $ 250.000 dari mereka kakak Geoff.
Catherine adalah junior berusia 20 tahun di Universitas Georgetown di Washington, DC dan myYearbook.com yang ia kembangkan memiliki lebih dari 20 juta anggota. Di sela-sela mempelajari pemasaran, operasi dan manajemen informasi, dan psikologi, Catherine menemukan waktu untuk mengembangkan markas myYearbook nya di Pennsylvania beberapa kali dalam sebulan.

Di markasnya, 80 karyawan bekerja keras untuk membuatt myYearbook untuk bertemu orang baru secara online melalui game yang memecahkan kebekuan dan fitur. myYearbook adalah 25 situs peringkat atas yang paling diperdagangkan di Amerika Serikat menurut comScore dan menghasilkan pendapatan tahunan 20 juta dolar. Sebagai co-founder, Catherine Cook terus sibuk mengembangkan fitur baru agar myYearbook di masa depan menjadi jejaring sosial terkemuka . Dia juga merupakan pengguna myYearbook aktif dan teman pertama setiap anggota baru.

Berikut ini kutipan wawancara singkat Nick Scheidies and Nick Tar dengan Catherine.
Tanya (T): Apa yang mendorong kamu menggeluti kewirausahaan?
Jawab (J): Sebagian besar adalah pengaruh orang tua yang membawa kami memasuki dunia kewirausahaan. Kami selalu diajarkan untuk menjadi pemimpin. Misalnya, jika kita tidak tahu apa kata berarti, kita harus mencarinya di kamus. Orang tua kami tidak akan hanya memberitahu kami. Kam melakukannya sendiri dan menemukan jalan kami sendiri. Salah satu hal yang mendorong kami langsung untuk berwirausaha adalah melihat kakak kami melakukannya. Geoff yang 11 tahun lebih tua dariku, memulai sebuah perusahaan di Harvard selama tahun kedua.
Pada saat itu, Dave dan saya berusia 9 dan 10 tahun. Melihat dia memiliki sebuah perusahaan, melihatnya bertumbuh, dan hidup bersamanya selama musim panas di California. Itu sebuah lingkungan yang berbeda. Kemudian, Geoff menjadi investor pertama kami dan ia melangkah sebagai CEO.

Tanya(T): Bagaimana orang-orang di sekitar kamu bereaksi terhadap kesuksesan kamu?
Jawab(J): Hal seperti ini sulit bagi saya untuk mencoba menutupnya. Saya tidak benarbenar berbicara tentang hal itu. Jika saya membawanya dalam percakapan, menjadi pembicaraan. Tentu saja, saya senang berbicara tentang hal itu. Tapi saya tidak ingin merasa seperti saya memonopoli pembicaraan. Saya mahasiswa yang menjalani tahun-tahun kuliah, tidak ada yang tahu kecuali untuk sahabatku. Dia tidak menyadari berapa jam saya masuk ke situs saya setiap malam. Saya di situs larut malam dan saya juga cenderung bangun pagi. Jadi, ketika kita mulai hidup bersama, dia seperti, “Kamu tidak pernah tidur!” Ada seorang pria yang bekerja di kantin kami. Dia melihat saya setiap hari karena saya makan di kantin. Di sekitar bulan November, dia bertanya, “Kamu gadis yang menciptakan myYearbook, kan?” Rupanya dia anggota. Ini menyenangkan untuk bertemu orangorang yang menggunakan situs ini. Saya membuat semua temanteman saya di Georgetown mendapatkan account. C’mon – mereka teman-teman saya, sehingga mereka harus mendukung apa yang saya lakukan! Sekarang mereka berada di situs sepanjang waktu. Bagian permainan kasual adalah benar-benar besar dengan mereka dan setidaknya salah satu teman saya termasuk dalam daftar skor tinggi setiap minggu. Aku tidak pernah bisa mendapatkan skor tinggi! Mereka benar-benar baik.

Tanya(T): Apa yang ingin kamu tambahkan?
Jawab(J): Jika gagasan pertama kamu tidak berhasil, cobalah sesuatu yang baru. Ubah sedikit gagasan kamu dan itu bisa membuat dunia yang berbeda. Pergi untuk tujuan kamu. Jangan biarkan orang lain mengatakan bahwa kamu tidak dapat melakukannya . Banyak orang mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa: “Tiga juta anggota? Kamu tidak akan pernah mendapatkan itu. “Sekarang, kami memiliki 22 juta anggota. Jika kamu memiliki tujuan raksasa, kamu tidak perlu mendapatkan semua jalan untuk itu agar menjadi pemain utama. Perjalanan kewirausahaan Catherine benar-benar luar biasa dan itu hanya awal. Temuka dia di myYearbook!

Quote Catherine Cook : “Untuk setiap pengusaha: jika Anda ingin melakukannya, lakukan sekarang. Jika Anda tidak, Anda akan menyesal. ” “Jika Anda tidak membuat kesalahan, maka Anda tidak membuat keputusan.”

Penerbit Majalah termuda di Dunia

Penerbit Majalah termuda di Dunia
Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi sebagaimana diramalkan futuris Alvin Tofler maupun Arbundance. Wirausahawirausaha muda secara spektakuler muncul dan bertumbuh. Di era lalu dikenal Bill Gates yang mengembangkan Microsoft dan internet, Steve Jobs yang mengembangkan Apple, Howard Schultz dengan Starbuks, Jeff Bezos dengan Amazon, Herb Kelleher dengan Southwest Airlines, Reid Hoffman dengan Linkedin, Sir Richard Branson dengan Virgin Group dsb. Kini wirausaha muda yang mendunia menampakkan diri. Kapankah Indonesia menghasilkan wirausaha yang mampu mewarnai bisnis global ?

Savannah Britt:
Penerbit Majalah termuda Dunia pada usia 14

Savannah Britt adalah seorang penyair sejak usia delapan tahun. Usia Sembilan tahun, dia bekerja sebagai penulis untuk resensi Sbuku anak-anak pada rubric The Kitchen Table News ? di surat kabar New Jersey dengan pembaca 70.000. Ketika surat kabar tersebut bangkrut, Savannah menganggur pada usia 11. Seperti pengusahaKOMUNITA JUNI 2013.23jpg besar, Savannah menarik diri. Dia mulai publikasi sendiri – sebuah majalah bernama Girlpez – membuatnya menjadi penerbit termuda majalah di dunia. Majalah ini memiliki cakupan acara, seperti konser dan fashion show, wawancara dengan orang seperti : Shwayze, Kevin Rudolf, dan Dawn dari Dannity Kane. Sekarang di usia 15, Savannah telah menalihkan majalahnya ke format online, Girlpez.com. Dia berharap menggunakan pengaruhnya untuk memperkuat perempuan dan komunitas mereka.

Berikut ini kutipan wawancara singkat Nick Scheidies and Nick Tar
dengan Savannah.

Tanya (T): Apa yang mendorong kamu menggeluti kewirausahaan?
Jawab (J): Saya suka tantangan. Saya pikir apa yang mendorong saya untuk memulai majalah saya adalah kenyataan bahwa saya masih sangat muda, dan saya melakukan sesuatu yang tak seorang pun di sekitar saya lakukan. Itu mendorong saya, jujur, untuk memulai menggarap majalah saya. Saya yakin bisa menjadi orang yang kompetitif. Ayah dan ibu saya mendorong saya. Ayah saya telah menerbitkan tiga buku dan dia adalah orang yang sangat menentukan. Jika dia mengatakan sesuatu, dia akan melakukannya. Dia juga optimistis dan dia tidak menunda-nunda. Saya pikir dia menginspirasi saya.

Tanya(T): Bagaimana Anda menyeimbangkan bisnis Anda dengan prioritas lain?
Jawab(J): Ini sangat sulit. Aku memandang semua kegiatan sesuatu yang bernilai, jadi saya harus menyeimbangkan studi dengan majalah. Saya pergi ke sekolah enam jam sehari dan saya harus latihan basket setelahnya. Lalu saya langsung pulang dan melakukan wawancara jika saya bisa. Bahkan beberapa Sabtu pagi saya akan melakukan wawancara, karena itu satu-satunya waktu yang saya bisa. Saya juga sedang mengerjakan sebuah proyek musik , dan saya mencoba untuk mendapatkan perhatian dari label. Entah bagaimana aku melakukan semuanya. Aku tidak tahu bagaimana, tapi itu saya dilakukan. Saya punya kalender di depan saya. Sulit memang, tapi saya membuatnya sebagai panduan bekerja. Ketika saya masih sekitar usia 14 tahun, di kelas delapan, saya berpikir bahwa [Girlpez] menempatkan ketegangan pada saya dan bahwa saya tidak akan bisa fokus pada nilai. Tapi saya mampu bangkit kembali. Saya selalu menjadi orang yang sangat independen, tapi akhirnya aku meminta bantuan dari orang tua saya.

Tanya(T): Apa yang ingin kamu tambahkan?
Jawab(J): Saya ingin mengumpulkan uang untuk Haiti [setelah gempa Januari 2010]. Itu adalah pengalaman yang menyedihkan yang terjadi di sana, tapi itu jelas sesuatu yang saya inginkan. Ini adalah panggilan membangun dunia, bahwa ada banyak orang yang terserang kemiskinan. Saya juga bekerja dengan pengusaha muda lain yang menjalankan sebuah blog, Jayswag.com. Kami ingin mengumpulkan sebuah konferensi yang akan menampilkan orang dalam industri yang berpengalaman di bidang hip-hop. Kami ingin memiliki sebuah panel dan remaja yang bisa datang bertanya dan berdiskusi. Ada beberapa hal di industri hiphop yang berangkat dari bawah dan mereka perlu ditangani – seperti cara mereka menggambarkan perempuan dalam video musik, orang-orang dalam iklan, dan tidak ada masalah warna kulit. Ini adalah sesuatu yang perlu dibicarakan. Savannah meninggalkan saya beberapa kali dalam wawancara ini. Ini luar biasa untuk berbicara dengan seorang gadis muda yang memiliki begitu banyak arah dan tekad dalam hidupnya. Anda akan melihat lebih banyak dari dirinya.


Quote Savannah Britt
: “Tidak ada alasan untuk ragu-ragu … menjadi seorang pengusaha adalah pengalaman belajar.”

The Power of Husnudhzon

MOSAIK INFO KEWIRAUSAHAAN

“The Power of Husnudhzon” Inspirasi Tentang Intrepreneurship”

Jakarta – Rudi Wirawan Rusli dalam buku yang ditulisnya berjudul The Power of Husnudhzon mengatakan, setiap entrepreneur sukses harus memiliki integritas dengan falsafah “Husnudhzon” yang ditopang lima pilar. “Para wirausaha harus memiliki character building”.
Saya berharap kepada masyarakat, khususnya generasi muda dapat memaknai isi buku ini dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk hidup penuh bersyukur kepada Tuhan YME, berakhlaq mulia, berusaha dengan berintegritas, melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar,”ujar Rudi di Jakarta, kemarin.KOMUNITA JUNI 2013.jpg19
Dalam buku itu, Rudi yang juga Chairman Eurocapital Peregrine Securities (EPS) ini juga menuliskan strategi atau kiat-kiat sukses berwirausaha dan berbagi pengalaman kisah nyata tentang perjuangannya mulai dari masa SLTA, kuliah sambil jual pempek dan bekerja menjadi tukang cuci piring saat kuliah di AS, membuka usaha travel, serta kiprahnya di pasar modal hingga menang melawan mafia pasar modal di tingkat MA. Dari pengalaman ini akan memberikan pembelajaran yang tak ternilai bagi masyarakat. Menanggapi isi buku ini, Ketua Program Pendidikan Entrepreneurship Universitas Brawijaya Malang, Prof. DR.
Lilik Setyobudi mengatakan, buku The Power of Husnudhzon harus menjadi handbook para pemula yang ingin masuk ke sektor pasar modal. “Buku ini bisa menjadi refrensi bagi para entrepreneur yang akan memulai usahanya atau masyarakat yang ingin mengetahui seluk-beluk pasar modal,” pungkas dia.
Ia menambahkan, semangat kewirausahaan yang berintegritas, juga memang sangat diperlukan dan telah ditunggu kehadirannya oleh rakyat Indonesia umumnya dan dunia usaha Indonesia khususnya. Dia menambahkan, sebaiknya para wirausaha sektor pasar modal juga harus mencermati berbagai aturan yang ada di lantai bursa. Berdasarkan pengamatannya, saat ini banyak dari peraturan yang saling bertentangan satu sama lain.
“Peraturan itu tidak hanya akan berdampak pada sektor pasar modal, tetapi juga akan mempengaruhi ‘trust’ investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air,” ujar Lilik.
Dia mencontohkan kasus yang pernah dialami Rudi yang akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung karena tak terbukti melakukan pidana pencemaran nama baik terhadap Bapepam-LK, dimenangkan gugatan PTUN nya mulai dari tingkat pertama hingga Mahkamah Agung.
2013 Wirausaha Indonesia Tembus 2,5%
KOMUNITA JUNI 2013.jpg20

IMQ, Jakarta ? Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) menargetkan pertumbuhan wirausaha Indonesia tahun depan akan melampaui jumlah ideal sebesar 2% dari jumlah populasi penduduk, yakni menembus angka 2,5% atau 6.128.655 orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan wirausaha Indonesia hampir mendekati angka ideal sebesar 2%, yakni 1,56% atau 3.707.205 orang. Target tersebut kami perkirakan bisa tercapai, karena banyak program pendukung dari Kemenkop untuk menciptakan wirausahawirausaha baru, kata Sekretaris Kemenkop,
Agus Muharram pada acara dengar pendapat dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (3/9). Jumlah wirausaha Indonesia dua tahun lalu, menurut Agus, masih sekitar 0,24% (570.339). Peningkatan jumlah ini terjadi, karena terdorong dari program-program pengembangan wirausaha.
Program penciptaan wirausaha yang diusung Kemenkop seperti Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang diimplementasikan pada tingkat pusat dan daerah, pelatihan nasional kewirausahaan, sosialisasi kewirausahaan di seluruh provinsi. Untuk event ekspo kewirausahaan, program magang di perusahaan, pembekalan teknis dan manajerial bagi wirausaha, dan pengembangan inkubator bisnis melalui perguruan tinggi serta program pengembangan kewirausahaan pada kementerian, lembaga maupun asosiasi usaha terus kami tingkatkan, paparnya.
Potensi paling besar, lanjut Agus, juga dihasilkan melalui Tempat Pelatihan Ketrampilan Usaha (TPKU) yang dipusatkan pada sekolah-sekolah kejuruan di daerah maupun di Pondok Pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan titik. Para siswa yang dilatih pada TPKU, bahkan terus dikawal sejak mengikuti program pelatihan hingga permodalannya. Kami mempersiapkan akses pembiayaan bagi usaha mereka melalui program kredit usaha rakyat (KUR) maupun dari lembaga keuangan lain, ujarnya.
Agus menambahkan, TPKU menjadi basis penciptaan wirausaha paling besar, karena programnya juga didukung pembiayaan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tepatnya melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM. Bantuan yang dialokasikan sebesar Rp100 juta kepada setiap TPKU. Hal tersebut merupakan wujud pemerintah meningkatkan wirausaha baru, tandasnya.
Mahasiswa & Pelajar Dorong Daya Saing Wirausaha

BERBAGI SEMANGAT WIRAUSAHA

KOMUNITA JUNI 2013.jpg18BERBAGI SEMANGAT WIRAUSAHA BERSAMA RIAN
Menumbuhkan jiwa enterpreneur di kalangan muda guna ikut serta dalam pembangunan Ekonomi Global.

 

Nama: Rian Pite Budi Reza.
Nama Panggilan: Rian.
Jurusan/Angkatan: Manajemen S1 tingkat 1 angkatan 2012.
Hobi: Wirausaha

 

Pada saat duduk di bangku SMA, saya tidak berfikir menjadi seorang entrepreneur. Fokus saya saat itu melanjutkan Sekolah?Ikatan Dinas karena saya berpendapat bahwa jika masuk Sekolah Ikatan Dinas, saya bisa bersekolah gratis dan dibiayai Negara.

Namun, harapan saya tidak terpenuhi karena gagal mengikuti seleksi beberapa Sekolah Ikatan Dinas. Lalu saya ditawari salah satu anggota keluarga untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Saya segera mencari peluang di berbagai Universitas dan Politeknik di Kota Bandung, baik Negeri dan Swasta.
Saya mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi di Kota Bandung diantaranya melalui jalur Undangan, PMDK dan USM. Singkat cerita, saya diterima di empat Perguruan tinggi swasta. Salah satunya Universitas Widyatama, Fakultas Bisnis Manajemen. Saya memutuskan menempuh pendidikan S1 di Univesitas Widyatama.

Setelah kuliah di Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widyatama saya memutar cara pandang saya 360, yang semula ingin mengabdi kepada negara berputar arah menjadi seorang enterpreneur. Menjadi entrepreneur memang sebuah pilihan. Pilihan yang kadang kala tidak masuk akal namun, bisa menimbulkan kecanduan bagi yang sudah merasa menguasai bedanya dan tahu kira-kira rintangan apa yang bakal dihadapi.

Semisal seorang bankir (jabatan yang tinggi dalam sebuah Bank) malah mengundurkan diri dari jabatannya dan memilih untuk mengikuti training di salah satu negara di Asia Tenggara hanya untuk memperoleh lisensi sebuah restoran fastfood terkenal di negeri ini.

Ternyata usaha beliau berbuah hasil, malahan sekarang beliau memiliki jaringan restoran terbesar di Indonesia (dikutip dari jangan mau seumur hidup jadi orang gajian hal.137). Menurut pengalamannya dari 100 orang pengusaha baru 80% akan jatuh bangkrut karena ignorance.
Salah satu persyaratan penting untuk menjadi wirausaha sukses adalah jiwa wirausaha dan pantang menyerah. Jika takdir memberikan rasio yang sedemikian maka tinggal kita memilih. Menjadi satu dari 80% yang gagal atau menjadi satu dari 20% yang berhasil. Karena itu kita harus selalu istiqomah, tidak bisa di sini coba lagi dan banyak-banyaklah diskusi dengan orang yang ahli di bidangnya.

Saat mulai mengikuti pendidikan di Univeristas Widyatama hal utama yang saya lakukan adalah mencari wadah untuk mengembangkan jiwa enterpreneur yang saya miliki. Saat itu saya bertemu dengan rekan satu angkatan yang kemudian menjadi partner bisnis hingga saat ini.
Dia mengajak saya menjadi anggota salah satu unit kegiatan mahasiswa yang disebut BCD (Bussines Community Development). Disitulah saya mulai mengenal banyak tentang enterpreneur. Akhirnya saya memutuskan untuk berbisnis, berjualan sepatu online dengan merk-merk terkenal.

Ketika terfikirkan hal itu saya dan rekan saya langsung melakukan survey mencari distruibutor-distributor yang akan menjalin kerjasama. Saat itu saya dan rekan, bergerak cepat karena kami berfikir bisnis adalah kesempatan. Dan kesempatan belum tentu datang dua kali. Harapan saya menjadi wirausaha mulai menemui titik terang. Setelah menemui distributor-distributor saya mulai memfokuskan diri memulai bisnis ini. Konsekuensikonsekuensi yang bakal timbul saya fikirkan sebaik mungkin

Republik Entrepeneur 2025 ?

Melalui kebijakan di atas, Pemerintah Indonesia menargetkan bakal menyandang predikat Republik Entrepeneur dengan pendapatan per kapita US$ 13 ribu-16 ribu dengan produk domestik bruto (PDB) US$ 3,8 triliun-4,5 triliun dan merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-12 dunia pada 2025. Pencapaian itu diharapkan dapat mendongkrak posisi Indonesia menjadi negara terkaya ke-7 di dunia di tahun 2030, ungkap Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Perekonomian, Eddy Putra Irawady di Jakarta, Senin (18/2/2013).

 

Editorial

Sidang pembaca yang budiman,

Dalam perspektif global mengutip kesimpulan Margaret Miller dalam buku History of Entrepreuneur bahwa : In this era of globalization, the pace of growth of entrepreneurship has increased in leaps and bounds and it has sky as its limit. Lebih lanjut dikatakan :

Entrepreneurship has
shown drastic changes in almost all economies of the world providing the
mankind with new domains of globalization. It has turned the world into a
global village and has made the world a better place to live in. (Dalam era
globalisasi ini, laju pertumbuhan kewirausahaan telah meningkat pesat
dan hanya langit sebagai batasnya. Kewirausahaan telah menunjukkan
perubahan drastis di hampir semua negara di dunia menyediakan manusia
dengan domain baru globalisasi. Ini telah mengubah dunia menjadi
sebuah desa global dan telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih
baik untuk hidup).

Ini artinya, bahwa entrepreuneur/kewirausahaan sudah merupakan arah bagi perekonomian di skala nasional, regional maupun global. Ini sebuah peluang dan tantangan. Fakta, semisal Jepang, Amerika, bahkan ASEAN (Singapura, Thailand) telah mendorong kewirausahaan sebagai kunci pertumbuhan ekonomi mereka. . Padahal kalau kita perhatikan sumber daya aalam mereka relative terbatas. Tetapi karena mereka sadar kunci utama adalah SDM, maka mereka membuat kebijakan konsisten bagi pengambangan SDM, khususnya terkait dengan kewirausahaan.

Bagaimana dengan Indonesia ? Negeri yang kaya sumber daya alam maupun manusia, apakah terlena ? Negeri kepulauan yang terbentang di sepanjang garis khatulistiwa, dengan luas daratan 1, 9 juta km2 dan 3,1 juta km2 luas perairan, memiliki lebih dari 300 ragam suku dan 742 bahasan dan dialek, memiliki 8 World Heritage Cultural Sites. Sebagai negara archipelago terluas, Indonesia memiliki populasi penduduk terbesar ke empat di dunia, sekitar 337 juta orang yang merupakan potensi
sekaligus pasar, sekaligus dalam ke depan memiliki keuntungan demografis ? dimana penduduk usia muda memiliki jumlah yang relatif besar. Kekayaan sumber daya alam dengan mega biodiversity (peringkat
17 dari 139 nengara), forest diversity-sebagai hutan tropis terbesar setelah Brazil. Tetapi kita masih miskin entrepreneur ? dari 237 juta penduduk hanya 0,05 % terjun sebagai wirausaha, padahal kita Negara kaya sumber daya. Bahkan pengangguran kini prosesntasenya lebih besar porsinya pada pengguran terdidik (lulusan perguruan tinggi).

Sejauh ini para usahawan kita kebanyakan bukan hasil pendidikan formal. Karena itu bagaimana peran perguruan tinggi
menciptakan tenaga terdidik yang berjiwa entrepreneur ? Dalam kaitan itu, tema KOMUNITA edisi #7 adalah Kewirausahaan/Entrepreneurship. Melalui tema ini kami menghadirkan beberapa artikel yang mengupas kewirausahaan dari berbagai perspektif.

KOMUNITA juga menyajikan rubrik baru BUAH PIKIR. Sebuah forum yang menyajikan buah pikir rekan-rekan dosen dan civitas academica dalam bidang keilmuan masing-masing. Buah pikir mengandung arti inisiatif, inspirasi, gagasan, opini menghasilkan buah piker yang menuju pada rintisan. Rintisan tentang apa tentunya banyak hal. Diharapkan rintisan tentang bebagai hal yang positif dan bermanfaat. Karena itu Rubrik baru ini diharapkan membuahkan harapan-harapan tadi. Pembaca yang budiman, kami hadirkan pula artikel rehat berupa mosaik berita kewirausahaan, aktivitas Universitas dan Yayasan Widyatama, serta Widyatama Inspiring.

Semoga pembaca yang terhormat dapat memetik nilai-nilai yang terkandung dalam sajian kami. Seluruh jajaran redaksi mengharapkan saran dan masukan agar kami dapat menyajikan buah pikir dan informasi yang bernas, sekaligus menumbuhkan etos kerja institusi Widyatama. Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta.

Redaksi – Lili Irahali