Home Blog Page 57

Softskill Semakin Pentingkah ?

Sidang Pembaca yang budiman

Di era global dan digital ini kesempatan kerja maupun wirausaha lintas batas negara bertumbuh dan spektakuler. Singkatnya dunia telah dan senantiasa berubah, ekonomi berubah, bisnis berubah, kompetisi berubah, perilaku konsumen berubah. Kita, organisasi perusahaan dituntut being humble and keep learning, karena kita dihadapkan pada gelombang VUCA (Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity / Kerapuhan, Ketidakpastian, Kerumitan dan Kerancuan). Ini berbanding terbalik, perkembangan dunia pendidikan tidak selalu paralel dengan realitas dunia kerja, usaha dan industri (DUDI). Lulusan perguruan tinggi begitu memasuki dunia DUDI dihadapkan pada kenyataan yang sama sekali berbeda. Ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah seringkali juga tidak banyak membantu dunia DUDI. Kesenjangan dunia pendidikan dengan dunia DUDI yang disebut-sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya pengangguran terdidik, sekaligus kesulitan dunia kerja, usaha dan industri mendapatkan pekerja terampil dan berpendidikan.

Pendidikan Tinggi cenderung masih berorientasi pada lulusan dengan high competence IPK tinggi dan lulus cepat (baca – tepat waktu). Sementara dunia kerja berorientasi pada lulusan yang memiliki kemampuan teknis dan non teknis. Kompetensi teknis berhubungan dengan latar belakang keahlian sedang kompetensi non teknis yang intangible biasa disebut softskill. Aspek non teknis mencakup motivasi, adaptasi, komunikasi, kerjasama, problem solving, manajemen stress dan kepemimpinan, juga kecerdasan menghadapi kesulitan, hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan dan tantangan hidup (atau AQ/ Adversity Quotient).

Pendidikan tinggi belum mampu mengembangkan kompetesi non teknis. Akhirnya banyak buku membahas softskill dan diminati. Buku laris Lesson From The Top tulisan Neff & Citrin, misalnya. Bahkan buku Seven Habits of Highly Effective People tulisan Stephen R. Covey dibeli orang dan terjual lebih dari 15 juta kopi dalam 38 Sementara organisasi perusahaan dan industri (dunia kerja) menyelenggarakan training bagi karyawan terkait softskill bertemakan : Leadership, Motivasi, Mind Set, Team Building, Ethos, Coaching, Counselling, Pengembangan Diri, Kecerdasan Emosi, ESQ Building Trust, Interpersonal Communication Skill, Problem Solving Decision Making dan banyaklagi.

Softskill memang semakin menjadi keterampilan utama bagi tenaga kerja saat ini. Seorang pekerja tidak hanya cukup terlatih dalam keterampilan teknis, tanpa mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal dan hubungan yang lebih lembut, yang membantu orang berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif. Atribut softskill dimiliki setiap orang dengan kadar yang berbeda, yang meliputi : nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Demikian pula setiap pekerjaan memerlukan kadar softskill yang beragam walaupun ada kaidah-kaidah yang sama. Sebagai keterampilan personal, softskill merupakan keterampilan khusus yang bersifat kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sebagai keterampilan interpersonal, softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Keterampilan di atas lebih penting daripada sebelumnya ketika organisasi berjuang untuk menemukan cara yang berarti untuk tetap kompetitif dan menjadi produktif kerja tim, kepemimpinan, dan komunikasi didukung oleh pengembangan softskill. Karena masing-masing merupakan elemen penting untuk kesuksesan organisasi perusahaan dan pribadi, maka mengembangkan keterampilan ini sangat penting dan penting.

Atas dasar itulah KOMUNITA edisi #20 mengangkat kembali tema “Softskill Semakin Pentingkah ?” dengan menghadirkan beberapa artikel softskill yang mengupas dari perspektif pendidikan dan dunia usaha dan industri yang dinamis. KOMUNITA juga menyajikan rubrik lain yang menyajikan olah pikir civitas academica terkait dengan profesi masing-masing mensikapi masalah dari pandangan akademis. Selain itu kami sajikan tulisan rehat berupa aktivitas Universitas dan Yayasan Widyatama, profil, lifestyle yang bisa kita simak bersama.

Semoga pembaca yang terhormat dapat memetik nilai-nilai yang terkandung dalam sajian kami. Seluruh jajaran redaksi mengharapkan saran dan masukan agar kami dapat menyajikan buah pikir dan informasi yang bernas, sekaligus menumbuhkan etos kerja lembaga pendidikan tinggi, institusi Widyatama khususnya. Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta.

Dhafin Faza Ghani Bermodal Ketekunan menggeluti “Bowling”

Dhafin Faza Ghani seorang atlet bowlingNiat untuk menjadi seorang atlet bowling tidak pernah terbayang sama sekali di benak saya, namun ternyata takdir-lah yang menentukan perjalanan hidup ini.

Awalnya saya hanya menyenangi dan menggeluti olahraga bidang renang sejak di bangku Taman kanak-kanak (TK) hingga pertengahan kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama) karena bapak pun merupakan pelatih renang di tingkat nasional. Namun selama kurun waktu 10 tahun lebih menggeluti bidang renang, ternyata tidak memperoleh kemajuan yang cukup berarti dan hanya sebatas mengikuti kompetisi daerah saja apalagi ingin mengharapkan berlaga pada ajang nasional.

Ketika memasuki kelas 1 jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas), berdasarkan rekomendasi bapak untuk mencoba beralih kemampuan pada bidang olahraga bowling karena di saat itu Provinsi Jawa Barat sedang mencari atlet-atlet baru berbakat yang bisa dilatih untuk kemajuan daerahnya sendiri. Saya pun ikut mencoba dalam menggali kemampuan bidang bowling hingga memperoleh arahan dari pelatih asal negeri Korea.

Kemudian saya memperoleh pelatihan ini kurang lebih 1 tahun hingga diajarkan langkah demi langkahnya karena memang sama sekali belum pernah memegang bola sebesar bowling. Berbagai teknik keilmuan mengenai kedisiplinan dan ketegasan saya dapati dari pelatih asal negeri Korea ini karena memang harus bisa beradaptasi secara konsekuen. Banyak manfaat dan bimbingan yang saya dapatkan melalui pelatih tersebut termasuk teknik-teknik ham di bidang olahraga bowling. Setelah berlatih sekian lama oleh pelatih asal negeri Korea, kemudian saya memperoleh pelatih ham asal negeri sendiri bernama Alex Sitompul yang memang telah lama dan pernah juara dalam berbagai kompetisi di bidang bowling. Berdasarkan arahan pelatih baru ini, akhirnya saya mendapatkan program pelatihan berjenjang yang lebih Ianjut serta fokus.

Selama kurun waktu tahun 2012 hingga tahun 2013, saya masuk dalam daftar team “Prima Pratama” yang mempakan salah satu program ‘Pelatnas Junior’. Berbagai pengalaman dan kompetisi tingkat nasional banyak saya ikuti hingga mencoba bertanding ke berbagai daerah. Setelah berakhirnya program pelatnas ini, saya sulit mencari sponsor dalam mendanai berbagai kegiatan dan kompetisi lainnya. Saya pun sempat berhenti (off) selama 10 bulan disebabkan faktor dana, karena memang olahraga bowling ini cukup mahal.

Pada pertengahan tahun 2014 sejak memasuki bangku kuliah di Universitas Widyatama Bandung, saya memulai kembali berlatih bowling meskipun dengan biaya sendiri. Adapun jadwal latihannya setiap hari jumat sampai minggu ( weekend) di Jakarta, karena pelatih terbaik dan tempat latihan yang memadai hanya ada di Jakarta dan tidak menggangu jadwal kuliah juga. Selama periode 2014-2015 saya belum mendapatkan prestasi. Hingga akhirnya pada bulan Desember tahun 2015 saya baru memperoleh piala pertama Gubernur Jawa Barat dengan hasil yang sangat gemilang (juara 1). Setelah mendapatkan moment kejuaraan itu, hampir selumh kompetisi lainnya yang saya ikuti – alhamdulillah selalu juara dan naik podium (memperoleh piala). Mulai dari kejuaraan tingkat nasional di Jakarta, Surabaya, Bali dan Malang.

Pada bulan Oktober tahun 2016, saya diberangkatkan oleh team pelatnas Indonesia untuk bertanding di negera Malaysia dan ini mempakan kesempatan pertama randing di luar negeri meskipun hanya sebatas masuk kategori finalis saja. Pada bulan Desember tahun 2016 kembali ada event kejuaraan di negera Malaysia hingga akhirnya masuk nominasi dalam lingkup 8 besar. Setelah sempat vakum dalam beberapa bulan, akhirnya saya mengikuti kompetisi kembali di bulan Mei tahun 2017 dengan hasil yang cukup memuaskan (posisi juara ke-2). Kompetisi bertanding yang saya ikuti pada bulan Juli tahun 2017 dengan meraih juara 1 adalah ajang pertandingan tingkat nasional yang memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta.

Selain fokus di bidang olahraga bowling, kegiatan akademik di kampus pun selalu saya perhatikan dengan sebaiknya. Prestasi akademik yang saya raih pada awal semester hingga pertengahan semester di kampus memperoleh IPK rata-rata di 3,5 hingga 3,7. Pada pertengahan semester (semester 3-5) dan di tengah padatnya jadwal serta kesibukan olahraga bowling, kegiatan perkuliahan sempat terbengkalai karena memang sedang aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi – baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun saya pun terus memantau dan mengikuti kegiatan perkuliahan secara berkesinambungan meskipun telah memperoleh dispensasi dari kampus. Saya mempakan atlet ham dalam olahraga bowling karena minimnya regenerasi pada bidang ini sehingga bertekad untuk bisa memajukan olahraga bowling hingga ke mancanegara serta dapat bersaing dengan atlet lainnya yang sudah berhasil terlebih dahulu. Target saya bisa masuk ke team inti nasional walaupun cukup ketat persaingannya karena hams bertanding dengan para senior yang sudah memiliki pengalaman dan peringkat Asia bahkan di dunia. Cita-cita saya bisa mengumandangkan Indonesia Raya di berbagai negara dunia, karena akan memiliki kebanggan tersendiri jika hal itu dapat terwujud dengan sukses.

Dhafin Faza Ghani 2Pesan = Kunci dalam meraih berbagai prestasi di bidang olahraga adalah jangan cepat putus asa clan menyerah, walaupun baru meniti karir di berbagai bidang olahraga yang digeluti. Tanamkan dalam sebuah prinsip, jika ada orang lain bisa melakukan hal tersebut (bidang olahraga) mengapa kita tidak mau mencoba dalam melakukan hal itu.

Catatan = Jangan terlalu berharap dengan apa yang akan diberikan oleh Indonesia kepada kita, akan tetapi lakukanlah yang terbaik untuk Indonesia karena kita telah diberi kesempatan untuk tinggal di negeri terindah ini.

Dhafin Faza Ghani 3Curriculum Vitae Dhafin Faza. Ghani Bandung, 6 Oktober 1995

Fakultas Bisnis & Manajemen-Angkatan 2014 Jin Pasir ImpunAtas No. 7-Bandung

Prestasi Olahraga Bowling

Juara 1 Piala Gubernur DKI Jakarta thn 2016 & 2017 Juara 1 Piala Walikota Bandung thn 2015

Juara 2 Piala Gubernur Jatim thn 2016

Juara 3 pada kompetisi ”Spirit Open” Peringkat 8 Besar dari 54 milo All star Malaysia (Written by Abdul Rozak)

 

“Arthentic”Widyatama : Saatnya Buktikan Kami Bisa

"Arthentic''Widyatama : Saatnya Buktikan Kami Bisa
“Arthentic”Widyatama : Saatnya Buktikan Kami Bisa

Senin (2215), Dalam memperingati bulan Pendidikan dan Kebangkitan Nasional, mahasiswa Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama menyelenggarakan acara bertajuk Anhentic mengwung tema “Kebangkitan Bangsa melalui Pendidikan Kreatif yang Inklusif” di Gedung Indonesia Menggugat, JI. Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung. Acara dengan tagar #TEMANINKLUSI ini menyuguhi para pengunjung pameran karya-karya m.ahasiswa FDKV Universitas Widyatama, workshop dan ilmu tcntang desa.in komunikasi visual. Selain itu, diadakan pula sosiali.sasi psikiatri gratis untuk para penyandang disabilitas.

Terna pendidikan sekaligus kcbangkitan nasional salah satunya pendidikan inklusif, sesuai dengan dedikasi dan komitmen Univc:rsitas Widyatama dalam kesetaraan pendidikan. Ini dihuktikan Yayasan Widyarama celah menjadi perincis pendidikan inklusif bagi para penyandang disabilitas dengan didirikannya Art Therapy Center Widyatama.

Arthentic Widyatama

“Dalam memperingati hari pendidikan dan kebangkitan nasional, Gedung Indonesia Menggugat ini mengingatkan kita kepada Ir. Soekarno saat momen-momen kemerdekaan Indonesia. Acara ini mengusung semangat kebangkitan nasional yang dituangkan dalam bentuk karya-karya anak bangsa yang juga mengusung scmangat toleransi,” ujar Sri Lestari Roespinoedji, S.H. Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama. “Hidup harus punya arti bagi dirisendiri dan oranglain, setidaknyadalam bentukkarya.

Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatlf, Poppy Savitri yang diwakili Bpk. Maman, dalam sambutannya menyatakan : “Saya merasa tersanjung diundang ke acara ini. Betul sekali hahwa peran serta m.ahasiswa dalam mengemhangkan ekonomi kreatif itu mutlak diperlukan. Bekraf akan siap mendukung apabila ada acara serupa, agar mendekatkan jarak antara masyaraka.t dan pemerintah.”

Di tengah-tengah acara para tamu undangan dan pengunjung disuguhi penampilan akustik dari Arid dan Agif, dua m.ahasiswa dari Art Therapy Center, yang membawakan lagu karya mereka sendiri berjudul “Asap” dan “Buah dan Sayur”. Meskipun mereka sama-sama berada dalam keterbatasan, kemauan keras untuk tetap berkarya dan berlatih membawa mereka kc keadaan yang boleh jadi orang yang secara .fisik diberi kesempurnaan pun belum tentu bisa melakukannya. ?”Bravo!” tutup Ariel dipenghujung lagunya.

Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama boleh berbangga karena ada? seorang mahasiswanya, Ramandhika Haikal Muhammad Ibrahim atau yang lebih akrab dipanggil Ibe, yang berprestasi internasional. “Perguruan tinggi iru harus inklusif dan mau menerima anak-anak ini. Universitas Widyatama menjadi perintis pendidikan inlclusif yang digagas oleh ibu Koesbandijah Abdul Kadir. Jika anak-anak penyandang disabilitas bisa berprestasi, sudah separutnya mereka yang diberi kesempurnaan oleh Allah swr bisa untuk lebih berprestasi lagi,” ujar Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn. selaku Dekan FDKY.

Pada kcsempatan tersebut Yayasan Widyatama memberikan penghargaan dan beasiswa kcpada lbe.Acara pembukaan ditutup dengan TaOtshow bertopik ” Desain Komunikasi V1Sual sebagai Sektor Ekonomi Kreatif dalam Perspek.tif Akademik n mengundang tlga narasumber : Hastjarjo Boedi Wibowo, M.Ds. – KetuaAIDIA, dosen dan praktisi; Poppy Savitri – Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatifyangdiwakili Bpk. Maman dan terakhir Rudy Farid, M.Ds. -dosen, praktisi dan asesor kompetensi.

Dengan berlangsungnya acara ini kami membuktikan eksistensi kami dengan berkarya. Inilah saatnya membuktikan bahwa kami bisa,” pungkas Hardi, Ketua Pelaksana Arthentic 2017/2018.(Mktg)

 

Dosen dalam Kekinian dan Ke Depan ? Sebuah tanya

Dosen dalam Kekinian dan Ke Depan ? Sebuah tanya
Dosen dalam Kekinian dan Ke Depan ? Sebuah tanya

Sidang Pembaca yang Budiman.

Kehadiran Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 telah menghidupkan iskusi dalam grup dosen dan asosiasi dosen. Pasalnya, Permenristekdikti berbicara tentang tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan profesor ini multi interpretasi. Padahal dalam Permendikbud No. 78 Tahun 2013 hal ini secara eksplisit sudah disinggung dalam Pasal 4. Tampak ada perbedaan pandang. Pemerintah memandang produktivitas dosen perlu ditingkatkan, seiring dengan tantangan dan dinamika yang berkembang. Sementara dosen memandang berbagai fasilitas yang diperlukan untuk itu (menjalankan fungsi Tridharma sejalan dengan persepsi pemerintah) belum difasilitasi secara memadai, namun pemerintah sudah memberikan sanksi.

Apapun polemik yang berkembang, keberadaan dosen tentunya mengandung makna khusus bagi kita, yang notabene hasil didikan dan sentuhan para dosen. Dosen sesungguhnya “GURU” yang bisa saja dipanjang-akronimkan “digugu dan ditiru”, yang bermakna sosok panutan dan rujukan ilmu pengetahuan bagi pembelajar. Apakah makna tersebut masih ajeg di era kini ? Apapun persepsinya, sesungguhnya kita membutuhkan sosok dosen dalam kehidupan dan memaknai kehidupan, baik di masa pendidikan formal maupun pasca pendidikan formal.

Dalam kosa kata “UU Guru dan Dosen”, dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kosa kata tersebut menguraikan : 1) Dosen sebagai subjek (pertama) dan pelaku adalah sosok pendidik profesional dan ilmuwan.2) Predikat kerjanya adalah mentransformasi, mengembangkan, dan menyebarluaskan. 3) Obyek yang ditransformasi, dikembangkan, dan disebarluaskan adalah ilmu pengecah uan, ceknologi dan seni. 4) Kecerangan pengabdian kerjanya melalui Tridharma – pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 5) Penerima kinerja dosen sebagai subjek (kedua) yakni mahasiswa acau pembelajar. Dalam konteks di atas, dosen dicuntut mempunyai : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Itulah, kalimat kerja dosen dengan kompetensi yang seyogyanya terpahami dan termakna-kan sepanjang menjalankan profesi perdosenannya. Dalam makna di atas, terkandung tugas mulia dosen, yakni menghantarkan mahasiswa atau pembelajar mewujudkan cita-cita mereka dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsanya. Mahasiswa atau pembelajar seharusnya merupakan alasan utama bagi kehadiran, kinerja, outcome dan signifikansi profesi perdosenan .

Karena itu sebagai profesi, dosen memang memiliki standar dan ukuran keprofesiannya yang celah disepakati. Ukuran dan standar inilah yang menunrut seorang dosen memanfaatkan masa yang ada untuk melaksanakan pendidikan sebaik-baiknya serta mengembangkan ilmu dan pengabdian pada masyarakat, dan bangsa.

Sedang sebagai ilmuwan, dosen memang dituntut menyadari pentingnya membangun kompetensi. Salah satu kunci keberhasilan peningkatan kompetensi tiada lain melakukan penelitian bidang ilmunya, saling berkomunikasi, memberikan informasi pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, seni dan budaya antar teman sejawat, para ilmuan dan Iembaga-Iembaga pengetahuan lainnya melalui berbagai media.

Kesadaran dosen memaknai dirinya sebagai seorang ilmuwan yakni mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi, peduli dan memiliki tanggung jawab sosial, berlaku benar, penuh dedikasi dan dapac dipercaya tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.

ltu semua, erat kaitannya dengan peningkatan kualitas diri dosen yang berdampak langsung pada kualitas pribadi ?maupun institusi, berpengaruh positif bagi keseluruhan kredibilitas dosen dan dunia pendidikan, sekaligus membekali pembelajar mengapai cita dan harapannya. Lebih jauh, tanggung jawab berat para dosen adalah meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di masa depan, agar mampu bersaing secara global.

Kalimat kerja dosen di acas untuk mewujudkan mahasiswa sesuai amanat undang – undang dan harapan kita, yaitu tenaga kerja atau insan yang berkualitas yang memberi makna bagi masyarakat . Namun , faktanya mahasiswa/pembelajar telah kehilangan idealisme, yang membuat mahasiswa seperti kehilangan arah. Mahasiswa seakan-akan tidak peduli lagi dengan nasib masyarakatnya, hanya ada segelintir mahasiswa yang masih peduli dan konsisten. Padahal mahasiswa juga insan

akademik yang tentunya memiliki logika akademis serta intelektualitas yang dibutuhkan masyarakat. Benarkah sistem pembelajaran sekarang, membuat mahasiswa hanya mengejar nilai (indeks prestasi) dan hanya berpikir bagaimana caranya lulus cepat. Sehingga mahasiswa kehilangan daya kritis, mahasiswa tidak peka menangkap realitas sosiologis dan realitas psikologis yang terjadi dalam masyarakat. Benarkah sistem pembelajaran kini hanya melatih mahasiswa menjadi kuli ?

Mengembangkan dan menjaga potensi diri mahasiswa tentunya harus berangkat dari kesadaran mahasiswa sebagai salah satu komponen bangsa, juga dosen selaku pendidik. Inilah tantangan-tantangan dosen !!! Bersediakah kita melanjutkan profesi sebagai Dosen Kita akan mengacakan “keterlaluan” atau bahkan mungkin mengumpat “tak tahu diri”, bila seorang dosen tak mampu menjawab “siapakah dirinya”. Akan tetapi, sejujurnya, benarkah kita benar-benar mengenal siapa dosen ?

Dalam kaitan di atas “Komunita”mencoba rnelihat apa, mengapa dan bagaimana dosen dalam berbagai perspekti Untuk itu, “Komunita” mencoba mengurai untuk lebih memahami dosen menjalankan perannya sejalan dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat. Sejauhmana otoritas pendidikan tinggi menghantarkan dosen menjalankan.

Gerakan Wirausaha Digital Marketing Bagi Generasi Muda

GERAKAN WIRAUSAHA DIGITAL MARKETING BAGI GENERASI MUDA
GERAKAN WIRAUSAHA DIGITAL MARKETING BAGI GENERASI MUDA

Wirausaha dapat membentuk pribadi seseorang menjadi mandiri dan tangguh, pekerja keras, selalu berusaha mengembangkan kreativitas dan inovasinya , yang sesungguhnya merupakan penguatan terhadap peran perguruan tinggi sebagai smart Univercity, dalam rangka mewujudkan generasi muda yang unggul, berprestasi, nyaman dan sejahtera. Dalam kehidupan sosial ada asumsi yang menyatakan bahwa tidak ada masyarakat yang maju, sejahtera dan dihargai bangsa lain tanpa kemajuan ekonomi, dimana hal ini bisa dicapai jika ada semangat kewirausahaan yang kuat dari pribadi diri sendirinya. Namun persoalannya adalah profesi wirausaha belum menjadi pilihan utama masyarakat kita, karena lebih banyak bercita-cita menjadi pegawai daripada bermata pencaharian secara mandiri.

Meski berwirausaha memungkinkan pelakunya menjadi kreatif dengan pendapatan yang optimal, tetapi pada kenyataannya di masyarakat kita lebih banyak orang tertarik bekerja di perusahaan atau pemerintah. ltu pula sebabnya, membangun semangat kewirausahaan identik dengan mengubah mindset, sikap dan perilaku dari mental buruk menjadi mental pengusaha, dengan konsekuensi keharusan bekerja keras, sanggup mengambil keputusan dan siap menghadapi resiko. Membangun jiwa kewirausahaan juga bukannya tanpa kendala, karena para pemula pada umumnya terkendala permodalan, jaringan pemasaran dan perluasan pasar, infrastruktur, daya saing dan akses informasi. Belum lagi keterbatasan internal seperti mobilitas yang rendah, rasa percaya diri yang kurang, srtruktur lingkungan dan keluarga yang kurang mendukung, kemampuan manajerial yang rendah, dan etos kerja yang belum sepenuhnya berorientasi masa depan, sering menjadi sesuatu yang dianggap berat memulai usaha.

Di Universitas Widyatama setiap tahun sering diadakan event workshop maupun seminar, bazar, expo entrepreneur day, Edu Entertaintment dimana tujuannya adalah untuk membangun jiwa kewirausahaan, meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan sense of business di antara mereka sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial. Peluang menjadi wirausaha masih sangat terbuka lebar, karena cukup banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan, termasuk di bidang industri kreatif yang tidak mengandalkan bahan baku dari sumber daya alam, tetapi lebih banyak memanfaatkan sumberdaya baru dan yang terbarukan, yang ketersediaannya tidak terbatas. Generasi Muda khususnya mahasiswa ke depan akan lebih banyak memilih berwirausaha daripada bekerja di suatu instansi, karena prospek dunia usaha ini lebih memberikan peluang besar untuk meraih kesuksesan secara mandiri,kreatif dan inovatif.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat mendorong kaum muda untuk lebih kreatif dan inovatif dibidang entrepreneurship. Dewasa ini menurut hasilsurvey sosial networking pengguna internet di Indonesia 73, 58% sebagian besar digunakan untuk kegiatan shoping online. Generasi muda merupakan penerus bangsa yang harus kreatif dan inovatif dalam bermasyarakaat dan ikut serta dalam industri pasar global.oleh karena itu perlu memberdayakan generasi muda penerus dan masyarakat akan pentingnya entrepreneurship dan digital marketing, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu perkembangan new media di Indonesia mendukung terciptanya MEA.

Hal ini bisa dilihat dari data pengguna website, smart phone dan media sosial di Indonesia menurut We Are Social sebuah agency marketing social. Pada tahun 2015 sebanyak 72,7juta pengguna aktif internet, selain itu 72 juta pengguna aktif media sosial dimana 62 juta penggunanya mengakses media sosial menggunakan perangakat smart phone dan 308, 2 juta pengguna handphone. Menurut Lukman (2014) mengatakan bahwa UNICEF bersama dengan Kementrian komunikasi dan lnformasi The Berkman Center For Internet and Society, dan Harvad Univercity, melakukan survey nasional mengenai penggunaaan dari tingkah laku internet para remaja di Indonesia. Studi ini memperlihatkan bahwa ada setidaknya 30 juta orang remaja Indonesia sampai yang mengakses internet secara reguler. Jika masyarakat Indonesia sampai saat ini memiliki 75 juta pengguna internet, berarti hampir setengahnya adalah remaja.

Walau angka di atas terlihat besar, Indonesia sebagai negara berkembang belum mengalami pertumbuhan yang signifikan di dibanding pada tahun 2014. untuk membangun kesejahteraan perkembangan ekonomi dan teknologi perlu adanya upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut salahsatunya dengan entrepreneurship dalam mengoptimalisasi digital marketing.

lstilah entreprenuership pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Entreprenuership merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber daya, tenaga penggera, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

Untuk menunjang itu semua perlu adanya edukasi kepada masyarakat Indonesia tentang entreprenuership dan digital marketing pada generasi muda, karena mereka adalah ujung tombak masa depan bagi bangsa dan negara serta bisa dijadi kan landasan berfikir untuk bersaing dalam prestasi.

Pesatnya kemajuan teknologi di segala bidang juga mendorong kemajuan teknologi di bidang pemasaran. Penggunaan media konvensional sebagai media promosi kini mulai mengalami peralihan ke media digital. Perpaduan antara faktor – faktor sosial manusia, psikologis, dan faktor-faktor lainnya dengan faktor teknologi menghasilkan suatu media pemasaran yang interaktif sehingga dapat terciptanya media yang dapat menciptakan interaksi antara produsen, konsumen,dan pasar. Media tersebut adalah media digital, atau dalam dunia pemasaran disebut dengan digital marketing. Perubahan teknologi akan berubah dari offline menjadi online, dari involuntary menjadi voluntary. Pelanggan akan secara sukarela mencari informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan. Mereka bisa memproses informasi sesuai dengan ketertarikannya. Lebih interaktif karena konsumen memiliki keterlibatan tinggi terhadap produk atau jasa. Bentuk pemasaran digital bisa melalui blog, web, e-mail, dan layanan lainnya.

Melalui layanan tersebut terjadi pertukaran informasi baik yang berasal dari produsen maupun konsumen. Jadi dengan digitalisasi pemasaran, informasi akan lebih murah karena mudah didapatkan sehingga akan menurunkan biaya riset, akuisisi, dan retensi. Selain itu adanya respon yang cepat dari konsumen melalui layanan di internet, berarti membantu percepatan inovasi dalam perusahaan. Keunggulan media baru dibandingkan tradisional akan memberikan peluang baru bagi perkembangan dunia pemasaran. Manfaat fasilitas berpromosi gratis di Internet yang dapat digunakan. Seperti blog, website, jejaring sosial dan masih banyak lagi. Sesuaikan dengan kondisi budget, target market, efektikitas dan efensiensi,dengan menggunakan search engine optimization (SEO). Namun jangan lupa untuk tetap bersabar, karena teknik ini memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.

Dalam menjalani strategi Digital Marketing sangat diperlukan ketelatenan dan kesabaran karna proses penyebaran yang sangat cepat tidak bisa diimbangi dengan respon konsumen yang cepat pula, banyak sekali faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen terutama jika didasari dengan kepercayaan.Tetapi dengan ketekunan dan penyampaian promosi yang terus menerus bisa dipastikan akan mendapatkan perhatian dan respon yang kita harapkan dengan lebih cepat. Dari apa yang telah dpaparkan diatasi dapat disimpulkan bahwa berwirausaha sebagai salah satu bentuk usaha untuk masyarakat, mendirikan Wirausaha itu sendiri juga memiliki tujuan diantaranya untuk meningkatkan ketrampilan, mengembangkanwira usaha baru mengurangi pengangguran, dan yang terpenting adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan Didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni, maka tidak menutup kemungkinan ba hwa wirausa hal yang dijalankan akan memberikan hasil yang bagus untuk kesejahteraan anggotanya.

Sebagai suatu usaha, wirausaha pastinya juga tidak akan bisa lepas dari yang namanya marketing. Sebagai usaha kecil menengah, UKM (Usaha Kecil Menengah) pastinya sangat membutuhkan media promosi yang tidak membutuhkan anggaran yang cukup besar.Salah satu media alternative yang bisa digunakan media pemasaran adalah sosial media marketing untuk wirausaha. Media ini merupakan media yang sangat efektif dan cocok untuk jenis usaha yang memiliki modal terbatas. Dengan gerakan wirausaha digital marketing pada generasi muda diharapkan dapat meningkatkan semangat dan jiwa kewirausahaaan khususnya generasi muda (mahasiswa/mahasiswi) yang mandiri handal dan tangguh serta memiliki daya saing.

Wirausaha Muda mandiri dilingkungan kampus sudah mulai tumbuh dan berkembang sehingga hal ini jadi menjadi motivasi agar lebih tumbuh lagi wirausaha baru kreatif, inovatif dan berwawasan global. Wirausaha muda mandiri mampu melakukan interaksi melalui tukar menukar informasi dan peningkatan kerja sama diberbagai sektor, disamping itu juga meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan berwirausaha dengan berbasis digital marketing khususnya bagi generasi muda agar menjadi pribadi entrepreneur.

Upaya Instituti PT, Membina Profesi Dosen

Wawancara

Dr. lslahuzzaman, SE., M.Si., Ak., CA dan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf, Sp., M.Si., M.Kom (Rektor Universitas Widyatama/UTama dan Rektor Universitas Pasundan/U NPAS)

Salah satu titik lemah dosen dalam menjalankan fungsi Tridharma adalah penelitian. Dosen lebih cenderung pada pengajaran/Dharma pertama. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir mengungkapkan : hanya 12-14 % dosen yang sudah melakukan penelitian. Demikian pula produksi jurnal ilmiah masih sedikit, tahun 2015 hanya sekitar 4.500 – 5.500 jurnal yang dihasilkan akademisi dan peneliti. Perbandingan antara jumlah penelitian sangat tidak seimbang dengan total jumlah pendudukyang257,9 juta jiwa.

Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas dosen, yakni : Kompetensi dosen, Pelatihan, Motivasi, Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja. Kelima faktor ini diduga mempunyai hubungan korelasi dengan produktivitas dosen dalam bidang penelitian. Dalam rangka mengembangkan penelitian, pemerintah telah menyediakan kesempatan bagi dosen untuk melakukan penelitian . Melalui Ditlitabmas Ditjen Dikti, dosen dapat mengajukan proposal untuk penelitiannya, termasuk dosen pemula yang masih baru di dunia riser dan penelitian. Bahkan Dirjen Sumberdaya Iptek Oikti, Pro dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mengingatkan ke depan perguruan tinggi wajib mengalokasikan 30 persen anggarannya untuk mendukung kegiatan penelitian. Aplikasi regulasi ini akan melibatkan Direktorat Sumber Daya Iptek Oikti, perguruan tinggi dan Inspektorat Jenderal Kemristekdikti untuk evaluasi.

Produktivitas dosen dalam menjalankan fungsi Tridharmatersebut tentu membutuhkan pembinaan berkelanjutan. Majalah Komunita berbincang dengan Dr. Islahuzzaman, SE., M.Si., Ak., CA. – Rektor Universitas Widyatama, dan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp., M.Si., M.Kom – Rektor Universitas Pasundan. Berikut hasil petikan wawancara mereka.

Upaya Instituti PT, Membina Profesi Dosen
Upaya Instituti PT, Membina Profesi Dosen

 

Dr. lslahuzzaman – Rektor Universitas Widyatama : Bahwa fungsi dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, adalah mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat atau yang kita kenal Tridharma Perguruan Tinggi. Tridharma adalah kewajiban dosen perguruan tinggi.

Di Indonesia, untuk menjadi dosen tetap!tenure cenderung sangat mudah. Padahal di beberapa negara lain, tak mudah menjadi dosen tetap. DiJepangatau Perancis, misalnya harus mengikutipost? doc dulu, menerbitkan disertasi-nya menjadi buku, baru bisa melamar menjadi dosen tetap, itupun kalau ada lowongan. Kompetisi-nya juga cukup ketat karena portofolio di bidang akademik seperti publikasi ilmiah amat menentukan. Kalaupun ada kasus master menjadi dosen tetap, ini hal yang amat langka sekali, mungkin hanya untuk orang-orang cemerlang saja.

Sekarang syarat menjadi dosen bergelar master.Dulu, orang bergelar sarjana bisa menjadi dosen tetap. Saya-pun menjadi dosen tetap PNS ketika masih sarjana dan kemudian saya melanjutkan kuliah S2 dan sekarang S3 dalam status sebagai dosen tetap. Artinya titik berangkat menjadi dosen di Indonesia jauh lebih mudah daripa.da di negara lain yang saya ketahui. Padahal unsur utama pada suatu Perguruan Tinggi/PT adalah dosen.Dosen penggerak utama PT, oleh karena itu dosen dapat dikatakan tangible asset PT. Sebagai tenaga profesional, maka dosen harus senantiasa meningkatkan aktualisasi diri sesuai dengan tuntutan kualicas. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan studi lanjut dan mengikuti kegiatan akadernis lainnya dan menjalankan Tridharma PT, sekaligw sebagai ujung tombak? keberhasilan proses pendidikan bagi peserta didiknya.

Dalam hal pembinaan dosen, memang kewajiban PT – baik universitas maupun yayasan sehingga mereka mampu menjalankan peran atau fungsinya, sekaligw mendukung visi dan rnisi PT-nya. Dulu pembinaan dosen hampir tidak kelihatan. Kinerja dosen dinilai menggunakan instrumen DP3 yang lebih mengukur kinerja integritas dan loyalitas, tetapi bukan mengukur kinerja akadernik. Dosen baik yang aktif meneliti, menulis atau tidak tetap mendapatkan penghargaan yang relatif sama dengan implikasi dapat menyebabkan keengganan berkarya. Belum pernah dijumpai ada dosen di Indonesia yang diberhentikan karena tidak pernah meneliti atau tidak pernah publikasi internasional. Yang ada adalah pembinaan oleh dosen senior kepada dosen yunior. Pembinaan ini mdekat otomatis sebagai tugas seniordan pejabat di atasnya.

Fakta, penditian terdesak oleh pengajaran. Permasalahan lain adalah: apakah karir menjadi dosen merupakan mdpoint atau dasar untuk karir di tempat lain. Lebih ekstrim lagi ada dosen yang pindah ke luar negeri yang menunjukkan gejala brain drain. Menjadi pertanyaan, apakah jabatan dosen atau menjadi seorang Guru Besar merupakan sesuatuyang menarik, prestisius, atau tidak?

Di sisi lain, rekruitmen dosen di berbagai universitas di Indonesia sebagian besar dari usia muda sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi dosen yang matang. Ketika dalam perjalanan karir sebagai dosen ada masalah, maka akan menyebabkan adanya sekelompok dosen yang kurang produktif. Sementara itu untuk menambah langsung dosen, seperti yang bisa dilakukan di perguruan tinggi di luar negeri. Universitas Harvard rnisalnya, dapat merekrut seorang.ksodate Profassordari luar untuk kemudian menjadi Professor di Universitas Harvard. Di Indonesia sistemnya masih belum memungkinkan . Begitu pula skema kemungkinan mutasi dan perpindahan dosen antar universitas masih belum tersedia. Beberapa situasi yang membuat dosen betah meniti karir di PT lebih dipengaruhi oleh, antaralain: kepastian gaji, kepastian pensiun, tempat kerja dan iklim kerja yang tidak menuntut ?kinerjatinggi.

Di Belanda, setiap kebutuhan pokok dosen dipenuhi, fasilitas dan ruang kerja disediakan lengkap, beban kerja dihitung menggunakan foll ?time equivalent (FTE). Kontrak dilaksanakan ?antara dosen dengan universitas.Isi kontrak: dosen menyerahkan FTE dan rela untuk diatur oleh universitas, pendapatan sudah ditetapkan foe dengan rugas yang foe pula. Jika mendapat undangan ?sebagai konsultan dari institusi luar, maka jasa konsultasinya masuk ke institusi. Di Indonesia, model penggajian pendapatan tambahan yang diterapkan seperti tenaga lepas, gaji dihayarkan setdah bekerja (mengajar misalnya) dan langsung dibayarkan ke dosen yang bersangkutan. Sistem manajemen penggajian seperti ini kurang baik sehingga banyak dosen yang mencari kegiatan lain di luar institusi. Dengan demikian sentral permasalahan yang ada saat ini lebih pada sistem, budaya dan kebiasaan.

Pembinaan kepa.da dosen perlu dilakukan secara terprogram dan terukur, yang dimulai sejak awal rekruitmmt dosen sesuai kompetensinya, mengenalkan visi dan misi PTnya. Selain mengikuti tes, dosen diberikan penjdasan atau sosialisasi tentang fungsi, tugas, tanggungjawabnya, hak dan kewajibannya, sena berbagai standar sebagai dosen, termasuk tentang kode etik seorang dosen. Berbagai fasilitas perlu disiapkan oleh PT agar dosennya dapat menjalankan peran atau fungsinya dengan baik. Fasilitas yang dimaksud antara lain: kesempatan mengembangkan diri (studi lanjut, pelatihan-pdatihan, seminar, workshop, kunjungan industri, kerjasama, dll), pendanaan, sarana dan prasarana yang mernadai. Dalam kontrak dosen sebaiknya disebutkan beban kerja yang harus dipenuhi seorang dosen pad.a basis waktu tertentu dan mendapatkan gaji tertentu. Sehingga setiap dosen harus memenuhi sesuai dengan kontraknya tersebut. lnstitusi kemudian membuat matrik peran dosen yang dibagi dalam berbagai peranan yang dikerjakan oleh dosen tertentu. Institusi mengatur peranan setiap dosen dalam bekerja dalam waktu tertentu, penghitungan biaya berikut penggajian berbasis kinerja (performance based). Jika institusi tidak bisa mengatur, peran institusi menjadi sangat lemah dan dosen sulit dikendalikan. Sdanjumya pembinaan karir mereka mulai dari jabatan fungsional Asisten Ahli hingga Guru Besar. Standar dan mekanisme peningkatan karir mereka menjadi hal yang sangat penting untuk memotivasi dosen meningkatkan karir mereka.

PT di Indonesia sudah puluhan tahun hidup dalam ketidakpastian masa depan dan sering menjadi korban perubahan kebijakan yang tidak berorientasi ke depan. Menghadapi perkembangan teknologi dan ketidakpastian, maka PT seharusnya dapat mendorong para dosennya untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ketidakpastian yang mungkin muncul, perlu didekati dengan infurmasi. Untuk itu PT dapat mdakukannya melalui penyediaan fasilitas IT. Dosen dapat memanfaatkan teknologi tersebut baik sebagai sarana PBM, maupun berkomunikasi dengan berbagai pihak. Disamping itu perlu pula dibekali pengetahuan tentang UUITE.

Campus Recrutment PT. Matahari Departemen Store

Campus Recrutment PT. Matahari Departemen Store

Matahari Departemen Store telah membuka peluang kesempatan kerja untuk alumni Universitas Widyatama clan bergabung pada Matahari Departemen Store untuk posisi HR & GA Supervisor clan Store Supervisor (syarat lengkap dapat dilihat pada lowongan kerja diwebsite ini).

Interview telah dilakukan pada hari Senin 23 Januari 2017 di Universitas Widyatama Jl. Cikutra 204 A Bandung di Gedung A lantai 4. By Career CenterIJanuary 13, 2017

Kunjungan Pusat Karir UNINUS

Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Islam Nusantara Bandung telah mengadakan studi banding ke Pusat Karir Universitas Widyatama pada hari Kamis 8 September 2016. Tepat pukul 10.00 WIB rombongan dari UNINUS tiba dikampus UTama dipimpin ibu Fanny selaku sekretaris pusat karir Uninus. Rombongan diterima Wakil Rektor III Universitas Widyatama dan langsung menuju ruang rapat rektorat Gedung A lantai 2 dan diterima oleh Badan Pembina Yayasan Widyatama, para Dekan dan Wakil Dekan serta Kaprodi dan Sekprodi dan Para pimpinan Ka.Biro dan Ka.Pusat.

Setelah melakukan tanya jawab rombongan meninjau keliling melihat unit-unit lain di lingkungan Universitas Widyatama clan pada pkl 12.00 WIB dilakukan foto bersama di main hall sebelum mereka pamit meninggalkan kampus. By Career Center I September 19,2016

OBSESI Seorang Eriana

Menggapai sebuah mimpi menjadi kenyataan memang memerlukan tekad, perjuangan, dan pengorbanan yang tidak ringan. Adalah Eriana Kartajumena seorang dosen FE UTama dalam menempuh studi lanjut jenjang S3 hingga berhasil meraih Ph. D di Hull University – England. Dengan berpegang pada prinsip : “We have to push this journey moving forward even it slow yang artinya kita harus tetap memaksa perjalanan ini untuk terus maju ke depan walaupun dirasakan lambat”, dia berhasil menggapai sebagian mimpinya. Sementara mimpi-mimpi lain sedang ia rajut agar menjadi kenyataan.

Eriana memulai kisahnya, bahwa sebenarnya niat untuk memperoleh beasiswa studi lanjut keluar negeri sudah sejak tahun 2011 (6 tahun lalu) terinspirasi seorang dosen Fakultas Teknik, Yudha Prambudia yang mengambil gelar doktor pada salah satu universitas di Jepang. Selain itu, keinginan melanjutkan studi keluar negeri adalah dorongan pimpinan univertas dan pihak keluarga dalam memberikan pengalaman berbeda kepada anak, di samping menghindari rutinitas kerja sebagai Kaprodi Akumansi.

Berbagai upaya telah saya tempuh dalam mewujudkan cita-cita studi lanjut keluar negeri, namun satu kendala yang dihadapi saat itu – yakni bahasa Inggris. Memang tingkatan score/ nilai TOEFL & IELTS bahasa Inggris saya kurang dari batas ketetapan, sehingga diperlukan upaya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Kemudian ada salah satu tawaran dari Dikti agar mengambil pelatihan/kursus bahasa lnggris di Yogyakarta yang memang dikhususkan bagi dosen. Akhirnya tawaran kursus tersebut saya ambil selama 3 bulan guna memperoleh basil yang diharapkan. Alhamdulillah, setelah 3 bulan mengikuti kursus, ternyata score IELTS-nya sudah mencukupi umuk dapat diajukan memperoleh beasiswa keluar negeri. Setelah semua persyaratan lengkap, saya membuat proposal riset untuk disampaikan kepada para promotor di universitas yang dituju. Hal ini dilakukan 1 tahun sejak 2011 sampai 2012 untuk mencari profesor yang dapat membantu serta menerima proposal riset penelitian saya dalam pencapaian studi doktor di luar negeri.

Pada akhir tahun 2012, LOA (Letter of Acceptance) proposal riset saya akhirnya diterima di dua universitas Inggris yaitu: Hull University dan Mastry University. Kemudian di bulan September 2012, saya ajukan LOA risetnya ke pihak Dikti untuk dilengkapi dengan persyaratan yang ada disana di lembaga Dikti sendiri ternyata prosesnya tidak mudah, sehingga ketika wawancara pada tahap 1 ( batch 1) dinyatakan gagal karena hasil simpulan dari reviewer, nilai bahasa lnggrisnya tidak mencukupi padahal dalam LOA-nya tidak menyatakan hal tersebut. Setelah kejadian itu, saya tidak patah semangat melainkan mengajukan nota keberatan atas prosesnya ke pihak Dirjen Ketenagaan Dikti disertai dengan dukungan dari pimpinan universitas untuk mengajukan kembali. Lalu solusinya adalah dengan mengajukan lagi di tahap ke-2 ( batch 2) dengan harapan dapat diterima semua persyaratan termasuk hasil wawancara reviewer dan dibiayai. Pendek kata, akhirnya saya lolos dan berangkat pada bulan September 2013 ke Inggris dengan tujuan “Hull University” jurusan akuntansi, supervisornya Weymen Rogers (Profesor Akuntansi) dari Chicago University (Amerika Serikat). Saya sangat menikmati semua proses studi disana dengan waktu 3 tahun (LOA dari bulan September 2013 – September 2016) baik dari segi sistem pengajarannya maupun dosen yang memberikan ilmu serta pengalaman.

OBSESI Seorang Eriana

Kunci dalam rangka mengikuti studi di luar negeri (S3) sebenarnya ada 3, yaitu : Passion, Determination and Self Discipline. Jikalau riset yang kita dalami tidak memiliki minat yang kuat (passion) dari diri sendiri maka akan sulit ditempuh secara totalitas. Kemudian ditambah lagi dengan adanya tuntutan dari pihak internal maupun eksternal institusi ( determination) yang membutuhkan ketekunan dan kegigihan dalam meraihnya. Modal utama yang ketiga adalah kedisiplinan diri (self discipline) guna mengatur segala rencana yang berkaitan dengan proses studi Ianjut agar semuanya terkelola secara sistematis.

Beasiswa yang saya peroleh saat itu adalah Beasiswa Luar Negeri (BLN) dari DIKTI, karena memang disesuaikan dengan profesi sebagai seorang dosen. Sementara untuk beasiswa dari LPDP (Kementerian Keuangan RI) kebanyakan berasal dari para praktisi dan eksekutif muda/pengusaha yang memang cukup memahami bidang keilmuan usahanya. Setelah semua persyaratan administrasi dari DIKTI serta perlengkapan dasar lainnya terpenuhi, akhirnya saya berangkat ke universitas yg dituju di lnggris sekitar bulan September 2013.

Selain terinspirasi oleh salah satu dosen yang telah belajar di luar negeri, obsesi dan harapan saya untuk studi di luar negeri akhirnya terkabulkan sehingga cita-cita untuk membawa anak dalam rangka melanjutkan sekolah di luar negeri tersampaikan juga karena pastinya akan merasakan kondisi serta pengalaman yang berbeda dengan situasi di dalam negeri. Menikmati segala proses kehidupan di luar negeri setelah dinyatakan lulus untuk studi lanjut (S3) bersama dengan keluarga adalah sungguh hal yang mengejutkan dan membawa kesan serta pengalaman tersendiri meskipun di saat pemberangkatannya tidak bersama-sama karena segala sesuatunya (urusan administrasi keluarga & anak) perlu diselesaikan secara terpisah. Keluarga saya baru bisa berangkat dan menyusul ke lnggris setelah 6 bulan kemudian.

Fasilitas tinggal yang saya dapatkan beserta keluarga di sana, adalah disediakan satu unit rumah yang memiliki perlengkapan cukup memadai serta terjangkau. Suasana kehidupan atmosfir kampus di sana sangat terasa kenyamanannya dengan disertai berbagai fasilitas lengkap, dan memadai, serta durasi jam kerja yang dibuka selama 24 jam (open 24 hours). Begitu pun dengan fasilitas perpustakaan yang durasi jamnya pun selama 24 jam. Keadaan ruangan dan fasilitas perpustakaan pada Hull University merupakan salah satu yang terbesar di lnggris, berjumlah 8 lantai. Kenyataan yang terjadi bahwa saya tidak pernah melihat fasilitas perpustakaan (library) sepi dan hening kecuali pada momenttertentu saja, seperti : pada malam Natal dan malam Tahun Baru. lntinya saya sangat menikmati kehidupan dan proses studi lanjut di sana karena semua fasilitas dapat diakses selama 24 jam penuh terutama jumlah ruangan dan fasilitas perpustakaannya yang sangat mend uk ung dalam p roses pembuatan riset akhir penelitian. {Written by Abdul Rozak)

Kepala Disnaker trans Provinsi Jawa Barat Buka Career Day Utama 2017

Kepala Disnaker trans Provinsi Jawa Bara Buka Career Day Utamama 2017

Career Day UTama 2017 merupakan kegiatan rutin Unit Career Center UTama, namun perbedaan Career Day kali ini dengan sebelumnya adalah kegiatan ini diintegrasikan dengan program.

program pengembangan karir lainnya, maupun program yang dapat mengembangkan kemampuan / softskills pencari kerja, sehingga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan nilai tambah untuk jobseeker.

Event yang diselenggarakan selama 2 hari, dimulai tanggal 22 berakhir 23 Maret 2017 bertempat di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama. Acara dibuka dengan penampilan dari Bandung Santo Club (BSTC) Widyatama dilanjutkan dengan laporan Pipin Sukandi, S.E., M.M selaku Ketua Pelaksana dan kata sambutan dari Wakil Retor Universitas Widyatama Bidang Renbang dan Kerjasama ibu Sri Astuti Pratminingsih, S.E., M.S., Ph.D. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Ferry Sofwan Ari M.Si ditandai dengan pemukulan gong.

Kepala Dinas mengungkapkan kegiatan semacam ini sepatutnya didukung dan diapresiasi oleh pemerintah dalam hal ini DISNAKERTRAS, salah satu upaya mengurangi jumlah angka pengangguran. ”Tercatat angka pengangguran di Jawa Barat sampai dengan Agustus 2016 mencapai 1.9 juta orang, angka yang cukup mengagetkan dan ini sepatutnya menjadi concern kita semua.” ujar Ferry.

Career Day Utama 2017

Setidaknya hampir 40 perusahaan nasional maupun internasional dari berbagai bidang mengikuti acara ini diantaranya bidang Perbankan, Retail, Manufaktur, Tekstil, Asuransi, Property clan lain-lain. Career Day dimeriahkan pula oleh lembaga dari Negeri Sakura yang menyelenggarakan pelatihan baik untuk kuliah maupun bekerja di Jepang. Disela kunjungan ke stand perusahaan peserta Career Day, Ferry mengungkapkan kebutuhan tenaga kerja diJepang setiap tahunnya terus meningkat, setidaknya 1.000 tenaga kerja dibutuhkan diJepang

Tidak hanya kegiatan rekrutmen tenaga kerja, pengunjung Career Day juga dapat mengikuti seminar teknik mencari kerja, test TOEFL dan IELTS secara gratis. Sementara di Pelataran parkir Gedung Auditorium (GSG) Widyatama diadakan Bazaardan Food Truck,hal ini dilakukan untuk mendukung Mahasiswa dan Alumni yang juga memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi. Diharapkan setiap acara yang telah dipersiapkan akan menambah wawasan dan pengetahuan khususnya untuk Alumni dan Mahasiwa Universitas Widyatama atau bagi jobseeker umumnya .