Home Blog Page 58

Pusat Karir Universitas Widyatama Koordinator Pusat Karir Wilayah Jawa Barat

Berdasarkan surat tugas nomor 1520 B3.4/KM/2016 dari Kementerian Riset dan Teknologi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, tanggal 7 September 2016 Pusat Karir Universitas Widyatama ditunjuk sebagai Koordinator Pusat Karir Wilayah Jawa Barat bagi pemenang hibah pusat karir dan pusat karir lanjutan (tracerstudy).

Dengan menjalankan amanah yang diberikan tersebut maka Pusat Karir Universitas Widyatama yang mengkoordinir 42 perguruan tinggi pemenang hibah pusat karir mengundang semua pemenang hibah tersebut pada tanggal 28-29 September 2016 untuk silaturahmi sekaligus monitoring clan evaluasi bagi perguruan tinggi pemenang hibah.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu Kemenristek Dikti dalam memantau jalannya kegiatan hibah bagi pemenang hibah pusat karir dan pusat karir lanjutan (tracerstudy).

Profesi dosen dan Pendidikan Tinggi, Perspektif Dulu – Kini Serta Tantangan Kedepan

Profesi dosen dan Pendidikan TinggiProfesi dosen dan Pendidikan Tinggi adalah isu menarik yang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Fakta menunjukkan terdapat ketertinggalan produktivitas keilmuan dan kecendekiaan dosen, serta pendidikan tinggi kita dibanding negara lain. Untuk itu kami berusaha menemui Prof dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D – Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti untuk mencari tahu makna profesi dosen yang seharusnya dipahami dosen dan pengelenggara pendidikan tinggi. Usaha majalah Komunita bertemu dengan beliau cukup membuat kami kerepotan. Setelah mendapat bantuan sesama kolega beliau, Komunita mendapat waktu berkomunikasi dan sepakat wawancara jarak jauh melalui WA. Berikut petikan wawancara dengan beliau .

Komunita : Mohon penjelasan Bapak makna profesi ‘dosen’ sebagai pendidik profesional dan ilmuwan pada tingkat pendidikan tinggi dalam perspektif dahulu dan kekinian?

Prof. Ghufron : Makna dan peran profesi dosen tidak pernah berubah dalam konteks waktu. Baik perspektif dahulu maupun hari ini, dosen tetaplah profesi yang mengemban amanah membangun sebuah peradaban sebuah bangsa bahkan dunia sebenarnya. Sejak dahulu hingga hari ini tugas dosen itu adalah melakukan dan mengamalkan tridharma perguruan tinggi, yaitu melaksanakan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tridharma ini merupakan amanah yang lekat pada profesi dosen, hanya saja yang membedakan dalam perspektif waktu adalah tantangan dalam pelaksanaannya. Mungkin dalam konteks Indonesia dahulu, pelaksanaan pengajaran lebih ditekankan dibandingkan penelitian dan pengabdian masyarakat, banyak dosen yang lebih tertarik untuk menjadi pengajar dibandingkan peneliti.

Tetapi tidak demikian untuk hari ini, dimana perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat, perubahan teknologi begitu cepat dan persaingan global semakin ketat. Dosen tidak hanya dibutuhkan tenaganya unruk mengajar, lebih daripada itu mereka harus dapat melakukan penelitian dan kemudian mengimplementasikan hasil temuannya agar berfungsi menjadi daya ungkit kemajuan bangsa melalui pengabdian kepada masyarakat. Persepsi dosen yang hanya bertugas mengajar itu adalah pandangan masa lalu, dosen itu sama mulianya dengan guru, mencerdaskan anak bangsa dengan pengajaran yang relevan dan penuh kasih sayang. Namun dosen memiliki dua tugas lainnya, yaitu melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tridharma harus dipandang sejajar bukan bertingkat, tidak ada satu lebih penting dari yang lainnya, ketiganya saling menyempurnakan. Tanpa dosen yang melaksanakan tridharma secara utuh, peran dan profesi dosen dalam konteks waktu kapan pun pasti terasa kurang bermakna.

Komunita : Pendapat Bapak, bahwa dosen adalah ujung tombak pembangunan SDM di tingkat pendidikan tinggi dan Perguruan Tinggi?

Prof. Ghufron : Bagi saya setidaknya terdapat dua tugas perguruan tinggi, menyiapkan tenaga kerja yang terampil, berkualitas, berkarakter dan beradab; serta melahirkan riset dan inovasi yang memiliki nilai tambah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kedua tugas tersebut, peran perguruan tinggi di masyarakat amatlah penting. Perguruan tinggi yang berkualitas tentunya akan menghasilkan keluaran yang berkualitas pula yaitu tenaga kerja atau insan yang berkualitas serta hasil riser dan inovasi yang mumpuni. Kedua tugas tersebut hanya bisa terjadi apabila perguruan? tinggi tersebut memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan sarana prasarana yang mendukung. Sumber daya manusia bisa bermacam-macam, dari staf administrasi, tenaga kependidikan, birokrat kampus hingga dosen, namun posisi yang menurut hemat saya memiliki dampak terhadap keluaran perguruan tinggi adalah dosen. Dosenlah yang bercengkrama dengan mahasiswa, mendidik dan mengajarkan mereka substansi keilmuan, dosen jugalah yang menghabiskan waktunya bergelut dalam laboratorium dan segala macam penelitian untuk menemukan inovasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Maka jelaslah bahwa dosen merupakan ujung tombak pembangunan SDM tidak hanya di tatanan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi, namun juga dalam sebuah bangsa.

Komunita : Kondisi lapangan seperti apa yang dihadapi pemerintah terkait sumber daya dosen kita?

Prof. Ghufron: Bila kondisi yang dimaksud adalah tantangan, maka isu terkait kuantitas dan kualitas dosen masih perlu banyak ditemukan solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Dalam beberapa jenis perguruan tinggi atau program studi, jumlah dan kualitas dosen di Indonesia belum memadai. Dalam hal kualifikasi misalnya, meskipun juga sebagian besar dosen kita berada dalam kualifikasi S2, namun masih banyak dosen kita yang berada di kualifikasi S1dan masih sedikit yang berada di kualifikasi S3. Ini menjadi tantangan? yang perlu segera dicarikan solusinya. Hal lainnya adalah terkait perencanaan sumber daya manusia IPTEK dan DIKTI yang nyatanya hingga hari ini kita belum juga memiliki. Pembangunan tanpa perencanaan itu seperti berlayar di samudera luas tanpa bekal dan kompas penunjuk arah yang valid, kita berlayar tanpa peta yang jelas. Bilamana kita tidak punya rencana yang jelas terkait pembangunan sumber daya manusia kita, maka sulit rasanya kita mempunyai struktur yang ideal terkait jenis, kuantitas dan kualitas yang ideal yang perlu dimiliki oleh dosen Indonesia. Oleh karena itu mulai tahun 2016, kami di Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan DIKTI tengah menyusun Rencana Induk Pembangunan Sumber Daya IPTEK dan DIKTI. Ini program yang saya lihat cukup berat karena pada nyatanya kita tidak pernah memilki data ideal yang ideal, namun setidaknya kami merintis hal tersebut. Hingga saat ini sudah satu yang rampung yaitu terkait rencana induk pengembangan SDM IPTEK dan DIKTI di wilayah infrastruktur, menyusul berikutnya pendidikan, kesehatan dan pangan.

Organisasi, Visualisasi dan Simplifikasi

Judul : Business Model GenerationOrganisasi, Visualisasi dan Simplifikasi

Pengarang: Alexander Osterwalder & Yves Pigneur

Halaman : 282 halaman

Penerbit : Self Published

ISBN :978-2-8399-0580-0

Tahun terbit : 2009

Resensi oleh: Dwinto Martri Aji Buana

Seringkali perencanaan membangun dan mengelola suatu organisasi menjadi sesuatu yang sulit serta membingungkan untuk sebagian orang. Perencanaan organisasi seolah dipandang terlalu rumit dan membutuhkan berlembar-lembar kertas dan berkas untuk disusun dalam upaya mendeskripsikan organisasi yang dirancang, baik profit maupun non profit.

Kompleksitas yang terbayangkan itu membuat para perancang organisasi menjadi enggan dan bahkan malas untuk mendokumentasi kan rencananya dalam suatu berkas. Hal lainnya yang menjadi pertimbangan adalah usaha-usaha tersebut akan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, seperti: waktu, tenaga dan biaya. Belum lagi, terkadang, ide cemerlang yang telah disusun sekian lama tidak selalu membuahkan hasil yang sesuai harapan.

Dampak dari permasalahan tadi akhirnya tidak sedikit para pengelola organisasi lebih memilih untuk menjalankan organisasi seadanya, cenderung mengarah ke pragmatis dan tidak visioner. Tidak adanya suatu perencanaan yang tertuang dalam dokumentasi tertulis biasanya menyebabkan mekanisme organisasi menjadi sporadis dan tidak menuju pada suatu tujuan yang spesifik. Koordinasi antar bagian bisa terjadi kekacauan, pengelolaan sumber daya pun menjadi tidak efektif dan efisien. Setiap anggota organisasi lupa pada tujuan sebenarnya dari organisasi itu sendiri. Tentu saja kondisi semacam itu akan menyebabkan organisasi dalam waktu cepat ataupun lambat semakin menuju kearah kehancuran.

Dengan hadirnya buku Business Model Generation karya dari Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur seolah menjadi jawaban dari permasalahan-permasalahan di atas dalam sebuah organisasi. Buku ini mencoba untuk menawarkan suatu solusi bagi para organisatoris baik yang tetah berpengataman maupun yang awam sekatipun. Susunan buku Buku ini dibagi menjadi 5 bagian utama, yaitu: (1) The Business Model Canvass, satu perangkat untuk mendeskripsikan, menganalisis dan merancang model; (2) Business Model Patterns, berdasar pada konsep-konsep dari para pemikir bisnis; (3) Techniques, untuk membantu dalam merancang model bisnis; (4) interpretasi ulang strategi dari
kacamata model bisnis; (5) proses generik untuk membantu merancang bisnis model inovatif, teknik, dan alat-alat dalam Business Model Generation.

Pada bagian akhir memaparkan outlook mengenai topik lima model bisnis untuk eksplorasi di masa datang. Meskipun buku ini kental dengan nuansa bidang bisnis, namun sangat mungkin untuk dapat diterapkan dan diimplementasikan di organisasi non-bisnis.

Bagian yang menarik untuk dipahami oleh pembaca untuk dapat mengimplementasikan konsep kanvas model bisnis dalam buku ini adalah 9 bagian yang menyusun kanvas tersebut. Kesembilan bagian tersebut adalah:
1. Customer segments, mendefinisikan sekelompok perbedaan orang-orang atau organisasi yang berusaha dilayani dan dijangkau perusahaan.

2. Value Propositions, mendeskripsikan seperangkat produk dan jasa yang menciptakan nitai untuk segmen pelanggan spesifik.

3. Channels, mendeskripsikan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dan mencapai segmen pelanggannya untuk menghantarkan proposisi nilai.

4.Customer Relationships, mendeskripsikan tipe hubungan yang dibangun sebuah perusahaan dengan segmen pelanggannya.

5. Revenue streams, merepresentasikan kas yang dihasilkan sebuah perusahaan dari setiap segmen pelanggannya.

6. Key Resources, mendeskripsikan aset pating penting yang dibutuhkan untuk membuat model bisnis berjalan.

7. Key Activities, mendeskripsikan aktifitas penting yang harus dilakukan sebuah perusahaan agar bisnis berjalan dengan baik.

8. Key Partnerships, mendeskripsikan jaringan suplier dan mitra

9. Cost Structure, mendeskripsikan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis

Penulis buku ini berharap dapat menunjukkan kepada pembaca visioner, perubah, dan penyuka tantangan dapat mengatasi masalah penting dari model bisnis. Mereka juga berharap dapat memberikan dalam bahasa, alat dan teknik, serta pendekatan dinamis yang diperlukan untuk merancang model-model baru yang inovatif dan kompetitif. Business Model Generation adalah buku yang praktis dan menginspirasi bagi siapapun yang menginginkan untuk peningkatan model bisnis ataupun merancang yang baru. Semoga bagi para pembaca lainnya yang berminat dapat memanfaatkan buku ini untuk mempermudah perancangan organisasinya dengan kerangka yang telah teruji, praktis dan lebih mudah dipahami.

Cu Chi Tunnels Lambang Perjuangan Tentara Vietnam

Cu Chi Tunnels Lambang Perjuangan Tentara Vietnam
Cu Chi Tunnels Lambang Perjuangan Tentara Vietnam

Terowongan Cu Chi adalah sebuah sistem terowongan terletak 70 km barat Laut Saigon (Kota Ho Chi Minh), Vietnam Panjang asli dari terowongan ini adalah lebih dari 200 km tetapi hanya 120 km yang dijaga kelestariannya sekarang.

Meskipun pada awalnya terowongan bawah tanah itu dibangun untuk dijadikan tempat berlindung dari pasukan Perancis pada tahun 1950an, namun selanjutnya terowongan dimanfaatkan oleh pasukan Viethong (pasukan tentara Vietnam Utara) sebagai tempat berlindung dan bertahan maupun menyerang ketika berperang melawan pasukan Amerika selama perang Vietnam era 1960an hingga 1972.Terowongan yang fenomenal ini terdapat jauh di bawah permukaan tanah di bawah hutan belantara, yang antara lain memiliki fasilitas rumah sakit, dapur, kamar tidur, ruang pertemuan dan gudang senjata. Pada tahun 1968, Vietkong dengan dukungan pasukan Uni Sovyet melancarkan serangan melawan pasukan Vietnam Selatan yang didukung Amerika. Tetapi saat ini, terowongan Cu Chi merupakan tujuan wisata yang banyak menarik perhatian.

Dibutuhkan waktu perjalanan dengan mobil sekitar satu setengah jam dari pusat kota Ho Chi Minh Re terowongan Cu Chi ini. Daerah hutan belantara yang terkenal dengan sebutan Cu Chi Tunnels atau Terowongan Cu Chi itu merupakan Lambang kecerdikan dan kepahlawanan pasukan tentara Vienam Utara (Vietcong) ketika berperang melawan pasukan tentara Amerika yang mendukung pasukan Vietnam Selatan antara tahun 1968 hingga 1972an.

Saya beruntung ketika singgah di kota Ho Chi Minh setelah perjalanan dari Hamamatsu, jepang akhir bulan lalu sempat berkunjung dan berkeliling di hutan tempat tentara Vietnam Utara bergerilya melawan pasukan Vietnam Selatan yang didukung Amerika itu. Tempat yang semula hutan belantara tempat persembunyian pasukan Vietcong itu kini disulap menjadi daerah “terbuka” untuk wisatawan maupun kaum peneliti sejarah Vietnam.

Setiap harinya ratusan wisatawan khususnya wisatawan asing sengaja berbondong-bondong melihat dan mengitari areal yang dibawah permukaan tanahnya terbentang sekitar 200 km terowongan yang berliku-lihu dengan tiga tingkat terowongan diantara kedalaman puluhan meter di bawah permukaan tanah dan berpintu keluar ke berbagai arah.

Begitu saya menginjakan kaki ke dalam hutan sang pemandu wisata langsung menunjukan sebuah areal penuh dedaunan kering yang menutupinya . Tenyata dibalik dedaunan kering itu terdapat satu lubang berukuran tidak lebih dari 50 centimeter persegi yang merupakan pintu masuk ke terowongan Cu Chi.

Pintu masuk yang disamarkan dengan dedaunan kering itu dan terdapat di banyak tempat nyaris tidak akan nampak dengan mata telanjang karena selalu disamarkan dengan tumpukan dedaunan kering yang seolah alami bahwa disitu tidak ada pintu masuk ke dalam terowongan di bawah tanah. Pasukan Vietcong biasanya setelah melakukan operasi lapangan kemudian bersembunyi di dalam terowongan dan masuk melalui pintu2 rahasia tersebut.

Seorang turis asing yang mencoba masuk menuruni lobang pintu yang amat kecil itu dan menganga nampak terheran-heran karena Lobang masuk terowongan itu hanya pas badan manusia dewasa saja tetapi mampu menuju lorong bawah tanah yang berliku-liku sebagai tempat pertahanan dan perlindungan bagi pasukan Vietcong. Terowongan yang digunakan oleh tentara Vietcong sebagai tempat bersembunyi selama pertempuran, juga berfungsi sebagai tempat komunikasi mengenai pasokan kebutuhan tentara, rute, rumah sakit, makanan dan senjata serta tempat tinggal untuk para pejuang Vietnam Utara. Terowongan ini memegang peran penting dalam menunjang suksesnya pasukan Vietcong melawan pasukan Amerika yang memiliki persenjataan lebih canggih.

Kehidupan didalam Terowongan

Tentara Amerika menyebut kehidupan di dalam terowongan Cu Chi dengan menggunakan istilah “Black Echo” untuk menggambarkan kondisi di dalam terowongan. Sementara untuk pasukan Vietcong, kehidupan di terowongan tentu merupakan hal yang amat sulit. Udara, makanan dan air yang Langka dan terowongan yang penuh dengan semut, kelabang beracun, kalajengking, Laba-Laba dan kutu.

Ketika suasana perang sebagian besar waktu, dimanfaatkan pasukan Vietcong hidup di terowongan dengan bekerja atau beristirahat dan keluar hanya pada malam hari untuk mendapatkan persediaan makanan dan suplay amunisi. Ketika pasukan Vietcong muncul dari dalam terowongan kadang juga terlibat pertempuran dengan pasukan Vietnam Selatan dengan dukungan pasukan Amerika.

Bahkan jika masa-masa periode pemboman berat atau gerakan pasukan Amerika, pasukan Vietcong dipaksa tetap tinggal bertahan di bawah tanah selama berhari-hari. Pada kondisi semacam itu tentu saja penyakit merajalela di kalangan orang-orang yang tinggal di terowongan, terutama malaria. Penyakit ini merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada pasukan Vietcong diluar kematian karena Luka-Luka akibat pertempuran.

Sesungguhnya terowongan yang kemudian dimanfaatkan sebagai infrastruktur pertempuran pasukan Vietcong melawan Amerika adalah sebuah terowongan yang pada awalnya dibangun oleh penduduk perkampungan hanya untuk dapat secara aman melakukan hubungan komunikasi kunjungan timbal balik diantara kampung bertetangga pada tahun 1950an tanpa diketahui pasukan Perancis yang menjajah Vietnam ketika itu.

Keberadaan Terowongan Cu Chi yang menjelma sebagai terowongan pertahanan dan perlawanan pasukan Vietcong pada awalnya sama sekali tidak diketahui pasukan Amerika. Pejabat – pejabat Amerika baru menduga kemungkinan terdapatnya saluran terowongan di sekitar hutan belantara Luar kota Saigon (Ho Chi Minh) karena sekejap setelah terjadinya pertempuran melawan pasukan Amerika, sesaat itu pula pasukan Vietcong menghilang seolah tanpa jejak.

Tetapi sejauh itu pasukan Amerika sulit menemukan dimana Lokasi terowongan yang memusingkan pihak pasukan Amerika jika harus bertempur dengan pasukan Vietcong di hutan belantara di Luar kota Saigon. Bahkan Amerika sempat meluncurkan beberapa kampanye besar untuk mencari dan menghancurkan sistem terowongan dimaksud. Diantara Langkah-Langkah kampanye penting Amerika yang paling penting adalah operasi militer yang disebut “Operasi Crimp” dan “Operasi Cedar Falls”.

Operasi Crimp dimulai pada 7 januari 1966, dengan menggunakan Boeing B-52 pembom Stratofortress yang menjatuhkan 30 ton bom berdaya Ledak tinggi ke wilayah Cu Chi. Operasi militer Amerika dengan menjatuhkan puluhan ton bom itu berhasil efektif dan mengubah hutan yang semula subur menjadi hancur dan bopeng-bopeng. Delapan ribu tentara dari AS 1 Divisi lnfanteri, 173 Tim Tempur Brigade Airborne, dan Batalyon 1, Royal Australian Regiment menyisir wilayah mencari petunjuk dari aktivitas pasukan Vietcong diterowongan tersebut.

Operasi militer Amerika secara keseluruhan dinyatakan kurang berhasil tidak seperti yang diharapkan. Kegagalannya Lebih disebabkan oleh anggapan sepele dari pasukan Amerika terhadap keberadaan terowongan yang dinilainya tidak berbahaya dan tidak mungkin dapat dihuni ratusan tentara Vietcong karena ukurannya yang relatif kecil dan pengap.

Pada kesempatan pasukan Amerika menemukan terowongan, mereka sering meremehkan ukurannya. Pasukan Amerika tidak pernah mengirimkan pasukan khusus untuk menelusuri terowongan Cu Chi, karena dinilainya di dalam terowongan sangat cukup berbahaya. Pasukan Vietcong sering kali memasang berbagai jebakan baik di Luar maupun di dalam Lorong terowongan. Sering kali tentara Amerika menjadi korban dari jebakan-jebakan baik jebakan berupa Ledakan, amunisi maupun senjata tajam.

Pasukan Amerika juga menggunakan taktik dengan cara melempar bahan peledak, granat atau menyiram pintu-pintu masuk terowongan dengan gas, air atau aspal panas untuk memaksa tentara Vietcong keluar ke tempat terbuka. Tetapi Langkah-Langkah semacam itu pun terbukti tidak efektif karena desain terowongan dan penggunaan strategis pintu perangkap dan sistem penyaringan udara yang dibuat Vietcong sangat sempurna dan penuh rahasia. Namun pada akhimya pasukan khusus rekayasa Australia yang bersama pasukan Amerika bertempur melawan Vietcong dibawah komando Kapten Sandy MacGregor melakukan Langkah berani dengan memasuki Lorong terowongan selama empat hari dan mereka menemukan sejumlah amunisi, peralatan radio, pasokan medis dan makanan serta tanda-tanda kehidupan pasukan Vietcong pada puluhan meter di kedalaman tanah.

Menurut catatan sejarah perang Vietnam ketika pasukan khusus Australia merangsek masuk ke Lorong terowongan tersebut, salah seorang dari mereka, Kopral Bob Bowtell meninggal karena terjebak dalam terowongan yang tenyata buntu. Namun pasukan tentara Australia menekan dan mengungkapkan, untuk pertama kalinya, signifikansi militer besar dari terowongan. Pada konferensi pers intemasional di Saigon tak Lama setelah Operasi Crimp, MacGregor dijuluki sebagai sebagai “Tunnel Ferrets”. Berkat keberhasilannya memimpin pasukan Australia dan menemuka liku – liku Lorong terowongan Cu Chi, Sandy MacGregor dianugerahi penghargaan Salib Militer.

Dari kesalahan dan penemuan Australia tentang terowongan Cu Chi, pemerintah Amerika menyadari bahwa mereka membutuhkan cara baru untuk mendekati dilema terowongan. Sebuah perintah umum dikeluarkan oleh jenderal Williamson, Panglima Sekutu di Vietnam Selatan, agar semua pasukan Sekutu harus mampu mencari dan menemukan setiap terowongan yang menjadi tempat perlindungan pasukan Vietcong.

Mereka mulai melatih kelompok elit relawan dalam seni perang di dalam terowongan dengan dipersenjatai pistol, pisau, senter dan seutas tali. Pasukan khusus ini, umumnya dikenal sebagai “tikus terowongan”, yang harus memasuki terowongan sendiri-sendiri dan menulusuri inci demi inci secara hati-hati melihat ke depan mengantisipasi jebakan atau terowongan buntu.

Operasi militer AS menghilangkan terowongan melalui pasukan-pasukan khusus ini dinilai masih tidak efektif dan kurang membawa hasil sampai pada akhirnya tahun 1967, General William Westmoreland mencoba meluncurkan serangan besar di Cu Chi dan Segitiga Besi. Serangan itu disebut sebagai Operasi Cedar Falls, mirip dengan Operasi Crimp sebelumnya, namun pada skala yang Lebih besar dengan mengerahkan 30.000 tentara bukan hanya 8.000 orang tentara.

Pada tanggal 18 januari 1968, pasukan terowongan tikus dari 1 BN 5 Resimen lnfanteri Divisi lnfanteri ke-25 menemukan adanya markas Vietcong di Cu Chi, yang berisi setengah juta dokumen tentang semua jenis strategi militer. Di antara dokumen termasuk peta basis pasukan tentara Amerika, rekening rinci dari gerakan PLAF dari Kamboja ke Vietnam, daftar simpatisan politik, dan bahkan rencana untuk upaya pembunuhan yang gagal pada Robert Mc Namara.

Sumber Frustasi Pasukan Amerika

Sepanjang perang Vietnam, terowongan yang terdapat sekitar Cu Chi ini terbukti telah menjadi sumber frustrasi pasukan militer Amerika di Saigon (Ho Chi Minh). Vietcong telah begitu cerdas menguasai tempat tersebut sejak tahun 1965. Mereka berada di posisi yang unik dan strategis serta mampu mengontrol kapan pertempuran akan berlangsung.

Kemampuan mengontrol saat kemungkinan terjadinya pertempuran itu dimanfaatkan untuk membantu secara diam-diam memindahkan pasokan kebutuhan perang dan pergeseran lokasi pasukan dari terowongan Cu Chi agar dapat bertahan hidup, membantu memperpanjang perang dan meningkatkan biaya perang bagi Amerika serta jumlah korban perang sampai penarikan akhir pasukan Amerika dan sekutunya pada tahun 1972 disusul dengan kekalahan final Vietnam Selatan yang didukung Amerika serta sekutunya pada tahun 1975.

Tujuan wisata Sejauh 121 km kompleks atau panjang terowongan di Cu Chi telah direnovasi dan dilestarikan oleh pemerintah Vietnam. Tempat itu kini berubah menjadi taman peringatan perang dengan dua situs tampilan terowongan yang berbeda, Ben Dinh dan Ben Duoc. Terowongan Cu Chi kini telah berubah memiliki daya tarik wisata yang populer, dan pengunjung diundang untuk merangkak di sekitar di bagian yang aman dari sistem terowongan.

Cu Chi Tunnels Lambang Perjuangan Tentara Vietnam
Cu Chi Tunnels Lambang Perjuangan Tentara Vietnam

Situs Ben Duoc berisi bagian dari sistem terowongan asli, sementara situs Ben Dinh yang lebih dekat ke Saigon, terowongannya telah direkonstruksi dibuat lebih besar untuk mengakomodasi ukuran yang Lebih besar dari tubuh para wisatawan Barat. Di kedua lokasi terowongan tersebut juga sudah dipasangi lampu penerang agar perjalanan para wisatawan lebih mudah dan nyaman.

Pemerintah Vietnam sengaja tetap menjaga keberadaan situs dengan menampilkan berbagai jenis jebakan yang digunakan, juga ruang konferensi bawah tanah dan pengunjung dapat menikmati makanan sederhana yaitu makanan pejuang Vietcong.

Termasuk ke dalam astraksi wisata di Cu Chi Tunnels bahwa wisatawan diijinkan untuk mencoba malakukan berbagai penembakan menggunakan sejumlah senapan serbu, seperti senapan M16 atau AK-47, serta senapan mesin ringan seperti M60 sama dengan persenjataan yang popular ketika terjadi perang Vietnam.

Cokelat Indonesia, Riwayatmu Kakao Indonesia komoditas ketiga di dunia

Cokelat IndonesiaSiapa tidak kenal cokelat yang disajikan dalam bentuk minuman maupun beku dengan berbagai varian sajian, bentuk, corak dan rasa unik. Bahkan cokelat kini menjadi bentuk hadiah atau bingkisan sebagai ungkapan terima kasih, simpati,perhatian bahkan pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat padat,cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Sejarah

Cokelat dihasikan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah, bahkan diduga sampai Chiapas,bagian paling selatan

Cacao

Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko.

Residu cokelat ditemukan pada tembikar yang digunakan suku Maya kuno di Rio Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat disekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocoLDtl yang berarti minuman pahit.

Cara menyajikannya pun tidak sembarangan, dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah Lain ditanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasikan oleh Lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.

Biji kakao sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperoleh. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi Lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman ini dipercaya sebagai pencegah Lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin didalamnya.

Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kakao menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya biji kakao. Bagi suku Aztec biji kakao merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kakao digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.

Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kakao dan satu buah avokado seharga tiga biji kakao. Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah,diantaranya minuman cokelat.

Cokelat cair

Awal abad ?ke- 17, cokelat ?menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu,cokelat menyebar diantara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657, dan resep es coklat pertama diketahui berasal dari lnggris pada tahun 1668. Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara.

Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Boru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah – rempah yang ditambahkan orang Meso – Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Jugo mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka, mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang di ambil dari usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.

Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang soma dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kakao masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dilakukan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kakao (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate). https://id.wikipedia.org/

Biji kakao dan bubuk cacao

Dosen, Siapakah Mereka ? dan Bagaimana PT Mengelola Diri

Wawancara :

Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc.

Koordinator Kopertis Wilayah IV JABAR & BANTEN – periode Tahun 2013 – 2017

Di tengah kesibukan beliau sebagai Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat & Banten, Pro Hakim (begitu Komunita memanggii beliau red) menyempatkan diri berbincang dengan majalah Komunita tentang tantangan profesi dosen, serta perguruan tinggi dalam perspektif ke depan. Berikut hasil petikan wawancaranya :

Prof.Ir.H.Abdul Hakim Halim, M.Sc

Komunita : Makna ‘dosen’ sebagai seorang tenaga profesional dan ilmuwan sesungguhnya seperti apa ?

Prof. Hakim :Profesi adalah sebuah pekerjaan, dimana untuk mendapatkannya dibutuhkan pengetahuan (knowledge), skill, dan biasanya profesi pasti ada ujian seperti profesi dokter, dan profesi dosen. Pertama, knowledge ini ditunjukan dengan gelar akademik 51, 52 dan 53. Kalau dalam paradigma saya dosen itu harus 53, kenapa Karena jenjang akademik 51 diartikan bahwa seseorang sudah mengenal ilmu dan tahu cara menggunakannya. Kemudian jenjang 52 diartikan seseorang sudah mengetahui bagaimana caranya mencari ilmu arau menjadi seorang Researcher namun masih dalam pengawasan supervisor, sedangkan jenjang pendidikan 53 diartikan seseorang sudah mempunyai kemandirian dalam research. Maka tidak bisa tidak profesi dosen seharusnya minimal 53 karena tugas dosen bukan hanya mengajar tetapi juga harus memiliki kemandirian dalam berilmu.

Kedua, Skill atau keterampilan ditunjukan oleh pengalaman, pengalaman ditunjukan dari jabatan akademik yaitu tenaga pengajar, lektor, lektor kepala dan guru besar. Bagi seorang dosen jabatan akademik ini bisa jadi sangat panjang namun tetap harus dijalani. Skill ini juga ditunjukan dari sertifikasi dosen, dimana sertifikasi dosen ini adalah instrumen pemerinrah untuk mengukur seberapa jauh tingkat keprofesionalan seorang dosen.

Lalu pertanyaannya kenapa dia jadi dosen? lni harus dicek

pada saat seleksi awal atau tes masuk, jangan sampai seseorang menjadi dosen karena dia tidak diterima di perusahaan lain. Artinya apa? seseorang yang ingin menjadi dosen harus dicek dulu apa misi, filosofi, dan cita-citanya. Jangan sampai karena dia bisa mengajar lalu menjadi dosen, sebab dosen mempunyai tugas Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kalau seorang dosen hanya mau mengajar saja tanpa penelitian dan pengabdian, maka dia tidak bisa disebut sebagai dosen tapi disebut sebagai lnstruktur seperti di lembaga kursus/privat. Jika dia mengajar di lembaga kursus/privat maka dia tidak perlu melakukan penelitian dan pengabdian.

Kemudian kalau seorang dosen hanya mau menjadi peneliti saja tanpa melakukan pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, maka apa bedanya dia dengan lembaga research atau UPI dan kalau dosen hanya mau melakukan pengabdian saja tanpa pengajaran dan penelitian maka apa bedanya dosen dengan pegawai negeri sipil yang bertugas melayani dan mengabdi pada masyarakat.

Maka saya menyebut dosen sebagai profesi yang luar biasa, oleh karena itu siapa yang mau bekerja di profesi ini haruslah seorang yang profesional, sebab tugas seorang dosen begitu luar biasa. Kegiatan Tridharma ini tidak boleh sembarangan, misalkan dia mengajar sesuatu ilmu yang belum jelas atau belum proven diajarkan, kemudian dia melakukan penelitian tapi penelitiannya belum selesai/ tuntas namun sudah dianggap sebagai hasil dari penelitian, ini semua hanya bisa dipahami kalau dia seorang ilmuwan.

Ilmuwan ini dibentuk oleh namanya knowledge circle, siklus knowledge dimulai dari penciptaan ilmu, sharing, paten, prototype dan komersialisasi.?? ?Pertama, proses penciptaan ilmu ini,Kedua, Skill atau keterampilan ditunjukan oleh pengalaman, pengalaman ditunjukan dari jabatan akademik yaitu tenaga pengajar, lektor, lektor kepala dan guru besar. Bagi seorang dosen jabatan akademik ini bisa jadi sangat panjang namun tetap haruss dijalani. Skill ini juga ditunjukan dari sertifikasi dosen, dimana sertifikasi dosen ini adalah instrumen pemerinrah untuk mengukur seberapa jauh tingkat keprofesionalan seorang dosen.

dimulai dari riset orang? lain lalu terakumulasi oleh riset-riset lanjutan dari orang lain, sampailah pada suatu tahap yaitu tahap pelipat-gandaan ilmu, pelipat-gandaan ilmu ini menjadi 2x lipat terjadi pada tahun? 1700 Masehi – 1900 Masehi. Kemudian sejak 1950 Masehi pelipat-gandaan ilmu itu terjadi setiap 5 tahun sekali, dan nanti di tahun 2020 pelipat-gandaan ilmu akan terjadi setiap 73 hari. Kenapa pelipat-gandaan ilmu ini semakin cepat, karena dibantu oleh adanya teknologi dan internet. Kedua, sharing atau menyampaikan ilmu kepada orang lain, sharing bagi seorang dosen bisa dilakukan dengan cara mengajarkan keilmuannya kepada mahasiswa, lalu menseminarkan hasil riset atau keilmuannya pada seminar nasional atau seminar internasional. Ketiga, melakukan paten, setelah penelitian atau riset ini teruji maka dilakukan paten. Akan tetapi tidak semua ilmu bisa melakukan paten, seperti ilmu manajemen tidak bisa melakukan paten, yang bisa melakukan paten hanya ilmu yang menghasilkan produk. Keempat, prototype adalah suatu proses dimana pengetahuan yang sudah mapan, dan useful bagi orang lain. Tahap terakhir yaitu komersialisasi.

Memaknai dosen, profesi yang luar biasa

Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pasal 1 ayat 2 secara eksplisit menyebutkan bahwa :dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui Pendidikan, Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat – Tridharma Perguruan Tinggi. Batasan di atas dipertegaskan dalam pasal? pasal berikut tentang fungsi dan tujuan. Pasal 5, bahwa kedudukan dosen sebagai tenaga profesional? berfungsi untuk meningkatkan martabat ?dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta pengabdian kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan ?mutu pendidikan nasional. Pasal 6, bahwa kedudukan? dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimaan dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mendiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Dalam kaitan tersebut, Pasal 45 menegaskan bahwa :Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Batasan, fungsi dan tujuan dosen di atas bukanlah suatu yang tanpa filosofi, dan makna. Memahami perspektif peraturan perundangan tersebut, ada baiknya kita mencoba memahami pandangan para “inohong’ – guru besar dalam memaknai dosen secara lebih jauh.

Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc. Guru Besar ITB, menegaskan: Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan. Profesi adalah sebuah pekerjaan, dimana untuk mendapatkannya ?dibutuhkan pengetahuan / knowledge, skill. Knowledge ditunjukan melalui gelar akademik Sl, S2 dan S3. Dalam paradigma saya dosen itu harus S3, kenapa? Karena jenjang akademik S1 diartikan ?seseorang sudah mengenal ilmu dan tahu cara menggunakannya.Jenjang S2 diartikan seseorang sudah mengetahui bagaimana caranya mencari ilmu atau menjadi seorang Researcher, namun masih dalam pengawasan supervisor. Sedangkan? jenjang S3 diartikan seseorang sudah mempunyai kemandirian dalam research. Maka, profesi dosen seharusnya minimal S3, karena tugas dosen bukan hanya mengajar tetapi juga harus memiliki kemandirian dalam berilmu.

Memaknai dosen, profesi yang luar biasa
Memaknai dosen, profesi yang luar biasa

Skill atau keterampilan ditunjukan oleh pengalaman. Pengalaman ditunjukan dari jabatan akademik yakni :tenaga pengajar, lektor, lektor kepala dan guru besar. Bagi seorang dosen jabatan akademik bisa jadi sangat panjang namun tetap harus dijalani. Skill juga ditunjukkan melalui sertifikasi dosen, yang merupakan instrumen pemerintah mengukur keprofesionalan seorang dosen. Lalu dosen adalah ilmuwan. Ilmuwan ini dibentuk oleh knowledge circle atau siklus pengetahuan yang dimulai dari penciptaan ilmu, sharing, paten, prototype dan akhirnya komersialisasi. Pertanyaannya kenapa seseorang menjadi dosen? Artinya, seseorang yang ingin menjadi dosen harus dicek dulu apa misi, filosofi, dan cita-citanya. Jangan sampai, hanya karena seseorang bisa mengajar lalu menjadi dosen. Sebab dosen mempunyai tugas Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian , dan pengabdian kepada masyarakat. Dari ilustrasi tersebut, saya menyebut dosen sebagai profesi yang luar biasa. Oleh karena itu, siapa yang mau bekerja di profesi ini haruslah seorang yang profesional sekaligus ilmuwan, sebab kegiatan Tridharma tidak boleh sembarangan.

Prof. Dr. H. Karhi Nisjar Sardjudin, M.M., Ak. – Guru Besar Universitas Widyatama, melihat dosen dari perspektif tujuan dan proses pembelajaran. Dikatakannya, dunia pendidikan tinggi mencapai keberhasilan dari proses belajar mengajar perguruan tinggi yang ujung tombaknya adalah dosen.

Upaya Institusi PT Membina Profesi Dosen

Dr. lslahuzzaman - Rektor Universitas Widyatama
Dr. lslahuzzaman – Rektor Universitas Widyatama

Salah satu titik lemah dosen dalam menjalankan fungsi Tridharma adalah penelitian. Dosen lebih cenderung pada pengajaran / Dharma pertama. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir mengungkapkan : hanya 12-14% dosen yang sudah melakukan penelitian. Demikian pula produksi jurnal ilmiah masih sedikit, tahun 2015 hanya sekitar 4.500 – 5.500 jurnal yang dihasilkan akademisi dan peneliti. Perbandingan antara jumlah penelitian sangat tidak seimbang dengan total jumlah penduduk yang 257,9 juta jiwa.

Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas dosen, yakni : Kompetensi dosen, Pelatihan, Motivasi, Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja. Kelima faktor ini diduga mempunyai hubungan korelasi dengan produktivitas dosen dalam bidang penelitian. Dalam rangka mengembangkan penelitian, pemerintah telah menyediakan kesempatan bagi dosen untuk melakukan penelitian . Melalui Ditlitabmas Ditjen Dikti, dosen dapat mengajukan proposal untuk penelitiannya, termasuk dosen pemula yang masih baru di dunia riser dan penelitian. Bahkan Dirjen Sumberdaya Iptek Oikti, Prof dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mengingatkan ke depan perguruan tinggi wajib mengalokasikan 30 persen anggarannya untuk mendukung kegiatan penelitian. Aplikasi regulasi ini akan melibatkan Direktorat Sumber Daya Iptek Oikti, perguruan tinggi dan Inspektorat Jenderal Kemristekdikti untuk evaluasi.

Produktivitas dosen dalam menjalankan fungsi Tridharma tersebut tentu membutuhkan pembinaan berkelanjutan. Majalah Komunita berbincang dengan Dr. Islahuzzaman, SE., M.Si., Ak., CA. Rektor Universitas Widyatama, dan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp., M.Si., M.Kom Rektor Universitas Pasundan. Berikut hasil petikan wawancara mereka.Dr. lslahuzzaman – Rektor Universitas Widyatama : Bahwa fungsi dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, adalah mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat atau yang kita kenal Tridharma Perguruan Tinggi. Tridharma adalah kewajiban dosen perguruan tinggi.

Di Indonesia, untuk menjadi dosen tetap tenure cenderung sangat mudah. Padahal di beberapa negara lain, tak mudah menjadi dosen tetap. Di Jepang atau Perancis, misalnya harus mengikuti post doc dulu, menerbitkan disertasi-nya menjadi buku, baru bisa melamar menjadi dosen tetap, itupun kalau ada lowongan. Kompetisi-nya juga cukup ketat karena portofolio di bidang akademik seperti publikasi ilmiah amat menentukan. Kalaupun ada kasus master menjadi dosen tetap, ini hal yang amat langka sekali, mungkin hanya untuk orang-orang cemerlang saja.

Makan Sehat Yuk…

Kalo membahas tentang trend masa kini sih emang gada abisnya, apalagi tentang kuliner yang setiap saat selalu berinovasi. Alih-alih kesehatan, makan sehat kini sedang ramai ditawarkan beberapa cafe khususnya di Bandung ini.

Apa sih makan sehat itu ?

Makan sehat bisa berbentuk sayur, bahltan sayuran organik ataupun non organik, makanan yang tidak menggunakan bahan penyedap atau msg, buah – buahan dan bijian dan masih banyak yang Lainnya. lntinya sih kita ga makan junkfood (makanan cepat saji) dan makanan yang diolah dengan cara digoreng dengan menggunakan minyak.

Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dari mengkonsumsi makanan sehat, bukan hanya untuk kesehatan masa kini tapi untuk kesehatan kita di masa depan. Kita bahas yuk trend makanan sehat 2017 ala Komunita ^_^

1.Bowlfood

Konsep bowl food Lebih populer di kalangan pengikut gaya hidup sehat. Buddha bowl, misalnya, terkenal diantara vegan baik di Pinterest maupun YouTube. Sajian ini biasanya berbasis grain seperti quinoa dan sayuran hijau. Kemudian diberi bahan Lainnya antara Lain irisan alpukat, sayuran panggang seperti ubi atau kembang kol, kacang-kacangan dan biji-bijian. Ada pula yang mencampumya dengan smoothie, dengan irisan buah2an di atasnya. Smoothie bowl juga tampil begitu cantik dalam mangkuk sehingga sangat Layak dimasukkan fotonya ke lnstagram. Biasanya mangkuk dihiasi deretan buah segar, kacang-kacangan dan biji-bijian. Semua disusun rapi agar terlihat fotogenik.

Tren bowl food ini diakselerasi dengan obsesi berkelanjutan akan ramen dan popularitas mainstream dari bibimbap Korea, yang sering disajikan dalam pot dan bowl batu gaya artisan, sebut pakar di Baum + Whiteman.

Ada pula bowl food yang isinya nasi atau biasa disebut rice bowl, semangkuk nasi yang di atasnya di sajikan ayam atau sapi dengan berbagai macam sayuran. Terinspirasi dari gaya makan orang jepang dan Cina yang selalu menggunakan mangkuk dalam setiap hidangannya. Makanan dalam mangkuk (bowlfood) saat ini selalu identik dengan makanan sehat.

2.Cold Press Juice

Cold-pressed juice yang dibuat dengan slow juicer banyak dipilih pelaku hidup sehat. Kabarnya nutrisi buah dan sayur pada jus ini Lebih terjaga. Benarkah Beberapa tahun ini cold-pressed juice populer di kalangan pelaku hidup sehat. Alih-alih menggunakan juicer biasa, jus ini dibuat dengan alat khusus benama masticating juicer atau slow juicer.

Konon pemakaian alat ini membuat nutrisi buah dan sayur pada jus tetap terjaga. Disebut cold pressed karena dalam proses pengolahan jus, masticating juicer menghasilkan panas Lebih sedikit dibanding juicer biasa. Kalo kita ga punya mesin ini, jangan khawatir, sekarang sudah banyak orang yang menjual cold press juice yang siap minum.

cold press juice yang siap minum cold press juice yang siap minum

Selain terjaga nutrisinya, kualitas dari pressed juice yg dijual pun terjaga karena hanya bisa dipesan H – 1 sebelum akan dikonsumsi oleh konsumennya. Yummy banget yaaa tampilannya, dan pasti rasanya pun sangat nikmat, karena 100% berasal dari buah asli tanpa campuran air atapun gula.

3. Infused Water

Infused Water Infused Water

Walaupun sudah populer sejak awal tahun 2016, infused water masih disukai orang. Sebenarnya apa manfaat infused water ini? Infused water merupakan air putih yang dibuat dengan campuran potongan buah atau herbal. Infused water juga dikenal dapat menjadi akematif untuk mengatasi kebosanan minum air putih. Tapi seberapa penting infused water untuk tubuh? Ahli gizi sekaligus dosen, Rita Ramayulis DCN, M. Kes mengatakan tujuan konsumsi infused water biasanya diperuntukkan bagi mereka yang cenderung dehidrasi dan minum sedikit air karena tidak suka dengan airtanpa rasa dan aroma

“Infused water strategy ini sebenamya dibuat untuk membantu memenuhi kebutuhan 2 Liter air perhari. jadi kebutuhan minum terpenuhi dengan sensasi sedikit rasa dan aroma dari buah,” tutur wanita yang sedang menjalani kuliah doktoral di Universitas Indonesia.

Walaupun dicampurkan dengan potongan buah, ini bukan berarti air mengandung mikro nutrien. “Karena saat Anda memotong buah melon tidak membuat kandungan mikronutriennya turun ke dalam air.” Untuk mendapatkan uitamin dan mineral yang terkandung di dalam infused water. Anda bisa memakan buah potong yang dicampurkan di dalamnya serta memeras air Lemon ke dalam aimya, yang disimpan dalam suhu dingin. (sumber :www.detik.com)

4.Healthy Lunch Box

Dari namanya aja udah ga asing Lagi didengar, makan siang sehat yang dikemas di box cantik kini sangat digemari bagi para workaholic yang sulit keluar kantor bahkan untuk sekedar mencari makan siang. Kini para produsen catering berinovasi membuat “healthy Lunch box”. lsinya sederhana sih seperti menu makan siang biasa, ada nasi dan Lauk pauknya, namun yang membedakan porsi dan jenis Lauk yang dipilih akan Lebih sehat, seperti tidak memasak Lauk dengan minyak goreng, dan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau dengan kentang.

Healthy Lunch Box Healthy Lunch Box

Dengan harga kisaran 30 ribu sampai dengan so ribu per box, konsumen dapat dengan mudah mendapatkan makanan sehat yang terjangkau dan diantar ketempat kerja.

Mudah banget ya hidup sehat jaman sekarang. jadi udah ga ada alasan dong buat kita engga hidup sehat. sumber :www.detik.com- Astriawati jeinab, S.E

S T U D Y T O U R

Kegiatan Study Tour Fakultas Bahasa dan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama ke Singapura 20- 22 September2016.Tourism Board dengan konsep yang keren, bahasa komunikasi visualnya komunikatif dan informatif . Pasti bermanfaat dan membuka wawasan mahasiswa/i. (Mktg)

S T U D Y T O U R
S T U D Y T O U R

?