Home Blog Page 66

Perguruan tinggi abaikan cetak lulusan berkemampuan praktis dan teknis?

SEKToR USAHA TENTANG KETENAGAKERJAAN DAN CAREER CENTER:

Perguruan tinggi abaikan cetak lulusan berkemampuan praktis dan teknis?

Perguruan tinggi abaikan cetak lulusan berkemampuan praktis dan teknis 3

Dunia usaha lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dengan pengetahuan dan kemampuan yang spesifik. Sementara umumnya muatan kurikulum perguruan tinggi kurang mendorong pada aspek penguasaan kemampuan spesifik. Keban- yakan perguruan tinggi hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, namun mengabaikan sisi kemampuan praktis dan teknisnya. Perkembangan kurikulum perguruan tinggi tidak berbanding lurus dengan perkembangan kebu- tuhan dunia usaha. Pendapat ini diperkuat Kadisnaker Provinsi Jawa Barat yang memandang sistem dan pola pendidikan hanya bersifat teoritis tanpa memperdulikan aspek-aspek praktis serta hubungan dengan sektor usaha. Perguruan tinggi juga seyogyanya dapat melakukan sistematika proses pendidikan dan pembelajaran dengan mengkombinasi unsur teori, praktek, bimbingan karir dan kegiatan bersertifikasi.

Pandangan ini apakah menunjukkan kesimpulan bahwa perguruan tinggi abai? Mari kita telusuri pendapat narasumber dari sektor ritel dan perhotelan.
[box]

Perguruan tinggi abaikan cetak lulusan berkemampuan praktis dan teknis?

Wawancara Solihin (Direktur Corporate Affairs PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.)

[/box]

Kebanyakan perguruan tinggi hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, namun mengabaikan sisi kemampuan praktis dan teknisnya.

Komunita: Banyak lulusan perguruan tinggi masih dalam posisi menganggur benarkah hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak memenuhi persyaratan kerja yang diharapkan perusahaan?

Solihin: Saat ini, dunia usaha lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dengan pengetahuan dan kemampuan yang spesifik. Sementara umumnya muatan kurikulum perguruan tinggi kurang mendorong pada aspek penguasaan kemampuan spesifik. Sayangnya, perkembangan kurikulum ?yang ada selama ini tidak berbanding ?lurus dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha. Kebanyakan perguruan tinggi hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, namun mengabaikan sisi kemampuan praktis dan teknisnya.

Sementara pada kehidupan sektor dunia usaha seperti kami – Alfamart – lebih membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang memiliki kemampuan praktis. Jadi, idealnya keterampilan (skill) tentang kemampuan praktis memiliki porsi seimbang dengan kemampuan akademik. Selama ini kurikulum perguruan tinggi lebih mengedepankan penguasaan ilmu secara teoritis.

Komunita: Sesungguhnya apa yang diharapkan dan dilakukan dunia usaha, di sektor ritel – Alfamart dalam menerima seseorang karyawan?

Solihin: Yang kami harapkan sebenarnya kebutuhan tenaga kerja siap pakai dalam industri ritel dengan memiliki pengeta- huan ritel modern secara spesifik. Kemudian untuk memberikan keseragaman pemahaman, bagi setiap karyawan baru kami membekali dengan pelatihan (training) khusus tentang manajemen ritel modern khususnya yang diterapkan pada Alfamart. Karena itu, kami melakukan proses seleksi secara ketat, mulai dari standar kualifikasi administratif kemudian memberikan tes tertulis hingga terakhir adalah melakukan tes wawancara.

Komunita: Melihat kondisi yang serba dilematis mengenai tingginya angka pengangguran di atas, siapa yang bertanggung jawab terhadap hal ini?

Solihin: Semua pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki tanggungjawab untuk memperbaiki sistem pendidikan di tanah air, namun idealnya perlu ada yang mengawali atau berinisiatif melakukan perbaikan terutama dari sisi para pemegang kebijakan atau pengambil keputusan (decision maker).

Komunita: Kerjasama apa yang telah dijalin dalam perekrutan tenaga kerja baru antara sektor ritel ? Alfamart dengan perguruan tinggi?

Solihin: Selama ini kami telah menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi dalam hal perekrutan karyawan baru. Akan tetapi pada umumnya kami cenderung mencari lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya, memilih kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pada beberapa perusahaan yang mapan, mereka bahkan memiliki perguruan tinggi sendiri yang khusus mencetak tenaga kerja siap pakai untuk bidang usahanya.

Komunita: Pernah memanfatkan jasa Career Center/Career Development Center perguruan tinggi? Seberapa besar peranan Career center memenuhi kebutuhan perusahaan?

Solihin: Kami (Alfamart) memanfaatkan jasa career center di perguruan tinggi dalam rangka perekrutan karyawan baru. Saya kira career center bagi keduanya (antara dunia usaha dan pendidikan) sangat besar peranannya. Lembaga tersebut memudahkan kami dalam mencari dan memperoleh tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan.

Komunita: Bagaimana seharusnya Career Center perguruan tinggi agar memenuhi harapan dunia usaha?

Solihin: Lembaga Career center seharusnya lebih proaktif dalam mengakomodir potensi para lulusan. Namun, lowongan kerja yang disediakan sebaiknya harus selektif. Artinya, career center tidak sekadar menjadi toko serba ada yang hanya menampung semua jenis lowongan pekerjaan tanpa menyesuaikan keberadaan jurusan dalam perguruan tinggi yang bersangkutan. Kemudian Career center juga harus mengakomodir kepentingan dunia usaha serta memberikan feed back bagi kedua belah pihak dalam artian harus saling menguntungkan satu sama lainnya.

Komunita: Seberapa sering Alfamart mengikuti pameran bursa kerja (job fair) yang dilakukan perguruan tinggi? Apa yang diharapkan?

Solihin: Alfamart hampir selalu mengikuti pameran bursa kerja (job fair) yang diselenggarakan perguruan tinggi, khususnya yang terkemuka. Karena industri ritel merupakan industri padat karya yang senantiasa membutuhkan karyawan baru dengan cepat dan terampil. Untuk berekspansi membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Oleh karenanya penyelenggaraan pameran bursa tenaga kerja sangat membantu kami. Namun, hanya calon tenaga kerja yang sesuai kualifikasi akan diterima. Kualifikasi dan persyaratan perusahaan yang kami tawarkan cukup beragam, tidak harus lulusan perguruan tinggi terkemuka dengan IPK tinggi dan multi-skill, namun dari berbagai perguru- an tinggi lainnya juga bisa ikut melamar. Sebab, masih terdapat serangkaian tes yang harus dilalui oleh para calon pelamar, seperti: tes psikologi (psikotest) dan tes wawancara. Kami sangat menyambut baik kegiatan pameran bursa kerja (job fair), karena mereka mempertemukan antara perusahaan dengan para calon pegawainya. (Written by Abdul Rozak)

 

[box]

Perguruan tinggi abaikan cetak lulusan berkemampuan praktis dan teknis 2

Wawancara Asriyani Pratiwi,S.E.,Ak – Assist HR&Training Manager

[/box]

Terkadang banyak para pencari kerja yang melamar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sementara perusahaan tidak mempunyai atau belum menerapkan standar rekruitmen

Komunita: Banyak lulusan perguruan tinggi masih dalam posisi menganggur. Apa pendapat usaha jasa perhotelan?

Setiap lulusan seharusnya memiliki kemauan dan inisiatif mencari peluang pekerjaan melalui situs online maupun walk-in in- terview. Perusahaan selama ini telah mengadakan pameran bursa kerja (job fair) agar memperoleh para karyawan baik fresh graduate maupun yang berpengalaman. Proses ini kami lakukan agar kinerja mereka dapat diandalkan serta member manfaat maksimal ditempat pekerjaan (perusahaan).

Komunita: Pada sektor perhotelan apakah calon tenaga kerja umumnya telah memenuhi persyaratan kerja yang diharapkan? Dimana letak permasalahannya?

Asri: Dari pengalaman kami di usaha perhotelan, belum sepenuhnya tenaga kerja sesuai persyaratan yang kami harapkan. Namun animo masyarakat untuk bekerja di sektor ini cukup besar. Dari sekian banyak pelamar yang mendaftarkan diri di sektor usaha ini, umumnya dari lulusan non-pariwisata (non-perhotelan) bahkan potensinya boleh dibanggakan dibandingkan lulusan bidang perhotelan/pariwisata itu sendiri. Berdasarkan hal ini terkadang banyak para pencari kerja yang melamar tidak sesuai dengan latar belakang pen- didikannya, sementara perusahaan tidak mempunyai atau belum menerapkan stan- dar rekruitmen bagi karyawan barunya secara tepat.

Komunita: Apa yang disiapkan calon karyawan yang ingin berkarir di sektor usaha perhotelan?

Asri: Sebenarnya jika ingin berkarir di dunia perhotelan syarat utamanya ada 2, yaitu: memiliki kemampuan dalam bidang administrasi dan memiliki fisik yang menunjang. Secara fisik minimal good looking baik pekerja back office maupun front office. Sementara dari sisi administrasi harus sesuai dengan bidang/jurusan masing-masing, misalnya: bidang akun- tansi, bidang hukum, bidang marketing, dan lainnya. Untuk bidang tertentu seperti bagian desain komunikasi visual atau art design, kami melakukan perekrutan berdasarkan kompetensi dan jurusannya tersebut.

Komunita: Seperti apa kerjasama dengan perguruan tinggi agar kepentingan usaha perhotelan dalam rekrut karyawan terpenuhi?

Asri: Selama ini hotel telah menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Perguruan tinggi atau universitas diharapkan dapat menyediakan SDM (sumber daya manusia) yang berkompeten di bidangnya dengan perolehan nilai akhir berpredikat cum laude maupun yang memperoleh predikat memuaskan. Walau demikian, setiap calon tenaga kerja baru mengikuti beberapa tahapan tes; mulai dari seleksi berkas administrasi, lalu psikotest, kemudian tes wawancara yang disesuaikan dengan kebutuhan/formasi pihak perusahaan.

Komunita: Seberapa jauh memanfatkan jasa Career Center perguruan tinggi?

Asri: Pernah memanfaatkan jasa career center sekolah menengah kejuruan maupun perguruan tinggi. Namun, kami lebih banyak melakukan perekrutan dengan sistem tersendiri yakni melalui jaringan media sosial ataupun pameran bursa kerja (job fair).

Komunita: Kerjasama lain dengan sekolah, perguruan tinggi?

Asri: Kerjasama, seperti: PKL (training), kandidat pelamar yang baik serta memiliki background sesuai, daily worker tetap dan daily worker yang dibutuhkan pada saat tingkat hunian hotel sedang naik. (Written by Abdul Rozak)

Trace study dan career center menuju relevansi pendidikan

Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc.,

Prof. DR. IR. H. ABDUl HAKIM HAlIM, M.SC.,

Koordinator Kopertis Wilayah iV

Setiap perguruan tinggi diharapkan memiliki program untuk memperpendek masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan.”

Pendidikan tinggi merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan sebelumnya, dan sebagai terminal akhir pendidikan formal yang menghantarkan peserta didik memasuki dunia kerja. Karena itu perguruan tinggi dituntut menyelenggarakan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tentunya semakin meningkatkan kualitas. Dulu, orientasi perguruan tinggi hanya berkisar pada pengetahuan, misal lulusan ekonomi dulu ditanya apa yang kamu ketahui? Tetapi sekarang yang ditanya adalah kamu bisa apa? Harapannya bahwa apa yang didapat di perguruan tinggi tak hanya ilmu pengetahuan tetapi kemampuan juga harus didapat. Pemerintah berkehendak agar para lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja serta bermanfaat bagi kemajuan bangsa ini.

Dalam kaitan tersebut kami berbincang dengan Kopertis Wil IV tentang lulusan perguruan tinggi dan career center menuju relevansi pendidikan.

Komunita: Bagaimana pandangan bapak mengenai career center atau pusat informasi ketenagakerjaan di perguruan tinggi disertai dengan perkembangannya?

Hakim: Diantara keberhasilan suatu perguruan tinggi adalah dilihat dari berapa lamanya seorang alumni, sejak dia lulus hingga diterima bekerja pada perusahaan. Oleh karena itu perguruan tinggi diha- ruskan memiliki data bagi para alumninya yang telah bekerja maupun yang belum (disebut tracer study). Nah, tentu saja setiap perguruan tinggi diharapkan memiliki program untuk memperpendek masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Upaya dalam mengatasi masa tunggu tersebut, maka dibentuklah wadah bernama career center yang bertujuan untuk memfasilitasi antara lulusan/alumni perguruan tinggi dengan perusahaan sebagai penerima tenaga kerja. Hal ini ?pun dapat pula dilakukan dengan cara mengundang beberapa perusahaan dalam rangka melakukan perekrutan sekaligus wawancara secara langsung guna mem- peroleh SDM yang berkualitas.

Komunita: Lulusan perguruan tinggi baik pada jenjang S1 maupun S2 yang terserap di dunia kerja hanya 30% saja setiap tahunnya. Artinya ada sekitar 70% lulusan yang menganggur. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Hakim: Saya memiliki data tersebut pada tahun 2010, dengan jumlah sekitar

800.000 lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap di dunia kerja. Kemudian setiap tahun dari seluruh lulusan perguruan tinggi se-Indonesia meluluskan

300.000 alumni akan tetapi yang terserap hanya sekitar 200.000 saja, artinya yang 100.000 lagi akan menjadi penganggur. Yang menjadi penyebab semakin tingginya jumlah pengangguran dikarenakan adanya: 1.Mismatch yaitu ketidakcocokan antara apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan apa yang telah dihasilkan oleh kebanyakan perguruan tinggi. Misalkan: jumlah yang dihasilkan oleh program studi/Prodi X sudah jarang atau bahkan sama sekali tidak ada, akan tetapi masih saja program studi tersebut diselenggarakan. 2. Kualitas, artinya mutu atau standar yang dibutuhkan oleh perusahaan harus sesuai dengan potensi & tingkat kemahirannya. Setiap perusahaan yang merekrut karyawannya pasti memiliki standar tertentu sehingga apabila tidak sesuai maka secara otom- atis akan ditolak. 3. Pentingnya wadah yang bernama career center sebagai pusat informasi untuk menjembatani para pencari kerja dengan perusahaan penghasil pekerjaan.

Saat ini, banyak perusahaan dan perguruan tinggi melakukan berbagai pameran bursa kerja (job fair) dalam rangka menjaring para lulusan agar dapat dicocokkan minat/bakat sesuai dengan bidang pekerjaannya. Selain itu, kegiatan semacam ini pun ditujukan untuk menghindari adanya unsur penipuan yang marak diselenggarakan oleh perusahaan abal-abal (bodong). Contohnya perusahaan yang hanya menginginkan ijazah dari para calon pelamar tanpa ditindak lanjuti dengan serius mengenai posisi pekerjaannya.

Komunita: Sebagaimana penjelasan yang bapak sampaikan mengenai maraknya fenomena sarjana yang menganggur di usia produktif, menunjukkan adanya ketidakselarasan antara pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Bagaimana peran pemerintah khususnya Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi dan Kopertis selaku otoritas bidang pendidikan tinggi swasta dalam menyikapi hal tersebut?

Hakim: Kami sudah memikirkan hal ini sejak lama disertai dengan dikeluarkannya UU Pendidikan Tinggi, serta Permendik- bud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kemudian kita melakukan penyetaraan untuk semua pro- gram studi berdasarkan undang-undang dan peraturan tersebut agar sesuai dengan standarnya. Sebagai contoh: Program studi yang diselenggarakan di Universitas Widyatama dengan Universitas Parahyangan untuk bidang ekonomi belum tentu sama standarnya. Kami meminta kepada seluruh perguruan tinggi khususnya swasta didalam penyelenggaraan Tridarma-nya untuk memenuhi standar ini. Nah, jika tidak sampai memenuhi pada standar ini maka tidak akan terakreditasi. Oleh karenanya pemerintah menerbitkan peraturan mengenai standarisasi tersebut dalam rangka mengantisipasi mutu/kualitas program stu- di yang diselenggarakan perguruan tinggi.

Komunita: Diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi sepanjang tahun 2020 hingga 2030 sebagai puncaknya. Saat ini penduduk usia produktif sekitar 48,9% dari 251 juta penduduk. Diperkirakan jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2035 sebesar 213,92 juta jiwa. Jika hal ini tidak dapat diantisipasi sedini mungkin maka Indonesia akan kehilangan peluang emas. Bagaimana menurut pandangan bapak menyikapi hal tersebut guna menghindari keterpurukan pada generasi bangsa di masa mendatang?

 

Hakim: Artinya bahwa berdasarkan data statistik tersebut bisa saja disebut sebagai peluang bagi Indonesia jika memang memperoleh bonus demografi. Namun bagi saya, kesemuanya itu akan tergantung pada pendidikan. Apabila pendidikan tidak dijalankan dengan baik, pasti akan menjadi bencana begitu pula sebaliknya. Bayangkan, begitu banyak orang yang menginjak usia produktif namun masih saja menganggur. Kerjaannya melakukan demo saja tanpa memiliki kejelasan dalam memperoleh pekerjaan.

Jika hal ini semakin dibiarkan berlarut-larut, maka akan meningkatkan tindakan kriminalitas di masyarakat. Berbagai permasalahan? menurut saya merupakan sinyal/alarm sebagai tanda peringatan agar kita mampu menyelenggarakan sistem pendidikan tinggi yang benar. Jangan sampai bonus demografi tersebut malah akan menjadi bencana. Oleh karenanya berbagai aturan yang telah dibuat oleh pemerintah antara lain dalam rangka mengupayakan agar ?kita memperoleh bonus tersebut kemudian terus meningkatkan nilai APK (angka partisipasi kasar). Saat ini, nilai APK mencapai 27%, artinya bahwa ada sekitar dua puluh tujuh persen dari penduduk Indonesia berusia antara 18 – 24 tahun yang mengenyam pendidikan, berarti sisanya sebesar 73% tidak mengenyam pendidikan.

Nah, untuk kategori menganggur terjadi pada angkatan lulusan yang telah mengenyam pendidikan apalagi yang tidak sama sekali. Inilah permasalahan bangsa mengenai semakin besarnya jumlah pengangguran yang kemudian diperlukan penanganan lebih serius lagi. Titik utama yang menjadi fokus dan tanggung jawab atas seputar permasalahan tingginya angka pengangguran intelektual di Indonesia adalah ada pada lembaga perguruan tinggi tersebut. Jadi, kita harus melakukan monitoring serta mendorong agar perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mensukseskan para lulusannya sehingga mencapai keberhasilan di dunia kerja. Selain itu, aplikasi tambahan yang perlu dilakukan oleh setiap perguruan tinggi yaitu dengan cara mengimplementasikan unsur pendidikan yang berkarakter (moral) pada setiap aspek keilmuannya.

Hal ini penting sekali guna peningkatan nilai budi pekerti serta nilai etika/kesopanan yang semestinya dipraktekkan sejak berada di bangku kuliah.

Komunita: Menurut pantauan bapak, sejauhmana program Career Center dan Tracer Study mulai diterapkan pada perguruan tinggi sebagai salah satu upaya menekan pengangguran?

Hakim: Pemerintah melalui lembaga BAN PT mulai mensyaratkan adanya tracer study bahkan sebagai syarat pula dalam penilaian akreditasinya. Kami selaku pihak Kopertis telah menghimbau kepada setiap perguruan tinggi swasta untuk melakukan kegiatan tracer study guna memonitoring keberadaan para alumni/lulusan baik yang telah bekerja maupun yang belum memperoleh pekerjaan. Adapun mengenai keberadaan lembaga career center itu sendiri pada perguruan tinggi, pihak kami tidak melakukan pengecekan satu persatunya. Namun jika dipandang dari segi kebermanfaatannya, memang sangat berguna dalam memfasilitasi dan memudahkan para lulusan memperoleh pekerjaan sesuai dengan minat keilmuan & bakat keterampilannya.

 

Career Center, Jembatan Karir Mahasiswa

Mencari sebuah pekerjaan merupakan sebuah tantangan cukup besar bagi seorang lulusan sarjana, sehingga membutuhkan persiapan matang untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Untuk mempersiapkan lulusan untuk bekerja maupun berwirausaha. Berikut wawancara kami dengan ITB Career Center, salah satu career center pertama yang dirintis perguruan tinggi dengan tujuan menjembatani lulusan dengan dunia kerja.

Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T., Mt, Direktur Itb Career Center

[box]

Bambang Setia Budi

Bambang Setia Budi

Assistant Professor

[email protected]

Education:

– Doctor of Engineering. Toyohashi University ofTechnology, Japan.

– Magister Teknik (Master of Engineering). Architecture ?Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

– Sarjana Teknik (Bachelor of Engineering). Achitecture ?Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Research Subjects:

– Islamic architecture

– Vernacular architecture

– Theory of architecture and urban[/box]

Komunita: Apa yang menjadi latar belakang didirikan ITB Career Center?

Bambang: Sedikit cerita tentang sejarah, ITB Career Center didirikan para penda- hulu dengan nama CDC (Career Develop- ment Center), pertama kali di Indonesia. Perusahaan swasta yang menangani jasa ini belum ada. CDC bercita-cita memper- temukan antara alumni/lulusan dengan perusahaan, atau mempertemukan supply demand. Juga menyiapkan lulusan atau mahasiswa akhir bagaimana seharusnya mereka menghadapi dunia kerja, serta mereka agar memahamii dunia kerja ses- ungguhnya seperti apa? Karena, umumnya mereka belum memiliki gambaran yang matang tentang jenjang karir seperti apa.

ITB Career Center memiliki berbagai macam layanan. Mulai dari informasi lowongan kerja, aplikasi karir online, tes untuk aplikasi kerja, rekrutmen kampus, mock ?up interview hingga yang sangat dikenal oleh para pencari kerja adalah Integrated Career Day yang diselenggarakan setahun

dua kali. Layanan ITB Career Center dipandu para profesional, salah satu contohnya adalah Career Counseling, yang dipandu para psikolog. Career Counseling ini membantu mahasiswa maupun lulusan ITB untuk memilih karir seperti apa yang cocok bagi mereka.

Usia ITB Career Center sudah sekitar 17 tahun. Setelah beberapa tahun CDC berdiri, baru berdiri kegiatan sejenis yang lain- nya di luar ITB. Sekarang model ITB Career Center bersifat online. Sesuai perjalanannya sejak pergantian rektor, namanya berubah: pernah placement office, PCD professional, PAD. Alasan berubah kembali ke Career Center. Nama CDC di Google hanya didapat 30.000 sebutan, bila meng- gunakan career center didapat 6 jutaan sebutan. Orang kalau mendengar nama career center pasti sudah popular. Tahun 2010 kembali ke istilah ITB Carrer Center dengan desain logo baru.

Komunita: Tujuan carrer center?

Bambang: Core kita adalah service, yaitu layanan untuk service alumni, mahasiswa sendiri. Fokusnya pada karir mahasiswa, sifatnya persiapan, tes bakat dan konsel- ing menghadapi dunia kerja. Bagaimana mereka kalau mau lulus menyusun CV (curriculum vitae) yang bagus, apa yang ditaruh di CV, selain tentunya memahami wawasan tentang perusahaan yang dituju. Menyekenggarakan career sesion seperti seminar, pelatihan-pelatihan. Lowongan kerja dibuka melalui website, langsung

di apply. Traffic ITB Career Center antara lain ada di fasilitator media. Info-info dari newsletter. Untuk Twitter 35.000 an.

ITB Career Center juga memiliki berbagai macam program wirausaha. Salah satu- nya adalah Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Hal ini merupakan sebuah bentuk dukungan bagi lulusan ITB yang ingin menjadi entrepreneur. Karir bukan hanya bekerja secara profesional, tapi juga berwirausaha. Kami menyelenggarakan workshop, hibah untuk hal tersebut. Kami juga melakukan kegiatan tracer study, juga mengadakan divisi riset.

Selain itu, Career Center yang lahir tahun 1998 ini memiliki berbagai program se erti beasiswa dan program magang yang diselenggarakan oleh perusahaan. Hingga saat ini perusahaan yang tergabung dan memiliki kerjasama dengan ITB Career Center berjumlah sekitar 700 perusahaan.

Dengan jumlah tersebut semakin banyak peluang pekerjaan yang disediakan per harinya.

Komunita: membawahi berapa divisi?

Bambang: Divisi banyak, ada layanan pe- rusahaan dll. Email masuk hari ini banyak. Semua pelayanan informasi sudah kami lakukan.

Komunita: Alasan lain yang mendasari ITB Career Center berdiri, bukankah dengan nama besar yang dimiliki ITB, dunia kerja sudah tidak asing lagi mengenalnya?

Bambang: Dinamika masyarakat saya kira banyak berubah. Core pekerjaan kami ada di service, alumni perlu dilayani terus. Mis- al mereka pindah perusahaan, konsultasi free. Untuk itu kami melakukan sosialisasi bagus, main di media sosial. Alumni 2011 rata-rata register semua. Kami memberi- kan layanan career tersebut tidak dipung- ut biaya. Buat apa bayar Rp 30 000, se- harusnya gratis. Career Center di luar ITB, policy nya beda, mereka memungut biaya. Kami juga membuka peluang bagi alumni perguruan tinggi lain, tidak dibatasi untuk jadi member.

Komunita: Berapa persen lulusan yang terserap di dunia kerja dan berapa lama waktu tunggu saat lulusan telah lulus dan masuk ke dunia kerja?

Bambang: Dari data tiap tahun, mereka yang mencari kerja 70% mahasiswa dan alumni. Sisanya dapat dari kakak angkatannya, dosen dan relasi. Ribuan alumni telah kami jembatani career mereka. Kompetisi yang aktif misal UNEGES, IT, perbankan, retail, produksi, farmasi.

Hampir semua perusahaan segala bidang. Mereka mencari engineering dan ada yang tidak. HRD mereka progresif, biasanya private company, gas dan perminyakan yang paling tinggi, dengan salary yang tinggi. Fresh-graduate rata-rata 5000 USD.

Setelah 5 tahun di lapangan baru ke office. Mereka mencari tiap tahun. Gaji-gaji ter- tinggi dari perusahaan pengeboran min- yak, geologi, teknik kimia, teknik elektro, baru perencanaan, arsitektur. Bekerja di pengeboran rata-rata 16-18 juta/bln.

Masa tunggu 3 – 4 bulan atau rata-rata tiga sampai 4 bulan dapat pekerjaan pertama. Selama 2 atau 3 tahun lulus dilakukan riset, sekitar 50% tidak pindah pekerjaan. Sisanya pindah 2x, 1x, 3x sampai 10x. 2-3 orang ada yang demikian. 80% yang menggunakan career center sudah menjadi rekor dunia.

The best example in the world, yang paling bagus di ITB.

Komunita: Target ke depan?

Bambang: Melayani sebanyak mungkin, dimudahkan segala sesuatunya, mereka dapat kerja sesuai dengan minat dan bakat mereka. Itu capaian dari misi kami. Core layanan Career Center kami bukan untuk bisnis, tetapi melayani. Kami juga menyelenggarakan career counselling supaya mereka bisa curhat mengapa tidak lolos. Dipaksakan bisa, belum tentu maksi- mal dengan karirnya.

Komunita: Daya tarik ITB Career Center?

Bambang: Kalau dari sisi perusahaan mereka mencari SDM-nya dari berbagai sumber dan cara. Dari koran, website sudah
umum. Sumber dari kampus, salah satunya melalui Career Center. Kami menampung alumni atau prodi tertentu, dengan me-link kan ke prodi tersebut melalui career center. Kalau dari sisi mahasiswa/ alumni, mereka peroleh dari relasi,
orang tua, website, dan paling banyak dari Career Center 70%. Melalui ITB Career Center mereka hanya Klik aplly, kalau sudah login sudah bisa melamar. Bisa dari kamar, angkot, bisa langsung melamar ke 40-50 perusahaan, mungkin 100-200 job position tiap hari. Melalui ITB Career Center kami melakukan mapping, serta mempertemukan supply dan demand. Saat ini
pemerintah ? Dikti, perguruan tinggi harus memiliki career center. Melalui hal lembaga dan kegiatan career center lulusan
mempunya kerja atau siap ke dunia kerja.

Komunita: Ada tracer study bagaimana kaitan dengan kurikulum yang ada?

Bambang: Hasil tracer study dimanfaatkan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum program studi (prodi). Artinya yang paling bagus menyusun kurikulum setelah mendapat feedback dari hasil tracer study. Di Indonesia awareness-nya baru sampai memenuhi syarat akreditasi. ITB sudah matang, metologi dan masukan data sudah bagus. Selanjutnya dikembangkan pemikiran yang bagus untuk membahas kurikulumnya. Ada lembaga pengkajian atau penjaminan mutu untuk itu. Di ITB awareness terkait tracer study dan pengembangan kurikulum sudah bagus walau belum menjadi acuan untuk berubah banyak.

Komunita: Yang mengikuti jejak ITB secara nyata banyak juga mahasiswa dan alumi cenderung mengabaikan. Mereka mencari sendiri.

Bambang: Tidak ada paksaan. Mau men- cari kerja sendiri bebas, mau registrasi di ITB Career Center silahkan atau melalui yang lain pintunya banyak. Untuk menarik mereka kita memberikan layanan yang baik kepada mereka. Untuk career center baru, mahasiswa perlu diberi arahan pentingnya career center yang memberikan manfaat bagi mahasiswa. Bila layanan bagus, mahasiswa pasti datang. Semua panitia pelaksana ITB Career Center dari mahasiswa.

Untuk menjadi panitia dilakukan seleksi, wawancara dan komitmen, karena ber- hubungan dengan institusi mewakili ITB, bukan hanya mewakili career center. Untuk pengembangan career center di perguruan tinggi disesuaikan dengan karakter kampus masing-masing. Diluar negeri fokus career center pada konseling. Jumlah mereka tidak sebanyak di Indonesia.

Komunita: Feedback hasil yang didapat dari perusahaan?

Bambang: Banyak via email. Misal kami melakukan survey untuk 48 perusahaan. 43 perusahana memberikan respon, dian- taranya HRD Astra, alumni ITB dll.

Komunita: Apakah ada keinginan membangun kemitraan dengan universitas-universitas yang ada di sekeliling dalam mengembangkan career center terutama bagi yang baru berdiri, aktualnya sebagai pembina dari career center yang ada? Meskipun dengan basis keilmuan yang berbeda.

Bambang: Kita telah buka gathering dan sharing 2 tahun lalu dan 1 tahun lalu khusus tracer study. Tahun-tahun kemarin harus kita share dengan mitra. Sama-sama saling maju dan mempunyai pengalaman abcd tentang career center. Untuk jalan ?ini, ITB ingin membantu alumni, serta mempunyai misi yang lebih tinggi bukan mendapatkan sekadar uang. Pendekatan ITB Career Center adalah layanan. Karena itu kerjasama kami dengan landasan visi yang sama yaitu service. Kita perlu bersama-sama menjalin kerjasama. Bila kerjasama terjadi antara perguruan tinggi yang belum mapan career center-nya yang mendapat keuntungan adalah private company career center-nya. (Rika R)

Homebase Mini Conference Indonesia CISCO Networking Academy

Homebase Mini Conference Indonesia

Fakultas Teknik Universitas Widyatama menggelar Mini Conference Indonesia Cisco Networking Academy. Acara yang diselenggarakan di Gedung A Lantai 4 Rektorat Widyatama tersebut dihadiri dosen dari beberapa Universitas seperti Telkom University Bandung, STIKOM Internasional Cirebon, IKMI Cirebon serta perwakilan guru SMK regional Jawa Barat.

Dengan tema Mini Conference, bertujuan untuk peningkatan kualitas sertifikasi aplikasi system Informatika Cisco agar ada penyetaraan di antara guru serta dosen di bidang akademik. Pemateri pertama dari Cisco yang diwakili Mahfudin Zufri S.T.,M.T. yang juga dosen tetap Institut Pertanian Bogor (IPB) dan sebagai Top Instructure of Cisco department of physic menjelaskan Program Jaringan Baru pemakaian Aplikasi (Perbedaan aplikasi dulu dan sekarang).

Cisco Systems merupakan perusahaan terbesar dan terkemuka di dunia yang memproduksi perangkat keras untuk jaringan internet dan intranet. Peralatan tersebut meliputi jaringan komputer dan komunikasi mulai dari hub sampai peralatan besar seperti switch ATM (Asynchcronous Transfer Mode) lebih dari 90 % komunikasi internet melewati peralatan router yang dibuat oleh Cisco. Beroperasi di lebih 100 negara di dunia dan baru tahun 1995 membuka kantor cabang di Indonesia. Cisco memanfaatkan teknologi internet untuk memberikan pelayanan kepada para pemakai produk -produknya. Mulai dari informasi produk, edukasi dukungan teknis, sampai pada layanan bisnis dapat diakses melalui internet.

Homebase Mini Conference Indonesia 2

Pembicara kedua Ibu Sri Suning Kusuma- wardhani,S.T.,M.T. instruktur Training Center of Academy Support. Beliau yang memandu instruksi aplikasi system Cisco yang baru kepada para audience yang hadir. Bangga menjadi homebase mini conference, berharap di tahun depan Universitas Widyatama menjadi salah satu pilihan tempat Big Conference dimana acara tersebut bekerjasama dengan korporasi CISCO dengan peserta dari berbagai mancanegara, ujar Sriyani Violina, M.T. Ketua Prodi Teknik Informatika Widyatama.

Mini conference ini memiliki beberapa benefit bagi dosen Universitas Widyatama, guru dan peserta lainnya yang menghadiri acara tersebut. Diantaranya bagi civitas dapat lebih dikenal pihak luar, lulusan Universitas Widyatama lebih diakui lulusannya karena memiliki kelebihan dalam hal sertifikasi. 26 Maret 2015

Visitasi dan Tryout SMAN 9 Bandung

Visitasi dan Tryout SMAN 9 Bandung

7 Maret 2015, Universitas Widyatama (UTama) menerima kunjungan dari SMAN 9 Bandung. Rombongan dipimpin Ibu Supriyadi selaku Koordinator Guru BK SMAN 9 Bandung dan Guru-guru perwakilan Sekolah, serta 50 siswa terdiri dari beberapa jurusan yang sangat berminat masuk Universitas Widyatama. Acara dilanjutkan dengan melaksanakan try out UN sebagai bentuk pelatihan hardskill agar siap menempuh UN.

MENUJU TEORI PERTUMBUHAN PERUSAHAAN INOVATIF Dari Garasi ke Pemasaran Global

Didi Tarmidi SE., MSi
Didi Tarmidi SE., MSi Dosen FBM UTAMA, kandidat doktor MSDM Universitas Negeri Jakarta, alumnus Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan UNPAD

Betapa kurangnya kekhawatiran akan bisnis, jika kita dapat memprediksi masa depan dengan kejelasan seperti taruhan dalam sebuah peristiwa olahraga Banyak isu operasional akan tersisa, jika tidak mengidentifikasi kemenangan dengan meyakinkan pertumbuhan ekonomi. Penelitian untuk ilmu pengetahuan itu sangat penting fungsinya bagi arah kebijakan institusi pendidikan. Sarjana ekonomi memandang apa yang dilakukan Nobel Lareate dan warisan Kauffman, Edmund Phelps dalam kontribusi entrepreneurshipnya kepada masyarakat menjadikan mosaik yang membawa teori dan praktek lebih dekat bersama.

Bertanyalah pada diri anda sendiri. Apa yang membantu keberhasilan tersebut Apakah enerji tanpa batas sebuah entrepreneur, gagasan baru yang hebat, atau kerjasama dengan budi luhur atau modal besarkah atau kemampuan manajemen Ini pertanyaan besar ketika pertumbuhan ekonomi domestik kita melemah, sementara pola hidup enak, dan nilai- nilai secara umum sedang dipertanyakan lintas masyarakat? utamanya memperdebatkan moralitas outsourcing dan rightsizing tenaga kerja. Sementara instink daya tarik just do it bagi perilaku entrepreneurship bisa jadi alasan dan fakta sebenarnya, sedangkan penelitian memberikan pandangan signifikan dan promosi kemakmuran.

Sedikit orang mungkin mempertanyakan kontribusi ekonomi yang besar dari perusahaan seperti: Google, Dell, Starbucks, Microsoft, dan perusahaan inovatif lain memberi pengaruh lebih baik bagi standar kehidupan di negara kita bahkan seputar dunia. Kekuatan apakah yang memacu mereka, sehingga menjadi pepatah terkenal dari perusahaan garasi ke rumah saat ini Jika kita dapat memahami, mungkin elemen- elemen entrepreneur lain mempunyai peta jalan untuk memandu ke jalan sukses yang mirip di atas.

Seseorang mungkin berlabel entrepreneur paling sempurna sebuah oxymoron (yang tampaknya bertentangan) atau menyebut science entrepreneurship yang tidak pasti. Tetapi proses ini seperti yang lain akan dapat lebih dipahami bila melalui riset yang teliti. Hari ini orang menanyakan pertanyaan dasar, Apa yang harus dilakukan untuk memulai sebuah perusahaan Saya kira akan dapat memperoleh jawaban lebih baik daripada mereka peroleh tiga atau bahkan sepuluh tahun lalu. Layanan jasa beasiswa dari yayasan-yayasan telah membantu menciptakan bahan kursus entrepreneur, bahkan sekarang mendukung program yang tersedia. Untuk itu, kita selalu mencoba membangun tubuh ilmu pengetahuan dibaliknya. Dengan melihat kemenangan entrepreneur dan dengan mendukung dana penelitian sebagai pola serta kelaziman kegiatan awal, kita coba menemukan prinsip yang akan memandu program lebih efektif, kebijakan public lebih cerdas serta entrepreneur lebih berhasil. Pembuat kebijakan saat ini atau seseorang yang akan menjadi entrepreneur, serta beasiswa akademis masih butuh menjawab pertanyaan mendasar: Apa yang dilakukan untuk memulai dan menumbuhkan perusahaan inovatif tinggi semacam Google atau Starbucks Bagaimana Steve Jobs atau Bill Gates lepas sekolah mencari opportunity recognition Hal-hal ini memunculkan pertanyaan sederhana, tetapi kepentingan mereka tidak dapat dinyatakan terlalu keras. Kuncinya untuk pertumbuhan ekonomi kita yang berkelanjutan- dan ekonomi-ekonomi lain– terletak pada perusahaan dan individu dalam memperoleh jawaban benar.

Masalah Inovasi Perusahaan

Tipisnya masalah entrepreneurship di Amerika sungguh menakjubkan. Penelitian terbaru sebuah yayasan Amerika telah mendanai sekitar 440.000 orang Amerika memulai bisnis setiap bulan. Meski pun kebanyakan berspekulasi atau tipikal bisnis kecil – pagu kontraktor lokal dan restoran misalnya, teknik kecil dan perusahaan profesional pada ukuran puncak dari sejumlah orang ke beberapa lusin. Walaupun bisnis kecil penting, melayani kita dengan banyak cara, nilai terpenting khususnya terletak pada sesuatu inovatif untuk dijual sehingga dapat memindahkan sebuah usaha akar rumput ke pertumbuhan.

Sebuah alasan perusahaan inovatif yang merupakan hal penting adalah kreasi pekerjaan. Lihatlah daerah-daerah yang tumbuh di Amerika Serikat: anda akan secara konsisten menemukan satu atau lebih perusahaan muda yang telah sedang tumbuh pesat, mempekerjakan ribuan, jika tidak puluhan ribu orang. Sebaliknya, daerah-daerah dan pelosok yang tergantung kematangan dan besarnya perusahaan, ditambah percampuran birokrasi ekonomi dan modal entrepreneurship susah mencetak pekerjaan baru di saat jenuh.

Definisi perusahaan inovasi adalah ide atau gagasan perusahaan. Gagasan itu dapat menjadi banyak bentuk: produk baru, layanan baru, atau cara-cara melakukan hal-hal yang menghemat uang, menyediakan lebih yakin atau kedua-duanya. Perusahaan yang benar-benar inovatif, sebaliknya cenderung tumbuh ekplosif sebab mereka akan menghantarkan sesuatu dimana konsumen atau bisnis lain benar-benar ingin dan tidak dapat menemukannya dimana pun. Selanjutnya pertumbuhan perusahaan akan memandu ke pertumbuhan ekonomi, menggerakkan lebih banyak keluaran dan memperbaiki standar hidup untuk konsumen mereka dan pegawai mereka.

Teka-Teki Pertumbuhan

Tetapi ada sebuah teka-teki berdasarkan permainan kata-kata. Sementara mempunyai gagasan besar dapat memandu pertumbuhan, juga seringkali benar bahwa perusahaan harus berskala cepat agar melaksanakan gagasan mereka. Intel dan Federal Express harus besar untuk melakukan apa yang telah mereka lakukan. Dan kita yakini ada perusahaan perusahaan yang tidak pernah tumbuh membuat perbedaan yang mungkin telah mereka buat. Kita tahu, misalnya banyak teknologi tinggi yang menjanjikan, yang mana kasus ini disyaratkan atau tidak oleh perusahaan lebih besar, dan yang mungkin atau tidak mengembangkan potensinya secara penuh. Penelitian melalui dana yayasan yang ada, menunjukkan kebenaran bagi perusahaan yang dimulai oleh wanita dan minoritas. Perkapita, kedua kelompok meluncur lebih cepat daripada normanya. Tetapi perusahaan perusahaan ini mengatasinya cenderung tetap kecil. Dimana pun ternyata tidak membuka sumbat potensi.

Tipisnya masalah entrepreneurship di Amerika sungguh menakjubkan. Penelitian terbaru sebuah yayasan Amerika telah mendanai sekitar 440.000 orang Amerika memulai bisnis setiap bulan.

Sehingga pertanyaan-pertanyaan meningkat. Apakah inti gagasan lebih baik diperlukan? Model Bisnis yang lebih baikkah? Pelaksanaan lebih baikkah? Dukungan lebih baikkah untuk mencapai pertumbuhan?

Mungkin beberapa atau semua faktor-faktor ini menyumbang kurangnya pertumbuhan perusahaan. Ide potensi tinggi mungkin tidak jelas, sebab sebagian mereka tidak selalu radikal atau sepenuhnya baru. Google bukan pertama bergerak di bisnis search engine. Tidak pula Starbuck rantai toko kopi pertama. Tetapi keduanya memperbaiki keberadaan format cukup baik, sehingga menjadi pemenang. Lebih sering daripada tidak, ide-ide besar datang dari jeweran tidak terlalu kuat. Fred Smith disebut sebagai petualang Federal Express sebab dimaknai pertama menjalankan hantaran cepat untuk Sistim Federal.

Ketika konsep diputuskan, Smith mengembangkan strategi untuk melayani pasaran bisnis umum. Sisanya tinggal sejarah. Satu kunci untuk tidak mengunci pertumbuhan, mungkin menemukan lebih baik cara-cara mengidentifikasi pengembangan perbaikan marjinal, gagasan yang dapat membuktikan jadi besar dengan pelaksanaan benar. Bagaimana pun banyak cara untuk mengeksekusi. Misalnya, sebuah perusahaan dapat mencoba tumbuh dengan penetrasi pasar sepenuhnya lebih total, menuai barang-barang lebih kepada konsumen. Memasuki pasar baru bisa berarti memperluas geografis, atau menjual ke industri lain atau segmen berbeda daripada sebelumnya. Sebuah perusahaan dapat tumbuh melalui aliansi dengan perusahaan-perusahaan lain, atau melalui pengenalan, dan bisa membiayai pertumbuhan dengan mencari investor luar, atau dengan meminjam atau dengan usaha sendiri.

Kebanyakan pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa campuran semua di atas, tetapi campuran yang paling baik untuk siapa, di panggung apa? Ada banyak aturan bagus untuk membuat pilihan-pilihan, dan pilihan-pilihan kritis sebab dengan pertumbuhan menjadi banyak resiko. Dalam sebuah penelitian, 500 wirausaha, yang menemukan pertumbuhan cepat secara pribadi membangun perusahaan, Amar Bhide dari Columbia Business School mempelajari bahwa kebanyakan mendatangkan resiko mengerikan pada awal mulai petualangannya. Mereka ingin lepas landas dengan istilah heads I win, tails dont lose much. Resiko terbesar cendrung datang kemudian, ketika jauh lebih banyak modal dan lebih luas keahlian dibutuhkan, dan ketika lebih banyak kehilangan. Jika usaha gagal kemudian sebuah perusahaan yang telah berkaitan berlangsung dan membutuhkan uang lebih mungkin uang lebih banyak dapat hilang.

Langkah-Langkah Menuju Teori

Adalah keraguan kita akan sampai pada formula sederhana untuk mencapai kemenangan gagasan dan mendikte bagaimana menumbuhkan bisnis. Perusahaan muda dan industri-industri mereka berbeda sangat lebar, dan terlalu banyak variabel masuk permainan, termasuk susah mengukur variabel manusia seperti ketahanan perusahaan. Sasaran kita sudah lebih cukup: merawat sebuah dasar teori pertumbuhan entrepreneurial yang lebih sempurna daripada yang sekarang ada.

Saat ini ada teori umum yang kurang diterima daripada jalan metriks dan aturan aturan jempol (beberapa meragukan). Tidak hanya mengisi kosong dan menyambungkan titik di tubuh pengetahuan sekarang sekalipun dari ilmu ekonomi, psikologi, atau manajemen. Kami percaya kami dapat membawa lebih tangguh ke pekerjaan evaluasi dan lebih maju dalam membantu pertumbuhan perusahaan muda. Perguruan tinggi atau universitas bisa juga membuat semacam career centre tidak hanya mengutip/menempel guntingan koran atau majalah sebagai informasi job fair. Lebih jauh sebaiknya menggandeng perusahaan untuk menampung temuan mereka dan memberikan sumber daya manusianya untuk diterima bekerja langsung. Tip-tip yang perlu dipikirkan saat ini:

  1. Menyediakan dukungan penelitian orisinil

Tantangan untuk yayasan-yayasan yang mendanai membuat penelitian orisinil sebagai dasar pengembangan perusahaan muda.

  1. Menggabungkan peneliti satu sama lain

Banyak penelitian bagus telah dilakukan tetapi belum tercerna atau sepenuhnya dikenal. Karena itu menyambungkan yang belum terjalur.

  1. Menambang pengetahuan yang membantu pertumbuhan perusahaan muda

Menyatukan investor malaikat, perusahaan pemodal, pemerintah,

lembaga non profit dan program entrepreneurship universitas menyatu tidak terpisah berdasar pengalaman.

  1. Mewawancarai dan membandingkan serangkaian enterpreneurnya Bill Gates dan Michael Dell tahu persis bagaimana mengembangkan inovasi perusahaannya.

Ingatlah bahwa psikologi dan ekonomi awalnya dipertanyakan, kemudian fokus beasiswanya. Sementara pertumbuhan kewirausahaannya mungkin secara alami tinggi tidak pasti, berkaitan dengan teori dan praktek. Oleh karenanya bergerak menuju sains yang lebih lengkap dan tidak kurang dari permainan tebak-tebakan, sebuah tantangan besar. Tetapi itu memang berharga, penting usaha jika kita akan membuka sumbat dan memaksa potensi besar bangsa entrepreneurship.

Tim Bulutangkis Raih Juara 1 Telkom Engineering Badminton Super Challenge 2015

Tim Bulutangkis Raih Juara 1 Telkom Engineering Badminton Super Challenge 2015

Unit Kegiatan Mahasiswa Bulutangkis, Tim Bulutangkis Putra Universitas Widyatama meraih Juara 1 Telkom Engineering Badminton Super Challenge 2015 tanggal 01 s.d 05 April 2015 di Student Center Telkom University. Semoga menjadi pemicu bagi prestasi Universitas Widyatama selanjutnya.

Wakil Rektor I terpilih sebagai GAPS Ambassador

Wakil Rektor I terpilih sebagai GAPS Ambassador

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan terpilih sebagai GAPS Ambassador. GAPS bertujuan membangun jaringan di seluruh dunia untuk pendukung akses yang lebih besar bagi pendidikan pasca-sekolah menengah.

GAPS Ambassdor akan bertindak sebagai juara untuk pekerjaan inisiatif di negara atau wilayah mereka. Mereka juga akan membentuk kemajuan dengan menjadi bagian dari jaringan di seluruh dunia.

Manfaat dari kehadiran di acara GAPS dimulai dengan GAPS Kuala Lumpur pada tahun 2015. Pada bulan Oktober GAPS akan memberikan event di Eropa, Amerika dan Afrika di tahun yang akan datang.

 

Prestasi Tim Taekwondo Universitas Widyatama

Tim Taekwondo UTama berlaga tandang pada memperebutkan trophy. Akhir laga Universitas Universal Taekwondo Indonesia Profesional Widyatama kembali memenangkan Juara (UTIPro) di Yogyakarta. Para peserta yang terdiri Umum 1 Kejuaraan Nasional Taekwondo 2015. dari beberapa universitas dan independen Mahasiswa Widyatama yang menjemput saling menunjukkan keunggulannya untuk kemenangan adalah:

 

Nama Atlet NPM Kelas Tanding Perolehan Medali
Qory Ulul Ilmi 0212U257 under 53 putri Emas
Maulana Nurrudin 0213U191 under 80 putra Emas
Fajar Sholahudin 021401793 over 87 putra Emas
Meirina Nurhasanah 0312U007 under 57 putri Perak
Oktavio Rahmat 0212U389 over 87 putra Perak
Oki Christiawan 021401249 under 68 putra Perunggu
Christina Novita 0312U018 under 62 putri Perunggu
Delvin Mauldina 0212U385 under 63 putra Perunggu
Akbar Alisyahbana 0213U164 under 58 putra Perunggu

 

Assesment Center – Lan

ASSESMENT CENTER

Banyak institusi, organisasi swasta maupun publik melakukan assessment untuk mendapatkan sumber daya manusia yang tepat. Konsep assessment adalah untuk mengidentifikasi dan menjaring pegawai, yang dinilai memiliki potensi dari sisi manajerial (managerial skill) untuk menduduki suatu jabatan tertentu di kemudian hari (future responsibility). Untuk membuktikan bahwa pegawai kompeten pada profesi tidak harus selalu menggunakan metode yang sama, namun tergantung kepada kondisi kemampuan dan psychologis pegawai yang akan di assess tersebut. Metode penulusuran bukti yang dimaksud dapat melalui: portofolio, observasi, wawancara, hasil kerja, dan juga melalui testing (www. astindo.org). Secara umum tujuan assessment adalah memilih calon-calon pimpinan handal dan siap menghadapi tugas-tugas ke depan, juga digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan pegawai agar lebih siap menghadapi tugas-tugas yang akan diberikan di kemudian hari (edratna.wordpress.com).

Assessment Center pada awalnya digunakan swasta khususnya Manajemen Sumber Daya Manusia baik pada tahapan seleksi, penempatan hingga penjaringan calon calon manager tingkat menengah dan tinggi. Metode ini diyakini memiliki tingkat objektifitas dan keakuratan yang cukup tinggi untuk meletakkan seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian tertentu pada posisi dan jabatan tertentu.

Untuk mengetahui lebih jauh assessment center -LAN, Komunita menyempatkan diri berkunjung ke Lembaga Administrasi Negara (LAN) menemui Kepala Bidang PKKA (Pemetaan Kompetensi dan Kapasitas Aparatur), Euis Nurmalia, dan Kepala Sub Bidang Pengembangan Instrumen, Krismiyati Tasrin.

Komunita: Bagaimana gambaran umum Assesment Center yang berada pada Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Euis

Euis: Kebiasaan dalam menggunaan istilah assesment center di lingkungan lembaga kami sebenarnya merupakan salah satu unit pelaksana untuk melakukan pemetaan kompetensi. Jadi, pada dasarnya unit ini bisa disebut sebagai bidang pemetaan kompetensi dan kapasitas aparatur. Pada prinsipnya assesment memiliki 2 fungsi, yaitu: pertama, dalam konteks development artinya bahwa segala hal yang menjadi strong point bagi kebutuhan pengembangan institusi dengan cara melakukan pemetaan. Misalnya: kebutuhan pelatihan, pengembangan dan lainnya. Sementara yang kedua, yakni suatu assesment yang bertujuan untuk proses penyeleksian. Dalam proses ini bersifat untuk memilih para kandidat pegawai yang telah melakukan pendaftaran. Setiap institusi/organisasi yang memiliki database baik, pasti nantinya akan mampu menempatkan serta memetakan orang-orang potensial guna menduduki jabatannya masing-masing pada posisi tertentu.

Komunita: Jadi, saya kira kedudukan Assesment Center dalam suatu organisasi/institusi dikaitkan dengan kaderisasi memang diperlukan.

Euis: Iya memang dibutuhkan. Ketika kita melakukan proses assesment, maka syarat mutlaknya harus memiliki standar kompetensi. Seseorang yang telah menduduki posisi jabatannya selama bertahun-tahun belum tentu memenuhi standar kompetensi manajerial di bidang tersebut. Nah, proses assesment sebenarnya ditujukan dalam rangka melakukan pengembangan agar nantinya orang tersebut dapat menyadari tentang keterbatasan diri. Untuk assesment center yang dipandang sebagai metode merupakan suatu proses penilaian terhadap para pegawai guna memperoleh mutu standar kompetensi. Ciri khasnya yaitu dengan memiliki multi assessor dan multi simulasi yang diperoleh berdasarkan standar kompetensi jabatannya. Adapun yang dimaksud multi assessor dan multi simulasi yakni bagian integrasi seseorang dalam melakukan penilaian dan pengamatan kepada para peserta yang memiliki lebih dari satu orang penilai dengan menggunakan variasi simulasi tertentu sehingga diperoleh suatu kesimpulan/evaluasi akhir guna menghindari unsur-unsur subyektivitas. Jumlah simulasi yang diterapkan kepada para peserta tergantung dari posisi jabatannya masing-masing berdasarkan aturan mainnya. Contoh: metode assesment center ini biasa dilakukan oleh 3 orang assessor sedangkan multi simulasi untuk level eselon 2 berjumlah 3 materi simulasi sementara level dibawahnya bisa berjumlah kurang dari 3. Hasil dari semua penilaiannya akan diumumkan berdasarkan profil kompetensi masing-masing.

Konsep assessment adalah untuk mengidentifikasi dan menjaring pegawai, yang dinilai memiliki potensi dari sisi manajerial (managerial skill) untuk menduduki suatu jabatan tertentu di kemudian hari (future responsibility)..

Komunita: Apakah sangat dimungkinkan suatu organisasi yang memiliki tata nilai tertentu, kemudian tata nilai tersebut digunakan sebagai acuan yang diterapkan ketika proses rekrutmen, pemeliharaan dan pengembangan pegawai

Euis & Kris: Sangat dimungkinkan untuk diterapkan secara softskill-nya. Karena memang pada dasarnya menentukan standar kompetensi masing-masing level bukan wewenang kami seutuhnya sebagai unit pelaksana. Jadi sebenarnya dikembalikan kepada kebutuhan stakeholder tersendiri dengan melihat pada jenis dan karakteristik organisasinya. Hal ini tentu bias menjadi berbeda antara satu organisasi dengan unit organisasi lainnya. Secara teoritis, terdapat 2 hal agar kita dapat menyusun suatu standar kompetensi yakni: pertama, berbicara tentang visi, misi, budaya organisasi dengan disisipkan nilai-nilai tertentu dan strategi organisasinya. Kemudian yang kedua, berbicara mengenai karakteristik pekerjaan dan tanggungjawabnya. Nah, kesemuanya tersebut akan dievaluasi sehingga menghasilkan kualitas standar kompetensi bagi kebutuhan posisi suatu jabatan. Pada akhirnya seseorang yang menempati posisi jabatannya harus memenuhi standar kompetensi sehingga pekerjaannya tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Komunita: Menurut pengamatan kami terdapat hal-hal tidak direncanakan mengenai jalur karir pegawai negeri sipil (PNS) yang mengambil jenjang pendidikan tinggi yakni S2 maupun S3. Sehingga akhirnya banyak pegawai dengan jenjang pendidikan S2/S3 yang tidak menduduki posisi kepemimpinan. Bagaimana menyikapi permasalahan tersebut

Euis dan Kris: Hal itu terjadi dikarenakan memang tidak ada pemetaan dari awalnya. Paling yang mempengaruhi ketika seseorang memiliki inisiatif untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara jabatan akan naik dalam konteks golongan, tetapi tidak ada garansi dalam menduduki posisi jabatanstruktural. Oleh karenanya tugas besar kami sejak digulirkannya ASN (Aparat Sipil Negara) yakni dalam rangka mengedukasi seseorang guna mencapai keberhasilan serta manfaat diadakannya pola assesment ini. Setiap tahapan dalam proses assesment selalu diselenggarakan yang namanya competency profiling.

Komunita: Jika kita akan menyusun suatu standar kompetensi minimal ada orang yang memiliki kualitas pengetahuan lebih tinggi. Bagaimana solusinya

Kris

Euis dan Kris: Untuk metode competency profiling yang kami lakukan ada beberapa cara. Yang pertama dengan melakukan proses wawancara sebesar 360o dengan artian bahwa kita melakukan wawancara terhadap para pemegang jabatan (job-holder) yang akan dinilai. Misalnya yang dinilai mulai dari level 3, maka ada beberapa pegawai eselon 3 yang diwawancarai dengan melakukan penggalian mulai dari job-des, aktivitas harian dan insidental, tanggung jawab, tantangan terbesar dalam pekerjaan, hubungan antar rekan kerja, dan lain sebagainya. Harapan mereka yang telah berada di jenjang eselon 3, seharusnya memiliki standar kompetensi yang semestinya mumpuni pada bidang tersebut bukan sekedar tampang gelarnya saja. Dari hal-hal tersebut, maka kami mulai menjembatani diantara variasi ekspektasi sampai kita menemukan jenis dan levelling kompetensinya. Meskipun kita juga melakukan penelusuran terhadap dokumen-dokumen sekunder yang terkait di dalamnya.

Komunita: Untuk output-nya sendiri sudah berapa orang pegawai yang telah dihasilkan oleh tim pelaksana LAN dalam melakukan assesment

Euis dan Kris: Kalau diperkirakan cukup banyak juga output yang dihasilkan. Kurang lebih hingga sekarang ini masih dilaksanakan sebanyak 180-an orang di tahun 2015 saja. Sebenarnya diawal kami hanya mentargetkan sebesar 240 orang, dikarenakan prosesnya cukup lama dalam melakukan kegiatan assesment tersebut. Idealnya seharusnya memakan waktu 2 bulan saja, mulai dari proses persiapan awal hingga akhir pelaksanaannya. Keunggulan kegiatan assesment center itu adalah adanya multi assessor dan multi simulasi namun ada juga yang menjadi faktor kelemahan, diantaranya: memiliki proses yang cukup panjang/ lama dan berbiaya cukup mahal.

Komunita: Sejauh ini layanan masih ditujukan pada lembaga pemerintahan. Apakah memungkinkan swasta/ umum memanfatkan assesment disini atau juga melakukan kemitraan pada aspek-aspek tertentu

Euis dan Kris: Sementara ini belum ada pelaksanaan proses assesment bagi kelembagaan non pemerintah. Namun yang pernah dilakukan baru bersifat semi-pemerintah yaitu dengan lembaga otorita batam karena umumnya pegawai di lembaga tersebut berasal dari PNS (pegawai negeri sipil). Jadi, proses assesment yang telah dan banyak kami lakukan hanya dengan aparatur pemerintah pusat dan daerah saja. (Written by Abdul Rozak)