Home Blog Page 65

Editorial

Sidang Pembaca yang budiman,

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut Plagiat ialah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, ..; jiplakan. Apapun alasannya plagiasi, plagiarisme memang mengandung unsur atau sifat yang tidak baik menyangkut moral dan etika.

Beberapa tahun terakhir, isu ini mencuat di komunitas pendidikan tinggi. Tercatat banyak peristiwa plagiarisme yang melibatkan dosen dalam jabatan fungsional asisten ahli, lektor, lektor kepala sampai guru besar. Mereka dari kalangan dosen sampai yang memegang jabatan rektor, terjebak kasus plagiasi yang mencemarkan diri sendiri dan institusinya. Sementara di kalangan mahasiswa kasus plagiasi bisa ditelusuri melalui proses pengamatan dan pemahaman terhadap unsur fenomena, variabel, serta objek penelitian secara mendalam dan tulisan tugas akhir mereka. Berapa jumlahnya ? Dengan kemudahan teknologi saat ini, melalui copas (copy paste) diduga menyerupai gejala gunung es. Data Kemendikbud tahun 2012 mengungkap 100 kasus plagiasi dosen, di tahun 2013 pada proses sertifikasi dosen terungkap 808 kasus, yakni melonjak 8 kali atau 800 %. Sesuatu yang patut menjadi perhatian dan keprihatinan bersama, karena terjadi di komunitas pendidikan tinggi – dosen dan mahasiswa – yang justru seharusnya memegang integritas akademik dan menerapkan azas pendidikan tinggi.

UU Nomor 12 tahun 2012, Pasal 3 : mengamanatkan 7 (tujuh) azas pendidikan tinggi sebagai prinsip-prinsip moral yang tentunya tidak boleh dilanggar, yakni : Kebenaran ilmiah, Kebajikan, Penalaran, Tanggung-jawab, Kejujuran, Kebhinekaan, Keadilan, Keterjangkauan, dan Manfaat. Selain itu perguruan tinggi juga memiliki integritas akademik, yakni prinsip-prinsip moral yang diterapkan dalam lingkungan akademik. Alison Kirk, 1996 – dalam buku Learning and the Marketplace mempertegas : Academic integrity is the moral code or ethical policy of academia. This includes values such as avoidance of cheating or plagiarism; maintenance of academic standards; honesty and rigor in research and academic publishing.

Plagiarisme paling tidak mengkait pada azas : kebajikan, tanggung-jawab, kejujuran, keadilan, dan manfaat. Maka, tindakan plagiarisme secara nyata melanggar azas pendidikan tinggi, dan integritas akademik.

Lebih jauh, perguruan tinggi menjadi tercemar ketika sivitas akademika – dosen dan mahasiswa – nya melakukan kegiatan yang melanggar kejujuran dan nilai-nilai dasar tersebut. Padahal pendidikan tinggi dengan lembaga perguruan tingginya merupakan lembaga ilmiah yang berfungsi sebagai pusat budaya, pilar bangsa, dan penggerak perubahan sosial menuju masyarakat demokratis maju. Perguruan tinggi adalah benteng terakhir bagi pembentukan calon pemimpin bangsa; sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat; sebagai pusat pengembangan iptek; sebagai pusat kebajikan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran (UU Nomor 12 tahun 2012).

Karena itu, jalan pintas yang mereka tempuh, merupakan sebuah fenomena yang perlu dicermati dan dicari akar permasalahnya. Kata singkatnya, gejala apakah ini? Apakah kita – (baca komunitas akademik) – sudah begitu permisif?, sehingga meninggalkan nilai-nilai moral dan etika, maupun integritas akademik di tengah terpaan dinamika masyarakat yang serba mengejar materi. Apa jadinya bila perguruan tinggi sebagai benteng bagi kebenaran ilmiah, wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, pembentukan calon pemimpin bangsa, serta pembentuk peradaban bangsa hilang kredibilitasnya.

Barangkali perlu penghayatan ulang dalam diri jajaran komunitas pendidikan tinggi tentang makna dan hakekat insan akademik, dan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kebenaran, serta integritas pribadi. Seyogyanya civitas academica dengan positif membantu mencegah diri sendiri dari tindakan plagiasi, meningkatkan mutu dan kinerja proses pendidikan?tinggi kita menyongsong tantangan ke depan.

Dalam kaitan di atas Komunita mencoba memotret permasalahan, latar belakang fenomena plagiarisme tersebut dan bagaimana civitas academica dan perguruan tinggi melakukan pencegahan.

Komunita juga menyajikan rubrik lain, yaitu : makna bahasa, opini, buah pikir, dan ragam yang merupakan olah pikir civitas academica terkait dengan profesi masing-masing. Kali ini ini kami ungkap keindahan alam Caringin Tilu dan Bukit Bintang – Bandung untuk relaksasi. Selain itu, di tengah-tengah persaingan bisnis di era global yang ditandai dengan inovasi dan kreatifitas kami angkat resensi buku fragmen tragedi Industri Pesawat Terbang Indonesia sebagai pengingat bahwa cita-cita pendiri bangsa ini belum mendapat ruang untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa ini. Juga tulisan rehat berupa aktivitas Widyatama, ……… yang diharapkan menambah energi kreatif, tren, serta lifestyle. Mari kita simak bersama.-

Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta.

 

Redaksi – Lili Irahali

 

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN CERDAS Menjaga Keberlanjutan diri (Sustainability)

Sejauhmana Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang kaya, termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya memikirkan tindakan-tindakan yang bernilai bagi keberlanjutan bangsa ini, generasi mendatang, serta perusahaan iitu sendiri Mungkin kita perlu menyimak apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan cerdas berskala dunia dalam menjaga keberlanjutannya. Memang sebagian besar perusahaan-perusahaan mungkin saja tertidur saat terjadi perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya. Tetapi, sebagian perusahaan-perusahaan terbaik di kelasnya justru memilih bangun dan menyadarkan diri untuk melakukan sesuatu tindakan.

Sebuah laporan lembaga non-profit – Ceres yang berfokus pada bisnis berkelanjutan menyoroti beberapa perusahaan yang layak mendapat pujian. Ceres mengatakan sejumlah kecil perusahaan diantaranya memulai pengembangan manajemen Penelitian terbaru menunjukkan bahwa “perusahaan dengan sistem akuntabilitas yang kuat (meliputi : sistem pengawasan, kebijakan yang jelas tentang hak asasi manusia dan pengelolaan lingkungan, keterlibatan aktif pemangku kepentingan) dalam banyak kasus juga memiliki perhatian yang kuat pada emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, bekerja kuat dengan pemasok untuk mengendalikan sebaik-baiknya keberlanjutan produk dan jasa “.

Beberapa perusahaan yang dinilai Ceres memberi perhatian terhadap hal tersebut adalah :

Kepemimpinan Dewan: Alcoa

Seperlima dari uang kompensasi eksekutif diberikan untuk keselamatan, keragaman dan kepedulian terhadap lingkungan, yang meliputi pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) dan efisiensi energi.

Keterlibatan Stakeholder: PepsiCo

Perusahaan makanan dan minuman menyajikan keberlanjutan strategi dan tujuan perusahaan selama pertemuan pemegang saham tahunan serta mengidentifikasi dan mengungkapkan perubahan iklim, kelangkaan air dan masalah kesehatan masyarakat sebagai tantangan utama keberlanjutan perusahaan dalam pengajuan keuangan tahunan mereka.

Keterlibatan Karyawan: General Electric

GE menggunakan departemen sumber daya manusia untuk mengintegrasikan keberlanjutan perusahaan ke dalam ?budaya perusahaan, mulai dari praktik perekrutan dan pelatihan bagi program kesejahteraan karyawan.

Pengelolaan air: Coca-Cola

Perusahaan minuman tersebut telah meningkatkan efisiensi penggunaan air sebesar 20% dan mengidentifikasi kebutuhan untuk evaluasi pihak ketiga yang ketat melalui pendekatan manajemen airnya.

Manajemen rantai pasokan: Ford Motor Company

Perusahaan mobil tersebut telah membentuk persyaratan bagi pemasok lapis pertama untuk mendorong harapan lingkungan dan sosialnya agar lebih jauh mendalami rantai pasokan dan bekerja dengan pemasok untuk membangun penurunan emisi gas rumah kaca (GHG) dan target efisiensi energi.

Inovasi: Nike

Perusahaan sepatu multinasional mengintegrasikan desain yang berkelanjutan di seluruh portofolio produk dan menciptakan aplikasi pembuatan tahun 2013, yang memungkinkan data dalam indeks bahan keberlanjutan untuk publik. Hal ini memungkinkan desainer dari seluruh industri dan di luar membuat keputusan desain yang lebih berkelanjutan, dan pada akhirnya, memberi dampak biaya lebih rendah pada produk.

Akuntabilitas manajemen: Xilem

Perusahaan global penyedia teknologi air memiliki sebuah komite pengarah dan komite risiko perusahaan berkelanjutan. Ini mengidentifikasi eksekutif senior yang bertanggung jawab atas kinerja berkelanjutan.

Kompensasi eksekutif: Exelon

Produsen energi ini telah memperkenalkan skema berbagi kinerja jangka panjang yang inovatif yang memberikan penghargaan eksekutif untuk memenuhi tujuan kinerja non-keuangan, termasuk target keselamatan, target pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) dan tujuan melibatkan para pemangku kepentingan untuk membantu membentuk posisi kebijakan publik perusahaan.

Keanekaragaman hayati: PG & E

Kebijakan utilitas lingkungan perusahaan secara eksplisit merujuk perlindungan habitat dan spesies, dan perusahaan ini melaporkan kepada publik temuan rinci tentang upayanya.

Dialog Investor: Starbucks

Pada 2013 pertemuan pemegang saham perusahaan kopi, CEO Howard Schultz menjelaskan upaya perusahaan untuk terlibat dengan pemasok dan komunitas lokal di mana mereka beroperasi, mempercepat investasi dalam pertanian berkelanjutan dan mencapai tujuan Starbucks ‘ menggunakan 100% sumber biji kopi tersebut secara etis pada tahun 2015.

Pengungkapan: Brown-Forman

Distributor utama anggur dan spirit menggunakan bahan-bahan yang baik iklim sensitif dan air yang intensif. Hal itu dilakukan dalam pengajuan 10-K dengan Securities and Exchange Commission. Hal ini menunjukkan bahwa melihat keberlanjutan sebagai cara untuk membangun hubungan konsumen dan merek abadi. Ini mengutip perubahan iklim, kelangkaan air dan kualitas air sebagai risiko bisnis yang signifikan.

Pengurangan emisi gas rumah kaca: Adobe

Perusahaan perangkat lunak ini bertujuan mencapai pengurangan 75 %, dari 2000 tingkat, dalam emisi perusahaan pada tahun 2015. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi energi terbarukan, termasuk sel bahan bakar hidrogen dan array surya, dan juga difokuskan pada pengurangan kebutuhan energi dengan meningkatkan efisiensi pendinginan pusat data dan “virtualising” banyak sistemnya, platform dan perangkat.

Bangunan dan fasilitas: Bank of America

Perusahaan keuangan telah berkomitmen untuk meningkatkan portofolio Kepemimpinan Energi dan Lingkungan Desain (LEED) bangunan bersertifikat. Pada akhir 2012, 15% dari total luas telah bersertifikat, dengan rencana untuk meningkatkan ke urutan kelima pada 2015.

HAM: Johnson & Johnson

Produsen barang-barang farmasi dan konsumen memiliki kebijakan rinci yang menggabungkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan Kovenan Internasional tentang Ekonomi, Sosial dan Budaya. Penerapan prinsip-prinsip ini tidak hanya dalam operasi di luar negeri dan rantai pasokan, tetapi juga untuk semua tempat kerja mereka.

Pertanian berkelanjutan: General Mills

Perusahaan makanan tersebut baru-baru ini merilis satu set komitmen berkelanjutan sumber yang diawali dengan melakukan proses penilaian risiko yang kuat dalam kemitraan dengan pihak ketiga. Pendekatan ini menyebabkan perusahaan memprioritaskan sepuluh komoditas, termasuk gandum, gandum dan jagung, bahwa mereka merencanakan bagi berkelanjutan sumber.

Transportasi: Walmart

Raksasa ritel ini berkomitmen untuk menggandakan efisiensi armada truk di Amerika Serikat pada tahun 2015. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan menggantikan hampir dua pertiga dari armada dengan truk yang lebih efisien bahan bakar, termasuk hibrida. Perusahaan ini juga bekerjasama dengan produsen truk dan komponen untuk membangun prototipe traktor hemat energy.

Desain: Dell

Perusahaan komputer ini mengintegrasikan alternatif, daur ulang dan bahan daur ulang dalam produk dan kemasan desain, perbaikan dalam efisiensi energi, dan desain untuk end-of-life dan daur ulang. Salah satu komitmen perusahaan ini adalah untuk mengurangi intensitas energi portofolio produknya pada 80% di tahun 2020.

Investasi di produk dan jasa yang berkelanjutan: Procter and Gamble

Perusahaan barang konsumen multinasional ini melaporkaan bahwa ia telah menjual $ 52bn “produk inovasi yang berkelanjutan” antara 2007 dan 2012, terhitung sekitar 11% dari total penjualan kumulatif perusahaan selama periode tersebut. Ini adalah produk yang memberikan pengurangan yang lebih besar 10% dari versi sebelumnya atau alternatif dalam satu atau lebih dari hal berikut: penggunaan energi, penggunaan air, transportasi, bahan yang digunakan dalam kemasan, dan penggunaan energi terbarukan atau bahan. www.theguardian.com/Bestpracticesinsustainanbility

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN CERDAS Menjaga Keberlanjutan diri (Sustainability)

Guru Besar Harus Mendampingi dalam Academic Leadership, untuk Hindari Plagiarisme

Wawancara Prof. Dr.H.Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si

Prof. Dr.H.Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si

Komunita : Plagiarisme menjadi kajian penting dalam dunia pendidikan, karena telah ada pengambilan hak intelektual seseorang mengeluarkan pemikiran-pemikiran menjadi sebuah karya. Bagaimana tanggapan Bapak melihat plagiarisme yang muncul di dunia akademisi ? Bukankah seharusnya keintelektualan pendidikan dapat berbanding lurus dengan output anti plagiat? Terkait etis dan non etis serta pelanggaran hak karya?

Prof. Obsatar : Plagiarisme dari namanya sudah melanggar hukum. Yang kedua, mestinya ada batasan yang jelas antara seseorang mengutip dan mengambil menjadi narasumber, atau mengutip dan mengambil menjadi pragmatisme. Ketika dia mengutip dan melupakan mekanisme komputerisasi. Dalam sistem komputerisasi, dalam sekian persen disebut plagiarisme. Sistem itu secara kuantitatif, bukan kualitatif. Memang dari kerangka intelektual harus karyanya sendiri, sedang kerangka teoritis perlu merujuk pendapat ahli. Ini tidak menjadi jelas.

Komunita : Sebagai seorang Guru Besar tentu gejala ini menjadi pekerjaan rumah untuk mendidik dan membangun para peneliti, dosen-dosen untuk dapat menghasilkan riset secara orisinil. Program atau tindakan apa yang sudah ataupun akan dilakukan untuk menghilangkan plagiarisme?

Prof. Obsatar : Pertama, Kita Dikti – mempunyai sistem Turnitin (is an Internet-based plagiarism-prevention service created by iParadigms, LLC, first launched in 1997. Typically, universities and high schools buy licenses to submit essays to the Turnitin website, which checks the documents for unoriginal content. Leading academic plagiarism checker technology for teachers and students. Online plagiarism detection, grammar check, grading tools – Red). Dengan Turnitin dimasukkan saja, keluarlah berapa persen. Jika hasilnya keluar dari batasan Dikti, maka dia akan mengurangi batasan tertentu. Kedua, membuat ide yang cemerlang atau sistem cemerlang. Ketiga, sebagai guru besar menjadi tutorial. Kita mendampingi mereka, dalam satu sistem mendampingi mereka dalam academic leadership.

Komunita : Pemahaman apa yang sebenarnya sudah terbentuk di kondisi lapangan para peneliti, sehingga melakukan plagiat?

Prof. Obsatar : Kalau plagiat rata-rata yang melakukannya tidak menyadari. Orang-orang tertentu memang dengan cara singkat, misal dia ingin naik pangkat. Langkah ini dilakukan tampaknya dia tidak tahu bahwa setiap karya tulis segera online kan. Alam google citizen, kalau ada yang nyontek ketahuan. Kalau mengambil untuk kepentingan referensi, boleh.

Komunita : Menurut pendapat Bapak, motif orang melakukan plagiarisme? Apakah ruang kajian semakin terbatas ataukah hasil penelitian-penelitian terdahulu sudah memberikan kepuasan, sehingga peneliti lebih menyukai meng-eksplore apa yang sudah ada?

Prof. Obsatar : Meng-eksplore yang sudah ada bukan plagiarisme. Manfaatnya memberikan kesempatan untuk mengkritisi dan mengembangkan pemikiran dan penemuan yang lalu untuk penyempurnaan. Motif yang banyak untuk kepentingan sesaaat.

Komunita : Batasan-batasan apa yang terdapat di plagiarisme?

Prof. Obsatar : Untuk mendeteksi plagiarisme Ditjen Dikti menggunakan perangkat dengan nama Turnitin, yakni pernagkat software teknologi untuk memeriksa academic plagiarism bagi dosen dan mahasiswa. Perangkat ini dapat mendeteksi plagiarisme, grammar check, serta grading tools. Melalui perangkat ini Ditjen Dikti memberikan toleransi sekitar 18%.

Komunita : Mohon dijelaskan dampak dari plagiarisme terhadap kemunduran pendidikan?

Prof. Obsatar : Jumlah pendidik yang naik meningkatkan IPK-nya. Tapi IPK naik karena nyontek artinya nyontek. Sesungguhnya secara riil IPK manusia Indonesia masih rendah. Ketika ada persaingan pada ?31 Desember mendatang terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN ketahuan kita tidak punya karya.

Komunita : Sejak kapan plagiarisme ada, dan bagaimana perkembangan plagiarisme itu sendiri dari jaman ke jaman. Apakah transformasi jaman telah mencetak banyak orang menjadi sarjana, sebagai indikator semakin maju dunia pendidikan, namun kenapa beririsan dengan masalah yang ditimbulkannya?

Prof. Obsatar : Sejak orang belajar menulis sudah ada. Semakin maju ?menjadi sesuatu yang urgen, tetapi plagiarisme digunakan pada karya tulis. Persoalannya perkembangannya tergantung pada kebutuhan. Kalau digampangkan semakin mudah. Saringan yang dilakukan di dunia pendidikan termasuk etika ilmiah, yang produknya memang karya ilmiah sendiri.

Komunita : Strategi apa yang perlu dilakukan perguruan tinggi untuk meminimalisasi plagiarisme?

Prof. Obsatar : Mudahnya, semua karya di online kan, semua perguruan tinggi berlangganan Turnitin.

Komunita : Aturan tidak cukup untuk mengikat para peneliti agar berada pada jalur seharusnya. Pembekalan mental menjadi syarat utama dalam kesadaran untuk berkarya. Dorongan apa yang bapak sampaikan untuk membangkitkan berkarya secara etis dalam artian jujur dan benar?

Prof. Obsatar : Rata-rata kebutuhan ekonomi, salary nambah, take home nambah. Hal ini harus diselesikan terlebih dahulu. Jabatan ilmiah tidak boleh dihubungkan dengan salary. Tentukan sanksi yang tegas pada orang-orang yang melakukan plagiarisme. Umumkan di nama-nama besar, seseorang yang meneliti ditutorialkan, untuk guru besar dijatuhkan skorsing. Perlu menerapkan sistem yang mampu menjawab kepentingan berbeda. (RR-Lee)

Membangun Pribadi Jujur Melalui Pencegahan Plagiarisme

Shinta Oktafien, S.E.,M.M.

Shinta Oktafien, S.E.,M.M.

Dalam kehidupan umat manusia, tidak ada pengetahuan yang independen. Apa yang kita ketahui dan apa yang kita buat saat ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh pengetahuan, pikiran atau pendapat orang lain yang dikonstruksi di masyarakat secara kolektif. Hal yang sama terjadi dalam dunia akademik. Tidak ada teks atau karya ilmiah yang murni karya seseorang. Setiap karya ilmiah apakah berupa laporan penelitian, buku, atau esei selalu dipengaruhi apa yang pernah dipikirkan, dituliskan atau disampaikan orang lain.

Seorang yang cendekia senantiasa dituntut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah seperti teliti, cermat, jujur, serta menghargai pikiran, pendapat, jerih payah dan pengorbanan orang lain. Dengan demikian, setiap pikiran, pendapat, atau gagasan orang lain yang mempengaruhi atau yang digunakan untuk memperkuat pendapat kita, harus senantiasa kita berikan penghargaan dengan menyebutkan sumbernya secara tepat, akurat dan memadai sesuai ketentuan yang berlaku. Bila hal itu tidak bisa dilakukan, kita akan termasuk melakukan tindakan pemalsuan, penipuan, pencontekan, atau bahkan perampokan pikiran, gagasan, atau karya orang lain. Tindakan seperti itu dapat dikategorikan sebagai tindakan plagiat yang oleh beberapa ahli hukum dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana.

Dalam lingkungan akademik kita, tindakan plagiat masih dianggap sesuatu yang asing baik bagi para dosen maupun mahasiswa. Mungkin kita sendiri pernah melakukan tindakan plagiat yang tidak kita sadari atau tidak kita anggap plagiat karena orang lain pun melakukan hal yang sama dan tidak ada sangsi sosial maupun sangsi hukum untuk itu. Salah satu cara untuk menghindari jebakan plagiat adalah dengan memahami apa yang dimaksud plagiat itu sendiri, mengetahui bagaimana tata cara penulisan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan plagiarism, dan mengetahui bagaimana cara menghindarinya.

Marshall & Rowland (1998) sebagaimana dikutip Suganda, T. (2006) dalam laman Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah: Agrikultura 17:161-164 menyatakan bahwa berdasarkan niatnya, ada dua jenis plagiarism, yaitu plagiarisme yang dilakukan dengan sengaja (deliberate) dan plagiarisme yang dilakukan secara tanpa disengaja (accidental). Deliberate plagiarism adalah kegiatan yang sengaja dilakukan oleh seseorang untuk membajak karya ilmiah orang lain, contohnya adalah membajak isi? buku orang lain, menerjemahkan karya orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu (apalagi jika mengklaimnya sebagai karya sendiri), dan lain-lain. Sedangkan accidental plagiarism terjadi lebih disebabkan karena ketidaktahuan si penulis tentang kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah dan tentang tata cara atau etika menulis artikel ilmiah atau mungkin karena si penulis artikel tidak memiliki akses ke kepustakaan yang diperlukannya tersebut.

Plagiarism dalam penulisan makalah ilmiah mengandung penganiayaan intelektual, karena terjadi pengambilan secara paksa kata-kata/gagasan tanpa seizin pemiliknya. Dalam literatur ada beragam definisi mengenai plagiat, namun definisi yang diberikan Permendiknas No.17 Tahun 2010, Pasal 1 Ayat 1 tentang pencegahan plagiat, cukup representatif untuk dijadikan pegangan. Permendiknas menyebutkan bahwa yang dimaksud plagiat adalah, Perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah orang lain, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai (Permendiknas No. 17 Tahun 2010, Pasal 1 Ayat 1).

MENGAPA PLAGIARISME TUMBUH SUBUR DI INDONESIA?

Suganda, T (2006) dalam jurnal About Plagiarism in Scientific Articles disebutkan bahwa plagiarism tumbuh subur di Indonesia, baik di kalangan perguruan tinggi (akademik) maupun di kalangan publikasi ilmiah adalah disebabkan antara lain karena: 1) kurangnya pelatihan atau sosialisasi yang mengakibatkan orang tidak tahu tentang tata cara menulis yang baik dan taat asas; 2) kurangnya akses kepada sumber kepustakaan; 3) rendahnya apresiasi atau rasa hormat kepada sesama penulis; dan 4) rendahnya atau tidak adanya sanksi bagi seorang plagiat.

Diperguruan tinggi, fakta menunjukkan bahwa para dosen pun, ketika menulis artikel ilmiah, banyak yang kurang memahami kaidah penulisan yang benar, sehingga dalam level tertentu, dapat dikatakan melakukan plagiarisme. Sangat menarik tentunya jika dilakukan kajian untuk mengetahui bagaimana kondisi plagiarisme pada skripsi, tesis, dan disertasi yang dihasilkan di kampus-kampus di Indonesia, serta sangat disayangkan juga bahwa alat pendeteksi plagiarisme tidak semua perguruan tinggi di Indonesia memilikinya, hanya beberapa kampus saja.

Di berbagai perguruan tinggi luar negeri, plagiarisme dianggap sebagai dosa calon ilmuwan yang sangat besar, yang dikategorikan sama dengan kegiatan menyontek atau bekerjasama dalam ujian, dengan ancaman yang sangat berat, dari tidak lulus mata kuliah tersebut, dikeluarkan dari program studi, sampai pengembalian ke negara asalnya bagi mahasiswa asing yang melakukannya.

JENIS-JENIS PLAGIAT

Jenis-jenis plagiat juga diidentifikasi secara beragam. Tiga sumber di bawah ini cukup representatif untuk mengenali lebih jauh apa itu plagiat. Laman University of Arizona (http://www.u.arizona.edu/~rlo/482/plagiarism.pdf) mengidentifikasi ada tiga jenis tindakan plagiat, yaitu:

  • Menggunakan kata-kata orang lain secara persis tanpa membubuhkan tanda kutip beserta rujukannya.
  • Menggunakan kata-kata orang lain, tetapi mengubah beberapa di antara kata-kata itu atau menyusunnya kembali walaupun sumbernya disebutkan.
  • Meringkas atau memparafrase kata-kata orang lain tanpa mencantumkan rujukannya. Sementara itu, Barnbaum (n.d) dari Valdosta State University, menggolongkan plagiat menjadi lima jenis, yaitu:
  • Copy-paste, dalam arti mengambil kalimat atau frase orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan sumbernya.
  • Word-switch, mengambil kalimat atau frase orang lain dengan mengubah struktur kalimat atau kosakatanya.
  • Style, dalam arti mengikuti artikel sumber kata demi kata dan kalimat demi kalimat.
  • Metafora, dalam arti menggunakan metafora orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
  • Gagasan, dalam arti mengambil gagasan, pikiran atau pendapat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.

Ireton (n.d) melihat tindakan plagiat dari sudut pandang berbeda. Sarjana itu menggolongkan plagiat menjadi: 1) plagiat kata-kata, yaitu menggunakan kata-kata orang lain sama persis tanpa menyebutkan sumbernya, 2) plagiat struktur, yaitu menggunakan kata-kata orang lain dengan mengubah konstruksi kalimat, pilihan kata walaupun dengan memberikan rujukan, 3) plagiat gagasan, yaitu menyajikan gagasan orang lain dengan bahasa sendiri tanpa menyebutkan sumbernya, 4) plagiat kepenulisan, yaitu mengumpulkan replika atau tiruan karya orang lain atau mengumpulkan artikel yang diperoleh dari Internet atau dari teman, dan 5) autoplagiat, yaitu menggunakan tugas yang sama untuk dua mata kuliah yang berbeda atau mengambil pikiran sendiri yang telah dikemukakan dalam naskah yang telah diterbitkan tanpa menyebutkan sumbernya.

ALASAN MELAKUKAN PLAGIAT

Ada banyak alasan kenapa tindakan plagiat terjadi. Dari berbagai pendapat itu, Insley (2011 p.185) memberikan penjelasan yang lebih kongkrit. Menurut sarjana itu, plagiat kebanyakan terjadi karena para pelaku:

  • tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan kutipan dan parafrase dan bagaimana mengutip secara benar,
  • menunda tugas hingga detik-detik terakhir,
  • menganggap bahwa melakukan plagiat merupakan cara tercepat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya,
  • merasa yakin bahwa orang lain tidak akan mendeteksi apa yang dilakukannya,
  • tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan tugas karena lemahnya pengelolaan waktu, suka menunda-nunda pekerjaan, ingin sempurna (perfectionist) dan karena kondisi di luar kontrol,
  • merasa tertekan untuk mendapatkan hasil yang baik dalam sebuah mata kuliah atau karir. Tekanan itu dapat muncul karena begitu pentingnya tugas yang diberikan, tuntutan keluarga, keinginan untuk memperoleh yang terbaik atau persaingan masuk universitas atau untuk mendapatkan beasiswa,
  • tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk mengerjakan tugas yang diberikan, terutama dalam mencari artikel yang relevan, mengevaluasi sumber-sumber internet, memahami istilah-istilah teknis, mengetahui dan menggunakan format dan model pengutipan tertentu, melakukan pencatatan secara baik, atau tugas yang diberikan dosen kurang jelas,
  • tidak memahami perbedaan antara parafrase dan plagiat, tidak menguasai teknik pengutipan secara benar, tidak memahami perbedaan antara pengetahuan umum, ranah publik dan hak akan kekayaan intelektual, atau tidak mengetahui bahwa sumber-sumber yang dapat diakses secara online bukan merupakan ranah publik atau pengetahuan umum.

TINDAKAN YANG TERMASUK PLAGIAT

Tindakan yang termasuk plagiat telah banyak dikemukakan oleh berbagai pihak. Dengan memperhatikan apa yang disampaikan dalam laman UCL Plagiarism: Advice to Departments and Faculties, University College London dan laman Northen Kentucky University, Plagiarism and You, Youngstown State Universitys website What Is Plagiarism, sebagaimana dikutip Stowers dan Hummel (2011 p. 165), pada dasarnya tindakan plagiat mencakupi, tapi tidak terbatas pada:

  • mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai,
  • mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai,
  • menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori pihak lain tanpa menyatakan sumber acuan secara memadai,
  • merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori orang lain tanpa menyatakan sumbernya secara memadai,
  • menyerahkan sebuah karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumbernya secara memadai,
  • tidak memberikan sumber kutipan pada tanda kutip,
  • mengubah kata-kata namun menyalin struktur kalimat dari sebuah sumber tanpa menyebutkan rujukannya,
  • menyalin secara berlebihan kata atau gagasan dari sebuah sumber yang membangun sebagian besar sebuah karya walau menyebutkan rujukannya,
  • memparafrase sebuah sumber tanpa menyebutkan rujukannya secara benar,
  • mengumpulkan tugas yang nampak seperti diparafrase (dan berisi referensi) tetapi sebenarnya merupakan contekan langsung dari sumber aslinya,
  • penyalinan kalimat, frase, atau paragraph persis seperti sumber aslinya, penyalinan kalimat dan menyusunnya kembali dalam urutan yang berbeda, penyalinan kalimat dan menggantikan beberapa kata dengan sinonimnya, serta penyalinan kalimat dan menambahkan beberapa kata baru bila tanpa menyebutkan rujukan termasuk plagiat,
  • membeli, meminjam, atau menggunakan makalah, artikel, skripsi, tesis, dan disertasi karya orang lain atas nama sendiri,
  • meminta orang lain untuk mengerjakan esei, makalah, skripsi, tesis, disertasi atau karya lainnya termasuk pengerjaan statistik,
  • menggunakan satu atau lebih karya orang lain dengan cara mengambil sebagian besar teks hanya dengan mengaitkannya satu sama lain dengan hanya membubuhkan sedikit kata-kata sendiri,
  • menggunakan sebuah tugas yang sudah diserahkan dan dinilai oleh dosen untuk tugas mata kuliah yang lain, dan
  • menggunakan kritikan atau pendapat orang lain dan menganggapnya sebagai pendapat atau kritikan sendiri.

TEKNIK MENDETEKSI PLAGIAT

Bagi dosen, keterampilan menentukan apakah sebuah makalah termasuk plagiat atau tidak sangat dibutuhkan, agar makalah yang dinilai benar-benar asli karya mahasiswa. Sebagai bahan pegangan, di bawah ini merupakan teknik mendeteksi plagiat pada makalah atau artikel yang disampaikan mahasiswa sebagaimana disarikan dari UCL Plagiarism: Advice to Departments and Faculties, University College London.

  1. Ada perbedaan internal dalam isi teks, seperti dalam gaya penulisan, ejaan, tanda baca, penggunaan font, huruf besar, cetak miring, bahasa, tata bahasa dan konstruksi ??? Misalnya, ada bagian yang sangat bagus, tetapi ada pula bagian yang sangat payah.
  2. Tugas yang diserahkan kualitasnya lebih baik atau bentuknya berbeda (misalnya ujaran bahasanya) dengan apa yang biasanya mahasiswa yang bersangkutan hasilkan. Misalnya, sehari-hari mahasiswa ini menulisnya seperti ini, kemampuannya begini, tapi kok tugasnya sangat berbeda dengan biasanya.
  3. Terdapat ketidakkonsistenan internal dalam hal perujukan apakah diteks utama, pustaka acuan atau keduanya. Misalnya, yang satu pakai APA, lainnya pakai MLA.
  4. Adanya penghilangan sumber tertentu yang mestinya harus muncul. Mestinya ada gambar atau tabel, tetapi tabel dan gambarnya tidak ada atau ada kalimat yang belum
  5. Ada pernyataan yang tidak didukung oleh bagian teks lainnya, misalnya, seperti kita dapat amati dalam table di bawah ini sementara tabelnya sendiri tidak ada.
  6. Tugas yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang ditugaskan, kualitasnya lebih rendah atau lebih bagus dari yang diminta. Misalnya, tugas yang diperintahkan dalam bidang evaluasi, tetapi ia mengumpulkan dalam bidang sastra.
  7. Perujukan yang tidak memadai atau tak sejalan dengan rincian yang muncul di dalam

Paparan di atas diharapkan dapat memberi pemahaman kepada akademisi maupun peneliti mengenai plagiarisme sebagai wujud dari ketidaktahuan, ketidakcermatan, ketidaksabaran, ketidakjujuran yang dampaknya dapat membahayakan diri sendiri di masa yang akan datang. Plagiarisme dapat menyebabkan seseorang terhambat dari kreativitas yang harusnya di eksplor lebih dalam dan menyebabkan terbentuknya mental yang buruk bagi mereka yang melakukannya.

Sebagai contoh agar tidak dianggap plagiarisme harus secara jelas menyatakan bahwa penelitian maupun artikel ilmiah sudah dilakukan sebelumnya, dan dilakukan kembali untuk melihat hasilnya pada populasi/keadaan yang berbeda. Plagiarisme merupakan tindakan ketidakjujuran akademik (academic dishonesty) yang sangat tidak terpuji untuk dilakukan oleh akademisi dan peneliti. Plagiarisme di kalangan akademisi dan peneliti sedikit banyak disebabkan karena ketidaktahuan dalam menyajikan informasi yang diperoleh dari kepustakaan. Membangun pribadi yang jujur melalui pencegahan plagiarisme harus segera diaplikasikan dalam kehidupan pribadi, maupun karir.

  • Shinta Oktafien, S.E.,M.M., dosen Universitas Widyatama

Melek Teknologi, Tech in Asia Campus Visit ke UTama

Melek Teknologi, Tech in Asia Campus Visit ke UTama

Melek Teknologi, Tech in Asia Campus Visit ke UTama

Melek Teknologi, Tech in Asia Campus Visit ke UTama. Tech in Asia mengadakan Tech in Asia Campus Visit di Universitas Widyatama. Acara mengundang Chief Technology Officer (CTO) UrbanIndo, Petra Novandi Barus. UrbanIndo merupakan sebuah situs iklan baris online yang bergerak di bidang properti di Indonesia. Situs ini memberikan banyak cara mencari properti bagi para penggunanya, mulai dari mencari properti berdasarkan kata kunci, lokasi di peta, galeri foto, serta berdasarkan agen properti yang diinginkan.

Dalam pembahasannya, Petra berbagi kisah ketika ia mendirikan UrbanIndo. Bersama dua rekannya, Arip Tirta dan Margareth Jonathan, pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini mulai merintis UrbanIndo pada Desember 2011. Saat ini, UrbanIndo telah memiliki lebih dari 40.000 agen, 2.000 perusahaan, dan 400.000 listing real-estate yang tersebar di seluruh Indonesia. Di zaman sekarang ini, internet seolah sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Pola hidup manusia dan urusan sehari-hari makin mudah dengan teknologi. Bahkan internet membantu manusia melakukan komunikasi jarak jauh yang sebelumnya sulit dilakukan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Petra cs memulai usahanya dengan berbasis teknologi komunikasi berbasis internet. Sebagai pelaku bisnis yang sudah lama berkecimpung di dunia Online Media, Petra berbagi beberapa tips membangun digital market kepada para audiens. Dari mulai segmentasi opini dari pihak yang tepat, jangan pernah menunda publisitas barang, sampai dengan jangan menyesal apabila bertemu dengan si gagal. Dengan bergesernya passion dalam berbisnis khususnya me massa kan sebuah produk baru, mahasiswa Universitas Widyatama, khususnya yang sedang menekuni bisnis online menjadikan seminar tersebut sebagai inspiratif dan referensi serta mixsales dalam proses bisnisnya. 21 Mei 2015.

Seminar Nasional Strategi Indonesia Kreatif

Seminar Nasional Strategi Indonesia Kreatif

Universitas Widyatama menggelar Seminar Nasional Strategi Indonesia Kreatif dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015, Kamis 19 Maret lalu di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama. Seminar Nasional ini merupakan sebagian dari rangkaian Dies Natalies Universitas ke-13 serta Ulang Tahun Yayasan Universitas Widyatama yang ke-42.

Kegiatan yang digagas Fakultas Desain Komunikasi Visual tersebut menghadirkan Keynote speaker Drs. Harry Waluyo, M.Hum, Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Media, Desain, dan IPTEK Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (periode 2011 ? 2014). Selain itu, menghadirkan pembicara Rektor ITB (periode 2015-2020) yang juga mantan Wakil Rektor Universitas Widyatama, Prof.Dr.Ir. Kadarsyah Suryadi, DEA; Walikota Bandung yang diwakili oleh pejabat terkait Ekonomi Kreatif, serta Ketua Komite Ekonomi Kreatif ? KADIN Jawa Barat, H. Januar P. Ruswita, S.Sos, MM.

Harry memaparkan, berdasarkan data Global Innovation Index (GII) peringkat Indonesia saat ini ada di posisi ?ke-87, sedangkan edukasi di posisi 30 dan knowledge creation berada di posisi 38 (Ukuran Asia Tenggara). Angka tersebut masih belum dapat mendukung, jika bangsa ini ingin menjadikan industri kreatif sebagai motor penggerak perekonomian.

Seminar Nasional Strategi Indonesia Kreatif 2

Dengan demikian, diperlukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan daya saing. Kadarsah menyimpulkan, berdasarkan berbagai pertemuan beberapa waktu lalu bahwa Industri Kreatif tidak dapat berdiri sendiri. Industri Kreatif harus ditopang oleh sektor lainnya, seperti Ilmu Teknologi dan Science. Hal itu diperlukan agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Lebih lanjut, Kadarsyah mengungkapkan, perekonomian Indonesia terus meningkat dengan pesat dengan pertumbuhan pendapatan menengah yang tinggi. Namun, kondisi tersebut akan menjadi boomerang jika negara ini tidak berbuat lebih justru terjebak dalam middle trap income. Pasalnya, industri yang berkembang saat ini mengandalkan tingkat? konsumsi domestik dan tidak berbasis inovasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Informasi dan Data Januar P Ruswita mengatakan, tak hanya terkait kontribusi perekonomian, industri kreatif juga menyediakan ruang yang cukup luas bagi penyandang disabilitas. Di Indonesia terdapat sekitar 11,6 juta penyandang disabilitas. Sehingga perkembangan Industri Kreatif tentunya akan memberikan ruang yang luas bagi penyandang disabilitas tersebut. Januar menegaskan: Indonesia itu kaya akan sumber inspirasi ditambah lagi anak mudanya sangatlah kreatif dan kerap memiliki imajinasi yang unik.

 

 

THE LORD OF THE RINGS: The Two Towers

THE LORD OF THE RINGS The Two Towers 2

Judul : The Lord of the Rings: Dua Menara

Judul asli : The Lord of the Rings: The Two Towers

Penulis : J.R.R. Tolkien

Penerjemah : Gita Yuliani K.

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : November 2012 (cetakan kelima)

Tebal : 432 halaman

Pendahuluan Buku

The Lord of the Rings adalah novel kisah fantasi epik karangan J. R. R. Tolkien. Diterbitkan dalam tiga jilid pada tahun 1954 dan 1955, masing-masing jilid terdiri dari dua buku. Jilid pertama diberi judul The Fellowship of the Ring, jilid kedua The Two Towers dan jilid ketiga The Return of the King. Kisah ini ditulis dari tahun 1937 sampai 1949 dan menjadi salah satu karya sastra abad ke-20 yang paling populer dan diterjemahkan ke dalam 38 bahasa.

The Lord of the Rings telah difilmkan tiga kali. Pertama sebagai film animasi oleh Ralph Bakshi pada tahun 1978 (sebagai bagian pertama dari dua film yang mulanya direncanakan). Kedua pada tahun 1980 sebagai acara televisi. Karya ketiga, trilogi film The Lord of the Rings oleh sutradara Peter Jackson yang dirilis pada tahun 2001, 2002, dan 2003, memenangkan beberapa Academy Awards dan memperbaharui minat publik dalam trilogi ini dan karya Tolkien lainnya.

Trilogi Lord of The Rings ini berkisah tentang para Hobbit yang memperoleh tugas menghancurkan Cincin Utama dari sembilan cincin yang telah dibuat dimasa lalu. Konon cincin ini memiliki kekuatan yang mampu membuat pemiliknya menjadi tidak terlihat. Cincin ini digunakan oleh penguasa kegelapan bernama Souron untuk meningkatkan kekuatan menguasai dunia. Apabila Cincin utama ini tidak dihancurkan dan sampai kepada Sauron, maka akan sangat mustahil untuk dapat mengalahkan dikemudian hari, dan kedamaian didunia tidak akan tercipta.

Cerita

Dua Menara (judul bahasa Inggris: The Two Towers) adalah jilid kedua dari tiga jilid novel epik The Lord of the Rings. Buku ini dibagi menjadi dua bagian dan pertama kali dirilis di Britania Raya. Buku sebelumnya adalah Sembilan Pembawa Cincin dan selanjutnya adalah dan Kembalinya Sang Raja.

Bagian kedua, The Two Towers (Dua Menara), mengisahkan sepak-terjang masing- masing anggota rombongan setelah Sembilan Pembawa Cincin tercerai-berai. Buku Tiga menceritakan penyesalan dan kematian Boromir, serta penghanyutan jenazahnya dalam perahu yang dilepaskan mengarungi Air Terjun Rauros; tentang ditangkapnya Meriadoc dan Peregrin oleh pasukan Orc, yang membawa mereka ke Isengard melewati padang-padang Timur Rohan; dan tentang pengejaran mereka oleh Aragorn, Legolas, dan Gimli. Muncullah kemudian para Penunggang Kuda Rohan. Pasukan Berkuda yang dipimpin Eomer sang Marsekal, mengepung pasukan Orc di perbatasan Hutan Fangorn, dan memusnahkan mereka. Tapi kedua hobbit melarikan diri ke dalam hutan dan di sana mereka bertemu Treebeard si Ent, penguasa rahasia Fangorn. Ketika mendampinginya, kedua hobbit menyaksikan bangkitnya amarah bangsa Pohon dan perjalanan mereka ke Isengard. Sementara itu Aragorn dan kawan-kawannya bertemu Eomer yang baru pulang dari pertempuran melawan Orc, Eomer meminjami mereka kuda-kuda, dan mereka melanjutkan perjalanan ke hutan.

Dalam perjalanan mencari kedua hobbit, mereka bertemu lagi dengan Gandalf yang sudah kembali dari kematian, dan kini menjadi Penunggang Putih, namun masih terselubung jubah kelabu. Bersama Gandalf mereka melaju melintasi Rohan sampai ke balairung Raja Theoden dari Mark, di mana Gandalf menyembuhkanrajatuaitudanmembebaskannya dari sihir Wormtounge, penasihatnya yang jahat, yang sebenarnya merupakan komplotan Saruman. Kemudian mereka maju bersama Raja dan pasukannya untuk bertempur melawan pasukan Isengard, dan ikut berperan dalam kemenangan tipis pertempuran di Hornburg. Kemudian Gandalf menuntun mereka ke Isengard. Di sana mereka menemukan benteng megah itu sudah menjadi puing berkat bangsa Pohon, sedangkan Saruman dan Wormtounge terkepung dalam menara Orthanc yang masih gigih bertahan. Dalam pembicaraan di depan pintu, Saruman menolak untuk menyerah, maka Gandalf memecatnya dan mematahkan tongkat sihirnya, meninggalkan Saruman di bawah pengawasan para Ent. Dari sebuah jendela tinggi Wormtounge melemparkan sebentuk batu ke arah Gandalf, namun tidak kena sasaran, dan batu itu dipungut oleh Peregrin. Ternyata itu salah satu dari tiga palantir yang masih tersisa, Batu Penglihatan dari Numenor.

Larut malam, Peregrin tergoda oleh Batu itu, ia mencurinya dan memandang ke dalamnya, sehingga terungkaplah dirinya di depan Sauron. Buku ketiga berakhir dengan kedatangan Nazgul yang melintas di padang Rohan. Hantu Cincin yang menunggang kuda terbang ini adalah pertanda perang akan segera dimulai. Gandalf menyerahkan palantir pada Aragorn, dan pergi ke Minas Tirith sambil membawa Peregrin. Buku keempat menceritakan Frodo dan Samwise yang kini tersesat di perbukitan gersang Emyn Muil. Dikisahkan bagaimana mereka lolos dari perbukitan, dan disusul oleh Smeagol-Gollum; dan bagaimana Frodo menjinakkan Golum, bahkan hampir melenyapkan kekejiannya, sehingga Gollum mengantar mereka melintasi Rawa-Rawa mati dan daratan-daratan yang telah rusak, sampai ke Morannon, Gerbang Hitam Negeri Mordor di Utara. Ternyata mustahil bisa masuk lewat Gerbang itu, dan Frodo menerima saran Gollum: agar mencari jalan masuk rahasia yang diketahui Golum di sebelah selatan di Gunung Bayang-Bayang, di tembok-tembok barat Mordor.

Dalam perjalanan ke sana, mereka ditawan pasukan pengintai bangsa Gondor yang dipimpin Faramir, adik Boromir. Faramir menemukan rahasia misi mereka, tapi ia berhasil menolak godaan yang membuat Boromir takluk, dan ia melepas kepergian mereka pada tahap terakhir perjalanan mereka ke Cirith Ungol, Celah Labah-Labah, ia memperingatkan mereka bahwa tempat itu penuh bahaya maut, yang belum diceritakan sepenuhnya oleh Gollum pada mereka. Saat mereka sampai ke Persimpangan Jalan, dan mengambil arah menuju kota Minas Morgul yang mengerikan, kegelapan besar keluar dari Mordor, menyelubungi seluruh daratan.

Lalu Sauron mengirim pasukannya yang pertama, di bawah pimpinan Raja para Hantu Cincin: Perang Cincin sudah dimulai. Gollum menuntun kedua hobbit menuju jalan rahasia yang menghindari Minas Morgul, dan dalam kegelapan akhirnya mereka sampai ke Cirith Ungol. Di sana Gollum kembali ke wataknya yang keji; dan berupaya mengkhianati kedua hobbit itu masuk dalam penguasa celah tersebut, Shelob, makhluk yang mengerikan. Namun ia terhalang oleh kepahlawanan Samwise, yang menangkis serangan shelob dan melukainya. Bagian kedua berakhir dengan pilihan Samwise. Frodo yang sudah disengat Shelob, tergeletak mati, atau begitulah kelihatannya: misi mereka terpaksa berakhir dengan malapetaka, atau Samwise harus meninggalkan majikannya. Akhirnya Sam mengambil Cincin dan berusaha melanjutkan sendirian misi yang tampaknya sia- sia itu. Tapi tepat saat ia akan masuk ke daratan Mordor, beberapa Orc datang dari Minas Morgul dan turun dari menara Cirith Ungol yangberfungsi menjaga puncak celah.

Dalam keadaan tidak tampak karena memakai Cincin, Samwise menguping percakapan para Orc bahwa Frodo bukan mati, tapi hanya pingsan. Namun sudah terlambat ketika ia mengejar mereka; para Orc menggotong tubuh Frodo ke terowongan yang menuju pintu belakang menara mereka. Samwise jatuh pingsan di depannya ketika pintu berdentang tertutup.

Frodo dan temannya Sam sekali lagi harus melalui perjalanan panjang dan melelahkan agar bisa mencapai daerah Mordor tempat dimana pembuatan cincin Sauron dibuat. Karena hanya di Mordor itulah, cincin itu bisa dihancurkan atau dimusnahkan. Selama melakukan perjalanan itu, mereka harus mempercayai seorang makhluk aneh bernama Gollum. Walau Gollum terlihat telah menepati janjinya untuk membawa kedua sekawan itu melalui perjalanan berbahaya dengan aman.

Kecurigaan Sam itu beralasan karena melihat sendiri bagaimana Frodo yang menyim- pan cincin Dark Lord Sauron itu hampir saja dikuasai oleh kekuatan jahat dari cincin tersebut. Sementara itu teman-teman sesama hobbit yaitu Merry dan Pippin di bawah perlindungan sekolompok makhluk pohon selama penyihir baik Gandalf, Legolas si pemuda elf yang ahli panah, orang kerdil Gimli dan raja dari kerajaan Gondor yang yang harus meninggalkan tahtanya, Aragorn demi melawan kekuatan kegelapan Mordor, sedang beristirahat di Rohan.

Aragon kini menghadapi tugas berat yaitu menyatukan orang-orang di Middle Earthyang berbeda-beda ras dan negara agar bisa melawan Mordor yang masih kuat walau telah kalah sebelumnya. Setelah Pippin dan Merry bertemu kembali dengan kelompok Aragon, Gandalf yang disertai Pippin menuju ke kerajaan Gondor untuk meminta bantuan. Kelompok Frodo yang kini terpecah. Frodo dan Samwise kini hanya berdua dan akan pergi ke Mordor karena Merry dan Pippin yang ditawan oleh bangsa Elves yang jahat, Uruk-hai, sedangkan Boromir telah tewas. Sementara itu, Legolas dan Gimli telah bergabung dengan Clan Rohan, sebuah bangsa manusia yang dipimpin oleh seorang raja yang telah menua, yang bernama Theoden. Namun kekuatan kebaikan di Middle Earth kini menghadapi masalah serius karena dua menara yang terletak antara Mordor dan Isengard, yaitu Barad-dur dan Orthanc telah bersatu dalam nafsu penghancuran dunia.

Tidak hanya itu, penyihir jahat Saruman dengan bantuan kekuatan dari penguasa kegelapan, Dark Lord Sauron, dan asistennya, Grima Wormtongue, telah menciptakan pasukan yang sangat besar untuk menghancurkan umat manusia dan Middle Earth. Namun kekuatan baik tidak tinggal diam karena Gandalf the Grey, yang tadinya disangka telah tewas, akan memimpin pemberontakan yang makin meluas untuk melawan kekuatan jahat Sauron. Perang antara kekuatan kebaikan dan kejahatan telah dimulai.

Cerita Aragon

Aragon menemukan Boromir dengan banyak panah tertancap di tubuhnya. Sebelum tewas, pria yang selalu membawa terompet itu memberi tahu Aragorn kalau sekumpulan Orc menangkap para Hobbit. Legolas, dan Gimli menyisir daerah sekitar dan menemukan jejak kaki para Orc. Mereka juga mendapat temuan baru, satu dari tiga perahu yang mereka pakai dan dua ransel hilang. Aragorn menyimpulkan Frodo dan Sam sudah pergi duluan. Akhirnya Aragorn bersama Legolas dan Gimli mengikuti jejak Orc untuk menyelamatkan Merry dan Pippin. Perjalanan membawa mereka hingga ke jalan masuk menuju hutan Fangorn. Ketika berputus asa karena jejak Orc berakhir, mereka bertemu Gandalf. Gandalf si Kelabu mengajak mereka bertiga ke Edoras untuk membantu Raja Th melawan Saruman di Isengard. Di Isengard mereka kembali bertemu Merry dan Pippin yang telah tiba di sana bersama Treebeard dan para Ent. Di tempat lain, Frodo dan Sam melanjutkan perjalanan ke Mordor. Mereka berhasil membuat Gollum alias Smeagol bersikap baik dan menunjukkan jalan masuk ke Mordor. Namun Gollum yang suka meninggalkan kedua Hobbit dan tiba-tiba muncul lagi memupuk kecurigaan Sam.

Menurut Pembaca

Buku kedua Lord Of The Ring: Two Towers ini lebih seru daripada buku pertama. Mungkin karena kisahnya hampir mendekati tujuan dengan tibanya Frodo dan Sam di Mordor. Sebelas bab pertama dalam buku ini Tolkien menyajikan kisah Aragorn, Legolas, dan Gimli hingga mereka bertemu lagi dengan Gandalf, Merry, dan Pippin. Di bagian ini juga dikisahkan bagaimana keadaan Merry dan Pippin setelah mereka ditangkap Orc sampai pertemuan mereka dengan Treebeard di Hutan Fangorn. Sepuluh bab terakhir secara khusus membahas petualangan Frodo dan Sam bersama Gollum/Smeagol. Beban bertambah bagi Frodo ketika bertemu Faramir, adik Boromir, yang mengatakan kakaknya sudah tewas. Hobbit asal Shire ini menduga kini tinggal tersisa dirinya dan Sam sebagai penuntas tugas mereka.

Cerita Tokoh

Sam di buku kedua mendapat porsi penting terutama mendekati akhir buku. samwise menunjukkan kebernaian dan ketangguhannya melawan Shelob. Ia juga dihadapkan pada pilihan sulit saat Frodo terbaring diam akibat serangan Shelob. Tak ada Frodo, kini Sam harus mengambil keputusan penting: mengambil cincin dan meneruskan misi menghancurkannya atau mengakahiri semuanya dengan duduk diam di sisi Frodo yang dikiranya sudah tewas. Sam kali ini memberi pelajaran bagi pembaca. Seringkali kita bingung dan dihadapkan pada pilihan sulit tapi kita harus tetap mengambil keputusan dan setiap pilihan yang kita buat selalu punya konsekuensi. Teman Gandalf, Saruman, yang kini menjadi penyihir gelap mengingatkan kita setiap orang bisa berbuat salah demi mengambil keuntungan pribadi. Namun apakah kita akan terus berada di jalan salah atau kembali ke jalan benar, semua itu tergantung pada diri kita sendiri. Raja Theoden dan penasihatnya, Worm- tongue menggambarkan bagimana orang-orang di sekitar kita bisa memberi pengaruh positif atau negatif, dan yang terakhir, Gollum/ Smeagol mengalami pertentangan di dalam dirinya. Di satu sisi ia sudah berjanji untuk bersikap baik tapi di sisi lain ada hasrat mengkhianati Frodo dan mengambil cincinnya. Aku pikir ini menggambarkan kita terkadang mempunyai pertentangan di dalam kita senidir saat harus memutuskan atau melakukan sesuatu.

Secara keseluruhan buku ini bagus, masih dengan gaya pemaparan yang mendetail, yang mungkin menjadi ciri khas J.R.R. Tolkien. Membuat kagum para pembaca, penonton ataupun penggemarnya dengan deskripsinya tentang alam, pegunungan, hutan hingga nama-nama unik dari para tokoh dan ciri- ciri pepohonan J.R.R Tolkien adalah seorang ahli penulis fiksi yang terinspirasi dari botani (tumbuh- tumbuhan), bangunan-bangunan kerjaan yang sangat artistik dan tokoh fiksi yang diciptakan, ini adalah salah satu novel trilogi (tiga seri) yang sangat legendaris, dari inti persahabatan yang sangat kuat di dalam ceritanya dan juga drama yang menyentuh dari setiap tokoh protagonis walaupun antagonis yang berkarakter dari novel tersebut

Kesimpulan & Makna Terkait Dalam Novel

Trilogi Lord of The Rings ini berkisah tentang para Hobbit yang memperoleh tugas untuk menghancurkan Cincin Utama dari sembilan cincin yang telah dibuat dimasa lalu. Konon cincin ini memiliki kekuatan yang mampu membuat pemiliknya menjadi tidak terlihat. Cincin ini digunakan oleh penguasa kegelapan bernama Souron untuk meningkatkan kekuatan untuk menguasai dunia. Apabila Cincin utama ini tidak dihancurkan dan sampai kepada Sauron, maka akan sangat mustahil untuk dapat mengalahkan dikemudian hari, dan kedamaian didunia tidak akan tercipta. (Yanda Ramadana) & elib.unikom.ac.id/

Penulis Resensi : Yanda Ramadana

Referensi : elib.unikom.ac.id/

 

 

 

Jawa Barat dan Permasalahan Ketenagakerjaan

Jawa Barat dan Permasalahan Ketenagakerjaan

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Wawancara Dr. Hening Widiatmoko, MA

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

Komunita: Hampir 70% lulusan perguruan tinggi menganggur. Mohon dijelaskan terkait dengan ketenagakerjaan di wilayah Provinsi Jawa Barat?

Hening: Provinsi Jawa Barat memiliki jum- lah penduduk paling besar di Indonesia 46 juta jiwa. Sementara jumlah angkatan kerjanya sekitar 21 juta jiwa dengan di- dasarkan pada struktur yang terdiri atas penduduk, penduduk usia kerja dan bukan usia kerja. Penduduk usia kerja terbagi atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Contoh penduduk yang bukan angkatan kerja yakni: ibu rumah tangga, mahasiswa, para pensiunan. Kemudian golongan ang- katan kerja terbagi dua: yang bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Jumlah yang sedang mencari pekerjaan per bulan Ok- tober 2014 mencapai 1.770.000 jiwa setara dengan tingkat pengangguran terbukanya 8,45%. Artinya, permasalahan jumlah pen- gangguran di wilayah propinsi Jawa Barat menjadi isu sentral yang harus dicarikan solusinya dengan cara yang tepat. Penum- pukan pengangguran yang paling banyak tersebar di beberapa kabupaten dan ham- pir 500.000 jiwa disumbangkan oleh empat kabupaten, diantaranya: Bandung, Bogor, Bekasi dan Cirebon. Solusi yang paling dimungkinkan yakni dengan melakukan peningkatan sektor usaha padat karya, dikarenakan rata-rata tingkat pendidikan- nya masih rendah (kebanyakan SMP ke- bawah).

Namun, ada? pula jumlah pengangguran dengan tingkat pendidikan lulusan SMA, SMK maupun Sarjana. Hal ini dapat diaki- batkan oleh sistem dan pola pendidikan yang hanya bersifat teoretis semata tanpa memperdulikan aspek-aspek praktis ?ser- ta hubungan dengan sektor usaha. Bagi lulusan perguruan tinggi terutama dari ilmu-ilmu sosial, sebaiknya diberikan pem- bekalan khusus yang berkenaan dengan persiapan sebelum dan setelah lulus.

Salah satu langkahnya yaitu melakukan penyuluhan bimbingan jabatan yang berisi penjelasan karir seputar dunia ker- ja, kecocokan minat/bakat dalam bekerja serta kiat-kiat dalam menghadapi proses seleksi, rekruitmen dan wawancara. Selain itu, alangkah lebih baik apabila setiap maha- siswa diikutsertakan dalam kegiatan seminar, training, kuliah umum, workshop, dan lainnya yang memiliki sertifikasi khusus sebagai nilai tambah bagi modal kompetensi diri pada saat berkarir di dunia kerja. Perguruan tinggi yang dapat melakukan sistematika proses pendi- dikan dan pembelajaran dengan mengkom- binasi unsur teori, praktek, bimbingan karir dan kegiatan bersertifikasi; tentunya selain akan menghasilkan lulusan berkualitas dan siap bekerja, namun menjadi ajang promosi pula kepada masyarakat luas agar menitipkan anak-anaknya pada perguruan tinggi tersebut.

Komunita: Jumlah perguruan tinggi di Jawa Barat sekitar 494 PT dengan jumlah mahasiswa sekitar 629.081 mahasiswa. Jika lulus 10 % tiap tahun diperkirakan output lulusan yang dihasilkan sekitar 62.908 calon pencari kerja lulusan PT. Bagaimana menyikapi potensi SDM dari output PT di atas agar tidak menjadi beban pengangguran?

Hening: Terdapat 4 pilar (Pemerintah, Dunia Usaha, Dunia Pendidikan dan Masyarakat) guna menunjang keberhasilan masyarakat dalam memperbaiki nasib hidupnya, maka senantiasa diharapkan dapat bersama-sama bergandengan tangan secara sinergis serta saling membantu agar dapat mengurangi beban dalam masalah pengangguran. Kita berharap semua lulusan perguruan tinggi dapat berkontribusi luas di tengah-tengah masyarakat dalam hal: menyumbangkan ide dan pemikiran, kemudian berbagi keilmuan hasil investasinya dengan tidak hanya dalam hubungan pekerjaan sebagai seorang pegawai/karyawan saja, namun mampu juga dalam melakukan wirausaha secara mandiri (en- trepreneurship).

Ketika suatu lowongan pekerjaan sulit ditembus atau dicapai, maka mengapa tidak dengan berusaha menggiring para lulusan perguruan tinggi tersebut berwirausaha sebagai solusi alternatif yang dipilih. Kita dorong memulai suatu usaha dari hal yang paling kecil terlebih dahulu hingga besar sebagaimana urutan suatu jenjang wirausaha, yakni mulai tingkat Mikro-Kecil-Menengah. Tingkatan mikro merupakan suatu rintisan memulai usaha (start-up business) bisa dilakukan mahasiswa keti- ka belum lulus, yakni dengan melakukan uji coba bisnis melalui wadah inkubator bisnis yang berada di tiap-tiap perguruan tinggi. Jika hal ini dapat diterapkan secara berkesinambungan dengan melihat bakat- bakat wirausaha muda dan didukung tim pendampingan wirausaha handal/kredibel maka tentunya akan dapat memunculkan paradigma berfikir yang baik bagi sektor dunia usaha baru. Sehingga dalam benak para lulusan perguruan tinggi tidak selalu berusaha untuk mencari pekerjaan, namun lebih dari itu yakni menciptakan lahan pekerjaan baru sebagai solusi alternatif.

Komunita: Adakah upaya membangun hubungan (link) antara lulusan perguruan tinggi dengan Dinas Tenaga Kerja provinsi Jawa Barat ?

Hening: Disnaker memiliki 2 program, yakni penyaluran tenaga kerja dan perluasan tenaga kerja. Untuk program penyaluran tenaga kerja berkaitan dengan sistem penempatan tenaga kerja baru melalui pameran-pameran bursa kerja guna memper- temukan antara orang yang sedang mencari pekerjaan (job seeker) dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sementara untuk perluasan kerja dimiliki oleh orang-orang yang tugasnya menciptakan pekerjaan/lahan baru (job creator) dengan berjiwa wirausaha mandiri. Contoh, Balai Latihan Ketransmigrasian & Kewirausahaan Disnaker Provinsi Jawa Barat bertugas membimbing serta mengarahkan para pelaku usaha dengan rintisan usaha barunya. Yang paling memungkinkan bagi lulusan baru suatu perguruan tinggi atau dengan istilah fresh graduate adalah dengan cara mengarahkan serta mendorongnya kepada alternatif usaha melalui wirausaha mandiri, dikarenakan keilmuan serta pola paradigmanya masih mudah untuk dibentuk/disesuaikan.

Komunita: Bagaimana memotivasi setiap elemen perguruan tinggi melalui program yang ditawarkan pemerintah, khususnya Disnaker Provinsi Jawa Barat agar dapat memberikan solusi konkret (alternatif) disamping terdapatnya juga problematika dari aspek permodalan?

Hening: Sebenarnya kami tidak berjalan sendiri, namun telah dilakukan upaya melalui mekanisme penyuluhan bimbingan jabatan, dengan melihat hasil psikotest mengenai bakat dan minat dalam memilih suatu pekerjaan berdasarkan tingkat kecenderungannya. Selain itu dari aspek permodalan, pemerintah provinsi Jawa Barat memiliki program KCR (kredit cinta rakyat) yang dititipkan melalui Bank BJB dengan besaran plafon Rp. 50 juta. Bagi masyarakat yang berminat mengajukan pendanaan untuk biaya modal, biaya operasional, dan lainnya dapat memasukkan proposalnya melalui Dinas Koperasi & UKM ?Provinsi Jawa Barat sebagai unsur koordinator teknisnya.

Komunita: Wujud konkret pada Disnaker Provinsi Jawa Barat bagi lulusan perguruan tinggi yang telah mengikuti program perluasan/ penyaluran tenaga kerja?

Hening: Program yang telah digulirkan oleh Disnaker Provinsi Jawa Barat bersifat umum untuk semua kalangan masyarakat, jadi tidak hanya secara spesifik dikhususkan bagi lulusan perguruan tinggi. Kami men- ganggap bahwa mahasiswa lulusan pergu- ruan tinggi memiliki jiwa kreasi sendiri serta sudut pandang yang lebih baik dalam hal berusaha memperoleh pekerjaan. Biasanya para lulusan perguruan tinggi jauh lebih tahu dan kreatif dalam mencari informasi yang berkenaan dengan posisi lowongan pekerjaannya. Akan tetapi, dari pihak kami pun turut membantu menyebarkan infor- masi lowongan pekerjaan melalui berbagai cara, diantaranya: pameran bursa kerja (job fair), papan pengumuman, dan lainn- ya. Mengenai hubungan kerjasama secara khusus antara pihak Disnaker Provinsi Jawa Barat dengan institusi perguruan tinggi dalam rangka penyaluran posisi lowongan pekerjaan tertentu memang belum dilaku- kan secara formal. Mengingat ruang lingk- up antara pemangku kepentingan dan ke- wenangan dibatasi oleh wilayah kerjanya masing-masing sebagaimana prinsip dari otonomi daerah.

Rektor UTama membuka bursa kerja Widyatama 2015
Rektor UTama membuka bursa kerja Widyatama 2015

Ketika suatu lowongan pekerjaan sulit ditembus atau dicapai, maka mengapa tidak dengan berusaha menggiring para lulusan perguruan tinggi tersebut berwirausaha sebagai solusi alternatif yang dipilih

Komunita: Bila demikian, persoalan komunikasi dan koordinasi dari sisi ketenagakerjaan dalam lingkup otonomi daerah cukup penting diperhatikan. Sejauhmana implementasinya oleh daerah-daerah sehingga persoalan ketenagakerjaan tersebut dapat diatasi dengan baik?

Hening: Sepengetahuan saya belum ada kerjasama khusus yang dilakukan antar kabupaten/daerah dengan sifat lintas wilayah. Namun jika terdapat peluang mengenai lowongan kerja pada suatu kabupaten yang lebih menarik, maka akan banyak pula di- isi oleh pegawai dari berbagai daerahnya masing-masing. Bagi wilayah kabupaten yang memiliki tingkat UMK tinggi, maka siap-siap akan didatangi oleh penduduk pencari kerja dari kabupaten tetanggan- ya dengan tidak dibatasi oleh persyaratan tertentu. Hal ini tentu saja dapat dikatakan wajar terjadi, sebab setiap orang bebas menentukan nasibnya sendiri sehingga akan menimbulkan tingkat urbanisasi antar daerah menjadi semakin meningkat. Dari sisi kependudukan, jumlah migrasi orang- orang yang datang ke wilayah Jawa Barat ternyata lebih tinggi dibandingkan arus migrasi yang keluar (in-migration dari luar provinsi Jawa Barat dengan out-migration dari provinsi Jawa Barat keluar masih de- fisit). Oleh sebab itu, Gubernur memiliki program Jabar Mengembara. Yaitu suatu program yang ditujukan kepada setiap penduduk Jawa Barat agar memiliki keingi- nan dan mau mencari peluang kerja ke berbagai wilayah provinsi lain yang berpo- tensi besar dari berbagai aspek. Program ini disebut juga dengan istilah Diaspora Jawa Barat sebagaimana telah disebutkan oleh bapak Gubernur, yang bermakna bahwa melakukan aktivitas penyebaran hingga keluar negeri untuk semua angkatan kerja dari berbagai tingkat elemen masyarakat.

Komunita: Berapa persen target yang akan dicapai untuk mensukseskan program Jabar Mengembara ini?

Hening: Untuk target dalam arti bentuk angka persentase belum begitu persis dituangkan, karena mekanisme seluruhnya masih dalam tahap perencanaan namun implementasi yang sudah berjalan yakni dalam bentuk pengiriman TKI Jawa Barat keluar negeri diarahkan terlebih dahulu melalui balai latihan kerja (sifatnya formal). Yang menjadi persoalan dasar bagi penduduk Jawa? Barat? adalah masalah dalam rangka memperbaiki mentalitas. Kebanyakan orang Jawa Barat tidak ingin mencoba melakukan per-untungan keluar. Artinya hampir penduduk Jawa Barat lebih memilih bekerja ditempat asalnya sendi- ri meskipun tingkat penghasilannya tidak begitu besar. Namun di sisi lain, ada juga beberapa orang Jawa Barat yang secara mandiri telah berhasil mencapai keinginan dalam meraih impian dan masa depan di berbagai daerah lainnya, seperti di kepu- lauan Batam. Jadi, sebenarnya penduduk Jawa Barat itu tersebar secara sporadis di berbagai wilayah Indonesia meskipun tidak terorganisir dengan baik. (Written by Abdul Rozak)

 

Kuliah Umum Prodi Manajemen Wanna Success young? Go Entrepreneur

Program Studi Manajemen S1 Fakultas Bisnis dan Manajemen menyelenggarakan Kuliah Umum bertema Wanna Success? Go Entrepreneur. Acara yang dilaksanakan di Ruang ?Theater Lt.6 Gedung B Universitas Widyatama diikuti seluruh Mahasiswa Prodi Manajemen Reguler B. Hadir sebagai pembicara yaitu Agit Bambang Suswanto, S.E. (Owner Amble Footwear & Owner Mie Merapi)

Membangun Karir dan Kesuksesan Melalui Personal Brand

Sebagai lulusan baru, Anda mungkin ingin segera menempatkan diri di dunia kerja, mendapatkan pekerjaan yang baik, dan memulai karir Anda. Tapi apa strategi terbaik untuk mencapai itu?

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan kerja semakin ketat dimana banyak lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka impikan. Namun, tidak sedikit lulusan perguruan tinggi setingkat sarjana maupun magister yang terpaksa menganggur karena kalah bersaing dan kurang mampu menunjukkan kelebihannya. Berdasarkan hasil survey dari Jobstreet.com (2011) lima alasan yang menyebabkan perusahaan menolak lulusan baru setelah wawancara karena calon tenaga kerja ingin mendapatkan gaji yang besar (64%), memiliki karakter, sikap, dan kepribadian yang buruk (60%), kemampuan berbahasa asing yang rendah (56%), keterampilan komunikasi yang rendah (52%), dan terlalu memilih jenis pekerjaan atau perusahaan (38%). Melihat kondisi seperti ini penting bagi individu untuk menemukan cara supaya dapat memenuhi kebutuhan dan harapan perusahaan. Anda harus menemukan suatu pembeda yang membuat Anda dinilai lebih dibandingkan dengan pesaing. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun personal brand untuk pengembangan dan kesuksesan karir Anda.

Personal brand (merek pribadi) adalah alat penting bagi pencari kerja karena membantu menentukan atribut terkuat mereka demi menjual diri ke perusahaan. Tujuan membentuk merek pribadi menyangkut kepentingan membangun image seseorang demi mencapai persepsi positif mengenai dirinya. Personal brand merupakan kombinasi dari keterampilan, kepribadian, dan karakter unik seseorang yang membentuk sebuah identitas yang membuatnya berbeda dari yang lain. Labrecque, Markos, dan Milne (2011) menjelaskan bahwa personal brand dapat menangkap dan mempromosikan kekuatan dan keunikan individu terhadap target mereka. Menurut Morton (2011) personal brand telah menjadi komunikasi yang efektif antara seseorang dan orang-orang di sekitarnya yang membedakan mereka dari pesaing berdasarkan keunikan dan nilai yang berbeda. Barnett (2010) berpendapat bahwa individu perlu memikirkan diri sebagai merek produk yang dapat dilihat strategis dan kreatif di pasar yang kompetitif untuk membawa nilai maksimum bagi individu dan perusahaan mereka.

Dengan personal branding, seseorang dapat membangun diri di luar resume dan lebih menentukan siapa mereka dan bagaimana mereka bisa menjadi aset di berbagai perusahaan. Seperti produk komersial, setiap orang memiliki sebuah merek. Penting bagi Anda untuk mengevaluasi diri atau mencari tahu tentang apa yang perekrut perhatikan dari diri Anda. Sekarang.. Anda perlu memahami apa yang membuat merek pribadi terlihat, sebelum Anda mulai membangunnya. Berikut ini adalah langkah- langkah untuk membangun personal brand Anda:

Membangun pengetahuan dan kesadaran diri: melihat ke dalam diri sendiri

Titik awal dalam mengembangkan merek pribadi adalah dengan memahami diri sendiri. Apa kekuatan Anda? Apa kelemahan Anda?. Cari tahu tentang karakter Anda untuk mencapai sebuah merek yang autentik. Evaluasi terus menerus untuk mengetahui kelemahan diri dan melakukan perbaikan. Evaluasi diri sangatlah penting karena ketika anda berganti pekerjaan, perusahaan, dan tim maka Anda perlu beradaptasi jika peran Anda berubah.

Membangun pengetahuan diri: Melihat ke sekitar atau orang lain

Perhatikan sekitar Anda dan dapatkan pandangan lain. Dengan bercermin dari orang lain dapat menolong kita mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Bercermin pada orang lain lebih sebagai cara untuk meingkatkan kualitas probadi kita melalui pengaruh keteladanan orang lain. Anda juga bisa meminta pendapat orang lain untuk memberikan penilaian sehingga Anda bisa memperoleh masukan dan saran demi perbaikan kualitas pribadi.

Menentukan rencana karir masa depan

Apa rencana karir masa depan Anda? Tentukan Anda ingin menjadi apa? Jika Anda ingin bekerja sebagai professional, Anda ingin dikenal sebagai ahli di bidang apa? Anda ingin bekerja di perusahaan apa? Bagaimana rencana karir jangka pendek dan jangka panjang Anda?

Untuk mencapai tujuan karir tersebut, Anda bisa menerapkan teori S.M.A.R.T dari George T. Doran (1981) dimana tujuan itu harus Spesifik yaitu tujuan yang anda tetapkan harus jelas dan spesifik, Measureable yaitu tujuan anda haruslah bisa diukur, Achievable yaitu tujuan yang anda tetapkan harus bisa dicapai, Realistic yaitu membuat tujuan yang masuk akal yang dapat anda lakukan dan wujudkan, dan Time-Based adalah tujuan Anda harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Mengembangkan keterampilan

Terlebih dahulu identifikasi keterampilan yang dapat ditawarkan pada perusahaan. Anda dapat memberi contoh bagaimana Anda dapat berkembang dan menunjukkan prestasi terbaik. Perusahaan merekrut individu karena keterampilan mereka, kemudian memberikan mereka pekerjaan dan membayar mereka berdasarkan jabatan pekerjaan. Setelah itu kembangkan keterampilan yang masih lemah misalkan Anda memiliki kemampuan komunikasi berbahasa inggris yang kurang bagus, Anda dapat meningkatkannya dengan mengikuti kursus bahasa inggris atau anda memiliki kemampuan komunikasi yang buruk anda dapat mengikuti kelas public speaking atau aktif berkomunitas untuk menjalin networking.

Mengembangkan sikap positif

Bayangkan hal-hal yang positif, maka yang positif yang akan terjadi. Sikap positif yang Anda pilih merupakan kunci bagi Anda untuk meraih kesuksesan. Jadilah pribadi yang positif, membuat prioritas

untuk berhubungan dengan orang positif. Jika Anda akan melamar kerja, hadirkan pikiran positif, bangunlah kepercayaan diri, tunjukkan kemampuan terbaik Anda, yakinlah Anda akan berhasil dan layak memperoleh kesuksesan. Jika Anda mengalami kegagalan, tetap fokus pada tujuan karir Anda dan tinggalkan masa lalu. Percayalah Anda akan mendapatkan yang terbaik. Lakukan segalanya dengan positif dan kesuksesan akan menghampiri.

Memasarkan merek pribadi

Untuk membuat merek pribadi Anda bisa menggunakan alat pemasaran sebagai berikut:

  1. Surat lamaran dan CV

Ini adalah dokumen yang Anda butuhkan untuk melamar pekerjaan dan saat melakukan wawancara. Pastikan surat lamaran dirancang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar. Pastikan Anda menyoroti keterampilan dan pengalaman yang relevan yang dapat dikontribusikan pada perusahaan misalkan menyertakan contoh konkret keahlian dan keterampilan yang berhubungan dengan posisi yang Anda lamar. Buatlah CV yang menarik yang mampu menunjukkan kekuatan utama sehingga meningkatkan minat pemberi kerja untuk mengundang Anda dalam wawancara.

  1. Social Media

Social media dapat menjadi tempat efektif bagi individu untuk menciptakan merek pribadi. Saat ini semakin banyak proses perekrutan menggunakan internet untuk mendapatkan informasi tentang kandidat pekerja mereka dan perekrut memberikan penilaian tentang apa yang mereka percaya tentang merek Anda.

Novika Candra Astuti, ST, MSM.
Novika Candra Astuti, ST, MSM.

Personal brand (merek pribadi) adalah alat penting bagi pencari kerja karena membantu menentukan atribut terkuat mereka demi menjual diri ke perusahaan

Mempromosikan merek Anda melalui media social seperti LinkedIn, Facebook, Twitter, Google+, situs lain (my space, personal blog) dapat anda manfaatkan untuk menciptakan profil online anda. Sebagai contoh tips jika Anda menggunakan LinkedIn, Anda perlu menampilkan foto terbaru, mencantumkan value yang Anda tawarkan, mencantumkan prestasi dan penghargaan terbaik, membuat CV yang factual dan actual, mengupdate skill terbaru, mintalah rekomendasi ke atasan atau kolega untuk memberikan komentar tentang kemampuan Anda, bergabung dengan group yang fokus pada bidang keahlian atau minat Anda, dan membangun hubungan dengan orang-orang yang bisa menjadi sumber daya untuk pengembangan karir Anda.

Akun LinkedIn adalah refleksi aktivitas karir kita. Maka kita harus aktif untuk mengupdate informasi-informasi ter- baru yang menonjolkan kelebihan kita misalnya jika naik jabatan, menerbitkan bukuataupaperbaru, menjadipembicara atau trainer segeralah mengupdate profil LinkedIn Anda. Selain itu, Anda dapat menunjukkan kemampuan dalam melihat sebuah fenomena atau tren bisnis dengan menulis artikel yang menarik, mengupdate status atau memberikan komentar tentang artikel lain. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan manfaat dari Linkedin, penting untuk membuat profil LinkedIn kita menarik dan membuat pembacanya terkesan.