Home Blog Page 71

M. Mahfud M.D Menata Konstitusi Ketatanegaraan

Prof. Dr. Muhammad Mahfud M.D., S.H., S.U., mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2009-2014 memang baru pertama kalinya hadir di Universitas Widyatama. Kehadirannya pada tanggal 23 Februari 2015 lalu dalam rangka kuliah umum sekaligus Mudzakarah Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Jawa Barat yang bertema Penataan Konstitusi Ketatanegaraan. Mahfud M.D.
secara gamblang menegaskan bahwa menurut penilaian publik terjadi konflik dan kekisruhan antara KPK dan POLRI yang mempengaruhi hubungan institusional keduanya. Oleh sebab itu menurutnya harus ada langkah-langkah serius untuk mendamaikan. Mengapa harus didamaikan? POLRI sebagai representasi kekuasaan negara di bidang keamanan dan penegakan hukum.

Sementara, KPK adalah anak kandung reformasi harus eksis sesuai dengan tujuan pembentukannya untuk memperkuat pemberantasan korupsi. POLRI bukan hanya mengurusi korupsi tetapi jauh lebih luas dari itu, yang sangat penting bagi kelangsungan negara untuk ketertiban, keamanan, dan ketenteraman umum. Karena itu, POLRI dan KPK harus bekerja dalam sinergisitas, bukan dalam hubungan rivalitas. Mahfud M.D. berharap masyarakat lebih melek dengan keadaan ketatanegaraan kita saat ini, tentang perlunya penataan konstitusi ketatanegaraan terkait polemik dan kekisruhan antara kedua institusi tersebut.

Itulah sosok kenegarawanan Mahfud dalam memberi alternatif solusi bagi persoalan-persoalan bangsa yang dipaparkan pada kuliah umum di kampus Universitas Widyatama. Hal senada pernah disampaikan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute, Ahmad Syafii Maarif, bahwa: Bagi Mahfud, menyampaikan pendapat yang dianggapnya benar adalah tugas konstitusi, tidak peduli yang kena tembak itu adalah lingkaran istana. Bahkan Sri Sultan Hamengku Buwono X berpendapat : Sebagai Ketua MK, Pak Mahfud telah melakukan sebuah terobosan yang berani sekaligus menginspirasi bangsa ini agar semua lembaga tinggi negara dibersihkan dari korupsi. Perjalanan karir M. Mahfud M.D. lebih dikenal sebagai staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sejak tahun 1984.

Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi dan Ketua Mahkamah Konstitusi (2008 – 2013) Prof. M. Mahfud M.D. mengawali karirnya sebagai pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan?Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (1986-1988) Pembantu Dekan II Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (1988-1980)Direktur Karyasiswa, Universitas Islam Indonesia (1991-1993) Pembantu Rektor I Universitas Islam Indonesia (1994-2000)Direktur Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (1996-2000) Anggota Panelis dan Asesor, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (1997-1999)Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM (1999-2000) Menteri Pertahanan RI (2000-2001) Menteri Kehakiman dan HAM (2001), Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (20022005) Rektor Universitas Islam Kadiri (20032006) Anggota DPR-RI, duduk Komisi III (2004-2006) Anggota DPR-RI, duduk Komisi I (2006-2007) Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2007-2008) Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI (2007-2008) Anggota Tim Konsultan Ahli Pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia. Selain itu, beliau juga masih aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII), UGM, UNS, UI, Unsoed, dan lebih dari 10 Universitas lainnya pada program Pasca Sarjana S2 & S3. Mata kuliah yang diajarkan adalah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi serta pembimbing penulisan tesis dan desertasi.

Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IKA UII (2010-Sekarang). Dari perjalanan karirnya, M. Mahfud M.D. bukan hanya seorang pendidik, juga birokrat, politisi, negarawan, dan ahli hukum tata negara. M. Mahfud M.D. aktif diorganisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (2010-Sekarang) Dewan Pengasuh Forum Keluarga Madura Yogyakarta (2007-Sekarang)Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) (2012-Sekarang). Buah pikir, pandangan dan komentar koleganya tertuang dalam publikasi-publikasi sebagai berikut. GUSDUR Islam, Politik dan Kebangsaan (Penerbit LKIS : 2010)On The Record, Mahfud MD di balik Putusan Mahkamah Konstitusi (Penerbit PT Raja Grafindo Persada : 2010) Mahfud MD di Mahkamah Konstitusi dalam Liputan Pers (Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi : 2010) Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu (Penerbit PT. Raja Grafindo Persada : 2009); Politik Hukum di Indonesia (Penerbit PT.Raja Grafindo Persada : 2009) Dasar-Dasar dan Struktur Ke Tatanegaraan Indonesia (Penerbit Rineka Cipta : 2001) Potret Akademisi dan Politisi (Penerbit UII Press : 2006) Setahun Bersama Gus Dur, Kenangan Menjadi Menteri di Saat Sulit (Penerbit LP3ES : 2003) Membangun politik hukum, menegakkan konstitusi (Penerbit LP3ES : 2006). M. Mahfud M.D. menikah dengan Zaizatun Nihayati, SH. (Yatie), teman kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, pada tahun 1982.

Yatie kelahiran Jember, 18 November 1959 anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Syaroni dan Shofiyah. Zaizatun Nihayati seorang Sarjana Hukum dan pernah bekerja sebagai guru SMA. Ketika M. Mahfud M.D.
diangkat menjadi Menteri dan harus berpindah ke Jakarta maka pekerjaannya sebagai guru ditinggalkannya sampai sekarang. Mahfud dan Yatie bertemu pertama kali di kampus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia pada 1978 saat keduanya bersama-sama aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sejak 1979, keduanya mulai dekat dan akhirnya berpacaran. Hubungan keduanya bertahan lama, sehingga pada 2 Oktober 1982, Mahfud dan Yatie resmi menikah di Semboro, Jember. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu :
Mohammad Ikhwan Zein, laki-laki kelahiran 15 Maret 1984, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Vina Amalia, perempuan kelahiran 15 Juli 1989 Royhan Akbar, laki-laki kelahiran 7 Februari 1991.

The Lord of the Rings: The Fellowship of The Ring

The Lord of the Rings: The Fellowship of The RingPengarang : J. R. R. Tolkien
Negara : Britania Raya
Genre : Fantasi Petualangan
Tanggal rilis : 1. 29 Juli 1954
2. 11 November 1954
3. 20 Oktober 1955
Jenis media : Print (hardback & paperback)
Halaman Buku : 1216 pp (total halaman)

 

 

 

The Lord of the Rings: The Fellowship Of The Ring merupakan novel kisah fantasi epik karangan J. R. R. Tolkien. Diterbitkan dalam tiga jilid pada tahun 1954 dan 1955. Jilid pertama diberi judul The Fellowship of the Ring, jilid kedua The Two Towers dan jilid ketiga The Return of the King. Novel ditulis dari tahun 1937 sampai 1949 dan menjadi salah satu karya sastra abad ke-20 yang paling populer dan diterjemahkan ke dalam 38 bahasa. The Lord of the Rings telah difilmkan tiga kali. Pertama sebagai film animasi oleh Ralph Bakshi pada tahun 1978 (sebagai bagian pertama dari dua film yang semula direncanakan). Film kedua pada tahun 1980 sebagai acara televisi. Ketiga, trilogi film The Lord of the Rings oleh sutradara Peter Jackson yang dirilis pada tahun 2001, 2002, dan 2003. Film ini memenangkan beberapa Academy Awards dan memperbaharui minat publik dalam trilogi ini dan karya Tolkien lainnya.

A. Resensi
Kisah dimulai ketika hobbit Bilbo Baggins meninggalkan Shire dan mewariskan hartanya ke pewarisnya, Frodo. Gandalf, seorang teman Bilbo menasehati Frodo agar berhati-hati dengan cincin yang menjadi salah satu warisan Bilbo.
Tujuh belas tahun berlalu, Gandalf menyuruh Frodo membawa cincin itu keluar dari Shire karena tuan kegelapan Sauron sedang mencari-cari cincin tersebut. Frodo, Samwise Gamgee dan Peregrin Took (atau Pippin) berangkat dan dalam perjalanan mereka bertemu dengan Ring-wraiths.
Mereka hampir dibunuh Barrowwights jika tidak ditolong Tom Bombadil. Sesampai di Bree, mereka bertemu seseorang misterius bernama Strider sang pengembara. Strider menyerahkan surat dari Gandalf kepada Frodo, yang memberitahu bahwa Strider adalah teman Gandalf.

Dalam surat itu, Frodo juga diminta pergi ke Rivendell. Strider menawarkan bantuan kepada Frodo. Akhirnya kelima tokoh ini sampai di Rivendell, walau Frodo sempat ditikam pisau Morgul yang sangat mematikan. Setelah Frodo sembuh berkat pertolongan Elrond ? penguasa Rivendell, diadakan sebuah rapat. Rapat menceritakan sejarah cincin sehingga mereka memutuskan untuk menghancurkan cincin dengan cara membuang cincin tersebut ke Orodruin (atau Mount Doom) yang berada di Mordor.
Kelompok yang beranggotakan Frodo, Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir, Legolas dan Gimli dibentuk untuk mengemban tugas tersebut. Kelompok ini melewati banyak bahaya. Gandalf jatuh ke dalam kegelapan. Boromir meninggal dibunuh sekelompok Orc. Merry dan Pippin diculik para Orc, sehingga Frodo dan Sam pergi berdua ke Mount Doom. Aragorn, Legolas dan Gimli, sebagai sisa Pembawa Cincin, memutuskan untuk menyelamatkan Merry dan Pippin.

Mereka bertemu pasukan Rohan yang telah membunuh para Orc penculik Merry dan Pippin. Di Hutan Fangorn, tiga anggota kelompok tersebut bertemu Gandalf, yang ternyata hidup kembali. Gandalf menyuruh mereka semua pergi ke Rohan dan membantu pasukan Rohan. Pada saat yang sama, Merry dan Pippin yang sudah berada di dalam Hutan Fangorn pergi ke Isengard bersama para Ent yang ingin membalas dendam mereka terhadap Saruman, penghuni menara Orthanc di Isengard.
Gandalf, Aragorn, Legolas dan Gimli berperang dalam Pertempuran Helms Deep bersama para Rohirrim. Setelah memenangkan peperangan, mereka pergi ke Isengard dan bertemu Merry dan Pippin. Pada saat bersamaan, Frodo dan Sam sedang berjalan menuju Mordor. Di lereng-lereng Emin Mule mereka bertemu dengan Golam (Smeagol) yang dulunya menemukan cincin Sauron di dasar sungai Anduin. Golam selalu berusaha untuk mendapatkan kembali cincin tersebut.

Tetapi setelah mengetahui Frodo dan Sam lebih kuat dari dirinya, Golam menawarkan untuk membimbing mereka melalui Rawa-rawa mati (The Dead-marshes) ke gerbang hitam Mordor. Untuk sementara Golam menjadi teman mereka, tetapi pengaruh jahat cincin itu selalu meresahkannya. Di depan gerbang Mordor, mereka mendapati bahwa mereka tidak bisa masuk ke tanah terkutuk itu karena pengawasannya sangat ketat. Kemudian Golam membawa mereka ke Ithilian, tanah yang tadinya dimiliki kerajaan Gondor.
Ia berpura-pura membawa Frodo dan Sam (yang sangat dibencinya) masuk ke Mordor melalui Minas-Ithil/ Minas-Morgol, melalui suatu puncak yang disebut Cirith Ungol (tebing laba-laba), di tempat itu berdiam Shelob (seekor laba-laba raksasa yang ganas). Di hutan indah Ithilian mereka bertemu Faramir, adik Boromir dan anak bungsu Denethor. Dengan berat hati ia membawa kedua hobbit tersebut ke sebuah tempat rahasia yang terletak di balik sebuah air terjun. Setelah makan dan beristirahat, Faramir memberitahu Frodo suatu makhluk aneh tertangkap oleh para penjaga. Makhluk tersebut tak lain adalah Golam, yang melarikan diri saat Frodo bertemu dengan Faramir.
Atas permohonan Frodo, Golam diselamatkan dari hukuman mati, dan Golam tak pernah melupakannya. Sebelum pergi, Faramir memperingatkan Frodo kalau Cirith Ungol adalah tempat berbahaya dan sangatlah mungkin Golam mau menjebak mereka disana. Tetapi Frodo tetap pergi dan melanjutkan perjalanannya. Sebagai tanda ancaman terakhir dari Orthank, sebuah batu Palantir dilemparkan ke arah Gandalf. Pippin yang memungut batu tersebut dihantui rasa penasaran dan menyelidikinya pada tengah malam.

Tapi ia telah menemukan batu penglihatan, yang pasangannya dimiliki Sauron. Dengan cara ini ia mengetahui Sarumand telah mengkhianatinya. Sehingga ia mengirim para nazgul, ring-wraiths untuk memerangi Sarumand. Para penunggang kuda di Rohan bergegas pergi ke Minas Tirith. Waktu Frodo meneruskan perjalanan ke Minas Morgol matahari ditelan awan kegelapan. Dalam gelap Raja Theoden dan para pasukannya menunggang ke Gondor. Dalam gelap ini pula Aragorn memanggil arwah-arwah mereka yang tak memenuhi sumpahnya waktu Isildur masih hidup. Sementara Frodo memasuki tanah Mordor, Minas Tirith dikepung dan hampir dikuasai pasukan Mordor. Faramir terkena panah beracun, karena putus asa nyaris membakar diri di kuburan keluarganya. Faramir diselamatkan dan diobati Gandalf lalu dibawa ke rumah penyembuhan.
Disanalah ia bertemu dengan Eowen, gadis tameng dan jatuh cinta kepadanya. Ketika hampir hilang harapan, datanglah Theoden dari utara, dan angin selatan yang bertiup dari laut menyibak awan-awan yang dikerahkan Sauron. Bersamaan terbitnya matahari, Theoden tewas dibunuh oleh pemimpin Nazgul. Akhirnya makhluk jahanam itu ditaklukan oleh Eowen, keponakan perempuan raja Theoden dan Merry. Demikianlah nubuat yang dikatakan seribu tahun sebelumnya kalau makhluk itu tidak akan terbunuh oleh laki-laki terpenuhi.
Saat itu pula Aragorn tiba dari selatan, membawa kapal-kapal yang dipersiapkan untuk melawan Gondor. Dengan kekuatan baru itulah mereka mengalahkan musuhmusuhnya. Kemudian pasukan kemenangan Aragorn bersama Gandalf dan yang lainnya pergi ke gerbang Mordor dan berperang.
Di tengah peperangan itulah mereka menyaksikan kehancuran cincin Sauron, yang dahulu oleh para elves dinamai Gorthor: si kejam. Aragorn dimahkotai raja atas Gondor dan Arnor, dan menikahi Arwen ?puteri Elrond yang juga sepupu jauh Elros, ayah nenek moyangnya merupakan saudara Elrond. Elrond sendiri, bersama elves yang lain yaitu: Galadriel, Gildor Inglorian dan Gandalf menaiki sebuah kapal dan berlayar ke barat,Valinor dimana telah tersedia tanah tempat tinggal khusus untuk mereka, yang terpisah dari Middle-Earth.

MENCARI AKUNTABILITAS DAN INOVASI DI PERGURUAN TINGGI

Kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan tujuan dari beberapa negara untuk memakmurkan negaranya. Jiwa-jiwa kewirausahaan banyak dimiliki oleh negara yang sudah maju, bahkan Amerika Serikat telah memberikan materi kuliah kewirausahaan sejak tahun 1945, pasca Perang Dunia II. Sedangkan sebagai bandingan negara kita baru beberapa tahun ini membuka mata kuliah kewirausahaan untuk mahasiswanya. Padahal Indonesia belum mencapai 2% jumlah wirausahawan, sedangkan negara lain telah mencapai lebih dari 25%.
Banyak yayasan atau institusi yang berusaha memberi bantuan beasiswa dan dukungan pada perguruan tingginya. Bahkan banyak karya di perguruan tinggi yang membantu perkembangan sebuah masyarakat kewirausahaan, dari menawarkan mahasiswa kesempatan mempelajari kewirausahaan untuk meluruskan proses dimana penelitian di kampus dikomersialisasikan.
Tetapi yayasan atau institusi juga percaya akan pentingnya melihat perspektif lebih luas pada pendekatan inovasi di perguruan tinggi. Terutama sekali untuk gagasan baru tentang potensi menaikkan kemampuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia yang sangat kuat dihubungkan dengan kewirausahaan serta pertumbuhan ekonomi.
Untuk itu, kita perlu menggali secara mendalam sebuah pertanyaan mendasar: Bagaimana mengukur berapa banyak perolehan sebenarnya mahasiswa belajar di perguruan tinggi? Kedengarannya ini seperti pertanyaan sederhana, tetapi jawaban yang keluar secara mengejutkan sukar untuk dipahami. Bagi orangtua pada umumnya mencari pendidikan berkualitas tinggi?untuk anak-anaknya, menyaring dengan menuntut kompetisi yang dibuat oleh institusi pendidikan berbeda tidak selalu mencerahkan mereka.
Panduan konsumen yang dalam beberapa tahun ini telah membocorkan atau lebih sering memberikan data dasar yang bermanfaat bagi mahasiswa dan keluarga. Tetapi justifikasi mereka tentang kualitas pendidikan masih saja sangat kontroversial. Utamanya mereka terhambat oleh keterbatasan informasi berkualitas tinggi pada hasil pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi.

kita perlu menggali secara mendalam sebuah pertanyaan mendasar: Bagaimana mengukur berapa banyak perolehan sebenarnya mahasiswa belajar di perguruan tinggi?

Baru seperempat abad setelah kemerdekaan ada pembaruan perhatian di sektor pendidikan dasar dan menengah Indonesia. Sekarang era Kurikulum 2013 (K-13) digalakkan tapi di-pending lagi walau belum tuntas dalam terapan.
Di pendidikan tinggi, sebaiknya pemerintah tidak pernah membiarkan peserta didik tertinggal jauh. Sebagaimana kita ketahui bahwa era di perguruan tinggi saat ini memasuki usia akuntabilitas. Tetapi bagaimana hal itu seharusnya terjadi? Pemimpin universitas menunjukkan sangat benar, bahwa sistim pendidikan tinggi kita berhasil dengan banyak ukuran.
Perguruan-perguruan tinggi waspada dari intervensi pemerintah ? terutama pembuat kebijakan. Jika tidak ada kenaikan interest dalam menggerakkan informasi akurat dan bermanfaat pada jenis pembelajaran apa yang terjadi di kampus, serta jumlah pertumbuhan perguruan tinggi yang menatap masa depan dengan mengambil percobaan sendiri terhadap pendekatan baru untuk mengukur pembelajaran mahasiswa.
Database pemerintah yang memilah gambaran dari kelulusan perguruan tinggi juga mempunyai banyak kekurangan. Mereka tidak ramah konsumen, dan mereka kurang informasi tentang luas katagori mahasiswa, membiarkan mahasiswa sendiri belajar berapa banyak sebelum sarjana.
Tidak heran pembuat keputusan dan konsumen seperti lapar akan informasi di mana sekolah tinggi dan universitas yang efektif dalam pengelolaan kualitas pendidikan tinggi. Hampir setiap satu atau dua minggu, nampak artikel berita dan laporan pemikir menggambarkan inisiatif baru tertuju kepada Dirjen Dikti untuk lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah memang perlu memberikan usaha tambahan pembaruan untuk wilayah akses, usaha, kualitas dan akuntabilitas pendidikan.

Pencarian Ukuran yang Tepat
Dalam tahun-tahun terakhir ini, beberapa inovasi pendekatan mulai sebagai pilihan keberadaan peringkat perguruan tinggi yang benar-benar menjadi industri global. Tidak hanya peringkat khusus negara yang lebih dari lusinan suku bangsa, tetapi juga perbandingan antar negara.

Keindahan Permainan Layangan

Jenis Layangan Tradisional Bali
Layangan tradisional mengandung makna kultural serta keagamaan pada masyarakat di Bali. Dalam proses pembuatannya, dilakukan upacara yang bertujuan memasukkan roh gaib untuk menghidupkan layangan tersebut (berkaitan dengan kepercayaan bahwa layangan tersebut merupakan representasi dari makhluk gaib ciptaan para dewa). Biasanya upacara yang diadakan serta layangan yang dibuat mengikuti aliran kepercayaan banjar. Karena pada dasarnya masyarakat Bali memilih satu diantara para dewa untuk dipuja. Beberapa layangan tradisional yang umum di kenal diantaranya adalah sebagai berikut:

Layangan Bebean
Jenis ini mengambil berasosiasi pada bentuk dasar dari seekor ikan besar ( be ? dalam bahasa Bali yang artinya ikan). Jenis Bebean ini memiliki kepala, badan, sirip (berupa kibaran kain pada pinggang) dan ekor. Jenis ini sedemikian rupa dirancang agar dapat mengudara berlengak-lenggok (ngelog) sehingga dapat diasosiasikan seperti ikan berenang, selain itu?aksi mengudara yang berlenggok (ngelog) dapat meningkatkan variasi efek suara guangan yang dipasang pada bagian kepala dan pinggang. Bebean ini merupakan representasi dari elemen berunsur air (Wisnu). Bebean merupakan layangan wajib pertama yang harus ada di setiap banjar. Jenis ini termasuk layangan yang paling mudah dikendalikan diantara jenis layangan tradisional lainnya. Ada beberapa tipe Bebean dengan kekuatan yang berbeda, tergantung dari jenisnya, seperti lebih seimbang atau lebih lincah

Bebean Ikan Duri Bentuk Bebean
seperti ini mulai langka untuk dijumpai di masyarakat. Yang menjadi sangat khas dari bentuknya adalah bagian sirip (kepes) yang terbuat dari rangka bambu, sehingga tidak berkibar seperti jenis Bebean lainya. Jenis ini berasosiasi pada ikan dengan sirip berduri dan kekar. Bagian sudut badan (pemucu) lebih runcing (sudut kecil) dan umumnya memiliki aksi (elog) yang lebih cepat dari jenis lainya. Hal ini mungkin dikarenakan oleh sirip dan badan yang lebih runcing, dimana sirip biasanya mempengaruhi elog (berlenggok) untuk lebih teratur (pelan).

Bebean Ikan Kecil
Bentuk ini memiliki ciri khas berupa bagian ekor (ikuhsapi) lebih kecil dari jenis Bebean lainnya, sehingga dari proporsinya terlihat mengecil kebagian bawah (ekor). Jenis ini berasosiasi pada ikan yang bersirip pendek, berekor kecil dan lincah. Jenis ini umumnya dijumpai pada daerah persawahan di luar Bali selatan (Bali tengah, barat&timur).

Bebean Ikan Jago
Bentuk yang khas berupa kepala kotak, Sudut badan (pemucu) bulat keluar, bagian ekor (ikuh sapi) seperi sabit. Warna yang umum dipakai adalah perpaduan dua warna hitam ? putih, hitam ?kuning atau hitam merah, yang merupakan warna dasar (Tri datu) masyarakat Bali. Salah satu dari jenis ini pernah dikramatkan oleh pelayang di Semawang, Desa Sanur dengan pola warna hitam putih (catur) pada bagian tengah yang dikenal dengan nama Layangan Jago yang memiliki mitos religious.

Layangan Pecukan
Layang-layang ini umumnya berangka bambu, sedangkan dibeberapa tempat bila jenis ini dibuat lebih besar (lebih dari 3 meter) biasanya rangka bambu dibantu dengan kayu atau batang pohon pinang sebagai rangka pokok penahan beban angin. Rangka bambu diatur sedemikian rupa agar busur dan porosnya seimbang, dimana jenis ini berasosiasi pada pola daun yang ditekuk (dalam bahasa Bali disebut pecuk) dengan dua sudut yang seimbang dan bervariasi dalam proporsi dari ukuran untuk mendapatkan bentuk, posisi dan aksinya mengudara.
Bentuk layang Pecukan dapat dibandingkan dengan bagian Ulu Candra (pusat mata dewa/titik nadir) yang merupakan bagian dari Wijaksara (simbol Kebijaksanaan Dewa). Jadi bentuk layang-layang Pecukan adalah merupakan simbol Sadasiwa (Betara Siwa dalam mitologi Hindu Bali ) yang disebut juga Mata Kaala Sadasiva. Kemunculan simbol ini berawal di India dan turunan kebudayaan Hindu lainnya (termasuk juga di Indonesia) identik dengan kemunculan kekuatan kegelapan, kematian, alam gaib, atau penyihir dan disebut sebagai tanda penyihir (witchs mark).

Pecukan merupakan salah satu jenis layangan yang paling lincah namun paling sulit dikendalikan, karena itulah Pecukan dibuat dengan dua kendali.Jenis ini umumnya simetris antara kedua bagian samping serta bagian atas & bawah, sehingga menimbulkan posisi mengudara cukup tegak, dan memerlukan kekuatan angin yang cukup dan stabil untuk mengudara.
Bila dalam keadaan tidak stabil jenis ini bisa jatuh berlikuk (nge-looping) seperti daun jatuh. Pada posisi tertekan angin kencang jenis ini paling kuat/memilki tarikan kuat yang disebabkan bentuk yang simetris dan sudut yang membalut sebagai penampung angin. Untuk menstabilkan dari tekanan angin, jenis Pecukan ini memiliki bahu (pala) pada rangka badannya yang dibuat dengan penebalan rangka untuk ukuran besar, yang biasanya ditumpuk dengan rangka jenis kayu atau batang pohon pinang. Pada keadaan tekanan angin kencang Pecukan dibuat dengan pengaturan lobang udara pada lipatan kain pembungkusnya.

Layangan Janggan
Layangan janggan merupakan representasi makhluk berwujud ular naga yang lahir dari beberapa cerita tentang naga di Bali. Layangan ini mempunyai bentuk badan yang mirip dengan bentuk Pecukan. Yang membedakan hanya tubuh yang memiliki elemen tubuh yang lengkap dari kepala, leher, badan, pinggang &?ekor. Yang paling menonjol adalah bentuk ekor dari rangka badan yang diteruskan dengan lembaran ekor yang panjang. Ekor yang panjang ini diasosiasikan dengan simbol Ananthaboga (naga besar) di Bali, dimana Ananthaboga merupakan simbol Dewa kemakmuran yang berkedudukan di dasar Bumi. Sehingga jenis ini memiliki mitos riligius yang amat mendalam.

Berantas Korupsi, Menteri Perkuat Audit Instansinya

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menekanan salah satu kunci keberhasilan desentralisasi daerah adalah kontrol internal kuat dari pemerintah pusat. Susi menilai dengan peran auditor internal dari pemerintah, budaya korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di lembaga pemerintah bisa diatasi.
Indonesia banyak yang akhirnya menjadi link KKN adalah karena kurang kencangnya dan ketatnya auditor melakukan monitoring, ujar Susi dihadapan peserta seminar Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta, Senin (8/12).
Auditor internal itu harus menjadi yang paling profesional karena merupakan kunci Berantas Korupsi, Menteri Susi Perkuat Audit Instansinya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) utama profesionalitas sebuah organisasi. Mau itu sebuah negara, perusahaan dan kementerian itu adalah sebuah lingkaran yang harus di-monitoring, ujarnya.
Susi menilai apabila profesionalisme dan pengawasan dari auditor internal diperkuat maka akan mampu menciptakan budaya good governance di sebuah pemerintahan. Bisnis Maskapai Susi pun mencontohkan pentingnya peran auditor internal saat dirinya merintis usaha penerbangannya yaitu PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air. Dengan peran auditor internal, Susi mampu mengontrol perusahaan tersebut hingga menjadi perusahaan maskapai penerbangan perintis sukses di Indonesia.
Saya bangun Susi Air dengan sistem matriks. Anggaran paling besar untuk pengembangan keselamatan, audit internal dan quality control. Dengan adanya audit internal, kualitas kontrol suatu perusahaan itu bisa terjaga. Sebuah organisasi bisa besar karena internal audit kuat, ujar Susi. (gen)

Kepala Daerah Terjerat Korupsi Tata Ulang Pilkada Baru

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat hingga Januari 2014 sebanyak 318 orang dari total 524 orang kepala daerah dan wakil kepala daerah tersangkut dengan kasus korupsi. Untuk itu harus ada perbaikan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diadakan pada 2015 atau setelah pelaksanaan pemilihan umum legislatif 9 April 2014 serta pemilihan presiden 9 Juli 2014.
Kepala daerah yang ditetapkan tersangka oleh kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjumlah 318 orang di Indonesia sejak diterapkan pilkada langsung digelar,ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan seperti yang dilansir INDOPOS (JPNN Group), Sabtu (15/2). Menurut dia, Kemendagri sedang mendorong untuk menata ulang pilkada yang baru.
Pemerintah bersama DPR sedang berupaya memperbaiki kebijakan dan jangan seperti model sekarang ini dimana seorang kepala daerah bisa masuk penjara. Kalau seperti model sekarang, apa hasilnya? Sistem pilkada sekarang ini membuat seorang kepala daerah masuk penjara ya kan? Untuk itu, kita sebagai pemerintah sekarang sedang membuat undang-undang baru yang mengatur pilkada bersama DPR, kata Djohan. Terkait dengan sanksi bagi partai politik (parpol) yang mengusung seorang kepala daerah, dia menegaskan, hal tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan. Itu tidak ada urusan sama parpol. Kepala daerahnya kan terpilih dan ia melakukan tindak pidana korupsi, itu menjadi tanggung jawab dia. Kenapa parpol dibawa-bawa? Artinya citra parpol bisa turun di mata masyarakat, tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengatakan, sekitar 70 persen kepala daerah di Indonesia terjerat kasus korupsi. Data tersebut diambilnya dari Kemendagri sejak ?2004 hingga Februari 2013. Berdasarkan data tersebut, sedikitnya 291 kepala daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota terlibat dalam kasus korupsi. Ini data dari Kemendagri. Saya pikir ini adalah data yang valid. Dan memang, kita harus melakukan pembenahan serius jika tidak ingin pemimpin-pemimpin yang korup lahir dari ajang Pilkada, paparnya.
Dijelaskannya, jumlah itu terdiri dari keterlibatan gubernur sebanyak 21 orang, wakil gubernur tujuh orang, bupati 156 orang, wakil bupati 46 orang, walikota 41 orang, dan wakil walikota 20 orang. Ia menyebutkan tercatat juga 1.221 nama pegawai pemerintah yang terlibat dalam kasus korupsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 877-nya sudah menjadi terpidana. Sementara 185 orang lainnya sudah berstatus tersangka, sedangkan 112 orang lainnya sudah terdakwa, dan 44 nama tersisa masih dimintai keterangannya sebagai saksi. Sehingga, menurut Denny, tren korupsi yang ada saat ini harus diimbangi dengan alat pemberantasan korupsi yang juga cukup baik.
Dirinya pun mengatakan bahwa keberadaan KPK saat ini sudah sangat tepat dan diperlukan. Dulu saat KPK belum ada, koruptor itu banyak sekali. Jadi, ibarat nelayan mau menangkap ikan tapi alatnya masih lemah, sehingga saat menjaring hanya sedikit, ucap Denny.
Sementara itu, dalam pergelaran pemilihan kepala daerah, Denny mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait, baik kandidat, penyelenggara, maupun masyarakat sebagai pemilih. Bagi kandidat, kata Denny, hal ini bisa diartikan bahwa jabatan bukanlah menjadi sarana untuk mencari untung. Dan memang tidak bisa dipungkiri, bahwa banyak orang yang mencari jabatan publik untuk mengejar kekayaan dan ketenaran. Tapi harus disadari juga bahwa pejabat ini merupakan pelayan masyarakat, katanya.

Pemkab Rohil Buka Lowongan 40 Tenaga Akuntansi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), Riau terus membenahi administrasi keuangannya agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan merekrut tenaga akuntansi. Tahun ini, Pemkab akan membuka lowongan untuk 40 tenaga akuntansi yang akan ditempatkan di beberapa dinas dan badan di lingkup Pemkab Rohil. Tenaga yang dibutuhkan adalah yang bergelar sarjana (S1).
ơAgar penyajian laporan keuangan sesuai dengan standard Akuntansi Pemerintahan (SAP), kita perlu 40 sarjana ekonomi Jurusan Akuntansi yang akan ditempatkan seluruh SKPD Pemkab Rohil. Apalagi saat ini pemerintah masih menggunakan Akuntansi berbasis kas menuju Akrual atau Cash Toward Accrual (CTA) dalam menyusun laporan keuangan pemerintah, sehingga membutuhkan SDM yang mengerti akan laporan keuangan pemerintah, ujar Plt.
Setda Rohil, Drs Surya Arpan,M.Si kepada wartawan Sabtu (7/2/2015). Kebutuhan akan sarjana akuntansi ini bekerjasama dengan Universitas Riau. ơSaat ini sudah bisa mengajukan permohonan. Pendaftaran akan ditutup tanggal 18 Februari mendatang. Persyaratan lengkapnya bisa dihubungi Fakultas Ekonomi Universitas Riau, jurusan Akuntansi. Adapun sarjana yang dibutuhkan mestilah lulusan Jurusan Ekonomi Akuntansi S1 (strata satu) dengan IP minimal 2,75. Dalam hal perekrutan ini, diprioritaskan putra daerah Rohil. Dengan kata lain, mereka akan bekerja dan wajib menetap di Rokan HIlir.
Para tenaga administratur di bidang akuntansi ini akan diberikan kontrak kerja 1 tahun pada tahun pertama dan jika berkinerja baik, kontraknya akan diperpanjang. Surya Arpan mengharapkan dengan adanya rekrut para tenaga administratur ini, akan dapat mengubah opini laporan keuangan pemerintah kabupaten Rokan Hilir.

AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI, DAN PRODUKTIVITAS KINERJA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (Depdiknas/Pusat Bahasa 2008:33), kata akuntabel dimaknai sebagai dapat dipertanggungjawabkan dan akuntabilitas didefinisikan sebagai perihal bertanggungjawab; keadaan dapat dimintai pertanggungjawaban. Dalam perjalanan penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari, kata akuntabilitas (yang merupakan kata jadian dari kata sifat akuntabel) memiliki makna bernuansa ganda. Satu makna bernuansa negatif, seperti yang dikandung ungkapan Anda harus akuntabel bila terjadi apa-apa pada aset perusahaan ini. Dalam ungkapan ini kata akuntabel dipergunakan dalam maknanya yang sepadan dengan yang membuat sesuatu kesalahan terjadi.
Makna yang mengandung muatan negatif lain terasa kental dalam ungkapan berikut: Manajer X diminta akuntabilitasnya atas lingkungan kerja yang telah mencelakakan bawahannya. Penggunaan kata akuntabel dan akuntabilitas dalam kedua contoh ini bernuansa negatif karena mengarah pada pertanggungjawaban yang bertautan dengan suatu pelanggaran terhadap suatu aturan.
Oleh karena itu, sesungguhnya penggunaan kata akuntabel dan akuntabilitas dalam konteks contoh ini digandengkan dengan ungkapan kalau terjadi apa-apa biang-keroknya akan ditindak (yang tidak dieksplisitkan di sini). Dalam penggunaannya di dalam organisasi-organisasi perusahaan dan yayasan yang progresif, kata akuntabel dan akuntabilitas cenderung dimaknai sebagai suatu cara pikir (mindset) yang positif.
Tak seperti yang dikesankan dalam penggunaan kata akuntabilitas dalam pengertiannya yang bernuansa negatif, kata ini tidaklah semata-mata berurusan dengan ketaatan terhadap aturan-aturan hukum dan perangkat standar industri. Jauh dari keterbatasan itu, kata akuntabilitas bertaut erat dengan tujuan organisasi dan kepercayaan publik. Akuntabilitas merupakan kunci bagi pencapaian hasil kerja organisasi karena akuntabilitas dengan segala kebiasaannya mengeksplisitkan rincian tugas dan ekspektasi capaian kinerja itu dapat membantu kita mengidentifikasi berbagai kesempatan yang ada dalam jangkauan organisasi yang bersangkutan.
Meminta pegawai bersikap akuntabel? misalnya?sesungguhnya dapat membantu yang bersangkutan memahami apa arti kepuasan mencapai sasaran kerja optimal dan apa artinya berkinerja sesuai standar. Akuntabilitas dapat berarti bisa diandalkan. Kita dapat menakar akuntabilitas dalam pengertian ini dengan mengajukan pertanyaan kepada diri-sendiri: Dapatkah orang lain mengandalkan kita untuk mengerjakan sesuatu yang kita janjikan akan kita lakukan? AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI, DAN PRODUKTIVITAS KINERJA Agar sukses, para manajer harus menagih dirinya sendiri untuk selalu akuntabel tentang program-program yang dicanangkannya dengan cara menindaklanjuti programnya dengan rangkaian tindakan akuntabilitas.
Salah besar jika seorang manajer memulai proses dan sistem akuntabilitas, tetapi kemudian dia tidak menindaklanjutinya. Gejala semacam ini dapat disebut omdo omong doang atawa sekadar pembicaraan tanpa realisasi. Omdo adalah kegagalan.
Kegagalan ini dapat menurunkan penghargaan staf terhadap proses dan sistem akuntabilitas yang telah diinisiasi tersebut dan hal ini dapat memicu keraguan di kalangan pegawai tentang komitmen atasannya terhadap visi, misi, dan program kerjanya.
Akuntabilitas dapat juga berarti para pejabat publik, organisasi swasta dan yayasan nirlaba mampu menjelaskan tindakan-tindakannya sesuai ketentuan; dan hal ini juga berarti ada kesempatan untuk memperbaiki kekeliruan yang telah terlanjur terjadi dalam menjalankan komitmen kerja yang telah digariskan.
Dalam literatur profesional dikenal berbagai jenis akuntabilitas yang alur pertanggungjawabannya bergerak ke sedikitnya empat arah: akuntabilitas ke atas (upward accountability) yang bergerak dari pelaksana tugas ke atasannya; akuntabilitas ke bawah (downward accountability) yang berlaku bagi para manajer dalam kewajibannya melibatkan staf bawahannya dalam partisipasi?pengambilan keputusan (participatory decision-making); akuntabilitas ke dalam (inward accountability) yang berurusan dengan pertanggungjawaban dengan hati-nurani dan prinsip-prinsip profesionalitas; dan akuntabilitas ke luar (outward accountability) yang bertautan dengan menanggapi kepentingan pelanggan, pemangku kepentingan dan kepada masyarakat luas (oleh karena itu, akuntabilitas jenis ini disebut juga market dan political accountability).
atau nilai yang memandu sistem akuntabilitas juga beraneka, termasuk tuntutan
(1) kepatutan penggunaan kekuasaan/kewenangan
(2) pengerahan sumberdaya perusahaan/organisasi harus diarahkan untuk pencapaian misi dan prioritas perusahaan/organisasi
(3) pelaporan kinerja harus dilakukan secara terbuka karena akuntabilitas itu bersifat publik
(4) efektivitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya harus dijamin dengan cara membandingkannya dengan capaian kinerja yang dihasilkan
(5) jaminan kualitas program dan layanan yang dihasilkan; dan (6) bersifat menguntungkan publik.
Akuntabilitas tidak dapat secara sertamerta terbentuk dalam suatu organisasi. Banyak yang harus dipenuhi bila kita hendak mengembangkan sistem akuntabilitas dalam suatu oraganisasi, termasuk lima persyaratan berikut. Pertama, semua staf yang ada dalam organisasi kita harus mengetahui apa yang kita lakukan.
Ini berarti kita harus terbuka dan menyempatkan diri membicarakan visi dan misi yang kita gariskan dan sasaransasaran yang kita pancangkan secara gamblang sehingga hal ini menjadi jelas bagi anggota pelaksana program dan staf pendukung yang lain. Pembicaraan ini mungkin harus dilakukan berulang-kali di berbagai tempat dan dalam berbagai kesempatan agar program ini terhayati dan terinternalisasi menjadi program pribadi semua orang.?disepakati secara kolektif.

AKUNTANSI PEMERINTAHAN MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Perkembangan perbaikan pengelolaan Akuntansi Pemerintahan sejak Indonesia merdeka hingga saat ini telah mengalami perbaikan yang mendasar, meskipun dampak upaya perbaikan tersebut tidak dirasakan langsung oleh masyarakat secara signifikan.
Hal ini karena perilaku korupsi oknum penyelenggara pemerintahan sudah mencapai tingkat yang akut. Sebagai gambaran bahwa mantan pejabat atau yang masih menjabat sebagai kepala daerah baik pada tingkat propinsi, maupun tingkat Kabupatan Kota lebih dari 60% tersangkut masalah korupsi atau penyimpangan pengelolaan keuangan daerah. Kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, efektivitas Sistim pengendalian intern merupakan suatu keniscahyaan.
Oleh sebab itu upaya mencegah atas penyimpangan penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah merupakan suatu kewajiban untuk diprioritaskan selain upaya penindakan. Upaya penyelamatan atas kebocoran keuangan Negara atau keuangan daerah seyogyanya dimulai dengan menata kembali sistem pengelolaan daerah yang lebih bersifat akuntabel, adaptif, fleksibel. Kebocoran yang sudah banyak disinyalemen orang itu sekitar 10 ? 15 % dari APBN maupun APBD.
Sebagai contoh yang saat ini hangat dibicarakan mengenai penyusunan anggaran daerah DKI, kini terungkap bahwa sejak penyusunan anggaran saja sudah ada indikasi upaya penyimpangan, apalagi ketika sudah sampai pada realisasi penggunaan anggaran. Kebocoran pelaksanaan dilapangan tersebut bahkan telah menjadi?budaya buruk yang berlangsung bergulir sampai pada tingkat pelaksana yang berada di garis depan. Apalagi implementasi Standar Akuntansi Pemerintahannya juga masih belum sesuai ketentuan yang berlaku akan menjadi jalur lain untuk un-efisiensi.
Penyelenggaraan lelang proyek yang penuh rekayasa sudah menjadi rahasia umum. Perilaku kolusi dan nepotisme sangat kental terjadi dalam setiap proses realisasi anggaran kegiatan baik di daerah maupun di tingkat pusat. Penyusunan laporan keuangan daerah yang mayoritas masih belum memadai (di atas 60% berstatus WDP atau TW) menggambarkan kepada kita bahwa tata?bagai kota (jika nilai proyeknya sekitar 10 milyar saja).
Disamping itu prosentase penggunaan anggaran yang distribusinya untuk belanja materiil di bawah 30 persen dari seluruh total anggaran, maka pergerakan pembangunan infrastruktur sudah dapat kita bayangkan akan mengalami perlambatan. Kenyataan yang bersifat global itu bukan lagi menjadi perhatian utama bagi siapapun yang seharusnya berwenang mencegah terjadinya penyimpangan terhadap realisasi penggunaan anggaran, baik pusat maupun daerah. Laporan keuangan pusat maupun daerah yang masih belum signifikan itu akan dapat menjadi kontributor positif

Akuntansi Pemerintahan dan Kinerja Keuangan

Wawancara H. Iwa Karniwa SE.Ak.MM, Asisten Administrasi Prov. Jawa Barat

Komunita: Mohon dijelaskan Hubungan antara tata kelola pemerintahan dengan akuntansi pemerintahan?

Iwa Karniwa: Tata kelola harusnya dengan sistem manual dahulu tidak langsung otomatis, tidak lepas dari pencacatan secara manual, pengelolaan administrasi, termasuk pertanggungjawaban. Apabila ingin melakukan perbaikan secara sistemik harus menggunakan strategi, identifikasi masalah, memahami masalah, fokus masalah, melakukan penyusunan action plan, tahapan dengan output terukur, input yang dilakukan yaitu sumberdaya manusia yang memadai, pelatihan, evaluasi dan pengendalian, peralatan sistemnya. Akuntansi pemerintahan tidak terlepas dari aturan dan peraturan yang menjadi pegangan dalam melaksanakan capacity building, serta langkah yang dilakukan.

Komunita: Kenapa akuntansi pemerintahan yang menjadi tolok ukur?

Iwa Karniwa: Tidak terlepas dari pergaulan dunia, sehingga diterapkan standar akuntansi yang mengarah pada standar dunia. Dengan standar ini laporan keuangan dapat dibandingkan. Standar ini pula yang menilai keuangan kita baik atau tidak, komitmen, strategi implementasinya. Gubernur dan Wagub Jawa Barat mempunyai komitmen yang sama.

Komunita: Jawa Barat menerapkan modernisasi tata kelola?

Iwa Karniwa: Modernisasi tata kelola pengertiannya adalah proses manual dipahami lebih dahulu, staf terkait memahami proses manualnya, dilakukan pendekatan personalia dan sistem, selanjutnya ditransformasi ke proses komputerisasi secara online. Ini maksud modernisasi di atas. Dengan mendapatkan informasi lebih cepat maka dapat melakukan manajemen kas yang mendukung tata kelola keuangan daerah

Komunita: Selain sistem dengan SOPnya, yang didukung teknologi, tentunya faktor SDM pun harus disentuh?

Iwa Karniwa: Benar, SDM atau orang harus diperbaiki mulai dari diri sendiri, lanjut melakukan perbaikan secara mendasar atau tata kelola secara baik, membangun komitmen bersama, lalu pembenahan asset. Asset pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai 25 trilyun. Alhamdulillah pembenahannya dapat diselesaikan secara baik.

Komunita: 67 % Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tidak layak, apakah ini bisa dipersepsikan oleh masyarakat sebagai ketidakberesan tata kelola?

Iwa Karniwa: Terkait dengan proses akuntansi di Indonesia secara bertahap dimulai sejak jaman Penjajahan Belanda sampai sekarang dengan Single Entry, selanjutnya akan mengarah pada Double Entry. Proses akuntansi baru tersebut dimulai di era Pemerintahan SBY dengan terbitnya tiga undang ? undang, sehingga tidak bisa sepenuhnya disalahkan tentang tata kelola RI selama ini yang menggunakan Indische Comptabiliteitswet (ICW). Dengan terbitnya undang-undang perbendaharaan, keuangan negara terjadi reformasi dalam keuangan negara dan daerah, serta adanya neraca awal pemerintah dan neraca awal provinsi maka asset dapat diakumulasi. Sulitnya pendataan secara total, seperti asset Bina Marga, asset PAM misalnya. Melalui perolehan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) itu dapat mengurangi adanya kebocoran dan pemborosan. Masalah asset banyak sekali hambatan karena pencacatan dan sertifikasinya banyak yang kurang tercatat dari jaman Belanda.

Komunita: Mohon dijelaskan yang mendorong pemerintah daerah provinsi Jawa Barat memperoleh predikat WTP tiga kali berturut ? turut?

Iwa Karniwa: Konsep dasarnya: 1. Konsistensi, 2. Implementasi, 3. Reward & Punishment. Secara konsep bagus dan melaksanakan apa yang dikonsepkan; melakukan langkah-langkah rinci yang dilaksanakan secara konsisten; monitoring dan evaluasi; ada feed back dan diperbaiki; mau dan mampu menciptakan Team Work yang baik yaitu: mau dan mampu bekerja sama, mau menerima pendapat orang, guyub (mau bekerja), jangan tersinggungan sehingga bisa bekerja bersama-sama, mampu dan bisa mengkoordinir dengan baik

Komunita: Tentang pentingnya SDM untuk mendukung upaya pemerintah daerah, bagaimana proses rekrutmennya?

Iwa Karniwa: Dengan cara yang baik, yaitu: Analisi Jabatan, perlu tidaknya sumberdaya manusia; dibuka promosi dengan spesifikasi, latar belakang yang jelas; proses test selektif dikaitkan dengan posisi dan hasil analisis jabatan. Berdasarkan pengalaman saya, 1 dari 3 SDM bisa mempunyai produktifitas kerja yang baik. Jumlah pegawai provinsi Jawa Barat sekitar 15.000, APBD 30 %, mencoba menurunkan jumlah pegawai dengan pensiun normatif, dan pensiun dini bagi PNS yang tidak produktif. Sehingga mencapai jumlah ideal sekitar 13.000 pegawai. Dengan menurunkan 2.000 pegawai ada efisiensi sekitar 55 milyar dan diarahkan pada peningkatan indikator pendidikan (Angka melek huruf, Rata-rata lama sekolah, Angka partisipasi sekolah, Angka putus sekolah ? red.). Index Pendidikan kita cukup tajam, pendidikan rendah agak kurang kemampuan ekomoninya, tapi dengan tingkat pendidikan tinggi otaknya menjadi motekar untuk bisa mencari penghidupannya. Karena itu, tidak ada jalan lain untuk memajukan pendidikan, sifatnya dengan pemberian stimulus dan infrastruktur.

Komunita: Selain efisiensi, ke depan apa sesungguhnya arah capaian yang disasar dengan upaya modernisasi tatakelola? Kesejahteraan masyarakat atau ada hal lain?

Iwa Karniwa: WTP itu bukan tujuan tapi alat, tujuannya adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat Jawa Barat, karena aspek WTP mengevaluasi dari sisi proses perencanaan, apakah perencanaan itu sudah sesuai dengan pemerintah pusat dan provinsi. Artinya guide nya adalah peraturan daerah, rencana pembangunan jangka menengah?WTP itu bukan tujuan tapi alat, tujuannya adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat Jawa Barat?menjadi koridor, selain juga koridor indikator makro, inflasi, penurunan angka kemiskinan, daya beli,dll. Sasaran akhirnya bagaimana? Mempercepat kesejahteraan masyarakat, yang akan dibangun melalui pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi pengangguran. Sementara itu, bagi 20% masyarakat yang tidak merasakan pertumbuhan ekonomi, dari sisi daya beli, kesehatan dari laporan kerja di daerah yaitu desa. Didorong melalui langkah-langkah intervensi daerah. Diantaranya dengan BLT (bantuan langsung tunai) sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat. Yang paling berat adalah dari sisi mental dan mindset miskin, masyarakat yang seperti itu sulit dan harus di edukasi kembali.

Komunita: Dalam lingkup masyarakat, dampak riil yang sudah terlihat terkait pembenahan pelaporan keuangan pada 1-3 tahun ini?

Iwa Karniwa: Indikator pendidikan dari lulusan SMP yang tadinya 51% menjadi 73% tertampung ke SMK/ SMA, Indeks daya beli masyarakat meningkat sebagai contoh tukang arit rumput yang dahulunya bekerja tidak memakai kendaraan bermotor sekarang mempunyai handphone dan kendaraan bermotor khususnya roda dua sebagai bentukan bahwa daya beli masyarakat meningkat yang terlihat riil. Kecenderungan yang buruk dari masyarakat adalah rajin memaki, pelit, membenci yang harus dirubah secara bertahap. Terjadi suatu proses yang wajar, suatu proses apresiasi dengan masukan-masukan yang baik dan kongkrit, mengajak untuk dikritik dengan solusi yang diberikan dan perlu edukasi/ softskill kepada masyarakat.

Komunita: WTP Provinsi meliputi Kabupaten dan Kota atau hanya Provinsi??

Iwa Karniwa: Diperbaiki dahulu dari provinsi setelah diperbaiki, maka diberikan kepada kabupaten Cimahi, Ciamis, Majalengka, Depok karena masalah?yang berat ada di asset Kota Bandung. Selanjutnya dilakukan aktif dalam pembenahan di kabupaten, dan kota. Bisa lebih banyak lagi yang disentuh adalah Kepala Daerah dan DPRD terlebih dahulu. Komitmen dari Kepala Daerah dan DPRD yang perlu diperbaiki dulu bukan WTPnya. Lanjut perbaikan WTP secara baik dan secara teknis. Saya menyusun buku Panduan sederhana Akuntansi Keuangan Daerah.

Komunita: Bagaimana dengan SKPD yang ada di Jawa Barat? Hambatannya apa?

Iwa Karniwa: Hambatan pasti ada, tapi bukan yang bersangkutan tidak mau untuk tidak melaksanakan tetapi sebelum diskusi harus menyamakan pendapat terlebih dahulu. Untuk masalah yang sama tapi presepsinya belum sama. Untuk pemerintahan harus ada sedikit paham otoriter karena waktu yang terbatas maka melakukan PAKTA INTREGRITAS, semua Kepala Daerah wajib hukumnya mengarahkan tata kelola Keuangan ke arah yang lebih baik dihadapan Bapak Gubernur dan dimonitoring secara ketat. Karena dalam teori manajemen umumnya mengacu pada teori X, oleh karena itu monitoring evaluasi yang ketat mutlak diperlukan, secara konsisten. Konsistensi ini yang sulit dipertahankan, karena konteksnya menyelesaikan pekerjaan yang lalu dan pekerjaan sekarang harus baik. Ada dua pekerjaan yang dijalankan, dengan dukungan teman-teman bisa berjalan dengan baik.

Komunita: Tentunya dengan WTP bukan merupakan capaian yang terbaik, ada yang harus ditingkatkan lainnya. Rencana ke depan seperti apa?

Iwa Karniwa: Dukungan Komitmen dari Pak Gubernur, Pak Wagub, DPRD dan dukungan masyarakat Jawa Barat dari skala nasional Jawa Barat yang terbaik dari sisi perencanaan dan lainnya. Kalaupun ada kekurangan dan kebocoran, rencana ke depan adalah Transformasi Struktural dalam pengelolaan pendapatan dalam kaitan Laporan Keuangan. Pertama, dari sisi kelembagaan. Dari semula by object menjadi by process, maka untuk kondisi sekarang DISPENDA harus menerapkan by process. By process syaratnya adalah orang bekerjasama dan mampu samasama bekerja, dan pengetahuannya di atas rata-rata, apabila tidak seperti itu penerapannya by object. Sekarang menggunakan pengoperasiannya by process, yaitu seksi pendataan dan penetapan pajak, serta penerimaan dan?penagihan pajak. Apabila dua seksi ini tidak bersinergi maka bisa dikatakan gagal. Jadi dua-duanya harus bekerjasama dan dilakukan di Provinsi Jawa Barat. Kedua, Mengkoordinir bukan hanya pajak kendaraan bermotor tapi seluruh pajak pendapatan adalah tugas dari Dinas Pendapatan, sehingga akuntabilitasnya jelas. Apabila pendapatan gagal menjadi tanggung jawab Dinas Pendapatan Sehingga ada beberapa bagian yang dihapus. Ketiga, Sistem Integrasi juga diterapkan pada SDM Pemerintah Provinsi Jawa Barat sehingga bisa diketahui belanja daerah harian dan bulanan. Apabila terjadi dengan baik dan lancar Integrasi Sistem dimaksud, maka Provinsi Jawa Barat menyamai sistem Intregrasi pemerintah Negara Singapura.

Komunita: Kaitan dengan SDM, bagaimana hubungan dengan penyedia tenaga kerja atau Perguruan Tinggi (PT). Bagaimana bapak memandang peran PT dalam kontribusinya mempercepat tujuan pemerintah Jawa Barat dalam rangka transformasi struktural di atas. Bagaimana hal ini bisa disinergikan supaya potensi tersebut bisa menjadi kesatuan yang kuat antara PT dengan pemerintahan

Iwa Karniwa: Dalam belajar mengajar perlu dipersiapkan dosen yang mempunyai kualifikasi teori dan praktik, juga perlu dibangun kerjasama link & match, memahami issu aktual yang berdampak untuk kemajuan ke masa depan. Mahasiswa perlu didorong dan menyediakan waktu khusus, serta kerja keras agar bisa menghasilkan suatu penelitian yang bermanfaat secara langsung bagi permasalahanpermasalahan yang dihadapi pemerintah daerah.

Komunita: Sudah berapa PT yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam aspek pemagangan dan penelitian?

Iwa Karniwa: Secara format MoU tidak ada, dan kerjasamanya tidak sespesifik itu. Tapi Pemerintah Provinsi terbuka untuk semua PT yang mengadakan penelitian dan pemagangan, juga untuk studi banding. Bahkan apabila diminta oleh teman ? teman PT saya pribadipun siap dalam hal kuliah umum, memberikan pencerahan dari sisi praktisi supaya terjadi link and match dengan PT

Komunita: Pesan Bapak untuk PT?

Iwa Karniwa: Pertama, kami ucapkan terimakasih kepada PT yang sudah membaktikan diri bagi kemajuan bangsa, karena saya hadir disini adalah hasil asahan dari PT. Kedua, tingkatkan kerjasama penelitian lebih pada inovasi, juga penelitian-penelitian yang sifatnya instant tapi bermanfaat bagi masyarakat. Bagi saya sendiri tetap menjaga hubungan pendekatan dengan kabupaten kota dan kecamatan terkait dengan pendapatan daerah. (Interview by Lee & Written by Abdul Rozak)