Ramainya pemilihan Ketua Lembaga Kemahasiswaan (LK) untuk masa bakti 2014/2015 telah selesai. Menghasilkan Raka Chicio sebagai Ketua MPM terpilih, M.Imam Wiryawan sebagai Presiden Mahasiswa terpilih, Linda Wulandani sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi, dan Rayendra Pangestu terpilih Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Manajemen. Pada tanggal 27 Juni 2014, pemimpin terpilih dilantik untuk menjalankan Program kerjanya satu tahun ke depan. PLT Rektor Universitas Widyatama Prof. Dr. Davidescu Cristiana Victoria dalam sambutannya mengungkapkan bahwa mahasiswa perlu merubah paradigma berorganisasi, mahasiswa harus merubah mindset bahwa organisasi itu sangat penting tetapi tidak melupakan dunia akademis yang menjadi prioritas. Complement Certificate sebagai Poin Plus pendamping Ijazah Kelulusan sehingga mahasiswa mempunyai keahlian dan skill dalam berorganisasi. Kemudian rangkaian acara dilanjutkan oleh Presiden Mahasiswa terpilih dengan mengucapkan sumpah untuk staff inti PEMA, dan kemudian melantik Ketua SEMA terpilih. (27 Juni 2014)
Rektor Baru Universitas Widyatama
Pemilihan pimpinan di Universitas Widyatama bergema, di awali pemilihan Presiden Mahasiswa untuk masa jabatan ke depan, dilanjutkan pemilihan Rektor periode 2014 – 2018. Hasil Dr. H. Islahuzzaman, S.E.M.Si, Ak. CA. sebagai Rektor baru Universitas Widyatama (UTama) dari 9 (sembilan) kandidat rektor. Pelantikan Rektor terpilih bertempat di Audiotorium Universitas Widyatama tanggal 7 Juli 2014 yang dihadiri jajaran pimpinan dan civitas academica. Dalam visinya Rektor terpilih mencanangkan Menjadikan Universitas Widyatama sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang Dikenal, Unggul, Mandiri, dan Berbudaya pada Tingkat Nasional di Tahun 2018″.
Unggul artinya UTama secara sadar mendidik mahasiswa agar sumberdaya manusia yang dihasilkan mampu bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional. Dengan keunggulan ini, UTama diarahkan menjadi lembaga yang dikenal, khususnya dalam hal pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan Ipteks. Mandiri artinya UTama memiliki otonomi dalam berbagai aspek, terutama dalam merencanakan dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berkepribadian tangguh, percaya diri, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu mengembangkan diri secara mandiri. Berbudaya artinya UTama sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kebenaran akademik. Misi yang diusung adalah:
a) Menjalankan Visi & Misi Universitas Widyatama berdasarkan pada Visi & Misi Yayasan Widyatama.
b) Menjalankan Tridarma PT yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki moral dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat.
c) Mewujudkan kualitas UTama berbasis Akreditasi BAN PT.
Untuk itu dipersiapkan 7 (tujuh) program kerja yaitu melaksanakan:
1) Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian.
2) Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.
3) Peningkatan kuantitas dan kualitas Mahasiswa dan lulusan.
4) Peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber daya manusia (dosen dan karyawan).
5) Penyempurnaan dan pengembangan Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik.
6) Perolehan Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi yang memadai.
7) Peningkatan Penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.
Agenda prioritas adalah:
1) Melakukan Reorganisasi.
2) Menyelesaikan Renstra 2013-2023.
3) Mengisi borang AIPT dan meningkatkan akreditasi BAN-PT.
4) Melaksanakan Seminar/Workshop yang berkaitan dengan SDM.
5) Peningkatan jabatan fungsional dosen.
6) Membina suasana akademik.
7) Mempersiapkan Laporan Tahunan.
8) Melakukan Pembinaan personil:
(a) jam pertemuan Rektor dan rapat rutin.
(b) Rapim Universitas dengan Yayasan untuk menerima dan membahas masukan-masukan dari Universitas.
9) Pembinaan karir dosen.
Karyawan, Dosen, serta Mahasiswa berharap dengan terpilihnya Pimpinan Baru, berkembang atmosfir baru serta inovasi – inovasi demi kebaikan Universitas. (July 8, 2014).
Berbagi Bersama di Acara Pekan Cahaya Al-Quran
Pekan Cahaya Al-Quran II
Pekan Cahaya Al-Quran II digelar di Universitas Widyatama merupakan kegiatan Yayasan Widyatama bekerjasama dengan Paguyuban Abdi Triyasa. Acara Cahaya Al-Quran kali kedua ini menghadirkan Muhammad Nurhadi (Cak Nur), Ustd. Syaeful Karim, Zulkifar La Ntoresano dengan MC Abu Marlo. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 13 – 16 Juli 2014 ini, selain menyimak makna Al Quran, juga dilakukan pengobatan untuk warga masyarakat sekitar Universitas Widyatama. Sekitar 200 pasien mendapat pengobatan. Konsultasi bagi para orang tua dari putera/i penyandang Autis/anak berkebutuhan khusus (ABK) bersama Dr. Anne Nurfarina – Art Theraphy Center Widyatama. Dalam presentasinya, Dr. Anne menceritakan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus sehingga beliau terketuk hatinya untuk melakukan penelitian untuk Studi S3 nya tentang Anak Disabilitas dengan pendekatan media gambar dan mewarnai.
Kegiatan Pekan Cahaya Al-quran merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dan pengabdian kepada Masyarakat. dengan membuka 10 Klinik kecil, bersamaan dengan rangkaian acara pekan cahaya
Al-Quran. Hari ke-4nya dilaksanakan pembagian sembako gratis yang dibagikan untuk warga sekitar yang kurang mampu. Ketua Yayasan, T. Ontowiryo A. berharap acara ini menjadikan nilai kedekatan antara masyarakat sekitar dan pihak civitas sekaligus menjadi nilai silaturahmi yang baik. (July 18, 2014).
Dosen Widyatama Selesaikan Studi S3
Dosen Widyatama yang telah Berhasil Menyelesaikan Studi S3
- Dr. Agoestiana Boediprasetya, S.T., M.T.
- Dr. Achmad Fadjar, S.E., M.Si., Ak.
- Dr. Evi Octavia, S.E., M.M., Ak.
- Dr. Rita Yuniarti, S.E., M.M., Ak.
- Dinda Gayatri R., Ph.D.,
Mahasiswa Widyatama Mudik Bersepeda
Kisah Agus Mahasiswa Widyatama Mudik Bersepeda
Bagi sebagian orang, Lebaran sering dijadikan momentum untuk pulang kampung atau yang biasa disebut juga dengan mudik. Setiap musim mudik datang, jalan-jalan di jalur selatan dan utara Jawa tidak pernah luput dari pemberitaan karena membludaknya jumlah kendaraan bermotor yang digunakan pemudik. Namun, cara mudik ini akan berbeda bila pemudiknya adalah penggemar sepeda. Alih-alih memilih menggunakan moda transportasi publik atau kendaraan bermotor, beberapa di antara mereka tetap memilih sepeda sebagai kendaraan untuk pulang kampung. Jarak ratusan kilometer rela ditempuh dengan mengayuh sepeda, demi dapat berlebaran bersama sanak saudara di kampung halaman. Agus Septian salah satunya. Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung ini rela menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dengan sepeda besi buatan dalam negeri bermerek Federal, demi berlebaran di kampung halaman orang tuanya di Magelang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiap hari kan pulang pergi kuliah pakai sepeda. Setahun sekali nyobain lah bersepeda jauh, mumpung momentumnya pas, ungkap Agus saat ditemui di Bikepacker Shop, Bandung, Kamis (28/07) lalu.
MOU Kerjasama Universitas Widyatama dengan JNE
Kembali Placement Office and Career center Universitas Widyatama menambahkan daftar kerjasama. Kali ini dengan perusahaan cargo besar dan ternama di Indonesia, yaitu Jalur Nusantara Ekakurir (JNE). Dengan jaringan domestiknya JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi. Oleh karena itu, JNE yang diwakili oleh Dwi Sariwati selaku Head of Talent Acqusition atau HRD Kantor Pusat Jakarta, mencari pribadi freshgraduate atau yang berpengalaman untuk bergabung menjadi bagian dari JNE.
Penandatanganan MOU diwakili oleh PLT Rektor Universitas Widyatama, Prof.Dr.Davidescu Cristiana Victoria serta di saksikan juga oleh Ka. Biro Marketing Devy Mawarnie Puspitasari, S.E., M.M., perwakilan Yayasan, Rektorat, dan Dekan Fakultas di Universitas Widyatama. Momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh alumni-alumni yang baru atau telah lama lulus dalam tahap pencarian kerja. Kerjasama yang disepakati dari kedua belah pihak. Selanjutnya JNE akan melakukan job recruitment di Universitas Widyatama serta memberi peluang, mahasiswa yang sedang mencari tempat magang. (5 Juni 2014).
Penandatanganan MOU 10 Universitas bekerjasama dengan WGS
Kamis (27/06/2014), diselenggarakan MOU antara Universitas Widyatama dan PT.WGS (Walden Global Service). Universitas Widyatama patut berbangga menjadi “homebase”? Penandatanganan MOU yang mengambil tempat di Universitas Widyatama ini melibatkan 9 (Sembilan) universitas swasta lainnya. Adapun Universitas yang menandatanganani MOU tersebut adalah :
- Universitas Parahyangan (UNPAR),
- STIMIK AMIK,
- STIMIK Sumedang,
- Politeknik TENS,
- Piksi Ganesha,
- Universitas Jendral Achmad Yani (UNJANI),
- Universitas Bale Bandung,
- dan Universitas Maranatha.
Acara tersebut dihadiri PLT Rektor Universitas Widyatama Prof.Dr. Davidescu Cristana Victoria serta Prof.Jozua Sabandar, M.A., Ph.D. Selaku Koordinator TLO, perwakilan APTIKOM Jabar Ibu Wiwin serta Bapak Ikim perwakilan PT.WGS . Ini merupakan sebuah Inovasi bagi mahasiswa serta dosen, karena seiring dengan era knowledge seorang Dosen harus sering memperbaharui pengetahuan IPTEK.
Untuk itu apa yang dipelajari di Universitas akan di fasilitasi oleh PT.WGS Ujar Ibu Wiwin selaku perwakilan dari APTIKOM Jawa Barat. APTIKOM khususnya Jawa Barat memiliki tujuan memajukan Forum Kepala Program
Studi, Forum Dewan Jurnalistik Ilmiah, dan Consoling Bidang Ilmu. Dengan adanya kerjasama APTIKOM, PT.WGS, dengan 10 Universitas yang diadakan di Universitas Widyatama, sangatlah membantu dalam setiap Perguruan Tinggi Swasta dalam penyusunan AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi). (27 Juni 2014).
1718 Mahasiswa Baru di terima Universitas Widyatama
1718 Mahasiswa Baru di terima Universitas Widyatama Kehadiran Universitas Widyatama, semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Keyakinan masyarakat terhadap pengelola pendidikan di Widyatama ditandai dengan terus meningkatnya calon mahasiswa yang mendatar ke perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jl. Cikutra No. 204 A Bandung. Dibanding tahun lalu, jumlah calon mahasiswa yang mendatar meningkat cukup siginifikan.
Awal pendataran di bulan Oktober hingga akhir penerimaan cenderungan ke arah peningkatan. Dibandingkan tahun lalu calon pendaftar yang masuk ke Univesitas Widyatama meningkat sampai dengan sekarang sebesar 40%. Diakhir masa pendataran sejumlah 1718 mahasiswa diterima sebagai mahasiswa baru Widyatama tahun 2014/15 dalam 13 program studi yang diselenggarakan. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan dari tahun-tahun sebelumnya. (September, 2014)
Perlu Standar Pelaporan Keuangan Desa Serta Pengoptimalisasian SDM
Pada Juni yang lalu Elsa Oktaviana dan Delima serta Nisa Dwi Apriliani, lolos menjadi finalis dalam sebuah perlombaan Simposium Inovasi dan Kreasi Mahasiswa yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Yogyakarta. Presentasi atas hasil karya mereka diadakan di STIE YKPN, Yogyakarta. Mereka mengangkat permasalahan di desa dikarenakan adanya Undang-Undang baru yaitu, Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. UU tersebut menjelaskan bahwa desa pada tahun 2015 akan mendapatkan kucuran dana sebesar 10% dari APBN. Dimana kucuran dana tersebut tidak akan melewati perantara seperti sebelumnya yang harus melewati APBDesa dan bantuan Pemerintah Desa.Dana tersebut akan langsung sampai kepada desa. Tetapi jumlah nominal yang diberikan kepada masing ?masing desa berbeda tergantung dari geografis desa, jumlah penduduk, dan angka kematian. Alokasi APBN yang sebesar 10% tadi, saat diterima oleh desa akan menyebabkan penerimaan desa yang meningkat. Penerimaan desa yang meningkat ini tentunya diperlukan adanya laporan pertanggungjawaban dari desa. Desa selama ini telah membuat laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah yaitu berupa Buku Kas Umum yang berbasis single entry. Namun, pertanyaannya apakah cukup hanya dengan BKU yang berbasis single entry saat alokasi APBN 10% mulai diberikan kepada desa-desa ? Hal tersebut yang menjadi permasalahan.
Pertama, permasalahan tidak adanya standar pelaporan keuangan di desa. Kedua, standar tersebut tidak dapat dijalankan jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi. Dasar permasalahan tersebut kami dapat dari mini riset pada beberapa desa yang ada di Kabupaten Bandung. Mini riset tersebut menghasilkan bukti bahwa hanya terdapat 2 desa dari 15 desa di Kabupaten Bandung yang menempatkan SDM sesuai dengan kompetensinya di bidang akuntansi. Sedangkan 13 desa lainnya menempatkan orang-orang yang tidak memiliki kompetensi di bidang akuntansi sebagai bendahara. Hasil mini riset membuktikan bahwa penempatan aparatur desa yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Hal tersebut akan menyebabkan ketidak efektivan dan ketidak efisienan aparatur desa dalam hal ini bendahara dalam bekerja. Jika seperti itu keadaan di lapangan, apakah Pemerintah masih yakin akan memberikan alokasi dana sebesar 10% dari APBN langsung kepada desa apabila pengelolaan dana bantuan tersebut tidak mengerti akuntansi? Apa dasar yang digunakan Pemerintah dalam melakukan pemeriksaan keuangan terhadap desa ? Apa cukup pemerintah menerima laporan pertanggungjawaban hanya berupa Buku Kas Umum yang berbasis single entry disaat dana yang cukup besar diberikan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diperlukan sebuah solusi.
Solusi pertama yaitu Standar Pelaporan Keuangan Desa. Standar ini diperlukan agar desa dapat membuat pelaporan pertanggungjawaban kepada pemerintah yang tidak hanya berupa Buku Kas Umum. Dalam hal ini bukan berarti Buku Kas Umum dihapuskan. Tetapi Buku Kas Umum tetap ada tetapi diubah menjadi berbasis double entry. Selain itu tidak hanya Buku Kas Umum tetapi standar ini akan membantu desa dalam membuat laporan tambahan selain Buku Kas Umum. Pemerintah dapat melakukan persamaan dengan PP No. 71 tahun 2010 bahwa pelaporan terdiri dari : Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, serta Catatan Atas Laporan Keuangan. Persamaan laporan perlu dilakukan, karena peristiwa ekonomi di desa hampir sama dengan yang ada di pemerintahan meskipun terdapat beberapa perbedaan. Adanya standar akan memudahkan BPK dalam melakukan pemeriksaan. BPK tidak mungkin melakukan pemeriksaan jika tidak ada standar karena BPK bekerja dengan berpegang pada standar. Saat standar ini dibuat diperlukan SDM yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi dalam menjalankannya. Sehingga diperlukan pengoptimalisasian sumber daya manusia dengan penempatan pegawai yang sesuai dengan kompetensinya. Penempatan pegawai sesuai kompetensinya bukan saja hanya lulusan sarjana tetapi dapat juga siswa-siswa lulusan SMK Akuntansi. Semangat IndonesiaKu !
Lolos Bantuan Dikti
Widyatama Accounting Competition (WAC XI) 2014 dan Widyatama Management Event 2014 lolos bantuan Dikti
proposal dana bantuan kegiatan kemahasiswaan untuk kegiatan Widyatama Accounting Competition (WAC XI) 2014 dan Widyatama Management Event (WME) 2014 diapresiasi Dikti. Sehingga kedua kegiatan mahasiswa program studi Akuntansi dan Manajemen Universitas Widyatama tersebut lolos seleksi dan mendapat bantuan dana masing-masing sebesar Rp. 5.000.000 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Event WAC maupun WME adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan mahasiswa program studi di atas yang kepesertaannya melibatkan siswa-siswa sekolah lanjutan atas. Selamat kepada Prodi Akuntansi dan Manajemen. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi pemicu bagi civitas academica untuk menciptakan kegiatan-kegiatan akademiskemahasiswaan yang lebih positif dan berkualitas. (8 April 2014).
