Home Blog Page 90

Hypnoeducation

Pipin Sukandi

pipin

Tidak terasa tahun ajaran baru sudah di ?depan ?mata. Sekolah maupun Universitas saling bersaing untuk memperebutkan jumlah siswa. Baik kurikulum, fasilitas semua diperbaharui demi menjaga nama baik sekolah maupun universitas. Salah satu cara agar sekolah ataupun universitas tersebut difavoritkan oleh siswa adalah pengajarnya harus nyaman menurut siswa. Nah kenyamanan apa yang sebenarnya diharapkan siswa Salah satunya adalah teknik mengajar. Artikel ini akan membahas mengenai teknik mengajar menggunakan hypnosis atau yang lebih dikenal dengan Hypnoeducation.

“Hati-hati dengan barang bawaan Anda, banyak copet, jambret dan hipnotis” Itulah salah satu pengumuman berupa spanduk yang dikeluarkan oleh pihak berwajib untuk mengingatkan masyarakat. Beberapa waktu lalu di harian surat kabar pun banyak berita yang mengenai kejahatan hipnotis yaitu teller dihipnotis kebobolan 100juta, Dihipnotis belasan juta rupiah melayang dan masih banyak pemberitaan miring mengenai hipnotis.

Sebenarnya orang yang belajar hypnosis sama seperti halnya seseorang yang membeli sebuah pisau. Setelah dibeli pisau tersebut akan dipergunakan untuk apa Kembali kepada nurani dari seseorang tersebut. Apakah digunakan untuk mencelakai orang atau digunakan untuk memotong sayuran. Begitu juga dengan hypnosis. Hypnosis sendiri banyak sekali manfaatnya seperti untuk olahragawan dapat menggunakan Hypno Sport, untuk ibu yang akan melahirkan anak pertama dengan penuh ketakutan dan kekhawatiran dapat menggunakan Hypno Birthing, untuk orang yang ketakutan berlebihan atau istilahnya phobia dapat menggunakan Hypnotherapy, untuk membantu kepolisian dalam mencari kejujuran jawaban dapat menggunakan? ?Hypno? ?Forensik,? ?untuk para dosen atau guru agar menarik dalam pengajaran dapat menggunakan Hypno Education yang akan dibahas dalam artikel ini. Dan masih banyak sekali manfaat hypnosis untuk kegiatan yang positif lainnya.

Sejarah Hypnosis

Sebelum membahas lebih ?jauh apa itu hypnoeducation ada baiknya para pembaca mengetahui terlebih dahulu sejarah hypnosis agar lebih mengerti mengenai hypnosis. Sejarah hypnosis ini penulis ambil dari beberapa sumber dari internet. Hypnosis pada zaman dahulu dipraktekkan ?dalam ritual agama maupun ritual penyembuhan. Catatan sejarah tertua tentang ?hypnosis yang diketahui saat ini berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan di sebuah kuil yang dinamai “Kuil Tidur”, para pendeta mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangannya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Para pendeta penyembuh tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat.

Seorang Raja Mesir yang bernama Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari Prancis dan para ?bangsawan ?Prancis lainnya sampai Charles X ternyata juga mempraktekkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh. Pada ?sebuah ?dinding ?kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.

Pada sekitar tahun 1500 Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya. Cara pengobatan inilah yang kemudian diadopsi oleh Mesmer.

Abad 18 Hypnosis Modern

Diawali oleh kisah seseorang pendeta katolik bernama Gassner yang tinggal di Klosters sebelah timur Switzerland. Gassner punya teori “seseorang sakit adalah karena kemasukan setan”. Untuk mencapai kesembuhan, setan itu harus dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan para penyembuh waktu dulu yang menutup diri dari tinjauan medis, Gassner mempersilakan para dokter untuk mengobservasi cara pengobatannya. Gassner mengobati pasiennya secara bersamaan. Pasien duduk berjajar secara memanjang seperti barisan? kursi gereja. Sebelum Gassner keluar untuk menemui pasien, seseorang asisten Gassner memberi semacam ceramah yang salah satu isinya adalah ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke badan pasien, maka pasien akan langsung tersungkur di lantai dan tidak sadarkan diri. Dan itulah yang benar-benar terjadi ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke tubuh pasien satu per satu.

Pasien yang tidak sadarkan ?diri itu dianggap mati, dan ketika dibangunkan kembali, pasien dianggap lahir kembali dalam kondisi suci dan terbebas dari pengaruh setan. Dalam kondisi pasien tidak sadarkan diri, Gassner memberi sugesti bahwa setan telah diusir dari tubuh pasien. Pada tahun 1770-an, Mesmer termasuk salah satu dokter yang sering menyaksikan cara pengobatan Father Gassner.

Franz Anton Mesmer (1735-1815)

Dia mendapatkan gelar Doctor pada tahun 1766 dengan makalahnya yang berjudul De Planetarum Influx. Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Cairan yang tidak mengalir dengan lancar? karena tersumbat bisa menyebabkan manusia menjadi tidak sehat secara mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.

Metode terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi magnet. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang kabel yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan sebuah drama penyembuhan yang menimbulkan efek sugesti yang kuat. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi terhanyut dalam imajinasi drama tersebut. Ada juga pasien yang mengalami halusinasi sehingga seolah-olah melihat tangan Mesmer mengeluarkan asap atau energi. Pada sesi terakhir proses penyembuhannya, Mesmer menyentuh pasien sambil memberi sugesti bahwa pasien sudah disembuhkan.

Mesmer lahir 23 Mei 1734, di Iznang, Lake Constance, Austria. Mesmer mengklaim bahwa dirinya memiliki energi magnetis, semacam kesaktian yang bisa menyembuhkan. Mesmer juga mengaku bisa mengalirkan energi magnetis ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari kalangan medis karena teorinya dinilai tidak ilmiah.

Kondisi ini membuat Mesmer tidak betah di Wina dan kemudian pindah ke Perancis. Nasib Mesmer ketika di Perancis pun tidak jauh beda. Meskipun beberapa dokter mendukung dan masyarakat merasa tertolong dengan kehadiran Mesmer, sebagian besar dokter Perancis tidak senang dengan Mesmer. Sebab itulah pada tahun 1781 Mesmer pindah ke Belgia.

Ternyata, kepergian Mesmer dari Perancis ke Belgia tidak membuat ajaran mesmerisme mati. Mesmerisme makin berkembang pesat di Perancis dan membentuk sebuah organisasi yang khusus mempelajari Mesmerisme. Kemudian atas permintaan penganut mes-merisme di Perancis, Mesmer kembali lagi Ke Perancis.

Kedatangan Mesmer ke Perancis yang kedua kalinya ini juga mendapatkan perlawanan dari kalangan medis. Mereka meminta Raja Louis XVI untuk membentuk komisi khusus yang menyelidiki metode penyembuhan mesmer. Hasil penyelidikan ini mendiskreditkan Mesmer. Akhirnya Mesmer Pindah ke sebuah desa kecil di Swis dan menghabiskan masa tuanya untuk mengobati orang-orang miskin.

Hypnosislah Murid Anda

Itu sedikit mengenai sejarah hypnosis. Dari sana jelas bahwa hypnosis bukanlah ilmu magis yang selama ini dikenal hanya dengan menepuk pundak dan orang akan menurut. Hypnosis dapat dikategorikan sebagai The Art Of Communication atau seni dalam berkomunikasi. Berapa banyak para pembaca yang sedang menonton sinetron dan ada seseorang yang memanggil nama Anda tetapi tidak mendengarnya? Dipanggil berulang dengan suara agak keras pun tetap tidak terdengar. Kejadian itu dalam istilah hypnosis dinamakan Anda sedang dalam kondisi Trance. Yaitu kondisi dimana Anda sangat fokus terhadap sinetron tadi. Berapa banyak para pembaca yang sedang asik main games balap motor atau mobil tanpa sadar tangan dan badan Anda saat berbelok ke kiri ikut bergeser ke kiri begitu juga sebaliknya saat games Anda tombolnya ke kanan tanpa sadar badan Anda pun ikut bergerak ke kanan.

Keadaan tersebut karena alam bawah sadar secara cepat memprogram apa yang dipikirkan. Alam bawah sadar bukan berarti tiadanya kesadaran. Sebaliknya, justru disitulah kesadaran level tinggi. Hypnosis seni berkomunikasi yang memiliki kemampuan memberi sugesti dengan ?menembus ?faktor ?kritis ?dari ?pikiran bawah sadar yang merupakan potensi yang sangat besar untuk menggerakan diri melakukan sesuatu diluar kebiasaan. Begitu juga dengan hypnoeducation. Pada saat pengajar masuk ke dalam kelas maka pikiran siswa masih berpencar.

Mungkin siswa ada yang sedang berpikir di tempat kostnya, ada yang masih memikirkan nanti siang akan makan dengan apa dan sebagainya. Kita sebagai pengajar tidak bisa langsung masuk dan memberikan materi, karena frekwensi gelombang otak ?yang ada dikelas tersebut belum satu frekwensi dengan pengajarnya. Ibarat Anda akan mendengarkan radio di frekewensi A dan mencari channel radio tersebut di frekwensi B. Sampai kapan pun tidak akan bersatu.

Begitu juga dengan siswa yang alam bawah sadarnya masih dimana-mana meskipun secara fisik siswa tersebut sudah dikelas. Maka kita sebagai pendidik harus menyamakan dulu frekwensinya dengan siswa di kelas.

Melalui hypnoeducation pendidik akan mampu menembus faktor kritis peserta didiknya sehingga dapat meninggalkan kesan atau pengertian mendalam tentang apa yang diajarkannya secara permanen, masuk kedalam memory jangka panjang para peserta didik.

Pertanyaan yang sangat sederhana, apakah siswa masih mengingat film bisokop yang ditonton sebulan lalu? Apakah siswa masih ingat materi yang Anda berikan pada minggu kemarin? Saya yakin jika ditanya mengenai film bioskop maka siswa akan sangat mengingatnya dan dapat menjelaskan kembali alur ceritanya. Tetapi jika siswa ditanya mengenai materi minggu kemarin saya rasa tidak sedikit yang sudah melupakannya. Mengapa bisa demikian?

Karena film bioskop menggunakan teknik yang dapat merangsang seseorang untuk tetap diam tanpa jenuh memperhatikannya. Jika Anda sebagai pendidik dengan menggunakan metode hypnoeducation langkah awal yang harus dilakukan adalah mengajak dan membawa kondisi siswa secara tidak terpaksa untuk belajar mata pelajaran yang Anda berikan. Sebagai ilustrasinya saya sering diundang oleh sekolah untuk memberikan acara seminar. Suatu hari peserta seminar saya adalah siswa dengan jurusan IPA. Pada saat saya tanyakan mata pelajaran apa yang menurut mereka sulit hampir 90% menjawab kimia. Namun ketika saya bercanda berapa banyak yang ingin membuat petasan? Hampir 90% mengangkat tangannya. Saya bertanya kepada mereka apa sebenarnya bahan untuk membuat petasan? Beberapa dari mereka menjawab campuran kimia. Ketika saya tantang maukah mereka menghafal bahan pembuat petasan tersebut? Mereka serempak menjawab mau tanpa paksaan.Namun ketika saya kembali bertanya apakah mereka mau menghafal rumus kimia untuk menghadapi ujian nanti? Serempak menjawab tidak mau. Lho apa bedanya menghafal bahan petasan dengan materi kimia?

Disinilah peran hypnoeducation berjalan. Ketika saya menawarkan untuk membuat petasan maka alam bawah sadar siswa adalah bermain. Tetapi ketika disuruh menghafal rumus kimia maka alam bawah sadar siswa adalah belajar. Peran para pendidik diawal memberikan materi sangat berpengaruh. Hindarilah ketika Anda mengajarkan materi yang terbilang sulit oleh siswa dengan mengatakan bahwa jumlah lulusan pelajaran Anda ini rendah sehingga harus benar-benar dipelajari. Secara tidak sadar siswa sudah di sugestikan bahwa pelajaran tersebut memang sulit. Sebenarnya tidak ada yang sulit bagi siswa hanya tidak mau untuk sedikit lebih banyak mengorbankan waktu untuk belajarnya. Nah disinilah tantangan kita sebagai pendidik untuk membawa siswa agar pola pikir alam bawah sadarnya merasa rugi jika tidak masuk ke kelas Anda. Bukan sebagai kewajiban karena ada jadwal sehingga siswa masuk ke kelas.

Pipin Sukandi, S.E., M.M., CH., CHt., CI., CEFT., CT., MNNLP.
(Lecturer, Motivator, Trainer, Hypnotherapist. www.pipinsukandi.com)

 

Perusahaan Buru Karyawan Berkemampuan Soft Skill

Perusahaan Buru Karyawan Berkemampuan Soft SkillSoft skill sesungguhnya merujuk pada sekelompok kualitas pribadi, kebiasaan, sikap dan social graces yang membuat seseorang karyawan baik dan kompatibel untuk bekerja. Perusahaan menghargai soft skill karena penelitian menyarankan dan pengalaman menunjukkan bahwa softskill sama pentingnya dengan indikator kinerja yang disebut hard skill.

Setiap perusahaan mencari campuran yang berbeda antara keahlian dan pengalaman karyawan tergantung pada bisnisnya. Namun hal itu tidaklah cukup untuk menjadi fungsional ahli. Untuk melengkapi kompetensi inti yang unik, setiap perusahaan memerlukan soft skill tertentu dalam mencari karyawan potensial.

Kualitas layanan ekonomi dan pentingnya tim kerja dalam organisasi perusahaan menempatkan pandangan baru pada keterampilan seseorang dan membangun hubungan (puts a new premium on people skills and relationship-building), kata Lori Kocon – seorang ahli sumber daya manusia. Ketika bisnis dilakukan pada kecepatan yang meningkat pesat, pengusaha menginginkan orang-orang yang tangkas, mampu beradaptasi dan kreatif dalam memecahkan masalah. The Smyth di County Industri Council, sebuah badan berbasis di Amerika Serikat melakukan survei baru-baru ini menemukan profil utuh tentang keterampilan dan karakteristik yang dibutuhkan bagi karyawan yang baik. Bahwa orang-orang yang paling mungkin dipekerjakan untuk pekerjaan yang tersedia adalah mereka yang memiliki soft skill.

“Untuk melengkapi kompetensi inti yang unik, setiap perusahaan memerlukan soft skill tertentu dalam mencari karyawan potensial”

Ciri-ciri paling umum tentang soft skill yang disebutkan hampir setiap perusahaan, adalah : Etos kerja Positif, Sikap Baik, Keinginan untuk belajar dan dilatih . Mohan Rao, Direktur Teknis pada Emmellen Biotech Pharmaceuticals Ltd, Mumbai mendefinisikan ‘sikap yang baik adalah keterampilan perilaku yang tidak dapat diajarkan namun dapat dikembangkan melalui pelatihan yang berkesinambungan. Sikap ini merupakan sifat reaktif individu dan tentang melihat hal-hal dengan perspektif tepat. Seseorang harus siap memecahkan masalah secara proaktif dan menciptakan situasi win-win. Seseorang harus dapat mengambil kepemilikan tanggung jawab atas tindakannya dan memimpin dari depan tanpa menyebut berhenti di saat paling kritis. Sebagian besar pemimpin bisnis mengamati bahwa mereka bisa menemukan pekerja yang memiliki hard skill yaitu kemampuan untuk mengoperasikan mesin atau memenuhi tugas-tugas lain, tetapi banyak karyawan potensial kekurangan soft skill yang dibutuhkan perusahaan. CEO dan manajer sumber daya manusia mengatakan mereka siap untuk mempekerjakan karyawan yang menunjukkan tingkat tinggi soft skill dan kemudian melatih mereka untuk pekerjaan tertentu yang tersedia.Perusahaan Buru Karyawan Berkemampuan Soft Skill

Menurut survey Profil Tenaga Kerja (www.workforce.com) karyawan yang lebih berharga adalah orang yang bisa tumbuh dan belajar sesuai perubahan bisnis. Soft skill sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada keterampilan tradisional sesuai dengan kebutuhan bisnis dan industri. Kocon menyarankan semua calon karyawan terutama mereka yang bercita-cita untuk posisi manajerial agar mendekati sisi lembut mereka. Beberapa soft skill paling umum yang dicari pengusaha (Some of the most common soft skills employers are looking for) dan akan menilai diri anda adalah :

  1. Etika Kerja yang Kuat
    Apakah Anda termotivasi dan mendedikasikan diri anda untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan , tidak peduli apa? Apakah Anda akan teliti dan melakukan pekerjaan terbaik Anda?
  2. Sikap Positif
    Apakah Anda optimis dan bersemangat? Apakah Anda menghasilkan energi yang baik dan niat yang baik?
  3. Keterampilan Komunikasi yang baik
    Apakah Anda baik mengartikulasikan secara lisan dan sebagai pendengar yang baik? Dapatkah Anda membuat kasus Anda dan mengekspresikan kebutuhan Anda dalam cara yang membangun jembatan dengan rekan kerja, pelanggan dan vendor?
  4. Kemampuan Manajemen Waktu
    Apakah Anda tahu bagaimana memprioritaskan tugas-tugas dan bekerja pada sejumlah proyek yang berbeda sekaligus? Apakah Anda akan menggunakan waktu Anda pada pekerjaan bijaksana?
  5. Keterampilan Pemecahan Masalah
    Apakah Anda berpikir penuh dan mampu secara kreatif memecahkan masalah yang pasti akan muncul? Apakah Anda mengambil kepemilikan masalah atau meninggalkan masalah tersebut untuk orang lain?
  6. Bertindak sebagai Team Player
    Apakah Anda bekerja dengan baik dalam kelompok dan tim? Apakah Anda akan kooperatif dan mengambil peran kepemimpinan saat yang tepat?
  7. Keyakinan Diri
    Apakah Anda benar-benar percaya bahwa Anda dapat melakukan pekerjaan? Apakah Anda memproyeksikan rasa tenang dan melahirkan keyakinan pada orang lain? Apakah Anda memiliki keberanian untuk mengajukan pertanyaan yang perlu ditanyakan dan bebas menyumbangkan ide Anda?
  8. Kemampuan Menerima dan Belajar dari Kritik
    Anda akan mampu menangani kritik ? Apakah Anda coachable dan terbuka untuk belajar dan tumbuh sebagai pribadi dan sebagai seorang profesional?
  9. Fleksibilitas / Adaptasi
    Apakah Anda mampu beradaptasi dengan situasi baru dan tantangan? Apakah Anda merangkul perubahan dan terbuka untuk ide-ide baru?
  10. Bekerja Baik dibawah Tekanan
    Dapatkah Anda menangani stres yang menyertai deadline dan krisis? Anda akan mampu untuk melakukan pekerjaan terbaik dan datang melalui dalam keadaan darurat?
    Sumber : http://jobs.aol.com/, http://www.rediff.com/ – (Lee)

Kompetensi Hard Skill dan Soft Skill

Moedjadi

Kompetensi Hard Skill dan Soft Skill

gunung

Kompetensi Hard Skill dan Soft Skill. Banyak yang mengartikan kompetensi itu sebagai kemampuan. Secara umum mungkin benar, namun menyamakan kompetensi dengan kemampuan tidaklah tepat. Seorang yang kompeten selain memiliki kemampuan juga harus mempunyai niat untuk melakukan sesuatu sesuai kemampuannya. Sebagai contoh seorang sopir, jelas ia dapat atau mampu mengendarai mobil, memajukan, mengundurkan, belok kanan, dan belok kiri. Tetapi apakah di jalan raya ia mampu menjalankan mobil dengan baik atau tidak, misalnya kalau mau berhenti memberi tanda dulu, mendahului melalui sebelah kanan, memberi tanda belok, dan tidak ngebut.

Contoh lain, seorang pemain sepak bola, apakah ia kompeten main atau tidak tergantung bukan hanya ia mampu menendang bola tetapi juga ia harus mampu menendang bola ke arah yang diinginkan oleh pelatihnya. Demikian halnya seorang pendidik, kompetensi mengajar tidak hanya bergantung pada bahwa ia menguasai materi yang diajarkan tetapi juga bergantung apakah ia mempunyai niat untuk mengajar, memiliki motivasi mengajar, dan memiliki dorongan untuk mengajar dengan baik. Pendidik? yang profesional dan berkualitas? diharapkan memiliki kompetensi yang baik untuk keperluan itu. Kompetensi bukanlah hanya kemampuan, tetapi orang yang kompeten harus memiliki kemampuan dan motivasi untuk melaksanakan kemampuan itu.

Motivasi sendiri merupakan dorongan untuk bertindak. Jadi pendidik yang kompeten adalah pendidik yang memiliki kemampuan mendidik dan memiliki dorongan untuk melaksanakannya. Menurut Spencer & Spencer (1993), kompetensi terbentuk dari lima karakteristik yaitu: 1) pengetahuan (knowledge), 2) ketrampilan (skill), 3)motif (motive), sesuatu yang dipikirkan dan diinginkan, 4) watak (traits), karakteristik mental, dan 5) konsep diri (self concept), sikap terhadap sesuatu. Jadi, seorang yang kompeten harus memiliki kelimanya. Kalau hanya sebagian yang dimiliki kompetensinya tidak lengkap.

Hard skill dan Soft skill Pengetahuan dan keterampilan, termasuk keterampilan otak, adalah kelompok hard skill, yaitu kemampuan yang menunjukkan seseorang dapat mengerjakannya, seperti matematika, fisika, akuntansi, menendang, dan memahat. Sedangkan motif, watak, dan konsep diri adalah kelompok soft skill, yaitu kemampuan yang menunjukkan seseorang mau/ingin mengerjakannya dengan baik, seperti jujur, berkomunikasi, disiplin, dan rajin. Hard skill dapat diajarkan dan dilatihkan, sedangkan soft skill sulit untuk diajarkan dan dilatihkan. Jika kita ingin menguasainya perlu dibiasakannya. Oleh karena itu, dalam latihan soft skill yang kita jalani ini disamping kita mengetahui, memahami, menghayati dan mempraktekkan, kita perlu membiasakannya agar kita dapat menguasainya dengan baik. Hard skill merupakan penguasaan Ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya, sedangkan soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (Interpersonal skills) dan keterampilan mengatur dirinya (Intrapersonal Skills) yang mampu mengembangkan secara maksimal dalam performa seseorang.

Keterampilan soft skill ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, kemampuan untuk memahami orang lain, empati, kejujuran, integritas, kemampuan memberikan motivasi, kemampuan untuk memimpin, kemampuan adaptasi, dan lain sebagainya. Dalam dunia kerja kesuksesan seseorang tergantung dari kualitas soft skill yang dipunyai (80%), dan hard skill (20%). Berdasarkan data ini, soft skill merupakan hal yang penting untuk dikuasai demi mencapai kesuksesan di dunia kerja. Menurut Spencer & Spencer (1993) hubungan antara soft skill dan hard skill ini digambarkan sebagai gunung es.

Dari gambaran tersebut di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan hard skill itu nampak dan dapat ditunjukan serta merta. Sedangkan soft skill itu tidak kelihatan, baru kita mengetahui jika kita mengamatinya secara mendalam bagaimana soft skill seseorang itu. Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah seseorang pandai matematika (hard skill) dapat ditanya seketika itu juga dengan soal-soal matematika dan kita bisa langsung mengetahui tingkat kepandaiannya atas jawaban yang diberikan. Tetapi kalau kita ingin mengetahui apakah seseorang itu memiliki kejujuran (soft skill) yang tinggi kita tidak dapat langsung mengetahui dengan bertanya apakah dia jujur. Jawaban yang diberikan tentu perlu dibuktikan kebenarannya dengan menggali lebih dalam atas kebenaran jawaban itu. Itulah sebabnya antara soft skill dan hard skill oleh Spencer & Spencer digambarkan sebagai gunung es.

Ada tiga perbedaan pokok antara hard skill dan soft skill 1. Seseorang yang hard skill-nya tinggi berarti ia memiliki IQ yang tinggi (berada di otak kiri ? pusat logika), sedangkan seseorang yang soft skillnya tinggi berarti ia memiliki EQ yang tinggi (berada di otak kanan pusat emosional). 2. Hard skill adalah skill di mana aturan berlaku di setiap tempat, tidak bergantung pada organisasi, keadaan, tempat bekerja, atau orang yang bekerja sama dengan kita. Sebaliknya, soft skill adalah keterampilan manajemen diri dan keterampilan insani, di mana aturan berubah bergantung pada budaya organisasi, tempat di mana kita bekerja, dan orang yang bekerja sama dengan kita. 3. Hard skill dapat dipelajari di sekolah dan dari buku, sebaliknya tidak ada cara sederhana untuk mempelajari soft skill. Sebagian besar soft skill tidak bisa diajarkan dengan baik di sekolah dan hanya bisa dipelajari dengan praktek bekerja melalui trial and error.

Manakah yang lebih penting, hard skill atau soft skill Dengan uraian yang saya sebutkan di atas, timbullah suatu pertanyaan: mana yang lebih penting, hard skill atau soft skill Jawabannya sangat tergantung pada karir yang kita pilih. Karir seseorang itu dapat dibagi dalam tiga kategori: 1. Karir yang memerlukan hard skill dan sedikit soft skill. Contoh: ahli fisika. Para ahli fisika ini mungkin pergaulannya dengan orang lain kurang baik, namun mereka berhasil pada karirnya. 2. Karir yang memerlukan baik hard skill maupun soft skill. Banyak karir yang termasuk ke dalam kategori ini, seperti akuntan dan pengacara.

Mereka perlu menguasai ilmu akuntansi atau ilmu hukum dengan baik tetapi juga harus menguasi hubungan interpersonal dengan orang lain (client) untuk membangun karirnya. 3. Karir yang memerlukan terutama soft skill dan sedikit hard skill. Contoh: salesman. Penjual mobil tidak perlu menguasai banyak tentang seluk beluk mobil, tetapi ia harus memahami betul tentang kebutuhan pelanggannya. Pada umumnya, soft skill adalah lebih penting dalam karir bisnis daripada hard skill. Banyak para pejabat yang sebenarnya hard skill nya kurang namun mereka menduduki jabatan yang tinggi karena mereka memiliki leadership skills, management skills, self promotion skills dsb. Dalam kehidupan kita sehari-hari sebaiknya kita memiliki hard skill dan soft skill seimbang. Seimbang tidak berarti sama bergantung pada kehidupan kita, profesi kita dan lingkungan kita. Pada waktu masih kuliah hard skill lebih penting, namun pada waktu kita bekerja diperusahaan soft skill lebih penting.

Moedjadi (Dosen Universitas Widyatama, doktor di bidang pendidikan)

Soft Skill Bentuk Karakter Mahasiswa

Soft Skill Bentuk Karakter Mahasiswa. Gunungpangilun, Padek Peningkatan soft skill mahasiswa melalui pembinaan pada kegiatan akademis maupun nonakademis perlu dilakukan secara optimal di perguruan tinggi. Namun kenyataannya, pemberian soft skill hanya berkisar 10 persen. Sedangkan hard skill , persentasenya mencapai 90 persen. Seharusnya dibalik, soft skill 80 persen, kemampuan teknis (hard skill) 20 persen. Tuntutan masyarakat terhdap pendidikan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi insan yang utuh, saat ini semakin kompleks. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mempersiapkan kemampuan hard skills , namun tuntutan terhadap perilaku personal dan interpersonal soft skills , juga harus dipersiapkan, kata Dosen Fakultas Ekonomi Unand, Dr Rahmi Fahmy saat Seminar Nasional Soft Skill Mahasiswa di aula STKIP PGRI Sumbar, Sabtu (15/12). Seminar nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) STKIP ini diikuti ratusan mahasiswa.

Hadir pembicara lainnya, Prof. Hana Suhenah (mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta/UNJ). Peningkatan soft skill mhasiswa juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing lulusan, sehingga kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap setiap perguruan tinggi memberikan keterampilan kepada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan soft skill untuk peningktan karakter lulusan, tutur Hana. Menurutnya, h ard skill , kompetensi teknis dan akademis sesuai keilmuan dan profesi. Sedangkan soft skill , kemampuan di luar kemampuan teknis, akademis dan profesional yang mengacu pada kemampuan intrapersonal yang cerdas spiritual, intelektual dan emosional. Wakil Ketua PB PGRI Pusat ini menambahkan, ada nilai-nilai yang perlu dikembangkan dalam pengajaran soft skill sehingga karakter mahasiswa berkembang. Wadah dari pengembangan ini keluarga kampus dan masyarakat.

Dalam perguruan tinggi, peran dosen akan sangat berperan untuk membentuk karakter mahasiswa. Yang nampak di luar permukaan, adalah kemampuan hard skill , sedangkan kemampuan yang berada di bawah permukaan dan memiliki porsi yang paling besar, yakni kemampuan soft skill , yang seringkali berhubungan dengan emosi manusia, ulasnya. Wakil Ketua III STKIP PGRI Sumbar, Mulyati menjelaskan, pihak kampus selama ini selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengembangkan diri melalui proses intrakurikuler (proses belajar mengajar) dan ekstrakurikuler. Tak hanya mahasiswa, para dosen dan staf juga harus diasah soft skills -nya. Jika tidak, kita tak akan bisa mencetak lulusan yang berkualitas. Sementara lulusan yang dicari perusahaan saat ini, tidak hanya unggul dari prestasi akademik, namun calon karywan yang dicari perlu memiliki value added (nilai tambah), tegasnya. (san) http://padangekspres.co.id; 17/12/2012 12:12 WIB

Prof Eman Suparman Hadir Di Universitas Widyatama

Prof Eman Suparman Hadir Di Universitas Widyatama


03 aligncenter” src=”http://komunita.widyatama.ac.id/wp-content/uploads/2017/08/Prof.-Eman-Suparman.png” alt=”Prof. Eman Suparman” width=”266″ height=”203″ />

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Prof Eman Suparman Hadir Di Universitas Widyatama. Memberikan ceramah kebangsaan bagi Mahasiswa baru Universitas Widyatama Tahun Angkatan 2013/2014. Bertempat di Auditorium Widyatama di bilangan Cikutra, Prof. Eman memaparkan mengenai budaya taat hukum di Indonesia. Prof Dr Davidescu Christina Victoria Martha,M.A sebagai Wakil Rektor Bidang Operasional Universitas Widyatama turut hadir dan mendampingi Prof Eman yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Republik Indonesia. Ceramah kebangsaan ini berjalan sekitar 60 (enam puluh) menit pun tidak terasa berjalan. Mahasiswa baru yang hadir menyimak paparan dari Prof. Eman dengan sangat seksama. Kegiatan ini pun ditutup dengan penyerahan cinderamata untuk pembicara, Prof Eman Suparman oleh Prof Dr Davidescu Christina Victoria Martha, M.A mewakili Civitas Widyatama.

Prof. Eman Suparman hadir

Prof Eman Suparman Hadir Di Universitas Widyatama. Memberikan ceramah kebangsaan bagi Mahasiswa baru Universitas Widyatama Tahun Angkatan 2013/2014. Bertempat di Auditorium Widyatama di bilangan Cikutra, Prof. Eman memaparkan mengenai budaya taat hukum di Indonesia. Prof Dr Davidescu Christina Victoria Martha,M.A sebagai Wakil Rektor Bidang Operasional Universitas Widyatama turut hadir dan mendampingi Prof Eman yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pengawasan Perilaku Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Republik Indonesia. Ceramah kebangsaan ini berjalan sekitar 60 (enam puluh) menit pun tidak terasa berjalan. Mahasiswa baru yang hadir menyimak paparan dari Prof. Eman dengan sangat seksama. Kegiatan ini pun ditutup dengan penyerahan cinderamata untuk pembicara, Prof Eman Suparman oleh Prof Dr Davidescu Christina Victoria Martha, M.A mewakili Civitas Widyatama.

Kupas Soft Skill Dalam Sosok Alumni Hendry Bunardi

Ketika seorang mahasiswa diberi pertanyaan tentang apa alasannya menentukan pilihan untuk kuliah pada program studi yang dipilihnya, tentu jawabannya berbagai ragam alasan. Jawaban itu tergantung pada pengalaman hidup dan persepsi diri yang terbentuk pada dirinya. Pertimbangan yang mendorong orang berada pada kondisi dan situasi tertentu, antara lain karena unsur kompetensi, minat dan bakatnya, sehingga dia mengambil kesimpulan dan memutuskan pilihannya sesuai dengan kapasitas dirinya. Demkian pula halnya dengan Hendry Bunardi, seorang Area Business Leader Jateng pada Bank BTPN, yang pernah mengalami kawah candradimukanya STIEB/Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (sekarang Universitas Widyatama). Kesuksesan dirinya mencapai karier seperti saat ini tidak datang tiba-tiba, atau tidak didapatkannya dengan Cuma-cuma.

Kupas Soft Skill Dalam Sosok Alumni Hendry Bunardi

Memerlukan proses panjang dan berliku, dalam penempaan diri yang luar biasa beratnya bagi seorang pemuda seperti dia. Satu dari sekian bukti keberhasilan soft skill dalam aktivitas perkuliahan selama masa studi di perguruan tinggi dapat kita tinjau dari kisahnya sebagai berikut dibawah ini. Berikut ini kisah Hendry Bunardi tentang kiprahnya semasa kuliah yang memberi bekal soft skill padanya hingga kini berhasil dalam kariernya di dunia kerja.

Pertama kali lulus SMA Taruna Bakti Bandung (1993), cita-citanya melanjutkan sekolah di Perguruan Tinggi terkenal Jakarta (Universitas Trisakti) tidak diteruskan, karena orangtuanya tidak menyetujuinya. Akhirnya dia mengikuti kehendak orangtua agar dirinya melanjutkan kuliah di kota Bandung saja, dan memilih STIEB sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Setelah mengikuti masa orientasi kampus yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa, saya berniat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia katanya mulai bercerita. Misalnya menjadi anggota Resimen Mahasiswa (MENWA).

Kesuksesan dirinya mencapai karier seperti saat ini tidak datang tiba-tiba, atau tidak didapatkannya dengan cuma-cuma. Memerlukan proses panjang dan berliku

Dimana proses seleksi di kampus cukup ketat selama tiga bulan berlatih dari pukul 05.00 s/d 07.00 setiap hari. Pada tahun 1995 saya menjadi utusan STIEB seorang diri mengikuti Pendidikan Dasar Kemiliteran di Depo Bela Negara Cikole Lembang selama tiga minggu. Tempaan fisik dan mental selama mengikuti pendidikan dasar kemiliteran itu sangat bermanfaat pada kehidupan saya dikemudian hari. Disamping aktif sebagai anggota Menwa di kampus, saya bersama lima orang teman membangun usaha counter handphone dengan modal awal hanya Rp. 1 juta per orang. Baru berjalan 1 bulan counter kami dibobol maling, namun kami tidak putus asa, dalam jangka waktu kurang dari dua tahun kami telah mempunyai 6 counter HP.

Meskipun kesibukan kuliah begitu padat, namun aktivitas sebagai anggota Menwa tidak berkurang dan dengan latar belakang sebagai atlit olahraga Tae Kwon Do (semasa SMU /SMU Taruna Bakti saya pernah menjadi juara I kelas Feather putra pada kejuaraan Tae Kwon Do antar SMU se Bandung raya). Waktu itu saya mengutarakan gagasan untuk dari beberapa teman-teman yang akhirnya membentuk kepanitiaan (saya ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana).

Namun pengurus Senat Mahasiswa (sekarang PEMA/Pemerintahan Mahasiswa) meragukan gagasan ini, bahkan kurang memberikan dukungannya. Berkat kekompakan Kepanitiaan yang mempunyai visi sama dan akan membuat sejarah yaitu menyelenggarakan kejuaraan Tae Kwon Do Tingkat SMU se-Jabar yang pertama kali di lingkungan kampus STIEB akhirnya terwujud dan sukses.

Di kemudian hari kejuaraan ini setiap tahun pesertanya semakin meningkat jumlahnya. Bahkan bukan hanya pada tingkat
se-provinsi Jabar saja, namun sudah sampai pada tingkat nasional /se-Indonesia. Dengan adanya kejuaraan ini STIEB (Universitas Widyatama) mulai dikenal masyarakat secara luas. Universitas Widyatama pernah menjadi juara umum kejuaraan Tae Kwon Do Tingkat Mahasiswa se-Indonesia selama 9 kali. Suatu prestasi yang membanggakan tentunya.

Pada tahun 1997 s/d 1999 saya ditunjuk sebagai Komandan Kompi Menwa STIEB. Semasa periode itu saya merasakan bagaimana belajar sebagai seorang pemimpin/leader, dimana kami sukses menyelenggarakan pengabdian masyarakat (BINTER/Pembinaan Teritorial, istilah di lingkungan Menwa) dengan membangun saluran air bersih bagi warga desa, membangun MCK (Mandi,cuci,kakus) Umum, dll.

Tahun 1999 saya menyelesaikan kuliah, dimana waktu untuk menyiapkan skripsi hanya dalam dua bulan. Disamping itu usaha counter handphone akhirnya ditutup setelah saya beralih bergabung menjadi Marketing di Standard Chartered Bank, karena
ada penawaran dari seorang adik kelas (sdr Tedja Kurnia/mantan ketua KOPMA STIEB). Dalam waktu 1,5 tahun saya menjadi Sales Manager di Bank tersebut, memimpin 3 team dengan 30 orang staff. Hal ini saya rasakan sebagai hasil selama kuliah dan pengalaman dalam kegiatan berorganisasi di kampus.

Tahun 2005 saya direkruit oleh Bank ABN AMRO (Bank Belanda) dan dalam jangka waktu lima tahun menjabat sebagai
Area Sales Manager. Namun kembali saya direkruit oleh Bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) sebagai AVP Level, hanya dalam jangka waktu satu tahun saya dipercaya memegang 9 cabang di Jawa Tengah menjabat sebagai Vice President dengan jumlah staf sebanyak 200 orang. Disamping itu dilingkungan masyarakat dipercaya juga dalam organisasi Pelestarian Burung Indonesia sebagai Ketua Pengurus Burung Indonesia Cabang Bandung. Sebagai alumnus saya masih tetap memberikan kontribusi berupa bimbingan kepada adikadik Menwa dan menyelenggarakan kuliah umum kewirausahaan (UMKM) dengan pembicara Bpk. Prof. Dorojatun Kuncoro Jakti.

Namun tidak hanya itu saja, kegiatan lainnya yaitu mengadakan juga kegiatan refreshing menembak untuk para anggota Menwa aktif, alumni, pegawai Yayasan dan Rektorat, dosen, unit kegiatan mahasiswa lainnya di Universitas Widyatama Bandung. Pengalaman Hendry Bunardi tersebut diatas menggambarkan secara alamiah proses long-life learning membentuk diri selama kegiatan kuliah, yaitu yang bersangkutan memilih pembentukan diri selain melalui proses perkuliahan tatap muka, juga kegiatan organisasi ekstrakurikuler. Misalkan untuk komponen soft skill : intrapersonal, interpersonal, communication, thinking (critical & Creative), leadership and ethics. Mayoritas diperoleh dari proses berinteraksi dalam kegiatannya di lingkungan organisasi.

Pengalaman memimpin kepanitiaan kejuaraan Tae Kwon Do dan sebagai komandan Kompi Menwa disamping kemampuan diri dalam pengetahuan, tata nilai, pengaturan waktu, juga kemampuan berkoordinasi dalam teamwork, mengatur konflik / managing conflict, pengambilan keputusan, menyusun rencana dan mengendalikan pelaksanaannya.

Apalagi ditambah dengan kemampuannya menjalin komunikasi (mendengarkan ide orang, melakukan presentasi,dan menuangkan informasi dalam tulisan / proposal) dan kemampuan berfikir kritis dan kreatif, serta kemampuan memimpin dan memahami tata aturan yang berlaku di lingkungannya.

Secara proses alamiah dalam pergaulan berorganisasi tersebut, membuktikan bahwa telah terjadi suatu jalinan yang saling mengisi antar komponen dari soft skill dengan proses belajar mengajar dalam perkuliahan. Pada komponen Intrapersonal skills (self – knowledge, self – regulation, time management, sense of purpose) ; pembentukan diri selama berproses dalam kegiatan perkuliahan secara tidak langsung terbentuk karena penempaan diri melalui kegiatan pendisiplinan diri dalam latihan Dasar Kemiliteran dan latihan beladiri Tae Kwon Do, sehingga yang bersangkutan dapat mengelola diri karena berada dalam
budaya disiplin yang baik.

Interpersonal skills (coordinating/teamwork, managing conflict, decision making, planing & organizing); hal ini diperolehnya melalui kegiatan kepanitiaan yang mengharuskan bekerjasama dalam Tim, melatih bertindak bijaksana ketika menghadapi masalah hubungan antar anggota panitia.

Communication skills (listening, oral communication, written communication); thinking skills (critical thinking, creative
thinking); melalui kewajibannya harus bertemu dengan organisasi lain selama berproses dalam kegiatan Unit kegiatan
Mahasiswa /UKM maupun kepanitiaan even kejuaraan, dan sebagainya. Hal ini memaksa yang bersangkutan mengerahkan
kemampuan dirinya untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan baik. Leadership; hal ini didapatnya dari
kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua panitia pelaksana dalam kejuaraan Tae Kwon Do dan Komandan
Kompi Menwa, secara proses alamiah selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berjalan dengan baik. Ethics; melalui aktivitasnya di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa dimana yang bersangkutan belajar memahami tentang nilai-nilai etika yang berlaku di lingkungan masyarakat baik kampus maupun masyarakat luar kampus (ketika yang bersangkutan harus
mengkomunikasikan dengan pihak luar kampus).

Disamping itu juga dapat menentukan standar-standar pergaulan mana yang harus diikuti dan mana yang tidak boleh diikuti dalam diri seseorang. Oleh karenanya pada kenyataan di dunia kerja telah membuktikan bahwa umumnya mahasiswa yang sering atau pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan lebih survive dan kariernya lebih mapan dibandingkan mereka yang tidak pernah ikut organisasi kemahasiswaan atau organisasi
lainnya.

Soft skill sebagai materi disisi lain, disamping proses kegiatan belajar mengajar merupakan proses pembentukan diri bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Kehadirannya tidak langsung nampak dalam kurikulum pembelajaran yang ada, namun harusnya melekat atau berdampingan dengan proses belajar mengajar pada mata kuliah yang
tercantum dalam kurikulum. Keberhasilan soft skill tergambarkan seperti kisah sdr. Hendry Bunardi tersebut diatas, namun hal ini sangat tergantung pada kesadaran sang mahasiswa itu sendiri untuk memilih jalan yang akan ditempuh selama dia
mengikuti proses perkuliahan.

Suatu pertanyaan Apakah perlu di fasilitasi wadah untuk pembentukan karakter diri mahasiswa itu melalui aktivitas soft skill,
dengan cara mewajibkan para mahasiswa untuk memilih aktivitas non kurikuler yang mengandung materi soft skill disamping
aktivitas rutin perkuliahannya? Akhirnya kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa materi yang mengandung soft skill ternyata sangat baik dan penting disediakan untuk mendampingi kegiatan kurikuler perkulihan rutin dalam rangka membentuk kader pemimpin yang unggul. (EB. Misnan).

pada kenyataan di dunia kerja telah membuktikan bahwa umumnya mahasiswa yang sering atau pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan lebih survive dan kariernya lebih mapan

INTEGRASI LAM-PT DAN SOFT SKILL Tantangan Baru Aptisi

INTEGRASI LAM-PT DAN SOFT SKILLPerguruan tinggi swasta (PTS) dihadapkan pada era persaingan antar perguruan tinggi yang makin ketat. Persaingan bukan hanya antar PTS, termasuk juga dengan PTN yang melakukan ekspansi melalui pembukaan program-program studi baru, kata Dr. Ir. HM Budi Djatmiko, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat saat menjadi narasumber dalam acara Workshop Peningkatan Berkelanjutan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT)
bertempat di Universitas Widyatama (Sabtu, 14/9).

 

Dengan adanya persaingan tersebut, sebanyak 3.250 PTS se-Indonesia siap menyampaikan aspirasi sekaligus mengingatkan pemerintah cq. Kementerian Pendidikan Nasional atas perlakuan yang diskriminatif terhadap PTS selama ini. Menurutnya, perlakuan diskriminasi terlihat dari porsi anggaran pendidikan yang tidak seimbang antara PTN dan PTS. Jumlah PTS yang kian hari semakin banyak tidak diimbangi oleh bantuan anggaran dari pemerintah yang memadai. Selain itu, terdapat pula perbedaan mendasar terhadap sistem kebijakan penilaian yang di-terapkan selama ini.

Porsi Penerapan Softskills & Hardskills pada Perguruan Tinggi

Dr. Budi menyinggung mengenai keberadaan sistem evaluasi perguruan tinggi (BAN PT) yang saat ini masih memiliki banyak kelemahan. Menurutnya, BAN PT sudah tidak sesuai lagi dengan keinginan serta harapan bagi kemandirian dalam evaluasi sebuah Perguruan Tinggi. Beliau menyampaikan usulan ide menarik terkait sistem evaluasi Perguruan Tinggi yang bersifat humanis serta berjangka panjang, yakni LAM PT (Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi). Sistem evaluasi ini akan lebih mudah, cepat dan efektif dalam hal penerapannya serta tidak terkesan menakut- nakuti bagi semua perguruan tinggi yang sedang di evaluasi. LAM PT juga melingkupi dan mencakup hampir semua rumpun keilmuan yang ada pada perguruan ?tinggi, seperti: Agama, Humaniora, Sosial, Kesehatan, dll. Dalam ?kaitan ?itu, integrasi LAM PT juga membahas mengenai peranan soft skills bagi peningkatan kemajuan perguruan tinggi.

Sistem pengajaran matakuliah di kelas pada saat pemberian keilmuan (transfer know- ledge) lebih diorientasikan pada kemampuan teknis, pedagogis dan praktis dengan adanya aplikasi nyata (real application) yang terjadi di lingkungan masyarakat terkini.

Soft skills menjadi suatu sistem pembelajaran yang efektif & efisien serta berdampak besar terhadap para alumni mahasiswa di dunia kerja, sementara hard skills hanya menjadi pintu pembuka mahasiswa dalam memasuki dunia kerja (hal-hal administratif). Soft skills menjelaskan mengenai proses pembelajaran secara aktualisasi, implementasi dan pragmatis yang bersifat abstrak, sementara hard skills menjelaskan mengenai ukuran-ukuran nyata yang dapat dilihat secara kongkret.

Karena itu membangun lingkungan kampus (field atmosfhere) dalam rangka menguatkan pembangunan soft skill ?harus segera dilakukan. Tentunya hal ini harus diawali oleh para pimpinan universitas, staf pengajar (Dosen), staf karyawan dan seluruh elemen mahasiswa yang menjadi produk (output) Perguruan Tinggi. (AbR)

Peningkatan Soft Skill Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Peningkatan Soft Skill Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mahasiswa melalui pembinaan pada kegiatan akademis maupun non akademis perlu dilakukan secara optimal di perguruan tinggi. Namun dalam kenyataannya, proses pembinaan dalam aspek soft skill ini berjalan kurang seimbang. Pembelajaran aspek akademik berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai hard skills dirasakan mendominasi sistem pembelajaran kita. Sementara, peningkatan soft skill baik dalam proses pembelajaran maupun dalam bentuk pembinaan organisasi kemahasiswaan dirasakan kurang mendapat perhatian yang seksama dari berbagai pihak. Hal itu dikemukakan Bandi Sobandi, S.Pd, M.Pd (staf pengajar FPBS UPI Bandung) dalam lokakarya dan Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Intensitas dan Volume Kegiatan Kemahasiswaan Melalui Workshop Pengembangan Soft Skill Mahasiswa” di Universitas Bung Hatta, Selasa (17/2).

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Kegiatan yang digelar dalam rangka Program Hibah Kompetisi Institusi yang diraih UBH tahun 2009 – 2011 ini berlangsung 2 hari dengan peserta 17 orang dosen di lingkungan UBH. Bandi menyatakan, untuk mengoptimalkan peningkatan soft skill mahasiswa ini, perlu dilakukan beberapa upaya nyata, diantaranya adanya kebijakan yang melegalisasi pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang berbasis soft skill, penyususun program pengembangan soft skill secara sistematis, dan desiminasi soft skill dilakukan dengan sinergi yang melibatkan semua pihak. Dosen jurusan pendidikan seni rupa FPBS UPI Bandung ini memandang pola pembinaan dan pengembangan soft skill bagi mahasiswa di perguruan tinggi selayaknya dilakukan secara terintegrasi antara kegiatan akademik dan non akademik. Pada kegiatan akademik, muatan soft skill ini perlu dibina dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan, metode dan model pembelajaran.

Sementara itu, dalam kegiatan non akademik dapat dilakukan pembinaan secara terprogram dalam bentuk legalisasi dan kebijakan perguruan tinggi. Menurut dia, para dosen harus memiliki keyakinan bahwa proses pembelajaran perlu dilakukan secara sinergis antara penguasaan hard skills dan soft skills. Kemampuan soft skill tersebut mencakup; kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan kognitif, kemampuan komunikasi, dan kemampuan interpersonal dan bekerjasama. Proses pembelajaran bukan hanya proses penyampaian ilmu pengetahuan saja, tapi yang lebih penting perlu ada upaya dari dosen untuk mengembangkan potensi mahasiswa, sehingga menjadi lulusan yang berkualitas dan cekatan.

Dengan demikian, profil lulusan tidak hanya sosok yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) dalam bentuk hard skill saja, tapi mesti dilengkapi dengan pengembangan sikap dan perilaku (softskills) mahasiswa yang mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa (stakeholders), dan memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja (enterpreneurship). “Profil lulusan yang dicari oleh perusahaan dewasa ini tidak hanya unggul prestasi akademik saja, namun calon karyawan yang dicari perlu memiliki “value added”, tegasnya. Sementara itu, Rektor UBH, Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, MS ketika membuka kegiatan ini mengingatkan, setiap kita bisa jadi dosen yang baik, tapi belum tentu jadi pendidik yang baik. Oleh karena itu, kegiatan ini bisa membekali dosen untuk meningkatkan pendidikan soft skill kepada mahasiswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan pula soft skill lulusan, sehingga lulusan UBH punya daya saing tinggi untuk memasuki dunia kerja. (http://bunghatta.ac.id/berita/432 ;Selasa 17 Februari 2009) Medan

Peningkatan Soft Skill Mahasiswa di Perguruan Tinggi

BERKEMAMPUAN SOFT SKILL

BERKEMAMPUAN SOFT SKILL

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

hmr

Berkemampuan Soft skill sesungguhnya merujuk pada sekelompok kualitas pribadi, kebiasaan, sikap dan social graces yang membuat seseorang karyawan baik dan kompatibel untuk bekerja. Perusahaan menghargai soft skill karena penelitian menyarankan dan pengalaman menunjukkan bahwa softskill sama pentingnya dengan indikator kinerja yang disebut hard skill. Setiap perusahaan mencari campuran yang berbeda antara keahlian dan pengalaman karyawan tergantung pada bisnisnya. Namun hal itu tidaklah cukup untuk menjadi fungsional ahli.

Untuk melengkapi kompetensi inti yang unik, setiap perusahaan memerlukan soft skill tertentu dalam mencari karyawan potensial. Kualitas layanan ekonomi dan pentingnya tim kerja dalam organisasi perusahaan menempatkan pandangan baru pada keterampilan seseorang dan membangun hubungan (puts a new premium on people skills and relationship-building), kata Lori Kocon – seorang ahli sumber daya manusia.

Ketika bisnis dilakukan pada kecepatan yang meningkat pesat, pengusaha menginginkan orang-orang yang tangkas, mampu beradaptasi dan kreatif dalam memecahkan masalah. The Smyth di County Industri Council, sebuah badan berbasis di Amerika Serikat melakukan survei baru-baru ini menemukan profil utuh tentang keterampilan dan karakteristik yang dibutuhkan bagi karyawan yang baik. Bahwa orang-orang yang paling mungkin dipekerjakan untuk pekerjaan yang tersedia adalah mereka yang memiliki soft skill.

Ciri-ciri paling umum tentang soft skill yang disebutkan hampir setiap perusahaan, adalah Etos kerja Positif, Sikap Baik, Keinginan untuk belajar dan dilatih . Mohan Rao, Direktur Teknis pada Emmellen Biotech Pharmaceuticals Ltd, Mumbai mendefinisikan ‘sikap yang baik adalah keterampilan perilaku yang tidak dapat diajarkan namun dapat dikembangkan melalui pelatihan yang berkesinambungan. Sikap ini merupakan sifat reaktif individu dan tentang melihat halhal dengan perspektif tepat. Seseorang harus siap memecahkan masalah secara proaktif dan menciptakan situasi win-win. Seseorang harus dapat mengambil kepemilikan tanggung jawab atas tindakannya dan memimpin dari depan tanpa menyebut berhenti di saat paling kritis.

Sebagian besar pemimpin bisnis mengamati bahwa mereka bisa menemukan pekerja yang memiliki hard skill yaitu kemampuan untuk mengoperasikan mesin atau memenuhi?tugas-tugas lain, tetapi banyak karyawan potensial kekurangan soft skill yang dibutuhkan perusahaan. CEO dan manajer sumber daya manusia mengatakan mereka siap untuk mempekerjakan karyawan yang menunjukkan tingkat tinggi soft skill? dan kemudian melatih mereka untuk pekerjaan tertentu yang tersedia. Menurut survey Profil Tenaga Kerja (www.workforce.com) karyawan yang lebih berharga adalah orang yang bisa tumbuh dan belajar sesuai perubahan bisnis. Soft skill sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada keterampilan tradisional sesuai dengan kebutuhan bisnis dan industri.

Harta di Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan di Berau, Kalimantan Timur, adalah surga bagi pencinta bahari. Satwa laut apa pun, mulai dari yang langka atau dilindungi dan bebas untuk ditangkap, ada semua di perairan di ujung paling barat dari Balikpapan, itu.
Kepulauan Derawan terdiri dari empat pulau kecil, masing-masing Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Babakan. Nah, disebut surga laut karena tiap pulau memiliki kekayaan laut berbeda. Pulau Derawan adalah tempat ideal untuk snorkeling.

Rupa-rupa hewan laut bisa ditemukan di bawah perairan tempat menginap para wisatawan ini. Lain lagi yang bisa dijumpai di Pulau Sangalaki. Di pulau ini, hampir saban malam, bisa dijumpai penyu yang datang ke permukaan untuk bertelur. Ada dua jenis kura-kura raksasa di pulau ini: penyu hijau dan penyu sisik. Ada pula konservasi penyu di sana. Di Pulau Babakan, ada sebuah danau yang disesaki jellyfish atau ubur-ubur laut. Danau Kakaban, namanya. Uniknya, tak seperti ubur-ubur laut pada umumnya yang beracun, hewan bertubuh lembut di Danau Kakaban tak beracun sama sekali. Jadi, bebas untuk disentuh, asalkan tak diangkat ke permukaan. Lama sedikit di permukaan, hewan ini akan mati.

Sementara di Pulau Maratua, selain asyik untuk ber-snorkeling, bila beruntung, Anda bisa menjumpai hiu putih. Apalagi saat air laut tengah pasang. Pendek kata, tak ada tempat di Kepulauan Derawan, yang tidak pantas untuk disambangi.

Sumber: metrotvnews.com