Home Blog Page 89

Lulusan Harus Menjadi Kata Hati Manusia Bangsa & Kehidupan

Sejenak Bersama Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. – Rektor UPI

soft skill

Hari, Kamis di bulan 19 September 2013, pukul 08.00 WIB tepat kami tiba di Gedung Isola – Kantor Rektor UPI. Gedung peninggalan Belanda merupakan bangunan heritage yang berdiri strategis di ketinggian jl. Setiabudi. Di ruang tamu yang sederhana kami menunggu Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. untuk sebuah wawancara terkait soft skill dan perguruan tinggi. Berikut cuplikan wawancara dengan beliau.

Komunita (K-Lee): Apa esensi dari perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi tridarmanya.

Prof. Sunaryo (S): Esensi dari perguruan tinggi adalah selain mencetak individu yang memiliki ilmu juga harus dapat melahirkan individu-individu yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu yang didapatkannya sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat atau menjadi kata hati umat manusia, kata hati bangsa dan bahkan kata hati kehidupan. Inilah dimensi utuh yang harus dipersiapkan perguruan tinggi yang tentunya berpengaruh pada proses pembelajaran, kurikulum dan iklim pembelajaran.

Setiap perguruan tinggi memiliki dan mengembangkan otonomi masing-masing yang tentunya sebuah kecakapan. Melalui otonomi ini perguruan tinggi membuat pilihan dan mempertanggungjawabkan akan hasil dari pilihannya dalam memilih alternatif-alternatif untuk melahirkan para sarjana yang terbaik sehingga berpengaruh sangat signifikan terhadap kurikulum, iklim pembelajaran yang diciptakan dan dibangun.

“Esensi dari perguruan tinggi adalah selain mencetak individu yang memiliki ilmu juga harus dapat melahirkan individu-individu yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu yang didapatkannya sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat atau menjadi kata hati umat manusia, kata hati bangsa dan bahkan kata hati kehidupan”

hadap lulusan. Dunia kerja menghendaki lulusan dengan kemampuan teknis dan non teknis, perguruan tinggi tidak demikian. Hampir kebanyakan lulusan kurang memiliki atau masih belum memiliki sisi non teknis (soft skill) yang mumpuni. Padahal dunia kerja sebagai dunia yang sangat dinamis memerlukan karyawan dengan kemampuan tersebut.

S :Fenomena gap tidak dapat dipungkiri, sebab dunia kerja sangat dinamis. Karena itu, paradigma proses pendidikan di perguruan tinggi harus mulai dirubah sehingga para mahasiswa harus diberikan soft skill sebagai penunjang dalam percepatan kinerja dan karir saat memasuki dunia kerja atau di masyarakat.

Intinya adalah para lulusan-lulusan perguruan tinggi harus dibekali ilmu survival dalam menghadapi dunia kerja yang bergerak sangat cepat. Soft skill yang meliputi kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan berfikir kreatif wajib dimiliki para lulusan perguruan tinggi. Harap diingat juga bahwa soft skill bukanlah ilmu yang dapat dipelajari dalam waktu singkat di perguruan tinggi, tetapi merupakan life- long process yang memerlukan waktu lama dan ditempa melalui berbagai dinamika kehidupan dengan kemampuan fleksibilitas dan adaptasi yang tinggi.

Jadi perguruan tinggi bukan satu-satunya yang dapat menuntaskannya. Yang paling utama adalah perguruan tinggi maupun sekolah di jenjang sebelumnya wajib menciptakan manusia yang siap belajar sepanjang hayat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan-lulusan yang handal dalam menghadapi tekanan berat dalam dunia kerja atau masyarakat adalah dengan memperkenalkan sedini mungkin terhadap mahasiswa tentang apa yang akan dihadapinya di masa yang akan datang. UPI tahun ini meluncurkan program yang dinamakan early exposure, mahasiswa diterjunkan ke masyarakat sebagai bagian dari training awal.

Kemudahan fasilitas saat ini juga seharusnya dijadikan sebagai penunjang untuk mempermudah dalam proses belajar bagi para mahasiswa untuk belajar lebih keras dan berusaha lebih banyak. Bagi mahasiswa janganlah hidup ini jadi kemanjaan, tapi justru harus berpikir keras, bekerja keras. Lebih jauh tentu nilai tersebut seharusnya ditanamkan kepada mahasiswa baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

K-Lee: Bagaimana penerapan konten soft skill di UPI dari sisi perencanaan, pelaksanaan?

S : Penerapan soft skill di UPI,memperhatikan tiga hal.

1). UPI merupakan pencetak tenaga pengajar yang sangat fundamental bagi kehidupan bangsa dan negara yaitu membangun bangsa yang berpendidikan dan cerdas, memiliki ilmu yang tinggi. Pemahaman esensi pendidikan ini ditanamkan UPI kepada seluruh mahasiswa baik mahasiswa S-1, S-2 maupun S-3. Sesungguhnya pendidikan bukan hanya memberikan ilmu pada siswa tetapi juga membangun kepribadian termasuk soft skill seperti toleransi, kecakapan berkomunikasi, toleransi, etika kerja, dsb. Inilah perspektif yang harus dipahami semua mahasiswa UPI.

2). Selanjutnya, menerapkan early exposure dimana mahasiswa terjun ke sekolah-sekolah dihadapkan untuk mengetahui kultur pendidikan dan latar belakang yang dialami para siswa di sekolah. Juga untuk memahami metode apa yang harus diterapkan ketika mengajar siswa. Diantaranya saat ini menonjolkan pada interaksi tinggi secara dua arah.

3). Penerapan teori dan praktek, dengan tema lesson study. UPI selama belasan tahun melakukan riset proses di sekolah-sekolah di kota Bandung tentang konteks transaksi antara siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Selain itu juga program ini telah mampu menciptakan kerjasama antar bangsa seperti pelatihan guru-guru dari negara Etiopia dan Afghanistan. Program Lesson study juga diharapkan dapat menjembatani antara dunia pendidikan dengan dunia kerja dengan akan diadakannya kongres lesson study tahun 2014 yang melibatkan juga para praktisi bisnis. Juga kegiatan yang melibatkan kemahasiswaan seperti job fair dan study dengan unit kegiatan mahasiswa. Lainnya, kegiatan keagamaan sepanjang tahun yang melibatkan tutor mahasiswa juga bagian dari proses pendidikan. Hal di atas merupakan program dan praktek di UPI saat ini. Untuk hal tersebut proses evaluasi, assesment juga dilakukan sebagai upaya perbaikan-perbaikan ke depan. Demikianlah kolaborasi antara internal dan eksternal terus dilakukan.

K-Lee : Bagaimana dengan PTS ? yang memiliki keterbatasan dalam berbagai hal.

S : Perguruan Tinggi Swasta memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti standar kualitas yang beragam perlu dibuat perumusan standarisasi yang jelas mulai dari infrastruktur, elemen pengajar dan administratif sampai fasilitas pendukung sehingga seluruh perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri memiliki standar yang tidak berbeda jauh. Perlu juga dibangun kesadaran-kesadaran yang bermuara pada otonomi yang bertanggung jawab. Sehingga para penyelenggara pendidikan tidak asal-asalan atau kurang serius dalam menyelenggarakan proses pendidikan di lingkungan perguruan
tingginya. Format kolaborasi, kerjasama juga perlu dibangun dengan semua stakeholder. Hal lain menyangkut kebijakan, misal dunia usaha yang membantu meningkatkan pendidikan mendapat keringanan pajak. Pemerintah mungkin dapat me-review kembali beberapa kebijakan yang berkaitan dengan pajak yang harus dibebani oleh yayasan penyelenggara pendidikan. Hal ini memiliki dampak yang cukup signifikan karena dengan penghilangan atau pengurangan pajak bagi penyelenggara pendidikan otomatis dana yang dihimpun yayasan dapat lebih banyak dan dapat didistribusikan untuk meningkatkan
kualitas penyelenggaraan pendidikan.

K-Lee : Perspektif soft skill menurut Rektor, bagaimana ?

S : Soft skill lebih terkait dengan karakteristik kepribadian seperti etika kerja, kecakapan berkomunikasi, kecakapan memimpin
kelompok, kecakapan berfikir alternatif, berfikir kreatif, empati, toleran terhadap perbedaan dan etos kerja. Intinya adalah
kematangan, kemampuan individu dalam menerima dan mensikapi tekanan dalam bermasyarakat pada umumnya terutama dunia kerja atau bisnis yang sangat dinamis. Semua kecakapan di atas dapat membawa gabungan individu-individu meraih visi yang sama dalam membangun masyarakat karena visi merupakan perekat. Esensi dari soft skill sendiri menyangkut rasa, hati, pikiran, konteks, emosi, sosial dan spiritual. Jadi harus dibangun dalam kultur nyata dalam setting sebuah pekerjaan. Pembelajaran soft skill sulit untuk diseragamkan, pasti ada kekhasan di masing-masing perguruan tinggi walau ada kaidah-kaidah yang sama tentunya.

K-Lee : Bagaimana dengan dosen sebagai salah faktor kunci untuk memberi value pada pembelajaran soft skill ?

S : Dosen sebagai role model harus memiliki prinsip keteladanan karena dosen atau pengajar merupakan pemegang peran yang paling penting dalam dunia pendidikan. Mereka role model dalam kedisiplinan menjalankan fungsinya, maupun keilmuannya. Karena itu mereka harus konsisten terhadap keduanya sehingga mampu menjadi contoh. Sebagai ilmuwan yang pendidik, dosen harus mampu mendiagnosa keilmuan program studinya yang diterapkannya pada para mahasiswa. Sebagai seorang pendidik, mereka harus disiplin dalam soal waktu, menjalankan kewajibannya dalam pengajaran misalnya. (Fe)

profil Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.

Lingkungan Dan Dosen Kunci Menumbuhkan Soft Skill

LINGKUNGAN DAN DOSEN

prof.ichsan2

Lingkungan Dan Dosen. Prof. Ichsan Setya Putra, Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB menegaskan bahwa menumbuhkan soft skill memerlukan environment yang mendukung yang terintegasi antar dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen karyawan.

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Pendidikan karakter dimulai bagaimana seseorang bisa memberikan empati (our under achievening collegues). Intinya bagaimana melatih mahasiswa untuk empati. Seharusnya Dosen memberikan team dynamics theory. Contohnya dulu ada KKN tematik (menyelesaikan masalahmasalah di masyarakat) untuk membangun rasa empati.

Pendidikan pembentukan karakter dimulai dari membangun rasa empati sehingga timbul rasa ingin membangun atau memperbaiki sesuatu yang kurang tepat yang akhirnya timbullah integritas (kejujuran) dari setiap individu. Mengenali pemahaman-pemahaman langkah supaya terintegrasi yaitu dimulai dengan yang pertama yaitu konsep, IPK (integritas prestasi dan komitmen), dirancang memasuki tahapan yaitu akademik, cokurikuler dan extrakurikuler. Perubahan perilaku mahasiwa itu tidak cukup dengan membuat SK (surat keputusan).

[box]”menumbuhkan soft skill memerlukan environment yang mendukung yang terintegasi antar dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen karyawan”[/box]

Mengenai soft skill di ITB. ITB memiliki SK tentang harkat pendidikan yang keluar tahun 2002 dan berakhir tahun 2010 tetapi dipertegas kembali sampai saat ini. Inti dari SK ini berbunyi bahwa ITB bukan saja menyelenggarakan pendidikan keilmuan tetapi juga pendidikan kepribadian yang menjunjung tata nilai yang luhur. Meski terlihat abstrak, soft skill ternyata juga mencakup kepribadian. Ada yang kurang sampai saat ini tentang penyelengaraan SK ini dimana implementasinya masih belum terintegrasi secara penuh.

Di ITB seluruh mahasiswa baru sejak awal dibekali mengenai anti korupsi, KKN tematik, training soft skill seperti seven habits for high efective people, learning skill dan sebagainya. Tetapi payungnya masih belum cukup untuk mempersatukan semua ini sehingga saat ini sedang digarap supaya hal tersebut terlaksana. Yang paling penting yang harus ditanamkan ke mahasiswa adalah learning skill sehingga para mahasiswa mampu menjadi long and self directed learner sehingga setiap mahasiswa mampu mengenali rencana, target dan mengeksekusi targetnya tersebut dalam belajar dan mengevaluasi hasil dari kinerjanya. Baru setelah itu dapat diimplementasikan mengenai emotional intelligence. Yang belum dilaksanakan di ITB ini adalah membentuk lingkungannya sehingga hal-hal diatas dapat dicapai.

Mengimplementasikannya dengan cara melewati beberapa proses : SENSE OF URGENCY TO CHANGE, langkah pertama untuk mencapai soft skill yang baik. Kemudian the vision of change, ada orang-orang yang menggerakkan. Visi ini benar-benar perlu ditanamkan, diimplementasikan, supaya semua orang tahu, aware, sebagai tag line, agar semua orang dapat mengetahui visi dan misi yang ingin dicapai. Private victory (kemenangan pribadi) setiap individu harus mampu memilih, merencanakan dan akhirnya mengeksekusi rencana-rencana pribadi?baik itu jangka pendek, menengah atau jangka panjang seperti 20 tahun dari saat ini.

Dunia pendidikan seharusnya tidak selalu menekankan pada kompetensi keilmuan saja tetapi seperti yang dicantumkan di badan akreditasi di Amerika Serikat dimana disana juga dicantumkan kemampuan berkomunikasi dan team work, memahami etika profesi. Badan Akreditasi di Amerika memasukan soft skill di urutan tertinggi porsinya. Seperti contoh berkaitan dengan kompetensi engineer di negaranegara Eropa dan Amerika Serikat seorang insinyur harus mampu mengimplikasikan solusi-solusi tekniknya bagi masyarakat. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa soft skill (dalam hal ini empati) dicampurkan dengan keilmuan teknik guna membuat masyarakat lebih maju dengan kehadiran ilmu teknik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi yang harus dimiliki para?mahasiswa adalah bukan hanya kompetensi keilmuan yang dipelajarinya tetapi juga problem solving skill dengan langkah kenali masalah, sederhanakan masalah, buat model dari masalah tersebut kemudian diselesaikan lalu dievaluasi.

Dosen faktor kunci Dosen atau pengajar memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan kompetensi keilmuan pada mahasiswa. Penerapan atau menerapkan setiap cabang keilmuan ke dalam soft skill atau penerapan sehari-hari dalam masyarakat sangat penting. Hal tersebutlah yang harus disadari oleh para pengajar atau dosen. Guna meningkatkan kinerja dalam mengajar hendaknya setiap dosen lebih menggali kembali ilmu atau teknik dalam proses belajar mengajar (tidak perlu terlalu mendalam seperti teori pengajaran yang ada seperti di UPI). Tetapi esensi dari prosesmengajar sehingga ilmu yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para mahasiswa.

Dosen atau pengajar merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam dunia pendidikan. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan supaya kinerja dosen tetap dalam standar yang tinggi, diantaranya adalah kesadaran atau integritas atau tanggung jawab yang harus dimiliki oleh para pengajar akan tugasnya, sering diadakannya workshop guna meningkatkan teknik dalam mengajar, performance review sehingga kinerja semua elemen terutama pengajar dapat terkontrol.

profil Prof. Ichsan Setya Putra

PSAK vs IFRS Dengung, Gaung, Bingung

psak
Aida Wijaya S.E. Ak. M.Si.

Di saat sidang skripsi, almarhumah Prof. Koesbandijah menguji saya dengan satu pertanyaan: Apa yang anda ketahui mengenai IAS. Dengan bangga saya menjawab bahwa IAS adalah singkatan dari International Accounting Standard, yakni standar akuntansi berskala internasional yang disusun oleh International Accounting Standard Committee/Board (IASC/B). Pengetahuan saya yang sebatas itu tok, ternyata meluluskan saya jadi sarjana (rekan seperjuangan saya saat itu tidak lulus gara-gara tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut). Itu di tahun 1996. Di saat itu Indonesia baru saja punya standar akuntansi yang disebut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan). Lumayan tebalnya, hasil jerih payah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menterjemahkan dari standar akuntansinya Amerika Serikat, yang disebut US GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Waktu itu saya sudah 2 tahun kerja di kantor akuntan publik, pernah sesekali membuka PSAK tapi tidak pernah melihat yang namanya IAS.

Tahun 1997 saya mudik ke kampus untuk menjadi dosen, setahun kemudian diutus mengikuti workshop bedah buku mengenai akuntansi internasional. Ketika itu saya mulai menyadari bahwa dengung IAS sudah menyambangi negeri kita. Tetapi, bertahuntahun kemudian saya masih mengajar mahasiswa hanya bicara tentang PSAK, sama sekali lupa tentang IAS. Kemudian di tahun 2005 saya diutus lagi untuk mengikuti seminar internasional yang diselenggarakan oleh IASB mengenai IAS, yang ternyata sudah ganti nama menjadi IFRS (International Financial Reporting Standards). Sepulang seminar, saya melihat bahwa dengung IAS semasa saya kuliah sudah menjadi gaung IFRS yang harus dihadapi praktisi di negeri kita. IAI menyatakan bahwa terhadap standar akuntansi? Indonesia (PSAK) akan dilakukan harmonisasi dengan IFRS. Tetapi pulang seminar, saya tetap masih mengajar dengan bicara tentang PSAK, bukan IAS/IFRS. Gaung akuntansi internasional semakin keras ketika saya ditugasi mengajar mata kuliah akuntansi internasional di tahun 2009. Kata para praktisi IAI, bukan lagi harmonisasi yang dituju, melainkan konvergensi ke IAS/IFRS.

Kalau ditanya apa bedanya harmonisasi dengan konvergensi, jawabnya tidak pernah jelas, karena kosa kata Indonesia tidak ada terjemahan untuk convergence, makanya diterjemahkan jadi konvergensi. Pokoknya, kesan yang saya tangkap adalah bahwa IASB merasa BT dengan niat harmonisasi? negaranegara dunia, karena ujung-ujungnya setiap negara punya modifikasi masing-masing atas IAS/IFRS, yang dampaknya sama saja dengan sebelum ada IAS/IFRS, dimana setiap negara punya standar masingmasing. Karena itulah IASB kemudian menuntut konvergensi, alias mengadopsi secara penuh semua IAS/IFRS, tanpa kompromi.

Atas tuntutan tersebut, akuntan Indonesia bertekad melakukan full adoption. Mulai Juli 2009 sudah diluncurkan berbagai revisi atas PSAK untuk menyamakan dengan IAS/IFRS, kemudian atas desakan kondisi internasional, sejak tahun buku 2011 semua perusahaan yang selama ini menggunakan PSAK, harus menerapkan PSAK hasil konvergensi dengan IAS/IFRS tersebut. Alhasil, saya kebagian menyambangi berbagai perusahaan yang membutuhkan orang yang punya pengetahuan yang up-to-date tentang akuntansi internasional ini. Kebetulan saya mengajar mata kuliah akuntansi keuangan menengah yang sudah versi IFRS, sehingga saya paham mana-mana saja perubahan dari PSAK yang berbasis pada US GAAP versus IFRS yang pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh GAAP-nya Inggris.

Namun sayangnya, dengung yang sudah saya dengar sejak 17 tahun yang lalu, yang sudah menjadi gaung memekakkan sejak 8 tahun lalu, toh sampai saat itu belum juga berhasil menumbangkan PSAK Indonesia sepenuhnya. Beberapa waktu lalu, dosen saya Pak Nengah Seroma menyentil dengan pertanyaan, Apakah kita saat ini sudah pakai IFRS. Tanpa pikir panjang saya jawab, Sudah donk, pak, sejak tahun buku 2011 kemarin. Kemudian beliau bertanya lagi, Kalau begitu, di laporan auditor kita menyatakan bagaimana?. Di situ saya mandeg. Weleeeh, iya, ya, kita tidak menyatakan bahwa laporan keuangan yang diaudit sudah disusun berdasarkan IFRS, melainkan disusun berdasarkan standar akuntansi di Indonesia! Artinya, kita belum pakai IFRS donk?! Apalagi kalau ditengok, hampir di setiap PSAK yang sudah mengacu pada IAS/IFRS terkait masalah yang sama, masih saja ditemukan catatan pada awal halaman mengenai berbagai pengecualian alias hal-hal yang tidak sama persis dengan IFRS/IAS-nya. Kembali ke pertanyaan, apa bedanya harmonisasi dengan konvergensi.

Akhirnya, kapan PSAK konvergensi kita bisa menjadi IFRS sepenuhnya Para pakar IAI kita berkali-kali menyatakan salah satu kendalanya adalah menterjemahkan IFRS ke dalam bahasa Indonesia. Kalau memang demikian, apa salahnya menggunakan bahasa Inggris yang notabene merupakan bahasa internasional?! Dengung sudah bergaung, tapi kita tetap bingung!

Aida Wijaya
(Dosen Akuntansi Universitas Widyatama dan juga Praktisi)

Komunitas Urban Farming

Komunitas Urban Farming

Komunitas Urban Farming bercocok tanam ditengah kota yang sudah padat penduduknya, dengan ruang terbatas, kesempatan terbatas, dan hampir semua persyaratan yang dibutuhkan untuk bercocok tanam serba terbatas, tapi ternyata dari kondisi yang serba terbatas itu pula muncul kreatifitas dari sekelompok orang yang pantang menyerah terhadap keadaan seperti itu. Dibawah pimpinan ketua RW 03 bapak Agus Bustomi, berbagai unsur di lingkungan masyarakat berembuk dan membulatkan tekadnya untuk memberdayakan seluruh potensi yang tersedia dengan berbuat sesuatu, yaitu bercocok tanah bagi para penggemar di dunia pertanian, atau berkesenian bagi yang senang dunia seni, dan masih banyak lagi yang dapat dikerjakan.

Kelompok masyarakat yang bertetangga dengan Universitas Widyatama ini semakin bersemangat ketika pemerintah kota Bandung melalui BPLK Kota Bandung mengulurkan tangan memberikan penyuluhan mengenai pengolahan sampah, dll. Sebagai bagian dari warga masyarakat Kelurahan Sukapada khususnya bagian dari warga RW 03, Universitas Widyatama juga berpartisipasi memberikan dukungan berupa pemanfaatan fasilitas yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan masyarakat RW 03 tersebut. Salah satu yang unik adalah bahwa kegiatan pada Urban Farming ini adalah dimana proyek percontohannya dilakukan dilantai atas kantor serbaguna RW 03, mulai dari pembibitan sampai dengan tanaman siap panennya.

Dalam proyek percontohan ini telah dicoba membuat pembibitan berbagai jenis sayuran antara lain kangkung, cabe, tomat, timun jepang, labu, bawang, dan sebagainya. Disamping itu sedang dilakukan percobaan juga untuk pengolahan sampah menjadi kompos. Gerakan masyarakat peduli lingkungan, mungkin gelar yang bisa disematkan pada kelompok masyarakat ini. Mereka berpandangan bahwa sampah adalah merupakan harta karun, karena dari sampahlah dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu hal lain yang dapat digunakan sebagai penunjang kepentingan lingkungannya, sampah organik misalnya dapat diolah menjadi kompos penyubur tanaman yang bisa menghindari penggunaan pupuk kimia, atau sampah plastik, botol, besi, dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan menjadi barang lainnya, sehingga kalau sampah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun perkantoran disekitarnya harus dibuang ke TPA (tempat penampungan akhir), maka volumenya akan sangat berkurang.

Kompos yang dihasilkan dari pengolahan ini akan dapat dimanfaatkan oleh warga yang menjadi peserta atau anggota urban farming sebagai pupuk tanaman yang sedang diupayakannya, atau dapat dijual menjadi pendapatan tambahan untuk kepentingan kelompok. Aktifitas kelompok urban farming sedang berupaya mengembangkan perluasan lahan tanamnya, yaitu memanfaatkan lahan-lahan tetangga yang masih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Jalinan kerjasama sedang dirintis antara pemilik lahan dengan masyarakat penggarapnya. Melalui kegiatan yang saling menguntungkan ini diharapkan akan terwujud lingkungan yang asri, karena banyak tumbuh pepohonan yang variatif, yaitu tanaman jenis sayur – mayur, buah – buahan, dan tanaman peneduh lainnya. Selain itu sebagian warga RW 03 yang menjadi anggota Urban Farming ini telah mencoba melakukannya di halaman rumah masing-masing. Secara tidak sadar mereka sedang membangun ketahanan pangan skala kecil dirumah tangganya.

Dalam pengertian mereka sudah tidak lagi terpengaruh dengan harga cabe, tomat atau bawang yang tiba-tiba membumbung tinggi, karena hal ini sudah tersedia dihalaman rumahnya masing-masing. Kerjasama dan sinergi yang telah berjalan antara Universitas Widyatama dengan warga sekitarnya (RW 03 khususnya), yaitu penyediaan kereta sampah, penyediaan tempat penampungan sementara sampah warga, pembuatan tong sampah, dan menyiarkan kegiatan peringatan HUT RI ke 68 di lingkungan RW 03 yang lalu melalui siaran utamatv komunitas. Serta untuk masa depan direncanakan hasil pelatihan seni tari bagi putra-putri RW 03 yang dilaksanakan di gedung serbaguna RW 03 bekerjasama dengan RRI Bandung itu juga akan disiarkan oleh UtamaTv komunitas chanel 32 UHF.

Potensi masyarakat dilingkungan kampus Universitas Widyatama itu diharapkan menjadi bagian dari upaya secara terus menerus dalam meningkatkan peran serta secara aktif dalam membangun Bangsa dan Negara Indonesia melalui pendidikan. Beban yang datang akan terasa ringan apabila dihadapi secara bersama-sama, demikian pula halnya berbagai permasalahan kehidupan bermasyarakat perkotaan, akan dapat diselesaikan dengan secara bersama-sama pula. (e.b. misnan)

Megapixels Universitas Widyatama

Megapixels Universitas Widyatama

Megapixels Universitas Widyatama

Megapixels Universitas Widyatama. Perkembangan dunia fotografi di zaman sekarang ini sangatlah signifikan, semakin banyaknya pengguna kamera digital dikalangan masyarakat Indonesia merefleksikan perekonomian negara yang terus menerus berkembang. Berbagai pengguna mulai dari kalangan menengah sampai kalangan atas sudah lumrah perihal menggunakan kamera digital untuk melengkapi kebutuhan hidup, dari kalangan anak muda sampai orang tua, baik hanya digunakan untuk dokumentasi biasa, hobi dan bahkan digunakan sebagai perangkat bisnis untuk merajut kehidupan di masa yang akan datang.

Melihat potensi tersebut, munculah gagasan untuk membentuk sebuah Komunitas independen untuk mewadahi mahasiswa Universitas Widyatama yang ingin berbagi ilmu mengenai fotografi. 23 Oktober 2009, tercetuslah nama MEGAPIXELS (MPX) PHOTOGRAPHY COMMUNITY yang dibentuk oleh Fusuy, Rayn, Rizky, Refantho dan Galih. MPX ini sendiri memiliki arti yaitu satu juta piksel dalam gambar dan mengungkapkan jumlah elemen sensor gambar dari kamera digital atau jumlah elemen tampilan display digital, yang kami harapkan dari nama MPX sebagai nama komunitas kami adalah agar terciptanya upaya dari setiap individu-individu organisasi teintegrasi satu sama lainnya untuk menciptakan value di Universitas Widyatama.

Megapixels Universitas Widyatama 2
Hunting bareng (24 Oktober 2010) rektor UPI

Tahun 2010, MEGAPIXELS (MPX) menjadi bagian dari sub unit Kelompok Seni Mahaswa (KSM) dengan tujuan agar potensi yang ada dapat digali lebih dalam lagi. Tidak disangka begitu membludaknya minat mahasiswa Universitas Widyatama yang ingin bergabung dengan MEGAPIXELS, terlihat dari jumlah pendaftar melebihi 100 orang khususnya mahasiswa baru pada waktu itu. MEGAPIXELS(MPX) semakin lama semakin berkembang dan beregenerasi, untuk mengikuti perkembangan zaman maka komunitas yang awalnya hanya mewadahi seni fotografi, kini jangkauan MEGAPIXELS (MPX) merambah pada wilayah design graphic, digital illustration, digital imaging, videography. Kegiatan yang rutin dilaksanakan yaitu hunting foto bersama, pameran karya, diskusi mengenai teori fotografi, praktik fotografi, bisnis fotografi, workshop adobe photoshop sebagai katalis kreativitas fotografi dan desain grafis, dan juga seputar videography (discussion, editing, shooting short film).

Dengan adanya MEGAPIXELS (MPX) sendiri, diharapkan dapat membuka mata lebih luas lagi, melihat alam semesta beserta unsur-unsurnya dengan perspektif yang unik, mengembangkan pola pikir agar lebih kreatif agar dapat menjadi bekal di kehidupan nanti sehingga memiliki competitive advantage dalam dunia bisnis, dan khususnya memberikan value added untuk Universitas Widyatama.

(http://megapixelsutama.tumblr.com/)

Asma dan Nyeri Sendi Obati Dengan Olahraga Aqua Boxing

Asma dan Nyeri Sendi Obati Dengan Olahraga Aqua Boxing

AQUA BOXING

Aqua boxing perpaduan antara kick boxing dilakukan di dalam air. Biasanya dilakukan di dalam kolam renang. Olahraga ini bisa membantu menyembuhkan nyeri sendi. Olahraga air telah lama dikenal sebagai cara yang baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga tubuh agar tetap bugar. Air memberikan ketahanan alami dan mempermudah sendi saat bergerak, sehingga mereka yang memiliki mobilitas terbatas serta masalah pada sendi bisa mendapatkan keuntungan dari olahraga yang dilakukan di dalam air.

Salah satunya adalah jenis olahraga air baru ini, yakni aqua boxing. Seperti dilansir Femguide, aqua boxing merupakan kegiatan yang menggabungkan intensitas kick boxing dengan aerobik air. Jenis olahraga air ini baik untuk kesehatan sendi, sehingga patut dicoba bagi mereka yang mengalami nyeri sendi atau orangorang berusia di atas 40 tahun. Aqua boxing dianggap sebagai olahraga yang didasarkan pada kick boxing yang biasanya dilakukan di gym . Perbedaannya adalah bahwa air mampu menciptakan perlawanan dan pada saat yang sama mengurangi risiko cedera serta ketegangan pada otot dan sendi.

Boxing atau tinju dalam air juga menawarkan latihan kardio yang sangat baik bagi kaki serta lengan Anda. Jenis olahraga baru ini juga sangat baik untuk membantu seseorang untuk menyehatkan sistem pernapasan dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Orang-orang yang memiliki masalah pernapasan seperti asma dan komplikasi lain dapat mendapatkan manfaat dari aqua boxing . Jenis olahraga ini juga baik dilakukan bagi orang yang cedera atau mengalami kecelakaan usai operasi. Selain itu, aqua boxing sangat cocok untuk meningkatkan keseimbangan. Air bertindak sebagai stabilisator dan dapat membantu Anda tetap seimbang di dalam air. Otot-otot sendi juga menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu saat olahraga ini dilakukan secara konsisten dan rutin. Tak hanya itu, sirkulasi oksigen dan darah ke seluruh tubuh juga meningkat. Bagi Anda yang memiliki masalah jantung juga akan mendapatkan manfaat dengan olahraga kardiovaskular ini. Sumber : metrotvnews.com

 

Editorial

Editorial

Sidang Pembaca yang budiman

Ada kecenderungan pendidikan dan pembelajaran di bangku kuliah tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Padahal hasil jajak pendapat menjelaskan dunia kerja memerlukan kompetensi teknis dan non teknis. Kompetensi teknis berhubungan dengan latar belakang keahlian sedang kompetensi non teknis yang intangible biasa disebut soft skill. Soft skill merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme (www. wikipedia). Sebagai keterampilan personal soft skill merupakan keterampilan khusus yang bersifat kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sebagai keterampilan interpersonal soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.

Atribut soft skill dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda, yang meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Demikian pula setiap pekerjaan memerlukan kadar soft skill yang beragam walaupun ada kaidah-kaidah yang sama. Di sekolah atau kampus, peserta didik selalu dicekoki oleh nilai-nilai kompetensi dan kompetisi. Persaingan satu sama lain dari skala individu, sekolah, nasional dan seterusnya. Misal persaingan dalam ujian, kelulusan atau hibah bersaing, beasiswa BBP-PPA dsb. dengan atribut demi kualitas serta mengharumkan nama kampus dan jadi kebanggaan.
editorial

Padahal kompetensi pendidikan adalah keseimbangan yang menurut Ki Hajar Dewantara: agar manusia dapat hidup perlu mempunyai kecakapan dasar, memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) yang dapat dipelajari dengan otak, sikap (attitude) yang arif, rendah hati dan manusiawi. Kompetensi ini sejalan dengan visi pendidikan UNESCO (United Nations for Education, Science and Culture Organization) : Belajar mengetahui atau memahami (learning to know), Belajar untuk mengerjakan sesuatu (learning to do), Belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be), Belajar hidup bersama atau bermasyarakat (learning to live together).

Atas dasar itulah KOMUNITA edisi #8 mengangkat tema soft skillsdengan menghadirkan beberapa artikel yang mengupas dari berbagai perspektif. KOMUNITA juga menyajikan rubrik baru Perspektif. Sebuah forum yang menyajikan olah pikir civitas academica terkait dengan profesi masing-masing mensikapi masalah dari pandangan akademis. Selain itu kami sajikan tulisan rehat berupa aktivitas Universitas dan Yayasan Widyatama, profil, lifestyle yang bisa kita simak bersama. Semoga pembaca yang terhormat dapat memetik nilai-nilai yang terkandung dalam sajian kami. Seluruh jajaran redaksi mengharapkan saran dan masukan agar kami dapat menyajikan buah pikir dan informasi yang bernas, sekaligus menumbuhkan etos kerja institusi Widyatama. Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta.

Redaksi – Lili Irahali

PPU Widyatama Bersama Arief Suditomo

PPU Widyatama Bersama Arief Suditomo (PemRed RCTI)

Mahasiswa baru Universitas Widyatama Tahun Angkatan 2013/2014 melaksanakan Program Pengenalan Universitas atau PPU bertempat di Auditorium Widyatama di bilangan Cikutra. Hadir kurang lebih 1555 mahasiswa dengan menggunakan pakaian putih abu tanpa atribut dengan wajah cerah menyambut status baru sebagai seorang mahasiswa. Kegiatan PPU yang akan digelar selama 5 (lima) hari ini, mahasiswa baru disuguhi dengan talkshow ekslusif bersama Bapak Arief Suditomo (Pemimpin Redaksi RCTI). Beliau (Arief-red) memberikan pesan kepada adik-adik mahasiswa baru untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan IPK (indeks prestasi kumulatif) yang memuaskan, aktif berorganisasi dan mulai mencoba mendekatkan diri dengan dunia broadcast . Dunia broadcast selalu menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, khususnya ketika muncul televisi swasta selain TVRI tutur Arief.

PPU Widyatama

Talkshow ini dihadiri pula oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama, Bapak T. Ontowiryo, S.E., MBA, Bendahara Yayasan Widyatama, Bapak Djoko Roespinoedji, S.E., Pg.Dip, Kepala Biro Marketing, Ibu Devy Mawarnie Puspitasari, S.E., M.M. dan Ibu Anna Yudiana, S.E., sebagai Level 2 Fungsional Placement Office dan Career Center. Pada kesempatan itu pula, Bapak T. Ontowiryo memberikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru TA 2013/2014.? Ray (Ketua Sentra Universitas Widyatama) sebagai moderator, menghimbau adik-adik mahasiswa baru untuk bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Sentra, yang berkecimpung di dunia penulisan dan jurnalistik.

Pada kesempatan ini pula, Bapak Arief Suditomo tidak segan-segan untuk mengundang mahasiswa Universitas Widyatama (UTama) untuk melakukan kunjungan ke studio RCTI di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta bahkan melakukan kegiatan magang karena di era saat ini sumber daya manusia yang lebih diprioritaskan adalah yang memiliki pengalaman ( experience ). Acara Talkshow eksklusif ini ditutup dengan pemberian Cinderamata untuk Bapak Arief Suditomo oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Bapak Tezza Adriansyah Anwar, S.IP., M.M mewakili civitas Widyatama.

Prudential Insurance Agent

Prudential Insurance Agent

andre

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

 

Prudential Insurance Agent Andre Anderson, SE, MM, RFP – I, QWP, AEPP, lahir dan besar di Kabupaten Kuala Tungkal, Propinsi Jambi, saat berusia 3 tahun tempat tinggal mengalami kebakaran sehingga pindah ke Kota Jambi tetapi kemudian hijrah kembali ke Kuala Tungkal, Andre Anderson memiliki 4 kakak dan 1 adik. dari lahir sampe SMP tinggal di Kuala Tungkal, lahir dari keluarga sederhana, memulai bisnis obat. Kedisiplinan yg ditanamkan oleh ibunda tercinta merupakan sumber inspirasi Andre karena disaat tempat tinggal terbakar untuk yang kedua kalinya. Ibunda tercinta dengan gigih dan kebulatan tekad membangun ekonomi keluarga dengan berbisnis masih menjual obat, pakaian, bahan pakaian bahkan arisan-arisan. Seorang kakak laki-lakinya juga merupakan role model karena sangat gigih dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap keluarga.

Perjalanan Karier, Pandangan dan Harapan Memasuki masa remaja Andre hijrah ke bandung, mengenyam bangku sekolah di SMAN 2 Bandung masuk jurusan IPS, walaupun ikut dengan saudara (saudara kakak ipar) tetapi hidup mandiri kost bersama teman-teman. Mengikuti umptn tetapi gagal kemudian masuk STIEB (cikal bakal Widyatama) tahun 1983. Saat Mahasiswa cukup aktif dan dikenal karena sering tampil di kegiatan-kegiatan kampus seperti panitia penerimaan mahasiswa dan aktif di senat mahasiswa. Saat menyusun skripsi sudah mulai bekerja di pabrik textile menjadi staf keuangan kemudian diangkat menjadi manajer keuangan di daerah Leuwigajah Cimahi. Setelah lulus tetap bekerja di pabrik tersebut selama 12 tahun.

Saat krisis moneter global tahun 1998 pabrik mengalami kemunduran akhirnya keluar dari pabrik textile. Kehidupan yang berada di zona nyaman dan lebih mengabdi pada atasan membuatnya melakukan hal yang dianggap bodoh bagi Andre. Karena terlalu sibuk bekerja ibunda yang sakit kurang terperhatikan sampai akhirnya meninggal. Turning poin di saat itulah yang membuat Andre berpikir tidak mau lagi menjadi pegawai. Karena merasa tidak memiliki time freedom akibat kesibukan kerja. Kemudian memulai bisnis di bidang Multi Level Marketing dengan modal yang cukup besar tetapi pernah kolapse. Sampai selanjutnya tahun 2004 memasuki bisnis agensi asuransi ini (Prudential).

 

Prospek Bisnis Asuransi di Indonesia 2013

Jumlah pelaku asuransi joint venture alias patungan antara investor asing dengan lokal di industri asuransi umum pada tahun 2013 bakal semakin banyak. Menurut Budi Herawan, Ketua Bidang Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), menyebutkan sebanyak lima perusahaan asing dari kawasan regional sudah menyatakan minat mengembangkan bisnis asuransi di Indonesia. Kehadiran para pemain baru tersebut bakal memperpanjang daftar investor asing yang merambah asuransi di Indonesia. Menurut Budi, perusahaan asing dari regional tersebut berasal dari Malaysia dan Singapura. Investor itu sebenarnya sudah berbisnis di Indonesia. Mereka memiliki mitra lokal, tapi bukan di asuransi. Perusahaan mitra lokal akan memudahkan niat akuisisi asuransi di Indonesia. “Mereka sudah menyatakan minat kepada kami,” ungkap Budi, Rabu (19/12). Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI, menambahkan kelima perusahaan sempat meminta masukan kepada asosiasi. Asosiasi hanya menyarankan agar investor melakukan deal langsung dengan pelaku asuransi terkait. Dengan berbagai proses jual-beli, Julian memperkirakan, investor regional itu masuk Indonesia pada 2013, tetapi belum diketahui semester berapa.

Potensi bisnis Menurut Julian, ada dua alasan pemain regional tertarik masuk Indonesia. Pertama, laba industri asuransi umum sejak lima tahun terakhir tumbuh positif. Jelas saja, hal ini memacu perusahaan luar terpikat masuk, apalagi iklim investasi di tanah air membaik. Kedua, faktor pertumbuhan kelas menengah semakin besar. Padahal, saat bersamaan penetrasi asuransi umum masih minim. Berdasarkan data Biro Perasuransian Bapepam-LK, penetrasi asuransi umum sampai akhir September hanya 0,46%. “Mungkin mereka melihat potensinya sangat besar,” kata Julian. Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2012 total premi industri asuransi umum mencapai Rp 28,96 triliun, tumbuh 14,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 28,55 triliun. Sumbangan terbesar dari asuransi kendaraan bermotor Rp 8,75 triliun, asuransi properti Rp 7,99 triliun, asuransi kecelakaan diri dan kesehatan Rp 3,62 triliun. Saat bersamaan, klaim hanya Rp 11,05%, tumbuh 25,9%.

Dengan prospek bisnis cerah, investor asing berbondong-bondong ke Indonesia. KONTAN pernah memberitakan, ACE Limited membeli 80% saham Asuransi Jaya Proteksi (Japro) senilai US$ 130 juta. Lalu Zuellig Group membeli 80% saham PT Asuransi Indrapura Rp 1 triliun. Diasuransi jiwa juga serupa. Terbaru, Dai-Chi Life Insurance Co Ltd dan Fukoku Mutual Life Insurance Co akan membeli 40% saham PT Panin Life. Insurance Australia Group (IAG) juga sudah menyiapkan US$ 102 juta untuk terjun ke bisnis asuransi di Indonesia.

(http://pakar-asuransi.blogspot.com)

Dengan positif thinking walaupun pernah jatuh juga tetapi dengan usaha keras dapat cepat meraih posisi dengan penghasilan yang sangat besar? perbulan? dengan? grup agensi sebanyak 500 orang. Sukses sejati menurut Andre adalah membuat orang lain sukses juga dan membuat orang lain lebih hebat darinya, karena kesuksesan tidak selalu dari ukuran materi saja. Sukses dapat dipercepat tetapi yang paling penting adalah menikmati perjalanan dalam meraih kesuksesan tersebut. Pada dasarnya sukses tidak dapat diraih dengan instant dan yang terpenting adalah ukuran kesuksesan ujungnya adalah langit dalam artian tidak terbatas.

Sebagai individu Andre menyadari akan kelemahan dan kelebihan diri. Ia mengakui kelemahan diri : malas mencatat, suka menunda-nunda, dan emosian. Dari 3 hal diatas, emosi berangsur-angsur dapat diturunkan karena mulai belajar untuk
meredam emosi dan semua sifat dapat berubah asal kita mau belajar. Ia mulai menyadari kelebihan diri : percaya diri, memiliki leadership. Soft skill: rendah hati, mau mendengarkan orang lain dan mau belajar merupakan soft skill paling penting dalam
segala bisnis (terutama dalam bisnis yang Pak Andre butuhkan).

Pencapaian dalam karir terutama di bidang yang ditekuni saat ini (asuransi) yang asalnya hanya seorang diri dengan sistem networking, saat ini sudah mencapai sampai 500 orang agen asuransi. Capaian ini dapat dikatakan karena beberapa faktor yaitu hasil kerja keras bersama-sama serta kesadaran masyarakat yang meningkat akan manfaat asuransi. Obsesi lain dalam 10 tahun ke depan mentargetkan memiliki 10 Agensi Manajer, saat ini baru 2 Agensi Manajer.

Visi (terutama visi agensi) yang selalu dikembangkannya adalah pertama, mensejahterakan orang banyak (seperti diketahui bahwa biaya berobat saat ini saat mahal dan dengan memiliki polis asuransi bila suatu saat menderita sakit maka sektor keuangan yang dimiliki setiap orang tidak terganggu sehingga orang tersebut tetap sejahtera. Kedua, memberikan peluang untuk sukses bagi semua orang yang ingin bergabung bersama agensinya.

Pesan untuk Mahasiswa

Pesan bagi adik-adik mahasiswa, agar terus mengembangkan jiwa kewirausahaan karena lapangan kerja tidak semakin banyak justru semakin mengerucut. Tips bagi para mahsiswa: harus mau berubah karena jaman sudah berubah. Mindset yang telah ditanamkan sejak dulu bahwa paradigma kuliah yang benar kemudian mencari kerja harus berubah. Yang harus mulai ditanamkan adalah peluang itu ada dalam setiap lini kehidupan, fokus dalam menjalani segala hal. (Fe)

Disiplin, Empiris, dan Paranoia

Disiplin, Empiris, dan Paranoia

Arry Hutomo MDKSP S.SI. M.T

arry

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Disiplin, Empiris, dan Paranoia. Kompetisi global, ketidakpastian, lingkungan yang terus berkembang ekstrem bahkan kekacauan yang terjadi mungkin dialami beberapa bahkan hampir semua perusahaan/institusi. Penulis dalam tulisan ini tidak memilih membahas pernyataan di atas tetapi cenderung tertarik membahas mengapa ada perusahaan atau individu yang berhasil melewati lingkungan ekstrem kondisi di atas, dan bagaimana pemimpin mereka berhasil bahkan berjaya dari sudut pandang yang lain, bahkan bukan berhasil karena kekacauan, akan tetapi lebih tepatnya berjaya di tengah ketidakpastian. Kondisi tersebut biasanya, praktisi atau konsultan menyebutnya formidable challenge culture (Tantangan budaya yang kuat). Mengacu pada hasil analisis historis komparatif beberapa perusahaan yang berhasil keluar dari tekanan lingkungan ekstrem (Sumber : Morten.T. Hansen (2011), Center of Research in Security Press. Booth School of Business, The University of Chicago, www.csrp.chicagobooth.edu). Kultur objek yang diteliti bukannya perusahaan yang tidak kita kenal, objek yang disurvei diantaranya raksasa di bidangnya dengan pemimpin terbaiknya, seperti Intel (Brian Krzanich), Microsoft (Bill Gates), Apple (Steve Jobs) AMD (Dirk Meyer), Southwest Airlines (Herb Kelleher), Amgen Pharmacy (R.A Bradway) dll.

Beberapa kultur atau mitos yang sering terdengar mungkin dalam pembinaan soft skill tentang kepemimpinan sukses ditemukan bertentangan dengan temuan riset dari analisis historis komparatif. Diantara temuan riset tersebut menyatakan bahwa pemimpin sukses yang dicirikan sebagai manusia yang visioner dan berani mengambil resiko, ternyata bertolak belakang dengan hasil riset tersebut, pemimpin terbaik tidak lebih memiliki kemampuan visioner meramalkan masa depan. Akan tetapi mereka mengamati apa yang berhasil, dan selalu mencari tahu mengapa mereka berhasil, dan mereka berhasil membangun konstruksi berdasarkan dasar-dasar pemikiran yang sudah teruji. Jadi intinya bukan lebih berani mengambil resiko, visioner, kreatif atau nekat dibanding dengan yang lain, tetapi mereka lebih disiplin, empiris dan paranoid.

DISIPLIN DI LUAR KURVA NORMAL

Universitas Widyatama, salah satu universitas di mana pemimpin dan pendiri universitas konsisten meningkatkan keberlanjutan terhadap nilai disiplin dalam melaksanakan kegiatannya yang terdapat dalam tata nilai DJITU (Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet). Di sini penulis mencoba memaparkan sebagian hasil analisis historis komparatif CRSP 2011, sehingga paradigma disiplin dapat konsistensi menjaga sikap kita berjaya dari lingkungan ekstrem tersebut dengan harapan menular pada tingkat organisasi. Jika kita berbicara disiplin di luar kurva normal diharapkan lebih dari sekadar bahwa disiplin adalah cara hidup teratur, atau kepatuhan hierarkis atau kepatuhan aturan birokratis. Mungkin hal tersebut cenderung tersirat lebih kental unsur paksaan dan masih dalam kurva normal.

Jim Collins (2011) dalam riset yang beliau pelajari, perusahaan yang berhasil keluar dari lingkungan ekstrem, harus berubah menjadi disiplin yang fanatik yaitu dengan kehendak batin (konsistensi sadar diri bukan terpaksa) akan konsistensi dengan nilai, konsistensi dengan peningkatan kualitas dan standar kinerja, konsistensi dengan tujuan jangka panjang. Disiplin di luar kurva normal, merupakan upaya kemandirian pikiran untuk melakukan apa yang diperlukan demi menciptakan hasil yang luar biasa, tak peduli betapa sulitnya.Morten.T.Hansen (2011) dalam risetnya juga menyatakan bahwa pemimpin yang baik, tidak bereaksi berlebihan terhadap peristiwa, menyerah pada arus, atau melompat untuk menyabet peluang-peluang yang memikat tapi tidak relevan. Dicontohkan raksasa Apple mampu menunjukkan keuletan luar biasa, teguh memegang standar, tapi cukup berdisiplin untuk tidak bermimpi muluk di luar kemampuan mereka, Dalam film Jobs 2013 (dokumenter) diperankan oleh Ashton Kutcher sebagai tokoh peran Steve jobs, pemimpin Apple tetap memulai setiap awal proyek menegaskan kepada rekan timnya untuk konsistensi mulai dari nilai, tujuan, dan standar yang luar biasa, bahkan tidak sedikit pegawai yang berjatuhan pada kondisi ekstrem tersebut.

Steve Jobs berkata bahwa dirinya bukan memiliki keteguhan yang lebih tinggi dibandingkan orang lain, bukan jiwa pemberontak dibanding orang lain, tetapi beliau berusaha lebih empiris terhadap ketidakpastian. Seperti Brian Krzanich, CEO Intel beliau sepakat mengajak rekan timnya untuk menjadikan diri mereka merdeka sejati dengan disiplin atas kemauan sendiri apapun kendala di depannya, meskipun itu menuntut kinerja di luar kurva normal. Sama halnya dengan menganalogikan jika kita beribadah, apa yang terjadi jika kedisiplinan ditempatkan pada situasi kondisi terpaksa vs konsisten sadar diri.

Yang jelas usaha menghadapi kendala beribadah sudah berbeda, kenikmatan dalam melaksanakan pun sudah berbeda. John Brown, CEO Stryker, mengutarakan bahwa dengan disiplin di luar kurva normal akan mencapai kinerja konsisten, maksudnya bahwa siapapun harus menentukan batas bawah dan batas atas. Batas bawah tersebut adalah rintangan yang Anda lompati dan batas atas yaitu plafon yang tak akan Anda lampaui.

Kemudian ketika Anda berpikir pada posisi ambisi menggapai sesuatu, segeralah Anda mengkonversi posisi pengendalian diri untuk menahan kecepatan. Jika proses tersebut terdiri dari ex anteon going ex post, maka pada ex ante Jim Collins (2011) menyatakan disiplin fanatik dalam berencana harus memiliki mekanisme kerja yang konkret, jelas, cerdas, dan dikejar secara tekun untuk membuat Anda tetap di jalur yang benar. Pada saat on going biasanya akan muncul dua jenis ketidaknyamanan yang diterapkan pada diri sendiri : (1) ketidaknyamanan berupa komitmen tak tergoyahkan pada kinerja unggul dalam kondisi sulit, dan (2) ketidaknyamanan berupa menahan diri dalam kondisi baik.

EMPIRIS KREATIF

Robert B. Cialdini dan Noah J. Goldstein, (Annual Review of Psycology (P. 591-624, 2004),? hasil studi yang mendukung penelitian psikologi sosial yang dilakukan Morten.T. Hansen (2011) menunjukkan bahwa pada kondisi ketidakpastian atau lingkungan yang ekstrem, kebanyakan orang akan melihat orang lain tokoh otoritas, rekan sejawat, norma kelompok, untuk mendapatkan petunjuk utama mengenai bagaimana mereka harus melakukan tindakan selanjutnya.

Pada riset ditemukan sebaliknya bahwa perusahaan yang sukses dalam objek yang diteliti di atas, tetap tidak berpaling pada pengetahuan umum untuk menentukan tindakanEmpiris kreatif dalam hal ini menjadikan diri kita terlibat dalam proses pada masa-masa ketidakpastian, dan cenderung lebih menggunakan bukti empiris.Intinya adalah menjadi lebih empiris untuk mendukung kemandirian mental dan memvalidasi insting kreatif.

mengandalkan pengamatan langsung, melakukan eksperimen praktis, bergulat dengan bukti ketimbang mengandalkan opini, emosi, pengetahuan umum otoritas atau ide-ide yang belum teruji. Memiliki fondasi empiris, seperti yang selalu dilakukan perusahaan Microsoft pada kajian tersebut, membuat langkah mereka lebih berani dan kreatif serta membatasi resiko mereka.

Dalam buku The 4 Disciplines of Execution: Achieving Your Wildly Important Goals terdapat hasil riset yang dilakukan Franklin Covey (anak dari Stephen R. Covey), sering kita dengar ada mitos bahwa ambilah kesempatan/peluang tersebut karena tidak akan datang dua kali. Beberapa strategi execution tidak membenarkan atau menyalahkan slogan/ mitos tersebut, akan tetapi bagaimana kita harus berpikir lebih empiris dalam memilih /memanfaatkan peluang tersebut. Menurut buku di atas, bahkan disiplin 1 # Focus on wildly important langkah yang harus di awali untuk mengeksekusi mitos tersebut. Intinya kita harus berhati-hati dalam melakukan pemetaan SWOT Strategy -> PELUANG yang akan mendatangkan ANCAMAN, bukan berpikir murni peluang atau murni ancaman.

Dalam hal ini berpikir empiris kreatif adalah penting mempertimbangkan seluruh konstrain-konstrain yang ada, sehingga kita memiliki strategi pelapis (bumper strategy) ketika kita menghadapi ancaman dalam mengeksekusi peluang. Merujuk kepada kejadian historis persaingan Intel versus AMD, ketika AMD menyatakan diri menjadi perusahaan semikonduktor pertama yang mencatat pertumbuhan 60% dan membidik peluang nomor 1 (satu) dalam sirkuit intergrasi dan memiliki peluang melampaui Intel, Texas Instruments, National Semiconductor. Pada saat itu tahun 1984-1994 Intel sebaliknya melakukan strategi membatasi pertumbuhan demi meminimalkan peluang hilangnya kendali.

Memang AMD berhasil mencatat pertumbuhan tetapi ketika resesi dunia tahun 1998, AMD terbalik jatuh merosot? dengan penjualan $795 juta/tahun dengan hutang naik tiga kali lipat dalam setahun tesebut (Sumber: Sunnyvale, CA; AMD Annual Report, Fiscal 2000). Kondisi ini bertahan dan Intel memimpin bahkan hingga tahun ini 2013. Hasil analisis historis komparatif yang dilakukan Morgan T. Hansen (2011) ini disebabkan Intel lebih empiris dalam menentukan strateginya dibanding AMD dan itu diterapkan di semua lininya. Analogi sederhana dalam pertandingan sepakbola ketika bagaimana pemikiran empiris seorang defender maju dan mendapat PELUANG besar untuk menjebol gawang lawan, hal yang harus diwaspadai (berhati-hati) ketika peluang itu gagal dimanfaatkan, maka akan segera dikonversi menjadi ANCAMAN yang cepat bagi dirinya untuk terbobol oleh lawan, Maka dari itu strategi bumper secara empiris diperlukan tapi juga harus kreatif.

Prinsip yang harus dipegang bahwa hal yang besar tidaklah membentuk suatu institusi tersebut menjadi hebat, lebih tepatnya bagaimana berpikir empris kreatif stakeholder dapat mendukung konsistensi terhadap tujuan akhir, sehingga disiplin di luar kurva normal memiliki keterkaitan yang erat dan diperlukan dalam hal tersebut. Jika berbicara rohnya validasi empiris adalah bagaimana anda mevalidasikan ide-ide kreatif kita dengan pengalaman empiris yang terbukti.

Suatu realitas yang terjadi ketika pada tahun 2000, Steve Jobs memulai bisnis ritel, apa yang dilakukan beliau adalah mulai dari meng-hire, Mickey Drexler, CEO The GAP, Ron Johnson dan terakhir Tim Cook sebagai eksekutif retail terbaik saat itu, karena Steve Jobs menyadari kurang memiliki pengalaman empiris. Apa yang pertama kali dilakukan oleh Jobs untuk kembali dalam jalur persaingan, ternyata bukan memperkuat produk IPod, ITunes, atau Ipad, tetapi meningkatkan disiplin. Karena tanpa disiplin tak ada peluang untuk kreatif. Ketika berpikir empiris kreatif bahwa yang harus disadari adalah ada proses berulang multi-langkah yang lebih didasarkan pada validasi empiris ketimbang kegeniusan visioner.

Dikutip dalam buku Great By Choice, “In a world that is stable and predictable, and lead with fanatical discipline and empirical creativity may be enough. However, the uncertainty and instability also necessitates us to lead productive paranoia.”artinya Jim Collins mengatakan bahwa dalam dunia yang stabil dan bisa diramalkan, memimpin dengan disiplin fanatik dan kreativitas empiris mungkin cukup. Akan tetapi, ketidakpastian dan ketidaksta-bilan juga meniscayakan kita memimpin dengan paranoia produktif.

PARANOIA

Jika kita pernah membaca salah satu buku berjudul Black Swan yang dipopulerkan oleh tokoh finansial dunia Nassim Nicholas Taleb (International Best Seller-2011), hampir tidak ada, perusahaan atau institusi yang hebat meramalkan Black Swan khusus sebelum peristiwa itu terjadi. Namun, meramalkan bahwa akan ada Black Swan, tapi bentuknya belum diketahui dengan pasti, adalah hal yang mungkin. Konsep Black Swan disini adalah gangguan yang kecil kemungkinannya terjadi, peristiwa yang hampir tak bisa diramalkan oleh siapapun. Taleb berbicara bahwa siapapun, apakah sudah mempersiapkan safety/reserve margin atau Jim Colllins berbicara tentang tabung oksigen ekstra, dan meningkatkan opsiopsi kita sebelum bertemu dengan Black Swan.

Bercermin dengan praktik membangun perguruan tinggi baik pada masa senang maupun susah, pada stabil maupun tidak stabil, ketidak konsistenan peraturan-peraturan yang dikeluarkan. Saat pendidikan adalah menjadi momok terpenting di negara ini, bukan saja dari sudut pelaksanaannya, mungkin ke tahap awal dahulu pemerataan kesempatan pendidikan yang sama dengan berbagai ancaman ketertinggalannya. Intinya ada kategori Perguruan Tinggi mana yang akan terdepan, mana yang tertinggal, mana yang binasa. Paranoia produktif yang dibentuk seharusnya bukan pada gangguan luar itu sendiri yang membentuk anda masuk dalam kategori tesebut.

Tapi kitalah yang menentukannya untuk menangani Black Swan diri kita sendiri untuk memilih kategori mana kita akan masuk. Mengendalikan Black Swan berarti kompetisi di luar kurva normal harus konsisten dibentuk mulai tidak menyukai resiko membuat institusi pendidikan kita menjadi rusak parah dan tidak jelas. Resiko yang membuat diri kita mengalami potensi kerugian yang besar dan rentan terhadap kualifikasi kompetensi mendatang. Kita analogikan perilaku paranoia produktif tersebut ke dalam perumpamaan sebuah kamera memiliki fitur zoom in/zoom out, kita sebagai pendidik atau siapapun harus terus memiliki fokus secara obsesif terhadap objek foto (tujuan kita) dan superwaspada terhadap perubahan di dalam landscape foto, perubahan cuaca (lingkungan ekstrem).

Dalam praktik men-zoom out kamera kita harus bisa merasakan perubahan dalam kondisi apapun; menakar kerangka waktu, berapa banyak waktu sebelum profil foto (resiko) berubah, kemudian disiplin konsistensi sadar diri apakah hal tersebut menuntut perubahan rencana. Jika ada perubahan, ubah dan atur lensa kamera anda (zoom in) berfokus pada eksekusi unggul terhadap rencana dan tujuan. Pertanyaan yang muncul, ketika kita menimbang ancamanancaman dan bahaya-bahaya terbesar yang akan dihadapi Universitas/ Institusi Pendidikan, berapa lama sebelum profil resiko itu berubah kita dapat berbuat Asumsi umum mengatakan bahwa perubahan itu sulit.

Namun, jika perubahan memang demikian sulit, mengapa kita melihat kian banyak bukti adanya perubahan radikal institusi pembanding yang tidak kalah sukses, intinya perubahan bukanlah hal tersulit. Hal yang jauh lebih sulit ketimbang menerapkan perubahan adalah mencari tahu apa yang bekerja, memahami mengapa itu dapat berhasil, dan sadar kapan harus berubah, dan mengetahui kapan kita tidak mesti berubah. Semua sering menyalahkan pencapaian yang sedang-sedang saja karena ketidaksediaan untuk berubah, apapun itu, tapi ciri pencapaian sedang-sedang saja adalah inkonsistensi kronis.

Dan secara sadar keberuntungan bukanlah strategi. Pertanyaan terakhir yang saya ingin ajukan apa yang menjadi sebab-musabab kekacauan dan ketidakpastian itu apakah karena tingkat ekonomi di Indonesia Penulis berpendapat tidak sepenuhnya. Ada sejumlah pendorong bersifat ekonomi, seperti meningkatnya kompetensi global, model bisnis yang bergerak cepat. Namun, sumber ketidakstabilan jelas datang jauh dari luar ekonomi, seperti peraturan pemerintah (deregulasi), pembelajaan pemerintah yang tidak disiplin, resiko politik, teknologi yang merusak. Kemudian, akan ada gangguan yang sepenuhnya baru dan kekuatankekuatan acak yang belum terlihat. Semoga pemaparan disiplin di luar kurva normal, pemikiran empiris kreatif dan paranoia produktif bisa menjawab permasalahan kita bersama. Aamiin.

Arry Hutomo MDKSP , S.Si., M.T. (Dosen UTama, Ka.Biro Renbang)