Home Blog Page 24

Pengabdian Kepada Masyarakat, UTama Membagikan Masker

Pengabdian Kepada Masyarakat, UTama Membagikan Masker

UTama di tengah pandemi COVID-19 melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membagikan sekitar 1500 masker kepada masyarakat sekitar kampus Jalan Cikutra No. 204-A, Bandung. Sebanyak 25 mahasiswa UTama turut serta membagikan masker kepada warga pada Senin, 4 Mei 2020 lalu.

Rektor UTama – Prof. H. Obsatar Sinaga hadir langsung memberikan arahan kepada mahasiswanya, didampingi Dr. Deden – Wakil Rektor Bidang Keuangan dan SDM, Prof. Dadang Suganda – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Rektor memuji mahasiswa yang turut serta pada kegiatan ini, terlebih dilangsungkan di saat bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah. Ia pun mengingatkan mereka, agar di saat pembagian masker tetap melakukan prosedur tetap (protap) pandemic COVID-19.

Sebenarnya kami sudah melakukan beberapa hal dalam upaya memutus pandemi COVID-19. Seperti pemberian alat disinfektan, penyemprotan disinfektan di sekitar lingkungan kampus, dan dalam kampus. Termasuk sekarang pembagian 1500 masker ini Senin, 4 Mei 2020 lalu.

Dalam pelaksanaan kegiatan bekerjasama dengan pemerintahan setempat dari mulai tingkat RT, RW, Kelurahan Sukapada, Kecamatan dan Polsek Cibeunying Kidul. Kegiatan ini dalam upaya memutus mata rantainya, tapi ini belum menyelesaikan masalahnya. Karena virus itu tidak pernah mati, tetapi akan bermutasi, artinya virus itu hanya bisa ditangani dengan obat atau vaksin, terang Prof. H. Obsatar.

Ini merupakan kepedulian kami, cara kami. Kebetulan di kami tidak ada jurusan yang berkaitan dengan medis. Sehingga tidak bisa melakukan langkah-langkah yang lebih spesifik mengenai pengobatan. Namun kami punya klinik, turut serta membantu turun ke masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi kepada mereka bahwa COVID-19 sangat berbahaya, imbuhnya.

Sedang Kepala Biro Kemahasiswaan UTama – Pawit Wartono, SE., MM., yang mendampingi mahasiswan di lapangan mengungkapkan, pihaknya ingin berpartisipasi dalam membantu penanganan pandemi COVID-19. Pada kesempatan ini melibatkan sekitar 25 mahasiswa. Terdiri dari 15 orang dari pemerintahan mahasiswa, 5 orang dari MPM serta 6 orang dari Resimen Mahasiswa, kata Pawit.

Hari ini kami membagikan masker total 1.500 buah. Periode pertama hari ini membagikan 1000? buah. Sisanya akan dibagikan tanggal 15 Mei 2020, berbarengan dengan

kegitan bakti sosial membagikan sembako, tambahnya. Masker tersebut dibagikan ke warga terdekat di daerah kampus Widyatama, seperti di RW 1 RW 2, RW 3, RW 11 dan RW 15.

Semoga ada nilai tambah dari kegiatan ini. Karena yang saya ketahui masker medis kini agak sulit didapat, kalau ada juga kemungkinan harganya mahal. Bantuan dari Widyatama ini semoga benar-benar bermanfaat. Menurutnya bisa terlaksananya kegiatan baksos tersebut tidak terlepas dari dukungan pihak Yayasan Widyatama serta Rektor UTama yang hadir langsung. (HmsUTama ? 03Mei2020)

UTama Peringkat 6 Besar Perguruan Tinggi Jawa Barat

UTama Peringkat 6 Besar Perguruan Tinggi Jawa Barat

Universitas Widyatama berhasil menduduki peringkat 10 besar (peringkat ke-6) perguruan tinggi ternama di Jawa Barat dan Banten, dalam publikasi jurnal internasional akademik terindeks Scopus yang diumumkan, Rabu 6 Mei 2020 lalu. Scopus merupakan pangkalan data pustaka artikel jurnal akademik milik Elsevier yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.

Hal itu tidak terlepas dari kebijakan Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor UTama yang memberlakukan setiap penelitian dosen dipublikasikan di jurnal internasional. Termasuk untuk mahasiswanya yang akan lulus kuliah.

Setelah melakukan penelitian biasanya membuat laporan penelitian yang diserahkan ke perpustakaan, masuk ke repositori (tempat penyimpanan). Sekarang semua itu saya ubah, hasil penelitian harus masuk ke jurnal, berakhir di jurnal. Dihitung key performance indicator (KPI) mereka dari jurnalnya. Oleh sebab itu kita bisa mengejar peringkat, jelas Prof. H. Obsatar, Jumat, 8 Mei 2020 di kampus UTama Jalan Cikutra, No. 204 A, Bandung.

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan capaian prestasi seluruh civitas akademika UTama yang didukung penuh Yayasan Widyatama.

Ini anugerah, kami bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan YME, bahwa UTama bisa menduduki peringkat ke-6. Yayasan Widyatama ingin memperbaiki penelitian dan karya-karya ilmiah berskala internasional, kata Prof. H. Obsatar. Tiap tahun UTama menargetkan 500 jurnal internasional bagi dosen Widyatama untuk dipublikasikan. Namun diperkirakan jumlahnya bisa saja lebih dari itu.

Sementara untuk peringkat SINTA dari? http://sinta.ristekbrin.go.id/home/topaffiliations, UTama berada diurutan ke-34 perguruan tinggi negeri swasta ternama Indonesia. Namun biasanya hal itu akan diumumkan Agustus 2020. Di tahun 2019 UTama menduduki top 100 perguruan tinggi ternama nasional (peringkat ke-95). Ada beberapa variabel?yang dinilai, di antaranya kemahasiswaan, pengabdian kepada masyarakat dan lainnya. Mengenai target ke depan setelah tercapai indeks scopus yang berada di peringkat ke-6, ia pun menyampaikan bahwa Widyatama ingin masuk QS rating dan di tahun 2021 masuk QS world university rangkings.

Sebenarnya keinginan ini merupakan sebuah keniscayaan saja. Tetapi intinya kami ingin terus meningkatkan segi pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi). Maksimalkan di situ terus, memperbaiki kelembagaan dan memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa. jelas Prof. H. Obsatar.

Sedangkan terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di tengah pandemi COVID-19, yakin bisa menerima mahasiswa baru sesuai yang diharapkan (kurang lebih 3000 mahasiswa baru) karena Widyatama memiliki pangsa pasar tersendiri. Yang kuliah di Widyatama itu umumnya turun-temurun, sehingga kami diberi kepercayaan tinggi oleh mereka. Termasuk lulusan Widyatama yang biasanya mudah bekerja, maksimal tiga bulan lulus sudah diterima bekerja diberbagai perusahaan termasuk puluhan perusahaan ternama di Indonesia, jelas Prof. H. Obsatar.

Selama pandemi COVID-19, perkuliahan di Universitas Widyatama tetap berjalan dengan sistem daring, termasuk yang sedang menulis skripsi dan tesis. Berikut peringkat lembaga dan perguruan tinggi di Jawa Barat dengan pencapaian top 10 publikasi indeks Scopus sampai Rabu, tanggal 6 Mei 2020 adalah:

1) Institut Teknologi Bandung,?14.332; 2) Universitas Padjadjaran,?4.704; 3) Universitas Pendidikan Indonesia,?2.910; 4) Telkom University,?2.491; 5) UIN Sunan Gunung Djati,?698;

6) Universitas Widyatama,?661; 7) Universitas Katolik Parahyangan,?556; 8) Universitas Komputer Indonesia, 530; 9) Hasan Sadikin Hospital, 394; 10)? Universitas Kristen Maranatha,?316. (HmsUTama ? 08Mei2020)

Ketua Yayasan Widyatama Sebagai Peneliti Terbaik

Ketua Yayasan Widyatama Sebagai Peneliti Terbaik

 

Baru-baru ini UTama meraih prestasi yaitu, tiga jajaran pimpinan masuk dalam 500

peneliti terbaik versi Indonesia versi Science and Technology Index (SINTA) tahun 2020. Menteri Kementrian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) – Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro mengumumkan pemeringkatan versi Science and Technology Index SINTA series 1 tahun 2020 tersebut bersamaan dengan pengumuman 500 peneliti terbaik di Indonesia, secara daring, Kamis 28 Mei 2020 lalu.

Pada pengumuman itu Djoko Roespinoedji mendapat skor 1823,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 5 dan Google h-indek 5. Prof. Obsatar Sinaga – Rektor Universitas Widyatama, mendapat skor 3291,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 8, Google h-indek 9, sedangkan Prof. Haizam mendapat skor 3559,5 (penilaian selama tiga tahun) dengan nilai Scopus h-indek 7, Google h-indek 7.

Ketiganya aktif melakukan penelitian termasuk dalam publikasi ilmiah atau prosiding di jurnal internasional. Mereka juga pernah berkolaborasi mengharumkan nama Indonesia, dengan meraih Silver Award pada event ke-10 International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (PECIPTA, tahun 2019) di Malaysia. Event tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, tanggal 22-23 September 2019 lalu, di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Tercatat ada sekitar 700 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan industri di Malaysia dan negara lainnya yang ikut serta pada event itu.

Djoko menjelaskan kampusnya akan terus menggelorakan pentingnya penelitian yang dipublikasikan, seperti publikasi karya ilmiah di jurnal internasional Scopus. Scopus merupakan basis data sitasi atau jurnal ilmiah yang dimiliki oleh Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan tahun 2004 oleh Elsevier, salah satu penerbit terkemuka di dunia.

Capaian ini diharapkan bisa lebih meningkat di tahun-tahun berikutnya. Selain tentunya sebagai penyemangat bagi kami dan rekan-rekan dosen, termasuk mahasiswa UTama untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah yang dipublikasikan. Ia akan mendukung penuh upaya civitas akademikanya menjadi kampus berbasis praktek dan penelitian. Tidak menitik beratkan pada teori, tegasnya, Sabtu, 6 Juni 2020 lalu.

Perlu diketahui selama ini kurikulum di perguruan tinggi umumnya masih mengadopsi metoda pembelajaran klasik yang lebih menitikberatkan teori ketimbang praktek. Widyatama akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)nya dengan mendukung dan memberi stimulus para dosen dan mahasiswa melakukan riset dan penelitian. Saat ini tercatat sekitar 280 dosen dan belasan ribu mahasiswa.

Djoko optimis dengan rencana UTama menjadi kampus berbasis riset dalam waktu dekat akan terwujud. Hal itu tidak terlepas dari dukungan jajaran pentingnya di UTama. (HmsUTama ? 7Juni2020)

 

UTama Sepakati MoU Dengan Universitas Kuningan Tingkatkan Publikasi Jurnal

UTama Sepakati MoU Dengan Universitas Kuningan Tingkatkan Publikasi Jurnal

 

Universitas Kuningan/Uniku ?menjalin kerja sama dengan Universitas Widyatama/UTama. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar secara virtual, dilanjut dengan Webinar Nasional dengan mengangkat tema Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi, Kamis 18 Juli 2020) lalu.

Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., Rektor Universitas Kuningan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MoU antara Unika dan UTama sudah direncanakan sejak lama dan sempat beberapa kali tertunda akibat Pandemi COVID-19. Tetapi, alhamdulillah, walaupun dilakukan secara virtual kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan lancar.

Rektor Uniku menyampaikan ucapan terima kasih kepada UTama yang berkenan bekerja sama dengan Uniku. UTama adalah salah satu universitas besar di Jawa Barat dan tentu memiliki pengalaman yang cukup mumpuni untuk menjadi sebuah universitas yang berkualitas.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa kerja sama itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan Uniku untuk berdiri sejajar dengan perguruan tinggi lainnya. Dua minggu yang lalu, Universitas Kuningan merayakan Dies Natalis yang ke-17. Di usia yang masih relatif muda ini kami mempunyai mimpi untuk bisa berdiri sejajar dengan perguruan tinggi lain. Nah, kata kuncinya tentu harus lebih keras belajar. Belajar ini dapat dilakukan salah satunya elalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Rektor Uniku pun berharap kerjasama tersebut dapat digunakan sebagai ??sarana mengembangkan berbagai potensi yang ada di civitas akademikanya. Karena itu, kerja sama ini diharapkan akan menjadi awal untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di UTama ataupun di Uniku, dan juga menjadi gerbang untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, khususnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, kata Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., Rektor Unika.

Sementara itu Ketua Yayasan Widyatama, Djoko S. Roespinoedji, SE., PG., Dip. mengatakan kerja sama antara UTama dan Uniku sebagai upaya untuk mengembangkan daya saing perguruan tinggi sekaligus menguatkan citra dan mutu perguruan tinggi. Ucapan terima kasih kami sampaikan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Universitas Widyatama. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi atau kerja sama antar perguruan tinggi yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan daya saing dan mutu perguruan tinggi sehingga semakin dipercaya oleh masyarakat dan bermanfaat bagi kita semua, ujarnya.

Ia juga mengungkapkan UTama menduduki peringkat cukup strategis di antara perguruan tinggi di Indonesia. Tahun 2019 menduduki peringkat 95 dari 4.682 perguruan tinggi di Indonesia versi Kemenristekdikti. Di samping itu, UTama berada di peringkat ke-6 se-Jawa Barat versi Unirank dan telah menerbitkan 661 artikel dengan jumlah dosen 273 orang dalam jurnal terindeks Scopus sejak Oktober 2018.

Sementara itu, ?Prof. H. Obsatar Sinaga – Rektor UTama menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk lain kerjasama antar perguruan tinggi. Terlebih LLDIKTI Wilayah IV Jabar & Banten telah menunjuk UTama membantu perguruan tinggi yang ada dalam hal peningkatan kualitas penulisan dan publikasi jurnal internasional terindek Scopus. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa LLDIKTI Wilayah IV meminta agar rekan-rekan perguruan tinggi yang ada di Jabar & Banten dibantu dalam menulis jurnal.

Uniku adalah salah satu kampus yang telah menandatangani MoU, kata Prof. H. Obsatar yang memiliki personal garansi dalam menerbitkan jurnal internasional terindek Scopus di Eropa dan Amerika Serikat.

Slot yang akan diberikan kepada Unika, menurutnya UTama akan memberikan 500 slot publikasi jurnal internasional. Jadi setiap universitas yang bekerja sama kami tawarkan 500 artikel dalam satu tahun. Kalau mampu mereka ambil ya silakan, tapi umumnya di angka 100 artikel jurnal internasional yang akan dipublikasikan oleh setiap kampus yang telah melakukan MoU, imbuh Prof. H. Obsatar. Setelah MoU ke depan akan dilakukan MoA untuk menentukan bagaimana tidak lanjut kolaborasi penulisan jurnal internasional antara dosen Unika dan UTama.

Setelah penandatanganan? MoU dilanjutkan Webinar Nasional mengenai penulisan jurnal internasional dengan pemateri Prof. H. Obsatar. Webinar membahas berbagai cara menghadapi jurnal internasional, bersikap kepada jurnal yang diskontinu serta memahami bagaimana jurnal yang mengalami upgrading.

Prof. H. Obsatar pun menunggu rekan-rekan perguruan tinggi lainnya melakukan MoU juga MoA, sebagai upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi, khususnya dalam publikasi jurnal internasional. Kami tidak mau maju sendiri, ingin berbagi dengan kampus lainnya, jelas Prof. H. Obsatar. (HmsUTama ? 19Juni2020)

UTama Gelar Bursa Kerja Online, sebagai Kepedulian Terhadap Masyarakat

UTama Gelar Bursa Kerja Online, sebagai Kepedulian Terhadap Masyarakat

Banyak dampak dirasakan berbagai pihak akibat pandemi COVID-19 yang tengah melanda tanah air selama lima bulan terakhir ini.Salah satunya pengangguran baru bertambah karena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kekhawatiran tidak bisa terelakan. Mereka yang terkena PHK kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, karena tidak berpenghasilan layaknya saat mereka bekerja.

Begitu juga lulusan yang baru menyelesaikan studi, menunggu wisuda di perguruan tingginya, sekaligus berusaha mendapatkan pengalaman dan pekerjaan. Melihat kondisi itu Universitas Widyatama (UTama) tergerak hadir serta berusaha memberikan solusi di tengah pandemi.? Yakni, menggelar bursa kerja/Career Day UTama 2020 dalam jaringan ?selama 19 hari. Career Day tersebut dihelat dari tanggal 24 Juli-15 Agustus 2020.

Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M. Si., Rektor Universitas Widyatama menjelaskan bahwa apa yang dilakukan ini, merupakan jawaban terhadap kekhawatiran banyak orang yang ingin memperoleh pekerjaan. Tidak sedikit masyarakat yang berpikir apakah di tengah pandemi ini betul-betul banyak perusahaan yang tidak membutuhkan tenaga kerja. Apakah betul bahwa semua perusahaan kemudian memberhentikan pegawainya. Ataukah mereka memang tidak pernah melakukan pembaharuan terhadap pegawai. Ternyata jawabannya, mereka masih membutuhkan pekerja, mereka masih menerima pegawai baru, mereka harus melakukan pembaharuan pembaharuan sistem kerja mereka, kata Prof. H. Obsatar, Jumat 24 September 2020 lalu.

Awalnya banyak kalangan sempat bertanya juga kenapa mengadakan bursa kerja/Career Day di masa pandemi. Ternyata kami mendapat sambutan dari banyak perusahaan terutama dari puluhan perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Univeristas Widyatama dan telah melakukan MoU. Mereka bersepakat agar kami dapat membantu memfasilitasinya antara pencari kerja dan perusahaan itu, jelasnya.

Saat ditanya kenapa selama 19 hari? Rektor mengungkapkan bahwa hal itu untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pencari kerja. Berharap dengan waktu yang panjang tersebut bisa menjaring calon tenaga kerja yang sebenarnya membutuhkan pekerjaan, terangnya. Terlebih angka 19 tersebut sama dengan usia Universitas Widyatama yang berulang tahun di bulan Agustus (tanggal 2 Agustus).

Khawatir informasi Bursa Kerja ini tidak langsung diketahui oleh seluruh masyarakat. Kami memberikan informasi melalui medsos. Atas penyelenggara itu Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) rencananya memberikan penghargaan kepada Kampus UTama sebagai penyelenggaran Career Day Online terlama di Indonesia.

Ternyata ihktiar kami mendapat perhatian dari pihak MURI, dan rekan-rekan mendorong kami untuk mendaftarkannya ke rekor MURI. Intinya dengan kegiatan Career Day kami bersyukur bisa membantu masyarakat, sekaligus memecahkan persoalan bangsa dalam hal perekrutan tenaga kerja, tegas Prof. Obsatar.

Sementara itu Ketua Pelaksana, Pipin Sukandi mengatakan Career Day UTama online tersebut memiliki animo tinggi, diikuti 30 perusahaan. Perusahaan besar ikut besar, mereka memiliki kebutuhan tenaga kerja baru yang banyak. Ada beberapa lowongan kerja yang memang belum terisi. Kami memilih perusahaan yang turut serta dan ada juga yang tidakak bisa ikut. ?Karena dilakukan secara online, perusahaan melakukan presentasinya melalui aplikasi zoom. Per-harinya ada sekitar dua atau tiga perusahaan melakukan presentasi terhadap pencari kerja. Umumnya setiap hari kegiatan dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00.

Lebih lanjut Pipin menjelaskan setiap perusahaan diberi waktu selama 2 jam, pada setiap sesi peserta atau pencari kerja dibatasi untuk 500 orang. Selanjutnya Perusahaanmemberikan informasi lanjutan apakah si pelamar kerja bisa mengirimkan CV via email ataupun melakukan sesi tanya jawab langsung terhadap peserta. Di hari pertama, Jumat 24 September 2020 tercatat sekitar 1000 orang mengikuti atau mencari lowongan kerja.

Awan Rahargo perwakilan MURI menyatakan apabila pelaksanaan Career Day? bisa berjalan mulus selama 19 hari, maka Kampus UTama akan mendapatkan penghargaan rekor MURI untuk kali kelima. Serta sebagai penyelenggara bursa kerja online terlama dan kali pertama di Indonesia.

Awan Rahargo menyatakan bahwa apabila tercapai, maka Widyatama sudah menjadi bagian keluarga besar MURI. Sebelumnya UTama sudah empat kali meraih penghargaan rekor MURI, yaitu Widyatama berpagar buku, seminar terlama se-Indonesia selama 39 jam nonstop, sesuai dengan ulang tahun Yayasan Widyatama ke 39, salah satu dosen Fakultas Teknik sebagai penulis buku IT dan pengarang buku terbanyak, dan mengadakan pameran jobfair terlama 48 jam nonstop. Berikut perusahaan beberapa perusahaan yang berpartisipasi: ?Bank Mandiri, PT. Pharos Indonesia, PT. OCBC NISP, PT. Adi Makmur Sentosa/Orang Tua Grup, dll. (HmsUTama ? 24Juli2020)

Tingkatkan Passive Income Melalui Investasi Saham

Tingkatkan Passive Income Melalui Investasi Saham

 

Universitas Widyatama (UTama) memiliki perhatian besar kepada masyarakat luas. Hal itu merupakan bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Salah satunya sebelum pandemi Covid 19 – para Dosen UTama melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) terhadap mahasiswa Fakultas Bisnis Manajemen (FBM). Kegiatan diselenggarakan selama satu hari di Gedung K Universitas Widyatama, Jalan Cikutra No. 204-A.

Kegiatan ini kolaborasi antara dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen, dan ?PT Phintraco Sekuritas selaku praktisi pasar modal, kata Dr. Deden Sutisna, M.N., S.E., M.Si., Wakil Rektor II, Bidang Keuangan dan SDM, yang saat itu menjadi Dekan FBM dan ketua Cluster 14.

Para peserta antusias menerima ilmu baru mengenai saham. Mereka berharap dapat segera mempraktekannya secara langsung. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang sudah menanyakan bagaimana prosedur menjadi seorang investor di pasar modal. Mereka berharap kegiatan serupa bisa diadakan secara berkesinambungan.

Agar para mahasiswa yang antusias, berinvestasi di pasar modal dapat merealisasikan dan praktek secara langsung dengan bertransaksi saham. (HmsUTama ? 25Juli2020)

Di Usia 19 Tahun, UTama Berusaha Raih Peringkat 60 PT Nasional

Di Usia 19 Tahun, UTama Berusaha Raih Peringkat 60 PT Nasional

 

Universitas Widyatama/UTama menargetkan masuk minimal 50 atau 60 besar universitas terbaik se-Indonesia di 2020. Optimisme ini didasari salah satunya capaian Universitas Widyatama di 2019 yang masuk peringkat ke 95 universitas terbaik se Indonesia.

Menurut Ketua Yayasan Widyatama, Djoko S. Roespinoedji, momentum ulang tahun ke-19 yang jatuh pada Senin 2 Agustus 2020 ini menargetkan UTama masuk 50 atau 60 universitas terbaik se-Indonesia. Target tersebut diyakini bisa diraih dengan kerjasama tim mulai dari prodi, biro-biro, unsur pimpinan dan rektorat semua bersatu untuk merealisasikannya.

Peringkat ke-95 universitas terbaik secara nasional memang capaian baik dan patut dipertahankan, dan harus ditingkatkan lagi. Kita tentu punya strategi dan mudah-mudahan progres yang saat ini kita lakukan mampu merealisasikan target tersebut, tuturnya usai acara HUT Universitas Widyatama ke-19 di Bandung, 3 Agustus 2020.

Selain target masuk peringkat 50 atau 60 universitas terbaik se-Indonesia, lanjut Djoko, di usianya yang ke-19 ini Universitas Widyatama akan tetap konsisten berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui pendidikan berkualitas, baik untuk skala Jawa Barat maupun nasional. Sebab, hanya melalui pendidikan berkualitas dan mumpunilah sebuah negara bisa maju, dan mampu bersaing dengan negara lain.

Insyallah Universitas Widyatama akan terus berupaya semakin baik, dan kita sudah menunjukkannya, salah satunya pandangan-pandangan atau pikiran Rektor Universitas Widyatama menjadi rujukan pemerintah dalam membuat kebijakan. Artinya pikiran kita selama ini sejalan dengan pemerintah, strategi kita untuk meningkatkan pendidikan tinggi sama dengan pemerintah atau Univeritas Widyatama on the right track dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tegasnya.

Djoko menambahkan, sebagai bentuk rasa syukur di ulang tahun ke-19 ini Universitas Widyatama akan melakukan berbagai kegiatan salah satunya orasi ilmiah yang konsepnya tentu saja akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Kemudian, akan melakukan webinar dengan topik yang akan diangkat ihwal peningkatan kualitas pendidikan dan evaluasi kurikulum di tengah pandemi Covid-19.

Ditempat yang sama, Rektor Universitas Widyatama Prof. Obsatar Sinaga menambahkan optimisme Univeritas Widyatama masuk 50 atau 60 universitas terbaik se-Indonesia di 2020 salah satunya out put artikel yang dipublikasikan di Scopus. Universitas Widyatama sampai saat ini sudah mampu mempublikasikan dokumen artikel atau jurnal internasional sekitar 914. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan Universitas Islam Negeri (UIN) yang 700 artikel atau jurnal internasional.

Saya sangat berharap di usia 19 tahun ini? Universitas Widyatama masuk 50 atau 60 universitas terbaik se-Indonesia. Saat ini kita sudah melakukan proses pemeringkatan yang diikuti lebih dari 4.800 universitas. Tak hanya target masuk 50 atau 60 universitas terbaik, Universitas Widyatama pun berharap akan semakin fokus untuk mengabdi kepada masyarakat melalui pendidikan dengan melakukan peningkatan pendidikan. (HmsUTama ? 03Ags2020)

Pelatihan Calon Asesor LSP-BNSP, Tingkatkan Kualitas Lulusan

Pelatihan Calon Asesor LSP-BNSP, Tingkatkan Kualitas Lulusan

Universitas Widyatama (UTama) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, salah satu unsur penting adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal dan kompeten. Komitmen tersebut diwujudkan UTama dengan menggelar pelatihan calon asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UTama ke-1.

Pelatihan diikuti 48 orang calon asesor UTama, dan dilaksanakan di kampus UTama selama lima hari, dari tanggal 3-7 Agustus 2020 lalu.

Pelatihan calon Asesor LSP-BNSP ini meliputi 18 skema kompetensi, yang terdiri dari bidang ekonomi manajemen, akuntansi, teknik, desain komunikasi visual dan Bahasa Inggris. Sedangkan pemateri disampaikan langsung oleh master asesor termasuk tim pengujinya.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftakul Azis. Dalam pembukaan kegiatan pelatihan tersebut beliau menjelaskan, bahwa asesor kompetensi adalah personil yang nantinya melakukan asesmen kompetensi atau uji kompetensi pada saat LSP di Universitas Widyatama sudah beroperasi. Asesor merupakan personil yang sangat penting, sumber dasar sertifikasi yang harus dimiliki setiap LSP pada saat memproses izin lisensi ke BNSP. Karena asesor kompetensi adalah salah satu sumber daya utama, untuk bisa melakukan sertifikasi kompetensi. ?Untuk kitu, saya sangat berharap peserta dapat mengikuti dengan baik dalam waktu yang relatif singkat, sehingga pada akhir para peserta pelatihan sudah dinyatakan kompeten terhadap kompetensi asesor, jelas Mifkatul Aziz, Senin, 3 Agustus 2020 lalu.

Lebih lanjut Mifkatul mengatakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh asesor kompetensi ada tiga, yaitu kompetensi merencanakan asesmen, melaksanakan asesmen dan memberikan kontribusi dalam validasi asesmen. Hal itu yang dilatihkan selama empat hari ini.

Atas apa yang dilakukan oleh UTama melaksanakan kegiatan pelatihan calon asesor LSP, Mifkatul sangat mengapresiasi. Tentu ini adalah bagian penting, bahwa ke depan Universitas Widyatama mempunyai kontribusi yang positif. Kontribusi yang besar terhadap pembangunan SDM yang kompeten. Termasuk SDM yang berkualitas, SDM unggul yang diakui kompetensinya oleh industri. Dalam kontek ini, profesi-profesi lulusan Universitas Widyatama akan semakin cepat membangun ekosistem SDM kompeten dan unggul di Indonesia, pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UTama – Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M. Si. mengatakan rasa bangga atas dukungan BNSP dan hadirnya para master asesor handal, sehingga bisa meningkatkan mutu proses pelayanan pendidikan di UTama agar semakin meningkat.

Ia menambahkan bahwa LSP Universitas Widyatama baru dirintis pada November tahun 2019. Bertujuan untuk memperkuat tingkat kompetensi mahasiswa di semua fakultas di lingkungan UTama. Semua lulusan Universitas Widyatama wajib memiliki sertifikasi pada saat mereka lulus atau keluar menjadi alumni sehingga dapat berdaya saing tinggi, pungkas Rektor UTama. (HmsUTama ? 08Ags2020)

Unit Perpustakaan Kembali Raih Akreditasi A

Unit Perpustakaan Kembali Raih Akreditasi A

Perpustakaan Universitas Widyatama (UTama) kembali meraih capaian akreditasi perpustakaan dengan nilai A.? Capaian tersebut sebagai bentuk komitmen semua jajaran UTama, unit Perpustakaan dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik menjadi lulusan yang mampu berkontribusi di masyarakat.

Kepala Perpustakaan UTama, Cucu Hodijah, S.Sos., M.M. menerima langsung sertifikat akreditasi perpustakaan dari Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi. Sertifikat diserahkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jalan Salemba No. 28 A Jakarta, pada Jumat 7 Agustus 2020 lalu. Penerimaan akreditasi A ini menjadi kado manis di hari jadi UTama ke-19, 2 Agustus 2001.

Atas capaian Perpustakaan UTama mempertahankan nilai akreditasi A, Drs. Supriyanto, M.Si., Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi memberikan apresiasi dan selamat.

Saya berpesan untuk tidak berpuas diri dengan nilai yang diperoleh, serta tetap meningkatkan kualitas pelayanannya kepada pengguna perpustakaan di Universitas Widyatama, tegasnya. (HmsUTama ? 10Ags2020)