Home Blog Page 4

Pelantikan Ketua ORMAWA Universitas Widyatama Masa Bakti 2025/2026

0

Sebanyak 45 Ketua  Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Universitas Widyatama  resmi mengemban amanah baru setelah dilantik untuk masa bakti 2025/2026. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Ruang Seminar Lantai 6 Gedung B pada Rabu, 23 Juli 2025 lalu menjadi momentum penegasan kembali komitmen ORMAWA sebagai ujung tombak dalam menorehkan prestasi mahasiswa. Acara dihadiri jajaran rektorat dan menjadi titik awal perjuangan para pemimpin muda tersebut.

Prosesi pelantikan berjalan dengan tertib dan terstruktur. Acara diawali sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan, Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. yang memberikan wejangan mendalam kepada para ketua baru. Selanjutnya, suasana menjadi lebih formal saat Kepala Bagian Minat, Bakat, Organisasi Kemahasiswaan, dan Internasionalisasi, Edi Witono, S.M., (MOS) membacakan Surat Keputusan Rektor tentang pengangkatan para ketua ORMAWA.

Satu per satu nama ketua ORMAWA dipanggil ke depan menerima amanah secara simbolis. Puncak komitmen mereka diwujudkan melalui penandatanganan pakta integritas, yang diwakili oleh Muhammad Rizki dari program studi Manajemen S1, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Acara ditutup dengan pembacaan janji pengurus yang diikuti serentak oleh seluruh ketua ORMAWA yang baru dilantik, menandai kesiapan mereka bekerja dan berprestasi.

Menjaga Tradisi Prestasi ORMAWA

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. menekankan peran krusial ORMAWA sebagai “lokomotif bagi pencapaian prestasi mahasiswa.” Beliau mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, terutama dalam mempertahankan reputasi Universitas Widyatama yang berada pada level unggul di klaster dua. Universitas menaruh harapan besar agar prestasi gemilang di tahun 2024 dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2025.

Jadikan ini sebagai awal untuk menghadirkan prestasi yang membanggakan bagi almamater kita bersama. Saya sangat berharap agar ORMAWA yang dilantik hari ini dapat terus merancang kegiatan yang terukur dan berdampak di sepanjang masa jabatan,” tegas Prof. Reiza. Beliau juga mendorong para pimpinan ORMAWA untuk menerjemahkan visi misi universitas ke dalam program kerja yang nyata, terutama dalam mendukung kegiatan PKM yang menjadi parameter unggulan nasional.

Lebih lanjut, Prof. Reiza menegaskan bahwa kontribusi ORMAWA sangat vital untuk menjaga dan meningkatkan akreditasi program studi serta institusi menuju peringkat unggul. Universitas, menurutnya akan selalu memberikan dukungan maksimal terhadap setiap program kerja yang dirancang untuk membangun kualitas prestasi mahasiswa yang lebih baik.

Kolaborasi dan Dukungan Penuh untuk ORMAWA 

Semangat baru ini disambut dengan antusiasme dan sedikit rasa gugup oleh para ketua terpilih. Immaculatta Gabrielle, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) mengungkapkan perasaannya. “Perasaan aku sih udah pasti seneng tapi di satu sisi agak gugup juga karena kan abis ini menjabat sebagai ketua MPM yang tugasnya gak mudah. Untuk saat ini, aku ingin membuat supaya KM Utama bisa berkolaborasi dan bersatu,” ujarnya. Harapannya, seluruh ORMAWA dapat lebih mengeksplorasi kemampuan dan membawa nama Widyatama lebih berjaya.

Kepala Bagian Minat, Bakat, Organisasi Kemahasiswaan, dan Internasionalisasi, Edi Witono, S.M., (MOS) Edi Witono, S.M., (MOS) menyatakan komitmennya mendukung program kerja ORMAWA yang selaras dengan visi misi universitas. “Kami akan selalu mendukung program kerja organisasi, terutama yang berkaitan dengan empat poin utama yaitu prestasi, kaderisasi, internasionalisasi, dan kegiatan yang dapat mengangkat citra positif Universitas Widyatama,” jelas Edi.

Selamat kepada semua Organisasi Kemahasiswaan yang telah resmi dilantik hari ini. Mudah-mudahan, kalian bisa menjalankan amanah dari rektorat sebaik-baiknya untuk mendukung visi misi Universitas Widyatama,” pungkasnya. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak awal bagi para pemimpin muda untuk berkarya dan mengangkat marwah almamater di kancah yang lebih luas. (UTama, 23 Juli 2025)

Apresiasi Mahasiswa Berprestasi – Widyatama

0

Universitas Widyatama kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan talenta dengan menggelar “Apresiasi dan Pagelaran Seni 2025” pada Sabtu, 26 Juli 2025 lalu. Bertempat di Gedung Serbaguna (GSG), acara ini menjadi puncak penghargaan bagi 163 mahasiswa, pembina, serta pelatih organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang telah menorehkan prestasi gemilang sepanjang tahun akademik 2024/2025. Dengan total dana apresiasi mencapai lebih dari 200 juta rupiah, kegiatan ini bertujuan memicu semangat kompetisi dan sebagai wujud nyata apresiasi mahasiswa berprestasi di lingkungan kampus.

Acara yang dihadiri Rektor beserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung penuh setiap pencapaian mahasiswa. Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. dalam sambutannya menyatakan bahwa prestasi mahasiswa adalah salah satu pilar utama membangun dan menciptakan universitas yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi Mahasiswa Fondasi Kampus Unggul

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pencapaian yang diraih para mahasiswa bukan hanya kebanggaan individu, melainkan kontribusi nyata bagi lembaga. Menurutnya, pengalaman dan pengorbanan yang dilalui untuk meraih sebuah prestasi akan membentuk karakter mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Sebuah prestasi adalah modal untuk sukses di hidup yang akan datang. Karena berprestasi itu tidak semudah yang dibayangkan, ada pengorbanan diri, jiwa, tenaga, dan pikiran,” ujar Prof. Dadang. Ia menambahkan bahwa seluruh pencapaian ini akan tercatat dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang menjadi portofolio berharga bagi lulusan saat memasuki dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kemahasiswaan, I Gede Nyoman Wisnu Satyadharma, S.T., M.Sn. merinci bahwa penghargaan diberikan berdasarkan Surat Keputusan Rektor. Total 618 prestasi yang diraih oleh 163 mahasiswa berasal dari berbagai bidang, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Di antara penerima apresiasi, terdapat pula empat mahasiswa yang menerima beasiswa khusus sebagai influencer kampus.

Ekspresi Bangga, Motivasi dari Para Juara, Investasi, dan Portofolio Diri

Antusiasme dan rasa syukur terpancar dari para mahasiswa penerima penghargaan. Arthur Andersonhanes, mahasiswa D3 Manajemen yang meraih juara Muay Thai tingkat provinsi dan nasional merasa sangat bangga. “Perasaan saya sangat senang, apalagi masih maba. Ini menjadi kebanggaan buat saya dan orang tua. Rencananya, uang apresiasi ini akan ditabung dan digunakan untuk biaya pendaftaran lomba berikutnya,” tuturnya.

Rasa bangga yang sama juga diungkapkan Devi Mulyani –  prodi Bahasa Inggris. Menurutnya, apresiasi mahasiswa berprestasi seperti ini membuat mereka lebih bersemangat untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. “Perasaanku pastinya senang dan bersyukur karena kampus mau mengapresiasi mahasiswanya. Rencananya mau aku pakai lagi buat ikut lomba MUN (Model United Nations) ke depannya,” kata Devi.

Kisah para juara ini menunjukkan bahwa dukungan kampus tidak hanya memotivasi, tetapi juga secara langsung membantu keberlanjutan prestasi mereka di masa mendatang. Baik untuk ditabung, modal usaha, maupun biaya kompetisi selanjutnya, apresiasi ini menjadi bahan bakar baru bagi semangat mereka.

Acara “Apresiasi dan Pagelaran Seni 2025” bukan sekadar seremoni penghargaan. Tapi merupakan investasi strategis Universitas Widyatama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Dengan memberikan penghargaan yang layak, kampus secara aktif membangun ekosistem yang kondusif bagi lahirnya prestasi-prestasi baru.

Dalam sambutan penutup Rektor mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Biro Kemahasiswaan, para dosen pembimbing, pelatih, hingga orang tua mahasiswa. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci utama di balik setiap pencapaian yang berhasil ditorehkan, sekaligus mempertegas posisi Universitas Widyatama sebagai lembaga pendidikan yang peduli dan mendukung penuh potensi mahasiswanya. (UTama, 26 Juli 2025)

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lewat Ikan Hias, Peluang Ekspor Baru Terbuka di Bandung

0

Kluster Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nascent Entrepreneurship Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama menggelar program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan beternak ikan hias tujuan ekspor. Acara yang menargetkan warga binaan UP2K ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, pada Sabtu, 26 Juli 2025 lalu. Inisiatif ini bertujuan menciptakan wirausaha baru dengan memanfaatkan ceruk pasar ekspor yang terbukti stabil dan berkelanjutan.

Program ini lahir dari pengamatan jeli terhadap potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. Ismail Solihin, S.E., M.Si., selaku Ketua Kluster Nascent Entrepreneurship Widyatama menjelaskan pemilihan budidaya ikan hias didasarkan pada pasar yang jelas. “Kami menawarkan salah satu opportunity untuk beternak ikan hias tujuan ekspor. Dipilihnya kegiatan ini karena memiliki market niche yang jelas, jadi ekspornya nanti insyaallah bisa berkelanjutan,” ungkap Ismail.

Pernyataan ini diperkuat oleh narasumber sekaligus praktisi ekspor, Elan Aprilianto, pemilik CV Gama Aquaculture. Menurutnya, prospek budidaya ikan hias sangat menjanjikan mengingat Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa dengan 4.552 jenis ikan endemik. “Sebagian besar diekspor ke berbagai negara seperti Hongkong, Singapura, Vietnam untuk pasar Asia, serta Inggris dan Swedia untuk pasar Eropa,” jelas Elan. Ia menambahkan, jenis ikan yang mudah dirawat pemula seperti Guppy dan Brushmouth memiliki nilai jual tinggi.

Sistem Kemitraan, Antusiasme dan Harapan Baru

Salah satu kendala utama bagi pengusaha pemula adalah modal dan jaminan pasar. Untuk mengatasi hal ini, program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini menawarkan skema kemitraan yang saling menguntungkan. Elan Aprilianto memaparkan model kerja sama kepada para peserta. “Indukan kita sediakan dan peserta hanya menyiapkan tempat serta sarananya. Hasil panenan akan diambil kembali oleh saya, dengan catatan kualitas ikan bagus dan sehat,” ujarnya.

Model ini memberikan rasa aman bagi para pemula, karena mereka tidak perlu khawatir tentang pemasaran hasil panen. Fokus mereka adalah memastikan proses budidaya berjalan baik. Untuk tahap awal, peserta dibekali keterampilan beternak ikan jenis Guppy dan Brushmouth Albino Slayer yang perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan pergantian air yang terlalu sering, sehingga cocok untuk usaha skala rumahan.

Pelatihan ini disambut dengan antusiasme tinggi warga Kelurahan Sukapada. Emi, salah satu peserta, mengaku mendapatkan wawasan baru bahwa menjadi pengusaha bisa dimulai dari hal kecil. “Informasi terbaru yang saya dapatkan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha bisa dimulai dari yang terkecil dan insyaallah itu akan saya coba beternak ikan hias ini dari rumah, dari mulai akuarium-akuarium kecil,” katanya penuh semangat.

Peserta lain, Seni yang memiliki pengalaman beternak sebelumnya, menaruh harapan besar pada kelanjutan program ini. Ia berharap ada materi lebih mendalam mengenai penanganan risiko kematian dan penyakit ikan. “Harapan saya kedepan mungkin materi-materinya lebih diperdalam lagi, agar peternak mengetahui penyakitnya dan cara antisipasinya,” tutur Seni. Para peserta juga berharap ada pendampingan berkelanjutan dari Widyatama untuk membentuk komunitas yang solid hingga benar-benar sukses.

Strategi Jangka Panjang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berkelanjutan

Ismail Solihin menegaskan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan sesaat. Kelurahan Sukapada merupakan batch ketiga setelah sebelumnya program serupa sukses digelar di Kelurahan Padasuka dan Sukamaju. Dari dua kelurahan tersebut, sudah lahir tiga peternak baru. “Ini merupakan satu fenomena snowball. Memang di awal mungkin baru pelaku kecil-kecil, tapi kalau kita bina terus dan satukan potensinya, insyaallah bisa memberikan dampak yang besar,” tegasnya.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah setempat. Camat Cibeunying Kidul, Drs. H. Aris Rusdianto., M.Si. mengapresiasi fasilitasi dari P2M Universitas Widyatama. “Saya ucapkan terima kasih banyak, semoga pelatihan pembibitan ikan hias ini dapat bermanfaat bagi kami seluruhnya warga Kecamatan Cibeunying Kidul,” ucapnya. Ke depan, tim Universitas Widyatama berencana membentuk koperasi khusus bagi para alumni pelatihan dan mengadakan kunjungan langsung ke lokasi peternakan untuk memberikan pengalaman nyata bagi para calon pengusaha. (UTama, 31 Juli 2025)

Humas Universitas Widyatama Raih Penghargaan Terbaik ke-4 Tingkat LLDIKTI IV Kategori Pengelolaan Laman

0

Humas Universitas Widyatama kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Penghargaan Terbaik ke-4 dari total 62 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam Kategori Pengelolaan Laman pada ajang Anugerah Humas Diktisaitek LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat – Banten Tahun 2025.

Ajang tahunan yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah IV merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja kehumasan di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung transparansi, keterbukaan informasi, serta pengelolaan media digital secara profesional dan berdampak.

Puncak acara dan penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Selasa, 30 Juli 2025 lalu bertempat di Aula LLDIKTI Wilayah IV. Tim Humas Universitas Widyatama hadir dan menerima langsung piagam penghargaan yang diserahkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T.

Dalam kompetisi yang ketat ini, Universitas Telkom menempati posisi pertama, disusul Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Komputer Indonesia, dan Universitas Widyatama pada posisi keempat. Capaian ini menunjukkan bahwa laman resmi Universitas Widyatama dinilai mampu menyampaikan informasi dengan baik, menarik, dan sesuai dengan standar kehumasan perguruan tinggi.

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi tim Humas Universitas Widyatama dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan laman secara konsisten, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan informasi publik. Hal ini juga sejalan dengan visi kampus sebagai Kampus Berdampak yang berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. (UTama, 31 Juli 2025)

Ubah Modul Jadi Buku, Dosen Widyatama Peroleh Trik Ahli

0

Sebanyak 160 dosen  Universitas Widyatama  mengikuti lokakarya intensif pembuatan buku ajar di Ruang Seminar Gedung B kampus, pada Kamis (31/7/2025) lalu. Kegiatan yang diinisiasi Biro Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat & Modal Intelektual (P2M) bertujuan menaikkan kualitas bahan ajar dosen, dari semula berbentuk modul atau slide presentasi menjadi buku referensi yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, lokakarya menghadirkan penulis produktif, Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., sebagai narasumber utama.

Dosen Produktif Meraih Angka Kredit

Kepala Biro P2M, Eriana Kartadjumena, S.E., M.M.Ph.D., Ak., C.A.,CSRS. dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi karir dan pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia melihat ada urgensi mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya tulis. Meskipun tahun ini ada lonjakan pengajuan apresiasi buku menjadi hampir sepuluh, angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan total 270 dosen.

Kami yakin bapak ibu dosen semua sudah mempunyai bahan ajar. Kami menginginkan bisa dinaikkan kualitasnya menjadi buku ajar atau buku referensi sehingga menjadi salah satu luaran kinerja di bidang pengajaran,” ujar Eriana. Selain itu, ia juga menekankan bahwa luaran dari hibah penelitian dapat dibukukan sebagai tambahan kinerja, terlebih dengan terbitnya SK 076 yang memberikan nilai apresiasi pantas bagi para penulis.

Kunci Sukses Menulis

Adalah Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., narasumber pada acara lokakarya pembuatan buku ajar. Beliau

telah menulis 35 buku yang membagikan pengalamannya untuk memotivasi para peserta. Menurutnya, buku ajar memiliki manfaat besar tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga untuk meningkatkan peringkat institusi di level global.

Ia berupaya mematahkan mitos bahwa menulis adalah kegiatan yang sulit dan membosankan. “Menulis pada prinsipnya tidak sulit, menulis itu mudah, yang susah memulainya. Ketika sudah mulai, menulis itu menyenangkan dan membahagiakan karena selain ada kepuasan batin juga ada kepuasan finansial,” ungkap Prof. Suwatno. Ia berharap setiap dosen yang hadir dapat menghasilkan minimal satu buku per semester, yang kini prosesnya akan dipermudah dengan kehadiran penerbit internal, UTama Press.

Atasi Plagiarisme dan Tantangan Pembajakan

Dari sisi peserta, Dr. Irene Sukma L. Barus., S.E., M.Si. – dosen akuntansi – menyambut baik materi yang disampaikan. Menurutnya, lokakarya ini memberikan pencerahan teknis yang sangat dibutuhkan, terutama dalam hal menjaga orisinalitas karya. Ia merasa mendapatkan banyak masukan praktis yang dapat langsung diterapkan.

Manfaatnya banyak, salah satunya secara teknis saya mengetahui cara mengembangkan kutipan dari referensi yang kita ambil sehingga bagaimana kita menghindari tingkat plagiarisme yang tinggi,” jelas Dr. Irene. Ia juga menyoroti tantangan pembajakan di era digital dan berharap UTama Press dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi karya dosen, misalnya dengan membuat versi ebook yang tidak bisa disalin atau dicetak untuk mencegah kerugian penulis.

Kegiatan lokakarya diakhiri dengan paparan dari UTama Press mengenai peluang dan alur publikasi bagi para dosen. Dengan sinergi antara lokakarya, insentif universitas, dan dukungan penerbit internal, Universitas Widyatama menargetkan sebuah ekosistem akademik yang lebih produktif. Harapannya, setiap dosen tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga aktif menghasilkan karya buku yang bermanfaat luas dan terlindungi. (UTama, 02 Agustus 2025)

Widyatama & Industri Kolaborasi Ciptakan Lulusan Siap Kerja

0

Biro Karir Universitas Widyatama bersama puluhan praktisi Human Resource Development (HRD) dari berbagai sektor industri menggelar “Gathering HRD” pada Kamis, 24 Juli 2025 lalu. Acara yang diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung B Universitas Widyatama ini menjadi forum strategis menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum pendidikan tinggi. Sebagai bagian dari rangkaian Open House Widyatama Volume 2 dialog ini bertujuan memperkuat sinergi menciptakan lulusan siap kerja yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.

Inisiatif ini disambut hangat para pimpinan industri yang hadir. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara kampus dan perusahaan untuk memastikan relevansi pendidikan. Dunia usaha yang dinamis menuntut adanya adaptasi kurikulum secara berkala agar lulusan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah. Forum seperti ini dianggap sebagai langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Sandra Sunanto, Ph.D. – CEO PT. Hartadinata Abadi Tbk. – sebagai narasumber menyebutkan dari perspektif industri keterlibatan dalam proses pendidikan menjadi sebuah keharusan. Sandra Sunanto, Ph.D. menyatakan bahwa dunia usaha sangat terbuka untuk bersinergi. Menurutnya kolaborasi tidak hanya sebatas penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dalam perancangan kurikulum hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang sudah ada di perusahaan.

Industri memang harus selalu dilibatkan dalam banyak hal. Karena dunia sekarang sudah berubah banyak. Terkait kurikulum, kita sangat terbuka untuk bisa ikut serta dalam memberikan saran. Karena situasi sekarang sudah jauh berbeda dengan 10 tahun atau bahkan 20 tahun yang lalu,” tegas Sandra.

Ia juga menambahkan harapannya agar universitas dapat membantu industri lewat program workshop atau pelatihan kepemimpinan bagi para manajer di perusahaan. Kebutuhan ini muncul karena setiap industri memiliki tantangan spesifik di samping kebutuhan umum lainnya.

Dengan melibatkan praktisi secara langsung, perguruan tinggi dapat merancang program pembelajaran yang lebih aplikatif dan presisi. Dengan kata lain, universitas diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai menara gading, melainkan sebagai mitra strategis yang aktif dalam ekosistem ekonomi dan ketenagakerjaan nasional.

Kampus Menjawab Tantangan Industri

Pipin Sukandi, S.E., M.M selaku Kepala Biro Karir Universitas Widyatama menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa secara holistik. Ia menjelaskan bahwa kurikulum saat ini telah dirancang untuk mencakup dua jalur utama bagi lulusan, yaitu menjadi profesional di dunia kerja atau menjadi wirausahawan yang membuka lapangan kerja.

Menurut Pipin, kompetensi akademis saja tidak cukup. Pihaknya secara aktif mendorong mahasiswa untuk mengembangkan soft skill, seperti komunikasi dan kepemimpinan melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Hal ini bertujuan menciptakan lulusan siap kerja yang memiliki paket kemampuan lengkap, sesuai dengan ekspektasi tinggi dari dunia industri modern. “Harapan agar lulusan Widyatama  tidak hanya mengandalkan apa yang diajarkan di dalam kelas saja. Jadi istilahnya, mahasiswa harus seperti supermarket, segala bisa dan segala ada, sehingga apa pun yang dibutuhkan oleh dunia industri mereka sudah siap,” ujar Pipin.

Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan berlanjut ke dalam aksi-aksi konkret seperti pembaruan kurikulum bersama, program magang yang terstruktur, serta pelatihan bersama. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang memastikan Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di panggung global. Acara dilengkapi dengan penanda tangan MoU dengan pihak industri. (UTama, 05 Agustus 2025)

Dies Natalis ke-24 Universitas Widyatama Bergerak Bersama Memajukan Universitas Widyatama

0

Universitas Widyatama menyelenggarakan peringatan Dies Natalis ke-24 dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang di tengah arus globalisasi. Mengusung tema “Bergerak Bersama Memajukan Universitas Widyatama dalam Arus Globalisasi”, acara berlangsung meriah di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama pada 4 Agustus 2025 lalu yang dihadiri oleh sivitas akademika, pimpinan yayasan, mitra perguruan tinggi, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Acara dimulai dengan Sidang Terbuka Senat Universitas dipimpin langsung Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., dilanjutkan sambutan Ketua Yayasan Widyatama, Roeshartono, S.T., M.C.E.M., M.B.A.. Kekhidmatan dan kemeriahan acara dirangkai dengan penampilan seni budaya oleh mahasiswa, serta penayangan capaian prestasi kampus selama setahun terakhir.

Sebagai bentuk penguatan jejaring internasional hadir Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi., S.T., M.T. dari INTI International University, Malaysia sebagai tamu undangan eksternal. Selain itu, turut hadir para pimpinan perguruan tinggi mitra dari Jawa Barat: Dr. Ir. H. Ibrahim Danuwikarsa, M.S. (Rektor Universitas Bale Bandung – UNIBBA), Fatimah Nurjannati Iskandar, S.E., M.Ak. (Rektor Universitas Sali Al-Aitaam – UNISAL), Prof. Mokhamad Anwar, S.E., M.Si., Ph.D. (Ketua STIE Ekuitas).

Juga kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. pada momen penting ini. Beliau memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas konsistensi Universitas Widyatama dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi. “Universitas Widyatama adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek, baik akademik maupun non-akademik. Saya mengapresiasi langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Widyatama dalam menghadapi tantangan globalisasi, termasuk penguatan kerja sama internasional dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Dr. Lukman. Beliau juga mendorong agar perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV dapat terus bersinergi dan beradaptasi secara progresif untuk menjawab tuntutan zaman.

Di akhir acara, hadirin bersama menyanyikan Mars Widyatama sebagai simbol semangat dan kebersamaan keluarga besar universitas. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen kampus untuk terus memperkuat peran sebagai Kampus Berdampak, yang mampu menghasilkan lulusan unggul, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global. (UTama, 05 Agustus 2025)

Ratusan Siswa Hadiri Open House Widyatama Vol. 2

0

Ratusan siswa SMA/SMK dari berbagai sekolah di Bandung dan sekitarnya memadati Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Widyatama pada Kamis, 24 Juli 2025 lalu. Mereka hadir dengan antusiasme tinggi mengikuti Open House Widyatama Volume 2, sebuah acara yang memperkenalkan kondisi faktual dan keunggulan UTama dari 13 perguruan tinggi swasta (PTS) terakreditasi Unggul di Jawa Barat dan Banten.

Acara ini membangun komunikasi langsung antara universitas dengan calon mahasiswa, orang tua, serta para guru. Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. dalam sambutannya menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah mengkomunikan gambaran nyata dan faktual tentang kampus UTama. “ Di zaman digital ini, informasi mudah didapat, namun mungkin ada yang tidak sesuai kondisi riil. Karena itu, kami mengundang para siswa, orang tua, dan guru untuk mengenal lebih dekat,” ujar Prof. Dadang.

Prof. Dadang menekankan komitmen UTama menyelenggarakan pendidikan berkualitas premium. Komitmen ini dibuktikan dengan kualitas akademik,  riset, sumber daya manusia, serta infrastruktur yang mendapat apresiasi tinggi dari para asesor. “Insyaallah kami akan menjaga kualitas dan kredibilitas untuk menghasilkan lulusan yang bisa bersaing di tingkat nasional dan global,” tegasnya.

Antusiasme Siswa dan Pengalaman Nyata di Kampus

Suasana di gedung GSG terasa semarak layaknya sebuah festival pendidikan. Setiap fakultas dan program studi (prodi) menampilkan booth kreatif yang berhasil menarik perhatian para siswa. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan perwakilan prodi, mendapatkan gambaran jelas tentang dunia perkuliahan yang akan mereka masuki.

Kesan positif datang dari para siswa yang hadir. Seorang siswi dari SMA PGII 1 Bandung mengaku terkejut dengan kualitas yang ditawarkan. “Kesan pertama kaget banget, Widyatama tuh sebagus ini. Pas masuk, lihat banyak sekali jurusannya, jadi kebayang pengen masuk ke mana. Kampusnya juga keren, dan banyak jurusan yang aku minati seperti perdagangan internasional, jadi makin tertarik,” ungkapnya. Ia juga menyoroti keunggulan kerjasama internasional yang dimiliki Widyatama sebagai daya tarik utama.

Hal senada diungkapkan oleh Wulan, siswi dari SMA PGII 2 Bandung yang terkesan dengan fasilitas fisik kampus. “Menurut aku kampusnya gede banget ya, terus bersih. Banyak bangunan baru juga, jadi semuanya bagus. Yang aku perhatikan, fasilitas untuk setiap jurusan sangat lengkap, contohnya untuk Teknik, alat-alatnya banyak banget. Sangat memfasilitasi,” tutur Wulan.

Direktur Marketing Universitas Widyatama, Muchammad Fauzi, S.T, M.Log., CSCA., CSCM. menjelaskan Open House Widyatama merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Acara ini bukan sekadar pameran, melainkan bagian dari edukasi, peningkatan jejaring, serta menjalin kerja sama strategis.

Kegiatan sekarang tidak hanya edukasi saja, tapi ada juga lomba dan sosialisasi kerja sama atau MoU dengan mitra industri. Ia berharap melalui acara ini Widyatama dapat memperkuat kolaborasi dengan dunia industri sekaligus meningkatkan peminatan mahasiswa baru tahun akademik 2025-2026.

Open House Widyatama Volume 2 ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga pengalaman langsung yang membangun kepercayaan dan minat calon mahasiswa. Dengan memadukan presentasi keunggulan akademik dan suasana yang interaktif, Widyatama membuktikan kesiapannya dalam menyambut, dan mendidik generasi baru yang siap bersaing di kancah global. (UTama, 5 Agustus 2025)

Upacara Peringati HUT Kemerdekaan RI – Universitas Widyatama

0

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Widyatama menyelenggarakan upacara bendera di kampus utama dengan penuh khidmat, Minggu (17/8/2025) lalu.

Upacara diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Seluruh peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan, yang diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam amanatnya, Rektor Universitas Widyatama menyampaikan bahwa momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat penting akan perjuangan para pahlawan bangsa. Semangat persatuan, kerja sama, dan kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, sangat diperlukan untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Semoga semangat kemerdekaan terus menginspirasi kita semua untuk membangun bangsa yang maju, mandiri, dan berdaya saing global,” ungkap Prof. Dadang.

Pelaksanaan upacara peringatan Kemerdekaan yang diselenggarakan secara konsisten tiap tahun menegaskan komitmen Universitas Widyatama untuk terus berperan aktif dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara. (UTama, 17 Agustus 2025)

Widyatama Peroleh Capaian Akademik Perkuat Kualitas TriDharma PT

0

Pada masa Dies Natalis ke 24 Universitas Widyatama bersyukur menerima beberapa capaian akademik dari kinerja dosen, maupun institusi.

Berdasar SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 290/M/KPT.KP/2025 Universitas Widyatama menambah seorang guru besar, yakni Prof. Dr. Keni Kaniawati, S.E., M.Si. yang resmi meraih jabatan fungsional sebagai Profesor/Guru Besar bidang Strategic Marketing in UMKM.

Pencapaian ini menjadi bukti kontribusi Universitas Widyatama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang pemasaran strategis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bidang tersebut sangat relevan dengan kebutuhan bangsa dalam meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM.

Tidak lama kemudian, Dr. Raden Novitasari, S.S., M.Hum. berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Linguistik. Beliau merupakan dosen pada Program Studi S1 Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Widyatama. Capaian tersebut disusul, Dr. Annisa Bela Pertiwi, S.Pd., M.Pd. yang berhasil meraih gelar Doktor Pendidikan Seni. Beliau merupakan dosen pada Dosen Program Studi D4 Desain Grafis, Fakultas Desain Komunikasi Visual.

Pencapaian akademik dosen-dosen tersebut bukti komitmen Universitas Widyatama senantiasa mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik. Gelar profesor/guru besar dan doktor yang mereka raih diharapkan kontribusi dalam bidang pemasaran strategis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); juga linguistik, terutama kajian bahasa dan budaya Jepang; serta dalam pendidikan seni semakin memperkuat kualitas pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, dalam capaian akreditasi program studi. Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Widyatama meraih predikat “Baik Sekali” per tanggal 14 Agustus 2025 hingga 20 Agustus 2030 berdasarkan Surat Keputusan LAM Teknik No. 0611/SK/LAM Teknik/AS/VIII/2025.

Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Widyatama meraih predikat “UNGGUL” sejak tanggal 14 Agustus 2025 hingga 20 Agustus 2030 berdasarkan Surat Keputusan LAM Teknik No. 0612/SK/LAM Teknik/AS/VIII/2025.

Program Studi Profesi Akuntan Universitas Widyatama meraih predikat “UNGGUL” sejak tanggal 25 Agustus 2025 hingga 25 Agustus 2030 berdasarkan Surat Keputusan LAMEMBA No. 2672/DE/A.5/AR.10/VIII/2025.

Program Studi Magister Manajemen Universitas Widyatama atas diraihnya predikat “UNGGUL” sejak tanggal 25 Agustus 2025 hingga 20 Agustus 2030 berdasarkan Surat Keputusan LAMEMBA No. 2726/DE/A.5/AR.10/VIII/2025.

Program Studi Magister Akuntansi Universitas Widyatama atas diraihnya predikat “UNGGUL” sejak tanggal 25 Agustus 2025 hingga 20 Agustus 2030 berdasarkan Surat Keputusan LAMEMBA No. 2687/DE/A.5/AR.10/VIII/2025. (UTama, 8 September 2025)