Home Blog Page 46

President Multimedia University Malaysia Hadiri Wisuda UTama

Rektor Universitas Widyatama (UTama) Dr. Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., CA memimpin Upacara Wisuda Program Profesi, Magister, Program Sarjana dan Program Diploma/Vokasi Gelombang II Tahun Akademik 2017/2018 pada hari Sabtu dan Minggu, 12-13 Mei 2018 di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama. Jumlah total Wisudawan dari jenjang D3 sampai S2 sebanyak 831 wisudawan. Pada tahun akademik 2018/2019 kali ini, UTama menghasilkan 17 orang Profesi, 87 orang Magister 692 orang Sarjana dan 35 orang Diploma, sebanyak 19 wisudawan berhasil lulus dengan predikat Cumlaude, Lulus Tercepat dan Lulus Termuda.

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Acara Wisuda kali ini, dihadiri beberapa Guru Besar Universitas dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Ekonomi, Linguistik, Pertanian. Hari pertama, terdiri dari wisudawan Fakultas Bisnis & Manajemen, Fakultas Bahasa dan Fakultas Desain Komunikasi Visual, turut hadir tamu istimewa dari International University Malaya Wales : Prof. Mohd. Haizam bin Mohd. Saudi yang merupakan Director MBA Program and Director Strategic Management. Sedangkan di hari kedua, terdiri dari wisudawan Sekolah Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik, turut hadir Prof. Datuk Dr. Ahmad Rafi Mohamed Eshaq(Multimedia University), Assoc. Prof. Dr. Wong Chee Onn (Dean of Faculty of Creative Multimedia) dan Assoc. Prof. Dr. Lau Siong Hoe (Dean of Faculty of Information Science and Technology).

Dalam sambutannya, Rektor UTama, Dr. Islah membicarakan era revolusi industri 4.0 yang mempunyai ciri otomasi dan ekonomi digital. Perkembangan super-computer, robot, artificial intelligence, dan modifikasi genetik mengakibatkan pergeseran tren tenaga kerja, yang tidak lagi bergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin.
Disisi lain, Revolusi Industri 4.0 juga membuka peluang baru. Indonesia dengan demografi penduduk yang sebagian besar berada di usia produktif dan kelas menengah, serta status sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mempunyai potensi sebagai pemimpin e-commerce dalam era ekonomi digital, tambah Islah.

Upacara Wisuda kali ini lebih istimewa, karena bertepatan dengan momen Penandatanganan MoA antara Malaysia Multimedia University (MMU) dengan Universitas Widyatama yang diwakili oleh Prof. Datuk Dr. Ahmad Rafi Mohamed Eshaq selaku President MMU dan Bapak. Dr. Islahuzzaman, S.E., M.Si. Ak. CA selaku Rektor Universitas Widyatama. Penandatanganan MoA ini merupakan tindak lanjut Mapping Kurikulum antar dua lembaga perihal kegiatan Transfer Credit/ Credit Earnings, Exchange Lecturer/ Visiting Professor, Joint Supervision dan Internship.

Dilanjutkan penandatanganan MoA antara Faculty of Creative Multimedia dengan Fakultas Desain Komunikasi Visual UTama yang diwakili oleh Assoc. Prof. Dr. Wong Chee Onn – Dean of Faculty of Creative Multimedia dan Dr. Anne Nurfarina S.Sn., M.Sn selaku Dekan Fakultas DKV.Fakultas Teknik UTama melakukan penandatanganan MoA juga dengan Faculty of Information Science and Technology yang diwakili oleh Assoc. Prof. Dr. Lau Siong Hoe – Dean of Faculty of Information Science and Technology dan Dr. M. Rozahi Istambul, S.Kom. M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik.

Diakhir upacara wisuda, UTama memberikan penghargaan kepada beberapa mahasiswa berprestasi. Berikut mahasiswa yang berprestasi : Meutia Nabila (Cumlaude IPK 3.83); Miftah Farid (Lulusan termuda pada usia 20 tahun, 2 bulan, 24 hari); Mallyda Putri Siswandi (Cumlaude IPK 3.85); Rafa Aditya Ramadhan (Cumlaude IPK 3.94); Dinda Noor Azizah (Lulusan termuda pada usia 21 tahun, 2 bulan, 30 hari); Rizky Prabowo (Cumlaude IPK 3.94); Pradianitha Anriaputri (Lulusan termuda pada usia 20 tahun, 9 bulan, 3 hari); Ragil Ayu Dwi Lestari (Cumlaude IPK 3.77); Fauzi Primassalam (Lulusan termuda pada usia 21 tahun, 10 bulan, 7 hari); Elza Novira Zhara (Cumlaude IPK 3.91); Yuni Anandia Permana (Lulusan termuda pada usia 20 tahun, 5 bulan, 4 hari); Fiona Martina (Cumlaude IPK 3.88); Mutia Aprilia Utami (Lulusan termuda pada usia 20 tahun, 11 bulan, 30 hari); Hafidhoh Syariefah (Lulus tercepat masa studi 3 tahun, 7 bulan, 16 hari); Iman Kholilurahman (Lulus tercepat masa studi 4 tahun, 4 bulan, 16 hari); Cega Ramadhan (Lulusan termuda pada usia 22 tahun, 2 bulan, 14 hari); Purnama (Cumlaude IPK 3.90); Shara Wittasari (Lulus tercepat masa studi 4 tahun, 1 bulan, 12 hari); Aulia Rahma Widyana (Lulusan termuda pada usia 21 tahun, 11 bulan, 11 hari). (Hms, 15Mei2018)

Widyatama Siapkan 4 Program Studi Baru, Menjawab Kebutuhan Tenaga Insinyur

Sejak dilantiknya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, maka dimulailah perencanaan infrastruktur untuk mencover kelancaran pembangunan Indonesia baik dari pembangunan Jalan, Airport, Jembatan, Pelabuhan dan lain sebagainya. Hal ini dapat maklumi dikarenakan ketertinggalan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur sebagai penunjang pengerak ekonomi nasional. Sebagai contoh, Jokowi mengatakan bahwa sejak merdeka Indonesia hanya dapat membangun 800 Km jalan saja (Sumber: www.merdeka.com Minggu, 13 Desember 2015). Sehingga era saat ini lebih cenderung bisa disebut “Era Booming Pembangunan Infrastruktur Indonesia”.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), menggambarkan sumbangan sektor konstruksi terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin tahun semakin meningkat. Pertumbuhan sektor konstruksi pada 2004-2013 menyumbang rata-rata 7,35 persen, sedangkan PDB rata-rata 5,8 persen. Selama periode itu, sektor konstruksi memberikan kontribusi terhadap PDB rata-rata 8,79 persen. Kenaikan ini memperlihatkan peranan strategis sektor konstruksi sebagai penggerak ekonomi nasional. Fluktuasi pertumbuhan sektor konstruksi cenderung bersamaan dengan fluktuasi pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur mendukung sektor ketahanan pangan dan kelancaran proses produksi, meningkatkan aksesibilitas dan ruang mobilitas kepada masyarakat terhadap kegiatan sosial dan ekonomi.

Begitu pentingnya dampak pengaruh kebijakan pembangunan infrastruktur bagi sektor-sektor ekonomi lainnya. Ditambahkan lagi menurut data dari Staf ahli Bidang Logistik dan Multimoda Perhubungan, Kementerian Perhubungan, bahwa biaya logistik Indonesia Indonesia masih mengalokasikan 24 persen dari biaya produksi (Sumber: http://economy.okezone.com, Selasa 21/10/2014). Sehingga nilai barang produksi menjadi lebih tinggi di harga pasaran. Sehingga penurunan biaya produksi sangat tergantung dengan biaya infrastruktur transportasi atau logistik.

Akan tetapi untuk mewujudkan mimpi infrastruktur ini tidaklah mudah, untuk melaksanakan perencanaan infrastruktur tersebut akan sangat diperlukan banyak Sarjana Teknik/ Engineer terutama bidang Core Engineering seperti Teknik Sipil, Mesin, Elektro, dan lain lain untuk membantu pembangunan infrastruktur tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan perecanaan infrastruktur yang dibuat dimana Indonesia masih kekurangan SDM yang sangat mendukung infrastruktur yaitu SDM Engineer/Sarjana Teknik.

Data Kementrian Pekerjaan Umum, (Sumber: www.republika.co.id , Jumat, 21 Maret 2014) setiap tahun Indonesia memerlukan 175 ribu sarjana teknik. Sayangnya, Indonesia baru bisa menghasilkan sekitar 40 ribu Sarjana Teknik tiap tahunnya. Berbanding dengan negara lainnya yang mempersiapkan SDM nya untuk membangun infrastruktur bagi negaranya misalnya Cina dan India yang setiap tahun mampu menghasilkan 764 ribu dan 489 ribu Sarjana Teknik.

Kurangnya stok Engineer apabila diabaikan secara terus menerus akan menyebabkan Indonesia tidak memiliki daya saing yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara lain di berbagai sector, khususnya bagi dunia infrastruktur, konstruksi dan teknologi. Terutama negara-negara ASEAN khususnya, sebagai pesaing utama bagi merebut jawara kawasan ASEAN untuk berbagai sektor. Belum lagi ditambah pesaing dari kawasan ASIA yang sudah mumpuni yakni: China/Tiongkok, Japan dan Korea masih merajai sektor infrastruktur, konstruksi dan teknologi. Data Engineering News Record (ENR) tahun 2015 mengenai Top 250 International kontraktor dunia, dari sepuluh besar kontraktor diisi 7 Kontraktor dari China/Tiongkok, tidak satupun Kontrator BUMN Indonesia yang mampu masuk dalam kategori ini. Sehingga ke depan pemerintah Indonesia perlu memikirkan SDM Engineer yang mumpuni untuk bisa mencapai sebagai kontraktor BUMN yang mendunia.

Data Badan Pusat Statsitika Indonesia tahun 2012 struktur pendidikan masyarakat Indonesia sebagian besar di sekolah dasar dan menengah. Hanya 9.20% penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi, baik sarjana maupun diploma, 23.60 % berpendidikan sekolah menengah, 17.99% berpendidikan SMP, 28.92% berpendidikan SD, dan masih ada 20.29% tidak berpendidikan. Dari 9.20% penduduk yang berpendidikan tinggi tersebut mungkin hanya sedikit yang mengambil bidang sebagai Sarjana Teknik/Engineer dan diperparah lagi lulusan perguruan tinggi Sarjana Teknik lebih memilih mengambil profesi lain di luar Engineer. Masalah mendasar inilah yang harus di atasi pemerintah Indonesia untuk menambah daya saing generasi yang akan datang.

Dari data dan analisa di atas kemungkinan besar mau tidak mau untuk mewujudkan mimpi infrastruktur Indonesia maka pemerintah harus import Engineer dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan pembagunan Infrastruktur Indonesia. Hal ini diperlukan untuk mempercepat output target pemerintah di bidang infrastruktur dan memang tidak mungkin pemerintah menunggu sehingga Universitas dapat mencetak tenaga-tenaga Engineer yang handal bagi memenuhi target pemerintah dalam jangka waktu dekat.

Guna mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur, Universitas Widyatama sebagai salah satu Perguruan Tinggi telah memiliki Program Studi yang berfokus dan terpusat pada engineering, yakni S1 Teknik Industri, S1 Informatika dan S1 Sistem Informasi. Dalam waktu dekat segera membuka Program Studi baru, yakni: S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Elektro dan S1 & D3 Teknik Mesin. Lulusan keempat Program Studi ini dipersiapkan dengan sertifikasi dari lembaga-lembaga yang diakui pemerintah di antaranya Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia dan Dirgantara Indonesia, serta dunia industri lainnya. (Hms, 04Jun2018)

Business & Journalis Festival 2018, Meningkatkan Semangat Literasi

Senin, 23 April 2018, berlokasi di Gedung Auditorium (GSG) Kampus Universitas Widyatama, Bandung berlangsung WIDYATAMA BUSINESS & JOURNALISM FESTIVAL 2018 (WBJF 2018). Pembukaan dilangsungkan pada jam 13.00 WIB, yang diawali oleh pembawa acara yang menerangkan jadwal acara yang akan berlangsung pada WBJF 2018 ini, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Selanjutnya sambutan dari universitas yang diawali Ketua Pelaksana WBJF 2018, Nindi Ayu Riski yang menerangkan bahwa WBJF 2018 merupakan acara yang pertama kalinya. Nindi juga menjelaskan tema WBJF 2018 adalah Discover The Beauty of Business & Journalism. Bisnis dan Jurnalis merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya berpengaruh terhadap informasi tentang kegiatan bisnis.

Business & Journalis Festival 2018 2Acara dengan tema Discover The Beauty Of Business and Journalism dihadiri narasumber ternama Dr. H. Dudi Sudrajat Abdurachim., M.T (Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Prov. Jawa Barat), Ir. Dedi Junaedi., M.M (Kabid Ilmate Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat), dan Risa Sarasvati (Penulis buku Danur).
Pada pemaparannya, Ka. Dis KUKM Jabar Dr. Dudi menyampaikan saat ini sangat banyak sekali peluang usaha khususnya tren mahasiswa yang berwirausaha yang pandai memanfaatkan teknologi. Era gadget sangat memudahkan semua kalangan merambah dunia bisnis secara digital. (Hms, 27Apr2018)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Ikuti Indonesia Accounting Fair 2018

Universitas Widyatama berpartisipasi dalam Indonesia Accounting Fair 2018 (IAF 2018) yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Depok. Indonesia Accounting Fair merupakan kompetisi yang selalu diadakan oleh Universitas Indonesia. Setiap tahun dengan tema, dan aturan terbaru akuntansi pada saat ini. Untuk tahun ini Indonesia Accounting Fair 2018 mengusung tema “The New Leasing Era” (IFRS 16), improving the quality of financial reporting with the single lease standard. Tahun ini, Universitas Widyatama mengirimkan 1 tim, beranggotakan 3 orang yaitu: Delya Rhamatunnisa (20), Juannes Alfredo (20), dan Dessyana Adhiarizki (20).

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Indonesia Accounting Fair 2018 dimulai dengan Preliminary Online yang dilaksanakan tanggal 27 Januari 2018. 24 tim terbaik yang lolos dari babak Preliminary akan masuk ke babak Main Round, dan mengikuti semua babaknya maka akan diperoleh 5 tim terbaik untuk masuk ke babak final.

Tahun ini peserta yang lolos babak Main Round, yaitu: Universitas Widyatama (1 tim), De La Salle (1 tim), International Islamic University Malaysia (1 tim), KDU UC Malaysia (1 tim), Mercubuana University (3 tim), STEI SEBI (1 tim), STIE Kesatuan Bogor (2 tim), Trisakti School of Management (2 tim), Universitas Airlangga (2 tim), Universitas Bina Nusantara (1 tim), Universitas Diponogoro (1 tim), Universitas Pelita Harapan (2 tim), Universitas Pendidikan Ganesha (1 tim), Universitas Surabaya (2 tim), dan Universitas Widyamandala (2 tim).

Senin (5/3) Penyelenggaraan babak Main Round yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok. Main Round terbagi dari babak: Accountig Quiz dan Amazing Race. Babak Accounting Quiz terdiri dari 3 babak: Multiple Choice (individu), Pandora Box (tim), dan Tic Tac Toe (tim). Sedangkan babak Amazing Race terdiri games yamg disediakan panitia dan dari setiap games tersebut panitia memberikan soal multiple choice yang harus dikerjakan setiap tim.

Selasa (6/3) ke-24 tim peserta Indonesia Accounting Fair 2018 mengikuti National Seminar yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok. National Seminar terdapat 5 topik yang dibahas yaitu: The Overview Of Leasing Contracts Under IFRS 16, Tax Implication On IFRS 16, The Implications To Lessors And Lessee, Accouniting And Financial Reporting Framework For Bank Indonesia, dan Strategis In Facing The Leases Standard.

Rabu (7/3) Ke-24 tim peserta Indonesia Accounting Fair 2018 mengikuti babak Open Discussion yang bertempat di KPMG, Jakarta. Open Discussion dimana setiap tim akan berdikusi tentang Sub Theme yang telah diberikan sebelumnya.
Kamis (8/3) Ke-24 tim peserta Indoensia Accounting Fair 2018 mengikuti pelatihan IFRS 16 bertempat di PricewaterhouseCoopers (PWC) Jakarta. Para peserta diberikan pelatihan bagaimana cara mengidentifikasi perjanjian lease dengan adanya IFRS 16, menghitung nilai kontrak dari perjanjian lease tersebut, dan pengaruh IFRS 16 terhadap laporan Keuangan.

Pada hari tersebut diumumkaan 5 tim yang lolos ke babak final yaitu: Trisakti School of Management (2 tim), Universitas Bina Nusantara (2 tim), dan Univertsitas Pelita Harapan (1 tim). Tim yang masuk ke babak final adalah tim dengan nilai tertinggi yang diakumulasikan dari babak Main Round, yaitu : Accounting quiz, Amazing Race, Short Essay dan Open discussion. Universitas Widyatama belum dapat kesempatan lolos ke babak final.

Jum’at (9/3) Acara ditutup dengan pengumuman tim yang lolos. Bagi tim yang lolos ke babak final dilaksanakan di ACCA, Jakarta. Sedangkan untuk tim yang belum berkesempatan lolos ke babak final maka akan diberikan kunjungan Company Visit ke IDX Indonesia. Acara dilanjutkan dengan Gala Dinner dan pengumuman yang dilaksanakan di Balaikota Jakarta. Tim yang mendapatkan juara Trisakti School of Management (Juara 1), Trisakti School of Management (Juara 2), dan Universitas Bina Nusantara (Juara 3). (Hms,19Mei2018)

Media sosial dan Cyber Bullying

cyber bullying

Cyber Bullying berasal dari dua kata yaitu Cyber yang artinya Jaringan elektronik yang menghubungkan antara pengguna yang satu dengan yang lainnya dan Bullying itu sendiri yang artinya Pengintimidasian, Pelecehan, Ancaman yang dilakukan baik melalui fisik ataupun verbal. Media yang digunakan si pem-bully adalah Akun Media Sosial seperti Facebook,Twitter,BBM (BlackBerry Messanger),dll.

Di Indonesia aja, pengguna instagram sudah mencapai 45 juta pemakai., bukan hanya ajang untung pamer foto tapi instagram juga digunakan sebagai media bisnis bagi banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Bukan tidak mungkin bila terjadinya cyber bullying dihasilkan dari meningkatnya jumlah pengguna media sosial, karena kalau kita perhatikan sekarang orang sudah mulai ketergantungan dengan media sosial, setiap kegiatan apapun selalu diabadikan.
Fenomena yg mulai ramai di media sosial saat ini adalah cyber bullying, entah siapa yg mulai dan entah kenapa bisa menjadi sebuah masalah yg serius, pihak instagram dan media sosial lainnya, kini mulai mengantisipasi dengan cara memblokir akun-akun yang mengarah kepada penyebaran cyber bullying ini. Mulai dari bentuk foto, video, kalimat-kalimat dan bahkan comment sesama pengguna media sosial.

Dan yang paling menarik lagi, pelakunya bukan hanya kalangan dewasa, bahkan anak yang masih duduk di bangku sekolah. Pada intinya semua kalangan sekarang sudah melakukan bullying yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja.

Mengapa bisa demikian?

Kurangnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan media sosial, dan perlunya pemahaman seluruh pengguna bahwa media sosial adalah ruang publik yang diciptakan dengan aturan yang tidak tertulis dan harus ditaati sebagaimana mestinya.
Kemarahan, dendam dan perasaan frustasi sesorang bisa menjadi pemicu tindakan bullying yang dilampiaskan melalui media sosial.

Bisa juga terjadi karena seseorang tidak memiliki kegiatan rutin /pekerjaan, sehingga yang dilakukan hanya bermain dengan media sosial, dari keisengan bisa menjadi sesuatu yang fatal.
Dampak terhadap bullying akan menempel dalam jangka panjang karena sifatnya adalah melecehkan bahkan menghina baik secara fisik atau pun mental. Apalagi sifat media sosial ini yang sulit dihapus kembali.
Karena pelakunya yang berstatus sebagai anonim yang berada dibalik layar, sehingga peluang untuk melakukan sebuah bullying terbuka sangat lebar.

Pelaku Cyber Bullying biasanya adalah seseorang yang pada kehidupan sehari-harinya adalah seseorang yang introvert, pendiam, atau mereka tidak punya kekuasaan yang lebih (kemungkinan di dunia nyata, dia sendiri di-bully) dan pada akhirnya melarikan diri ke Media Sosial dan membuat kericuhan serta adu mulut, menyerang seseorang dengan kata-kata kasar.
Sadarkah, pernah atau tidaknya kalian menjadi pelaku atau korban dari Cyber Bullying, ada baiknya kita selalu introspeksi pada diri kita sendiri, karena apa yang nanti akan kita dapatkan adalah hasil dari cerminan perbuatan kita itu sendiri. (sumber : https://araisyahfitria.wordpress.com/2013/09/29).
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cyber bullying, di antaranya : Kesal; Karakter Seseorang; Adanya akses; Ikut-ikutan.

cyber bullying 2

Stop cyber bullying dari sekarang, sebelum generasi muda kita terbiasa dengan saling menghina dan saling mencela. Beberapa tips anti cyber bullying, yang mungkin cukup efektif loh :
1. Perhatikan Etika
Sebelum mem-posting atau membagikan gambar di media sosial, perhatikanlah etika-etika yang memang tidak ada secara tertulis, jangan mengumbar kemarahan, menggunakan kata-kata kasar, unggahan yang menyebabkan SARA, merusak nama baik orang lain atau postingan yang memicu perdebatan. Karena media sosial mudah dengan cepat tersebar luas kemana saja tanpa sepengetahuan kita.

2. Jangan menambah Tautan yang belum jelas informasinya atau HOAX
Telaah dan teliti sebelum membagikan informasi di media sosial. Bukan tidak mungkin informasi yang kita dapatkan itu adalah suatu kebohongan atau isu -isu yang sengaja dibuat untuk memicu konflik.

3. Jangan Membuat Status Yang Memancing cyber bullying
Ketika bermain media sosial kita dituntut untuk menjadi pengguna yang bijak. Jangan sesekali meng-update status yang memancing komentar buruk tentang postingan anda, sehingga cyber bullying dapat dihindari. Manfaatkan media sosial untuk menjadi media mencari informasi, menjalin pertemanan, sehingga anda akan merasa nyaman menggunakan media sosial.

4. Mengurangi penggunaan medsos dan teknologi.

Tips yang satu ini bisa menjadi solusi yang sangat ampuh, dengan menambahkan aktifitas fisik di kehidupan sehari-hari bisa menjadi salah satu penyalur emosi positif. Banyak bertemu dengan sahabat dan keluarga membuka sebuah perbincangan yang menarik, lebih baik daripada kita hanya bisa memantengi gadget kita seharian di kamar.
Penulis : Astriawati Jeinab

Widyatama Accounting Competition XV “Global Future Economy”

Widyatama Accounting Competition XVSenat Mahasiswa Fakultas Ekonomi (SEMA FE) Universitas Widyatama kembali menyelenggarakan Widyatama Accounting Competition (WAC) yang ke XV. WAC XV merupakan lomba akuntansi yang ditujukan bagi seluruh mahasiswa terdaftar dan aktif Program Studi D3/D4/S1 Akuntansi dari berbagai Universitas/Institut/STIE/STA di seluruh Indonesia. WAC XV dilaksanakan pada tanggal 3 – 5 Mei 2018 di Gedung Auditorium (GSG) Universitas Widyatama.
Peserta yang terdaftar dalam WAC XV berjumlah 78 tim yang berasal dari 25 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Pada hari pertama dilaksanakan babak quarterfinal yang diikuti oleh 26 tim. Pada hari kedua dilaksanakan babak semifinal dan final WAC XV. Pada akhir hari kedua, terdapat pengumuman ketiga pemenang WAC XV.

Widyatama Accounting Competition XV 2

Acara ditutup pada 5 Mei 2018 dengan kegiatan Seminar Nasional bertema “Global Future Economy” diisi narasumber: Robertus Ary Novianto, S.E.,M.M., Ak. (Partner KAP BDO Indonesia), Windy Wulandry (Owner Flashy), Prasurya Arif (Konsultan & Komisaris PT. Business Consulting Positif Solusi). Bertindak sebagai moderator Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Rita Yuniarti, S.E., M.M., Ak., CA.

Pada gelaran WAC kali ini Perguruan Tinggi yang meraih juara antara lain : Juara I PKN STAN , Juara II UNPAR tim 1, Juara III UNPAR tim 2. Performance apik dari Kevin Idol menghibur peserta dan kalangan umum yang menghadiri acara penutupan WAC XV dengan membawakan beberapa lagu yang pernah dibawakan pada saat audisi Indonesian Idol awal tahun 2018 yang lalu. (Hms, 22Mei2018)

Haruskah Pendidikan Tinggi Berdamai dengan Era Disruptif – Revolusi Industri 4.0 ?

Wawancara bersama : Hargyo Tri Nugroho Ignatius, S.Kom., M.Sc
Faculty of Engineering and Informatics – UMN

Hargyo Tri Nugroho Ignatius, S.Kom., M.Sc adalah dosen muda di Fakultas Teknik dan Informatika – UMN sehari-hari bergelut dalam bidang Teknik Komputer yang bersentuhan dengan teknologi informasi dan otomatisasi yang melandasi lahirnya Revolusi Industri 4.0. Untuk itu kami berbincang tentang era Disruptif dan bagaimana memaknainya bagi dunia pendidikan tinggi. Berikut hasil petikan wawancaranya :

Komunita : Apa sesungguhnya Revolusi Industri 4.0 atau Era Disrupsi yang marak diperbincangkan saat ini ?

Hargyo : Industri 4.0 merupakan istilah bagi revolusi industri ke-4 setelah dunia sebelumnya mengalami 3 kali revolusi, yaitu: pertama karena penemuan mesin uap, kedua karena penemuan listrik, ketiga karena perkembangan elektronik, teknologi informasi & otomasi, kemudian yang keempat (disebut sebagai Industri 4.0) merupakan akibat dari perkembangan yang luar biasa teknologi robotika, machine learning & kecerdasan buatan (AI), Internet of Things, serta 3D printing. Titik berat Industri 4.0 ada pada kolaborasi, interkonektifitas, serta keterbukaan data yang memungkinkan kolaborasi dilakukan tak hanya antar manusia namun juga antar mesin.

Pada Era Industri 4.0, mesin-mesin maupun pabrik-pabrik akan saling terhubung, bertukar data, bekerja sama, serta mengambil keputusan mandiri secara kolektif. Tentu saja hal ini akan merubah banyak hal: bagaimana pabrik beroperasi, bagaimana hubungan bisnis dilakukan, maupun bagaimana konsumen berbelanja. Era Industri 4.0 menawarkan efisiensi waktu dan sumber daya, penghematan biaya, kenaikan pendapatan, kelincahan (agility), maupun inovasi bagi industri. Industri lama atau petahana akan digantikan oleh industri gaya baru yang lebih efisien. Disrupsi ini harus diantisipasi dengan baik sehingga kita dapat melihat peluang-peluang baru di masa depan.

Disrupsi sebagai dampak inovasi ini sebenarnya berlangsung sudah sejak lama. Dahulu disrupsi terjadi relatif lambat, namun karena perkembangan teknologi informasi, disrupsi menjadi datang lebih cepat dan masif. Clayton Christensen pada tahun 1997 membuat teori disruptive innovation yang menyatakan bahwa berakhirnya zaman di tangan para inovator yang menciptakan sesuatu yang baru dengan menjawab kebutuhan zaman melalui mekanisme lebih sederhana, lebih terjangkau, dan lebih mudah diakses. Penarik becak tergantikan oleh tukang ojek pangkalan, lalu kini muncul ojek online sebagai disrupsi terhadap ojek pangkalan. Pendapatan sopir taksi tergerus oleh sopir taksi berbasis aplikasi yang tak lama lagi bisa jadi akan terganggu oleh driveless taxi. Tak hanya menganggu perusahaan taksi konvensional, menurut Joel Barbier (Direktur Cisco Digitization Office): kecanggihan dan kecerdasan autonomous car diprediksi juga akan menjadi disrupsi bagi perusahaan penyedia jasa parkir, asuransi, real estate, hotel, bengkel mobil, maupun perusahaan otomotif lainnya.

Komunita : Bagaimana memaknai dampak Era Disrupsi, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi terhadap perubahan paradigma berfikir dan bertindak seorang dosen ?

Hargyo : Terkait Revolusi Industri 4.0, peran perguruan tinggi adalah sebagai pencetak sumber daya manusia terampil. Namun tentu saja ragam keterampilan yang dibutuhkan oleh Industri 4.0 tak lagi sama dengan sebelumnya. Pada era canggih ini manusia dan mesin pintar akan berdampingan di tempat kerja. Implikasinya bukan hanya pada bisnis, namun pada masyarakat pada skala yang lebih luas. Ada pernyataan menarik yang dilontarkan Jack Ma (pendiri Alibaba) di World Economic Forum 2018. Jack Ma mengatakan bahwa pendidikan harus berubah; jika tidak, maka 30 tahun lagi kita akan menghadapi masalah. Everything we teach should be different from machines – semua yang kita ajarkan harus membuat manusia berbeda dari mesin. Kira-kira begitu saya memaknainya.

Lalu apa yang membuat manusia berbeda dan tetap lebih baik dari mesin? Jack Ma mengatakan bahwa yang membuat kita berbeda dari mesin adalah nilai-nilai (values), mempercayai sesuatu (believing), berpikir secara independen (independent thinking), kerjasama (teamwork), dan peduli terhadap sesama (care for others). Jack Ma juga menambahkan beberapa hal lainnya seperti olah raga, musik, seni, dan melukis.

Pendapat Jack Ma senada dengan laporan berjudul Workforce For The Future oleh PwC. Hasil survei PwC terhadap banyak CEO di China, UK, US, dan India, menyatakan bahwa keterampilan yang membedakan manusia dengan mesin dan akan dicari pada tahun 2030 adalah kemampuan menyelesaikan masalah (problem-solving), kemampuan adaptasi (adaptability), kolaborasi (collaboration), kepemimpinan (leadership), kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation). Sangat jelas bahwa baik Jack Ma maupun hasil survei PwC memandang softskill menjadi suatu hal yang perlu dilatih oleh setiap institusi perguruan tinggi khususnya dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Menyikapi fenomena ini, maka seorang dosen perlu kembali menilik perannya sebagai pendidik, bukan hanya sebagai pengajar. Sebagai pendidik, dosen perlu mengupayakan agar pendidikan softskill ? yang membuat manusia berbeda dengan mesin ? tercermin pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Komunita : Sejauhmana fenomena iklim disruptif ini memang sangat mengganggu dalam hal proses pembelajaran di tingkat perguruan tinggi ?

Hargyo : Disrupsi memang akan mengusik zona nyaman kita. Namun, jika disikapi dengan baik perubahan teknologi yang sedemikian cepat justru malah akan memperbaiki kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Contoh sederhana adalah penggunaan smartphone di kelas. Mahasiswa saat ini yang rata-rata merupakan generasi milenial adalah generasi yang selalu terhubung (always-connected), aktif secara sosial (social-savvy), menggemari aplikasi (app-happy), sangat bergantung pada smartphone (smartphone-dependent).

Pada sisi lain, mereka adalah self-learner. Smartphone memang sangat menganggu jika digunakan untuk hal-hal yang tidak terkait perkuliahan seperti chatting atau gaming. Maka tidak heran bila banyak dosen melarang mahasiswa menggunakan smartphone di kelas. Namun dengan pendekatan student-centered learning maupun collaborative learning, kita bisa mengajak mahasiswa untuk menggunakan smartphone dalam rangka mencari informasi sebagai bahan diskusi secara berkelompok. Dengan begitu, pembelajaran akan menjadi jauh lebih menarik, interaktif, melatih kreatifitas, kolaborasi, maupun teamwork yang sangat dibutuhkan di era industri 4.0. Terima kasih kepada smartphone karena kita tak perlu membawa banyak buku ke kelas.

Komunita : Perusahaan seperti Kodak & Nokia yang notabene dikenal sangat ketat dalam mengontrol kualitas produknya ternyata mengalami masa kebangkrutan juga akibat fenomena disrupsi. Apakah hal ini pun akan dialami oleh beberapa institusi perguruan tinggi ?

Hargyo : Nokia konon bangkrut, salah satunya karena menolak menggunakan Android dan memilih mengembangkan sendiri platform bagi produk mereka berbasis Symbian. Karena tak berkembang, Nokia akhirnya berkolaborasi dengan Microsoft yang berujung pada pembelian saham kepemilikian divisi ponsel Nokia oleh Microsoft. Setelah dijual oleh Microsoft, kini lisensi nama dagang Nokia dimiliki oleh HMD Global yang memproduksi smartphone Nokia berbasis Android. Sedangkan Kodak, sebenarnya telah mengembangkan kamera digital, bahkan membuat kamera digital pertama kali pada tahun 1975.
Namun Kodak masih menjadikan teknologi film sebagai fokus utama bisnis mereka. Hal ini membuat teknologi fotografi digital mereka kalah dengan perusahaan lainnya.

Sementara itu, disrupsi dapat terjadi pada semua bidang usaha termasuk perguruan tinggi. Selama ini pun kemunculan PTS-PTS baru yang dinamis bisa jadi merupakan disrupsi bagi PTS-PTS yang sudah ada lebih dahulu. Beberapa waktu yang lalu Menristek menyatakan bahwa paling tidak 5 sampai 10 perguruan tinggi asing (PTA) akan beroperasi di Indonesia mulai tahun ini (sumber: Antara, 29 Januari 2018). Hal ini tentu saja dapat menjadi ancaman bagi PTN maupun PTS pada segmen tertentu.

Bukan hanya itu, fenomena open educational resources (OER), situs tutorial online seperti Khan Academy, massive open online course (MOOC) atau kuliah online seperti Coursera atau Udemy ? pun dapat menjadi ancaman. Betapa tidak? kedua layanan tersebut menawarkan kenyamanan belajar dengan harga yang relatif murah (mulai dari 5 USD atau bahkan gratis). Kita dapat memilih topik dan pengajar sesuai selera kita. Materi yang ditawarkan mulai dari berbagai topik IT hingga bisnis dan hukum. Waktu belajar pun fleksibel dan dapat dilakukan dimana saja. Beberapa situs menyediakan sertifikat setelah kita menyelesaikan kursus/kuliah.

Glassdoor pada tanggal 15 Januari 2018 merilis 15 perusahaan terkemuka (termasuk Google, Apple, dan IBM) mulai menerima pegawai tanpa gelar/ijazah. Bukan tidak mungkin hal ini menjadi tren rekrutmen di masa depan. Ketika industri tidak lagi membutuhkan gelar dan ijazah, sementara keterampilan bisa didapat dengan mudah dan murah dari internet, apa peran perguruan tinggi? Bagaimana nasib gedung-gedung perkuliahan yang sudah dibangun dengan dana yang tak sedikit? Bagaimana dosen akan mengajar? Satu-satunya harapan adalah berlindung di balik regulasi pemerintah. Namun sampai kapan? menurut saya, pernyataan Jack Ma maupun laporan PwC, layak menjadi acuan perguruan tinggi dalam memilih perannya. Softskill merupakan hal yang saat ini belum dapat dipelajari secara online dan itu menjadi salah satu kekuatan perguruan tinggi. Kita harus belajar dari pengalaman Kodak, Nokia, RIM, maupun Yahoo dan tidak boleh lengah.

Komunita : Bagaimana peran dan upaya seorang dosen dalam menjaga kualitas pendidikan guna mengantisipasi berkembangnya fenomena disrupsi ini ?

Hargyo : Ada sebuah kalimat bijak dalam bahasa Inggris “Planning is bringing the future into the present so that you can do something about it now”. Saya berpendapat bahwa kunci menghadapi disrupsi adalah antisipasi, inovasi, dan adaptasi. Dosen harus memiliki visi, mampu melihat berbagai kemungkinan dan peluang di masa depan. Dosen juga harus mampu beradaptasi terhadap pelbagai perubahan yang terjadi. Dosen harus mampu riding the wave, menjadi pelaku inovasi, memetik manfaat dari gencarnya inovasi, bukan sebaliknya: tergulung ombak disrupsi.

Komunita : Bagaimana peran dan upaya pihak pengelola dan pimpinan perguruan tinggi selaku operasionalisasi pengembangan kualitas pendidikan dalam mengantisipasi berkembangnya fenomena disrupsi ?

Hargyo : Pimpinan dan pengelola perguruan tinggi harus sadar bahwa mereka harus selalu berbenah karena disrupsi akan terus terjadi. Pembenahan perlu dilakukan baik dari sisi kurikulum, kegiatan pembelajaran, penelitian, maupun operasional layanan perguruan tinggi lainnya. Tanpa visi strategis yang baik dan komitmen dari pimpinan, mustahil langkah antisipatif akan berjalan dengan baik. Perguruan tinggi perlu menjalin hubungan yang harmonis dengan industri. Karena hanya dengan itulah gap antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan universitas bisa diminimalkan. Industri-lah yang paling tahu kompetensi seperti apa yang mereka cari, sementara perguruan tinggi-lah yang memiliki peran menyediakan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri. Akan lebih baik lagi jika hubungan yang harmonis ini sampai pada ranah penelitian, idealnya universitas mendapatkan dana penelitian dari industri dan hasilnya pun dimanfaatkan oleh industri. Saya melihat sebenarnya banyak peluang yang bisa diambil perguruan tinggi untuk membantu industri di Indonesia menghadapi era industri 4.0.

Komunita : Perubahan iklim disrupsi tentu menimbulkan sikap kewaspadaan bagi dosen dengan tetap berharap meningkatkan kompetensi dan strategi pembelajaran yang dinamis. Bagaimana sikap kewaspadaan dan harapan tersebut dapat terwujud guna peningkatan kreatifitas dan inovasi dalam bidang pendidikan tinggi ?

Hargyo : Sebagai profesional, dosen harus senantiasa siap menghadapi disrupsi yang terjadi kapan saja. Tren teknologi yang sedemikian cepat memaksa dosen untuk senantiasa belajar hal yang baru dengan masa kadaluarsa yang relatif cepat. Seolah-olah belum selesai menguasai suatu bahasa pemograman A, sudah muncul bahasa pemrograman B yang lebih populer. Jika kita tidak update, maka akibatnya gap antara industri dengan universitas semakin lebar. Bukan perkara mudah karena banyak dosen memiliki beban mengajar yang terlalu banyak dan tambahan tugas lainnya selain kegiatan tridharma. Namun, bukan lantas membuat kita layak untuk menyerah. Menyikapi ancaman masuknya PTA di Indonesia, bisa jadi ini malah membawa berkah bagi dosen-dosen berkualitas karena mau tak mau PT harus memperbaiki renumerasi maupun melalui program retensi lainnya agar tidak kehilangan orang-orang terbaik. Oleh karena itu dosen harus senantiasa mawas diri, meningkatkan kompetensi, maupun melakukan berbagai inovasi agar kualitas pribadi meningkat.

Kehadiran situs kursus online semacam Udemy memang menjadi ancaman; namun jika kita mau beradaptasi, kehadirannya juga memberikan keuntungan karena kita dapat belajar berbagai hal baru dengan biaya terjangkau. Sebagai contoh, untuk training bahasa pemrograman Python tingkat pemula di Jakarta, paling tidak kita membayar 1-3 juta rupiah di luar ongkos transport dan konsumsi. Sementara pada saat promo di situs kursus online saya hanya perlu membayar 60 ribu rupiah dengan tawaran fleksibilitas waktu belajar dengan pengajar berkualitas. Beberapa situs kursus online juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi dosen karena semua orang dapat membuka kelas di sana dan mendapatkan pendapatan besar serta meningkatkan reputasi.

Yang perlu dilakukan adalah membuat materi training, melakukan rekaman dan sedikit video editing, lalu unggah materi tersebut. Selanjutnya pengajar akan dibayar berdasarkan komisi untuk setiap subscription pada kuliahnya. Bahkan, situs tutorial online, kursus atau kuliah online juga dapat digunakan mahasiswa untuk belajar secara mandiri sebelum tatap muka di kelas. Jadi, pertemuan di kelas dapat kita optimalkan untuk studi kasus, proyek kelompok, atau mengulas materi secara lebih dalam. Alih-alih kita jadikan ancaman ? teknologi pembelajaran justru tersebut kita jadikan teman.

Saya sependapat dengan Prof. Rhenald Kasali dengan bukunya yang berjudul Disruption yang menyatakan bahwa : Disruption adalah sebuah inovasi. Inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara yang baru. Disruption berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan cara yang baru. Kita perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi sehingga kalaupun jatuh, kita tahu betul kerusakan apa yang akan menimpa kita dan bagaimana membangun mekanisme kemembalannya. Lebih baik kita berdamai dan menciptakan cara-cara baru untuk menyambut era baru yang lebih inklusif pada hari esok”. (Written by Abdul Rozak)

?

Perubahan dengan Dukungan Environment adalah Peluang

Ong Tek Tjan
Direktur UKM, Funding, FI & Jaringan Kantor

Bank Sahabat Sampoerna Bank Sampoerna) adalah kolaborasi Bank Sahabat Sampoerna dengan jaringan ritel terkemuka, Grup Alfa.

Sebagai sebuah institusi keuangan, Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) masih berusia relatif muda. Bank Sampoerna telah beroperasi selama 26 tahun, termasuk 6 tahun terakhir Bank ini menggunakan nama Bank Sampoerna.
Bank Sampoerna telah berupaya keras melayani nasabah dengan sebaik-baiknya dan secara bersamaan terus meningkatan kinerja. Dalam paruh pertama tahun 2017 ini, Bank Sampoerna telah membukukan pertumbuhan yang cukup baik. Dengan dukungan nasabah dan seluruh pihak, disertai semangat yang ditunjukkan oleh para karyawan.
Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Komunita berbincang dengan salah satu Direktur Bank Sampoerna, Ong Tek Tjan – Direktur UKM, Funding, FI & Jaringan Kantor.

Komunita: Pandangan Bapak, tentang fenomena era Revolusi Industri 4.0 / era disruptif ?

Ong Tek Tjan: Menurut saya, hal itu disebabkan muncul ide-ide di lingkungan sekitar kita terutama generasi anak muda sebagai jawaban atas in-efisiensi proses dalam semua mata rantai kehidupan. Dalam industri perbankan sendiri, artinya bagaimana orang dulu melihat akses terhadap produk perbankan: kreatifitas produk perbankan, kemudian adanya limitasi regulasi yang banyak melahirkan semacam ide-ide yang kemudian didukung oleh teknologi informasi sehingga memungkinkan orang berkreatif menawarkan secara langsung semua produk dan jasa. Mereka menciptakan sendiri berbagai produk inovatif yang kemudian masyarakat secara transparan dapat menilai serta memilih sendiri. Jika dahulu masyarakat butuh produk perbankan harus kesana dan kemari mendapatkannya. Akan tetapi sekarang masyarakat diberikan berbagai macam tawaran kemudahan yang pada akhirnya terjadi borderless industry.

Komunita: Keadaan tersebut sangat berdampak pada perubahan paradigma berpikir atau bertindak. Bagaimana dengan industri perbankan itu sendiri?

Ong Tek Tjan: Saya kira kalau di perbankan terjadi proses transisi dari perbankan konvensional menuju ke perbankan digital. Banyak sekali yang berubah dan akan terus berkelanjutan. Saya melihat ada gerakan fintech di perbankan dan cukup ramai serta banyak yang berinvestasi di produk fintech tersebut. Hal itu tidak dapat dihindari dan perbankan terus bermetamorfosis menyesuaikan segala produk-produk yang ada untuk mampu beradaptasi.

Komunita: Perbankan memandang hal tersebut sebagai semakin ketatnya tingkat persaingan, suatu ancaman atau peluang ?

Ong Tek Tjan: Secara umum banyak yang mengatakan hal ini sebagai ancaman. Tapi saya sebagai pelaku industri melihat hal ini sebagai suatu gejolak industri bukan sebagai suatu ancaman, justru ini adalah suatu kesempatan. Artinya bagi bank-bank melakukan suatu perubahan dimana perubahan itu didukung oleh environment yang justru sangat ditunggu oleh pihak perbankan.

Jadi sekarang kalau ditanya tentang peer to peer, apakah itu akan menjadi suatu ancaman bagi perbankan saya kira tidak. Jadi peer to peer itu menjadi semacam kreatifitas berpikir sehingga buat perbankan pun akan bisa sangat menyesuaikan. Perbankan nanti bisa membuat platform peer to peer sendiri dengan konsepnya yang mungkin akan mengalami perubahan dari masyarakat yang dulu, artinya kalau berbisnis harga pokok berapa kemudian kita dapat jual berapa ke konsumen.
Produk-produk perbankan nanti akan lebih transparan dan masyarakat akan bisa memilih investasi sendiri termasuk ikut dalam mendanai investasi tersebut. Namun saat ini pada industri perbankan yang tidak bisa dikalahkan oleh industri fintech adalah faktor trust (kepercayaan). Jadi kalau kita lihat dunia volume fintech sekarang adalah fintech peer to peer yang berkembang sekitar 2 Triliun dibandingkan dengan industri perbankan yang hampir sekitar 5.000 triliun masih terlalu jauh. Masyarakat kita sebetulnya masih tergolong dalam 90% masyarakat konvensional dan mereka sangat dominan dalam perekonomian, namun di sisi lain terdapat beberapa golongan anak muda mempunyai pilihan-pilihan di mana mereka bisa mengharapkan suatu layanan perbankan yang mudah diakses, lebih fleksibel dan mereka menggunakan smartphone sebagai katalisator terjadinya disrupsi. Hanya saja kontribusi anak muda dalam perekonomian itu sangat kecil. Hal ini menghasilkan noise seolah-olah disrupsi itu sedang terjadi begitu drastis.

Komunita: Apakah beberapa tahun ke belakang gejolak disrupsinya terjadi begitu cepat ?

Ong Tek Tjan: Menurut saya pribadi kelihatannya cepat, tapi sebetulnya lambat. Kecepatan itu terjadi di generasi anak muda, tapi lambat sekali terjadi di generasi orangtua yang saat ini memegang kunci sektor ekonomi. Sumber daya ekonomi masih dikendalikan oleh generasi orangtua yang saat ini kita menyebutnya adalah generasi X.

Komunita : Apakah berkembangnya hal itu artinya lebih dinamis?

Ong Tek Tjan: Ya kalau kita bilang lebih dinamis. Sehingga dari sisi bank, industri perbankan melihat perkembangan ini dari generasi ke generasi berikutnya akan menjadi kunci dalam peningkatan perekonomian, yang pada akhirnya diperkirakan 10 tahun ke depan akan lebih maju sehingga kalangan industri pun harus lebih menyesuaikan.

Komunita: Bagaimana sikap kewaspadaan dan harapan tersebut dapat terwujud guna meningkatkan kreativitas dalam bidang industri ataupun perbankan?

Ong Tek Tjan: Kalau untuk industri perbankan, saat ini harus agile artinya kita harus bisa mencoba menerima perubahan teknologi yang begitu cepat. Sebagai manusia yang masuk dalam struktur industri merupakan generasi baru yang memiliki pemikiran kreatif. Kemudian kita implementasikan ke dalam modal bisnis yang kita miliki.
Jadi diskusi komunikasi antara kedua generasi harus berjalan dengan baik. Jika salah satu generasi lebih dominan, maka akan menghasilkan chaos. Misalnya: kalau industri perbankan yang dominannya generasi X, maka akan menghasilkan perubahan namun jika yang dominan generasi millenia, maka akan menghasilkan chaos (kekacauan) karena generasi ini tidak siap untuk long term. Jadi mereka ingin berubah, akan tetapi mereka belum menemukan suatu perubahan yang berarti bagi kepentingan masyarakat secara umum.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa modal industri perbankan adalah kepercayaan dan stabilitas perekonomian. Jadi kalau seandainya terjadi kekacauan, maka hal ini telah mengindikasikan terjadi disruption dalam transaksi keuangan tersebut. Sehingga kita berharap akan melihat suatu kreatifitas atas kebijakan yang berarti antara generasi X dan generasi millenia.

Komunita: Harapan bapak untuk para mahasiswa di seluruh Indonesia, khususnya di Universitas Widyatama ?

Ong Tek Tjan: Saya kira bahwa mahasiswa sekarang jangan berpikir untuk menjadi tenaga kerja. Setelah lulus ingin menjadi pegawai. Menurut pengamatan saya sekarang kalau melihat mahasiswa setelah lulus ingin pekerjaan-pekerjaan di belakang meja mengurus administrasi dan tidak mau berkaitan dengan hal yang berkaitan dengan marketing, dan juga anak muda sekarang tidak mau masuk ke sektor produksi. Mereka cenderung menganggap sektor produksi itu melelahkan.
Ke depan perbankan akan lebih efisiensi sehingga peranan manusia secara bertahap akan berkurang karena artinya banyak hal yang dapat diotomasi. Untuk itu digital otomasi di dalam semua proses dan marketing lebih berkembang secara dinamis. Berarti anak-anak muda sekarang perlu menyiapkan diri dalam peningkatan pengetahuan, khususnya dunia otomatic digital. Sekarang permasalahannya justru, banyak yang tidak match dan masih terjadi gap. Artinya sekitar tiga tahun ke depan mesin produksi SDM kita masih menggunakan mesin lama sehingga tiga tahun ke depan itu hasil produksinya belum sesuai dengan kebutuhan industri. Jadi untuk mahasiswa, ayo harus berani untuk berubah. Belajar bukan saja di kampus dan jika kita berbicara mengenai belajar bahwa setiap waktu kita dapat belajar memahami hal lainnya di luar waktu belajar kita di kampus. 60 % proses pembelajaran sebenarnya ada di dunia nyata dengan melakukan pemahaman terhadap informasi yang ter-update (baru). (By: Dwinto Martri Aji Buana)

 

Milad Ke-7 Majalah Komunita Widyatama Gerakan Memasyarakatkan Literasi

Gerakan Memasyarakatkan Literasi

Dalam rangka memperingati hari buku se-dunia dan milad Majalah Komunita (Komunikasi Pendidikan Widyatama), menyelenggarakan kegiatan 1st GeMaL Komunita 2018. GeMaL Komunita kepanjangan dari Gerakan Memasyarakatkan Literasi, adalah bagian dari milad Komunita ke-7 yang diisi dengan kegiatan seminar literasi, pemberian Komunita Awards dan pembentukan komunitas literasi widyatama. Event ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan meningkatkan budaya literasi di kalangan internal Widyatama (mahasiswa, dosen dan staf) serta eksternal (antara lain: Perpusnas, komunitas literasi, dan dunia industri/usaha).

1st GeMaL Komunita yang diselenggarakan tanggal 26 April 2018 ini mengusung tema Paradigma Baru Literasi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 menawarkan berbagai gagasan, ide, informasi seputar literasi, pendidikan dan relevansinya terhadap dunia industri/usaha, serta mengembangan budaya literasi dan kecendekiawanan. Tiga agenda acara 1st GeMaL Komunita, yaitu :

1. Seminar Literasi dengan tema Paradigma Baru Literasi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dengan Pembicara Prof. Dr. Bachrudin Musthafa, M.A. (Technical Assistance Management Unit World Bank & Doktor Dalam Bidang Literacy Studies The Ohio State University (Osu), Columus, Ohio, USA) & Dr. Hj. Oom Nurrohmah, M.Si. (Kepala Bidang DPBP Dispusipda Jawa Barat).

Dijelaskan,tuntutan Zaman Now adalah Revolusi Industri 4.0 & Literasi Digital Kritis, Pemahaman bergeser dari Literacy ke Literacies (Multi Literacies), karena kehadiran dan penggunaan teknologi digital. Literasi era digital perlukan cara pikir baru, diantaranya : inventive thinking; adaptability and managing complexit; self-direction;curiosity;creativity; risk taking; higher-order thinking & sound reasoning; effective communication; teaming & communication; interpersonal skills; personal responsibility; social & civic responsibility; interactive communication; high productivity. Revolusi Industri 4.0 ini dicirikan dengan hal-hal baru yang sebelumnya tak terbayangkan. Ciri-ciri utama: velocity, scope, systems impact (on business, government and on people), diantisipasi akan terjadi polarisasi sosial (tenaga kerja), yakni high skills with high pay versus low skills with low pay.

Gerakan Memasyarakatkan Literasi 2

Era Revolusi Industri 4.0 juga ditandai dengan berkembangnya berbagai faktor teknologi dari masa ke masa, diantaranya yaitu Pola Digital Economy, Robotic, Artificial Intelligence, dan Big Data. Adapun kejadian yang dialami pada pola digital economy seperti adanya interaksi bisnis dalam memanfaatkan teknologi internet dan proses transformasi bisnis. Sementara untuk pola robotic menggunakan manipulator yang dapat diprogram ulang untuk memindahkan material atau peralatan tertentu guna menjalankan berbagai tugas, serta mengendalikan dan mensinkronkan peralatan dengan pekerjaannya (intinya adalah memudahkan setiap pekerjaan). Sedangkan makna dari artificial intelligence merupakan hasil produk kecerdasan manusia yang berfungsi untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Kesemua faktor tersebut tentunya harus ditunjang oleh ketersediaan data yang memadai.

2. Komunita Awards, memberikan Apresiasi dan Penghargaan yang Setinggi-Tingginya kepada setiap Individu yang secara kolektif aktif dalam menerangkan Api Literasi (Membaca, dan Menulis). Kategori Penghargaan Meliputi:

1) Awards Mahasiswa Berliterasi dimenangkan oleh Dima Sahara Septian. Dima adalah mahasiswi Widyatama, terpilih karena keaktifannya dalam kegiatan menulis, tulisannya dibaca lebih dari ratusan orang di media online Wattpad.

2) Awards Dosen Berliterasi dimenangkan oleh Pak Pipin Sukandi. Pipin Sukandi adalah dosen Fakultas Bisnis Manajemen UTama. Pipin terpilih karena keaktifannya dalam kegiatan penulisan, beberapa judul tulisannya (Buku & Surat Kabar) adalah Secangkir motivasi di pagi hari, 5 Cara Mewudjudkan Mimpi, Hypnoeducation, Menghipnosis Mahasiswa dan Dunia Pendidikan Antarkan Raih Rekor Muri.

3) Awards Narasumber Terinspirasi, dimenangkan oleh Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hakim Halim, M.Sc. Prof Abdul Hakim adalah narasumber Majalah Komunita, beliau terpilih menjadi narasumber terinspirasi karena ide dan gagasannya yang begitu berilliant tentang pendidikan dan arah pendidikan ke depan.

4) Awards Industri Terfavorit dimenangkan oleh PT. Sumber Cipta Multiniaga, dan

5) Awards Penggerak/ LSM Literasi dimenangkan oleh Mulyani. Mulyani adalah sosok wanita biasa yang dengan segala keterbatasnya mampu membangun 5 taman baca. Beliau dipilih karena beliau mememiliki motivasi yang kuat dalam membangun literasi, kreativitas dan idealisme yang tinggi dalam menggerakan kegiatan literasi, hal ini terbukti dengan :

  • Bulan Juni 2014 mendirikan Perpustakaan Cipta Anugerah yang berlokasi di Kp. Cigintung RW. 01 Desa Ciptagumati Kecamatan Cikalongwetan.
  • Bulan April 2015 mendirikan Taman Bacaan Masyarakat Buni Barokah dengan alasan karena banyak masyakat yang membutuhkan perpustakaan tanpa terhalang waktu, tempat dan cuaca, tepatnya di Kp Cigintung RT03/RW07 Desa. Ciptagumati, Kec. Cikalongwetan.
  • April 2017 kami membuat cabang TBM Pelita Hati yang kepala pengelolanya Jaja Sahidin, SPd tepatnya di Kp. Warga Saluyu RT03/RW06 Desa. Cisomang Barat. Kec. Cikalongwetan Kab. Bandung Barat 50556
  • Bulan Juni 2017 berdiri lagi TBM Garap yang dikelolai oleh pak Jaelani, SPd.I yang berlokasi di Kp. Pangkalan RT03/RW 12 Desa. Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan kab. Bandung Barat.
  • Bulan Oktober 2017 ada salah satu teman sekantor ingin membuat sudut baca dengan alasan anaknya haus baca sehingga orang tuanya kewalahan untuk memfasilitasi bahan bacaan, disitulah saya membuat sudut baca yang dikelola Iis Alawiyah,M.MPd

3. Pembentukan Komunitas Literasi Widyatama. Komunitas bertujuan mendorong Budaya Akademik (Literasi Data, Literasi Teknologi, Literasi Manusia & Life Long Learning). Komunitas Literasi Widyatama terdiri dari berbagai kalangan mulai dari dosen, staf kependidikan, mahasiswa dan masyarakat Cikutra yang peduli akan kegiatan literasi. Peluncuran Gerakan Memasyarakatkan Literasi (Komunitas Literasi GeMaL Komunita), tanggal 26 April 2018 dikuatkan dengan Janji Pejuang GeMal: Para pemuda-pemudi Widyatama// menyatukan tekad dan janji// Janji sehidup semati dalam Literasi// Teriknya sinar matahari// Telah menjadi saksi// Perjuangan dan pengorbanan// kami demi Gerakan Memasyarakatkan Literasi GeMaL// Pantang menyerah menjadi// Pemuda-Pemudi Literasi// Dari tajamnya godaan dunia fatamorgana// Yang mengincar diri// Semangat dan tekad dijadikan// Tonggak utama perjuangan// Keberanian dan kemauan// Telah melekat dalam jiwa beliterasi// Hambatan dan tantangan// Dijadikan motivasi// Untuk meraih kemenangan// Kemenangan yang menembus awan jelajahi bumi// Kami semua// Adalah sayap-sayap jiwa berliterasi// Garda terdepan Widyatama// Pemintal masa depan Indonesia.

Ke depan Komunitas Literasi Widyatama akan diisi berbagai kegiatan yang bertujuan membangun budaya literasi, baik di lingkungan kampus, maupun di luar kampus. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari segenap civitas Universitas Widyatama, Yayasan Widyatama, GALE Cengage Learning, LPAP, Artherapy Center, Perpustakaan Widyatama, Foodcourt, sEntra, IKAPI Jawa Barat, Dispuspida Jabar, Nanda Mitra Group, Utama TV dan Koran PR. (Hms, 04Mei2018)

Mulyani, Penggerak Komunitas Literasi Masyarakat

Penggerak Komunitas Literasi Masyarakat

Berawal dari kegemaran membaca yang membuahkan hasil terbentuknya komunitas baca di lingkungan desa, sosok seorang wanita tangguh Mulyani yang membangun Taman Bacaan Masyarakat di berbagai lokasi sekitar desa tempat tinggalnya. Mulyani merupakan tokoh penggerak literasi yang berkarya meningkatkan minat baca masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
Sekumpulan orang mulai dari anak-anak usia sekolah sampai dengan orang dewasa, baik pria maupun wanita sambil duduk di sekitar hamparan tikar yang bertebaran buku, di sisi jalan ketika ada acara Pasar Kaget. Ayo Bacaaa. buku!! Ayo baca buku.!!! teriak ibu Mulyani yang didampingi oleh sang suami. Taman Bacaan keliling yang digagas oleh ibu Mulyani ini mulai mendapat penggemar baca dari kalangan masyarakat luas, sehingga timbul gagasannya membuka pojok baca buku pada bulan Juni 2014, di rumah orang tuanya yang berlokasi di Kp. Cigintung RW. 01 Desa Ciptagumati Kecamatan Cikalongwetan. Para tetangga mulai semakin banyak menghampiri Taman Bacaan Cipta Anugerah tersebut.

Komunitas ini mempunyai acara rutin jalan kaki / Hiking bersama ke suatu tempat yang pemandangannya indah dan lokasinya sejuk, kemudian ada acara hampar buku untuk membaca buku sambil menikmati keindahan alam sekitar. Diselingi juga dengan diskusi kecil antar kelompok tentang apa yang telah dibaca. Suatu ketika ditemukan lokasi yang nyaman dengan pemandangan indah kehamparan sawah dan perkampungan penduduk. Dimana lokasi tersebut ditemukan tidak sengaja ketika ibu Mulyani terperosok disuatu tempat dan ternyata tempat tersebut sangat indah untuk digunakan sebagai tempat singgah untuk membaca di alam bebas. Sejak saat itu tempat tersebut dijadikan lokasi baca masyarakat. Dengan diselenggarakannya acara Hiking tersebut berdampak pada anggota komunitas baca masyarakat ini semakin hari semakin bertambah. Di daerah lainpun ternyata membutuhkan Taman Bacaan serupa di Kp Cigintung RT03/RW07 Desa. Ciptagumati, Kec. Cikalongwetan. Tepatnya pada bulan April 2015 didirikan taman bacaan lainnya dengan nama Taman Bacaan Masyarakat Buni Barokah .

Komunitas baca ini banyak didukung oleh simpatisan donator buku dari daerah lain yang tertarik untuk membantu memperkaya koleksi buku di taman bacaan tersebut. Apalagi dukungan yang sangat bermanfaat datang juga dari Badan Perpustakaan Daerah Jawa Barat baik berupa bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan maupun bantuan buku bahan bacaan. Perkembangan komunitas baca masyarakat ini semakin luas berkat dari dedikasi dan loyalitas tokohnya yaitu Ibu Mulyani yang sejak kecil mempunyai kegemaran membaca ini membawa dirinya berkecimpung dengan buku, yaitu bertugas di suatu sekolah dasar yang mengurus perpustakaan sekolah. Namun tidak hanya berhenti pada tugasnya mengurus perpustakaan di sekolah, tapi dilanjutkan pula di lingkungan rumah tempat tinggalnya. Pertama kali dibuatkan suatu Taman Bacaan Masyarakat. Disamping itu tekad untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pengelolaan perpustakaan dengan menempuh studi lanjut di perguruan tinggi pada Universitas Terbuka.

Ibu Mulyani adalah sosok wanita biasa yang dengan segala keterbatasnya mampu membangun 5 taman baca, beliau dipilih karena beliau memiliki motivasi yang kuat dalam membangun literasi, kreativitas dan idealisme yang tinggi dalam menggerakan kegiatan literasi, hal ini terbukti dengan selain mendirikan taman bacaan sebagaimana dijelaskan diatas tersebut pada bulan :
– April 2017, membuat cabang TBM Pelita Hati yang kepala pengelolanya Jaja Sahidin, S.Pd tepatnya di Kp. Warga Saluyu RT03/RW06 Desa. Cisomang Barat. Kec. Cikalongwetan Kab. Bandung Barat 50556
– Juni 2017, berdiri lagi TBM Garap yang dikelola oleh Jaelani, S.Pd.I yang berlokasi di Kp. Pangkalan RT03/RW 12 Desa. Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan Kab. Bandung Barat.
– Oktober 2017, salah satu teman sekantor ingin membuat sudut baca dengan alasan anaknya haus baca sehingga orang tuanya kewalahan untuk memfasilitasi bahan bacaan, disitulah saya membuat sudut baca yang dikelola Iis Alawiyah, M.M.Pd.
Kerjasama juga dilakukan dengan sekolah-sekolah untuk menggairahkan minat baca para murid. Salah satunya mendirikan taman bacaan kejujuran, maksudnya siapapun yang akan ikut membaca dipersilahkan melayani sendiri, meminjam, mencatat, dan setelah dibaca dikembalikan lagi ke tempatnya.

Selain itu ibu Mulyani menjadi konsultan pengelolaan perpustakaan sekolah di berbagai tempat, seperti Sekolah SMA di daerah Cililin, di berbagai tempat di daerah Cikalongwetan, dan sebagainya.
Atas dasar dedikasi dan loyalitasnya inilah ibu Mulyani menerima Awards Penggerak/ LSM Literasi, penghargaan sebagai tokoh penggerak literasi baca di kalangan masyarakat desa dari Panitia Gerakan Memasyarakatkan Literasi pada acara GEMAL AWARD majalah KOMUNITA.

Komunitas lainnya yang dapat dijadikan teladan adalah komunitas baca di kota Bandung seperti yang berada di daerah. Kecintaan kepada hobi secara konsisten akan melahirkan dedikasi tanpa batas pada profesi, sehingga mendatangkan pahala dan perbuatan baik kepada sesama. (edb)