Home Blog Page 45

Dosen widyatama, Juri Cabor Skateboard Asian Games 2018

 

Palembang,- Ketua Program Studi Desain Grafis Universitas Widyatama (UTama) sekaligus salah satu Skateboarder di Indonesia, Rudy Farid, ditunjuk menjadi salah satu juri di ajang Asian Games 2018. Rudi didapuk menjadi Park Skate Judges atau Juri untuk Kategori Park Skate di ajang olahraga bergengsi di level dunia tersebut mulai tanggal 28 Agustus hingga 29 Agustus 2018.

Bersama lima praktisi skaters lainnya dari berbagai Negara di Asia, ia menjadi juri cabang skateboard yang diselenggarakan di venue Jakabaring, Sport City, Palembang. Juri dari berbagai Negara di Asia lainnya yakni Park Sung Ho dari Korea, Takuya Okuno dari Jepang, Rahman Farris dari Singapore, Warren RM Stuart dari Hongkong dan Didit Aditya dari Indonesia.

Pria lulusan FSRD ITB ini, bukan kali pertama menjadi juri pada ajang skateboarding di level tertinggi. Ia sebelumnya pernah menjadi Juri untuk Kejuaraan Nasional Kalijodo Clash X Games pada februari tahun 2017.

Mendapat kepercayaan sebagai Juri Asian Games 2018, tentu bukan saja menjadi kebanggaan Rudy, tapi juga bagi Civitas Academica Universitas Widyatama. Ia menyampaikan sudah aktif sebagai skaters pada akhir tahun 80an yang tergabung di komunitas Street Spydrs di Bandung. (Ed) Humas Widyatama 28Agu2018.

Hari Pertama Program Pengenalan Universitas Widyatama

Program pengenalan kampus atau lebih dikenal dengan ospek di perguruan nggi biasanya dipersepsi melelahkan, bahkan kegiatan semacam ini kerap dijadikan ajang bullying dari mahasiswa senior kepada mahasiswa junior. Tapi dak demikian dengan Program Pengenalan Universitas (PPU) Widyatama. PPU Widyatama berlangsung dari tanggal 28 Agustus hingga 8 September 2018 ini diselenggarakan di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama.

Mahasiswa/i baru Tahun Akademik 2018/2019 mengikuti Program Pengenalan Universitas (PPU) Widyatama hari pertama di Gedung Auditorium (GSG) pada selasa (28/8).

Hari pertama dimeriahkan oleh perform dari Japan Community Widyatama yang menyajikan komunitas cosplayer mahasiswa dengan berbagai karakter, dilanjutkan dengan penampilan barongsai dari Unit Kegiatan mahasiswa Bandung Santo Club (BSTC) yang telah menorehkan prestasi di ajang internasional “Legend of Shaolin Memorial Cup” tahun 2016 di Hongkong. Sementara Kelompok Seni Mahasiswa menyajikan kabaret sarat makna DJITU (Disiplin Jujur Inovaf Tekun dan Ulet).

Kepala Bagian Analis Dit. Intelkam Polda Jawa Barat : Ajun Kombes Pol. Dr. I Ketut Adi Purnama, S.H., M.H pada kesempatan yang sama memberikan sosialisasi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. Menurutnya wawasan kebangsaan dan bela negara ini penng dilakukan, terutama menyikapi fenomena lunturnya wawasan kebangsaan dan rendahnya bela negara dewasa ini.

Acara pembukaan PPU dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Widyatama Dr. H. Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., CA beserta Wakil Rektor Akademik, Renbang dan Kerjasama juga Wakil Rektor Operasional, SDM dan Keuangan. Pembukaan turut dihadiri oleh Pimpinan Yayasan dan Rektorat Widyatama. PPU hari pertama ditutup dengan evakuasi ke kelas di Gedung B, C dan K untuk diberikan pemaparan mengenai Lembaga Kemahasiswaan dan Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan Universitas Widyatama. (Ed) Humas Widyatama 29Agu2018.

Program Studi Bahasa Jepang Siapkan Sertifikasi Mahasiswa

Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi Asia khususnya, dan dunia pada umumnya, pemahaman dan penguasaan bahasa asing merupakan alat penting dalam pertukaran informasi internasional. Jepang sebagai salah satu negara maju dan tingkat perekonomiannya yang cukup tinggi, membuka peluang yang cukup luas untuk menyerap tenaga kerja dari luar negara Jepang, khususnya Indonesia. Salah satu syarat untuk dapat bekerja di Jepang yaitu mempunyai sertifikat Kemampuan Bahasa Jepang yang sudah diakui secara Internasional. Salah satunya adalah Global Nihongo Kentei (GNK).

Mengamati pentingnya sertifikasi yang diakui oleh perusahaan multinasional di Jepang, Fakultas Bahasa Universitas Widyatama khususnya Program Studi Bahasa Jepang S1 dan D3 menyelenggarakan Tes Nihongo Kentei guna memfasilitasi mahasiswa agar nantinya dapat menghadapi tes nihongo noryoku shiken yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation. Tes ini diselenggarakan selasa (22/5) di Universitas Widyatama dan diikuti 36 orang mahasiswa berkat kerjasama Fakultas Bahasa Widyatama dengan Blanc Partners co.ltd. Hadir pada tes tersebut pimpinan Program Studi Bahasa Jepang Dinda Gayatri Ranadireksa,M.A., Ph.D, Kaprodi S1 bahasa Jepang, Aan Amalia, Dra., M.Pd, Kaprodi D3 bahasa Jepang dan beberapa Dosen Fakultas Bahasa. Turut hadir Managing Director Blanc Partners Mr. Shogo Yokomakura pada tes ini. (Hms, 30Mei2018)

Wirausaha Muda Menopang Pembangunan Ekonomi Rakyat

Wirausaha Muda

Senin, (14/4) Program Studi S1 Manajemen menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan yang dilaksanakan di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama dengan tema ”Wirausaha muda Membangun Ekonomi Rakyat”. Pada kesempatan ini Ibu Keni Kaniawati selaku Dosen koordinator mata kuliah Bussines Planning bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini merupakan salah satu program FBM Widyatama yang rutin tiap tahun, juga Expo Entrepreneur, Debat Businesss Plan, Kampung Kewirausahaan dan Bazzar.

Seminar kewirausahaan merupakan salah satu kendaraan bagi semua kalangan terutama anak-anak muda khususnya mahasiswa UTama yang ingin mengetahui banyak hal tentang kewirausahaan. Salah satu tujuan seminar kewirausahaan ini adalah agar terbukanya mindset wirausaha dalam diri anak-anak muda Zaman Now, dan dari mindset tersebut akan muncul sikap-sikap mandiri, inovatif, kreatif dan berjiwa Leadership.

Wirausaha Muda 2

Menurut narasumber seminar kewirausahaan Dr. Agung Sudjatmoko. MM (Ketua Dekopin Harian Pusat Jakarta), Pengembangan wirausaha di kalangan kampus merupakan program strategis untuk membangun wirausaha muda yang mempunyai kualitas SDM bermutu. Peningkatan rasio wirausaha di negara kita harus ditunjang oleh kualitas wirausaha muda. Pada posisi ini kampus menjadi pilihan strategis untuk membangun wirausaha muda. Kegiatan seminar kewirausahaan UTama merupakan bentuk sosialisasi memperkuat minat mahasiswa menjadi wirausaha muda yang memperkuat ekonomi rakyat. Harapan kegiatan ini dilanjutkan dengan workshop menjadi wirausaha muda, training motivasi bisnis dan expo karya wirausaha muda plus pengembangan jaringan bisnis dengan mitra kerja untuk pengembangan usaha pemuda.

Agung menambahkan akan lebih bagus lagi adanya Laboratorium Pembelajaran Usaha, Pusat Pengembangan kewirausahaan di dalam lingkungan P2M bahkan dengan adanya University Cooperation di kampus, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan civitas akademika seperti Jepang atau beberapa negara yang koperasinya maju. (Hms,18Mei2018)

Dapatkah Disrupsi dikelola : Strategic Thinking: Can It Be Taught?”

Disruption adalah dikontinuitas. Suatu gempa kemajuan dan akselerasi teknologi masa kini, yang di berapa wilayah ekonomi mampu melongsorkan fondasi dan gugusan landskap bisnis masa lalu. Masa depan tidak lagi menjadi kesinambungan kemajuan bisnis masa lalu. Uber Taxi, Amazon dot com, ArnBnb dan platform sharing economy yang membuat bisnis taxi tradisional, toko kelontong dan bisnis retail serta hotel kalang kabut.

Fenomena disrupsi yang bersifat diskontinuitas dan tidak sinambung dengan masa lalu serta mengandung sifat non linear ini menyebabkan para pebisnis mencari cara untuk berantisipasi. Pertanyaannya apakah disrupsi mampu dikelola ? Fikiran strategis seperti apa yang perlu dikembangkan ?
Profesor Jeanne Liedtka dalam bukunya berjudul “Strategic Thinking: Can it be Taught?” : Long Range Planning, 1998 berpendapat bahwa Pemikiran Strategis tidak identik dengan kata strategi atau perencanaan strategis. Strategi adalah segala jenis rekomendasi tindakan yang memberi arahan dan mekanisme pemilahan tentang sasaran dan apa yang harus dilakukan dan sebaliknya, tidak akan dilakukan oleh sebuah organisasi untuk mewujudkan keunggulan kompetitifnya.
Beberapa pakar manajemen termasuk Mintzberg (1994), Nasi (1991),dan Hamel dan Prahalad (1994) dengan jelas mengartikulasikan perbedaan antara mana tindakan yang disebut pemikiran strategis dan mana yang masuk kategori perencanaan strategis.

Mintzberg, misalnya, berpendapat bahwa perencanaan strategis adalah “proses analisis untuk pemrograman langkah aksi menuju masa depan yang sudah dapat diidentifikasi.” Pemikiran strategis, adalah “proses sintesis, yang memanfaatkan “intuisi dan kreativitas” untuk menemukan “perspektif baru kemana perusahaan hendak melangkah.” Liedtka, seperti Mintzberg, menggambarkan pemikiran strategis sebagai proses berpikir, bukan proses bisnis dari perencanaan strategis
Pada hari musim dingin tahun 1961, Dr. Edward Lorenz, seorang ahli meteorologi dan ahli matematika dari Massachusetts Institute of Technology, berjalan menjauh dari mejanya untuk mengambil secangkir kopi. Dia baru saja secara random memasukkan angka “initial condition” ke model peramalan cuaca di komputernya seperti biasanya. Ketika dia kembali, apa yang dia cermati sebagai produk akan mengubah cara para ilmuwan memikirkan masa depan. Tidak seperti biasanya, Lorenz melihat pola fluktuasi yang berbeda dan berbeda dari sebelumnya.

Dalam memikirkan kembali rutinitasnya, dia menyadari bahwa dia membuat satu perubahan kecil, yang membulatkan 1 dari 12 variabel, dari 0.506127 menjadi 0.506. Seperti Neil Armstrong tahun 1969 setelah berhasil menapakkan kakinya ke Bulan, yang berkata “ini adalah satu langkah pembulatan kecil bagi seorang ilmuwan, akan tetapi menjadi satu lompatan raksasa untuk kemajuan iptek atau sains.”

Lorenz dianggap sebagai bapak teori chaos. Apa yang Lorenz temukan adalah model prediksi cuaca di suatu wilayah pada esok hari. Lorenz mendalilkan bahwa perubahan cuaca selalu bersifat non-linier, namun karena perubahan ini berakar pada data cuaca masa sekarang atau hari ini, biasanya jumlah datanya kurang acak dan dianggap sebagai problema linier. Garis lurus yang bersifat kontinu perpanjangan cuaca hari kemarin. Model simulasi cuaca dan prediktabilitas Lorenz, E. dapat ditelaah dari buku The Essence of Chaos. Seattle, WA: University of Washington, 1993.

Pola yang dihasilkan dari kondisi awal dan transformasi mereka yang disebabkan oleh faktor-faktor lain yang terkait dengan perubahan disebut efek kupu-kupu, yang sebagian disebut dari kertas kerja Lorenz Lorenz.
Pendekatan model Lorenz dalam memprediksi cuaca di masa depan ini membantu kita memahami kebutuhan untuk memikirkan masa depan sebagai ekstrapolasi realitas saat ini, tidak sebagai kepanjangan masa lalu yang bersifat linear. Melainkan suatu masa depan yang mengandung pelbagai kemungkinan, kejutan atau shock dan juga diskontinuitas. Memandang “turbulence times” sebagai suatu “new normal”.

Membuat cara berpikir secara strategis di zaman now ini berada pada konteks dan perspektip berbeda dari zaman old.
Kita memerlukan “keterampilan berfikir strategis yang memungkinkan kita melihat dan mempengaruhi masa depan, hari ini dalam konteks dan perspektip masa depan mungkin akan tampak acak dan tidak dapat diprediksi.
Meski acak dan seolah berada dalam situasi “chaotic” tetapi kita pasti mampu menemukan “tipe pola pengorganisasian diri, bentuk atau struktur yang menjadi jelas saat perilaku sistem dilihat secara keseluruhan. Ada keteraturan tersembunyi di balik kekacauan yang muncul dari setiap gangguan yang terjadi”.

Menurut Lorentz, Disetiap “chaotic situation tersembunyi pola keteraturan baru yang mewujud dalam “skema”, pattern dan framework yang dapat dikelola untuk membawa kita dari situasi “chaos” randomness atau acak adut untuk dikelola menjadi “disorderly” situasi tak teratur dan acak tetapi memiliki ujung dan akar problema yang dapat dirajut menjadi suatu keteraturan baru atau new orderly situation.
Konsepsi Lorenzt ini yang kini menjadi fokus studi dan kajian para pemikir strategis. Dan ini dapat di latih dan dididik. Melalui perspektip Lorentz ini, para pemikir strategis dalam Organisasi dapat melihat masa depan melampaui batas-batasnya dan memindai cakrawala luar.

Ekstrapolasi non-linier mungkin terdengar lebih rumit daripada yang dimaksudkan. Ekstrapolasi diungkapkan melalui Visi masa depan yang dimiliki oleh setiap Pemimpin. Visi adalah gambaran tentang kesuksesan seperti apa yang diimpikan di masa depan.
Sebuah gambar tentang impian kita bukanlah sekedar kata-kata dan konsep. Seorang pelukis bisa menggambarkan proses matahari terbit di atas Gunung Mahameru atau kita bisa menunjukkan sebuah gambar tentang sosok ayah dan ibu yang membesarkan kita dengan penuh cinta kasih.

Lintasan lintasan linier adalah ekstrapolasi dari arus ke masa depan berdasarkan pergerakan sepanjang jalur yang sama. Bergerak dari komputer desktop ke laptop menggambarkan gerakan semacam itu. Akan tetapi ketika Steve Jobs mengenalkan iPhone di tahun 2007, dimana produk ini merupakan kombinasi iPod, komputer, telepon, dan kamera dibungkus menjadi satu produk, pendekatan Lorentz tentang “non linearity” dapat diceritakan.

Titik referensi Steve Jobs dalam kasus rancangan produk ini berada dalam kerangka dan konteks berfikir masa depan yang berbeda. Ia memiliki visi perangkat atau gadget yang bisa beroperasi dan dioperasikan melalui sentuhan jari jemari yang menari di atas layar sentuh, berbeda dari masa sebelumnya. Masa depan tidak lagi menjadi kontinuitas masa lalu. Tetapi berada pada jalur yang berbeda. Kombinasi empat perangkat ke perangkat genggam dan dioperasikan menciptakan jalur berbeda, unik, dan non-linier maju dari teknologi saat ini.

Steve Jobs tidak lagi memandang kebutuhan pelanggan saat ini sebagai credo rekayasa dan rancang bangunnya. Ia berfikir “beyond customers mind”. Seolah ia berjalan dengan menggunakan sepatu pelanggan yang cerewet dan terus menerus meminta keunggulan yang belum terdefinisi pada saat ini” Ini adalah cara Steve Jobs untuk terhubung secara emosional dengan pelanggannya dengan melihat dunia melalui mata mereka, dan berfikir “beyond expectation” untuk memahami dan mengalami dunia di masa depan seperti apa adanya.

Kemampuan untuk berjalan dengan sepatu pelanggan ala Steve Jobs ini penting karena tiga alasan.
Pertama, Para perancang Masa Depan adalah pembangun kredibilitas tentang mimpi yang tidak kasat mata yang terlalu besar untuk dicerna di masa kini. Membangun kredibilitas membutuhkan waktu, merupakan investasi yang disengaja. Kredibilitas membuka komunikasi, dan komunikasi mengarah pada pemahaman dan wawasan baru.

Kedua, Cara pandang ini memberi perspektif kepada para perancang strategis masa depan tentang bagaimana pelanggan, generasi muda yang hidup di zaman now melihat dunia, sebuah perspektif yang juga mencakup bagaimana mereka melihat diri kita sendiri. Apakah mereka percaya atau tidak ?

Ketiga, Cara pandang ini memungkinkan para perancang strategis dan organisasi kita mengantisipasi kebutuhan masa depan, mencari peluang masa depan, dan menerjemahkan kumpulan informasi hasil kompilasi setiap keluhan dan ekspektasi pelanggan ke dalam langkah strategi dan tindakan perbaikan di masa kini untuk melangkah ke anak tangga berikutnya.
Dengan perspektip Lorenz dan pendekatan yang dicontohkan oleh Steve Jobs di atas maka fokus pada upaya untuk meningkatkan peran kepemimpinan dalam membangun kepercayaan, meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan visibilitas tentang masa depan yang hendak dituju, serta keahlian pemimpin untuk mengkomunikasikan dan mempengaruhi orang lain secara efektif, dan memberikan sesuatu yang bernilai sehingga orang lain menemukan opportunity untuk menjadi sukses, menjadi kata kunci kemajuan bangsa di masa depan.

Karena keahlian dan kredibilitas saling membangun muncul dalam interaksi, dan menciptakan rekam jejak tentang kesuksesan dan kegagalan yang pernah dialami tiap orang, maka upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi pribadi menjadi mutlak untuk dikembangkan.
Tiap organisasi memerlukan “bycycle dalam fikiran” berupa perspektip dan platform berfikir masa depan yang terus berubah sepanjang waktu. “bycycle of the mind” yang hanya bergerak jika terus dikayuh dan digenjot tanpa henti pedalnya. Dan itu memerlukan latihan, bukan pemberian.

Kombinasi kecerdasan asli dan kecerdasan emosional yang memandang masa depan bukan semata mata kelanjutan linear dari masa lalu, membuat kita menjadi lebih mampu berfikir secara non-linear sebagai individu. Masa depan meski merupakan kelanjutan dari masa lalu, tetapi tetap memiliki misteri dan bersifat unik dengan pelbagai kemungkinannya. Salam

Jusman SD
Komisaris Utama Telkom Indonesia, dan Komisaris Utama Garuda Indonesia sejak tanggal 12 Desember 2014. Menteri Perhubungan Indonesia sejak 2007 hingga 22 Oktober 2009. Penerima Bintang Mahaputera Adiprana Republik Indonesia pada 13 Oktober 2014 dan Bintang Jasa Nararya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1995 tepatnya pada perayaan pesta emas kemerdekaan Republik Indonesia. Pada bulan Maret 2016, beliau menerima gelar Honorary Guest Professor dari Zhejiyang University of Technology.

Mahasiswa S1 Bahasa Jepang Terpilih Ikuti Pasona International Exchange Program 2018

Program Studi S1 Bahasa Jepang Universitas Widyatama (UTama) dalam waktu dekat akan mengirimkan mahasiswanya berprestasi pada Pasona International Exchange Program 2018 selama 3 bulan ke Jepang, terhitung tanggal 27 Juni hingga 1 September 2018. Kesempatan mengikuti program ini diinisiasi oleh Ketua Program Studi S1 Bahasa Jepang, Dinda Gayatri Ranadireksa, S.S., M.A., Ph.D. yang menjalin kerja sama dengan Pasona Indonesia. Pesona Group merupakan perusahaan asal Jepang yang berperan aktif dalam pemenuhan tenaga profesional di beberapa negara di dunia agar dapat berperan aktif di perekonomian global, khususnya dunia industri di Jepang.

pasona international exchange

Program yang diselenggarakan setiap tahunnya sejak tahun 1987 ini membuka kesempatan bagi mahasiswa/i di beberapa universitas ternama dari seluruh dunia untuk dapat mengikuti Internship dan diproyeksikan berkarir di Jepang. Tahun ini, Nabila Hidayat mahasiswi Program Studi S1 Bahasa Jepang Universitas Widyatama berhasil terpilih sebagai satu-satunya mahasiswi asal Indonesia yang berkesempatan mengikuti serangkaian Program Pasona International Exchange. Rangkaian kegiatan yang akan Nabila ikuti di antaranya mengikuti orientasi, Gala Dinner, menerima pembelajaran mengenai manajemen, mengikuti berbagai acara kebudayaan Jepang, presentasi hasil pemagangan dan pesta perpisahan.

Nabila berkesempatan melakukan internship sebagai penerjemah di Hitachi Tokyo. Serangkaian Program ini akan diselenggarakan selama 3 bulan yakni pada Juli 2018 s.d September 2018. Seluruh pembiayaan serta akomodasi ditanggung oleh perusahaan dan mahasiswa akan mendapatkan uang saku sebesar 120.000 yen setiap bulannya.
Di sela wawancara di kampus Widyatama, Dinda menyampaikan Program Pasona ini sangat sesuai dan mendukung sasaran mutu Program Studi S1 Bahasa Jepang yakni mempersiapkan lulusan, salah satunya menjadi penerjemah. (Hms, 02Jun2018)

pasona international exchange 4

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Revolusi Industri 4.0 Merubah Paradigma dan Perilaku Konsumen

Bandung, (19/5) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bambang Riznanto mengajak para mahasiswa menekuni dunia digital dan start up agar mampu bersaing di era industri keempat. Ajakan ini Bambang sampaikan dalam kuliah umum di depan ratusan mahasiswa dan civitas Universitas Widyatama (UTama) di Ruang Seminar Gedung A Lantai 4. Ajakan disampaikan dalam kuliah umum yang mengangkat tema “Kebutuhan Kompetensi Lulusan Teknik Industri di Era Industri 4.0”.

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Menurut beliau, kondisi terkini telah mengalami perubahan besar dan telah memasuki era revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan “Industri 4.0”. Perubahan ditandai dengan berkembangnya dunia teknologi digital yang diintegrasikan ke dalam proses produksi industri. Untuk itu, ia mengajak para mahasiswa agar mengambil kesempatan ini dengan meningkatkan kemampuan dan kreatifitas terutama di bidang digital. Beliau mengusulkan agar kurikulum di UTama diintegrasikan dengan metoda digital agar menyiapkan mahasiswa menjadi generasi dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia industri keempat.

Untuk itu, menurut Bambang, kekuatan SDM Indonesia juga terletak pada jumlah mahasiswa. Para generasi muda ini diharapkan dapat mengambil kesempatan dengan meningkatkan kemampuan dan kreativitas terutama di bidang digital. Ini menjadi pekerjaan kita bersama, dari sektor pendidikan khususnya perguruan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkompetensi agar mampu mencipatakan inovasi, tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang mengutip, statement Presiden Jokowi melalui akun Twitter Sekretariat Kabinet RI, pada cuitannya tersebut disampaikan bahwa mulai hari ini, Making Indonesia 4.0 saya tetapkan sebagai salah satu agenda nasional bangsa Indonesia dan Kementrian Perindustrian akan menjadi leading sector untuk agenda ini.

Bambang menambahkan ada beberapa perubahan paradigma di era industri 4.0. Dari merancang hanya untuk proses manufaktur, berubah menjadi material custom sesuai permintaan. Dari prosuksi massal berubah menjadi tahapan proses produksi lebih sedikit. Dari rantai pasok global berubah menjadi produksi dan penggunaan on the spot.
Persaingan di masa depan semakin besar dengan hadirnya era revolusi industri keempat. Tuntutan kerja di masa depan akan lebih tinggi dan menuntut penguasaaan keilmuan serta keterampilan. Untuk itu, dibutuhkan persiapan sejak dini agar dapat menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan tersebut, ucap Bambang. (Hms, 31Mei2018)

Delegasi dari 8 PT di Indonesia hadiri Bandung Model United Nations (BMUN) 2018

Bmun 2018

Puluhan delegasi dari 8 Perguruan Tinggi di Indonesia hadiri Bandung Model United Nations (BMUN) 2018 yang diselenggarakan International Student Center Universitas Widyatama (ISC UTama) di Gino Feruci Braga Hotel 1-4 Maret 2018. Kegiatan ini merupakan forum pemuda Internasional mengenai simulasi otentik sidang PBB. BMUN memiliki Tujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran para peserta mengenai isu ? isu dunia, diplomasi, kepemimpinan, agenda dan semangat Persatuan Bangsa ? Bangsa.

Konferensi BMUN didesain untuk mengedepakan semangat diplomasi dalam pemecahan masalah yang kooperatif. Dalam BMUN para peserta berperan sebagai diplomat yang mewakili suatu negara. Pada Tahun ini BMUN 2018 mengangkat tema Upholding International Justice toward Global Security dan terdapat 4 badan international dan regional yang dilombakan yaitu: UNHRC (United Nations Human Rights Council),UNSC (United Nations Security Council), Joint Crisis Council (Venezuela Government side and Venezuela opposition side) dan Press Agency.

Bmun 2018 2Dalam kegiatan BMUN 2018 kali ini dibacakan juga Deklarasi Braga dan dibentuknya Indonesia MUN Forum yang bertujuan untuk mengintegrasikan MUN Community yang ada dipelbagai institusi pendidikan di Indonesia.
Berikut 8 institut dan universitas yang menandatangani Deklarasi Braga : Ketua International Study Center Universitas Widyatama, Muhammad Ari Rahman; Perwakilan Universitas Pelita Harapan , Ben Aldo Haim; Perwakilan Universitas Indonesia, Leonardi Ryan Andika; Perwakilan Institut Teknologi Bandung, Wenisah Octavia Panjaitan; Perwakilan Universitas Brawijaya, Naufal Raffif Siahaan; Perwakilan President University, Muhammad Ilham Razak; Perwakilan Universitas Udayana Bali , D.M Nanda Wijaya; Perwakilan Universitas Jenderal Achmad Yani, Anggoro Galuh Pandhito. Dengan adanya Deklarasi Braga ini membuat Universitas Widyatama menjadi salah satu inisiator lahirnya Indonesia MUN Forum dengan topik Situation In North Korea. (Hms, 28Apr2018)

Muswil Asosiasi BP PTSI Jawa Barat: Seluruh Perguruan Tinggi Harus Adaptif Terhadap Era Industri 4.0

Rabu, (9/5) Asosiasi Badan Pengurus Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jawa Barat bekerjasama dengan Yayasan Universitas Widyatama menggelar Muswil IV Asosiasi BP-PTSI Jawa Barat di Gedung Serbaguna Universitas Widyatama. Acara tersebut dihadiri lebih dari 40 PTS Jawa Barat dengan berbagai latar belakang (Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Universitas).

Ketua Yayasan Widyatama, Ibu Sri Lestari A. Roespinoeji, S.H. menyambut forum tersebut sebagai sebuah kehormatan di mana kampus Widyatama sebagai tempat berlangsungnya Musyawarah Wilayah ke IV Asosiasi BP-PTSI Jawa Barat Tahun 2018 yang merupakan cerminan dinamika keorganisasian penyelenggara pendidikan tinggi swasta dalam mewujudkan cita-citanya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Muswil Asosiasi BP PTSI 2

Selanjutnya sambutan Ketua Asosiasi BP-PTSI Pusat, Prof. Thomas Suyatno menjelaskan perihal peranan Universitas swasta pada era teknologi 4.0, revolusi teknologi harus ditopang dengan update kurikulum yang selaras juga. Sedang Koordinator Koopertis Wilayah IV, Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd. menjelaskan perihal peranan PTS sebagai perusahaan nirlaba dalam memberikan kualitas pendidikan harus memberikan service yang optimal. Muswil tersebut bertemakan Sinergi dalam Rangka Revitalisasi dan Redinaminasi Organisasi ABP-PTSI Wilayah Jawa Barat membangun pendidikan Tinggi berkualitas menghadapi era disruptif.

Muswil disambung dengan pemilihan Ketua Asosiasi BP PTSI Jabar, yang menetapkan tiga orang formatur dan menentukan Ketua terpilih, Drs. H. Sali Iskandar serta menyusun kepengurusan periode 2018 – 2022. (Hms,14Mei2018)

Tantangan Pendidikan Tinggi dalam Era Revolusi Industri 4.0

Kuliah Umum, Prof. Intan Ahmad
Dirjen Belmawa, Kemenristekdikti

Tulisan ini diangkat dari Kuliah Umum Prof. Intan Ahmad – Dirjen Belmawa, Kemenristekdikti, di kampus Universitas Widyatama, tanggal 11 Maret 2018 dengan tema ‘Tantangan Pendidikan Tinggi dalam Era Revolusi Industri 4.0’. Berikut hasil petikan inti sari paparan beliau yang kami sajikan dalam format wawancara.

Komunita : Mohon penjelasan Bapak mengenai Revolusi Industri 4.0 atau Era Disrupsi yang marak diperbincangkan oleh berbagai kalangan pemerhati saat ini ?

Prof. Intan Ahmad : Era Revolusi Industri 4.0 merupakan gabungan antara unsur domain fisik, digital dan biologi. Hal ini yang menjadi cikal bakal terjadinya disrupsi dalam segala bidang yang berimbas pada perubahan karakter dan tingkah laku manusia. Jika kita melakukan pengamatan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik per Agustus 2017, ternyata jumlah angka pengangguran intelektual (pada tingkat sarjana) mencapai 8,8% atau sekitar 618 ribu orang. Sementara menurut survey World Bank pada tahun yang sama, diketahui bahwa sekitar 65% para lulusan pendidikan tinggi belum menemukan profesi yang cocok dalam memperoleh pekerjaannya. Hal ini berarti, jumlah angkatan lulusan kebanyakan tidak sesuai (mathcing) dengan keilmuan yang diperoleh saat di bangku kuliah. Data survey tersebut menunjukkan bahwa besarnya tingkat pengangguran cenderung diakibatkan oleh ketidakcocokan antara profesi yang dimiliki para pekerja dengan bidang pekerjaannya.

Inilah yang selama ini dikomplain oleh pihak industri/ perusahaan mengenai keterampilan (skills) yang masih kurang mumpuni/memadai terhadap sejumlah calon pegawai khususnya dari alumni perguruan tinggi. Di sisi yang lain, pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda untuk menghadapi ketatnya tingkat persaingan antar produk di era revolusi industri saat ini. Adapun kualifikasi utama calon pekerja yang dibutuhkan pasar kerja/ industri antara lain : sikap positif dalam bekerja, keterampilan komunikasi, keterampilan teknis, keterampilan menulis, berbahasa Inggris, keterampilan dalam memecahkan permasalahan, keterampilan dalam membaca situasi dan kondisi, keterampilan komputer, dan soliditas antar tim.

Komunita : Bagaimana dampak fenomena Era Disrupsi terhadap kesesuaian lulusan alumni perguruan tinggi dengan dunia kerja ?

Prof. Intan Ahmad : Jumlah mahasiswa baru perguruan tinggi negeri Indonesia setiap tahun akademik diperkirakan sebanyak 471 ribu, sedangkan untuk perguruan tinggi swasta sebanyak 967 ribu yang tersebar hingga daerah kota dan kabupaten. Berikut ini saya sampaikan data sebaran jumlah lulusan perguruan tinggi berdasarkan bidang peminatan yang dihasilkan pada tahun 2014-2016 melalui sumber ADB, tahun 2018 sebagai berikut:

jumlah lulusan perguruan tinggi

Total lulusan bidang kependidikan selama periode 2014-2016 menempati urutan pertama dengan jumlah 930.395 alumnus, disusul bidang teknik & enginering sebanyak 622.605 alumnus, kemudian bidang kesehatan sebanyak 597.517 alumnus, bidang ekonomi sebanyak 559.336 alumnus, bidang ilmu pengetahuan sosial 260.369 alumnus, bidang humaniora sebanyak 189.384 alumnus, bidang pertanian sebanyak 102.335 alumnus dan terakhir oleh bidang kesenian sebanyak 57.381 alumnus.
Sementara jika melihat angka pengangguran yang telah dijelaskan sebelumnya yakni sekitar 8,8% menunjukkan adanya ketidak-efisienan antara kualitas lulusan dengan bidang pekerjaan yang tersedia. Ini menjadi dasar problematika dalam hadapan era disrupsi akibat rendahnya kompetensi dan skills yang dihasilkan oleh perguruan tinggi Indonesia terhadap formasi jabatan atas profesi yang didambakannya.

Komunita : Apa yang menjadi permasalahan baru di era revolusi 4.0 akibat meningkatnya angka pengangguran terdidik di Indonesia serta solusi dalam mengatasinya ?

Prof. Intan Ahmad : Permasalahan baru pada era revolusi 4.0/disrupsi adalah meningkatnya angka kriminalitas pada dunia maya atau dikenal dengan istilah cyber-crime (big data); yang senantiasa harus diwaspadai oleh semua pihak termasuk para alumnus perguruan tinggi. Pada tahun 2016, ada sekitar 1 milyar data pribadi (digital) telah diretas/dicuri oleh para pencuri data melalui media online, dan angka tersebut memungkinkan terus bertambah hingga saat ini. Sementara itu, disinyalir dunia akan mengalami kekurangan tenaga profesional bidang pengamanan informasi cyber pada tahun 2019 (sumber: ISACA,2017). Problem inilah yang wajib diantisipasi dan menjadi fokus perhatian bagi semua kalangan agar dapat dihasilkan solusinya.

Sangat penting bagi para mahasiswa dan masyarakat umumnya untuk dapat memahami dan mempelajari hal-hal yang berkenaan dengan fungsi pengamanan, penggunaan dan penyaringan informasi dunia maya (cyber security) agar segera dilakukan pencegahan dini dalam segala aspek permasalahan kriminalitas pada dunia maya (cyber crime). Selain itu, hal ini pun akan membantu para alumnus untuk mengembangkan ide kreatifnya serta memanfaatkan era digital sebagai peluang guna menghasilkan jenis pekerjaan baru yang bersifat dinamis.

Komunita : Penjelasan bapak mengenai kondisi yang terjadi pada era disrupsi teknologi bila dikaitkan dengan perkembangan dunia internet saat ini ?

Prof. Intan Ahmad : Revolusi industri 4.0 ini menghasilkan suatu pengembangan ide kreatif dengan berbasiskan pada perpaduan sistem media internet secara fisik (cyber physical system) yakni gabungan antara domain digital, fisik dan biologi. Sebagai contohnya yaitu : pengembangan Ubiquitous, Mobile Supercomputing. Intelligent Robots. Self-driving Cars. Neuro-technological Brain Enhancements and Genetic Editing. Perubahan lain yang terjadi pada era disrupsi teknologi plus (+) solusi dalam menghadapinya antara lain :
1. Sebagian besar perusahaan telah memanfaatkan teknologi untuk memasarkan dan menjual produknya secara online.
2. Munculnya jenis pengembangan teknologi baru yang mengakibatkan perubahan luar biasa di berbagai disiplin ilmu khususnya berkaitan dengan aspek ekonomi dan industri.
3. Semakin penting untuk memahami dan menerapkan makna kecakapan sosial (social skills) dalam bekerja.
4. Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan penerapan teknologi digital berbasis online.

Komunita : Hal lain yang perlu dipelajari dan diterapkan sebagai perwujudan solusi alternatif terbaru akibat perubahan yang terjadi pada era revolusi industri 4.0 ?

Prof. Intan Ahmad : Berikut ini merupakan solusi alternatif terbaru yang perlu kita kembangkan dalam mengantisipasi era disrupsi lainnya sebagai wujud pengembangan literasi kekinian sebagai berikut :
1. Kemampuan untuk membaca, menganalisis serta menggunakan informasi (big data) pada era dunia digital_machine learning : watch, buy and love
2. Memahami cara kerja mesin dan aplikasi penerapan teknologi (Coding, Artificial Intelligence, Engineering Principles & Cyber Security)
3. Memahami aspek humanities, komunikasi, desain, entrepreneurship dan kreatifitas
Itulah hal-hal yang perlu dikembangkan dan diterapkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan terus memberikan arahan dan keyakinan kepada para mahasiswa bahwa literasi baru ini akan membuat mereka mampu berkompetitif pada sistem perekonomian kontemporer dengan berdasarkan pada teknologi kekinian.

Komunita : Teknik perwujudan seperti apa yang perlu diterapkan dalam pengembangan model literasi manusia agar mampu berinteraksi dengan lingkungannya secara dinamis ?

Prof. Intan Ahmad : Dalam wujud pengembangan literasi manusia, pihak universitas diharapkan mampu mencari metode khusus guna peningkatan kapasitas kognitif para mahasiswa melalui cara berfikir kritis dan sistemik dan pengembangan keterampilan yang bersifat mental spiritual. Adapun ide pengembangan model literasi manusia khususnya bagi mahasiswa pada era sekarang ini adalah sebagai berikut:
– Keterampilan, melalui teknik kepemimpinan (leadership) dan siap bekerja dalam tim (team work).
– Kelincahan dan kematangan kebudayaan (cultural agility), memahami bahwa semua mahasiswa beragam dengan berbagai latar belakang mampu bekerja dalam lingkungan yang berbeda (di dalam atau di luar negeri).
– Wirausahawan, termasuk di dalamnya adalah jiwa sosial wirausaha (social entrepreneurship); merupakan kapasitas dasar yang sebaiknya dimiliki oleh semua mahasiswa.

Komunita : Bagaimana peran dan kebijakan pemerintah (Kemenristekdikti) dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ?

Prof. Intan Ahmad : Paradigma dalam Tri Darma Perguruan Tinggi perlu diselaraskan dengan Era Industri 4.0 melalui : 1) Mendorong Science and Technology Index menjadi Pemeringkat Global; 2) Meningkatkan kegiatan riset dan publikasi yang relevan dengan tema Industri 4.0; 3) Perguruan Tinggi wajib melaksanakan proses inovasi produk melalui inkubasi dan pembelajaran berbasis industri; 4) Reorientasi Kurikulum : pengembangan & pembelajaran model literasi baru (coding, big data, teknologi, humanities/general education) perlu dikembangkan dan diajarkan, kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim, serta jiwa wirausahawan dan intership diwajibkan, serta kemandirian yang matang. Kemudian menerapkan format baru sistem pengajaran pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis Hybrid/ Blended Learning/Online.

Adapun sisi lain yang perlu disiapkan secara teknis yaitu kompetensi inti yang dimiliki oleh setiap dosen sebagai ujung tombak dalam melahirkan dan mencetak generasi masa depan bangsa yakni para alumnus perguruan tinggi yang bermental kuat serta siap bekerja secara profesional, mandiri dan kreatif. Optimalisasi Kompetensi Dosen 4.0 (SDID, 2018), yakni : 1. Kompetensi Pendidikan, 2. Kompetensi Riset (fundamental dan terapan), 3. Kompetensi komersialisasi hasil penelitian dan inovasi (hilirisasi), 4. Kompetensi dalam era global : mampu berinteraksi dan berkontribusi secara global, 5. Kompetensi dalam memprediksi strategi masa depan, 6. Kompetensi dalam entrepreneurship. (Written by Abdul Rozak)