Home Blog Page 59

Sejarah Dunia yang Disembunyikan

Sejarah Dunia yang DisembunyikanIDENTITAS BUKU

Judul Buku : Sejarah Dunia yang Disembunyikan
Judul Asli :The Secret History of the World
Penulis :Jonathan Black
Penerjemah : lsma B.Soekoto, AdiToha
Editor : Nunung Wiyati
Penyelia :Chaerul Arif
Proofreader :Arid Syarwani
Desain Sampul: Ujang Prayana
Tata Letak :Priyatno
Genre :Sejarah
Penerbit :PT Pustaka Alvabet
Cetakan :11, Juli 2015
Ukuran : 15 cm x 23 cm (hard cover)
Tebal :636 halaman
ISBN :978-602-9193-67-1

Banyak orang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang.

Hal ini sama sekali tak mengejutkan alias wajar belaka.Tetapi,bagaimana jika sejarah atau apa yang kita ketahui sebagai sejarah ditulis oleh orang yang salah? Bagaimana jika semua yang telah kita ketahui hanyalah bagian dari cerita yang salah tersebut?

Dalam buku kontroversial yang sangat tersohorin, Jonathan Black mengupas secara tajam penelusurannya yang brilian tentang misteri sejarah dunia

Memaknai Mahasiswa di Zaman Kiwari

Dr. Arry Bainus,MA

Wakil Rektor Pembelajaran & Kemahasiswaan – Unpad Dirjen Belmawa, KemenristekdiktiDr. Arry Bainus,MA Wakil Rektor Pembelajaran & Kemahasiswaan - Unpad

pemuda yang mahasiswa, tantangan terbesarnya bukan lagi politik, tapi bagaimana meningkatkan daya saing sumber dayanya untuk menghadapi kompetisi global. Kuncinya ada di kreativitas. Berikanlah ruang seluas-luasnya untuk menghadirkan inovasi orisinil untuk menghadapi masa depan dunia kelak.lnilahtantangan yang lebih besar bagi pemuda yang mahasiswa apolitis itu (MAbdullah Sadri,

Kedaulatan Rakyat, 2011).

Contoh : Siapa yang tidak kenal Merry – di usianya 26 tahun – dijuluki “wanita sejuta dolar”. la mengaku sangat bersyukur bisa mencapai keberhasilan di usia muda dengan uang satu juta dolar AS di tangan. Namun di balik itu semua, terselip kisah pahit yang sampai saat inimembekas dan menjadi pengalaman paling berharga baginya.Merry sesungguhnya tinggal dan dibesarkan dalam sebuahkeprihatinan. Berasal dari keluarga sederhana dengan kondisi keuangan pas-pasan, sehingga tak pernah terbersit sedikitpun melanjutkan studi ke Singapura. Namun inilah titik awal perjalanan panjang Merry. Kisah diawali 18 tahun lalu, orang tuanya terpaksa mengamankan Merry dari peristiwa kerusuhan dan krisis moneter (krismon) yang melanda Indonesia, pada Mei 1998. Saat itu, usianya baru menginjak 18 tahun dan berniat melanjutkan studi di Universitas Trisakti, kampus di mana ayahnya pernah mengajar.

Di Singapura, Merry studi dengan bantuan utang dari pemerintah setempat. Pada saat itu, pemerintah Singapura memberi bantuan kepada beberapa pelajar di Jakarta yang memiliki prestasi cukup baik. Utang untuk biaya studi mencapai lebih dari 4.000 Dolar Singapura atau setara dengan lebih dari Rp400juta. ltulah perjuangan orang tua Merry.

Melalui pinjaman tersebut, Merry lolos dan diterima di Nanyang Technological University (NTU). Namun, Merry hidup serba kekurangan di negeri orang. la harus bertahan dengan uang 10 Dolar Singapura atau Rp 90 ribu setiap minggunya. la kadang berpuasa atau makan mie instan selama bertahun-tahun. Kuliah membawa bekal sepotong roti tawar dan makannya di toilet agar tidak adasatupun yang melihat.

Di tengah perjalanan hidupnya, menghadapi cobaan yang bertubi-tubi seorang diri. la mengaku sempat marah dan kecewa kepada Tuhan. Keputusasaan sempat hinggap, namun Merry mampu bangkit dengan tiga hal, yang menjadi kekuatannya lepas dari kondisi tersebut. Pertama, Vision atau Bermimpi besar. la berpikir harus bisa berubah, berhenti menyalahkan keadaan dan bermimpi sebelum usia 30 tahun, harus sudah mempunyai kebebasan finansial, membayar utang, membahagiakan orang tua dan saat kembalike Indonesia harus menjadi orang sukses. Kedua, Action. Dengan bekal keyakinan hati, Merry melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil yang banyak diremehkan orang lain. Merry pernah melakoni pekerjaan sebagai pembagi brosur,penjual bunga.

Disitulah Merry diuji dengan celaan dan remehan. Tapi Merry tetap berjiwa besar, hingga memberanikan diri memulai usaha di jasa keuangan dan berjualan di halte bus, stasiun MRT. Merry bekerja 14jam selama tujuh hari non stop. Ketiga, Passion. Pekerjaan yang Merry melakukan didasari cinta dan kesungguhan, sehingga berbuah manis. llustrasi di atas mengambarkan perjuangan keras seorang mahasiswa. Kini di era perdagangan bebas persaingan mahasiswa di dunia kerja semakin ketat. Sehingga untuk meraih kesuksesan, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki IPK tinggi dan lulus dengan tepat waktu, mereka juga diharapkan aktif di berbagai kegiatan di luar kehidupan kuliahnya. “Pada akhirnya mahasiswa yang sukses adalah mereka yang mengikuti banyak kegiatan di luar selain dari kegiatan akademik,” ungkap Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan – Kemristekdikti, ?Prof. ?lntan Ahmad, ?Ph.D.? belum ?lama ?ini. Sebagai mahasiswa tidak cukup hanya dengan belajar atau meningkatkan hardskill semata. lni hanya membuat seorang mahasiswa berilmu tetapi tidak beradaptasi. Mahasiswa harus mempelajari aspek lain di samping akademik. Mahasiswa harus belajar persoalan hidup, karena dalam kehidupan selalu ada kompetisi. Mahasiswa harus mengimbangi dengan kegiatan ekstrakurikuler, organisasi dan peningkatan softskill. Modal inilah yang akan membantu seseorang untuk menjadi seorang yang sukses. Tidak ada sukses dengan mudah. Banyak hal yang harus dilakukan juga dihindari. Sebagai contoh, menyarankan agar mahasiswa tidak paranoid terlebih dengan inovasi teknologi yang ada, tetapi justru menggunakan inovasi teknologi yang ada untuk

menghasilkan solusi.

Di tengab kesibukannya sebagai pendidik sekaligus Wakil Rektor bidang Pembelajaran dan Kemabasiswaan, Dr. Arry Bainus, MA menyempatkanmenerima majalab Komunita berbincang tentang mabasiswa dari sudut pandang lembaga pendidikan tinggi -perguruan tinggi. Dr. Arry Bainus, labir di Bandung, 27 Juni 1961, meraih gelar Doktor dengan yudisium sangat memuaskan. Ia memperoleh gelar sarjana Ilmu Hubungan lnternasional di Universitas Padjadjaran dan gelar Magister di George-August-University of Goettingen, Republik Federasi Jerman. Saat ini ia juga sebagai Lektor Kepala dalam Mata Kuliab Pengantar Hubungan Inrernasional pada Jurusan

Hubungan lnternasional FISIP Universitas Padjadjaran. Berikut wawancara kami dengan Wakil Rektor bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Universitas Padjadjaran tersebut.

Komunita :Bagaimana menurut Bapak mengenai konsep ?mahasiswa?

Dr. Arry Bainus, MA :Mahasiswa pada dasarnya tidak beda jauh dengan konsep apapun mereka adalab peserta didik. Di Indonesia sejak awal ketika ditelurkan suatu konsep yang dimaksud dengan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Intinya ada pada kata “mencerdaskan hidup bangsa”. Diterjemabkan dalam bentuk struktur dan institusi yang munculnya adalab kata pendidikan. Babkan kalau dulu ada ‘pendidikan dan pengajaran’ lalu ‘pendidikan dan kebudayaan’ bahkan dulu ada pendidikan tinggi dan ilmu pengetabuan (PTIP). Berubab terns menjadi

kemendikbud kembali dan sekarang dipisabkan dikbud dan dikti.

Mahasiswa, Siapakah Mereka?

Mahasiswa, Siapakah Mereka?
Mahasiswa, Siapakah Mereka?

Daniel Pink, dalam karyanya Whole : Berbagai asumsi dan harapan yang ada pada New Mind: Why Right-brainers Will benak mereka memang sudah bagus, namun Rule the Future”, meramalkan bahwa dalam proses pelaksanaannya masihdirasakan masa depan dunia kelak akan dikuasai oleh . kurang optimal. Nah, hal ini yang seharusnya : manusia-manusia kreatif yang berbasiskan : mendapat perhatian, bimbingan dan arahan : penggalian ide dari otak kanan. Mahasiswa ?lebih lanjut agar semuanya berjalan secara memang salah satu sosok strategis generasi muda yang diharapkan menjadi manusia manusia kreatif dalam konteks pembangunan nasional mengisi kemerdekaan. Mereka salah satu kader bangsa yang diharapkan menjadi penggerak masyarakat. Kami mencoba maksimal (agar potensi mereka menjadi semakin berkembang).

Komunita : Dalam suatu perguruan tinggi, mahasiswa ?dapat dikategorikan beberapa jenis, yakni aktif dalam mahasiswa diharapkan dapat melakukan berorganisasi, sambil bekerja dan ada proses pembimbingan dan pengarahan secara menggalisiapakah mahasiswa dalam perspektif pelaksana pendidikan. Untuk itu, Komunita berbincang dengan Dr. drg. Sandra Fikawati, Kepala Pusat Karir Universitas Indonesia.pula hanya sekedar belajar (studyoriented). Pandangan ibu terhadap pernyataan ini.?

Dr.Sandra Fikawati : Dikarenakan beraktifitas pada lembaga pusat karir, maka saya berpendapat bahwa mahasiswa sukses itu adalah mereka yang mampu menggapai cita cita dan harapan secara optimal – baik dalam bekerja maupun berwirausaha. Tugas kami adalah menyiapkan bimbingan dan arahan sesuai standar prosedur yang berlaku agar para mahasiswa berhasil mencapai keinginannya. Dalam lembaga pusat karir, sejak pertama kali menjadi mahasiswa, mereka dikenalkan terlebih dahulu informasi seputar dunia kerja yang akan diraihnya; agar suatu saat nanti mereka lebih mengetahui arah serta karir pekerjaannya. Pada tahun kedua, diberikan pemahaman softskill yang akan melatih bakat dan potensi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Merekajuga akandilatih mengenaicara dalam menyiapkan, merancang dan membuat CV yang menarik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

 

Dr. Sandra Fikawati : Menurut pandangan saya, mahasiswa adalah seorang individu yang memiliki potensi pada bidangnya masing masing sehingga harus dibekali keilmuan yang memadai guna mencapai kesuksesannya. Tentunya dalam proses pembekalan ini harus lebih bersikap hati-hati dalam memahami karakter seseorang individu – baik dari sisi sifat, bakat, dan hobi. Tujuan akhirnya diharapkan agar segala potensi yang dimiliki mereka mampu memberikan kemanfaatan secara optimal bagi sesama. Contoh, penerapan yang dilakukan oleh mahasiswa yakni? membentuk susun an kepanitiaan dalam rangka mempersiapkan salah satu acara

publik.adalah mereka yang mampu menggapai cita cita dan harapan secara optimal baik dalam bekerja maupun berwirausaha. Tugas kami adalah menyiapkan bimbingan dan arahan sesuai standar prosedur yang berlaku agar para mahasiswa berhasil mencapai keinginannya. Dalam lembaga pusat karir, sejak pertama kali menjadi mahasiswa, mereka dikenalkan terlebih dahulu informasi seputar dunia kerja yang akan diraihnya agar suatu saat nanti mereka lebih mengetahui arah serta karir pekerjaannya. Pada tahun kedua, diberikan pemahaman softskill yang akan melatih bakat dan potensi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Merekajuga akandilatih mengenaicara dalam menyiapkan, merancang dan membuat CV yang menarik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Oleh karena itu, tugas kita sebagai dosen ataupun staf yang juga turut mensuper visi karir mahasiswa diharapkan dapat melakukan?proses pembimbingan dan pengarahan secaraterorganisir agar potensi mereka tergali dengan?optimal.

Komunita :Peran pusat karir dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa, agar dapat diketahui penelusuran akan bakat dan minatnya masing-masing

Dr. Sandra Fikawati : Saat ini pada beberapa lembaga pusat karir masih memberikan informasi kegiatan yang bersifat insidentil yaitu berupa pengenalan informasi mengenai lapangan pekerjaan, karir, pelatihan dan lainnya. Namun di tempat kami mulai dirancang berbagai variasi kegiatansecara terstruktur baik bagi mahasiswa yang aktif maupun non aktif. Variasi kegiatan ini akan dilakukan dalam tiga semester; mulai dari perencanaan karir, intra dan interpersonal skill, magang/internsif (masuk ke dunia kerja) pada tahun kedua hingga keempat. Mahasiswa yang memiliki tingkat IPK tinggi , namun tidak aktif berorganisasi cenderung akan mengalami kekurangan dalam interaksi sosial karena tidak didukung oleh keterampilan interpersonal yang memadai.

Mahasiswa yang Sukses, Aktif dalam Berbagai Kegiatan

Mahasiswa yang Sukses, Aktif dalam Berbagai Kegiatan
Mahasiswa yang Sukses,
Aktif dalam Berbagai Kegiatan

Pemuda yang mahasiswa, tantangan terbesarnya bukan lagi politik, tapi bagaimana meningkatkan daya saing sumber dayanya untuk menghadapi kompetisi global. Kuncinya ada di kreativitas. Berikanlah ruang seluas-luasnya untuk menghadirkan inovasi orisinil untuk menghadapi masa depan dunia kelak.lnilahtantangan yang lebih besar bagi pemuda yang mahasiswa apolitis itu (MAbdullah Sadri,Kedaulatan Rakyat, 2011).

Contoh : Siapa yang tidak kenal Merry – di usianya 26 tahun – dijuluki “wanita sejuta dolar”. la mengaku sangat bersyukur bisa mencapai keberhasilan di usia muda dengan uang satu juta dolar AS di tangan. Namun di balik itu semua, terselip kisah pahit yang sampai saat inimembekas dan menjadi pengalaman paling berharga baginya.

Merry sesungguhnya tinggal dan dibesarkan dalam sebuah keprihatinan. Berasal dari keluarga sederhana dengan kondisi keuangan pas-pasan, sehingga tak pernah terbersit sedikitpun melanjutkan studi ke Singapura. Namun inilah titik awal perjalanan panjang Merry. Kisah diawali 18 tahun lalu, orang tuanya terpaksa mengamankan Merry dari peristiwa kerusuhan dan krisis moneter (krismon) yang melanda Indonesia, pada Mei 1998. Saat itu, usianya baru menginjak 18 tahun dan berniat melanjutkan studi di Universitas Trisakti, kampus di mana ayahnya pernah mengajar.

Di Singapura, Merry studi dengan bantuan utang dari pemerintah setempat. Pada saat itu, pemerintah Singapura memberi bantuan kepada beberapa pelajar di Jakarta yang memiliki prestasi cukup baik. Utang untuk biaya studi mencapai lebih dari 4.000 Dolar Singapura atau setara dengan lebih dari Rp400juta. ltulah perjuangan orang tua Merry.

Melalui pinjaman tersebut, Merry lolos dan diterima di Nanyang Technological University (NTU). Namun, Merry hidup serba kekurangan di negeri orang. la harus bertahan dengan uang 10 Dolar Singapura atau Rp 90 ribu setiap minggunya. la kadang berpuasa atau makan mie instan selama bertahun-tahun. Kuliah membawa bekal sepotong roti tawar dan makannya di toilet agar tidak adasatupun yang melihat.

Di tengah perjalanan hidupnya, menghadapi cobaan yang bertubi-tubi seorang diri. la mengaku sempat marah dan kecewa kepada Tuhan. Keputusasaan sempat hinggap, namun Merry mampu bangkit dengan tiga hal, yang menjadi kekuatannya lepas dari kondisi tersebut. Pertama, Vision atau Bermimpi besar. la berpikir harus bisa berubah, berhenti menyalahkan keadaan dan bermimpi sebelum usia 30 tahun, harus sudah mempunyai kebebasan finansial, membayar utang, membahagiakan orang tua dan saat kembalike Indonesia harus menjadi orang sukses. Kedua, Action. Dengan bekal keyakinan hati, Merry melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil yang banyak diremehkan orang lain. Merry pernah melakoni pekerjaan sebagai pembagi brosur,penjual bunga.

Disitulah Merry diuji dengan celaan dan remehan. Tapi Merry tetap berjiwa besar, hingga memberanikan diri memulai usaha di jasa keuangan dan berjualan di halte bus, stasiun MRT. Merry bekerja 14 jam selama tujuh hari non stop. Ketiga, Passion. Pekerjaan yang Merry

lakukan didasari cinta dan kesungguhan, sehingga berbuah manis. llustrasi di atas mengambarkan perjuangan keras seorang mahasiswa. Kini di era perdagangan bebas persaingan mahasiswa di dunia kerja semakin ketat. Sehingga untuk meraih kesuksesan, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki IPK tinggi dan lulus dengan tepat waktu, mereka juga diharapkan aktif di berbagai kegiatan di luar kehidupan kuliahnya. “Pada akhirnya mahasiswa yang sukses adalah mereka yang mengikuti banyak kegiatan di luar selain dari kegiatan akademik,” ungkap Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan – Kemristekdikti, Prof. lntan Ahmad, Ph.D. belum lama ini. Sebagai mahasiswa tidak cukup hanya dengan belajar atau meningkatkan hardskill semata. lni hanya membuat seorang mahasiswa berilmu tetapi tidak beradaptasi. Mahasiswa harus mempelajari aspek lain di samping akademik. Mahasiswa harus belajar persoalan hidup, karena dalam kehidupan selalu ada kompetisi. Mahasiswa harus mengimbangi dengan kegiatan ekstrakurikuler, organisasi dan peningkatan softskill. Modal inilah yang akan membantu seseorang untuk menjadi seorang yang sukses. Tidak ada sukses dengan mudah. Banyak hal yang harus dilakukan juga dihindari. Sebagai contoh, menyarankan agar mahasiswa tidak paranoid terlebih dengan inovasi teknologi yang ada, tetapi justru menggunakan inovasi teknologi yang ada untuk menghasilkan solusi.

Mahasiswa, tentang Diri dan Kampus

Mahasiswa, tentang Diri dan Kampus
Mahasiswa, tentang Diri dan Kampus

Mahasiswa berasal dari kara “maha” yang berarti sangat, arnat, teramat, dan paling dan kata siswa” yang berarti murid. Berarti dalam segi bahasa “mahasiswa” adalah murid yang belajar di perguruan tinggi atau tingkat jenjang pendidikan paling atas. Dalam kiaran itu, Komunita mencoba menggali pandangan mahasiswa tentang diri dan kampusnya.

Komunita :Menurut pandangan anda, siapakah mahasiswa itu?

Mahasiswa :Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di suatu perguruan tinggi. Mahasiswa dalam kehidupannya sebagai student, mempunyai kontrol dalarn pembagian waktunya yaitu antara waktu belajar dengan waktu bermain. Karena student ketika dia sudah mencapai tahapan bangku kuliah, maka dia sudah dianggap dewasa dan cakap dalam memilih suatu pilihan hidupnya. Wujud mahasiswa dalam ranah sosial, dia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda dari segi pertemanan. Sebab ketika di bangku kuliah mahasiswa berasal dari berbagai daerah. Sehingga perbedaan baik dari cara berbicara, intonasi berbicara, gaya bergaul, dan karakter bisa menjadi komponen yang saling melengkapi satu dengan yang lain.

Komunita :Bagaimana bentuk peranan anda sebagai mahasiswa?

Mahasiswa :Mahasiswa memiliki 3 fungsi atau peran, yakni :Agent of Change, Agent Social Control, dan Agent of Responsibility. Agent of Change yaitu memberikan perubahan ke arah yang positif dan sebagai pengganti generasi yang lalu. Agent Social Control yaitu mahasiswa yang peran utarnanya sebagai student ketika terjadi kesalahan di lingkungan maka mahasiswa sebagai agent social control harus berani mengingatkan, menegur ataupun meluruskan. Yang terakhir sebagai Agent ofResponsibility artinya bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya. Dan bentuk peranan mahasiswa yang lain adalah sebagai pengaplikasi dari pengetahuan yang telah dia dapatkan di bangku kuliah sehingga memberi manfaat bagi masyarakat.

Komunita :Mahasiswa menerima Proses Belajar Mengajar/PBM, Bagaimana proses PBM bagi anda?

Mahasiswa :Beberapa dosen masih menggunakan proses belajar mengajar metode lama, seperti menuliskan materi di papan tulis, menjelaskan penjabarannya secara langsung. Ada juga dosen yang menggunakan metode baru atau SCL/Student Centered Learning, dosen). Sementara, metode SCL bagi kami perlu persiapan, terutama umuk mata kuliah hitungan seperti akuntansi, keuangan dll. Tetapi untuk mata kuliah selain hitungan, seperti Pancasila dll karni bisa mengikuti.

Kelebihan metode SCL melatih mahasiswa untuk mengexplore, karena kami harus mempresentasikan tema tersebut kepada mahasiswa lainnya, sehingga harus memaharni dulu ilmunya. Menurut kami sebagai mahasiswa, seharusnya sebelum dosen memberikan tugas SCL kepada mahasiswa dosen atau staff pengajar harus menjelaskan dulu poin-poin inti atau penting, sehingga kami sebagai mahasiswa tidak bingung. Menurut karni kalau sistem SCL di luar atau MIT, di sana sistemnya sudah siap, ketika mahasiswa diberi tugas terkait SCL, maka sistem sudah bisa mensupport mahasiswa dalarn bentuk video tutorial yang tersedia di dalam laman/web kampus. Sehingga kami tidak bingung dalam mengexplore.

Komunita : Pandangan anda tentang budaya di kampus?, interaksi anda dengan teman, dosen dan staff kependidikan?

Mahasiswa : Budaya kampus sudah dikenalkan pada saat PPU (Program Pengenalan Universitas), seperti : nilai-nilai budaya kampus, budaya sopan santun. Contoh penerapan budaya di organisasi Pemerintahan Mahasiswa/Pema yaitu masuk ruangan ketuk pintu, budaya akang teteh. Alhamdulillah dosen walaupun ada yang dosen killer, tapi di luar kelas sangat bersahabat bisa menerima curhat mahasiswa. Kalau kepada senior juga baik seniornya. Dengan satuan kerja Biro Kemahasiswaan juga baik dan yang saya bangga hubungan antar fakultas dengan fakultas tidak ada rasis, budayanya saling menghormati dan hangar.

Kuliah Umum : Peran DKV di Indonesia

Kuliah Umum Peran DKV di Indonesia
Kuliah Umum Peran DKV di Indonesia

Kuliah Umum tentang Peran DKV di Indonesia dan tantangan dalam Era Globalisasi bersama Drs. Alfonzo Ronald Koapaha, M.Sn. Dosen DKV ITB bagi mahasiswa Fakultas Desain Komunikasi visual Widyatama dan Art Therapy Center Widyatama yang dilaksanakan Kamis 15 September 2016. (Mktg)

Tingkat Pragmatisme Mahasiswa Perlu Revolusi Mental ?

 

Tingkat Pragmatisme Mahasiswa Perlu Revolusi Mental ?
Tingkat Pragmatisme Mahasiswa Perlu Revolusi Mental ?

Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi – yang puncaknya pada tahun 2035. Artinya jumlah pemuda? yang seharusnya produktif – lebih banyak dibanding golongan usia lebih tua maupun anak-anak. Karena itu Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan bonus demografi ini dengan memberikan daya produktif bagi pemuda.Terdapat sekitar 61,8 juta pemuda atau 25 % dari total penduduk Indonesia yang 235 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 7 juta atau 11 % nya adalah mahasiswa. Jumlah mahasiswa tersebut seharusnya berperan aktif sebagai kaum intelektual, aktivis, serta penggerak masyarakat yang juga mampu menjawab tantangan zamannya, sebagaimana dicontohkan para pendiri negeri ini. Bisa dibayangkan betapa dinamisnya negeri ini, dan mungkin percepatan kesejahteraan segera bisa dirasakan masyarakat. Namun fakta lain menyebutkan bahwa mahasiswa kita cenderung pragmatis.Sehingga dihawatirkan harapan itu hanya menjadi harapan.

Pragmatisme sebagai aliran filsafat mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat pada hasil yang bermanfaat secara praktis. Artinya, bukan kebenaran objektif yang penting, melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan tersebut (Wikipedia).Seseorang berpola pikir pragmatis menginginkan segala sesuatu yang dikerjakan atau yang diharapkan segera tercapai. Pola pikir ini menunjukkan seseorang tidak paham mendalam tentang apa yang ia kerjakan.

Maksudnya,pola pikir ini bisa jadi menghalangi seseorang untuk lebih mengerti apa yang ia kerjakan dan akibatnya, serta mengerti arti hidup sesungguhnya.Seorang mahasiswa yang tidak pragmatis mengerti benar mengapa dia menjadi mahasiswa. la akan mengerti bahwa keberadaannya sebagai mahasiswa bukan sekedar ber IPK tinggi, lulus tepat waktu dan cum/aude, atau demi kepentingan dirinya semata, tetapi bagaimana keilmuan, dan intelektualitasnya dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan negerinya.Karena ia paham status mahasiswanya mengikuti studi untuk kepentingan kebenaran keilmuan dan kepentingan orang banyak. Kita renungkan, jika 7 juta mahasiswa tersebut tidak menjadi mahasiswa pragmatis. Negeri ini bakal mempunyai kader penggerak pembangunan yang luar biasa.

Majalah Komunita melakukan riset tentang pragmatisme mahasiswa. Mari kita renungkan gambaran riset di bawah ini. Perlukah kita menggugat mahasiswa melalui revolusi mental?Tim redaksi Komunita melakukan Riset terhadap 100 orang mahasiswa tentang tingkat Pragmatisme mereka. Kami mengambil 6 variabel pertanyaan yang merupakan indikator tingkat pragmatisme mahasiswa, yaitu : kematangan berpikir, mengerjakan sesuatu secara cepat atau instan, tipe ambisius dan kurang penyabar, menghalalkan segala macam cara dalam mencapai tujuan, menyalin tugas orang lain, dan kegiatan apa yang dilakukan setelah perkuliahan berakhir.

1.Dalam memutuskan sesuatu apakah anda memikirkannya secara mendalam/ matang – matang?

Tingkat Pragmatisme Mahasiswa Perlu Revolusi Mental ?
Tingkat Pragmatisme Mahasiswa Perlu Revolusi Mental ?

Dari jumlah mahasiswa yang disurvei, 96 % Mahasiswa menyatakan bahwa mereka dalam memutuskan sesuatu memikirkannya dulu secara mendalam, dan hanya 4 % Mahasiswa yang memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan matang. lni mengindikasikan bahwa mahasiswa sebagai mahasiswa sudah dewasa dan matang dalam memutuskan sesuatu hal dengan cara mendalam tanpa tergesa-gesa.

Menjaga Kesehatan Tulang Punggung

Menjaga Kesehatan Tulang Punggung 1Kesehatan seakan menjadi barang mahaldiera yang semakin modern saat ini. Waktu berolahraga yang tidak ada, lahan untuk berolahraga yang semakin berkurang dan bahkan gaya hidup Lifestyle yg kurang baik sangat mempengaruhi kesehatan kita. Masyarakat modern saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan berada di kantor (Bekerja) atau sekedar duduk di depan komputer untuk bermain games. Tanpa disadari kebiasaan duduk yang terlalu lama dan posisi duduk yang tidak baik, bisa mengakibatkan tulang punggung terasa nyeri. Padahal dengan kita membiasakan olahraga ringan setiap pagi, atau hanya sekedar stretching (peregangan otot) dapat membuat fisik kita lebih bugar.

Pengidap Nyeri Punggung di Indonesia

Khususnya untuk golongan orang lanjut usia (lansia), nyeri punggung merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Setidaknya 40 persen dari orang berusia di atas 65 tahun menderita nyeri punggung. Hasil penelitian PERDOSSI (Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia) yang dilakukan pada 14 kota di? Indonesia pada 2002 menemukan adanya 18,1persen pengidap nyeri punggung bawah.

Sedangkan penelitian Community Oriented

Program for Control of Rheumatic Disease (COPORD ) di Indonesia menemukan bahwa prevalensi nyeri punggung adalah 13,6 persen pada wanita dan 18,2 persen pada laki? laki. lnsiden nyeri punggung dari berbagai gejala berdasarkan kunjungan pasien ke beberapa rumah sakit di Indonesia berkisar antara 3-17 persen. Dari data-data ini, bisa disimpulkan bahwa nyeri punggung merupakan suatu kondisi yang umum dan bisa menyerang siapa saja. (www.alodokter.com)

Banyak hal yang menjadi penyebab sakit punggung, diantaranya:

1. Duduk terlalu lama dan Posisi DudukYang Salah

Umumnya pekerja? kantoranlah yang paling sering terkena sakit punggung, karena mereka menghabiskan waktu 8-12 jam untuk Kondisi ini paling banyak menyebabkan sakit punggung, dan biasanya orang? orang duduk tidak dengan posisi benar (punggung tegak ?lurus). ?Untuk ?menghindari ?sakit ?punggung berlebih, ?lakukan ?pergerakan ?ringan ?di ?kursi jika memang terasa sudah terlalu lama duduk. Atau ubah posisi duduk dengan tegak agar tulang punggung berada di posisi yang baik. Mengganjal punggung dengan bantal bisa jadi salah satu alternatif? untuk mengurangi rasa sakit pada punggung dan membuat punggung tegak.

2.Kurang Olahraga

Olahraga membuat semua otot bergerak dan melatif bahkan membentuk fisik seseorang. Sudah dapat dipastikan, bahwa orang yang kurang berolahraga otot? ototnya akan lebih kaku dan seluruh badan tidak bergerak dan tidak selalu berada dalam posisi yang sama. Biasakan olahraga ringan seperti lari atau hanya sekedar peregangan otot didalam rumah (Stretching).

3.Makanan yang tidak sehat

Asupan makanan yang masuk kedalam tubuh kita sangat mempengaruhi daya tahan tubuh dan metabolisme tubuh. Bisa jadi dampak asupan makanan dan gizi kurang baik dapat berdampak kepada pertumbuhan tulang yang kurang baik pula. Gangguan pankreas, lambung, dan kerongkongan terkadang bisa menyebabkan nyeri punggung bagian atas. Nyeri pada perut yang terjadi karena gangguan sistem pencernaan seperti pembentukan batu empedu, batu ginjal, atau tukak lambung, dapat menyebar hingga bahu. Masalah pada hati (liver) dapat menimbulkan nyeri di bawah tulang belikat kanan. Oleh karena itu pemilihan asupan gizi yang baik sangat? penting bagi penderita sakit punggung. Karena dari makanan yang kurang baik, dapat berimbas buruk kesistem tubuh kita.

4.Ketegangan Otot

Otot yang tegang dan kencang merupakan faktor penyebab paling umum timbulnya nyeri punggung bagian atas. Duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama atau mengangkat benda berat bisa menyebabkan otot punggung menjadi kencang. Kondisi ini membuat otot menjadi tegang sehingga menimbulkan nyeri. Cedera pada otot punggung juga bisa memicu nyeri punggung (back pain). Lakukan peregangan otot ringan, dan jangan terlalu stress karena bisa memicu ketegangan otot.

5.Membawa Beban Terlalu Berat

Bagi Anda yang suka membawa barang berat seperti tas yang terlalu berat atau memikul benda-benda berat, punggung mungkin tidak dalam kondisi baik. Khususnya, jika membawa tas yang berat dengan sebelah bahu, tubuh akan jadi tak seimbang. Usahakan jangan membawa beban yang terlalu berat. Beban ideal yang aman dibawa adalah 10 persen dari berat tubuh Anda.

Menjaga Kesehatan Tulang Punggung 2

Masih banyak penyebab sakit punggung lainnya, intinya kita harus selalu menjaga kesehatan dengan olahraga yang cukup dan asupan makanan yang baik pula. Banyak faktor yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati sakit punggung, salah satunya adalah dengan melakukan fisioterapi dan konsultasi dengan ahli tulang jika memang terasa sakit yang sudah tidak tertahankan lagi. Adapun dengan meng-kompres bagian yang dirasa sakit, agar tidak terlalu mengganggu aktifitas sehari-hari. Pencegahan agar terhindar dari beberapa penyebab nyeri punggung bawah yang bisa kita lakukan adalah dengan cara memberikan kompres es di tempat yang terasa nyeri, dengan beristirahat di tempat tidur, bisa juga dengan memberikan paracetamol. Jika penyakit nyeri itu dirasa sudah cukup parah, periksakan segera ke dokter. Bisa sampai operasi jika nyeri berkepanjangan, gangguan saat buang air besar atau buang air kecil,dan kelemahan pada kedua tungkai yang semakin bertambah berat.Yang paling penting adalah sesering mungkin la tihan pinggang (peregangan otot-otot pinggang, penguatan otot-otot pinggang, penguatan otot dinding perut, aerobik dapat meningkatkan daya tahan tubuh) untuk memperbaiki keluhan sekaligus sebagai satu bentuk pencegahan agar rasa nyeri tidak kambuh lagi.

Latihan posisi tubuh waktu duduk, berdiri, dan berjalan dengan benar, mengangkat barang, semua itu harus dilakukan dengan badan tegak. Jangan sering melakukan hal-hal pada posisi yang kurang tegak, seperti tidur di kasur yang melekuk ke bawah.Biasakan hidup sehat, minum susu dan selalu bergerak setiap hari.

Menjaga Kesehatan Tulang Punggung 3

Tulang punggung yang sakit tidak bisa kita abaikan, karena tulang akan menopang badan kita sampai tua, jika pada usia muda tulang sudah tidak berfungsi dengan baik, bagaimana kita bisa beraktifitas di masa tua kita. Sakit punggung tidak hanya terkait dengan kondisi fisik, namun berhubungan juga dengan fikiran. lstirahat yang cukup dan mengurangi beban pikiran yg terlalu banyak dapat meminimalisirkan gejala sakit punggung ringan.

So, jangan tunda untuk hidup sehat, karena Tulang kita butuh dijaga untuk masa depan dan mas tua yang sehat. Love your back

Astriawati Jeinab, S.E.

Menuju Harmoni di Lembah Pangrango

Camp Hulu Cibedug Bogor

Terletak di kaki Gunung yang Sejuk di Hamparan luas sebelas hektar Camp Hulu Cibedug Ciawi Bagar tempat bersejarah bagi kamunitas warga Widyatama Membangun harmoni lembaga dan memaknai hari kemerdekaan dengan cara yang khusus dalam suasana berbeda. sambil bersiap diridalam upaya membangun kebersamaan. Nyanyian lagu lndonesia Raya mengiringi naiknya bendera Merah Putih ke puncak tiang di tengah suasana pegunungan yang cerah. sinar mentari pagi dan sisa -sisa embun menyegarkan. membawa suasana upacara bendera hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 71 semakin hikmat. Momen bersejarah bagi warga Widyatama.Upacara bendera adalah salah satu kegiatan dala m Art-ba u nd ka munitas Widyatama dalam membangun harmoni diri (tidak bunyi saat arang lain yang disuruh bunyi). Pak Ojaka Nugraha juga tahu apabila ada nada yang salah dimainkan (hal ini menunjukkan masih ada arang yang bekerja belum harmonis dalam suatu tim kerja). Singkatnya. “The right man in the right place at the right time”.

Beliau menjelaskan bahwa perubahan itu adalah sesuatu yang harus dilakukan setiap kesempatan. Berpikir positif ke masa depan yang lebih baik. oleh sebab itu dibutuhkan keyakinan oleh semua orang untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik Beliau lalu mulai mengkombinasikan sesi motivasi nya dengan media angklung . Dimintanya jika tangan kanan beliau diangkat. semua angklung dibunyikan. Kemudian beliau menciptakan kode-kode gerakan tangan untuk setiap kata yang tertulis di angklung. Dan tanpa sadar angklung yang kami bunyikan merangkai sebuah lagu. “Rayuan Pulau Kelapa”. Yang tak kalah penting pemimpin perubahan harus tahu untuk mengarahkan semua arang agar harmani tersebut bisa tercipta.

Berangkat dari kampus Widyatama di bandung tepat pukul 06.30. Tanggal 16 agustus 2016. Calon Peserta Kegiatan Art-Bound yang terdiri dari para pejabat struktural dan sebagian pejabat fungsianal itu menuju lokasi melalui jalan Tol Purbalenyi-Jagarawi. dan tiba di lokasi desa Cibedug Ciawi Bagar sekitar pukul 12.00. di lanjutkan dengan kegiatan Ice Breaking. pembagian kelompok dan pengenalan antar personil kelompok serta menerima tugas-tugas kelam pak sebelum makan siang. Kegiatan kelam pak selanjutnya setelah makan siang. yaitu melakukan latihan sesuai dengan perintah dari penugasan sebelum nya. Seperti menyiapkan penampilan kesenian pada malam performance. Berbagai pertunjukkan kesenian daerah harus ditampilkan oleh masing – masing kelompok grup. Hal ini dimaksudkan Acara yang sangat aktraktif. penuh dinamika. bergelara keceriaan. tanpa menggurui dan interaktif melalui media bermain angklung secara masal. yaitu seluruh peserta tanpa kecuali harus memamainkan angklung yang telah diberi nama berdasarkan nada dasar angklung tersebut. misalnya Disiplin komitmen ikhlas,keyakinan,kreatif,jujur,excellence, syukur.

Sesi hari kedua setiap peserta diberi bahan berupa potangan bambu. sumpit. tali jerami. lembaran bambu yang di belah termasuk disediakan peralatannya (berupa cat. perekat. pematang. pelubang/bortangan dan lainnya) untuk membuat karya-karya menurut kreasi versi peserta masing-masing. Hasil nya akan diberikan kepada rekannya untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Malam harinya sesi penampilan kesenian oleh masing-masing kelompok tari tradisianal jaipong,saman,rampak kendang. kecak. pencak silat. vacal grup. tata buhan. kincring. dan sebagai nya. Acara penampilan malam itu ditutup dengan perform dari penyanyi

Sebagai media untuk membangun kerjasama tim dalam satu kelompok. demikian penjelasan dari petugas “ADVENTURE” Even Organizer. oleh sebab itu acara Art-baund seperti ini berbeda dengan kegiatan outbound-outbound lainnya. Methada ARTBUND yang telah dipatenkan ini merupakan kegiatan yang berupaya penyeimbangan antara aktivitas atak kiri dan atak kanan secara simultan.

Menuju Harmoni di Lembah Pangrango 2Aktivitas pada malam hari pertama setelah istirahat shalat dan makan malam. yaitu kegiatan “Sesi Motivasi Angklung” nya Pak Ojaka Nugraha. Sesi ini dimaksudkan membangun kesadaran kebersamaan. gotong royong. kekompakan Tim Kerja. semangat pengabdian. loyalitas. dedikasi dan bahwa harmonisasi kerja bisa tercipta jika semua orang tahu apa peranannya (pegang angklung nada apa). bekerja di saat yang tepat (bunyikan jika dimi nta). dan tahu menempatkan balada terkenal Ferry Curtis yang menghasilkan “Mars Widyatama”. Uniknya syair lagu tersebut merupakan rangkaian dari kata- kata yang disumbangkan beberapa peserta dan jadilah sebuat lagu Mars Widyatama.

Hari ketiga sebelum kembali ke kampus Widyatama di Bandung peserta disuguhkan petualangan mengarungi sungai Cicatih dan Cimandiri dengan perahu karet. menempuh perjalanan dari hulu ke hilir sejauh 12 km. melalui dua puluh satu jeram dengan berbagai tingkat kesulitan Petualangan ini dapat diambil hikmahnya yaitu mengukur kekuatan fisik dan mental menghadapi berbagai halangan, rintangan, hambatan dan tantangan alam untuk menuju suatu cita-cita atau tujuan dengan sukses dan selamat. Bagaimana kerjasama Tim dalam suatu perahu menghadapi jeram.

“Riam Jeram” sebagai penyelenggara arung jeram ini memberikan rasa aman bagi peserta. karena ?prosedur ?pengamanan. penyelamatan dan lainnya dilaksanakan dengan baik. Kegiatan penutupnya yaitu berupa perang- perangan paint-ball dimana satu regu terdiri dari ID orang. Hal ini selain sehagai aktivitas hiburan, namun mempunyai makna hahwa dalam rangka upaya mencapai suatu target atau sasaran harus menyusun rencana strategis maupun taktik untuk pencapai kemenangan dalam pertempuran dengan efektif dan eflsien.

Menjelang magrib kami kemhali ke Bandung dan tiba di rumah masing-masing dengan wajah ceria. (edib)

Pantau Prestasi Akademik Anak melalui Pertemuan IOM

Pantau Prestasi Akademik Anak melalui Pertemuan IOM
Pantau Prestasi Akademik Anak melalui Pertemuan IOM

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Serba Guna Widyatama mengundang Rektor beserta jajarannya lengkap dengan kepengurusan akademik meliputi Dekan, Wakil Dekan clan Ketua Program Studi serta Sekretaris Prodi. Selain itu, hadir pula Kepala Biro clan Kepala Pusat di lingkungan Widyatama.

Sambutan dari Rektor Widyatama Dr. H. Islahuzzaman,

S.E., M.SI., Ak., CA, memulai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun tersebut. Selang sambutan, Rektor mempersilahkan jajarannya, Dekan clan Wakil dekan serta Ketua IOM menaiki podium untuk membuka panel diskusi dengan orang tua mahasiswa.

“Sangatlah berguna sekali ketika UTama dengan senang hati memfasilitasi kami selaku orang tua membuka forum diskusi

dengan pejabat Widyatama. Hal ini membuahkan win-win solution di tengah kebingungan kami sebagai orang tua dalam penanganan perkuliahan anak kami”, ujar Maman salah satu orang tua mahasiswa dari Fakultas Bisnis clan Manajemen. Maman pun menambahkan bukan hanya anak sekolah menengah saja yang membutuhkan parenting seperti ini, meskipun mereka bukan “anak kecil lagi”, namun perhatian ekstra harus diberikan oleh pihak orang tua dalam pendidikan.

Partisipasi Ketua IOM beserta jajaran kepengurusannya,

mengajak orang tua mahasiswa khususnya angkatan 2015 semakin proaktif menyuarakan pendapatnya, keluhan clan apresiasi perihal kegiatan pembelajaran selama buah hatinya menuntut ilmu di lingkungan UTama. Kegiatan ini pula memiliki keluaran yang sangat baik bagi banyak pihak, khususnya bagi orang tua. Dengan pertemuan tersebut, orang tua dapat lebih giat memotivasi kembali clan membimbing tekad anak yang penuh dengan ambisi sehingga semakin dekat dengan cita-cita mereka. (Mktg)