Home Blog Page 15

Ada Apa Dengan ‘Publikasi Jurnal’

0

Sebelas tahun lalu (tahun 2011) dunia ilmiah dikejutkan dengan terjadi plagiasi yang dilakukan seorang menteri sebuah negara maju, yang berakibat pengunduran dirinya. Tahun 2018 plagiasi dilakukan beberapa akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta di negeri ini menggema yang  juga berakibat pengunduran diri mereka. Tiga tahun lalu (tahun 2019), ilmuwan Spanyol kedapatan sebagai inisiator yang mengerakkan sekumpulan ilmuwan saling mensitasi artikel anggota tersebut. Alhasil H-index kelompok tersebut melonjak tinggi. Salah satu anggota kelompok tersebut diberhentikan sebagai editor beberapa jurnal, sementara seorang anggota lainnya diperiksa Universitas Wageningen sebagai tersangka pelanggaran etis. Direktorat  Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI) pernah mengungkapkan sebuah jurnal lengkap dengan dewan editor dalam maupun luar-negeri dan kantor penerbitan yang tenyata semuanya fiktif. Bahkan ketika diselidiki, alamat yang tercantum pada jurnal tersebut, ternyata tidak ada. Isinya semua ternyata berasal dari satu perguruan tinggi yang sama.

Contoh lain, penarikan artikel dalam jurnal-jurnal medis dan biologi yang diulas sesama kolega yang menemukan persentase penelitian yang ditarik karena penipuan atau kecurigaan akan penipuan melonjak secara substansial sejak pertengahan 1970an. Tahun 1976, ada kurang dari 10 penarikan artikel karena penipuan untuk setiap satu juta penelitian yang dipublikasikan. Tahun 2007, jumlah tersebut  meningkat menjadi 96 penarikan untuk setiap satu juta penelitian.

Pelanggaran Ilmiah yang menggema memang plagiarisme, padahal pelanggaran lainnyapun dapat ditelusuri yakni: fabrication, falsification, exploitation, injustice, intended careless, duplication (LIPI, 2013), juga penipuan ilmiah (scientific fraud) yang sesungguhnya secara etika dan norma akademik tidak dibenarkan, bahkan merugikan pihak terkait.

Berita dan cerita terbaru di media arus utama, media sosial, maupun obrolan sersan (serius tapi santai), berkembang diksi jurnal predator, jurnal abal-abal, jurnal bodong, jurnal discontinue, calo jurnal. Apapun itu, sungguh prihatin dilakukan di dan oleh komunitas pendidikan tinggi itu sendiri dengan implikasi uang atau transaksional. Sudah tentu hal ini menabrak norma dan etika akademik. Ada demand ada supply ?  Isu-isu miring tersebut benar adanya, ada yang menikmatinya, ada korbannya walau sulit dibuktikan. Inilah yang tampak menjadi momok di perguruan tinggi atau masyarakat ilmiah. Dunia ilmiah yang dikoridori norma dan etika akademik pun masih penuh paradox. Akibat karakter dan perilaku manusianya.

Saat ini, terjadi peningkatan minat menulis di kalangan ilmuwan atau akademisi. Para peneliti, dosen, praktisi, maupun mahasiswa mulai ramai mengisi jurnal nasional maupun internasional dengan karya tulis ilmiah mereka dengan catatan, seyogyanya semangat menulis ini disertai keterampilan yang memadai serta etika penulisan yang benar.

Publikasi Jurnal di komunitas pendidikan tinggi memang kewajiban dosen untuk melaksanakannya dari hasil risetnya yang ditulis sesuai dengan kaidah tulisan ilmiah sebagai pengejawantahan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat). Publikasi Jurnal memberikan kontribusi pengetahuan berharga di bidang keilmuannya, sekaligus tanggungjawab terhadap alokasi sumber daya penelitian. Publikasi Jurnal sejatinya adalah menulis artikel ilmiah hasil riset dan dipublikasi di jurnal ilmiah. Publikasi Jurnal juga berfokus pada kepatuhan terhadap norma, aturan, kebijakan, prosedur dan tujuan ilmu pengerahuan (science) dengan landasan untuk membangun integritas (Resnik dan Elliott, 2019).

Proses publikasi hasil penelitian di jurnal memang menuntut kesabaran dan ketekunan. Telaah dari penelaah sejawat kadang membuat peneliti hilang kesabaran. Bahkan publikasi naskah ilmiah pada jurnal bereputasi internasional memerlukan tahapan yang bisa mencapai satu atau bahkan dua tahun. Salah satu saran teman dosen, beberapa kiat saat menulis dan publikasi untuk jurnal antara lain harus legowo diejek, dicacimaki, dan ditolak, namun harus tetap semangat serta pantang mundur.  Tantangan terbesar yang dihadapi dalam proses publikasi yakni integritas etika. Masalah ini semakin meluas dan menghianati kepercayaan ilmiah. Padahal kemajuan ilmiah perlu didasarkan pada kejujuran ilmiah.

Merujuk pada data yang diolah dari Scientific Journal Rankings (SJR), Indonesia menempati posisi ke-54 dalam hal publikasi internasional di Asia Tenggara pada 2013. Lalu, pada 2020 posisinya melejit pada urutan ke-21. Negara-negara yang sebelumnya dalam posisi unggul publikasinya, justru peringkatnya menurun saat Indonesia bertahan bahkan naik. Malaysia turun dari posisi 23 ke 24, Singapura, dari posisi 31 turun peringkat menjadi 37, dan Thailand turun ke posisi 41 dari sebelumnya ranking 40. Namun kalau dibandingkan dengan rasio dosen yang 311.642 orang (2021), posisi kita masih tertinggal.

Lembaga pengindeks atau penerbit jurnal internasional semisal Scopus yang sering kapitalistik masih menjadi rujukan. Scopus merupakan sebuah sistem basis data yang melakukan indeks terhadap belasan ribu jurnal ilmiah dari berbagai macam bidang ilmu. Artikel yang dimuat didalamnya, melalui proses seleksi ketat sebelum dinyatakan layak terbit. Di dalam Scopus terdapat 18.000 judul lebih, dari 5.000 penerbit terkenal dunia seperti Elsevier, Springerlink, CABI (Centre for Agricultural Bioscience International), Cambridge University Press, Oxford University Press, dan banyak lagi. Melalui Scopus dapat dilihat peringkat sebuah universitas dalam hal penerbitan jurnal internasional. Dengan mengetahui posisi dan keadaan jurnal di mata internasional, dapat memacu sivitas akademika perguruan tinggi terlebih para calon guru besar untuk menerbitkan tulisannya di jurnal internasional yang telah terindeks oleh Scopus.

Semua terkesan didorong untuk terindex Scopus. Alih-alih mendorong pengayaan dan penguatan jurnal-jurnal nasional dan Lembaga Pengindex dalam negeri. Seperti publikasi jurnal nasional yang terakreditasi Sinta, baik Sinta 1, Sinta 2, Sinta 3, Sinta 4, Sinta 5 dan Sinta 6. Catatan Arjuna (akreditasi jurnal nasional) baru 5.000 jurnal terakreditasi nasional, dan 82 jurnal terindeks internasional (Scopus) yang mengacu pada Committee of Publication Ethic (COPE).

Apapun itu, membuat tulisan ilmiah dan dipublikasi di jurnal ilmiah memang kewajiban seorang dosen. Tentu tidak hanya itu, dosen selain pandai menulis secara ilmiah, juga menulis di media massa. Tulisan menjadi penting sebagai bentuk ekpresi pikiran, pandangan, dan perasaan terhadap suatu masalah. Selain itu, juga dapat membentuk opini publik terhadap isu-isu yang aktual. Kendalanya tidak pula semua dosen tulisannya diterima dan sesuai dengan media massa cetak. Faktanya hanya segelintir dosen yang sanggup menulis artikel di media massa.

Nah, semua karya tulis dosen tentu akan menjadi ukuran kinerja dosen tersebut, bukan sebagai keterpaksaan. Ketika dosen menulis itu bukan sekedar menuliskan data dan hasil penelitian, justru saat itu sedang menyampaikan keseluruhan kecerdasannya. Karena perguruan tinggi tempat dosen mengabdi merupakan tempat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional yang memiliki kualifikasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan perilaku etis. Apalagi perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk membentuk“charater  building” mahasiswa sebagai peserta didik.

Hal di atas tentunya sebagai pengejawantahan Pasal 12 ayat 1 s.d 3 UU Nomor 12 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa dosen sebagai anggota sivitas akademika memiliki tugas mentransformasikan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang dikuasainya kepada mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran, sehingga mahasiswa aktif mengembangkan potensinya; dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya; dan dosen secara perseorangan atau berkelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi sivitas akademika. Apakah kita akan konsisten mengawal generasi masa depan dengan nilai-nilai keagungan, dan kemuliaan yang hakiki? Tentunya dengan menjalankan etika dan norma akademik. Wallahualam.

Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta. (@lee)

 

Redaksi – Lili Irahali

Teori Adab Karsa, Polisi dan Anak Bangsa

0

Oleh: Lili Irahali *)

SABTU, 15 Oktober lalu Presiden Joko Widodo memanggil seluruh pejabat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setelah peristiwa bertubi-tubi melanda institusi penegak hukum ini.

Dalam arahannya Presiden Jokowi memerintahkan Polri  berbenah. Arahan ini tidak lepas dari sejumlah kasus yang melibatkan polisi sepanjang tahun 2022. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat masyarakat terkejut dan miris, karena keadaban kita sebagai manusia hilang di area fungsi salah satu penegak hukum yang seharusnya memberi pengayoman, sebagaimana tercantum dalam pedoman Tri Brata dan Catur Prasetya Polri.

Inilah kasus-kasus pelanggaran moral (Adab) yang terjadi berkenaan dengan budaya penegakan hukum. Belum lagi pelanggaran pada budaya-budaya lain yang kesemuanya cenderung mengarah pada adab-rendah dan karsa-lemah, seperti budaya korupsi, budaya santai, dan budaya lainnya.

Hal ini mengingatkan saya atas  paparan seorang Profesor sehubungan dan Filsafat Ilmu, khususnya tentang Teori Adab Karsa. Teori ini merupakan buah pikir penelitian dan kontemplasi Prof. Dr. H. Herman Soewardi, dosen Universitas Padjadjaran.

Teori Adab Karsa memandang bahwa kemajuan dapat dicapai melalui karsa yang tinggi dan adab yang tinggi pula. Teori ini saya pandang sebagai teori keseimbangan dalam mencapai kemajuan yang hakiki.

Kita sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan yang Maha Kuasa selayaknya menunjukkan ketundukan sebagai makhluk ciptaan sebagai wujud ADAB yang tinggi. Lalu Tuhan telah memberikan sebagian hak prerogatifnya kepada manusia untuk  menggunakan akal dan nuraninya agar mampu mewujudkan KARSA yang tinggi pula.

Keseimbangan ADAB KARSA inilah seharusnya menjadi pengejawantahan motivasi dan perilaku kita dalam membangun kemajuan yang berkemanfaatan dan berkeadilan. Karena cipta, rasa dan karsa manusia merupakan potensi yang harus dimanfaatkan dalam memajukan kehidupan manusia yang berkeadaban. Yakni dengan menciptakan berbagai karya bagi peradaban manusia.

Saat ini pola pikir global yang berorintasi pada kapitalisme (liberalism, neo-liberalisme) telah dianut sebagian besar negara di dunia. Sebagai ideologi yang mengagungkan modal milik individu sebagai penggerak kesejahteraan manusia. Artinya kapitalisme memandang bahwa kemajuan dapat dicapai melalui KARSA, meskipun menggunakan segala cara (bisa jadi dengan tanpa ADAB).

Dalam konteks kita sebagai bangsa yang berlandaskan kepada Pancasila dimana kelima silanya mencerminkan filosofi kehidupan bangsa yang begitu tinggi, namun sangat lemah dalam implementasi.

Seharusnya Pancasila bisa menjadi penguat bagi menyemainya teori ADAB KARSA dalam praktek kehidupan kita. Sehingga mampu mendorong kemajuan bangsa dalam segala aspek kehidupan, termasuk budaya penegakan hukum . Namun realita menunjukkan bangsa Indonesia masih lemah dalam kemajuan yang dicita-citakan.

Bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan beragam Suku dan Bahasa tertinggal dalam banyak hal. Motivasi dan perilaku kita sebagai bangsa belum menunjukkan ke arah kemajuan yang dicita-citakan. Kemampuan teknologi kita masih langka dan terbatas, padahal banyak kemampuan anak bangsa yang diakui di negeri orang. Kekayaan alam kita telah lama terkuras tanpa dibarengi karsa yang optimum.

Kemampuan berusaha kita sebagai wirausahawan tidak tumbuh dengan baik. Kesenjangan kaya dan miskin makin meluas, yang kaya makin kaya, yang miskin tidak berdaya. Sementara itu mencari keadilan sangat mahal, karena budaya penegakan hukumpun  tidak mengimplementasi Adab dan Karsa.

Mengapa hal ini masih berlangsung sepanjang 76 tahun usia Indonesia Merdeka. Mungkin benar ini bukan hanya tugas filsafat dan para ilmuwan, tetapi juga para praktisi, birokrasi dan profesional di segala bidang.

Nah, kiranya Teori Adab Karsa hasil penelitian dan kontemplasi filsafat dan filsafat ilmu bisa menjadi pisau bedah, yang mengurai permasalahan termasuk dalam penegakan hukum, serta memberi solusi masalah bangsa Indonesia.

Paling tidak dalam memberikan landasan pendidikan karakter yang justru saat ini sangat dibutuhkan di tengah krisis kualitas sumber daya manusia di tengah globalisasi. Termasuk di pendidikan hukum. Apakah kita mau mengejawantahkan karya penelitian dan kontemplasi anak bangsa ini. Demi kemajuan bangsa ? Wallahualam. *** @liliirahali – 16 Oktober 2022.

*) Pengamat Sosial tinggal di Bandung

‘Quiet Quitting Is About Bad Bosses, Not Bad Employees’

0

SUATU  hari saya menyimak cerita seorang sahabat tentang sebuah perguruan tinggi dimana “dosen dan karyawannya sedang tiarap”.  Ibarat danau yang airnya begitu tenang tanpa riak.

Tiarap menurut persepsi saya tentunya tidak ada motivasi untuk berkreasi, maju dan berkembang, semua tergantung boss. Sehingga semua berjalan semu, dan penuh kemunafikan.

Sesuatu hal yang tidak sehat bagi organisasi pembelajar seperti penguruan tinggi.

Saya telusuri dan menemukan referensi. Rupanya perguruan tinggi tersebut sedang menghadapi “Quiet Quitting”. Sebuah istilah  di dunia kerja  sebagai bentuk ketidak berdayaan dan mekanisme bertahan karyawan menghadapi sesuatu yang merisaukan namun tidak berdaya.

Majalah Time edisi 23 Agustus 2022 dalam artikel “Employees Say ‘Quiet Quitting’ Is Just Setting Boundaries, Companies Fear Long-Term Effects”, yakni “berhenti diam-diam” yang merupakan konsep untuk tidak lagi bekerja melampaui batas dan hanya melakukan apa yang diminta sesuai deskripsi pekerjaan.

Sedang Harvard Business Review (HBR) edisi 31 Agustus 2022 dalam artikel “Quiet Quitting Is About Bad Bosses, Not Bad Employees”, menyebutkan banyak orang pada titik tertentu dalam kariernya, telah bekerja untuk manajer yang mendorong mereka “berhenti secara diam-diam”.

Hal ini disebabkan perasaan yang diremehkan dan tidak dihargai, dimana manajer bersikap bias atau terlibat dalam perilaku yang tidak pantas. Situasi tersebut tentunya merugikan kedua pihak, lembaga dan juga karyawan.

Lembaga secara tidak sadar telah mematikan kreativitas dan perilaku inovatif karyawan yang mendukung pertumbuhan lembaga dalam jangka panjang serta keberlanjutan lembaga.Sementara bagi karyawan sendiri akan menghambat pengembangan karirnya.

Latar belakang “Quiet Quitting” adalah kegagalan komunikasi antara karyawan dengan atasan dan lembaga. Karena itu ada dua sudut pendekatan yakni: dari sudut atasan dan bawahan dengan membuka komunikasi, serta dari sudut lembaga tentunya dengan menerapkan sistem yang terbuka dan adil khususnya dalam merawat dan mengembangkan sumber daya manusia.

Apalagi, perguruan tinggi yang mengemban fungsi mengembangkan potensi sumber daya manusia generasi masa depan. Seharusnya perguruan tinggi dikelola dengan semangat mengutamakan manusia. Yakni manusia yang terlibat dalam proses penyelenggaraan, pengelolaan, dan proses pelayanan pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia generasi masa depan.

Perguruan tinggi yang merupakan “noble industries (industri mulia)” dimana undang-undang menetapkan bahwa pendidikan tinggi melalui lembaga perguruan tinggi dikelola secara nirlaba.

Organisasi nirlaba merupakan organisasi yang bersasaran pokok mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).

Kabar terakhir perguruan tinggi tersebut telah menentukan pemimpin baru. Semoga kepemimpinan baru dapat membawa situasi yang lebih menyegarkan, serta tidak terjebak pada situasi sebelumnya, sehingga secara bertahap dapat menghilangkan “Quiet Quitting” yang merugikan semua pihak. Wallahualam.***

*) Pemerhati Pendidikan Tinggi

sumber: cirebon.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-045544959/quiet-quitting-is-about-bad-bosses-not-bad-employees

Menentukan Masa Depan Kepemimpinan Dalam Pendidikan Tinggi

0

Ilustrasi Prilaku“Quiet Quitting” /

Oleh: Lili Irahali *)

MINGGU  lalu saya menulis gejala “Quiet Quitting” (perilaku “berhenti diam-diam”) yang melanda sebuah perguruan tinggi yang justru merugikan performance dan sustainability perguruan tinggi, juga  karyawan tersebut dalam jangka panjang.

Hal ini antara lain disebabkan kegagalan komunikasi pimpinan dan lembaga dengan karyawannya. Pimpinan bersikap bias atau terlibat dalam perilaku yang tidak pantas, pengawasan yang kasar.

Perilaku “berhenti diam-diam” karena karyawan mengalami kelelahan emosional. Atau pendeknya “quiet Quitting” terjadi karena perilaku kepemimpinan disfungsional yang berdampak buruk terhadap organisasi secara keseluruhan. Mungkin target jangka pendek tercapai, namun berakibat parah pada iklim, budaya, dan keberlanjutan organisasi.

Berdasar kajian Angela J., Xu Raymond Loi, Long W. Lam (Oktober 2015) mengacu pada teori konservasi sumber daya (Conservation of Resources/COR) bahwa perilaku kepemimpinan disfungsional tersebut berdampak destruktif.

COR adalah teori stres yang menggambarkan motivasi yang mendorong manusia untuk mempertahankan sumberdaya mereka saat ini dan untuk mengejar sumberdaya baru (Hobfoll, 1989).

Makna kepemimpinan dalam pendidikan tinggi sesungguhnya adalah bagaimana akademisi mengalami dan memahami diri mereka sendiri sebagai pemimpin dalam konteks pekerjaan mereka di perguruan tinggi yang mengemban misi mencerdaskan kehidupan bangsa (peserta didik).

Adisorn Juntrasook (31 Jan 2014) dalam Jurnal Higher Education Research & Development Volume 33 menyebutkan ada empat makna khusus kepemimpinan yang mendominasi, yakni: posisi, kinerja, latihan, dan model peran profesional.

Dari hasil kajiannya menawarkan cara memahami secara kritis kepemimpinan di luar paradigma posisional dan instrumental untuk menciptakan lembaga pendidikan tinggi yang lebih inklusif. Kepemimpinan adalah landasan penting bagi pengembangan iklim akademik dan kemajuan perguruan tinggi.

Newstead, et al (2021) menjelaskan bahwa kepemimpinan yang baik menyiratkan karyawan dimotivasi melalui alasan yang tepat, berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain dengan cara yang etis dan efektif, bergerak menuju tujuan yang etis dan efektif.

Pemimpin yang baik memiliki kualitas kebajikan yang baik. dimana kebajikan memberikan pemahaman yang bermakna dan komprehensif tentang “baik” karena berlaku untuk kepemimpinan yang baik.

Memang kualitas seorang pemimpin yang baik berbeda-beda. Menurut Cortess & Hermann (2021) menyebutkan bahwa pemimpin dapat menjadi katalisator bagi tumbuhnya gagasan dan proses penjabaran gagasan, juga sebagai penilai pada tahap pengambilan keputusan, sera penjaga implementasi gagasan.

Sementara Goleman (1998) menjelaskan tentang kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin yang menekankan pada kecerdasan emosional. Ada lima dimensi kecerdasan emosional, yakni: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial.

Diperkuat oleh Reyes, et al ( 2019) bahwa dalam konteks tim, pemimpin harus fokus pada pembangunan tim daripada fokus pada struktur. Pemimpin perlu menciptakan strutur yang mampu mengoptimalkan kinerja tim, menentukan tujuan dan pembagian tugas, meningkatkan keamanan psikologis, meningkatkan kerja tim dengan umpan balik dan penghargaan.

Dunia saat ini  menghadapi era VUCA (volatility, uncertainity, complexity, ambiguity), yakni situasi lingkungan yang mengalami gejolak, ketidakpastian dan kompleksitas, serta ambiguitas.

Hal ini tentunya membuat segala kebijakan harus berdasarkan perubahan pada lingkungan sebagai pertimbangan utama. Karena itu kepemimpinan harus menjadi driver bagi lembaga perguruan tinggi agar menjalankan fungsinya mengembangkan masa depan peserta didik yang lebih baik melalui proses pendidikan yang mumpuni.

Tanpa pemimpin yang baik, lembaga perguruan tinggi sulit menelorkan lulusan yang sesuai dengan tujuan pendidikan, yang menurut istilah saat ini profil pelajar Pancasila yang mengandung 6 dimensi dan elemen-elemen didalamnya. Wallahualam.***

sumber : Menentukan Masa Depan Kepemimpinan Dalam Pendidikan Tinggi – Saba Cirebon (pikiran-rakyat.com)

Lutfi Maknun Maulana, Manfaatkan Digitalisasi Dalam Bisnis Peternakan Domba

.Asuhan : Dr Meriza Hendri, SIp, MM

Lutfi Maknun Maulana,

Manfaatkan Digitalisasi Dalam Bisnis Peternakan Domba

  

.

  Lutfi Maknun Maulana atau yang biasa dipanggil Lutfi memilih beternak domba di Kampung halaman, Garut dengan memanfaatkan digitalisasi sehingga mampu memberikan sustainable competitive advantage berupa harga yang kompetitif dan kualitas daging, dengan domba muda, dengan rendah kolesterol.

  Anak muda Garut kelahiran tahun 1994 ini memang tidak main-main dalam mengembangkan usaha peternakan domba sejak tahun 2020. Bahkan untuk meningkatkan pengetahuan bisnis dan manajemennya, mengambil kuliah di Magister Manajemen Universitas Widyatama dan menjadikan usahanya sebagai objek penelitian untuk tugas akhir, dengan harapan bisa memberikan manfaat langsung bagi bisnis yang dijalankannya.

.

Paradigma: Sejahtera & Sukses Bisa dari Kampung

  Lutfi memiliki alasan sendiri untuk menjadi wirausaha. “Menjadi wirausaha ada dampak yang bisa kita berikan buat orang banyak mulai dari membuka lapangan pekerjaan dan pemberdayaan lainnya” kata Lufti. Lalu, kenapa memilih usaha di kampung dan bukannya di kota? Lutfi memiliki alasan sendiri yaitu ingin merubah paradigma generasi muda, bahwa sejahtera dan sukses itu tidak harus selalu berusaha di kota, dan menjadikan kekurangan yang ada di kampung menjadi suatu kelebihan dengan melihat peluang yang ada.

  Usaha ini diawali dengan modal Rp. 13.000.000 yang diawali dengan delapan ekor domba. Pelajaran di kampus yang sangat dimanfaatkan oleh Lutfi adalah inovasi dalam mengembangkan peternakan domba ini. “Pelajaran yang sangat berharga dari kampus yaitu bagaimana saya harus memiliki mindset kewirausahaan yang kuat dan salah satu dimensinya adalah inovasi” tambah Lutfi.

Implementasi dari ilmu tersebut diterapkan Lutfi di strategi pemsaran yaitu memanfaatkan teknologi yang ada serta pengelolaan media sosial seperti Youtube, Facebook serta menjadi Supplier bagi Perusahaan besar seperti rumah Aqiqah dan Yayasan lainnya.

  Saat ini, Lutfi sudah memasok ke Jabodetabek dan Jogjakarta karena banyak olahan daging domba yang sangat diminati masyarakat seperti sate, tengkleng dan sebagainya.

  Lutfi punya impian ke depan bagaimana peternakan domba ini bisa tumbuh dan berkembang dan tidak mengalami kegagalan seperti diawal dimana pernah rugi. “Diawal saya pernah mengalami kegagalan dengan kematian 60 ekor domba” kata lutfi. Tetapi, saat ini, Lutfi semakin percaya diri dalam membesarkan peternakan domba ini dengan meningkatkan Kapasitas Ternak, Inovasi Digital serta membuat Formula untuk meminimalisir cost dan peningkatan ADG (bobot) pada masa waktu penggemukan, serta membuat mitra yang bisa tersebar di berbagai daerah.

  Sukses terus ya Lutfi, dengan ilmu bisnis dan manajemen, inovasi dan memanfaatkan digitalisasi mampu memberikan daya saing yang berkelanjutan untuk usaha kedepannya. Bagi sahabat yang ingin melihat kandang peternakan domba Lutfi, dapat berkunjung ke Kp. Belendung Desa Nyalindung Kec Wanaraja Kabupaten Garut dan menghubungi Lutfi di 0822-9503-8446.

.

.

.

.

.

“METAVERSE” Dibalik Learning Loss, Hight Context Cultures, Gradual & Hybrid System

“METAVERSE”

Dibalik

Learning Loss, Hight Context Cultures, Gradual & Hybrid System

.

    Pandemi Covid-19 dengan kebijakan social distancing telah membatasi interaksi langsung kita dalam segala aspek kehidupan selama hampir 3 tahun belakangan. Pandemi ini dirasakan hampir di seluruh belahan bumi kita. Salah satu hikmah dari sisi pendidikan yakni memberi pengalaman kuat bagaimana kita bersikap memanfaatkan teknologi internet guna melaksanakan pembelajaran yang tidak bisa ditunda dalam mencerdaskan anak bangsa. Pembelajaran daring menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS) menjadi keharusan dalam kondisi serba darurat tersebut.

  Namun perlu diperhatikan sisi hambatan Pembelajaran daring terkait: kendala aktivitas belajar, kendala teknologi, serta kendala pribadi dan lingkungan mahasiswa. Kendala pertama, kurangnya pemahaman materi, pembelajaran kurang interaktif dan tidak efektif, waktu pelaksanaan belajar tidak sesuai jadwal, serta kesulitan mengakses sumber belajar. Kendala kedua, teknologi yang meliputi jaringan internet, kuota internet, dan perangkat belajar. Tanpa sarana dan prasarana TIK (teknologi informasi dan komunikasi) pelaksanaan Pembelajaran daring banyak mengalami hambatan. Kendala ketiga, pribadi dan lingkungan yang meliputi: lingkungan belajar tidak kondusif, kurang motivasi, tidak fokus, gangguan kesehatan, dan besaran biaya. Fakta menjelaskan sisi lemah Pembelajaran daring dengan keterpaksaan, serta tanpa persiapan memadai telah menimbulkan “learning loss”, yakni situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan karena kondisi tertentu sehingga mengakibatkan penurunan penguasaan kompetensi peserta didik (The Education and Development Forum, 2020).

  Belum lepas isu “learning loss” saat melaksanakan Pembelajaran daring yang belum teratasi hingga saat ini. Berkembang perbincangan terkait “Metaverse” (“the next chapter of internet”). Metaverse adalah konsep alam semesta 3D, online, serta menggabungkan beberapa ruang virtual berbeda yang menghubungkan pengguna di semua aspek kehidupan mereka. Metaverse akan membawa manusia merasakan sensasi baru di mana kita dapat merasakan hidup di dunia virtual (Mark Zuckerberg). Metaverse akan memungkinkan pengguna untuk bekerja, bertemu, bermain, dan bersosialisasi bersama di ruang 3D tersebut (https://academy.binance.me/en/). Sebagai iterasi internet di masa depan Metaverse bisa dimanfaatkan sebagai sarana melengkapi dan memajukan kehidupan, termasuk di dalamnya pendidikan. Hasil riset menyebutkan pendidikan berbasis pengalaman menjadi lebih baik, apakah belajar secara langsung maupun melalui simulasi didukung teknologi.

  Implementasi Metaverse memiliki peluang besar dalam menunjang proses pelaksanaan pendidikan menjadi lebih baik (Yose Indarta, Ambiyar, Agariadne Dwinggo Samala, Ronal Watrianthos, 2022). Hadirnya Metaverse dapat mengoptimalkan teknologi serta media pendidikan menjadi lebih efektif dan diharapkan mengembangkan soft-skills, serta menumbuhkan self-perception yang lebih baik. Metaverse bisa digadang memberikan solusi bagi pembelajaran jarak jauh lebih baik dibanding Pembelajaran daring saat ini. Namun ada sisi yang belum terduga dari Metaverse.

  Dari pengertian dan kecenderungan Metaverse di atas, selayaknya kita mempertanyakan dampak sosial jangka panjang terhadap transformasi lingkungan manusia, khususnya pendidikan. Kehidupan kita dan pendidikan di dalamnya adalah menjawab tantangan kehidupan nyata, bukan kehidupan maya atau virtual yang dibentuk di Metaverse. Terdapat sesuatu yang bias ketika transformasi digital dengan realitas yang ada. Apa yang terjadi pada masyarakat ketika kita tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi di sekitar kita, karena terjebak pada realitas virtual Metaverse. Perlu perhatian aspek kesehatan mental, kesehatan fisik, juga kesehatan sosial ketika Metaverse dioptimalkan sebagai model atau konsep pembelajaran. Kehidupan nyata adalah model pembelajaran manusia yang realistis, dan tentunya akan memberi kita situasi lebih sehat secara mental dan fisik. Bukan realitas virtual yang direkayasa yang bias tanggungjawab.

  Memang dunia pendidikan tidak dapat menolak kemajuan teknologi. Kita wajib memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut sebagai alat untuk melakukan kegiatan pendidikan yang positif. Teknologi harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia. Selaras dengan tujuan pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, memanusiakan manusia serta membangun peradaban yang beradab. Penggunaan Metaverse dalam dunia pendidikan adalah cara, bukan menjadi esensi kehidupan.

  Prof. Dra. Hj. Rachmah Ida, Ph.D. mengingatkan Metaverse lahir dari konstelasi budaya barat yang menerapkan “low context cultures”, dimana dalam konteks budaya Barat pendidikan selalu sekuler. Mereka berprinsip “a equal”, equality before the law dan liberal arts. Bagi mereka pendidikan adalah demokratisasi. Berbeda dengan Indonesia yang hidup di dalam High Context Cultures (Antropolog Edward T.Hall), yakni kultur sosial budaya yang masih mempertahankan konsep tradisional seperti sopan santun, norma, value, dsb. Pendidikan di Indonesia menganut High Context Cultures yang berkewajiban mendidik akhlak dan moral peserta didik. Pendidikan di Indonesia mengandung muatan “moral ethics baggage”, sementara di Barat ethical educations academic mereka wujudkan dalam bentuk regulasi-regulasi yang padat.

  Dalam gambaran tersebut maka Metaverse perlu dicermati sebaik-baiknya. Artinya implementasi teknologi atau konsep Metaverse tidak bisa sepenuhnya diterapkan dalam pendidikan kita. Apa yang harus dilakukan? Prof. Rachmah Ida menyarankan implementasi teknologi dan konsep Metaverse dalam pendidikan sebaiknya dilaksanakan secara gradual. Dalam rentang tersebut pembelajaran dalam proses pendidikan lebih baik dilakukan secara Hybrid System.

  Apakah Metaverse bakal menjadi solusi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi. Tergantung pada bagaimana kecerdasan kita dalam memanfaatkan Metaverse. Beberapa hal tentunya bisa dilakukan. Contoh di pendidikan kedokteran bahwa model-model pembelajaran tertentu yang mengandung resiko, semisal tentang mempelajari sosok fisik manusia. Contoh lain dalam kedirgantaraan: untuk desain pesat terbang, untuk pengoperasian instrumen laboratorium bisa diambil alih menggunakan konsep atau teknologi Metaverse. Wallahualam.

  Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta. (@lee)

.

Redaksi – Lili Irahali

.

Cyber Security : Menghadapi Kiprah Kejahatan Cyber

Cyber Security

Menghadapi Kiprah Kejahatan Cyber

.

  Berita tentang maraknya peretasan/ pencurian data pribadi di dunia digital semakin menjadi perhatian dan sekaligus membuka peluang bagi pekerjaan yang bernilai tinggi di era digital. Apalagi berkaitan dengan kebutuhan akan keamanan data informasi di dunia digital semakin tinggi. Kemungkinan akan terjadi jenis kejahatan baru di bidang siber (Cyber Crime). Adanya pengakuan tentang penguasaan big data Indonesia oleh kepentingan politik kelompok tertentu yang sedang ramai dibicarakan dan digunakan sebagai alasan bagi pembenaran terhadap masalah tertentu, maka muncullah kesadaran akan semakin pentingnya melindungi data, oleh sebab itu dibutuhkan tindakan untuk melakukan pengamanan, penggunaan dan penyaringan informasi; big data, untuk mencegah tindakan cyber crime. Menurut ISACA bahwa peretasan data sekitar tahun 2016, lebih dari 1 miliar data pribadi yang diretas. Oleh sebab itu dibutuhkan tenaga profesional di bidang Cyber Security.

Cyber Security Career Roadmap | How To Become A Cyber Security Engineer

  Bentuk lain dari Kejahatan siber (Cyber Crime) adalah memanipulasi informasi dengan menggunakan fasilitas internet. Media sosial digunakan untuk membentuk opini orang atau pihak lawan agar dapat membungkus kejahatannya sehingga publik yang membaca di medsos tersebut tidak paham tentang kasus kejahatan dirinya atau kelompoknya seakan bersih atau membalikkan fakta bahwa dirinya menjadi korban atas tindakan pihak lawannya. Kejahatan kerah putih ini semakin gencar dan meluas digunakan untuk kepentingannya sendiri. Sebagai gambaran ada kasus internal suatu institusi diekspose keluar/ke publik sehingga pihak lain yang tidak ada kaitannya bahkan tidak ada hubungannya dengan kasus tersebut bertanya-tanya ada apa gerangan tentang cerita kasus tersebut, yang belum tentu kebenarannya. Bahkan penyebaran berita yang tidak valid tersebut dengan menggunakan internet via media sosial di berbagai media sosial berita dengan berbagai versi seolah berita ini viral.

  Kejahatan siber ini lebih berbahaya karena mengandung unsur fitnah. Kasus yang sedang hangat dibicarakan masyarakat tentang berita yang sifatnya menghasut semakin gencar terjadi dengan menggunakan fasilitas di dunia siber ini. Misalnya adanya kiprah BuzzerRp yang memanipulasi berita untuk kepentingan tertentu, sehingga dapat mengaburkan masalah tertentu yang membahayakan kelompoknya, bahkan bisa mencuci otak pembacanya dan terpancing untuk bertindak sesuai dengan keinginan pembuat berita sampah tersebut. Menurut penulis hal ini dapat dikategorikan sebagai teroris pemikiran. Oleh sebab itu dirasakan perlunya profesi cyber security yang bertugas melakukan pengamanan terhadap berbagai kejahatan siber tersebut di atas. Terutama keterampilan yang berkaitan dengan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut.

  Budaya kehidupan manusia di era milenial ini telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat dan akan menuntut daya adaptasi yang juga signifikan agar tidak ketinggalan dan digilas oleh perubahan zaman. Rekayasa sosial (Social Engneering) merupakan teknik manipulasi yang dilakukan dengan memanfaatkan kesalahan manusia untuk mendapatkan akses informasi pribadi atau data berharga lainnya. Salah satu kasus yang sering kita dengar adalah pencurian data nasabah Bank, sehingga hal ini termasuk kejahatan di bidang siber (Cyber Crime). Cara yang mereka lakukan adalah dengan mengambil informasi awal milik seseorang, berupa nama, nomor handphone, email, dan tanggal lahir yang mudah ditemukan di internet. Kejahatan siber yang paling tinggi adalah pencurian data penting dan sangat rahasia suatu Negara, kemudian disebarkan kepada pihak yang membutuhkan untuk menghancurkan Negara tersebut. Akhirnya kita sering dengar istilah Cyber War.

  Peperangan di dunia Cyber ini sudah menjadi bagian penting untuk menguasai Negara lawan atau pihak lawan, tanpa menggunakan kekuatan militer dengan menggunakan alutsistanya. Bukan hanya antar Negara namun terjadi juga Business to Business. Saling membajak data penting di bidang R & D suatu perusahaan untuk mengungguli produk lawannya. Telah banyak contoh Cyber Crime ini, sehingga semakin terasa betapa dibutuhkannya sumber daya manusia yang berketerampilan khusus di bidang siber (Cyber Security).

  Strategi pemasaran di dunia perdagangan berubah, orang saat ini menjual produknya tidak lagi hanya mengandalkan pajangan di etalase toko saja, tapi cara penjualannya sudah bervariasi dengan adanya penjualan dengan secara online. Bahkan komunikasi antar person kini lintas dimensi, untuk menyampaikan pesan tidak perlu lagi berkirim surat, cukup via email atau hanya menggunakan HP sudah dapat melakukan dialog, dan pesan sampai pada saat itu juga. Perubahan yang cepat dalam kehidupan masyarakat modern ini, pada akhirnya akan merubah budaya masyarakatnya. Demikian pula kejahatan gaya baru akan timbul seiring dengan adanya perubahan perilaku tersebut.

  Pasca terjadinya pandemi Covid-19 ini membuktikan hal itu, dimana kegiatan belajar mengajar diharuskan menggunakan alat utama komunikasi internet. Bukan saja kegiatan sekolah/kampus, namun di dunia kerjapun saat ini orang sudah terbiasa bekerja dari rumah (WFH), melakukan rapat kerja kantorpun cukup melalui internet. Hal ini akan mendatangkan masalah baru ketika orang memanfaatkan kelemahan yang timbul karena menggunakan internet tersebut. Suatu masa nanti akan timbul kejahatan cyber dalam rangka cyber war, yaitu kegiatan penyadapan aktivitas lawan, sabotase data dan aktivitas lainnya, pencurian dokumen rahasia, pengrusakan data pihak lawan dan banyak lagi cara lainnya di bidang cyber crime tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan kegiatan penangkalnya, minimal menyiapkan barrier/penangkal/firewall dari serangan yang mungkin akan datang ke dalam data base milik kita. Partisi-partisi dibangun agar tangguh terhadap serangan pihak lawan. Semua itu tentunya membutuhkan pasukan tentara siber (cyber army) yang berkemampuan khusus, tentunya di bidang cyber. Kemampuan khusus yang bagaimanakah itu? tentunya semua hal yang berkaitan dengan dunia internet.

  Dibutuhkan suatu literasi baru bagi generasi saat ini, tidak hanya dari literasi lama (membaca, menulis, dan matematika, sebagai dasar untuk berkiprak di masyarakat) namun terutama pemahaman tentang pentingnya memiliki kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital. Memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (Coding, Artificial Intelligence, Engineering Principles, & Cyber-Security), Humanities, Komunikasi, Desain, Entrepreneurship, dan kreativitas. Intinya dituntut pembelajaran sepanjang hayat. Terus belajar dan mempelajari hal-hal baru dari perubahan teknologi yang semakin cepat tersebut. Berpacu dengan waktu, perubahan yang semakin cepat, maka berbagai kemampuan yang tersebut di atas harus segera diterapkan dan disiapkan kepada generasi baru agar tidak ketinggalan.

  Konsekwensinya kita harus menanamkan paradigma baru bahwa literasi baru harus menjadi panduan dalam menyiapkan generasi penerus yang adaptif terhadap perkembangan jaman. Kembangkan dan ajarkan kepada murid/mahasiswa tentang literasi baru (data, teknologi, humanities/general education). Pengetahuan tentang data haruslah disampaikan secara dini, kemudian mengenai alat utama kerja seperti komputer dan lainnya, harus disosialisasikan terutama dalam hal perkembangan teknologinya. Disamping itu untuk membangun karakter juga harus terus menjadi perhatian, terutama pada kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim. Oleh sebab itu perlu pula diwajibkannya pelatihan entrepreneurship dan internship.

  Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ? cyber security yang diprediksi pada tahun 2016 dunia akan membutuhkan sebanyak dua juta tenaga profesional, maka diperkirakan pada tahun 2022 akan meningkat tajam, seiring dengan lambatnya upaya sektor pendidikan membuka konsentrasi studi baru yang fokus terhadap bidang cyber security ini. Di sisi lain permintaan akan tenaga terampil bidang cyber security bahkan semakin meningkat secara signifikan. The Fast-Growing Job With A Huge Skills Gap: Cyber Security (The Forbes, 2017) menjelaskan cyber security akan menjadi profesi yang menjanjikan di masa datang, di mana budaya masyarakat yang semakin erat ketergantungannya terhadap layanan internet dalam setiap aktivitasnya akan membutuhkan jasa orang yang menguasai keterampilan di bidang cyber security ini. Berbagai upaya telah dan sedang dijalankan, namun apakah hal ini terstruktur menuju sasaran bersama untuk menghadapi serangan dari pihak lain yang akan berusaha menguasai segala sarana dan prasarana di bidang teknologi informasi, maka dibutuhkan sinergitas antar berbagai fungsi terkait. (EddyBudianto-2022)

Desain Grafis UTama Gelar Webinar Fotografi dan Periklanan

Desain Grafis UTama Gelar Webinar Fotografi dan Periklanan

  Prodi Desain Grafis UTama menggelar Webinar berjudul “Animals & Macro Photography & Creative Advertising” Selasa, 28 Juni 2022 lalu, dengan narasumber Lessy Sebastian pendiri SKOLA MACRO yang telah malang melintang di Industri Periklanan, dan pernah menjadi Dosen di beberapa Universitas.

Screenshot 159 1024x576 - Hadirkan Fotografer Macro Senior, Desain Grafis UTama Menggelar Webinar Mengenai Fotografi dan Periklanan.  Lessy menjelaskan proses produksi pada agensi iklan, proses pembuatan iklan dan proses kreatif. Lessy memaparkan pengalaman di bidang Fotografi Macro Satwa. Ia telah memenangkan beberapa penghargaan nasio-nal hingga internasional, diantara–nya  International Animal Photo Competi–tion  2017 – Taman Safari Indonesia; SIPA CONTEST Siena International Photography Awards 2017 – Siena, Italy; SONY WORLD PHOTOGRAPHY AWARDS 2015 – UK.

  Lessy juga memberikan tips and trick  cara memfoto yang baik dan benar, tips menggunakan aplikasi dan peralatan yang tepat, serta menjelaskan keistimewaan menjual hasil karya di internet yang dapat menjadi pasif income. Ia mengatakan alumni Fakultas DKV dapat bekerja dimana saja. Klasifikasinya mulai dari Corporate Branding, Book Design, Music/Event, Information & Environment Design, Advertising & Media, Interactive & Digital, Motion & Video, Type & Lettering, Editorial & Publishing, Entrepreneur.

  Webinar dihadiri Wakil Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual, Drs. Budiman, M.Pd., beserta jajarannya dan Ka. Prodi Desain Grafis, Drs. Rudy Farid C. P., M.Ds. sebagai Moderator (28Jun2022 – UTama).

.

UTama Wisuda 1.120 Sarjana Baru

  Universitas Widyatama a mewisuda 1.120 sarjana dan magister baru pada Sabtu 25 Juni 2022 lalu yang dilaksanakan secara daring/Online maupun luring/Offline.

  Acara wisuda berlangsung di gedung GSG UTama dan secara online disiarkan secara live streaming UTama TV dan dapat dilihat para wisudawan yang mengikutinya secara online.

  Rektor UTama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda berpesan kepada para wisudawan bahwa gelar akademik yang baru diperoleh menjadi sebuah tanggung jawab tinggi yang dipikul agar para lulusan dapat memberi sumbangsih bernilai kepada masyarakat, bangsa dan negara. WhatsApp Image 2022 06 25 at 11.03.08 PM 1024x768 - Universitas Widyatama Mewisuda 1.120 Sarjana Baru Berbagai Fakultas dan Program PascasarjanaKarena itu Rektor mengingatkan agar para wisudawan menjadikan momentum ini menjadi tapakan lebih kuat untuk menjadi pribadi lebih baik lagi di masa mendatang. Ini penting agar para sarjana UTama mampu dan berani menatap masa depan, serta memiliki keyakinan penuh untuk sukses meraih masa depan yang dicita-citakan.

Keyakinan, menurut Rektor menjadi modal sangat penting bagi wisudawan dalam melewati masa-masa yang penuh ketidakpastian, seperti sekarang dan masa yang akan datang. Ketidakpastian hanya dapat dilawan dengan sebuah keyakinan yang terbangun secara nyata selama menjalani proses studi di kampus ini,” katanya.

  Prof. Dadang pada kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para orang tua wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UTama. Di bagian lain sambutannya, Rektor menjelaskan bahwa UTama secara terus menerus dengan penuh kesungguhan serta tanggung jawab melakukan upaya-upaya perbaikan dari sisi kualitas penjaminan mutu hingga peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan.

Selain itu UTama juga senantiasa mendukung program pemerintah khususnya “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” (MBKM). “Kampus Merdeka mendorong kita menjadi pelajar sepanjang hayat, keharusan terus belajar, menggali bakat dan minat serta meningkatkan keunggulan kompetensi di era baru Pendidikan dan era Revolusi Industri 4.0,” urainya.

  Mengenai program MBKM, Rektor mengingatkan perlunya mengubah paradigma belajar di perguruan tinggi, bukan hanya menjadikan kuliah untuk belajar, melainkan belajar bagaimana bisa berkarya atau bekerja di berbagai bidang. Filosofi MBKM sejalan dengan pemikiran Helen Tupper dan Sarah Ellis dalam bukunya “Sqquigly Carrier” berpendapat kehidupan ini penuh dengan warna. Karenanya mahasiswa diharapkan bukan hanya belajar di dalam kampus semata, tetapi juga belajar di luar kampus. Ini bertujuan agar dapat mengenal banyak warna kehidupan.

  Guru Besar Unpad itu juga mengingatkan hadirin bahwa Helen Tupper dan Sarah Ellis menulis bahwa siapapun sekarang harus memiliki pola pikir berbeda dari biasanya, yaitu pola pikir berliku. Yakni agar setiap orang perlu banyak mengenal warna kehidupan agar dapat tumbuh dan berkembang. Mengutip ibi buku dimaksud, Prof. Dadang menyatakan ada enam hal yang dapat dijadikan rujukan agar setiap orang dapat mencapai kesuksesan menghadapi ketidak pastian dan mengejar kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Keenam rujukan itu meliputi: Kekuatan vs kelemahan; Kepercayaan diri; Pengalaman sukses; Networking/jaringan/silaturahmi; Kemungkinan vs rencana dan Nilai.

  Rektor UTama juga menginformasikan sejumlah prestasi dan keberhasilan yang diraih Lembaga yang dipimpinnya, diantaranya: UTama merupakan salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia, khususnya di Bandung dan Jawa Barat, yang pada tahun 2022 menempati peringkat terbaik ke-63 secara nasional berdasarkan ranking versi Webometrics. UTama juga tercatat sebagai peringkat ke-1 universitas swasta terbaik se-kota Bandung.

  UTama memiilki Sekolah Pascasarjana Program Magister Manajemen, Magister Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntan yang menyandang akreditasi “A” dari BANPT. Selain itu, UTama memperoleh izin operasional dan sudah memulai perkuliahan bagi Program Pascasarjana Doktor Manajemen S3. Pada awal tahun 2022 juga memperoleh status Akreditasi A (Unggul).

  Selain itu, Lembaga Sertifikasi Internasional (ASIC) Inggris telah melakukan visitasi terhadap enam Prodi S1 UTama masing-masing prodi Manajemen, Akuntansi, Teknik Industri, Sistem Informasi, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang D3. Keenam Prodi tersebut mendapat predikat akreditasi internasional dengan nilai “Premium”. (25Jun2022 by UTama)

.

PILMAPRES, Program Baru Kemahasiswaan Widyatama

WhatsApp Image 2022 05 20 at 11.17.33 AM - Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Widyatama (PILMAPRES), Program Baru dari Kemahasiswaan Widyatama  Telah berlangsung kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) UTama Kamis, 19 Mei 2022 lalu. Kegiatan ini merupakan program baru Biro Kemahasiswaan UTama yang akan dilaksakan setiap tahun dengan harapan meningkatkan kualitas putra dan putri UTama. Hasil dari kegiatan ini peringkat 1 yang mewakili program sarjana dan vokasi akan mewakili UTama di PILMAPRES tingkat wilayah tahun 2022.

WhatsApp Image 2022 05 20 at 11.17.33 AM 1 1 - Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Widyatama (PILMAPRES), Program Baru dari Kemahasiswaan Widyatama  Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., Plt. Rektor UTama membuka acara tersebut dan sangat mengapresiasi keberanian mahasiswa tampil di ajang ini. Dikatakannya negara memberikan kemerdekaan kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi dan keunggulan. Setelah kalian lulus nanti kalian punya modal dan identitas sebagai orang yang pernah direkomendasikan, diapresiasi melalui pembuktian. Pesan saya maksimalkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki. Pengalaman dalam berkompetisi bukan hanya untuk kepentingan akademik tetapi tujuan akhir dari kompetisi ini adalah model imajinasi di kemudian hari mahasiswa dapat bangga karena pernah menjadi orang yang berprestasi di tingkat Universitas dan akan menjadi kekuatan kreatif dalam melakukan terobosan, jelasnya.

  Para juri PILMAPRESS: Dr. Syafrizal Ikram, S.E., M.Si., Ak., C.A., Dr. Ervina C.M. Simatupang, S.S., M.Hum., dan Yanyan Agustian, S.T., M.Eng., Ph.D. menyebutkan indikator penilaian adalah capaian unggulan dan gagasan kreatif, keaktifan organisasi mahasiwa, dan prestasi lomba mahasiswa.

  Pemenang kompetisi diumumkan Dr. Ervina yang merasa takjub atas kemampuan mahasiswa UTama hingga para juri sulit menentukan urutan peringkat. Peraih Mahasiswa Berprestasi UTama program Sarjana: Peringkat 1, Meisya Nurrodiah – S1 Perpustakaan dan Sains Informasi; Peringkat 2, Annisa Nurshadrina – S1 Akuntansi; Peringkat 3, Shonada Arsy – S1 Teknik Industri. Untuk program Vokasi: Peringkat 1, Farisya Salsabila azahra – D4 Produksi Film dan Televisi; Peringkat 2, Laras Sukma Nurani – D3 Akuntansi; Peringkat 3, Nabiilah Budiyani – D3 Bahasa Jepang.

  Penyerahan penghargaan pemenang secara simbolis oleh Plt. Rektor UTama sambil mengingatkan kepada seluruh civitas akademika UTama untuk turut serta mendorong mahasiswa diajang kompetisi daerah, nasional dan internasional. (20Mei2022 by UTama)

.

7 Dosen UTama Sebagai DPL – MSIB, Perkuat Implementasi MBKM

  Universitas Widyatama memperkuat implementasi program MBKM. Setelah melalui beberapa proses seleksi, terpilih tujuh dosen UTama menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) untuk membantu kerjasama dengan mitra MBKM. Ke tujuh dosen tersebut telah mendapat–kan SK dari Kemendikbud.

  Dosen DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) MSIB merupakan perwakilan akademisi yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang yang relevan dengan bidang bisnis mitra program MSIB atau memiliki pemahaman yang memadai tentang project yang dilaksanakan di Mitra tersebut. Peran DPL MSIB adalah:

1.Mendampingi mitra sebagai konsultan akademik pada project/posisi dalam program magang/studi independen yang dibuka oleh mitra.
2.Melakukan review terhadap penilaian awal/initial assessment maupun penilaian akhir/final assessment yang ditetapkan mentor.
3.Melakukan evaluasi secara berkala terkait kondisi pembelajaran secara umum di masing-masing mitra dan memberikan rekomendasi rancangan kegiatan/pembelajaran agar kompetensi yang ditetapkan sebagai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dapat tercapai.
4.Membuat rekomendasi yang disampaikan pada kordinator perguruan tinggi terkait konversi SKS yang dapat dilakukan dalam program MSIB di mitra yang didampinginya
5.Melakukan kordinasi dengan mentor di mitra terkait secara berkala.

  Career Center UTama ditunjuk sebagai PIC dalam kegiatan Magang Bersertifikat dan Studi Independen di Kemendikbud membantu para dosen DPL. Bantuan dilakukan mulai dari proses penyebaran informasi, pendaftaran Dosen Pembimbing Lapangan ini, sampai diterimanya ke 7 dosen tersebut.

  Selasa tanggal 17 Mei 2022 lalu Kepala Career Center UTama, Yelli Eka Sumadhinata, S.E., M.M. mengundang para dosen DPL untuk mendapat pengarahan dan apresiasi Universitas Widyatama dan Yayasan Widyatama atas prestasi yang diraih. Pada kesempatan tersebut hadir dari Rektorat dan Yayasan, Dekan, Wakil Dekan, Ka.Prodi, Sek.Prodi dari masing-masing dosen DPL, termasuk ke 7 dosen tersebut.

  Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. (Plt. Rektor Universitas Widyatama) mendukung penuh dan beliau mengatakan Dosen harus menjadi dosen penggerak, tidak hanya mengajar akan tetapi dapat mentransfer ilmu yang berkualitas, juga harus bisa menjadi penggerak mahasiswa. Juga mengarahkan agar jika kegiatan sudah selesai, DPL diharapkan membuat Bimbingan Teknis dan mencatat isu-isu strategis di lapangan dengan membuat laporan untuk didiskusikan bersama.
  Hadir pula LP2M UTama diwakilkan Ucu Nugraha, S.T., M.Kom., (Kepala Bagian LP2M), juga ketujuh dosen yang menjadi DPL, yakni: Rendiyatna Ferdian, S.T., M.T.; Siti Komariah, S.E., M.M.; Ayuningtyas Yuli Hapsari, S.IP., M.M.; Dr. Apriwandi, S.E., M.Sc., Ak., CA.; Murnawan, S.T., M.T.; Rosalin Samihardjo, S.T., M.Kom.; Vincentia Wahju Widajatun, S.E., M.M. (18Mei2022 by UTama)

.

UTama Gelar Kompetisi Debat, Tingkatkan Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa

WhatsApp Image 2022 05 13 at 8.04.26 AM 1024x768 - Tingkatkan Soft Skill dan Hard Skill, UTama Menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa  Universitas Widyatama menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) 2022, Kamis,12 Mei 2022 lalu. Ajang yang diselenggarakan Biro Kemahasiswaan diikuti 21 mahasiswa dari beberapa program studi. Kompetisi rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mengembangkan kompetensi soft skill dan hard skill mahasiswa.

  Dalam sambutannya Dr. H. Deden Sutisna, M.Si. – Wakil Rektor bid. Keuangan, SDM, dan Fasilitas mengatakan pentingnya soft skill dan hard skill pada saat terjun di dunia kerja, karena itu ajang seperti ini patut dimanfaatkan mahasiswa untuk melengkapi ilmu yang didapat dari materi kuliah.

WhatsApp Image 2022 05 13 at 8.05.36 AM 1 1024x768 - Tingkatkan Soft Skill dan Hard Skill, UTama Menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa  Para juri ajang tersebut merupakan dosen UTama yang berpengalaman mengenai teknis debat, diantaranya : Rizqi Muttaqin S. Hint, MBA.; Rina Ariyanthi Dewi, S.S., M.A.; Bunga Indah Bayunitri, S.E., MM., Ak., CA.; Dr. Deden Novan Setiawan Nugraha, S.S., M.Hum.; Dr. Ervina C.M. Simatupang, S.S., M.Hum.; dan Heri Heryono, S.S., M.Hum.

  Ajang debat menetapkan 3 juara masing-masing dari kompetisi KDMI maupun NUDC. Kompetisi NUDC: Juara 1 – Eirene Pingkan dari Prodi Bahasa Inggris; Juara 2 – Maulida Tazkia dari Prodi Bahasa; dan Juara 3 – Fauziah dari Prodi Bahasa. Sedang kompetisi KDMI: Juara 1 – Evi Rachmawati dari Prodi Perdagangan Internasional; Juara 2 – Ayu Widia dari Prodi Perdagangan Internasional; serta Juara 3 – Hikmat Valianto dari Prodi Teknik Industri.

  Penghargaan secara simbolis diberikan perwakilan juri, untuk juara KDMI diberikan oleh Bunga Indah Bayunitri, S.E.,. MM.; sementara pemenang NUDC diberikan oleh Dr. Deden Novan Setiawan Nugraha, S.S., M.Hum. Para pemenang selanjutnya akan dipersiapkan mengikuti kompetisi di tingkat wilayah LLDIKTI IV, Bandung, Jawa Barat. (13Mei2022 by UTama)

.

Silaturahim Idul Fitri Keluarga Besar Yayasan Widyatama

IMG 9936 1024x682 - Mempererat Silaturahim, Yayasan dan Universitas Widyatama menggelar Halal Bihalal  Yayasan Widyatama menggelar Silaturahim Idul Fitri 1443 H pada Senin, 9 Mei 2022 lalu dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Silaturahim dihadiri seluruh keluarga besar Widyatama, mulai dari unsur pimpinan Yayasan, Rektorat dengan seluruh fakultas dan program studi, Majelis Guru Besar, satuan kegiatan Widyatama, serta seluruh dosen dan karyawan.

  Bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Widyatama acara berlangsung khidmat dan penuh dengan kehangatan, walau tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dibuka dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dan Saritilawah, dilanjutkan sambutan dari Ketua Pengurus Yayasan Widyatama, Roeshartono, S.T., MCEM., MBA.

  Setelah menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqabbalallahu minna wa minkum, Roeshartono mengajak seluruh unsur pimpinan tetap memelihara budaya cerdas. “Tak hanya budaya cerdas dalam cara berpikir melainkan juga cerdas dalam melihat dan menyaring informasi yang relevan dalam hubungan organisasi serta pelayanan pendidikan tinggi.” Selain itu, Roeshartono juga mengajak seluruh jajarannya untuk terus mengembangkan kepemimpinan yang bersifat melayani (servant leadership). Ditegaskannya agar ”Para dosen hendaknya tidak ada kata bosan dan jenuh dalam hal melayani kepentingan mahasiswa yang dididiknya, serta mengembangkan kreativitas, di era digital seperti saat ini”.

  Sedang Plt. Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum.,

“Pertama-tama saya sebagai Warek dan Plt. Rektor tentu banyak sekali khilaf dan salah, untuk itu saya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam, mudah-mudahan ibu dan bapak semua dapat memaafkannya”. Selanjutnya beliau menyampaikan tugas menjadi Plt. Rektor tentunya tidak mudah serta membutuhkan dukungan dan sinergi dari sivitas, untuk menjaga akreditasi Unggul Universitas Widyatama, serta terus meningkatkan prestasi kampus dengan melaksanakan implementasi kampus merdeka secara penuh serta melakukan evaluasi mengenai kegiatan-kegiatan yang didasarkan pada kampus merdeka dan program pemerintah lainnya. Dijelaskannya; “Kita sudah melakukan pembelajaran hybrid, untuk luring dipersiapkan secara matang, saat ini sekitar 40% sudah luring dan berharap tahun depan sudah bisa 100”.

  Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Widyatama – Sri Juniati, S.E., MBA., sambutan beliau mengucapkan rasa syukur dan gembira bahwa silaturahim Idul Fitri kali ini dapat dilaksanakan secara tatap muka. Ini merupakan momen yang dinantikan, ada rasa rindu bertatap muka langsung dan bertemu para sesepuh di lingkungan Widyatama.

  Sri Juniati mengajak setiap insan Widyatama senantiasa menjalin tali silaturahmi, saling menjaga, saling asuh dan saling mendukung, serta bersinergi meningkatkan prestasi, sebagai keluarga besar Widyatama yang mempunyai bekal DJITU (Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun, dan Ulet) untuk bahu membahu mempertahankan yang telah kita raih, mudah-mudahan nilai-nilai kebaikan kemanusiaan Widyatama akan tetap tumbuh dan berlanjut kearah yang lebih baik”.

  Pada kesempatan itu hadir pula ibu Atalia Praratya Kamil, S.I.P., M.I.Kom. (isteri Gubernur Jawa Barat), beliau merupakan dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama. (09Mei2022 by UTama)

.

Buka Puasa Bersama Yayasan Widyatama

Shalat magrib berjamaah sebelum buka bareng dengan pengurus Yayasan Widyatama beserta pimpinan unit kegiatannya./Utama TV  Yayasan Widyatama beserta seluruh jajaran satuan pendidikannya Selasa 26 April 2022 lalu menyelenggarakan buka puasa bersama di aula kampus UTama, Bandung.

Buka bersama gelombang ke-3 ini dihadiri seluruh pengurus Yayasan Widyatama, unsur pimpinan rektorat dan pimpinan unit kegiatan yang berada di bawah Yayasan Widyatama.

  Pada kesempatan silaturahmi sambil bebuka puasa itu, Ketua Pembina Yayasan Widyatama Sri Juniati mengajak seluruh unsur di dalam lingkungan Yayasan Widyatama untuk saling mendukung dengan penuh kasih sayang demi kemajuan lembaga beserta semua unit kegiatannya. Widyatama bukan hanya memiliki universitas, tetapi juga unit kegiatan lainnya yang juga memerlukan perhatian dan dukungan. Tidak kurang dari 8 unit kegiatan berada di bawah naungan dan tanggungjawab Yayasan Widyatama, kata Sri Juniati.

  UTama memang unit kegiatan terbesar, tapi masih ada unit-unit kegiatan lain yang juga penting dan memerlukan perhatian serta dukungan, seperti Art Therapy, UTama TV, SPI, LPAP. Juga UStore Widyatama yang berperan mendukung seluruh kegiatan di lingkungan Widyatama  dalam penyediaan   cindera mata, serta segala sesuatu yang benilai promotif dan  menyangkut branding Widyatama.

  Sementara itu Ketua Yayasan Widyatama Roeshartono menjelaskan pentingnya upaya-upaya semua pihak terhadap pentingnya  menjaga dan mempertahankan status akreditasi Unggul Universitas Widyatama. Ia mengingatkan masih ada sejumlah Program Studi yang harus ditingkatkan status akreditasinya.

  Roeshartono juga menyinggung pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian seluruh keluarga Widyatama agar mampu menangkal berbagai hal negatif yang akan menggoyahkan keluarga besar Widyatama ke depan. Sementara itu, bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar kampus diantaranya membagikan 750 paket sembako sebagai mitra bertetangga, sehingga mampu menjaga kegiatan kampus berjalan baik dan kondusif. 

  Sementara Plt. Rektor UTama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum. menyampaikan progress kegiatan berkaitan dalam upaya peningkatan status akreditasi seluruh program studi dari berbagai fakultas. Berkaitan dengan program Kampus Merdeka yang diprogramkan Kemendikbudristek, Rektor  mengatakan rektorat sedang menyiapkan rencana kegiatan  Loka Karya tentang implementasi Kampus Merdeka dimaksud. (26 April 2022, by UTama)

.

Widyatama Serahkan 750 Paket Sembako bagi Warga Sekitar Kampus

  Yayasan Widyatama selaku badan penyelenggara pendidikan tinggi Universitas Widyatama, Kamis (21/04) menyerahkan 750 paket sembako untuk warga sekitar kampus.

  Paket sembako untuk 750 warga di dua kelurahan yang berisi beras, gula pasir dan minyak goreng diserahkan secara simbolis Ketua Yayasan Widyatama, Roeshartono Roespinoedji melalui Lurah Sukapada, kecamatan Cibeunying Kidul dan Lurah Neglasari kecamatan Cibeunying Kaler bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) UTama.

  Pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Widyatama menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tiap tahun, terutama pada bulan suci Ramadhan. Kegiatan bertujuan berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar kampus. Hal ini berkaitan pula dengan kondisi masa pandemi dimana kita harus saling peduli, serta sebagai bentuk terimakasih kami kepada warga sekitar yang turut serta memelihara lingkungan sekitar kampus”.

  Lurah Sukapada – Suhartono mengucapkan rasa terimakasih kepada Yayasan dan Universitas Widyatama, bantuan ini sangat berarti bagi warga yang akan melaksanakan Idul Fitri dan sangat berguna dalam kondisi pandemi saat ini. Semoga Widyatama menjadi sukses dan berjaya selalu serta menjadi mitra yang strategis bagi warga sekitar”.

  Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan Widyatama Sri Juniati Roespinoedji, secara terpisah menyatakan keprihatinan atas kondisi kehidupan masyarakat yang masih belum pulih akibat pandemi Covid 19. Rasa prihatin terutama ditujukan kepada warga sekitar kampus, karena banyak yang harus kehilangan sumber pendapatan melalui penyediaan rumah-rumah kos maupun warung-warung makan yang biasanya dipadati para mahasiswa Widyatama.

  Sri Juniati berharap kehidupan kampus segera akan pulih sejalan dengan semakin melandainya penyebaran Covid 19 di berbagai daerah. Namun kapan perkuliahan tatap muka di Universitas Widyatama akan dimulai, menurutnya masih menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi serta peraturan-peraturan yang berlaku.

  Penyerahan paket sembako dihadiri seluruh unsur pimpinan Yayasan Widyatama, Plt Rektor Universitas Widyatama, para lurah yang warganya memperoleh bantuan serta unsur Polsek Cibeunying Kidul dan Polsek Cibeunying Kaler.

Bakti Sosial UKM Menwa

  Dalam waktu berdekatan Unit Kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) Kompi Universitas Widyatama melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian takjil untuk warga sekitar dan masyarakat sekitar kampus UTama. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2022 lalu. (22 & 23 April 2022 by UTama)

.

Kunjungan Industri Dosen Magister Manajemen UTama

WhatsApp Image 2022 04 14 at 10.34.46 AM - Kegiatan Kunjungan Industri Dosen Magister Manajemen Universitas Widyatama    Hari kamis tanggal 31 Maret 2022 lalu Program Magister Manajemen telah melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri. PT. Perkebunan Nusantara VIII di Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat merupakan objek kunjungan.

  Maksud Kunjungan Industri untuk mendapatkan wawasan terhadap implementasi hasil pembuatan produk yang menjadi acuan dari ilmu pengetahuan yang selama ini dipelajari civitas akademisi. Dan sejauhmana realisasinya dalam pengalaman praktik di dunia kerja. Sebanyak 10 (Sepuluh) orang mengikuti kunjungan, terdiri dari struktural, staf dan perwakilan dosen MM. (15Apr2022 by UTama)

.

Prodi FTV FISIP UTama Gelar Pelatihan Konten Medsos bagi Pelajar SMA/SMK

PkM MBKM Prodi FTV FISIP Widyatama

    Dalam rangka mendukung dan mempromosikan wisata daerah di Jawa Barat, akhir pekan lalu (19 & 20/3/2022) Program Studi Produksi Film & Televisi (FTV) Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Widyatama mengadakan pelatihan membuat konten media sosial dan video wisata sinematik bagi pelajar SMA/SMK di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang.

  Pelatihan diselenggarakan di Eduwisata Pesona Taman Puspa Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, yang berlokasi di puncak perbukitan Gunung Manglayang. Sebagai implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi FTV FISIP UTama, pelatihan bertemakan “Ayo Dukung Wisata Daerah Kita”.

  Koordinator pelaksana PkM Prodi FTV, Kenmada Widjajanto, S.Sos.,M.Ikom dosen tetap mantan jurnalis ANTV menyebutkan kegiatan PkM merupakan kegiatan rutin yang wajib   dilakukan insan prodi UTama sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan melibatkan 10 orang mahasiswa Prodi FTV yang belajar menjadi instruktur pemula dan peduli pada lingkungan sekitar.

PkM MBKM Prodi FTV FISIP Widyatama  Kegiatan pelatihan berlangsung mulai Sabtu, 19 Maret 2022 lalu dan diikuti 16 pelajar SMA/SMK di Tanjungsari, yakni 12 orang dari SMAN Jatinangor, 2 orang dari SMAN Tanjungsari dan 2 orang dari SMK Yadika Tanjungsari. Hari pertama, kegiatan pelatihan diisi pemberian materi tentang arti penting video dalam media sosial serta teknik perencanaan sederhana dan teknik melakukan pengamatan lapangan yang disampaikan dosen Prodi FTV Kenmada Widjajanto. Usai materi pertama, peserta langsung melakukan praktek observasi dan pengamatan lapangan dengan berkeliling ke berbagai fasiltas di area eduwisata Pesona Taman Puspa. Berlanjut pemberian materi teknik menulis naskah sederhana dan teknik melakukan shooting dengan menggunakan smartphone, yang pada prakteknya para peserta didampingi mahasiswa Prodi FTV semester 4.

  Hari kedua/terakhir, peserta mendapatkan materi teknik penyuntingan video dengan menggunakan aplikasi yang tersedia di smartphone yaitu VN atau CapCut. Peserta mendapatkan materi langsung dari para mahasiswa Prodi FTV yang memang sudah terlatih membuat konten video dengan aplikasi smartphone. Di akhir kegiatan, para peserta mengunggah konten video ke akun media sosial masing, disertai menyematkan tagar tentang wisata alam di Kabupaten Sumedang.   Peserta dari SMAN Jatinangor, Marcel Fathara mengemukakan sangat senang dan antusias mengikuti acara tersebut karena memberi manfaat dan disampaikan dengan cara yang sederhana. Demikian pula, Zidan MM siswa SMAN Tanjungsari mengemukakan rasa puasnya mengikuti acara tersebut.

  Pada penutupan hari Minggu (20/3/2022) manajemen Pesona Taman Puspa, Agus menyambut baik kegiatan PkM Prodi FTV dengan maksud mempromosikan Pesona Taman Puspa ke masyarakat luas melalui media sosial. Bagi manajemen Pesona Taman Puspa, kegiatan PkM diharapkan akan berdampak pada kesadaran masyarakat sekitar untuk peduli keberadaan lokasi wisata di daerahnya. (21Mar2022 by UTama)

.

Prodi FTV FISIP UTama Gelar Pelatihan Membuat Film Pendek di SMK Al Wafa

Pembukaan Pelatihan Prodi FTV SMK Al Wafa    Program Studi Produksi Film & Televisi (FTV) FISIP Widyatama, tanggal 25/3/2022 melaksanakan Pelatihan Membuat Film Pendek dengan Smartphone  di SMK Al-Wafa Ciwidey Kabupaten Bandung. Pelatihan yang berlangsung 2 hari hingga Sabtu, 26/3/2022) sebagai wujud semangat kolaborasi Prodi FTV dengan institusi pendidikan tingkat menengah atas di Jawa Barat juga sebagai implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) dengan melibatkan mahasiswa sebagai instruktur pemula dalam kegiatan pelatihan tersebut.

  Kepala sekolah SMK AL-Wafa Ciwidey, Tintin Hermawati, S.Si.,Apt menyambut baik kegiatan Pelatihan Membuat Film Pendek dengan Smartphone. Lebih lanjut Tintin mengatakan materi pelatihan sangat sesuai dengan perkembangan jaman saat ini, di mana Smartphone telah menjadi alat mumpuni membuat konten audio visual termasuk membuat film pendek. Ia sangat berharap kegiatan semacam ini akan menjadi awal kerjasama berkelanjutan antara SMK AL-Wafa dengan Prodi FTV UTama.

  Sementara itu, Dosen Prodi FTV Kenmada Widjajanto, S,Sos.,M.Ikom mengemukakan kegiatan pelatihan ini merupakan model pelatihan yang dikembangkan Prodi FTV untuk mengedukasi generasi muda khusus siswa SMA & SMK di Jawa Barat, Edukasi agar menjadi generasi yang kompeten dan kreatif memanfaatkan gawai sebagai alat membuat konten yang positif, kreatif dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat luas. Kepala Sekolah SMK Al Wafa – Tintin Hermawati berpandangan serupa bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi awal dari kerjasama berkelanjutan antara kedua institusi pendidikan vokasi di bidang film & penyiaran televisi.

  Pelatihan hari pertama, diisi 3 materi yaitu pelatihan membuat skenario film dan penyutradaaran yang dibawakan Kenmada Widjajanto,Sos.,M.Ikom, pelatihan teknik filming dan akting yang dipandu dosen Prodi FTV Della Dwinanti Sumpena, S.T.Sn.,M.Sn dan materi ketiga tentang teknik penyuntingan video dengan smartphone yang dibawakan oleh Ibrahim Adi Surya, S.Sn.,M.Sn. Materi dikemas dengan pemaparan sederhana, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung dilakukan para siswa peserta pelatihan.  Pada pelatihan hari pertama ini, tugas utama kelompok siswa yang berperan sebagai penulis naskah, sutradara dan asisten sutradara menyelesaikan satu naskah skenario film pendek, yang mengangkat tema seputar dunia sekolah di SMK Al Wafa.

  Pelatihan Membuat Film Pendek dengan Smartphone berlangsung selama 2 hari dan diikuti 43 siswa SMK Al Wafa dari 2 peminatan yaitu Multimedia dan  Usaha Perjalanan Wisata. SMK Al Wafa merupakan sekolah menengah atas vokasi satu satunya yang ada di wilayah Ciwidey Kabupaten Bandung yang menyelenggarakan pendidikan dengan 2 model yaitu boarding dan non-boarding. (25Mar 2022 by UTama)

.

.

SMKN 14 Bandung Laksanakan Uji Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual

SMKN 14 BandungDeden Maulana               

  

.

.

.

.

.

.

.

.

  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 14 Bandung selesai melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian Desain (UKK) ilmu terapan Desain Komunikasi Visual (DKV) pada Jumat 22 April 2022 lalu. Uji kompetensi dimulai pada 19-22 April 2022 khusus ditujukan bagi siswa siswi  yang telah memenuhi syarat kelulusan.

  Menurut Drs. Deden Maulana A., M.Ds. elaku penguji yang juga seorang dosen Fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Widyatama para siswa tersebut melakukan Uji Kompetensi Keahlian dengan dukungan perangkat dan media pada studio dan laboratorium yang memenuhi standar kerja sesuai kebutuhan lapangan pekerjaan di kemudian hari.

  Dekan Fakultas DKV Universitas Widyatama, Deden menjelaskan, panitia UKK memberikan tugas perancangan terkait pembuatan media promosi berupa desain item folder atau media selebaran dengan konten kreatif tentang promosi kuliner berkisar UMKM di Kota Bandung.

  Penguji yang terdiri dari para praktisi dan akademisi Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama telah memberikan penilaian dan motivasi kepada para siswa agar lebih siap secara mental dalam menghadapi lapangan pekerjaan yang sangat kompetitif.

  Lebih lanjut Deden menjelaskan bahwa kemampuan para lulusan SMKN 14 Bandung tersebut tentunya menjadi salah satu kebanggaan bagi para penyelenggara pendidikan dalam bidang DKV pada strata kejuruan, diploma vokasional yang menjadi perhatian serius oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi.

  Tugas pokok Ditjen Pendidikan Vokasi yaitu dapat melaksanakan perumusan kebijakan dan standar, pelaksanaan kebijakan penjaminan mutu, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, fasilitasi penyelenggaraan, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang peserta didik, sarana prasarana, tata kelola dan penilaian pada sekolah menengah kejuruan, pendidikan kesetaraan pada sekolah menengah kejuruan, pendidikan layanan khusus pada sekolah menengah kejuruan, dan pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, serta penyiapan pemberian izin penyelenggaraan sekolah menengah kejuruan yang diselenggarakan perwakilan negara asing atau lembaga asing dan urusan ketatausahaan Direktorat,” jelas  Deden. (22April 2022 by UTama)

.

.

.

Diklat Dasar UKM Resimen Mahasiswa UTama

•  Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa Mahawarman Universitas Widyatama telah menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Militer (Diklatsarmil) Gelombang 2 yang diikuti 69 peserta dari 23 Perguruan Tinggi di Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 21 Februari – 6 Maret 2022.

  Para peserta diklat mengikuti pendidikan di basis, yakni Secaba Rindam III/Siliwangi, Sindanglaya, Kec.Cimenyan, Kabupaten Bandung selama 7 hari. Dilanjutkan dengan latihan berganda selama 6 hari dengan rute Sindanglaya menuju Lembang hingga Pelaksanaan Upacara Penutupan di Dinas Jasmani Angkatan Darat, Baros, Cimahi. Para siswa Menwa yang menjalani Pendidikan ditangani dan dilatih langsung oleh pelatih-pelatih TNI.

Unit Kegiatan Resimen Mahasiswa Mahawarman Kompi Universitas WIdyatama dibawah Pembina Bapak Pipin Sukandi, S.E., M.M. sekaligus sebagai Kepala Staff Markas Distrik Kompi UTama (Kasmatrik) menjelaskan bawa Diklatsarmil merupakan pendidikan yang bertujuan membina mental dan melatih dasar-dasar kemiliteran dari calon anggota Resimen Mahasiswa. DiselenggarakanPendidikan Dasar agar Mahasiswa resmi menjadi anggota MENWA dan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki sikap, disiplin mental, rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu melaksanakan tugas dan fungsi Menwa sesuai dengan panca dharma satya serta menjadikan Mahasiswa yang memiliki nilai lebih, selain mendapatkan ilmu pengetahuan di kampus anggota Resimen Mahasiswa juga memiliki ilmu keprajuritan.

Sebelum calon anggota Menwa diberang–katkan melaksanakan Pendidikan Dasar, para calon anggota harus melewati penyeleksian. Seperti tes Samapta/tes kesegaran jasmani. Tes Samapta meliputi lari 12 menit mengelilingi lapangan seluas kurang lebih 400 meter, push-up, sit up, pull-up dan shuttle run atau lari membentuk angka delapan. Selain tes Samapta para calon siswa juga harus melaksanakan tes mental dan ideologi. Dan, ditahap terakhir para calon siswa harus melaksanakan tes kesehatan. Setelah tes tersebut dan para calon siswa dinyatakan lolos seleksi, selanjutnya para calon siswa akan melaksanakan Pra Pendidikan Dasar Kompi (Pradiksar Kompi) selama tiga hari, kemudian para calon siswa akan diberangkatkan untuk melaksanakan Diklatsarmil.

Di tengah pandemi Covid-19, tidak membatasi semangat dan antusias para peserta dalam mengikuti serangkaian kegiatan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Materi yang diberikan kepada calon anggota Menwa yakni: wawasan kebangsaan, Sejarah Mahawarma, Kesehatan Lapangan, Teknik penyelenggaraan Latihan, Ilmu Medan,Teknik Dasar Tempur, bongkar pasang senjata, lempar pisau dan kapak, survival, dan lain sebagainya.

Adapun anggota Resimen Mahasiswa dari Universitas Widyatama yang mengikuti Diklatsarmil Gel.2 tahun 2022 adalah Agnes Monica Ina Wuran, Jurusan Sastra Inggris; Khaerani Ulfah, Jurusan Teknik Informatika; dan Rofinus Sanga Masan, Jurusan Teknik Industri. (April 2022 by UTama)

.

Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Beri Pendampingan Pengembangan Perpustakaan Digital BKKBN Jabar

  Dosen Program Studi (Prodi) Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Widyatama (UTama) berkolaborasi dengan Prodi Teknik Informatika melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Kota Bandung.

  Aminudin ST., M.Kom., dosen sekaligus Ketua Kluster PkM menjelaskan bahwa kegiatan tersebut  telah dihelat beberapa waktu lalu, tepatnya Kamis 18 Februari 2022. Diisi dengan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Pengembangan Perpustakaan Digital di Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Jabar”.

Amin Prodi Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi BKKBN Jabar 1 1024x576 - Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UTama, Melakukan Pendampingan Pengembangan Perpustakaan Digital BKKBN Jabar  Kegiatan FGD dilangsungkan secara daring yang iikuti seluruh Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Dosen Teknik Informatika Ari Purno Wahyu, S.T., M.T., Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Mahasiswa Prodi  Teknik Informatika, dan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yaitu Theresia Valentina A.M.G, S.T.,” kata Aminudin, Jum’at (18/3/2022).

  FGD membahas hasil analisis kebutuhan perpustakaan digital di perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, serta menetapkan waktu dan teknis pelaksanaan pengembangannya. Pengerjaan pengembangan perpustakaan digital tersebut akan dilaksanakan pada saat mahasiswa mengambil program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di semester genap, awal bulan Maret 2022. Pengembangan perpustakan digital tersebut kerjakan oleh Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi serta Mahasiswa Prodi Teknik Informatika.

  Lebih lanjut Aminudin menjelaskan tujuan kegiatan untuk memberikan pendampingan pengembangan perpustakaan digital di perwakilan BKKBN Jabar. Di samping sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa UTama di kehidupan nyata.

  Dalam pengembangan perpustakaan digital tersebut para mahasiswa tidak dilepas begitu saja namun akan dibimbing oleh Kepala Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Diah Sri Rejeki, S.Sos, M.I.Kom serta pembimbing dari Prodi Teknik Informatika, Ari Purno Wahyu, S.T., M.T.

Theresia Valentina selaku perwakilan perpustakaan digital BKKBN Jabar berharap pengembangan fitur-fitur perpustakaan digital dapat segera terlaksana, sekaligus diimplementasikan. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas yang menjadi anggota perpustakaan digital BKKBN Jabar. (19Mar2022 by UTama)

.

Rating Kecerdasan Kampus-Kesiapan Transformasi Digital Versi Riset APIC

  Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas atau APIC menyelenggarakan rangkaian kegiatan Riset Rating Kecerdasan Kampus dan Kesiapan Transformasi Digital Kampus Indonesia 2022. Rangkaian riset berlangsung sejak September 2021 sampai Februari 2022 dan dipublikasikan hasilnya pada hari Selasa, 1 Maret 2022 lalu.
  Ketua Umum APIC, Prof. Suhono Harso Supangkat mengatakan konsep Kampus Cerdas (Smart Campus) bukan sekedar kampus dengan ditambahkan teknologi yang paling canggih. Akan tetapi bentuk integrasi antara pengelolaan sumber daya manusia dengan pemanfaatan teknologi sehingga menciptakan pelayanan kampus yang efektif dan efisien.”
  Ketua Pelaksana Radiant Victor Imbar mengatakan riset ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kampus, serta menghadirkan solusi inisiatif digital untuk meningkatkan kecerdasan kampus dalam menghadapai industry 4.0 dan society 5.0.
  “Dari riset ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi berkelanjutan untuk implementasi konsep Smart Campus,” ujar Victor.
  Sementara itu, perwakilan Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Dr. Lukman mengapresiasi langkah APIC yang telah menggelar riset ini.
  Ia sepakat bahwa konsep Smart Campus sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Ristekdikti, dan akan menjadi solusi bagi pembelajaran di Perguruan Tinggi, apalagi dalam kondisi pandemi Covid seperti sekarang.
  Dari hasil Riset Rating Kecerdasan Kampus dan Kesiapan Transformasi Digital Kampus Indonesia 2022, APIC memberikan “Apresiasi Pencapaian Kampus Menuju Cerdas”. Untuk Kategori Kampus Besar adalah Universitas Bina Nusantara, Universitas Telkom, Universitas Islam Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Padjajaran. Untuk Kategori Kampus Sedang yaitu Universitas Surabaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pertamina, Universitas Widyatama. Untuk Kategori Kampus Kecil: Politeknik Caltex Riau, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Mikroskil
Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, Institut Teknologi Garut
  Sedang, Apresiasi Pencapaian Kampus Dengan Kesiapan Transformasi Digital Menuju Kampus Cerdas sebagai berikut. Untuk Kategori Kampus Besar: Universitas Bina Nusantara, Universitas Telkom, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro. Untuk Kategori Kampus Sedang: Universitas Medan Area, Universitas Surabaya, Universitas Sanata Dharma,, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pertamina. Untuk Kategori Kampus Kecil: Politeknik Caltex Riau, Universitas Mikroskil, Universitas Kristen Krida Wacana, Institut Teknologi Garut, Universitas Dehasen. (07 Mar 2022 by UTama)

.

ITDRI Gandeng UTama Tingkatkan Angka Talenta Digital

.

Chairman ITDRI sekaligus SGM Telkom Corporate University (CorpU), Jemy V Confido.  Awal tahun 2022, ITDRI (Indonesia Telecomunication Digital Research Institute) terus menggenjot angka talenta digital berkolaborasi dengan Universitas Widyatama, Bandung, pada empat bidang garapan. 

  Chairman of IDTRI dan SGM Telkom Corporate University, Jemy V. Confido mengatakan pihaknya tidak hanya membantu terciptanya talenta digital yang bisa bersaing secara global di berbagai BUMN di Indonesia.  Kami juga berperan aktif dalam pengembangan talenta digital, inovasi, dan riset dari lingkungan kampus sebagai bagian Helix Academy. Selasa 22 Februari lalu.

  Menurut Jemy untuk menghadapi tantangan saat ini, sesama penta helix perlu merapatkan barisan saling bersinergi mendorong terciptanya talenta digital Indonesia. Dengan adanya kerja sama antara ITDRI dan Widyatama bisa mempercepat dan meningkatkan kapabilitas inovasi dan kesiapan talenta digital Indonesia. Juga, kolaborasi ini sebagai suatu jalan kebaikan dan amal ilmiah bagi pihak-pihak terkait.

  Dr. Deden Sutisna – Wakil Rektor Bidang Keuangan, SDM, & Fasilitas. Dalam nota tersebut menyebutkan kesepahaman dilakukan dalam empat bidang garapan, yakni: learning (pembelajaran), research (riset), inovasi, dan pengabdian masyarakat. 

Menurut Deden, kerja sama bidang learning adalah kolaborasi perancangan dan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran seperti joint learning, joint curriculum, produksi konten pembelajaran, magang, penyusunan case study, pertukaran pengetahuan, wawasan bisnis, dan lainnya. 

“Inovasi adalah kolaborasi pengembangan inovasi bersama digital melalui kegiatan yang tidak terbatas joint innovation, pertukaran data hasil inovasi, penggunaan use case dalam industri, dan sebagainya,” jelasnya. Pada bidang research, kerja sama penelitian dan pengembangan bersama yang dimiliki masing-masing pihak pada joint research, joint development, penggunaan bersama platform dan resource riset, dan lain-lain yang tidak terbatas. 

  Bidang pengabdian kepada masyarakat yaitu kolaborasi dalam memberikan kontribusi pemberdayaan masyarakat meliputi kegiatan literasi digital masyarakat, smart village, dan lain-lain yang tidak terbatas,” katanya. 

  Deden menekankan agar kerja sama ini bagian penyempurnaan lebih lanjut dari apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Sebab, sebelum pandemi, 40 persen kegiatan belajar Universitas Widyatama sudah dilakukan secara e-learning. Kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata terhadap Indonesia yang saat ini membutuhkan talenta digital talent berjumlah banyak. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya menciptakan ekosistem digital demi mempercepat transformasi digital di Indonesia,” katanya. (22 Feb 2022 by UTama)

Tingkatkan Profesionalisme, Dosen FISIP UTama Buat Buku Ajar Terindeks ISBN

  Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Widyatama (UTama) terus diupayakan menjadi dosen yang semakin profesional. Di antaranya meningkatkan kemampuan dalam hal penulisan buku ajar sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.

  Pada hari Rabu, 16 Februari 2022 perwakilan dosen Program Studi (Prodi) Perdagangan Internasional, Perpustakaan & Sains Informasi serta Film dan Televisi mengikuti Pelatihan Penulisan Buku Ajar yang juga melibatkan mahasiswa.

WhatsApp Image 2022 02 22 at 8.20.53 AM 1024x768 - Tingkatkan Profesionalisme, Dosen FISIP Universitas Widyatama Disiapkan Membuat Buku Ajar Terindeks ISBNWhatsApp Image 2022 02 22 at 8.20.54 AM 1 1024x768 - Tingkatkan Profesionalisme, Dosen FISIP Universitas Widyatama Disiapkan Membuat Buku Ajar Terindeks ISBN  Pembuatan buku ajar dilaksanakan secara tatap muka langsung, juga dalam jaringan (daring) di Ruang Seminar Kampus UTama, Lantai VI, kampus Widyatama. Pemateri Santoso Tri Raharjo, Dosen FISIP yang juga Kepala Pusat Studi CRS Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat UNPAD telah menelurkan sekitar 140 buku yang tercatat di Perpustakaan Nasional.

  Menurut Santoso untuk menjadi penulis ada tiga unsur yang harus dimiliki, yakni:  atittude (sikap),  skill (keahlian) dan knowledge (pengetahuan). Namun yang paling penting harus memiliki atittude. Menurutnya atittude itu sikap kemauan, terlebih bisa menghargai dirinya sendiri. Berikutnya kekuatan yang dimiliki, seperti sumber sehat, keluarga dan lainnya.

Masih kata Santoso, para peserta sudah ada di tahap awal, bagaimana para dosen dan para mahasiswa mau menulis apapun. Karena akan sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan dan  pengetahuan. Poin pentingnya hargai diri sendiri dengan strength perspektif. Di samping itu untuk menulis juga perlu adanya pendampingan, saling memperkuat dan tidak menghakimi. Oleh sebab itu dalam kegiatan tersebut, sebetulnya bagian untuk saling menguatkan diri. Bahwa mereka bisa menulis, namun tidak boleh berhenti di situ.

  Pemateri juga bersedia membantu dosen menulis sampai bisa menerbitkan buku yang memiliki ISBN (International Standard Book Number) Perpustakaan Nasional. Karena dosen

sebetulnya sudah menguasainya (materi), namun yang mengganjal biasanya dari segi struktur dan sistematika. Santoso mengingatkan agar selalu konsisten dalam menulis, karena hambatannya biasanya bukan dari teknik menulis, melainkan hambatan non teknis.

  Sementara itu, Dekan FISIP UTama – Soni A Nulhaqim menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memotivasi, menyemangati, memfasilitasi dan juga meningkatkan kapasitas dosen FISIP, untuk membuat buku ajar. Di samping itu, yakni untuk penguatan akan capaian pembelajaran di masing-masing Prodi. Sedangkan bagi dosen dengan adanya buku ajar, menunjukkan identitas keilmuannya, profesionalitasnya, sesuai dengan undang-undang.

  FISIP UTama merupakan fakultas baru, dosen-dosennya umumnya masih muda, hal strategis harus menyiapkan buku ajar yang terindeks ISBN, menjadi rujukan yang resmi.

Dengan adanya buku ajar menunjukkan kualitas dari Prodi menjadi suatu penilaian dari akreditasi, yang di dalamnya terdapat struktur kurikulum, materi, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan bahan ajar dari buku ajar itu sendiri, di samping power point artikel dan lain sebagainya. (18Feb2022 by UTama)

.

Saringan Buatan Teknik Mesin UTama, Air Bau Dan Kotor Jadi Jernih

WhatsApp Image 2022 02 10 at 1.49.07 PM 1 - Berkat Saringan Buatan Teknik Mesin UTama, Air Bau Dan Kotor Di Desa Bojong Malaka Jadi Jernih  Dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Widyatama (UTama) membuat model saringan air, untuk mengatasi air kotor dan berbau di daerah Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

  Kegiatan telah dilaksanakan tanggal 12-30 Desember 2021. Mengusung tema “Model Pengelolaan Penyaringan Air Dengan Menggunakan Zeolit, Ferrolit Dan Arang Aktif”.

  Udin Komarudin, Ir., MT., Ketua Prodi Teknik Mesin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian kegiatan tridharma perguruan tinggi yakni bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM).

  Setelah karakteristik air tanah di desa tersebut diteliti, tercipta penyaring air kotor yang tersusun dari media saring seperti arang aktif, ferrolit dan zeolit. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi media saring adalah 60% (dari 100%) arang aktif, 50%(dari 100%) ferrolit dan 50% (dari 100%) zeolit, dengan susunan arang aktif di posisi atas, ferrolit posisi tengah dan zeolit posisi bawah,” jelas Udin, Selasa 8 Februari 2022 lalu.

  Lebih lanjut jelas Udin, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air tanah hasil penyaringan, layak digunakan  masyarakat untuk keperluan mandi, mencuci, berwudhu, dan lainya. Namun tidak disarankan untuk diminum langsung. Model saringan air hasil peneliti ini diharapkan dapat diterapkan dan digunakan oleh masyarakat desa Bojong Malaka serta daerah lain.

  Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan itu terintegrasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) termasuk “Program Hibah Kegiatan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Dikti Ristek Tahun 2021”. Disamping dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Mesin, dalam kegiatan tersebut melibatkan juga dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (10Feb2022 by UTama)

.

Mitigasi dan Alat Deteksi Banjir Karya Dosen Teknik Sipil & Mesin UTama Bantu Warga Puri Cipageran

  Universitas Widayatama (UTama) Bandung terus melakukan berbagai upaya dalam membantu dan memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat, di antaranya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

WhatsApp Image 2022 02 10 at 1.49.06 PM 1024x766 - Mitigasi dan Alat Deteksi Banjir Buatan Dosen Teknik Sipil & Mesin UTama Bantu Warga Puri Cipageran Waspada Bencana  Salah satunya tim Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil dan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UTama melakukan PkM yang difokuskan kepada sosialisasi dan mitigasi bencana terhadap fenomena banjir dan longsor yang akhir-akhir ini sering terjadi. Seperti di Komplek Puri Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat.   Fenomena banjir yang terjadi di Komplek Puri Cipageran Indah memberikan pemahaman dan pengarahan mengenai pentingnya mitigasi bencana.

  Selain melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana, juga dilakukan penyerahan alat sensor banjir (Taca UTama#1) dan seperangkat alat konstruksi.

Sekaligus menunjukkan bagaimana cara menggunakan alat sensor banjir (Taca UTama#1) karya Dosen Teknik Sipil dan Mesin UTama. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 3 Februari 2022. Mengusung tema “Sosialisasi Fenomena Banjir dan Mitigasi Bencana”.

   Acara Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan secara tatap muka langsung yang dihadiri oleh beberapa warga Puri Cipageran Indah 1, Ketua RW dan Ketua RT setempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Yanyan Agustian, Ph.D., Kaprodi Teknik Sipil UTama mengatakan bahwa program PkM ini merupakan kegiatan rutin dari Prodi Teknik Sipil UTama yang bertujuan membantu memberikan wawasan dan rekomendasi ilmiah kepada masyarakat atas fenomena-fenomena yang sedang terjadi.

  Sedangkan Udin Komarudin, M.T., Kaprodi Teknik Mesin UTama menjelaskan penggunaan alat sensor banjir bahwa prinsip kerja alatnya sangat sederhana. Sensor alat bisa diletakkan di pinggir sungai. Begitu muka air naik dan menyentuh sensor banjir dengan ketinggian tertentu, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke speaker dan sirine sehingga speaker berbunyi. Martoni M.T., Ketua Cluster PkM, menambahkan bahwa alat sensor bisa dipisahkan, sensornya dipinggir sungai, sedangkan speaker dan sirine nya bisa disimpan di atap rumah, atap ruang serbaguna atau masjid.

  Kegiatan PkM dihadiri H. Alifudin – Ketua RW setempat yang mengungkapkan bahwa hadirnya “Taca Utama#1” dan dengan diterimanya seperangkat alat konstruksi warga Komplek Puri Cipageran Indah 1, Kota Cimahi, sangat terbantu. (08Feb2022 by UTama)

.

KKN Prodi Desain Grafis – Edukasi Warga Bangun Klinik Desain Visual Berbasis Ekonomi Kreatif

  KKN Prodi Desain Grafis di Desa Cileles yang berlangsung selama 3 bulan berusaha mengedukasi masyarakat dengan berbagi keilmuan bidang desain grafis. KKN dilakukan oleh para mahasiswa  sesuai program kampus dengan bimbingan dosen. KKN desa Cileles berlangsung tanggal 29 Januari 2022 sampai tiga bulan kedepan dimana para mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi pada masyarakat. Sesuatu yang menarik dalam KKN sebagai bentuk PkM ini, yaitu membangun rumah klinik desain visual berbasis ekonomi kreatif.

  Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama, Deden Maulana A. M.Ds. menjelaskan bahwa Fakultas Desain Komunikasi Visual, Universitas Widyatama (FDKV-UTama) menyelenggarakan kegiatan implementasi pemodelan Kuliah Kerja Nyata Tematik

selaras dengan program kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UTama. Lokasi KKNT daerah Cileles yang berada Jalan Narontong No.1, Cileles, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Secara spesifik lokasi di Kolam Pemancingan Putera Jaya.

  Kegiatan pemberdayaan terhadap masyarakat yang dilakukan secara terintegratif ini dilaksanakan secara berkelanjutan antara dosen dan mahasiswa meliputi beberapa kegiatan, yang bersifat adaptasi terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Lembaga terkait dan beberapa tokoh yang dianggap dapat mewakili sebagai data masukan.  Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan konsultasi dan konsolidasi pada situasi terkini yang belum, sudah dan sedang berkembang.

  Produktifitas pengelolaan dengan melibatkan peran serta peserta KKNT UTama. Lalu menumbuhkembangkan produktifitas ekonomi kemasyarakatan dalam mengembangkan rumah Klinik Desain Visual menjadi Desa Wisata Ekonomi Kreatif. Salah satunya membuat pencitraan kegiatan dengan cara aktivasi pada media sosial dengan menggunakan audio visual.

  Luaran kegiatan KKNT di Desa Cileles, beberapa luaran yang dihasilkan rumah Klinik Desain Visual yakni:

(1). Rumah Klinik Desain Visual dapat meningkatkan daya saing dan penerapan teknologi tepat guna di masyarakat berupa pengetahuan kemasan produk menggunakan desain yang tepat tetap memperhatikan nilai lokal.

(2) Rumah Klinik Desain Visual meningkatkan kualitas, daya saing dan nilai tambah.

(3) Rumah Klinik Desain Visual dapat mengelola Rumah Pancing dan UMKM dalam ekosistem kolam pancing, seperti : Mindset entrepreneur,  Manajemen,  Manajemen sumber, daya manusia, dan  Digital marketing.

(4). Rumah Klinik Desain Visual mengoptimasikan multimedia untuk branding kolam pancing dan desa sekitar. Pelatihan Setting talent dan property, meliputi kegiatan persiapan terhadap peralatan take shoot, Surve area on the spot, Editing dan produksi, Publikasi.  

(5). Rumah Klinik Desain Visual akan meredesain kolam pancing , atau Environmental Design.” 

  Penataan gate entry, pintu utama, Spot atau booth kegiatan sekitar kolam, Kolam atau bak ternak ikan, Perencanaan signed, Perencanaan produksi, Fasilitas lain pendukung kegiatan usaha dan pemberdayaan membangun bersama, klinik desain, Layanan konsultasi praktis dan terapan, produksi kepada para pelaku UMKM dalam produk Desain kemasan, yang dikemas dalam “Branding utk Desa (BMD),”jelas Deden. (30 Januari 2022 by UTama)

.

#### 0 ####

METAVERSE (METASEMESTA) Dunia Terbuka dan Pisau Bermata Dua?

METAVERSE (METASEMESTA)

Dunia Terbuka dan Pisau Bermata Dua?

.

Gonjang-ganjing Metaverse memang menggelikan banyak pihak. Dua bank besar Indonesia PT Bank Negara Indonesia/BNI Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia/BRI Tbk. telah mengumumkan akan terjun ke kanal realitas virtual yang akan dikembangkan WIR Group dengan sebutan Metaverse Indoneisa. Daniel Surya, Executive Chairman dan CO-Founder WIR Group mengatakan Metaverse Indonesia akan dirancang dengan platform teknologi Artificial Intelligence (AI), Virtual reality (VR), dan Augmented Rality (AR). Metaverse Indonesia akan dibangun dengan tata kelola yang kredibel dan berdasarkan nilai bangsa. Dan pengembangan tahap pertama ditargetkan akan meluncur pada akhir tahun ini, ucap Daniel pada Kontan.co.id.

Sedang pengembangan ekosistem Metaverse Indonesia akan dibangun secara bertahap. WIR Group memperkirakan ekosistem secara keseluruhan akan dikembangkan dalam waktu sekitar lima sampai enam tahun, atau diperkirakan tahun 2027. WIR Group dalam pengembangan ekosistem Metaverse Indonesia selain menggandeng BRI dan BNI, juga menjalin kerjsama dengan lembaga pendidikan Trisakti Multimedia School. Kolaborasi WIR Group dengan Triksakti School of Multimedia atau Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti menjadi langkah awal melibatkan dunia pendidikan Indonesia dalam pembangunan Metaverse Indonesia. Satu lagi perusahaan rintisan Metaverse di Indonesia, Shinta VR yang didirikan tahun 2016 telah mencetak ribuan guru dan ratusan duta ‘virtual reality’ sejak tahun 2019. Ratusan sekolah di 34 provinsi Indonesia sudah memanfaatkan karyanya.

.

Apa itu Metaverse?

Merujuk laman https://id.wikipedia.org/wiki/, Metaverse (Metasemesta) merupakan bagian internet dari realitas virtual bersama yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata dalam dunia internet tahap dua/’next chapter of the internet’. Tegasnya, Metaverse adalah ruang virtual yang dapat diciptakan dan dijelajahi bersama pengguna lain tanpa bertemu di ruang yang sama. Metaverse memungkinkan penggunanya mengakses lingkungannya sambil tetap sadar akan dunia nyata mereka.

Dalam arti lebih luas, Metaverse sangat mungkin tidak hanya merujuk pada lingkungan virtual yang sioperasikan oleh perusahaan media social, melainkan merupakan seluruh spectrum realitas berimbuh/augmented reality (Smart, J.M., Cascio, J. and Paffendorf, J., 2007). Augmented reality sebagai alat membantu persepsi dan interaksi penggunaannya dengan dunia nyata, dan dapat diaplikasikan untuk indra: pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Augmented reality juga sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antarbenda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata (Azuma, Ronald T., August 1997).

Kisahnya, Metaverse pernah menjadi topik pembicaraan 16 tahun lalu pada Metaverse Roadmap Summit pertama yang digelar Mei 2006. Satu tahun kemudian, tahun 2007, organisasi nirlaba Accelerating Studies Foundation (ASF) merilis studi tentang Metaverse. Studi tersebut membahas masa depan Metaverse menurut prediksi para akademisi, perusahaan game, para teknisi geospatial, dan media yang ikut serta dalam Metaverse Roadmap Summit.

Berdasarkan laporan tersebut, secara garis besar, ada empat skenario yang mungkin terjadi, yaitu augmented reality, lifelogging, virtual worlds, dan mirror worlds.

Saat itu, augmented reality diartikan sebagai teknologi imersif yang bisa melacak pengguna secara otomatis. Teknologi ini berfungsi membantu pengguna mendapatkan informasi tentang suatu tempat atau suatu benda secara instan. Sementara, lifelogging disebut sebagai pengguna teknologi AR yang fokus pada sisi komunikasi, memori, dan observasi dari pengguna. Teknologi lifelogging, sesuai namanya memungkinkan pengguna untuk merekam segala sesuatu yang terjadi secara 3D.

Sedangkan, virtual world merupakan system untuk mengadopsi elemen social dan ekonomi masyarakat di dunia nyata ke dunia virtual. Mirror worlds adalah teknologi yang akan menampilkan gambar bumi – seperti Google Earth – tapi dilengkapi dengan informasi mendetail terkait tempat-tempat yang ditampilkan. Para ahli memperkirakan, semua itu akan terjadi dalam waktu 10 tahun, yaitu pada 2016. Namun, seperti yang kita ketahui, hal itu tidak terjadi.

Gambar 1. Diagram dari 4 tipe Metaverse

Berjalannya waktu dengan berbagai kemajuan teknologo, serta melalui kejutan di tahun 2021, Metaverse menggema kembali ketika Facebook mengumumkan fokus baru dalam membangun teknologinya dengan menghidupkan Metaverse. Sejak pernyataan tersebut perusahaan Facebook berubah menjadi Meta Platforms Inc. atau Meta dengan konsep barunya dalam internet. Menurut Jesse Alton, CEO dari Open Metaverse, bahwa Metaverse akan bisa direalisasikan. Karena, teknologi yang dibutuhkan untuk membuat Metaverse sudah tersedia, seperti prosesor perangkat mobile dan konsol game yang mumpuni, infrastruktur yang memadai, dan keberadaan headset VR serta cryptocurrency. Apalagi dalam dua tahun terakhir, masyarakat semakin terbiasa hidup di dunia online karena pandemi (https://today.line.me/id/v2/article/oy8qDo).

CEO Facebook, Mark Zuckberg menggambarkan Metaverse sebagai dunia komunikasi virtual tanpa akhir yang saling terhubung, di mana orang dapat bertemu, bekerja, dan bermain menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone, atau perangkat lain, juga akan menggabungkan aspek lain kehidupan online seperti belanja dan media social. Victoria Petrock, seorang analis menyebut Metaverse sebagai evolusi konektivitas berikutnya di mana semua hal mulai menyatu dalam alam semesta “doppelganger” (serupa) yang mulus. Artinya kita menjalani kehidupan virtual kita dengan cara yang sama seperti kita menjalani kehidupan fisik kita,” jelasnya. Dalam Metaverse, orang tidak hanya bisa menggunakan akal, namun juga bisa merasakan emosi, seperti gembira, takut, sedih, terharu, dan sebagainya. Walau memang Metaverse masih dalam fase awal konsep baru, kendati dapat mengubah kehidupan digital menjadi laebih inovatif.

Sebagai internet tahap dua, unsur-unsur Metaverse meliputi: video konferensi, games (seperti Minecraft atau Roblox), surat elektronik, realitas virtual, media social dan live-streaming. Media social tersebut terus berkembangn dan mencakup berbagai lingkungan virtual yang dimediasi computer, serta didorong oleh berbagai teknologi dan ekosistem. Teknologi sebagai jembatan yang mendorong transisi dari internet saat ini ke Metaverse, yakni: Extended Reality, User Interactivity (Human-Computer Interaction), Kecerdasan Buatan, Computer Vision, Edge, Komputasi Awan, dan Future Mobile Networks, Ekosistem Metaverse memungkinkan pengguna manusia untuk hidup dan bermain dalam ranah mandiri, gigih, dan terus berbagi. Namun demikian, ekosistem Metaverse harus benar-benar mempertimbangkan elemen yang berpusat pada pengguna itu sendiri, termasuk: Identitas Avatar, Pembuatan Konten, Ekonomi Virtual, Penerimaan Sosial, Kehadiran, Keamanan dan Privasi, serta Kepercayaan dan Akuntabilitas. Hal inilah yang membutuhkan literasi dan kedewasaan para pengguna dalam mengoptimasi pengembangan, dan penggunaan Metaverse.

.

Pengembangan & Ekosistem Metaverse

Laman Wikipedia menyebutkan Standar teknis pengembangan Metaverse meliputi: standar umum, antarmuka, dan protokol komunikasi diantara lingkungan virtual sedang dalam pengembangan. Kolaborasi dan Kelompok Kerja berusaha membuat standar dan protokol yang mendukung operasional antara lingkungan virtual, termasuk: 1) Dunia Virtual-Standar untuk Kelompok Kerja Komponen Virtual Sistem (P1828), IEEE (2010-Sekarang); 2) Teknologi informasi–Konteks dan Kontrol Media-Bagian 4: Karakteristik objek dunia maya (ISO/IEC 23005-4:2011), ISO (2008-Sekarang); 3) Immersive Education Technology Group (IETG), Media Grid (2008-Sekarang); 4) Virtual World Region Agent Protocol (VERAP), IETF (2009-2011); 5) Roadmap Metaverse, Yayasan Studi Percepatan (2006-2007); 6) Proyek Metaverse Sumber Terbuka, (2004-2008).

Metaverse memerlukan infrastruktur mumpuni yang juga disokong oleh banyak perusahaan dari berbagai segmen, mulai dari segmen cloud dan hosting, visualization & digital twin, decentralized infra, artificial intelligence, sampai adtech & marketing. Sebagaimana terlampir.

Infrastructure Metaverse | Sumber: Newzoo

Newzoo membagi ekosistem Metaverse ke dalam beberapa kategori dengan beberapa perusahaan yang mengembangkannya. Pertama, metaverse gateways yang merupakan pintu bagi konsumen untuk masuk ke Metaverse. Segmen ini terbagi dua kelompok, yaitu centralized atau terpusat dan decentralized atau tersebar. Perusahaan yang menyediakan centralized gateways adalah Fortnite, Minecraft, Animal Crossing, Grand Theft Auto Online, Roblox, VRChat, dan lain sebagainya. Sementara platform decentralized gateaway adalah The Sandbox, Decentraland, Somnium Space dan lain-lain.

Dua bagian dari segmen metaverse gateways. | Sumber: Newzoo

Elemen kedua, Avatar & identitas bagian lain dari metaverse. Sesuai namanya, perusahaan yang bergerak di bidang ini biasanya menawarkan jasa untuk membuat avatar atau identitas di dunia virtual. Contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah Avatar SDK, The Fabricant, Tafi, dan lain-lain.

Elemen ketiga, user interface & immersion. Banyak perusahaan game dan teknologi yang masuk dalam kategori ini, seperti Samsung, Apple, HP, HTC, Microsoft HoloLens, Xbox, PlayStasion, dan Nintendo Switch.

Elemen keempat, perekonomian. Perusahaan yang masuk dalam kategori ini bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan pembayaran (seperti PayPal dan WeChat Pay) serta transaksi jual-beli (seperti OpenSea, DMarket, dan Elixir). Dalam kategori ini, juga akan kita temukan perusahaan crypto wallet seperti Metamask dan Fortmatic, serta perusahaan yang bergerak di bidang NFT, seperti Forte, Ultra, dan Maddie’s.

Elemen kelima, sosial yang juga berperan penting dalam Metaverse. Karena itu, perusahaan-perusahaan media social seperti Facebook, LINE, Discord, TikTok, dan lain-lain merupakan bagian dari ekosistem Metaverse. Perusahaan-perusahaan yang membuat game play–to–earn atau play–to-collect, seperti DeltaTime, dan Exceedme juga berperan tersendiri dalam pengembangan Metaverse.

Sejumlah perusahaan yang menjadi bagian dari ekosistem metaverse. | Sumber: Newzoo

Pada akhirnya, setiap industri cenderung memiliki peluang bisnis di Metaverse. Beberapa industri yang mulai masuk ke Metaverse dan akan menyusul dalam gambar berikut.

Industri yang telah melompat ke Metaverse

Industri yang akan segera menyusul

Sejumlah perusahaan yang memanfaatkan Metaverse. | Sumber: Newzoo

.

.

.

Dunia Terbuka, Juga Pisau Bermata Dua

Bill Gates, pendiri Microsoft dalam blog pribadinya menuliskan perkembangan mengejutkan terkait aktivitas digital, yaitu Metaverse. Metaverse sebagai dunia virtual akan mengubah masa depan model pekerjaan, yang juga didorong oleh pandemi. Di masa depan perusahaan akan lebih fleksibel pada karyawannya untuk bekerja jarak jauh. Pertemuan 2D platform yang digunakan meeting online seperti Zoom atau Teams akan bertransformasi ke Metaverse yang menyajikan secara 3D. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, ia memperkirakan sebagian besar meeting virtual pindah dari grid gambar 2D ke Metaverse, ruang 3D dengan avatar digital.

Wakil Presiden platform Omniverse Nvidia, Richard Kerris: “.…. Akan ada banyak perusahaan yang membangun dunia dan lingkungan virtual di Metaverse, dengan cara yang sama ada banyak perusahaan yang melakukan sesuatu di World Wide Web. “Disebutkannya bahwa Metaverse sangat penting untuk terbuka dan dapat diperluas, sehingga kita dapat berteleportasi ke dunia yang berbeda baik itu oleh satu perusahaan atau perusahaan lain, dengan cara yang sama.

Dilansir dari Read Write, Metaverse menjadi dunia terbuka di mana penggunanya dapat berinteraksi dengan lingkungan dan satu sama lain. Fungsi interaksi social ini dinilai penting karena menusia menjelajahi ruang sambil terhubung dengan orang lain. Metaverse disebut akan memungkinkan pertukaran sosial dan budaya dan dapat diintergrasikan secara organik ke dalam kehidupan sosial sehari-hari. Sementara, Market Insider menyebut kebangkitan Metaverse juga menciptakan peluang investasi baru, mulai dari tanah digital hingga barang-barang desainer digital. Hal ini pun disambut antusias oleh investor dengan kecanggihan cryptosphere.

Dari pandangan dunia usaha pakar di atas, Metaverse menjadi sesuatu yang diharapkan. Dari sudut pelanggan, Survey Newzoo terhadap 5,5 ribu orang di empat Negara: Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Tiongkok menyambut hangat dan menunjukkan ketertarikan terhadap Metaverse. Namun kebanyakan responden masih lebih tertarik menggunakan Metaverse untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti berkumpul dengan teman dan keluarga, daripada melakukan sesuatu yang fantastis.

Ketertarikan pelanggan memanfaatkan Metaverse. | Sumber: Newzoo

.

Kendati harapan baru berkembang, namun di sisi lain kehadiran Metaverse juga memunculkan kekhawatiran. Sejumlah pakar memperkirakan masalah yang mungkin muncul. Seperti perbedaan pengalaman yang dialami oleh para pengguna, muncul tentang keamanan dan privasi data. Semakin banyak informasi yang kita unggah ke internet, maka semakin besar pula risiko akan kebocoran data pribadi. Metaverse juga bisa memperburuk masalah mis-informasi dan radikalisasi yang sudah marak karena internet.

John Hanke, CEO dan pendiri Niantic memberikan peringatan bahaya Metaverse. Dia menjelaskan bahwa kita seharusnya menghindari konsep Metaverse yang diangkat dalam novel fiksi ilmiah “Snow Crash” yang digagas Neal Stephenson tahun 1992. Sebagai bagian dari masyarakat, kita seharusnya berharap agar keadaan di dunia nyata tidak menjadi begitu buruk, sehingga kita ingin terus menerus melarikan diri ke dunia virtual. Karena itu, Hanke mengatakan dalam mengembangkan Metaverse, Niantic memutuskan fokus pada segmen “reality” dari “augmented reality”. Artinya, Niantic ingin membuat Metaverse yang justu mendorong para penggunanya untuk pergi keluar rumah dan menjalin hubungan dengan orang-orang dan dunia di sekitar. Hanke menyebut konsep Metaverse Niantic sebagai “real world metaverse”. “Teknologi seharusnya digunakan untuk membuat kehidupan sehari-hari manusia menjadi lebih baik dan bukannya digunakan untuk menjadi pengganti dunia nyata, jelas Hanke”.

Mark Zuckerberg menyebutkan kemungkinan iklan akan menjadi sumber pemasukan Metaverse sama seperti Facebook. Hal ini membuat sejumlah pakar khawatir. Jika Metaverse menjadikan iklan sebagai sumber pemasukan utama, maka berpotensi menciptakan kesenjangan di kalangan pengguna. Pegalaman yang didapatkan pengguna akan tidak sama. Tergantung mereka sanggup membayar atau tidak. Hal ini menimbulkan sejumlah masalah.

Avi Bar-Zeev, pendiri badan konsultan AR dan VR, RealityPrime-dikutip CNN – mengatakan “Saya tidak ingin melihat dunia virtual yang membagi para penggunanya ke dua kelompok, yakni: kelompok berbayar yang mendapatkan pengalaman lebih baik dan kelompok pengguna gratis yang diekaploitasi dengan iklan.” Dia menambahkan bahwa keberadaan Metaverse juga bisa memperparah online harassment. Menurutnya, untuk mencegah hal-hal buruk terjadi di Metaverse, semua pelaku yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut harus bertanggung jawab.

Metaverse tidak hanya menarik perhatian perusahaan, tapi juga pemerintah Negara. Korea Selatan salah satu Negara yang peduli pada pengembangan teknologi Metaverse. Pada Mei 2021, Korea Selatan membuat aliansi Metaverse yang berisi perusahaan telekomunikasi lokal, perusahaan internet Naver, serta peneliti universitas negara tersebut. Tujuan aliansi untuk mendorong perkembangan platform virtual dan augmented reality, juga bertugas membuat kode etik terkait dunia virtual. Laporan The Register menjelaskan bahwa aliansi Meraverse tersebut ditugaskan mendifinisikan platform Metaverse Korea Selatan. Cho Kyeongsij, Wakil Menteri Sains berharap aliansi Metaverse ini akan mencegah Metaverse agar tidak menjadi lahan bisnis yang hanya dimonopoli oleh salah satu perusahaan besar. Platform itu harus diakses semua pihak yang ingin menyediakan layanan virtual.

.

Rewriter: lili irahali-22 Juni 2022,dari berbagai sumber:

.

.

PELUANG, DAN TANTANGAN PROFESI AUDITOR INTERNAL DI ERA RI 4.0

PELUANG, DAN TANTANGAN PROFESI AUDITOR INTERNAL

DI ERA RI 4.0

.

Syafdinal, SE., M.M., Ak.

.

  Tantangan dunia pendidikan terkait pemahaman audit internal tampak ketika kita menyimak situasi di kelas perkuliahan. Mahasiswa umumnya masih sulit memahami mata kuliah audit internal. Salah satunya barangkali bahasa yang tercantum di modul pembelajaran pada umumnya masih sulit diterima maknanya sesuai pengertian bahasa auditing, sehingga mahasiswa pada umumnya mencoba untuk menghafal. Contoh, ketika di kelas saya menanyakan apa dimaksud “audit”, mereka menjawab pemeriksaan,….hm..hm.. Ketika dikejar apa yang dimaksud dengan pemeriksaan…..mereka bingung.

  Audit sesungguhnya membandingkan antara kondisi dan kriteria. Ketika kita mendefinisikan auditing, ada konsonan “ing” tentu artinya mencakup ada suatu proses yaitu pengumpulan dan penilaian bukti oleh ……..dan seterusnya.

  Hal-hal mendasar ini kurang kita sadari, padahal dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai kehadiran artificial intelligence (AI). Hampir semua negara membentuk dan menerapkan teknologi ini. Revolusi industri 4.0 memberi pengaruh secara sistemik di berbagai bidang, termasuk bidang auditing akuntansi.

  Tentu saja, hal tersebut menuntut auditor internal cepat menyesuaikan diri. Auditor internal yang mampu menghadapi tantangan auditing di era ini bisa memberikan dampak positif bagi kinerja manajemen perusahaan.

  Di dalam praktik, Audior internal di berbagai perusahaan pada umumnya sangat jarang

membicarakan aktivitas audit internalnya dengan pihak lain di luar lingkungan auditor internal karena sifat sensitif dari pekerjaannya. Dengan demikian auditor internal harus melakukan pendekatan holistik yang menyadari bahwa para manajer dan pihak yang diaudit (auditee) merupakan pribadi yang komplek yang berjuang dalam suatu lingkungan yang menghasilkan berbagai macam tekanan profesional.

  Namun di lingkungan mereka para auditor internal sejak tahun 1986 sangat bersemangat atas perubahan dekade secara cepat, karena mereka berpendapat bahwa pendidikan dan pengalaman tidaklah cukup menghadapi interaksi yang sering dan sensitif dengan manajemen.

  Untuk itu auditor internal pada umumnya hanya 40 % menghadapi pekerjaannya sebagai auditor sedangkan 60 % aktivitasnya dipakai untuk menambah pengetahuannya melalui pendidikan non formal bersertifikat dan seminar-seminar yang menunjang profesionalnya. Pendidikan tersebut antara lain pendidikan: Dasar-dasar Pemeriksaan, Pemeriksaan Operasional, Pengelolalaan Tugas-tugas Audit Internal, Psikologi Pemeriksaan, dan Audit Investigasi.

  Dengan berjalannya waktu makin bertambahnya pengetahuan dan pengalaman auditor internal maka aktivitasnya sebagai auditor internal akan lebih meningkat 60% di kantor, 40% bahkan hanya 20% waktu yang dibutuhkan untuk menambah pengetahuannya melalui pendidikan non formal bersertifikat ataupun mengikuti seminar-seminar.

  

Audit Internal, Perlukah?

  Mengapa perlu audit internal bagi perusahaan. Paling tidak ada tiga hal yang menjadi perhatian. Dimana urutan tujuan atau pentingnya audit internal mengikuti dekade perkembangan kebutuhan atas audit internal itu sendiri. Setiap tujuan audit internal berkaitan dengan perubahan peran dan sikap audit internal dalam rangka mencapai tujuan masing-masing tersebut. Ketiga tujuan audit sebagai berikut.

1.Audit internal membentuk serta meningkatkan lingkungan pengendalian perusahaan (control environment)

  Kenapa perlu audit internal pada dekade ini. Semakin berkembangnya perusahaan, maka makin luas span of control yang diperlukan oleh perusahaan tersebut. Di decade ini peran auditor internal sebagai pemeriksa dan penilai.

  Dalam dekade ini sikap internal audit adalah mata dan telinga manajemen. Bila tidak melihat akar permasalahannya, kenapa bisa terjadi kesalahan atau kecurangan yang dilakukan oleh bagian operasional? Maka akan terjadi pengulangan kesalahan yang dilakukan oleh bagian operasional. Ketika itu tahun 1986 pihak auditee merasa auditor internal mencari-cari kesalahan.

2.Mendukung pertumbuhan bisnis

    Peran audit internal mengalami perubahan yang dikenal dengan dekade kedua yaitu aktivitas audit internal ditekankan untuk independen dan sebagai fungsi penilai, sedangkan sikapnya kemitraan dengan pendekatan internal kontrol. (lihat slide pengaruh perkembangna peran dan sikap auditor internal pada poin kedua)

    Artinya audit internal dituntut untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan, di mana tujuannya bahwa perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasionalnya melalui pemberian assurance (mendukung pertumbuhan bisnis yang berkualitas), meningkatkan independen dan obyektifnya serta memberikan jaminan bahwa internal controlnya masih update dan berjalan dengan baik. Maka sikap auditor internalnya adalah kemitraan dengan pendekatan internal kontrol.

    Masih terdapat kesalahan di kelas untuk pengertian assurance (asurans), independen dan obyektif. Asurans di sini bukan menjamin, tetapi auditor internal harus dapat meya–kinkan para pembaca laporan hasil pemeriksanya (LHP), bahwa LHP dibuat sesuai dengan fakta tanpa rekayasa. Untuk itu, dalam proses aktivitas audit auditor internalnya harus dapat menjamin bahwa internal control masih relevan dengan kondisi sekarang, sehingga dia bisa menggunakan internal control nya sebagai kriteria.

    Independen dan obyektif, independen di sini artinya sikap auditor dalam aktivitas (objek) auditnya independen. Sedangkan objektif adalah sikap auditor internal yang tidak dapat dipengaruhi oleh pihak manajemen maupun pihak lain yang butuh akan hasil auditnya.

  Contoh: Auditor internal adalah fungsi pengawasan yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama, dengan demikian apakah auditor tersebut bisa mempertahankan independensi terhadap Direktur Utamanya sebagai atasannya? Untuk itu, maka perlu objektivitas melalui bahwa LHP auditor internal isinya harus sama dengan isi LHP yang dilaporkan kepada Direktur Utama tanpa rekayasa.

    Kesalahan yang sering terjadi di perusahaan, ternyata tidak lagi hanya dilakukan oleh karyawan, namun karena lemahnya sistem pengendalian intern perusahaan. Siapa yang membuat dan mengembangkan internal control? Tentunya pihak manajemen bukan lagi karyawan. Untuk itu pada dekade ini audit internal dikenal dengan nama manajemen audit.

3.Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pengendalian intern perusahaan telah berjalan sebagaimana mestinya

    Peran dan sikap audit internal dalam dekade ini mengalami peningkataan yang jauh lebih baik lagi yaitu auditor internal sebagai consulting, dan dituntut memberikan nilai tambah melalui penilaian terhadap risk management melalui pendekatan business risk. Sikap audit internalpun akan meningkat melalui kemitraan dan konsultatif katalis.

  Dikaitkan dengan tantangan kinerja audit internal di era Revolusi Industri 4.0 pada dekade ini dalam praktik audit internal sudah dikenal sejak tahun 2000.

Tantangan ERA 4.0

  Istilah Revolusi Industri 4.0 pertama kali didengar saat Hannover Fair, tepatnya pada tanggal 4 hingga 8 April 2011 yang digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri yang ada saat itu ke tingkat selanjutnya dengan adanya bantuan dari teknologi.

  Revolusi Industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah “cyber physical system” ini merupakan sebuah fenomena di mana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi yang akan menciptakan suatu kenormalan / standar / keseimbangan baru (new equilibrium / normal) dalam Pendanaan Bisnis atau Aset berupa teknologi), dengan sedikit SDM (termasuk Akuntansi).

  Revolusi ini membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Seperti yang pada awalnya banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar, sekarang dapat digantikan dengan penggunaan mesin teknologi. Tantangan industri 4.0 yang saat ini terjadi di kehidupan masyarakat.

Tantangan SDM Indonesia

Total Pengangguran Terbuka ± 9,7 juta orang dari ± 138 juta angkatan kerja (BPS, November 2020).
Kebutuhan pasar kerja. Pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills (42 % para pekerja tidak mempunyai skills yang memadai (Marmolejo, World Bank, 2017).
Daya saing indonesia. Relevansi pendidikan dan pekerjaan, perlu disesuaikan dengan perkembangan era New Normal dan New Economic.(Sumber : Mourshed, Farrell, Barton,2012).

Bagaimana Merespon Era 4.0

  Tentunya harus berkomitmen meningkatkan investasi di pengembangan digital skills, menerapkan prototype teknologi terbaru, Learn by doing! Menggali bentuk kolaborasi baru – Upgrade skill dengan berkolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat, kurikulum pendidikan dengan materi human-digital skills. (Sumber : Dikti, 2020).

Proses Audit Internal Berbasis IT

Adaptasi Profesi, Adaptasi New Normal mencoba beraktivitas dan bekerja dengan protokol kesehatan di saat Pandemi Covid-19, auditor internal bekerja melalui virtual office (Work from Home). Semua aktivitas dan kegiatan kantor dituntut selalu update mengikuti situasi/kondisi dengan berbasis IT.

Adaptasi auditor internal tidak akan mengurangi kinerjanya karena profesi ini berperan dalam analisis dan memberikan solusi dengan memberikan opsi-opsi dalam mitigasi resiko yang akan dihadapi oleh manajemen perusahaan.

Auditor terhubung dengan database auditee, Integritas data meningkat, alternatif prosedur audit untuk memberikan assurance. Internal Audit tidak dapat secara normal dilakukan akan berubah menjadi audit atas sistem. Pengendalian dilakukan oleh sistem sehingga IA dapat monitor by system dengan memantau red flag, audit terus berlangsung bersamaan dengan monitoring (Helen Brand – Chief Executive of ACCA, 2019)

Di dalam praktik audit juga maengalami perubahan, yang kita kenal dengan istilah audit real.

Di tengah terjadinya Revolusi Industri 4.0, terdapat 9 (sembilan) teknologi yang menjadi pilar utama dalam pengembangan setiap industri, salah satunya Cyber Security. Cyber Security adalah teknologi yang keempat dalam pengembangan yang terjadi di revolusi industri 4.0. Cyber Security merupakan sebuah bentuk upaya untuk melindungi segala informasi yang dimiliki dari adanya cyber attack. Cyber attack sendiri merupakan segala jenis tindakan yang sengaja dilakukan untuk mengganggu kerahasiaan atau confidentiality, integritas atau integrity, serta ketersediaan atau availability sebuah informasi.

Skill yang dibutuhkan Era 4.0

1.Kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.
2.Kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence.
3.Process skill. Kemampuan terdiri dari: active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others system skill.
4.Kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan cognitive abilities skill yang terdiri dari antara lain: cognitive flexibility, creativity, logical reasoning, problem sensitivity, mathematical reasoning, dan visualization.

  Dari ketiga dekade perkembangan peran dan sikap auditor internal ada pertanyaan, apakah setiap perusahaan harus menjalankan ketiga dekade tersebut, atau harus menjalankan peran dan sikap pada dekade terakhir yaitu auditor berperan sebagai internal consulting dan bersikap kemitraan dan konsultatif katalis ?

  Menjawab pertanyaan ini kita kembali lagi dengan memahami pentingnya audit internal sampai level (di dekade) mana kemampuan perusahaan yang bersangkutan. Sehingga disitulah peran dan sikap auditor internalnya.

  Tidak lupa dibutuhkan kecakapan dan keahlian Akuntan berupa: Sikap jujur (9) – Sikap Disiplin (14) – Sikap Bertanggungjawab (12) – Sikap Detail & Teliti (4) – Kecakapan Program Komputer (8) – Inisiatif Tinggi (7) – Sikap Mandiri (10) – Kecakapan kerja tim (15) – Pemahaman Akuntansi (6) – Kecakapan bahasa asing (5) – Kecakapan komunikasi (16) – Kecakapan menganalisis (1) – Pengalaman kerja (17) – Kecakapan menyusun/presentasi laporan (3). (riset oleh Dewi, 2020)

.

Write by : Syafdinal, SE., M.M., Ak.

Dosen Tetap Universitas Widyatama,

Email: syafdinal.mm@widyatama.ac.id

.

.

.