Home Blog Page 30

Tantangan Teh Priangan dan Teh Indonesia?

Industri teh Indonesia yang lesu berupaya bangkit kembali dari keterpurukan. Salah satu upaya melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produksi teh, serta promosi. Ditengah kekhawatiran pandemi Covid-19 tak mematahkan semangat pemilik Arafah Tea, Ifah Syarifah, untuk terus berproduksi dan mengembangkan bisnis tehnya. Memang Teh selain bermanfaat untuk minuman kesehatan, juga banyak sekali inovasi produk teh yang diminati pasar luar negeri. Saat ini, industri teh sedang melakukan inovasi berupa pemanfaatan matcha tea untuk bahan isian kasur dengan pemanas yang banyak digunakan di terapi spa, serta untuk bantal terapi kesehatan.

Salah satu komoditas teh, berhasil menembus pasar Korea Selatan. Matcha tea produksi Arafah Tea, Bandung, Jawa Barat, secara konsisten diekspor ke Korea Selatan. Arafah Tea bersama kelompok tani One yang diketuai H. Alvian memenuhi permintaan tersebut untuk Mei 2020 lalu dengan volume mencapai 21 ton (https://www.medcom.id/ekonomi/).

Sebelumnya melalui event National Tea Competition 2019 pada 18 Oktober 2019 diselenggarakan kompetisi teh. Kegiatan tersebut menobatkan Gubernur Jawa Barat – Ridwan Kamil beserta istri, yakni Atalia Praratya, serta Wakil Bupati Bandung Barat – Hengky Kurniawan beserta istri, yakni Sonya Fatmala menjadi Duta Teh Indonesia. Penobatan ini diharapkan dapat meningkatkan citra teh Indonesia melalui berbagai kegiatan promosi dan edukasi kepada masyarakat. Ridwan dan Hengky dipilih karena sebagai kepala daerah yang tergolong populer, khususnya di media sosial.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Teh Indonesia, Dr. Wahyu, mengatakan National Tea Competition 2019 merupakan kompetisi teh tingkat nasional dan pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Tujuan adalah memilih teh asal Indonesia terbaik untuk jenis Teh Hitam Orthodox, Teh Hitam CTC, Teh Hijau, Teh Putih, dan Teh Wangi.

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Kunjungi Kantor Produsen Teh Inggris, Finlays dalam Kunjungan Kerja di Inggris. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Kunjungi Kantor Produsen Teh Inggris, Finlays dalam Kunjungan Kerja di Inggris. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Para peserta berasal dari 54 pabrik teh yang mengirimkan 89 sampel teh. Sampel tersebut dinilai tim independen yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri yang ahli dalam pengujian teh. “Kami memberikan apresiasi kepada produsen teh yang mempunyai kualitas terbaik. Pemenangnya akan diikutsertakan dalam lomba teh tingkat dunia di Korea Selatan,” ujarnya di Hotel Savoy Homann Bandung, 18 Oktober 2019 lalu (Ayobandung.com).
Adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkehendak membangkitkan Teh Jawa Barat yang mengambil porsi 70 % produksi teh Indonesia. ?Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi kantor salah satu produsen teh Inggris – Finlays – dalam kunjungan kerjanya di Inggris 23 Juli 2019 lalu. Selain melihat teh hasil produksi Finlays, Emil memperlihatkan teh Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Ridwan membawa berbagai produk teh PTPN VIII, salah satunya white tea termahal di dunia yang berharga 60 USD per kilogram. Ia mengatakan bahwa teh Jawa Barat belum bisa memikat masyarakat Eropa, khususnya Inggris. Ternyata karena katanya teh dari kita itu tidak pas saat dicampur susu. Kebiasaan mereka di sini kan, kalau minum teh pakai susu, ucapnya.

Situasi tersebut, kata Ridwan, menjadi pekerjaan rumah bagi produsen teh Indonesia, khususnya Jawa Barat, agar bisa memasok kebutuhan teh Benua Biru, termasuk Inggris. Setelah mengunjungi kantor Finlays, Ridwan melakukan pertemuan dengan 12 pengusahan yang tergabung dalam UK Asean Bussines Council (www. ayobandung.com). Itulah penggalan-penggalan upaya membangkitkan Teh Priangan, sekaligus Teh Indonesia.

 

Sejarah Teh Priangan

Tanah Priangan (Jawa Barat) sudah sejak abad ke-17 memiliki perkebunan teh. Secara singkat sejarah perkebunan teh di tanah priangan diawali oleh pionir-pionir berkebangsaaan Jerman dan Belanda.

Tahun 1686, teh masuk ke Indonesia dibawa Dr. Andres Cleyer, seorang dokter pengajar, ahli botani yang juga saudagar VOC berkebangsaan Jerman. Tahun 1824 teh ditanam di Kebun Raya Bogor. Tahun 1826 teh mulai ditanam di kawasan lainnya: Garut, Purwakarta. Pemerintah Kolonial Belanda mengirim Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson untuk belajar pengolahan teh di Tiongkok. Akhirnya wilayah Priangan tengah dipilih menjadi perkebunan teh. Udara sejuk dan topografi pegunungan pada ketinggian 500 sampai 1.000 meter cocok untuk habitat tanaman ini. Keberhasilan penanaman percobaan skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi) membuka jalan bagi J.I.L.L Jacobson meletakkan landasan usaha perkebunan teh di Jawa. Yakni selain Priangan, sejak tahun 1833 Jacobson selaku Inspektur Bidang Tanaman The mengembangkan tanaman teh lebih luas, meliputi : Batavia, Karawang, Banten, Cirebon, serta beberapa daerah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tahun-tahun berikut berkembangnya perkebunan teh, khususnya di tanah Priangan tidak bisa di-lepaskan dari jerih payah dinasti The Hunderian, yang melahirkan keluarga Holle, Kerkhoven, dan Bosscha. Kerja keras ketiga kerabat ini hingga menjadi pengusaha perkebunan ini disebut Preanger Plannters dan menjadi cikal bakal industri teh di Indonesia. Preanger Planters, julukan bagi pengusaha perkebunan Priangan. Mereka adalah: GIJ van der Hucht (1844), Karel Federik Holle (1865), Adrianan Walrafen Holle (1857), RE Kerkhoven (1873), sampai KAR Bosscha (1896). Sampai saat ini perkebunan teh peninggalan KAR Bosscha masih ada, dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara dan menjadi salah satu identitas tanah Priangan (Jawa Barat) (https://kumparan.com/, https://jelajah.kompas.id/).

Karel Albert Rudolf (KAR) Bosscha adalah sepupu RE Kerkhoven, yang diangkat menjadi administratur perkebunan teh di Malabar, ketika RE Kerkhoven mendirikan NV. Assam Thee Onderneming Malabar. Selama menjadi administratur, Bosscha banyak melakukan inovasi dan perubahan. Kerja keras Bosscha membuat perkebunan Malabar maju dan merangsang pekebun lainnya mengembangkan tanaman teh. Berkat jerih payahnya mengembangkan kultur jaringan teh, Bosscha dijuluki Raja Teh Priangan.

Sejarah perkebunan The Priangan, sebenarnya mengandung cerita sedih, dan tidak semua menyenangkan. Perkebunan-perkebunan kopi dan teh pada masa awal VOC dan Kolonialisme Belanda memakai sistem tanam paksa: Cultuurstelsel dan Preangerstelsel. Belanda memaksa rakyat kebanyakan menanam komoditi yang laku dipasaran Eropa ketika itu, dan mematok harga rendah untuk menjamin keuntungan besar. Sistem tanam paksa didokumentasikan antara lain melalui novel Max Havelaar yang ditulis Multatuli. Berkembangnya Ekonomi Bandoeng Tempo Doeloe ditopang sektor perkebunan. Sektor ini pula menjadikan Bandung menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat pendidikan.

 

Tantangan Teh Jawa Barat

Teh Indonesia dikenal karena memiliki kandungan katekin (antioksidan alami) tertinggi di dunia. Kebanyakan produksi teh Indonesia adalah teh hitam, diikuti oleh teh hijau. Komoditas teh Indonesia yang dikembangkan sejak 1824 saat pencanangan pertama budidaya teh untuk perkebunan dilaksanakan. Pada awalnya, tanaman teh belum memberikan devisa bagi pemerintah Hindia Belanda. Namun, pemerintah Hindia Belanda tetap mengusahakan tanaman teh hingga mencapai produksi yang memuaskan. Bahkan, pada 1835 teh dari Jawa ini merupakan teh pertama di luar China yang masuk pasar Eropa. Hingga tahun 1940, ekspor teh mencapai 72.500 ton, sehingga komoditas teh menduduki peringkat ke-2 dari komoditas ekspor perkebunan setelah karet.

Indonesia bergantung pada ekspor teh produk primer atau hulu. Kurang berkembangnya industri hilir teh Indonesia mengurangi daya saing industri teh Indonesia di pasar internasional. Ekspor produk-produk hilir teh berkontribusi hanya kira-kira 6% dari total eskpor teh.

Walau saat ini Indonesia produsen teh terbesar ketujuh di dunia. Hasil produksi teh menurun di beberapa tahun terakhir, karena alih fungsi lahan, beberapa perkebunan teh berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, sementara yang lainnya menghentikan produksi berganti sayuran atau produk pertanian lain yang lebih menguntungkan. Juga minimnya upaya peremajaan tanaman teh yang umumnya sudah tua, karena sebagian besar areal kebun teh adalah perkebunan rakyat pula.

Sumbangan terbesar produksi teh Indonesia adalah Jawa Barat yang menyumbang sekitar 70% dari produksi teh nasional, baru disusul Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Bahkan kini, kinerja ekspor teh Indonesia terus menurun. Pada tahun 2018 menjadi 49.038 ton saja. Keadaan tersebut menyebabkan pangsa volume ekspor teh curah (industri hulu) Indonesia di pasar dunia menurun terus dari 8 persen pada tahun 2000 menjadi tinggal 1,6 persen pada tahun 2018.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Teh Indonesia (ATI), Atik Darmadi mengatakan, sebagian besar teh yang diekspor berupa black tea (80%) dan green tea (20%). “Rata-rata produksi teh yang dihasilkan dari sejumlah petani dan perusahaan BUMN 140 ribu ton/tahun. Bahan baku teh sekitar 70% diproduk sejumlah petani teh Jawa Barat (Jabar). Sedangkan sisanya sebanyak 30% dari petani Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Bengkulu.

Ini artinya, tantangan bagi Jawa Barat membangun kembali kontribusi perkebunan tehnya, terkait dengan terjadinya pengurangan lahan yang berjalan terus menerus, kualitas dan produktivitas (produksi teh dari perkebunan rakyat), kondisi tanaman teh yang perlu peremajaan, infrastruktur yang masih lemah (terkait biaya logistik), teknologi, serta masih berkutat pada produksi hulu (bahan baku), belum meningkat ke produk hilir teh, dan lainnya. Jadi produksi the Jawa Barat memerlukan perbaikan di hulu maupun hilir. (Lee)

 

Dari berbagai Sumber

Mengenal Widyatama Business Incubator/WIBI

Business Incubator (Seri 1)

Keni Kaniawati

Dalam rangka pengembangan kewirausahaan yang berbasis teknologi atau wirausaha inovatif, suatu perguruan tinggi dirasa perlu memiliki wadah atau lembaga yang didesain untuk membina, menampung aspirasi kreativitas dan inovasi mahasiswa, serta mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis start up dan entrepreneur pemula. Apalagi pemerintah sangat mendorong bahkan menyarankan setiap kampus untuk membentuk atau membuka Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Hal ini penting dimana setiap hasil penelitian kampus idealnya bisa bermanfaat secara praktis bagi masyarakat dan industri.

Menghadapi era disrupsi teknologi, tuntutan bagi perguruan tinggi akan semakin besar, dimana perguruan tinggi tak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan secara konvensional saja tetapi harus memiliki skill added dan mampu beradaptasi dengan artifical intelegence (kecerdasan buatan). Banyak kemudahan dan inovasi yang diperoleh dengan adanya dukungan teknologi digital, diantaranya layanan menjadi lebih cepat dan efesien serta memiliki jangkauan koneksi yang lebih luas dengan sistem daring atau online. Hidup menjadi lebih mudah dan murah. Namun seiring dengan perkembangan digitalisasi juga membawa dampak negatif, dimana peran manusia setahap demi setahap diambil alih oleh mesin otomatis. Akibatnya jumlah pengangguran akan semakin meningkat. Oleh karena itu perguruan tinggi seyogyanya harus berkolaborasi dengan semua pihak guna menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi kompetensi masa depan.

Dalam masa pandemi Covid-19, UMKM merupakan salah satu sektor yang paling rentan kena dampaknya. Dimana hampir 68%? mengalami perurunan penjualan secara dratis sejak wabah virus corona, sulit mendapatkan bahan baku, terhambatnya distribusi,? mengalami kesulitan permodalan dan terhambatnya produksi. Dengan adanya wabah virus Covid-19, pegiat UMKM harus siap sedia dalam menantisipasinya agar usahanya tetap produktif tidak gulung tikar. Hal ini juga berdampak terhadap usaha stratup. Melalui inkubator bisnis khususnya? para startup yang merupakan tenant Widyatama Business Incubator akan memperoleh beberapa layanan diantaranya pendampingan dan binaan terhadap rintisan usahanya.

Inkubator adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas dan pengembangan usaha, baik manajemen maupun teknologi bagi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya dan atau pengembangan produk baru agar berkembang menjadi wirausaha yang tangguh dan mampu menciptakan produk baru yang berdaya saing dalam jangka waktu tertentu. Jadi inkubator bisnis adalah lembaga yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta inkubasi (tenant). Sebagai institusi di bidang pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Universitas Widyatama merasa perlu meningkatkan kelembagaan untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam sistem inovasi nasional Indonesia.? Maka melalui SK Rektor Universitas Widyatama bulan? Januari mendirikan Pusat Inkubator Bisnis Universitas Widyatama dengan nama Widyatama Business Incubator (WIBI) yang diketuai oleh Keni Kaniawati SE.MS.i.

Widyatama Business Incubator? memiliki visi dan misi seperti inkubator bisnis lainnya. Visi WIBI yaitu diakui sebagai inkubator bisnis yang kompeten dalam menciptakan UKM unggul, berdaya saing, mandiri dan berbudaya. Sedangkan misinya yaitu : menunjang akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi; menunjang pemeringkatan perguruan tinggi; menjadi institusi yang dapat menyerap berbagai hibah dari Kemenristek Dikti; meningkatkan kompetensi dosen dalam pembinaan wirausaha baru berbasis teknologi; memfasilitasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat; memfasilitasi hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh perguruan tinggi; menciptakan para wirausaha baru berbasis teknologi.

Tujuan WIBI (Widyatama Business Incubator) yaitu : mengembangkan budaya kewirausahaan untuk mahasiswa, dosen, alumni di lingkungan Universitas widyatama; memfasilitasi hasil-hasil riset inovatif untuk pengembangan usaha; mengembangkan jejaring terkait peningkatan keberhasilan usaha; menyiapkan konsep perusahaan pemula (startup company) untuk mahasiswa Universitas Widyatama.

Model Widyatama Business Incubator meliputi : kepemilikan, tipe, bidang fokus kegiatan dan tujuan. Salah satu tujuannya yaitu pengembangan tenant. Dimana tenant di WIBI meliputi dua yaitu:

  1. Tenant Inwall yaitu tenant yang melaksanakan kegiatan produksi sehari-hari dalam WIBI (berasal dari mahasiswa Universitas Widyatama).
  2. Tenant Outwall yaitu tenant yang melaksanakan kegiatan produksi sehari-hari di luar WIBI (masyarakat atau alumni mahasiswa Universitas Widyatama).

Model bisnis Widyatama Business incubator meliputi :

  • Pra Inkubasi

Tahap pra-inkubasi adalah tahapan awal yang merupakan proses perekrutan dan seleksi calon tenant yang dilanjutkan dengan pendalaman mengenai teori dan simulasi usaha, testimoni wirausaha, pelatihan teknologi produksi, hingga manajemen yang mencakup SDM, keuangan, pemasaran, dan perencanaan bisnis ke depan. Dalam pra inkubasi bisa bekerjasama dengan HIPMI Utama, maupun UKM Kewirausahaan dalam pemilihan dan perekrutan tenant.

Kegiatannya meliputi: Bootcamp, Matrikulasi Materi, dan Workshop.

  • Inkubasi

Tahap Inkubasi merupakan tahap dimana tenant akan mendapatkan berbagai macam mekanisme dan metode pendampingan serta berbagai materi yang dibutuhkan. Inkubasi tahap awal meliputi pelatihan teknis dan manajemen, pendampingan legalitas usaha, pembuatan business plan, uji coba produksi, dan pendampingan pendaftaran HKI.

Pada tahap inkubasi terdapat beberapa bentuk mekanisme pembimbingan yang terdiri dari:

  1. Coaching Business sebagai mekanisme mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tenant, sehingga kinerja membaik, dan mengarah pada pencapaian tujuan. Pada mekanisme ini menggunakan Coach untuk membantu mengarahkan, mengajukan pertanyaan, memaparkan sudut pandang lain, membantu tenant memecahkan problematika bisnis yang dihadapi, menemukan solusi dan meyusun strategic plan.
  2. Mentoring sebagai mekanisme berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seorang yang sudah berpengalaman pada bidang tertentu. Mekanisme peran utama ada pada Mentor biasanya adalah seseorang atau pebisnis yang memang sudah berpengalaman di bidangnya sehingga bisa menuntun, memberikan tips dan saran serta memecahkan masalah bisnis yang dihadapi para tenant.
  3. Consulting Business merupakan mekanieme bantuan seorang ahli (konsultan) untuk memecahkan masalah yang dihadapi tenant, dan membantu tenant merumuskan strategi bisnis, strategi operasi dan pengembangan ke depan.
  4. Training / Workshop merupakan mekanisme transfer skill / kemampuan kepada para peserta training. Dalam proses inkubasi akan terdapat beberapa traning yang diberikan kepada tenant khusunya pada bidang-bidang praktek penting misalnya pengelolaan keuangan, pencatatan dan pelaporan keuangan, menbangun sistem manajemen mutu, leaderships dll.
  • Pasca Inkubasi.

Pada tahap pasca Inkubasi adalah proses setelah tenant melalui program Inkubasi yang dijalankan diharapkan:

  1. Kemampuan untuk melakukan pengembangan usaha yang ditandai dengan pengembangan produk, pengembangan pasar dan pengembangan unit bisnis
  2. Kematangan mental, motivasi, skill dan penguasaan dalam proses bisnis. Dalam beberapa hal diistilahkan sebagai kematangan dalam mengelola usaha.
  3. Berhasil membangun networks, patnership- bahkan sinergi dengan pihak luar.
  4. Kemampuan masuk kepasar, beradaptasi dan kemampuan bersaing dengan basis telah memiliki keunggulan kompetitif/ competitive advantage
Session Sharing dengan Bicube (Inbis STIA LAN).
Session Sharing dengan Bicube (Inbis STIA LAN).

(bersambung ke Komunita edisi #27)

 

Bonus Rektor Widyatama Kepada Mahasiswa Berprestasi

Bonus Rektor Widyatama Kepada Mahasiswa Berprestasi

Rektor Widyatama Prof. Obsatar Sinaga memberikan bonus kepada mahasiswa berprestasinya. Rektor yang berhasil membawa Widyatama menduduki ranking 95 perguruan tinggi ternama di Indonesia itu memberikan langsung uang kadeudeuh sebesar Rp 37.500.000, bagi mahasiswa yang meraih prestasi di bidang Tae Kwon do, tim basket putri, tim basket serta sepakbola/tim futsal.

Menurut Prof Obsatar bahwa hal itu merupakan pola baru di kampusnya. Di mana setiap mahasiswanya yang menorehkan prestasi akan diberikan apresiasi. Di samping itu memberikan previlage/hak istimewa dalam perkuliahan. Pihaknya akan menjamin perkuliahannya apabila atlet/mahasiswa Widyatama bentrok saat akan mempersiapkan ke pertandingan terlebih saat bertanding.

Mereka akan mendapat perhatian khusus, terutama dalam perkuliahan sehingga tidak akan mengalami masalah akademik, lanjutnya, Sabtu (2/11/ 2019) di ruang rektor. Hal itu untuk memberikan jaminan kepada para mahasiswa yang berprestasi khususnya di bidang olahraga, agar prestasi akademiknya tidak menurun.

Sebenarnya penghargaan diberikan tiap tahun, tapi kalau tidak ada prestasi apa yang mau diberikan. Lonjakan prestasi mahasiswa kami mulai terasa dari tahun 2018 sampai saat ini. Rektor? tidak hanya akan memberikan kadeudeuh untuk mahasiswa berprestasinya saja, tetapi akan memberikan reward kepada pelatih dan juga kepada pengurus PKM. Terlebih kini fasilitas untuk PKM sudah terpenuhi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa di Widyatama kini memiliki atlet golf, atlet basket tingkat Jabar dan lainnya. Kami ingin nanti atlet-atlet nasional lahir dari Widyatama memiliki disiplin olahraga yang baik serta kecerdasan otak juga prestasi akademik, harapnya.

Selain bidang akademik Rektor pun akan menggenjot prestasi akademik. Kami pun membuat program Widyatama We Can. Langkah progresif? untuk meningkatkan prestasi mahasiswa yang sifatnya ke akademik. Di mana di bulan Desember 2019 rencananya kami akan menggelar lomba debat bahasa Inggris, lomba karya ilmiah dan lainnya.

Banyaknya prestasi di bidang olahraga yang ditorehkan oleh mahasiswa Widyatama tidak terlepas dari program Bidang Kemahasiswaannya. Untuk tahun ini banyak sekali atlet/mahaiswa Widyatama yang berprestasi, kata Pawit, Kepala Biro Kemahasiswaan kepada majalahsora.com, Sabtu (2/11/2019). Menilik hal itu pihaknya mengusulkan kepada pimpinan untuk memberikan apresiasi, karena mahasiswa Widyatama itu sudah mengharumkan nama kampusnya ke khalayak umum. Nama mereka dicatat dalam Simkatmawa, yang mengacu utntul pemeringkatan universitas secara nasional, terangnya.

Menurutnya tahun lalu pemeringkatan bidang kemahasiswaan Universitas Widyatama, menduduki ranking 48 nasional. Untuk akhir tahun ini kami mendorong agar kampus kami bisa naik ranking secara nasional, di bawah 48, tutur Pawit. Ia yakin hal itu bisa tercapai karena perhatian dari Rektor dan Yayasan mendukung secara moril dan materil.

Ia menambahkan pembinaan yang berjalan di kemahasiswaan bekerjasama dengan pelatih, meningkatkan keahlian, mental dari mahasiswanya itu sendiri. Kemudian pembinaan akademik. Karena dua-duanya tidak boleh menurun, saya harap berprestasi di bidang olahraga atau non akademik tetapi tidak meninggalkan prestasi di bidang akademik, imbuhnya.

Di samping itu berjalannya prestasi bidang olahraga di Widyatama tidak terlepas dari pembinaan serius atletnya oleh para pelatih dan pengelola UKM. Didukung sarana prasarana yang memadai serta waktu latihan yang leluasa. Pihaknya pun menghadirkan klinik berikut dokternya untuk memberikan pelayanan dalam menjaga kesehatan atlet dan mahasiswanya.

Sementara itu Windi (Jurusan Akuntansi) & Yanti (Sistem Informasi) atlet taekwondo mengapresiasi gebrakan pihak kampus dengan memberikan kadeudeuh/bonus uangvpembinaan, karena mereka jadi lebih terpacu untuk menghasilkan prestasi. Kami jadi lebih semangat. Apalagi dengan hak istimewa kepada kami terlebih dalam hal perkuliahan jadi lebih dipermudah. Kami judmga jadi lebih fokus saat menghadapi pertandingan, kata Windi & Yanti. Tidak berbeda jauh dengan mereka Say (Jurusan Teknik Informatika) atlet basket Widyatama mengatakan bahwa kadeudeuh perhatian dari Rektor dan Yayasan Widyatama, untuk memotivasi mahasiswanya serta bisa mengembangkan bakatnya.

Berikut UKM yang diberi kadeudeuh/reward Sabtu 2/11/2019 : 1)UKM Taekwondo, kejuaraan nasional taekwondo UTI Pro, Piala Bupati Kab Ponorogo juara ke-1, meraih 7 medali emas, 2 perak, 7 perunggu, 1 best player (man). 2) UKM Basket, kompetisi basket putri Parahyangan Sport Combat, juara ke-2. 3)UKM Basket, kompetisi basket putri, UTama Sport Competition, juara ke-3. 4)UKM Basket, kompetisi basket putra, UTama Sport Competition, juara ke-3. 5)UKM Sepakbola, kompetisi futsal UTama Sport Competition, juara ke-3. 6)UKM Taekwondo, kompetisi internasional taekwondo IUMW Pamsoe Invitational, meraih 2 emas dan 2 perunggu, menjadi juara 2 umum. Byhumas&komunita, 04Nov2019

SMAN 1 Cisarua Juarai Ajang Business Plan Competition Widyatama

SMAN 1 Cisarua Juarai Ajang Business Plan Competition Widyatama

Bisnis Startup kini terus digaungkan kepada generasi Milenial di tanah air, sebagai upaya melahirkan banyak wirausaha muda. Hal itu untuk mendukung Indonesia menjadi negara yang lebih maju dengan banyaknya wirausaha muda yang lahir, sebagai penopang pembangunan.

Perlu diketahui untuk menjadi sebuah negara maju, memerlukan minimal dua persen wirausaha dari jumlah penduduk yang ada. Tahun 2013 lalu wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,63 persen. Untuk mendukung lahirnya wirausaha muda di tanah air, Program Studi Manajemen D3 Universitas Widyatama menyelenggarakan ajang Business Plan Competition tingkat SMA/SMK se-Bandung Raya. Event ini merupakan sebuah kompetisi untuk mengembangkan ide bisnis dan dihelat Senin, 16 Desember 2019 lalu di Ruang Seminar Lantai 4 kampus Universitas Widyatama.

Annisa Lisdayanti, S.E., M.M., Kaprodi Manajemen D3 Universitas Widyatama, mengatakan tujuan diadakannya kegiatan tersebut, sebagai wadah pembentukan karakter bagi generasi muda. Khususnya pelajar SMA, SMK dan sederajat, agar mampu bersaing dalam sebuah kompetisi. Di samping itu untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah gagasan bisnis. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan masyarakat dalam segala hal.

Creativity and Innovation of Young Generation in The Digital Era, dipilih menjadi tema ajang itu. Diharapkan para peserta Business Plan Competition ini, mampu menciptakan sebuah konsep bisnis yang berorientasi pada pengembangan produk. Terutama produk yang dapat digunakan dalam era yang serba digital ini.

Ajangnya sendiri didukung Pemerintah Kota Bandung (memberikan Trophy Wali Kota Bandung) serta beasiswa dari Universitas Widyatama bagi pemenang termasuk uang pembinaan jutaan rupiah. Sedangkan untuk penjuriannya, dinilai langsung oleh Program Studi Manajemen D3, dibantu oleh para ahli di bidang bisnis, seperti?Kadin Kota Bandung, Dispora Kota Bandung, Hipmi Jabar, serta perwakilan Dosen Kewirausahaan yang aktif dalam berbagai kegiatan perlombaan dan pelatihan kewirausahaan. Lebih lanjut dengan penyelenggaraan kegiatan Business Plan Competition ini, diharapkan menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda dalam membangun diri, menjadi pengusaha muda di masa yang akan datang.

Pada ajang itu ada delapan tim (satu tim diisi dua-tiga orang) yang lolos ke babak semifinal dan final dan SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, berhasil menyabet juara pertama dengan produk nature pot. Sedangkan juara kedua diraih oleh SMAN 10 Kota Bandung, dengan produk print-print lagi; serta juara ketiga diraih oleh SMAN 12 Kota Bandung dengan produk cemilan 10 (makanan ringan terbuat dari sayuran).

Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Widyatama hadir langsung menyerahkan piala dan hadiah, sekaligus menutup kegiatannya. Ia menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung ajang tersebut yang bisa melahirkan startup di tanah air. Di samping itu, kegiatan tersebut merupakan bagian pengabdian masyarakat dari kampusnya, sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Biasanya orang yang mau membuka usaha itu belum apa-apa yang dipikirkannya modal dulu (dana), sehingga sering menjadi alasan dan ganjalan dalam memulai usaha. Padahal selain itu yang lebih utama adalah memikirkan rencana bisnis dan produk yang matang, agar bisnisnya?tumbuh sesuai rencana, kata Rektor Widyatama, Senin (16/12/2019) usai menutup kegiatan.

SMAN 1 Cisarua Juarai Ajang Business Plan Competition Widyatama 3 SMAN 1 Cisarua Juarai Ajang Business Plan Competition Widyatama 2

Lebih lanjut dikatakan bahwa Business Plan Competition yang dihelat oleh kampusnya, memiliki tujuan agar para generasi Milenial tidak hanya repot memikirkan modal (dana) dalam memulai usaha, tetapi dimulai dengan menyusun rencana bisnis terlebih dahulu.

Makanya kita bikin kompetisinya. Ini suatu bukti kalau dimulai dengan rencana bisnis yang baik dan terukur maka akan membuahkan hasil yang baik. Ternyata kalau ditantang, para peserta menjadi bisa. Produknya pun bagus-bagus dan oleh juri dinilai menjadi produk unggulan, imbuhnya.

Ditambahkan pula bahwa untuk memulai bisnis itu bagusnya digeluti sejak dini menjadi usaha sampingan, bukan setelah pensiun. Mengenai keberlangsungan ajang itu di tahun-tahun berikutnya, dengan tegas ia mengatakan akan diadakan setiap tahun, dan dikemas lebih baik lagi.

Sementara itu Siti, Aris dan Dimas dari tim SMAN 1 Cisarua KBB, yang berhasil menyabet juara pertama, mengatakan sangat senang telah mengikuti ajang itu dan keluar sebagai juaranya. Sebelum jadi juara mereka mempresentasikan business plan produk nature pot. Pot tersebut merupakan produk inovasi, dibuat memanfaatkan limbah baglog jamur karena sekolah tersebut berada di daerah pertanian dan banyak pengusaha jamur.

Tahap awal penjurian proposal kami diseleksi. Kemudian masuk ke tahap wawancara langsung. Setelah itu kami mempresentasikan produk, ditampilkan melalui slide, kata Siti, Aris dan Dimas. Menurut pengakuan mereka tidak hanya produknya saja yang harus bagus, tetapi cara menyampaikannya juga.

Kalau dilihat dari segi produk, mungkin produk kami masih kalah dari peserta yang lain. Namun kelebihan kami menggunakan bahasa Inggris dalam presentasinya. Kami menggunakan bahasa Inggris karena ingin berbeda dari tim lain, kata mereka. Sedangkan keunggulan dari produk nature pot karena mengusung program ramah lingkungan. Nature pot digunakan untuk menanam tanaman hortikultura, tidak menghasilkan limbah ketika sudah tidak digunakan. Produk kami bisa ditanam dalam tanah dan akan hancur menjadi pupuk, karena nature pot sudah mengandung pupuk di dalamnya, pungkas mereka. byhumas&komunita

Fakultas Teknik Selanggarakan Pelatihan K3

Fakultas Teknik menyelenggarakan Pelatihan Keselamotan don Kesehatan Kerja (K3) Umum bagi tenaga kependidikan khususnya Fakultas Teknik, Biro Fasilitas Bagian Pemeliharaan, serta mahasiwa Fakultas Teknik. Acara yang berjalan pada hari Selaso, 23 Juli 2019, di Ruang Seminar Gedung A Lantai 4 Universitas Widyatama. Pelatihan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Konstruksi Indonesio (IAKI), Asosiasi di Lembaga Pengembangan Jasa Kosntruksi (LRIK) Nosional. Narasumber pelatihan ialah lr. Dirmansyah, MBA., M.M. seorang profesional, konsultan, dan asesor di bidang K3 dengan segudang pengalaman menangani project di bidang konstruksi. Pada kesempatan ini hadir pada pembukaan acara, Dekan Fakultas Teknik, Dr. M. Rozahi Istambul, S.Kom. M.T. sekaligus membuka kegiatan, didampingi Ketua Program Studi Sl Teknik Mesin lr. Udin Komarudi, M.T. Pelatihan bertujuon memberikon wawasan dan pemahaman tentang K3 Umum, mengingat adanya sejumlah gedung baru yang dibangun Universitas Widyatama. Gedung-gedung memerlukan perhatian pemeliharoon dan perawatonnya agar fungsi-fungsi gedung tersebut tetap optimal serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Pelatihan yong diselenggarakan selama dua hari ini, telah berjalan sejak tahun lalu ketika, Universitas Widyatama resmi membuka Program Studi Baru Teknik Mesin,Teknik Elektro dan Teknik Sipil. Lebih lanjut narasumber mengimbau agar memperhatikan Undang Undang Jasa Konstruksi, prinsip-prinsip K3 Umum tidak hanya dipahami sebagai satu pengetahuan, tetapi harus bisa menjadi budaya yang dipatuhi seluruh dosen, mahasiswa dan karyawan dengon harapan terciptanya keselamotan dan kesehatan kerja bersomo. Norosumber memaparkan materi K3 Umum mengenai Peraturan K3, Dasar-dasar K3, Teknik Konstruksi K3, Penerapan K3 dalam Pelaksanoon Konstruksi, Potensi Bahaya di Tempat Kerja, dan Peralatan Keselamatan Kerja. (Ed – Hms, 23Juli 2019)

 

Kuliah Umum Manajemen S1 The Power of Venture Capital”

Prodi Manajemen 51 bekerja sama dengan PT Sarana labar Ventura menggelar kuliah umum bertema The Power of Venture Capital dengan Direktur Utarna PT Sarana Jabar Ventura, Rahmat Fajar sebagai pembicara. Kegiatan kuliah umum pada Selasa, 30 April 2019 ini dimulai sesi pembukaan oleh Dekan Fakultas Bisnisdan Manajemen Dr. H. Deden Sutisna M.N, S.E.,M.Si. Dr. Deden menyampaikan pentingnya masyarakat dan mahasiswa khususnya tentang keberadaan perusahaan modal ventura di lndonesia saat ini. Tanpa perusahaan modal ventura, maka tak akan ada perusahaan start up raksasa,seperti Gojek atau Tokopedia. Kuliah umum dengan tema The Power of Venture Capitat ini bertujuan memberi edukasi kepada mahasiswa bahwa dalam urusan permodalan bisnis, kita tidak hanya bisa mengandalkan pinjaman bank atau pinjaman lainnya. Namun, kita juga bisa menggunakan pendanaan yang disediakan oleh perusahaan modal ventura. Pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura bersifat investasi. Artinya, kita tidak diharuskan untuk membayar bunga kepada pemodal, melainkan bagi hasil. Kemudian, perusahaan kita juga tidak diwajibkan langsung menghasilkan keuntungan di awal-awal berjalannya perusahaan. Yang terpenting adalah tetap adanya cashflow pada kegiatan bisnisnya. Selain itu, perusahaan modal ventura tidak lepas tangan dengan perusahaan yang dibiayai, tapi juga dibina sampai perusahaan berkembang dan menghasilkan keuntungan. Itulah berbagai macam keuntungan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan modal ventura. (Hms – 10 Mei 2019)

Arthentic 5 : Pameran, Workshop dan Diskusi

Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama kembali menyelenggarakan acara Arthentic bekerjasama dengan Art Therapy Center Widyatama, Beritagar, CMYK Bandung dan Bimbingan Belajar SR.104 Bandung. Penyelenggaraan Arthentic yang ke 5 ini mengangkat tema “Ilustrathink” (Ilustrasi Untuk Publik Berpikir). Kegiatan diselenggarakan 2 hari pada hari Senin & Selasa, tanggal 29-30 April 2019 di Gedung Serbaguna (GSG)Universitas Widyatama. Acara tahunan ini dibuka Pelaksana Harian Yayasan Widyatama Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M.Si dan Dr. Anne Nurfarina, M.Sn. Dekan Fakultas DKV Universitas Widyatama. Antusiasme millenials di bidang industri kreatif saat ini terlihat dari hadirnya ratusan peserta di acara tersebut. Selain pameran karya-karya mahasiswa, alumni, dan para nara sumber, banyak kegiatan lain diantaranya, workshop Menggambar Still Life, workshop Sketching, serta workshop Komik Jurnalistik. Selain itu, juga ada sharing,diskusi dan kuliah umum. Hari pertama tanggal 29 April 2019 diselenggarakan diskusi bertemakan “Ilustrasi & lsu” dengan narasumber dari akademisi dan praktisi bidang illustrator Kendra Paramita

(Senior llustrator Tempo) dan Triyadi Guntur (llustrator & dosen 1TB). Dilanjutkan dengan workshop “Sketching” dengan narasumber Prima R. Bardin dan Didan Bay (Pengajar Rubbercube). Kegiatan ditutup pada hari kedua tanggal 30 April 2019 dengan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Komik Jurnalistik” diisi oleh komikus Hasbi llman dan bertindak sebagai moderator adalah lmaniar Rizki,M.Ds. Dosen Desain Grafis Art Therapy Center Widyatama. Selepas kuliah umum, peserta yang hadir disuguhi workshop yong dipimpin langsung oleh komikus Hasbi liman. Gaya jurnalistik seperti ini menurut Hasbi memadukan dunia peliputan jurnalistik dengan seni menggambar atla komik. (Ed – 11 Mei 2019)

6 Program Studi Widyatama Siap Raih Akreditasi Internasional

Senin (20/5), Yayasan dan Universitas Widyatama menerima visitasi Tim Asesor Accreditation Service for International Schools, Colleges & Universities (ASIC) untuk akreditasi. Tepat pukul 08.30 WIB CEO of ASIC, Dr. Lee Hammond dan Assesor of ASIC, Dr. Graeme Ronald disambut Pimpinan Yayasan dan Universitas Widyatama di Gedung Serbaguna (GSG) Widyatama. Hadir Tim Akreditasi dari Universitas Widyatama beserta seluruh dosen dan pegawai di lingkungan Universitas Widyatama sebagai bentuk dukungan seluruh Civitas Academica dalam menyambut Akreditasi Internasional. Akreditasi ASIC (Accreditation for International Schools, Colleges, and Universities) merupakan lembaga penilaian pendidikan internasional independen yang berbasis di Inggris. Proses Akreditasi mengambil tempat di Ruang Seminar Gedung B Lantai 6 dari tanggal 20 – 23 Mei 2019. Akreditasi membahas berbagai aspek, diantaranya proses penerimaan mahasiswa baru, proses pembelajaran, Teknologi Informasi, bentuk layanan mahasiswa, beasiswa, prestasi mahasiswa, kerjasama, student exchange, keamanan dan kenyamaman mahasiswa, sampai layanan purna studi.

Tim Assesor ASIC melakukan visitasi ke hampir seluruh gedung Widyatama, seperti kelas-kelas perkuliah Gedung B, C, D dan K, Gedung Perpustakaan, Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, Ruang-ruang seminar, laboratorium penunjang perkuliahan sampai pusat studi. Program Studi yang direncanakan meraih Akreditasi Internasional, yakni : dari Fakultas Teknik, Fakultas Bisnis Manajemen, Fakultas Bahasa dan Fakultas Ekonomi. Visitasi Akreditasi ASIC diharapkan dapat meningkatkan kualitas Universitas Widyatama yang ke depan dirancang menjadi World Class University. (Ed – 20 Mei 2019)

Kereta Priority Argo Parahyangan dan MRT Jakarta

Kereta Priority Argo Parahyangan dan MRT Jakarta

(Trip Bandung – Jakarta)

 

 

 

 

Perjalanan Bandung – Jakarta atau sebaliknya menggunakan Argo Parahyangan merupakan transportasi Kereta Api yang memberikan kenyamanan tersendiri. Baik dari keindahan jalur yang dilalui, kalau kita nikmati benar-benar, waktu tempuh yang relatih tepat waktu, bebas dari kemacetan, dsb. Kelas transportasi KA Argo Parahyangan yang semula terbagi kelas : Bisnis dan Eksekutif. Kini ada kereta Priority. Apa dan bagaimana kereta Priority ini, mari kita simak perjalanan tim majalah Komunita menjajal perjalanan ke Jakarta. Argo Parahyangan Priority adalah kereta Argo Parahyangan kelas prioriti rute Gambir-Bandung (PP). Sejak diluncurkan setahun lebih yang lalu Kereta Priority Argo Parahyangan semakin diminati pengguna jasa KAI. Kereta kelas Prioriti yang dikelola melalui anak usahanya PT Kereta Api Pariwisata. Yang menarik adalah naik kereta wisata ini tidak perlu menyewa satu gerbong, cukup membeli tiket Argo Parahyangan Priority kita bisa berwisata dengan kereta api.

Untuk keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 05.00 WIB dan 14.45 WIB, sedangkan untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 08.45 WIB dan 18.45 WIB. Jumlah tempat duduk terbatas hanya 28 orang per perjalanan. Argo Parahyangan Priority ini beroperasi setiap hari Senin hingga Minggu. Tiket bisa dibeli melalui aplikasi KAI Access, selain juga aplikasi-aplikasi pemesanan tiket, agen resmi KAI.

Gerbong Kereta api khusus Priority
Gerbong Kereta api khusus Priority

Pagi hari saya sudah bangun jam 4.30 pagi. Tidur saya hanya 4 jam saja karena di hari kamis setelah bekerja lembur di kantor saya bertemu dengan teman-teman cukup lama, kita menikmati kopi sampai pukul 12.30. Benar-benar menantikan naik kereta lagi di waktu pagi hari. Karena terakhir saya naik kereta berangkat pukul 05.30 pagi ketika saya berusia 8 tahun. Artinya saya harus bersiap sejak pukul 04.00 pagi, walaupun saya tidur hanya sebentar saja.

Cukup sepuluh menit saja dari rumah menuju Stasiun Kota Bandung menggunakan motor pribadi. Udara Bandung di pagi hari bikin saya merinding disko. Setelah melakukan self check in saya segera masuk ke dalam peron untuk masuk ke dalam gerbong kereta. Gerbong kereta Argo Parahyangan cukup luas dan besar. Untuk gerbong kereta priority berada paling belakang dengan warna gerbong yang dominan. Nuansa interior kayu, lantai gerbong ditutupi karpet. Ruang kursi atau legroom yang lebih luas membuat kaki jadi lebih lega untuk duduk ataupun tidur. Terdapat sekitar 28 kursi yang disusun 2-2. Pada masing-masing kursi dilengkapi dengan meja lipat, bantal kecil, soket listrik untuk keperluan mengisi daya baterai serta televisi untuk hiburan seperti audio dan video. Kalau kaki pegal maka kita bisa bersandar pada sandaran kaki yang bisa diatur ketinggiannya sesuai keinginan. Kalau pundak pegal? Apa boleh bersandar ke orang sebelah? Tentu saja tidak boleh sembarang bersandar ya guys :).

Fasilitas Kereta Priority

 

 

 

 

 

Tentunya ada yang beda kereta kelas priority dengan kelas executive. Dalam gerbong kereta priority dilengkapi beragam fasilitas keren, kita bisa menikmati berbagai fasilitas di dalam gerbong seperti Video

On Demand (VOD), wifi on train, coffee break dan snack, bagasi, air menieral dan kursi kereta api yang super nyamanm hingga toilet yang nyaman di dalam gerbong. Sepanjang perjalanan kereta Argo Parahyangan Priority wisatawan bisa menyaksikan beragam hamparan keindahan alam Jawa Barat yang menawan. Menengok ke bagian dalam dari gerbong kereta priority ternyata ada mini bar kecil yang menyediakan makanan ringan seperti keripik serta minuman seperti teh dan kopi hangat. Fasilitas ini free flow boleh dinikmati oleh penumpang kelas priority sambil melihat pemandangan luar kereta. Serta ada pramugari/ pramugara yang melayani setiap penumpang dengan membagikan kotak snack berisi roti dan air mineral sebagai bentuk pelayanan untuk kelas priority.

Kemudian untuk urusan toilet, gerbong kereta priority memiliki toilet khusus untuk penumpang priority yang berada di bagian paling belakang. Toilet bersih dan harum. Ya, setidaknya kalian bisa mendapatkan layanan yang lebih khusus dibandingkan penumpang lainnya.

Nikmatnya Kereta Api Priority

Secara keseluruhan, gerbong kereta api priority ini layak direkomendasikan untuk kalian para pejalan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Kalau biasanya kalian menggunakan gerbong kereta ekonomi atau executive, tidak ada salahnya untuk mencoba gerbong kereta priority oleh sebab perbedaan dari service yang didapat. Perjalanan tiga jam dari Stasiun Kota Bandung menuju Stasiun Gambir memang menyegarkan mata. Sebab kita akan melewati hamparan sawah hijau. Apalagi karena konturnya berbukit-bukit, membuat pemandangan yang hadir dari dalam kereta api semakin indah. Nuansa yang membuat saya layak untuk membayar harga tiketnya terasa cukup mahal, tapi sepadan dengan pengalaman yang didapat.

Tips untuk kamu yang ingin melihat pemandangan segar dari dalam kereta api Argo Parahyangan, kita bisa duduk di baris sebelah kiri arah laju kereta kalau berangkat dari Bandung menuju Jakarta. Sebaliknya, pilih baris sebelah kanan dekat jendela apabila berangkat dari Jakarta menuju Bandung. Saya dan seorang teman dari Kota Bandung, berkelana ke Jakarta untuk wisata Kopi. Saya sendiri tadinya hanya ingin Pulang Pergi saja ternyata, berbarengan dengan rekan kerja saya sekalian untuk mengantarnya berwisata kopi dan kuliner di Jakarta. Cuma karena keterbatasan waktu, saya akhirnya memutuskan pulang ke Bandung lagi pada sore harinya. Memang PT. KAI ini sukses mengambil pasar penumpang yang punya uang berlebihan untuk mencoba pengalaman baru. Apakah layak direkomendasikan untuk mencoba naik kereta api priority? Sejauh ini tidak terlalu ada perbedaan mencolok antara kereta api priority dan executive. Hanya berbeda seperti pemberian snack box, mini bar dan ada video on demand. Kalau ada uang lebih ya tidak ada salahnya sekaligus bisa mencoba pengalaman naik kereta api priority. Jangan Iupa juga untuk memudahkan kalian membeli tiket kereta api secara online, manfaatkan saja OTA seperti Traveloka. See You Next Edition Guys. By Yanda Ramadana

Art Therapy Center Widyatama Torehkan Karya Bagi Starbucks

Dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Starbucks lndonesia baru saja merayakan kehadirannya selama 17 tahun di Tanah Air. Bersamaan dengan perayaan tersebut Starbucks meluncurkan koleksi tas (tote bag) dan tempat minum (tumbler) koleksi terbatas yang dirancang oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Art Therapy Center Widyatama. Kolaborasi Starbucks terwujud dengan The Special ID yaitu sebuah social enterprise yang didirikan pengajar Art Therapy Center Widyatama di Bandung. The Special ID menghubungkan kreator dengan para peminat karya yang dibuat oleh mereka yang berkebutuhan khusus atau difabel. Ada tiga desain yang dibuat Starbucks bersama The Special 1D. Tiga desain tersebut dirancang oleh sosok yang berbeda. Liryawati, chief marketing officer Starbucks lndonesia, mengatakan kolaborasi kali ini dilakukan untuk memberi unjuk kalau setiap anak muda di Indonesia harus diberi kesempatan. Tidak terkecuali mereka yang difabel dan berkebutuhan khusus. “Mereka harus diberi kesempatan, supaya mereka juga bisa bersinar seperti anak muda lain,” kata liryawati.

Pendiri The Speclal ID sekaligus pengajar di Art Therapy Center Widyatama, Firli Herdiana, mengatakan Starbucks merupakan retail pertama yang menggandeng anak-anak di tempatnya. “Kami senang kerja sama ini. Anak-anak jadi memiliki tempat. Karya-karyanya diakui dan didagangkan,” ujarnya. Adalah Hendra Gunawan, Fatur Ridho, dan Claudia Panca, yang karyanya terpilih sebagai desain tas dan tempat minum. Hendra melahirkan desain dengan tema Bhineka Tunggal Ika. Desain Hendra terwujud dalam beragam wajah berwarna-warni dengan latar belakang putih. Hendra menerangkan, wajah-wajah tersebut adalah para pahlawan di Indonesia yang mewakili keanekaragaman. Karya Fatur lebih banyak dibalut warna dasar biru. Karyanya terinspirasi dari perjalanannya melihat gedung-gedung di Eropa dengan panduan Google Maps. Sedang karya Claudia diberi judul Milo the Cat. Claudia yang seorang mahasiswi semester 6 jurusan desain grafis melukiskan seekor kucing yang suka tersenyum ketika dia tidur.

Anne Nurfarina, Direktur Art Therapy Center Widyatama, mengatakan kolaborasi anak-anak asuhannya dengan Starbucks membuktikan kalau difabel dan anak berkebutuhan khusus juga bisa berkarya dan menghasilkan. Menurutnya, meski zaman sudah modern stigma masih tetap melekat pada difabel dan mereka yang berkebutuhan khusus. “Banyak perusahaan yang masih belum mau menyerap tenaga kerja difabel dan berkebutuhan khusus,” kata Anne. (Hms – 28 Mei 2019)