Home Blog Page 41

Mahasiswa Bahasa Jepang S1 Widyatama ikuti Program Pasona International Exchange di Jepang

Nabila Hidayat mahasiswi Program Studi S1 Bahasa Jepang Universitas Widyatama berhasil terpilih sebagai satu-satunya mahasiswi asal Indonesia dari sekian banyaknya pelamar dari Perguruan Tinggi penyelenggara bahasa Jepang lainnya di Indonesia. Program ini diikuti oleh mahasiswa/mahasiswi asing sebagai utusan dari universitas berreputasi dari seluruh dunia. Nabila kali ini berkesempatan mengikuti serangkaian Program Pasona Interna_onal Exchange yang diselenggarakan oleh Pasona Group Jepang. Rangkaian kegiatan yang diikuti Nabila di antaranya mengikuti orientasi, gala dinner, menerima pembelajaran mengenai manajemen, mengikuti berbagai acara kebudayaan Jepang, presentasi hasil pemagangan dan pesta perpisahan.

Kamis (28/6) waktu setempat, Nabila tiba di Tokyo Jepang langsung menuju apartemen yang disediakan Pasona Group. Selain mendapatkan kesempatan belajar langsung atmosfer kerja dan kebudayaan Jepang, ia juga melakukan beberapa aktifitas yang tak kalah seru, antara lain visitasi ke beberapa perusahaan dan juga menikmati wisata di Negeri Sakura tersebut.

Bersama 20 mahasiswa/mahasiswi lain, ia pun akan mengikuti internship di perusahaan di Jepang. Nabila akan mengikuti program magang (internship) sebagai penerjemah di Hitachi Tokyo selama 3 bulan terhitung mulai Juli hingga September 2018. Seluruh pembiayaan serta akomodasi, termasuk tiket pesawat ditanggung oleh perusahaan ditanggung oleh perusahaan dan mahasiswa akan mendapatkan uang saku sebesar 120.000 yen atau sekitar 14 juta rupiah setiap bulannya.

Di sela wawancara melalui aplikasi pesan Whatsapp, Nabila menceritakan pengalaman yang menyenangkan mengenal kebudayaan secara real di Jepang. Ia sangat senang bisa bertemu dengan mahasiswa/mahasiswi terpilih yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di negara lain di antaranya Amerika Serikat, Eropa, China, Vietnam, Korea, Hongkong, Taiwan dan sebagainya.

Ketua Program Studi Bahasa Jepang S1 Universitas Widyatama Dinda Gayatri Ranadireksa, M.A., Ph.D menyampaikan Universitas Widyatama sangat support terhadap pengembangan potensi mahasiswa, hal ini ditunjukan dengan membina mahasiswa hingga mendapatkan grant Pasona yang tahun ini diraih oleh Nabila. (Ed) Humas Widyatama.

 

 

 

Tantangan Kewirausahaan UKM Adalah Ciptakan Pasar

Wawancara bersama : Perry Tristianto,
Pengusaha Bandung – Jawa Barat

TANTANGAN KEWIRAUSAHAAN UKM ADALAH CIPTAKAN PASARBagi orang yang bersentuhan dan berkecimpung di bidang kewirausahaan di Bandung, atau Jawa Barat, bisa dibilang mengenal Bapak yang satu ini. Perry Tristianto, seorang wirausahawan Bandung & Jawa Barat yang telah merintis berbagai usaha, dan berhasil. Dalam meraih kesuksesannya, pria lulusan Stanford College – Singapura ini selalu berupaya membuka dan menciptakan pasar. Ia tak pernah memasuki pasar. Pasalnya, keuntungan yang diperoleh dari menciptakan pasar akan lebih besar ketimbang memasuki pasar. Ia juga bisa mengubah jalanan yang semula sepi menjadi jalanan ramai. Hal ini dilakukannya demi menciptakan pasar. Perry berhasil mengubah jalan Sukajadi yang sepi menjadi ramai dengan factory outlet. Ia juga sukses menyulap kawasan Geger Kalong hingga Lembang – Bandung menjadi tempat yang ramai. Ia mampu mendirikan Kampung Bakso, Rumah Sosis, Tahu Susu Lembang, Floating Market, dan Farm House (Kompas.com). Berikut hasil petikan inti sari wawancara beliau tentang kewirausahaan.

Komunita : Kami menyoroti isu yang sedang berkembang seputar kewirausahaan (entrepreneurship) di wilayah Jawa Barat. Mengingat jumlah pengusaha termasuk UKM (Usaha Kecil Menengah) masih sekitar 3,1%, sementara terdapat beberapa kendala yang dihadapinya baik dari sisi legalitas maupun permodalan. Bagaimana pandangan bapak dalam menyikapi hal ini ?

Perry Tristianto : Menurut pendapat saya mengenai permasalahan UKM yang terjadi di Jawa Barat terlalu dimanjakan oleh berbagai fasilitas dari pemerintah, sehingga terkesan menginginkan sesuatu yang serba gratisan. Sementara, saya memandang bahwa hampir semua pelaku UKM tidak mampu menciptakan pasar yang langsung berhubungan dengan konsumen akhir (pembeli). Kebanyakan sikap para pelaku UKM selalu menitipkan produknya pada berbagai toko, seperti: supermarket yogya. Padahal seharusnya bukan dititipkan, namun langsung dijual banyak memikirkan tentang modal, akan tetapi kebanyakan berfikir bagaimana mengatur strategi agar produknya dapat terjual dengan cepat.

kepada konsumen akhir sehingga modalnya akan terus berputar. Hal inilah yang menimbulkan pretensi bahwa kaitannya dengan proses titip menitip barang, bermakna tidak ada pengusaha besar yang membantu kepada pengusaha kecil untuk terus maju. Malah pada akhirnya, para pelaku UKM besar semakin makmur akibat didorong terus oleh pengusaha kecil. Dengan melihat kondisi ini, saya menyatakan kehebatannya kepada para pedagang kaki lima yang mampu menjual produk melalui proses interaksi langsung dengan pembeli. Mereka tidak

Komunita : Apakah potensi/skill sumber daya manusia yang diperlukan oleh para wirausaha (entrepreneur) telah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan ? (khusus bagi alumnus perguruan tinggi). Mohon penjelasannya seiring dengan semakin meningkat jumlah lulusan perguruan tinggi dari berbagai jenjang ?

Perry Tristianto : Saya pernah berbicara di forum kementerian dengan beberapa perwakilan perguruan tinggi; yakni dari medan dan ujung padang. Menurut para utusan dari perguruan tinggi tersebut menyatakan bahwa saat ini kita sedang mengalami kekurangan jumlah UKM yang berkecimpung pada bidangnya masing-masing. Sementara saya sendiri mengamati bahwa di Bandung jumlah pelaku UKM sudah sangat banyak dengan semakin maraknya para WUB (wirausaha baru) berkiprah melakukan berbagai pembinaan dan penyuluhan.

Sisi lainnya yakni telah banyak universitas berkelas, lalu memiliki nama terkenal dengan biaya relatif mahal memiliki jurusan kewirausahaan (entrepreneurship). Namun coba kita perhatikan, ternyata alumnus dari jurusan tersebut tidak mampu berkarir sebagai seorang entrepreneur sejati. Yang pada akhirnya, kebanyakan dari mereka kembali berkarir menjadi pegawai baik pada instansi pemerintah ataupun swasta. Oleh karenanya, saya menyatakan bahwa perilaku entrepreneurship itu timbul bukan dipelajari dalam bidang formal namun proses pembelajarannya berdasarkan istilah Learning by Doing , yakni suatu proses pembelajaran melalui implementasi sekaligus penerapan langsung di lapangan.

Komunita : Bagaimana cara mengimplementasikan konsep kewirausahaan dalam dunia akademis dan pelaku UKM itu sendiri ?

Perry Tristianto : Menurut saya berikan fasilitas memadai yang ada kaitan dengan bisnis melalui modal secukupnya. Sebagai contoh dibuatkan wadah inkubator bisnis yang bermodalkan kecil agar menjadi pemicu semangat dalam pengembangan potensi diri dan bakat masing-masing. Selain inkubator bisnis bisa saja diterapkan model koperasi yang memberikan modal cukup memadai sehingga akan menambah jumlah peminat dan pelaku bisnis dari kalangan akademisi. Metode yang diterapkannya biasa melalui ajang pembuatan proposal sebagai bentuk rencana bisnis guna memperoleh hasil implementasi sesuai harapan bersama. Namun dari sekian banyak proposal bisnis yang dibuat, menurut pilihan saya yaitu jenis proposal yang kesannya tidak tersusun rapih namun ide dan implementasi dilapangannya sangat bagus. Saat ini saja saya sedang membina para wirausaha mandiri yang disponsori oleh Bank Mandiri. Melalui ajang tersebut, mereka saling berlomba membuat proposal bisnis guna meraih juara sehingga pada akhirnya memperoleh modal usaha. Dari sejumlah proposal yang telah dibuat, sudah baik dan tersusun secara rapih mengenai ide rencana bisnisnya. Namun dalam implementasinya, sering dihadapkan pada berbagai kendala sehingga segala yang telah direncanakan menjadi gagal untuk diterapkan.

Hal inilah menurut kesimpulan yang saya bahwa dalam rangka memulai untuk melakukan suatu bisnis, agar diperhatikan aspek implementasinya dengan matang bukan sekedar mengejar kemenangan untuk mendapatkan modal usaha. Yang paling penting adalah bagaimana suatu bisnis dapat diwujudkan secara nyata tanpa basa basi yang berkepanjangan.

Komunita : Berkaitan dengan semakin maraknya metode pengembangan bisnis jaman sekarang yakni melalui mekanisme ‘Digital Online’ serta nuansa media sosial yang memberi warna bagi perkembangan online shop pada berbagai gerai toko. Bagaimana pandangan bapak sebagai pelaku UKM sekaligus kaitannya dengan usaha yang sedang dijalani ?

Perry Tristianto : Memang bila kita mendengar dan melihat langsung kondisi saat ini, mengenai perubahan gaya hidup konsumtif seseorang telah bergeser ke arah suasana yang relatif lebih simpel dan praktis, terutama jika dihubungkan dengan perkembangan bisnis online. Berbicara tentang perubahan berarti kebanyakan orang menanggapi dengan adanya perubahan teknologi. Saat ini beberapa perusahaan berkategori sedang dan besar, telah berusaha memenangkan persaingan melalui media online. Sementara usaha yang saya jalani hingga detik ini, masih menerapkan jalur ‘hospitality = Keramahan’. Artinya bahwa saya berpendapat untuk saat sekarang masih belum sepenuhnya efektif menggunakan media online karena sebagian pengusaha masih membutuhkan tenaga kerja terampil.

Media promosi yang saya terapkan bukan melalui online akan tetapi bagaimana membuat strategi bagi para pembeli agar mereka dilibatkan pula menjadi penjual. Bagi saya jargon hospitality itu paling penting, apalagi telah secara langsung diterapkan pada bidang pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata, terjadinya lingkup pariwisata terdiri atas: 60% dari budaya, 35% infrastruktur dan 5% buatan manusia. Makna budaya disini bukan lagi sekedar dari adat istiadat dan tarian daerah, melainkan suatu nilai tatakrama atau sikap yang harus kita junjung tinggi dalam berinteraksi kepada sesama apalagi bila diterapkan dalam bidang bisnis.

Komunita : Apa harapan bapak terhadap banyaknya kebijakan melalui berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah terhadap perkembangan UKM di Indonesia ?

Perry Tristianto : Sebenarnya berbagai jenis UKM kita sangat menarik, karena mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, namun masih terkendala oleh sistem pemasaran. Maka dari itu harus terus dilakukan pembinaan yang terarah sehingga akan membuka wawasan pengetahuan dari berbagai aspek keilmuan, khususnya pada bidang pemasarannya. Diharapkan para pelaku UKM tidak sekedar menunggu kucuran dana dan fasilitas pemerintah, namun tetap saja terus berusaha semaksimal mungkin mengerjakan usahanya dengan baik sesuai aturan dan kebijakan pemerintah. Regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tentunya diputuskan dalam rangka peningkatan dan pengembangan UKM guna meraih tingkat kesejahteraan bagi masyarakat di Indonesia.

Komunita : Selama ini yang dilakukan bapak dalam mengkoordinir para UKM tentu ada saja hambatan yang terjadi. Kira-kira apa saja hambatan yang dialami oleh kebanyakan para UKM dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya ?

Perry Tristianto : Mereka memiliki teknik tersendiri dalam berusaha, namun belum memahami tentang konsep variasi layanan dalam teknik operasional pengemasannya yang membuat pembeli menjadi tertarik. Lebih dari itu pula, layanan dan fasilitas yang nyaman, bersih dan higienis pun tentu harus diperhatikan sekali agar konsumen betah dan mau datang kembali untuk melakukan pemesanan berulang. Rata-rata hampir para pelaku UKM kita tidak memiliki konsep dalam menciptakan pasar untuk mengambil simpati dari para konsumen. Malah terkadang mereka melakukan usaha pada berbagai tempat yang dipandang kurang? layak/tidak nyaman bagi kita ataupun pemerintah setempat. Hal inilah yang membuat saya memiliki inisiatif untuk menciptakan pasar melalui berbagai strategi dan konsep yang matang dalam mengkoordinir para pelaku UKM agar mau berdagang di area yang telah tersedia berbagai fasilitas memadai, menarik dan nyaman bagi semua kalangan pembeli di manapun. Kami pun menyediakan sarana kenyamanan dan playground yang tertata rapih bagi semua pengunjung individu maupun kelompok atau keluarga berupa taman permainan, taman perkebunan, serta area menarik lainnya sehingga akan membuat pengunjung menjadi betah berada di dalamnya dan akan terus menjadi inspirasi bagi diri sendiri serta pengunjung lainnya untuk datang kembali.

Komunita : Apa yang memberikan rasa ketertarikan bapak dalam menggeluti bidang UKM, sehingga mampu memberikan kesan dibenak konsumen akan adanya nuansa warna yang berbeda dalam berbelanja ?

Perry Tristianto : Berbicara mengenai dunia entrepreneurship ini memang menarik bagi diri saya karena selalu memberikan warna keindahan tersendiri, dinamis, variatif dan berinteraksi satu dengan yang lainnya dari berbagai daerah. Sebagai contoh lokasi wisata berkuda de Ranch yang saya miliki telah memberikan suasana di alam bebas dan nyaman, sambil menikmati area berkuda bagi para pengunjung. Konsep area yang tertata rapih, enak dipandang serta terdapat area playground dan outbound ini membuat betah konsumen didalamnya. Pokoknya berbincang tentang dunia kewirausahaan ini menjadikan diri kita selalu bermanfaat bagi orang lain khususnya dalam pengembangan konsep serta atau ide gagasan? menarik dengan lebih kreatif dan inovatif.

Komunita : Terkait dengan adanya konsep market ? in apa yang menjadi alasan bapak mendirikan konsep ini bila dihubungkan dengan bisnis kewirausaan?

Perry Tristianto : Market-in ini tentu didirikan karena lahirnya WUB (wirausaha baru) dan kepanjangan dari organisasi IMA (Indonesia Marketing Association) Jabar yang pada waktu itu diketuai saya sendiri. Hingga saat ini pun keberadaan IMA masih simpang siur kepastiannya, sehingga muncul lagi organisasi baru bernamakan ICSB yang digagas pula oleh pak Hermawan. Nah, usulan dari saya agar ICSB ini dapat digabungkan dengan dewan organisasi UKM yang ada di koperasi. Untuk ketua pengurusnya bisa diambil oleh pak Duddy selaku Kepala Dinas UKM yang memiliki kewenangan di provinsi Jawa Barat. Saya memandang bahwa terlalu banyak wadah organisasi bagi UKM membuat nantinya jadi pusing sendiri dan tidak fokus. Oleh karenanya lebih baik disatukan saja agar mampu tercapai target dan tujuan utamanya sehingga dengan segera dapat diimplementasikan di masyarakat.

Komunita : Bagaimana harapan bapak terhadap para pelaku UKM bagi pengembangan dan peningkatan kualitas serta kuantitas produknya di masa mendatang ?

Perry Tristianto : Iya mereka perlu lebih banyak lagi belajar mengenai konsep pemasaran yang baik dengan diawali oleh hal-hal kecil, sehingga nantinya akan terus berkembang sedikit demi sedikit, selain itu perlu pengorbanan dan kegigihan. Selama ini para pelaku UKM telah hebat-hebat dalam menciptakan produk bagi konsumen, akan tetapi ilmu dagangnya yang masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan rasa kenyamanan bagi konsumen dalam berbelanja. Itulah pentingnya konsep ‘hospitality in entrepreneurship’ yang membawa suasana keramahan pada dunia kewirausahaan sehingga akan terus menjadikan inspirasi yang mendalam di benak konsumen. (Nugroho Hardiyanto)

TANTANGAN KEWIRAUSAHAAN UKM ADALAH CIPTAKAN PASAR (2)

 

 

Kopi yang Baik itu yang Digiling, Bukan Digunting KEBANGKITAN KOPI JAWA BARAT – KOPI JAVA PREANGER

Ajang SCAA (Specialty Coffee Association of America) Expo telah membawa kembali nama harum kopi Jawa Barat? yang dulu dikenal dengan sebutan Java Preanger. Pada ajang SCAA (Specialty Coffee Association of America) di Atlanta Amerika Serikat tersebut kopi Gunung Puntang asal Jawa Barat mendapat perhatian khusus para buyers yang hadir. Mereka menawar dengan harga tertinggi diantara kopi lainnya. Harga jual pada saat lelang (auction) mencapai 55.00 US $ per Kg merupakan penawaran termahal.

Peristiwa yang sangat mengejutkan di April 2016 tersebut tidak tanggung-tanggung mencakup lima kopi lainnya asal Jawa Barat. Setelah melalui uji standar Caswells Coffee (cita rasa) dan hasil penawaran pada saat lelang sebanyak 6 (enam) kopi asal Jawa Barat mengharumkan nama Indonesia. Ke enam kopi terbaik Jawa Barat yang mewakili Indonesia di ajang SCAA Atlanta, adalah :

  1. Kopi Gunung Puntang, Pangalengan Jawa Barat pada ketinggian: 1.200 Mdpl; Kelompok Tani: Murbeng Puntang – Ayi Sutedja urutan pertama dengan score : 86,25; harga Jual (USD per Kg): 55.00; dan dibeli oleh Phil Goodlaxson.
  2. Kopi Mekarwangi, Sindangkerta, Ciwidey Jawa Barat pada ketinggian: 1.400 Mdpl; CV. Frinsa Agrolestari – Wildan Mustofa urutan kedua dengan score : 84,75; harga Jual (USD per Kg): 30.80; dan dibeli oleh Sean Boyd.
  3. Kopi Malabar Honey, Pangalengan Jawa Barat pada ketinggian: 1.500 – 1.700 Mdpl; PT. Sinar Mayang Lestari – Ir. Slamet Prayogo urutan keempat dengan score: 84,00; harga Jual (USD per Kg): 24,75 dan dibeli oleh Phil Goodlaxson.
  4. Kopi : Java Cibeber, Ciwidey Jawa Barat pada ketinggian: 1.400 Mdpl; Organisasi Anomali Coffe – H. Asep Sukmana urutan kesembilan dengan score : 83,33; harga Jual (USD per Kg): 18.15 dan dibeli oleh Jack Treatman.
  5. West Java Pasundan Honey, Gunung Tilu, Jawa Barat pada ketinggian: 1.500 Mdpl; PT. Javanero Indonesia Arta – Dedi Darmadi urutan kesebelas dengan score : 83,17; harga Jual (USD per Kg): 17.05 dan dibeli Brian Phillips.
  6. Kopi : Andungsari, Weninggalih, Sindangkerta, Jawa Barat; petani Wildan Mustofa urutana ketujuhbelas dengan score: 83,00; harga Jual (USD per Kg): 10.67 dan dibeli oleh George R. Guthrie.

Dunia menghargai kopi Jawa Barat dengan harga yang sangat tinggi karena kualitas dan citarasa yang spesiik. Artinya kualitas kopi Jawa Barat telah kembali, sekaligus pengakuan ini memposisikan Jawa Barat sebagai penghasil kopi terbaik dunia.

Specialty Coffee Association of America/SCAA merupakan organisasi perdagangan nirlaba untuk industri kopi khusus. Dengan anggota yang berlokasi di lebih dari 40 negara, SCAA mewakili segmen yang berbeda dari industri kopi khusus, termasuk produsen, roaster, importir / eksportir dan pengecer. SCAA didirikan tahun 1982, olehlima pendiri : Donald Shoenholt, Ted Lingle, John Randall, Phylls Baldenhofer, Peter McLaughlin.

Kebangkitan Kembali Kopi Jawa Barat

Setelah lenyap selama beberapa dekade, perlahan tapi pasti, para petani Jawa Barat tergerak kembali untuk menghidupkan kopi Jawa Barat yang pernah memimpin dunia pada era VOC. Jawa Barat didominasi daerah pegunungan memiliki sumber daya alam sangat subur dan lingkungan hidup yang baik untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman pangan, sayuran, hortikultura sampai tanaman perkebunan seperti kopi. Di dataran rendah bumi Priangan ini banyak dijumpai tanaman kopi jenis robusta, sementara di dataran tinggi lebih didominasi tanaman kopi jenis arabika.

Secara umum kualitas kopi Jawa Barat, baik robusta maupun arabika mempunyai citarasa yang khas dan unik. Perbedaan tempat dan perbedaan pohon pelindung memberikan citarasa berbeda pula, sehingga tanaman kopi di wilayah Jawa Barat memiliki beragam citarasa yang khas dan unik. Untuk melindungi kekhasan yang dimiliki, maka secara bertahap diupayakan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa perlindungan Indikasi Geograis (IG).

Didorong tingginya permintaan pasar lokal maupun internasional serta dukungan pemerintah provinsi, para petani mulai kembali membuka lahan-lahan kopi yang dulunya mati. Dengan kesadaran baru, keengganan petani pada kopi pun berubah menjadi kecintaan yang luar biasa.

Mengamati keseriusan dan minat petani yang makin bertambah untuk mengembangkan kopi.Tahun 2011 mulai diproses perlindungan untuk kopi yang ditanam di 11 gunung dengan 2 varian. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan Provinsi memberikan berbagai fasilitas dan sarana alat pengolah kopi untuk mendukung semangat petani yang mulai bangkit kembali. Kopi yang akan didaftarkan untuk mendapatkan Perlindungan Indikasi Geograis tersebut adalah Kopi Arabika yang ditanam di wilayah yang memiliki agroklimat yang sesuai untuk budidaya kopi yaitu didataran tinggi Priangan yang berada pada ketinggiaan setidaknya 1.000 m dpl.

Proses panjang yang tidak mudah pun berhasil dilalui, dan membuahkan keberhasilan. Indikasi Geograis tersebut diperoleh pada tanggal 22 Oktober 2013 dengan nama produk Kopi Arabika Java Preanger/KAJP. Nama produk ini diambil dari sebutan untuk kopi Arabika yang dihasilkan para petani wilayah Priangan, yang telah terkenal sejak lama karena memiliki rasa serta aroma sangat spesiik dan berbeda dengan kopi-kopi jenis lain yang ada.

Kopi Jawa Barat yang belum termasuk dalam Kopi Arabika Java Preanger juga memiliki cita rasa dan aroma spesiik yang tentunya berbeda dengan citarasa dan aroma yang dimiliki KAJP. Oleh sebab itu baik kopi arabika maupun kopi robusta dapat diajukan lagi perlindungan Indikasi Geograisnya, sesuai citarasa atau varian yang akan dilindungi. Dengan demikian akan sangat dimungkinkan bakal terdapat banyak IG kopi di Jawa Barat.

Kopi Arabika Java Preanger yang telah mendapatkan IG, maupun Kopi Arabika Jawa Barat lainnya berlomba untuk kembali merebut kejayaan yang pernah menjadi penopang perekonomian Jawa Barat masa lalu.

Pada tahun 2013, setelah mengantong i perlindungan IG, kopi Jawa Barat sudah mulai kembali diekspor meski belum bisa dikatakan sangat banyak. Beberapa negara tujuan telah terwujud saat ini. Kopi Jawa Barat telah diekspor ke Maroko, Belgia, Korea, Inggris, Hongkong, China, Jerman dan negara lainnya.

Keberhasilan ini tidak akan tercipta tanpa kerja sama semua pihak, yakni: petani, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat, dan para pencinta kopi. Kami mendapat banyak bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah setempat, ujar Wahid, petani kopi Palasari. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan, berbagai peralatan, hingga difasilitasi ketika akan ikut festival maupun kontes di luar negeri. Sangat terbantu. Karena bagaimanapun kopi akan membawa Jawa Barat mendunia dan berhasil dalam pembangunan. Ia berharap, pemerintah terus membantu rencana kampungnya mengembangkan wisata di sana. Sebab kini banyak wisatawan dari berbagai daerah datang ke tempatnya untuk melihat kopi dan takjub dengan alam di Pegunungan Manglayang. “Nanti bukan hanya pembangunan secara perekonomian dan pendidikan . Kami akan mengembangkan pariwisata yang ditunjang infrastruktur, tentunya bersama-sama dengan pemerintah,” tuturnya.

Pemilik dan pengolah kopi Priangan, PT. Morning Glory Coffee International, Nathanael Charis melihat langsung bagaimana proses kerja sama ini berlangsung. Semua pihak, dari petani hingga pemerintah bergandengan tangan, berjuang keras, untuk membuat kopi Jawa Barat mendunia. Kami berjuang bersama. Hingga kopi Jabar mendapat skor yang tinggi dari 70 ke 89 dan mendapat pengakuan dunia. Untuk pertama kalinya juga sejak tahun 1924, kopi dari Pangalengan diekspor ke Australia, tuturnya. Data Dinas Perkebunan Jabar mencatat, dalam kurun waktu 2012-2015, ekspor biji kopi mencapai 187 ton dengan nilai 1,3 juta dollar AS. Sementara ekspor kopi dalam bentuk olahan dalam rentang waktu yang sama menembus 150 ton dengan nilai mencapai 7 juta dollar AS. Kini, permintaan kopi terus meningkat. Untuk mengimbanginya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggenjot pertumbuhan tanaman kopi. Hingga tahun 2016, luas perkebunan kopi di Jawa Barat telah mencapai 33.889 hektar dengan produksi 17.683 ton. Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Arief Santosa menjelaskan luas tanaman kopi di tatar Sunda ini mencapai 37.725 hektare dengan potensi lahan seluas 50.000 hektare dan dapat dimaksimalkan hingga 200.000 hektare. Penyebaran bibit kopi unggul kepada para petani sudah berlangsung sejak 2014. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2017 telah menargetkan 5 juta benih kopi disebar kepada petani. Jadi total dari 2014 hingga 2017, benih kopi yang tertanam di Jawa Barat bisa mencapai 10 juta.

Sisi lain, pada Minggu, 19 Maret 2017 sebanyak 40 pegiat kopi Jawa Barat memeriahkan #NgopiSaraosna Vol. 1 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Pada 28-30 April 2018, Kopi Jawa Barat membuka stand Ngopi Saraosna edisi mini dan stand Dekranasda menjadi salah satu komoditas primadona dalam 2nd Indonesia Week 2018 Nagoya, di Nagoya TV Tower di Mochinoki Hiroba (Central Park), Jepang. Saya bangga, keunggulan kopi asal Jabar (Jawa Barat) yang selalu menjadi suvenir wajib ketika saya berkunjung ke luar negeri direspons sangat positif oleh mitra kerja sama, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat itu dalam pembukaan acara tersebut di Nagoya, Jepang, Sabtu, 28 April 2018. Kopi Jawa Barat juga berhasil menjadi primadona pada Indonesian Weekend London, di Potter Field Park, Inggris, Sabtu-Minggu 8-9 September 2018. Sebanyak 30 kg kopi dari lima daerah di Jawa Barat yang digelar booth Humas Jabar habis terjual, pada pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan KBRI London dan Bangga Indonesia. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat, Mohamad Ariin mengatakan selama dua hari pelaksanaan pameran, antrian selalu terlihat di Pavilion Jawa Barat menandakan antusiasme warga London untuk mencicipi Kopi Jawa Barat.

Sumber : http://disbun.jabarprov.go.id/,https://news.detik.com/berita-jawabarat/, https://nasional.tempo.co/ , https://www.pikiran-rakyat.com/luarnegeri/

 

 

Surga Tersembunyi di Subang Mata Air Cimincul Tempat Wisata Baru yang Harus Kamu Datangi!

Mata air Cimincul Kasomalang Subang (Foto : Yanda R)Tempat Pemandian Air Mata Cimincul (Foto : Yanda R)

Minat traveling kini semakin tinggi. Terbukti semakin banyak destinasi wisata tersembunyi yang tiba-tiba muncul dan populer di sosial media. Sebut saja popularitas Tebing Keraton yang belum juga surut, Situ Cilembang hingga Umbul Manten Klaten yang masih menyisakan misteri. Kini muncul kembali sebuah tempat yang memiliki potensi wisata di Subang. Mata Air Cimincul di Subang ini sebening Situ Cilembang Sumedang dan Umbul Manten di Klaten.

Dalam bahasa Sunda, warga kerap menyebut sumber mata air dengan Sirah. Misalnya seperti Sirah Cilembang. Sedangkan dalam bahasa Jawa, warga kerap menyebut sumber mata air dengan Umbul yang artinya menyembul keluar. Destinasi mata air memang kini cukup meroket popularitasnya. Karena pesona jernihnya air merupakan pesona yang langka saat ini. Wajar jika banyak traveler yang memburu tempat-tempat tersembunyi berupa mata air ini.

Mata Air Cimincul ini ada di Subang, Jawa Barat. Alamat Mata Air Cimincul di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Nah, mungkin karena sudah cukup modern, sumber mata air ini memang sudah dinamai dengan mata air Cimincul. Jika ditelaah lagi sebetulnya Cimincul ini berasal dari bahasa Sunda. Menurut warga sekitar Cimincul ini berasal dari dua kata Cai Mincul yang berarti air yang timbul.

Tak heran jika di Jawa Barat banyak daerah yang berawalan nama Cai yang berarti Air. Banyak sekali kan yang pernah kamu ketahui terutama nama kabupaten di sekitar Bandung. Misalnya seperti Cimahi, Cimindi, Ciburial, dan lain sebagainya. Bisa jadi dulu, daerah tersebut juga terdapat mata air yang dijadikan sebagai sumber kebutuhan air masyarakat, namun seiring populasi masyarakat yang meningkat mata air itu kemudian surut dan menghilang. So, jika kalian menemukan mata air seperti ini sudah seharusnya dirawat dan dilestarikan keberadaannya.

Tempat ini Bakal Hits Kayak Umbul Ponggok Klaten, mata Air Cimincul boleh dibilang merupakan destinasi wisata tesembunyi di Subang. Inget yah Subang dan Sumedang itu lokasi yang berbeda. Jadi jangan sampai kalian nyasar ke Sumedang buat nyari mata air Cimincul ini. Namun, Subang dan Sumedang ini jaraknya tidak terlalu jauh kok. Subang bisa diakses dari Bandung atau melalui Tol Cipali dari exit gate Kalijati.

Mata Air Cimincul ini memang saat ini sudah diketahui beberapa wisatawan khususnya dari Subang. Padahal dulunya mata air ini jarang sekali dikunjungi. Namun, keberadaan mata air ini bisa menjadi berkah bagi warga sekitar. Utamanya memang memberikan pemasukan dari sektor pariwista. Saat ini memang sudaMata Air Cimincul ini memang saat ini sudah diketahui beberapa wisatawan khususnya dari Subang. Padahal dulunya mata air ini jarang sekali dikunjungi. Namun, keberadaan mata air ini bisa menjadi berkah bagi warga sekitar. Utamanya memang memberikan pemasukan dari sektor pariwista. Saat ini memang sudah banyak beberapa warung yang berjualan. Namun sayangnya, mata air Cimincul ini belum dikelola secara profesional.

Mata air Cimincul Kasomalang Subang (Foto : Yanda R)

Letaknya yang berada di tengah area persawahan menjadikannya layak untuk dijuluki sebagai surga tersembunyi Subang, yag luar biasanya adalah airnya yang begitu jernih dan rasanya kami tim Lawatan Majalah Komunita ingin meminumnya, karena air ini sangat jernih dan bersih sekali.

Lupakan Sejenak Umbul Ponggok Klaten, Mata Air Kasumber juga tak Kalah Keren, selain mata air Cimincul di desa yang sama Pasanggrahan, Kasomalang, terdapat mata air Kasumber. Wuiiihhh beningnya juara banget deh. Lihat saja sendiri. Beningnya gak kalah dengan mata air yang berada di Klaten seperti umbul Ponggok dan Umbul Manten.

Foto Mata Air Kasumber (Foto : Yanda R)

Mata Air Kasumber ini pun tidak kalah jauh dengan Umbul Ponggok dan Umbul Manten Klaten. Dasarnya dipenuhi dengan batuan dan pasir yang terkesan seperti berada di lautan. Tak perlu jauh-jauh ke laut untuk berfoto underwater dengan aman. Di Mata Air Kasumber ini kalian bisa selie. Hasilnya pun tak mengecewakan. Wajah dan ekpresi kalian akan dengan mudah terekam di kamera. Pastikan kamera kalian anti air yah. Seperti ini fotonya kira-kira:

Foto Mata Air Kasumber (Foto : Yanda R)

Beberapa traveler memang sedang gandrung dengan penggunaan Dome. Dome ini semacam alat setengah lingkaran transparan sehingga bisa memotret dua alam dengan mudah. Hasilnya seperti ini:

Foto Dome (Source : http://wisatajawa.com/wisata-mata-air-cimincul-wisata-hits-baru-di-subang/)

  • Tips dan Panduan Menuju Mata Air Cimincul Subang Jawa Barat
  • Jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Perhatikan kebun warga, jangan sampai merusak atau mengambil apapun.
  • Jalan menuju kesini cukup curam, jadi gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Pastikan pengemudi handal, karena jalan daerah Subang sempit, berkelok dan terjal.
  • Bawa pakaian ganti jika ingin berenang.
  • ?Don’t judge by its cover pesona mata air itu bukan dilihat dari atas, tapi difoto dari dalam permukaan air.
  • Untuk mendapatkan foto yang keren, gunakan gear kamera tahan air serta dome (alat foto) agar bisa menciptakan foto dua alam. Daratan dan bawah permukaan air bisa ditangkap gambarnya dengan mudah.
  • Datang sore atau pagi hari agar cuaca lebih bersahabat dan tidak terlalu terik.
  • Jangan ambil apapun kecuali foto dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki.

Lokasi Menuju Mata Air Cimincul, Kasomalang, Subang, Jawa Barat.

Sumber : Featured IG @yanda.ramadana

Universitas Widyatama Terima Studi Banding Universitas Bengkulu

 

Fakultas Bisnis & Manajemen (FBM) Universitas Widyatama menerima kunjungan dari Program Studi Doktor Ilmu ManajemenUniversitas Bengkulu (DIM-FEB UNIB) di ruang rapat FBM gedung D lantai 2. Rombongan dari UNIB disambut Dekan FBM? Dr.Deden Sutisna, M.N., S.E., M.Si.

Pada sambutannya Deden mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaannya memilih FBM Widyatama sebagai tujuan kunjungan Universitas Bengkulu. Dalam sambutannya Dekan FIP UNY menerima sambutan hangat kepada se_ap para tamu kunjungan sebagai komitmen fakultas untuk berbagi ilmu dan bentuk silaturahmi antarlembaga. Selanjutnya ditayangkan video company profile Widyatama sebagai tampilan bagaimana Widyatama dengan tagline Friendly Campus for Future Business Pro, diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari masing-masing lembaga.

Perwakilan DIM UNIB sedang berdiskusi perihal rencana kerjasama dengan Universitas Widyatama.

Selanjutnya wakil rombongan UNIB, Dr. Muhartini Salim selaku Sekertaris Program DIM UNIB memberikan penjelasan maksud dan tujuan kedatangan rombongan ke Universitas Widyatama. Selain untuk menambah ilmu dan berbagi pengalaman, juga ingin menjalin kerjasama dan mengajak dosen Universitas Widyatama untuk melanjutkan studi Doktor di DIM UNIB. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama di mainhall Widyatama. (Ed) Humas Widyatama.

 

Indonesian Bamboo Socienty (IBS) Komunitas Bambu Dari Bandung

Tumbuhan yang banyak terdapat di wilayah Indonesia ini ternyata mempunyai nilai ekonomis maupun kesehatan, bahkan nilai estetis yang cukuptinggi. Apabila disentuh oleh daya kreatifitas yang handal. Sebagai bukti potensi dari bamboo ini sudah diangkat oleh berbagai kelompok masyarakat. misalnya berbagai bahan bangunan rumah sejak jaman dahulu, nenek moyang kita telah menggunakannya. Bahkan sebagian perabot rumahnya pun dibuat dari bamboo. selain itu berkembang produksi alat music yang terbuat dari bamboo seperti angklung, biola, gitar, suling, atau air bamboo yang dijadikan obat herbal yang sudah terkenal dikalangan masyarakat.

Sekelompok orang yang berkecimpung dengan produk bamboo ini datang dari berbagai keahlian, akhirnya bersinergi dan membentuk sebuah komunitas bernama Indonesian Bamboo Community (IBC), Dibentuk pada 30 April 2011 Komunitas ini berkembang berdasarkan kecintaan terhadap bamboo. bahkan ada anggota komunitas yang sengaja melakukan riset tentang seluk beluk bamboo dan jenis-jenis bamboo yang terdapat di Indonesia. Pelopor dan pencetus komunitas ini antara lain Bapak Adang yang memiliki basic teknik ilmu material dan Abah Yudi Rahmat yang merupakan pengrajin bamboo, dan pemilik museum Bambu Bapak Anang Suryana . Mereka berkeinginan mengembangkan produk bambu menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi maupun estetika tinggi.

Komunitas ini sendiri memiliki divisi produk dan divisi musik. Untuk divisi produk anggota dapat belajar membuat beragam produk alat musik yang berasal dari bambu. Antara lain seperti; Contra bass, cello, gitar, perkusi, kecapi,biola hingga saxophone yang terbuat dari bambu.

Sedangkan untuk produk selain alat music adalah para anggota berlatih untuk memainkan alat musik dari bambu. Mereka berkesempatan untuk tampil di berbagai acara festival seperti Java Jazz Festival dan Blues Festival.

Hasil produksi peralatan musik yang dibuat oleh komunitas ini juga untuk dijual kepada masyarakat. Dimana peminat yang datang rupanya tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, seperti dari Negara Amerika Serikat, Meksiko, Belgia, Perancis, Yunani, Jepang, Inggris.

Indonesian Bambo Community (IBC) telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat bahkan dari pemerintah. Antara lain penghargaan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat berupa Anugerah Inovasi Jabar tahun 2014 untuk kategori bidang seni dan budaya. Salain itu IBC pun pernah mendapat penghargaan dari MURI berupa pembuatan Angklung setinggi 14 meter.

Sekertariat komunitas ini beralamatkan di Jalan Melong Asih No 23 atau mengunjungi akun fanpage Facebook ; Indonesia Bamboo Community., Instagram @inabamboon Twitter @ibc_30. Disana mereka banyak memposting beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, juga produkproduk buatannya.

Sedikit perkenalan dengan produk bamboo, kita dapat merasakan nuansa bamboo di Dusun Bambu Lembang obyek wisata yang tergolong cukup baru di kaki gunung Burangrang tepatnya beralamat di jalan Kolonel Masturi KM 11 Cisarua Bandung Barat.

Pemandangannya sangat indah. tersedia pula villa yang tentunya terbuat dari Bamboo. bahkan lokasi ini sangat tepat untuk digunakan untuk foto selfie ria. setelah anda letih berkeliling dusun tersedia juga foorcourt yang siap dengan berbagai menu kuliner sesuai dengan selera anda.

Pemandangannya yang indah dengan beraneka macam bunga serta sungai buatan yang langsung menuju danau.

Kembali kepada keberadaan komunitas. Saat ini terletak di keramaian Jalan Raya Cibeureum No.16 Bandung, dan di tengah sesaknya deretan pertokoan dan perumahan, terselip sebuah bangunan berlabelkan “Museum Bambu”. Pelataran bangunan yang terasa sejuk, lengkap dengan berbagai tanaman hijau tertata rapi di pelatarannya. Dinding dan lantai bangunannya didominasi oleh lapisan bambu, menegaskan kesan bangunan yang antik dan klasik.

Ketika memasuki Museum Bambu lebih dalam, akan kita temui ruangan demi ruangan berisi berbagai pernik dan kreasi kerajinan bambu. Ada patung, sepeda, perkakas rumah tangga, alat musik seperti gitar dan biola, juga ada lukisan. Semuanya terbuat dari bambu. Semua karya seni ini adalah buah tangan pihak pengelola dan anggota yang tergabung dalam komunitas Indonesian Bamboo Society (IBS).

Bapak Anang Suryana, pemilik museum bambu di kawasan Cibeureum, membuka fakta keberadaan komunitas pecinta bambu yang pernah berdiri sejak tahun 1993, yang bernama Indonesia Bamboo Society. Penggagas sekaligus pengelolanya adalah Pak Anang Sumarna sendiri.

Di Jerman, bambu sangat diapresiasi, dimanfaatkan, dan dihargai, contohnya angklung. Kenapa di indonesia tidak dimanfaatkan, padahal di luar negeri dihargai banget, gimana caranya biar bambu ini dioptimalkan. Tutur Bapak Adang. Misi dari IBS adalah membudidayakan bambu, agar lebih bernilai, dihargai, dan bias dijadikan sarana wiraswasta oleh masyarakat umum. Misi dari IBS adalah membudidayakan bambu, agar lebih bernilai, dihargai, dan bisa dijadikan sarana wiraswasta oleh masyarakat umum. Mengingat kondisi museum yang sudah 5 tahun tidak berfungsi dan terlantar. Pak Anang pun mempersilakan IBS untuk berkreasi, menetap di museum bambu miliknya, tutur pak Adang pria yang sempat kuliah S2 di Jerman ini.

Sampai sejauh ini, IBS sudah menggaet 80 anggota resmi. Pernah manggung di berbagai tempat di Bandung, dan sebagian sempat ditayangkan di media elektronik. Adapun jumlah alat musik bambu yang telah dihasilkan berjumlah sekitar 12 buah, meliputi gitar bambu rytm, melodi, dan bass. Biola, seksofon bambu, klarinet, terompet, kontrabas bambu, selo bambu, kecapi bambu, dan ada 12 produk alat musik bambu. Rencana ke depannya, ia bersama Abah Yudi ingin membuat drum bamboo dan piano bambu. (http://nasionalisrakyatmerdeka.wordpress.com/).

Ribet Mengurus Hak Cipta

Kegiatan utama komunitas ini mengajarkan dan membimbing masyarakat agar bisa berkreasi dan membuka usaha lewat bambu. Semua alat yang dipakai berasal dari rumah: gergaji, pisau, golok, tidak memberatkan cukup dengan modal kecil. Yang mau berwiraswasta, nggak perlu modal besar, asal ada kemauan. Kita Sering ngadain pelatihan, seperti pelatihan kemarin di Dago, membuat alat musik dari bambu. Gratis, jelasnya.

Sayangnya mimpi-mimpi komunitas masih belum sempurna, karena dukungan finansial masih terbatas. Bukan hanya itu, hak paten produk alat musik bambu temuan mereka pun belum mereka peroleh. Kita ribet kalau sudah memikirkan hak cipta, yang biayanya harus menghabiskan berpuluh-puluh juta. Instansi dan pemerintah sudah ngomong, tapi bantuan riil belum ada. Kita ada sekitar 12 alat musik, bisa habis berapa puluh juta itu Kita inginnya, hak cipta dipegang sama kita, tapi kalau orang lain mau bikin dan produksi, kita membebaskannya.

Tapi, keterbatasan materi dan kesederhanaan fasilitas, bukanlah hal yang utama. Bagi Adang, selama ada kemauan, dan kesungguhan dalam menjalankan sebuah rencana, pasti selalu ada jalan. Ia akan tetap gigih meniti mimpi bersama IBS, yaitu membuat sebuah grup orkestra bambu. Semoga. [SONIA FITRI/ Jurnalistik UIN Bandung/ BandungOkeCom] NRMnews Bandung, Kalau ada yang meminta untuk menyebutkan alat musik dari bambu, alat musik seperti angklung, suling calung, atau karinding, mungkin akan jamak terdengar. Tapi biola, gitar, ataupun bass dari bambu Ini memang tidak biasa.

Tapi di tangan Yudi Rahmat, ini semua jadi bisa dilakukan. Lewat perkumpulan Indonesia Bamboo Society (IBS) bersama Adang Muhidin, Yudi kian mantap untuk menyuarakan dentingan berbagai alat musik bambu kreasinya.

Alat Musik Bambu

Berawal dari biolanya yang rusak karena terjatuh, Abah Yudi, sapaan akrab Yudi, lalu terpikir untuk membuat kembali biola dari bambu. Keberhasilannya membuat biola bambu di tahun 1979 itu, ternyata membuatnya ketagihan untuk membuat bambu menjadi alat musik lainnya. Selang setahun, jadilah gitar bambu. Saxophone juga berhasil dibuatnya dari bambu pada 1982. Untuk terompet ini lebih susah dapatnya.

Biola malah lebih gampang, karena biola senarnya sudah pasti C-A-D-G. Gitar juga begitu, gitar tinggal mengikuti jumlah fretnya aja dari gitar yang ada. Kalau kendang tinggal, bambu dibelah, dirangkai, dilapisi kulit, terang Abah.

Berbagai teknik pun dilakukan Abah agar nada yang keluar serupa dengan bunyi biola asli. Pertama Abah mencoba membuat biola dari bambu, ternyata tak berbunyi. Dari pencaraiannya, ternyata bambu perlu ditipiskan terlebih dulu. Penipisan dilakukan di bagian dalam bambu agar ruang resonansi lebih besar.

Penipisan ini juga membuat getaran dawai bisa dihantarkan ke badan biola. Abah Yudi malah berhasil membuat dua macam biola, alto dan tenor. Untuk membuat biola bersuara Alto di bagian bawah dawai, dipasangkan kulit. Sementara yang tidak dipasangkan kulit, menjadi suara tenor.

Meskipun terbilang unik, namun rekan Abah Yudi yang sesama pemusik ataupun rekanrekan teater di tempatnya bergabung, tak tertarik dengan inovasi yang dibuat Abah. Itu waktu saya di Jakarta. Tiga tahun belakangan, saya pindah ke Bandung. Ternyata seniman di Bandung lebih bisa menerima karya saya ini, tutur Abah lagi. ( Oleh : Red NRMnews / Eka Shantika ).

Jembatan Bambu untuk rakyat pedesaan

Kita sering mendengar keluhan masyarakat desa yang putra-putrinya terpaksa harus mengarungi sungai yang deras dengan cara berenang untuk pergi kesekolah, karena belum tersedia jembatan yang layak dan aman untuk menyebrang dari suatu desa ke desa lainnya. Dari pihak Pemerintah daerah setempat mengalami kesulitan untuk menyediakan dana yang cukup mahal untuk sekedar membangun jembatan penghubung tersebut. Namun skala prioritas yang membuat dukungan dana itu tidak dapat disediakan. Bisa dibayangkan untuk membuat suatu jembatan minimal harus tersedia dana sebesar lebih dari dua miliar rupiah. Tetapi apabila dibangun jembatan yang terbuat dari bahan bamboo mungkin nilainya tidak terlalu mahal, apalagi bahan bamboo tersebut juga tersedia di sekitar desa tersebut, mungkin akan semakin murah, namun fungsinya akan bermanfaat bagi masyarakat desa kedua belah pihak.

Air Bambu sebagai obat herbal

Disamping sebagai bahan bangunan rumah, atau peralatan music dan sebagainya ternyata khasiat bamboo dapat juga dijadikan sebagai obat herbal. yaitu cairan atau air bamboo yang diyakini dapat mengobati penyakit yang berkaitan dengan darah. Selain itu juga sebagai peningkatan daya tahan tubuh agar selalu sehat. Hanya sebagian kecil masyarakat yang mengetahui tentang khasiat air bamboo ini sehingga dapat dijadikan penghasilan sehari-hari. (dari berbagai sumber) (EB/2018)

 

 

MRT Jakarta – Peluang Wirausaha, Magang dan Kerja

Wawancara bersama : Tuhiyat, Ak.,MM.,QIA.,CMA.,CA

Chief Financial Officer PT. MRT Jakarta

Chief Financial Officer PT MRT JakartaMRT Jakarta adalah Mass Rapid Transit Jakarta. Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat TerpaduJakarta merupakan sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik yang sedang dibangun di Jakarta. PT Mass Rapid Transit Jakarta adalah operator dari moda angkutan cepat, transportasi umum tersebut. Moda ini mulai operasi pada Maret 2019 dengan panjang sistem 110,8 km (rencana). Dalam kaitan kuliah umum di Fakultas Bisnis & Manajemen Universitas Widyatama, Komunita mewawancarai Chief Financial Officer/CFO PT. MRT Jakarta, Bpk. Tuhiyat, Ak.,MM.,QIA.,CMA.,CA.menyangkut pandangan beliau tentang kewirasusahaan dan dunia kerja.

Komunita : Bagaimana pandangan bapak mengenai isu kewirausahaan di Indonesia terutama bila dikaitkan dengan peluang yang ada pada perusahaan MRT (Mass Rapid Transportation) dalam membangun sisibisnisnya hingga memberi ruang bagi peningkatan sektor usaha kecil dan menengah ?

Tuhiyat : Tema kewirausahaan ini sebenarnya cocok dengan jalan pemikiran saya terutama dalam pengembangan keterampilan sebagai seorang entrepreneur. Untuk di perusahaan MRT itu sendiri sebenarnya kami telah memberi ruang khusus bagi pelaku sektor UKM dalam mengembangkan bisnisnya. Kami menyediakan area bisnis per’pot (satuan gerai toko) dengan sebutan wilayah con-cord level underground area tepatnya pada stasiun bawah tanah satu tingkat sebelum masuk area pemberangkatan kereta. Jenis gerai usaha yang dipasarkan pada wilayah tingkat tersebutdisesuaikan dengan kebutuhan utama dari para konsumennya, seperti: gerai F&B (food & beverage), gerai fashion, dan lainnya. Dari sejumlah 13 stasiun fase 1 yang sedang kami kerjakan di kota jakarta, kami sediakan dan fasilitasi 3 stasiun khusus bagi pengembangan bisnis UMKM. Itulah salah satu bentuk kepedulian kita perusahaan MRT Jakarta terhadap keberlangsungan bisnis bagi para pelaku UMKM. Kemudian kita juga mengakomodir jenis bisnis khusus yang disesuaikan dengan corak khas serta budaya bangsa Indonesia.

Komunita : Berkenaan dengan adanya bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen & mahasiswa. Apakah elemen perguruan tinggi dalam hal ini tingkat prodi atau fakultas dapat berperan dalam pembinaan khususnya pada pengembangan UMKM di perusahaan yang dikembangkan MRT ?

Tuhiyat : Pada fase konstruksi pengerjaan projek MRT ini, diberikan ruang bagi dunia pendidikan khususnya tingkat perguruan tinggi dalam melakukan penelitian dan studi terkait dengan tunnel booring machine (pengeboran tunnel). Kemudian kami pun menyediakan ruang bagi para mahasiswa dalam melakukan praktek kerja (magang) disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Pada fase operasional, kami juga akan membuat satu lembaga yang bernama MRT academy – dimana nantinya para mahasiswa ataupun dosen dapat melakukan riset, pengembangan keilmuan dan lainnya melalui wadah tersebut. Sangat dimungkinkan pula Perusahaan MRT melakukan kerjasama dengan dunia pendidikan khususnya elemen perguruan tinggi dalam melakukan pengembangan pengetahuan yang diterapkan pada setiap projek bisnis kami. Hal ini dikarenakan pihak perguruan tinggi memiliki sarana dan prasarana memadai berikut tim ahlinya dalam menunjang kebutuhan projek khususnya bagi peningkatan keilmuan perusahaan MRT.

Komunita : Bentuk kerjasama seperti apa yang dapat dikembangkan oleh perusahaan MRT terhadap dunia pendidikan (perguruan tinggi)

Tuhiyat : Perkembangan yang mendesak saat ini dalam dunia modern di kota besar yakni mengenai Urban Development. Kami membutuhkan para ahli dibidangnya sekaligus perangkat yang menunjang didalamnya. Adapun bentuk kerjasama yang kami harapkan yakni dibukanya fakultas tersebut sehingga nantinya penyerapan tenaga ahli dapat diexplore secara komprehensif. Pembangunan MRT pertama kali memang di kota Jakarta sesuai dengan settingan rencana jangka panjang perusahaan kami yang terus berkembang dan akan menjadi contoh bagi pembangunan berikutnya di provinsi serta negara lain. Kami pun terus melakukan pembenahan secara gradual & terarah agar mencapai target penuh menjadi perusahaan global yang mandiri serta kontraktor besar bagi rencana pembangunan selanjutnya

Komunita : ada 3 aspek yang perlu dikembangkan untuk berkolaborasi dengan perusahaan yang bapak pimpin; yakni: aspek teknik, aspek bisnis dan aspek tenaga ahli. Tentu hal ini dibutuhkan adanya ketersediaan jiwa wirausaha pada masing-masing aspek tersebut. Kira-kira saran apa yang dapat bapak sampaikan kepada dunia pendidikan dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli pada perusahaan MRT ?

Tuhiyat : Saya rasa hal ini bisa dimasukkan kedalam program ‘Link & Match’ antara dunia usaha dengan dunia pendidikan tinggi. Berdasarkan Perda Pemprov DKI mengenai adanya tenaga ahli pertama dari perusahaan Jepang (Japan Company) sebagai pioneer dalam kontrak kerja projek MRT ini memang sudah ditetapkan. Namun dimasa mendatang diharapkan kita sudah dapat melakukannya sendiri khusus pada bidang konstruksi sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dari dalam negeri. Contohnya permintaan tenaga ahli di bidang teknik sipil, mesin elektrik, planologi, urban development, arsitek. Sementara tenaga ahli bidang penunjang lainnya seperti : supporting skill, operator khusus bidang perkeretaapian dan entrepreuneur yang mumpuni dalam mengembangkan berbagai bisnis disesuaikan dengan nuansa perusahaan MRT yang terbagi dalam beberapa booth koridor.

Komunita : Menarik sekali penjelasan bapak mengenai ketersediaan booth khusus pada beberapa koridor stasiun MRT sebagai ruang bagi area pengembangan bisnis UKM. Apakah nantinya ruang khusus area bisnis tersebut akan terkelola dengan rapih dan nyaman serta tidak semrawut (tidak sedap dipandang) ?

Tuhiyat : Khusus yang berkaitan dengan iklan dan telekomunikasi sudah terlaksana sesuai mekanisme sistem tender terbuka dan dimenangkan oleh satu perusahaan. Jadi bagi perusahaan yang ingin beriklan maka dapat menghubungi perusahaan pemenang tender tersebut supaya terhindar dari unsur penipuan dan ketidakjelasan. Begitu juga dengan telekomunikasi yang telah dimenangkan oleh satu perusahaan. Bila terdapat perusahaan perbankan yang akan menghubungkan sistemnya menggunakan aplikasi ‘wifi’, maka dapat menghubungi perusahaan pemenang tender bidang telekomunikasi tersebut. Namun berbedadengan perusahaan ritel yang bermaksud mengembangkan bisnisnya pada beberapa area khusus, dimana secara langsung perusahaan kamiyang mengatur mekanisme segalanya. Hal ini dikarenakan apabila terdapat perusahaan ritel yang tidak mengikuti aturan & SOP, maka kami tidak segan menegakkan aturan. Beberapa pedoman dan aturan standar demi kenyamanan dan keamanan bagi para konsumen inilah yang akan kami terapkan pada semua lini stasiun, khususnya berkaitan dengan area pengembangan bisnis agar tidak terlihat semrawut.

Komunita : Bagaimana saran dan harapan bapak selaku pimpinan perusahaan MRT Jakarta terhadap hubungan antara dunia usaha dan dunia pendidikan tinggi terkait pengadaan tenaga ahli yang dibutuhkan pada berba gai bidang agar kami pun dapat mempersiapkannya dengan baik?

Tuhiyat : Bagi saya secara pribadi, pendidikan leadership berfokus pada mental yang memang sangat dibutuhkan disamping pendidikan teknislainnya. Hal ini tentu akan memiliki implikasi dan implementasi di masyarakat sebagai faktor adanya sifat keramahan dan kesopanansebagai ciri budaya bangsa serta tetap memperhatikan unsur-unsur kedisiplinan, kejujuran dan kegigihan dalam bekerja. Saya menyarankan kepada dunia pendidikan tinggi agar mekanisme ‘Link & Match’ ini dapat terus diimplementasikan, agar program kegiatan magang yang dilakukan oleh anak didik dari berbagai perguruan tinggi dengan bidang tertentu dapat terus dijalankan. Kemudian komunikasi kanberbagai ide dan informasi antara kedua belah pihak dengan momen dan waktu yang tepatagar kami pun dapat saling membantu dan bekerjasama khususnya dalampenyerapan tenaga ahli yang dibutuhkanoleh perusahaan MRT. (Writtenby Abdul Rozak)

Pendidikan Dan Pengalaman Berwirausaha Pengaruhi Sikap Berwirausaha ?

Pendidikan Dan Pengalaman Berwirausaha Pengaruhi Sikap BerwirausahaMasih diperdebatkan apakah seorang wirausaha dilahirkan atau tumbuh hanya karena bakat alamiah. Faktanya ada orang sejak lahir sudah pandai, berani mengambil resiko, pandai berhitung dan lainnya. Namun, tidak dapat dipungkiri pendidikan dan pengalaman juga berpengaruh terhadap sikap berwirausaha.

Penelitian Gist (2010an) pada komunitas Start Up di negeri Paman Sam membandingkan wirausaha yang berbasis pendidikan versus berbasis pengalaman. Disebutkan dunia teknologi kini diisi banyak anak muda belum berpengalaman mendirikan perusahaan diawali ketika menangani proyek saat mereka kuliah. Kenyataan yang cukup berlawanan sesungguhnya mayoritas para pendiri adalah lulusan atau bahkan bergelar master di bidang ilmu kejuruan masing-masing. Penelitian Gist tersebut menggambarkan : 46% mereka lulus kuliah, 45% memiliki gelar master, 2% bergelar Doktor, dan hanya 7% tidak tamat jenjang kuliah. Akan tetapi untuk permasalahan keuangan, para wirausaha yang tidak tamat kuliah atau memiliki gelar master di bidang sains dan bisnis memiliki kemampuan meningkatkan keuangan lebih baik, dibanding wirausaha yang memiliki gelar keilmuan. Rata-rata kegagalan saat memulai suatu usaha secara nasional di negeri Paman Sam sebesar 40% usaha di bidang teknologi mengalami kegagalan di tahun pertama. Sementara untuk alumni program Techstars tingkat kegagalan usaha sebesar hanya 6,5%, sedangkan program Y Combinator sebesar 22%. (TechStars dan Y Combinator adalah akselerator startup mentoring-driven).

Beberapa wirausahawan dan pendiri terkenal di bidang teknologi yang memiliki gelar master di bidang keilmuan, diantaranya : Mark Fincus pendiri Zynga lulusan Harvard bergelar MBA, Sergey Brin salah satu penggagas Google bergelar MBA dan Master Sains, Jerry Yang dan David Filo para pendiri Yahoo. Sedangkan wirausaha atau pendiri alumni program Techstar dan Y Combinator, yakni : Mike Lewis (pendiri Kapost), Trip Alder (Scribo), Steve Huffman (Reddit), Brian Chesky (Airbnb), Tom Chikoore (Filtrbox).

Setelah ditelaah lebih mendalam, persentase kesuksesan para wirausaha atau pendiri yang mengkombinasikan ilmu dan pengalaman dalam dunia industri mencapai 85%. Program Techstar telah menciptakan perusahaan sebanyak 92 sejak tahun 2007. Sebanyak 79 perusahaan masih aktif beroperasi, 7 perusahaan mengalami akuisisi dan hanya 6 yang gagal. Sementara itu, program Y Combinator menciptakan 144 perusahaan sejak tahun 2005 dengan tingkat kesuksesan sebesar 57%.

Sementara, penelitian Andhika Wahyudiono dalam Jurmal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan, Vol. 4. No. 1, Tahun 2016 menguraikan arti penting pendidikan dan pengalaman bagi sikap berwirausaha mahasiswa.

Diuraikannya bahwa, Pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam perkembangan wawasan dan keterampilan seseorang untuk mandiri dalam berusaha dengan berbagai potensi yang dimiliki. Pendidikan kewirausahaan menurut Tung (2011) adalah proses transmisi pengetahuan dan keterampilan kewirausahan kepada siswa untuk membantu mereka dalam memanfaatkan peluang bisnis. Pendapat ini diperkuat oleh Saroni (2012) yang menjelaskan bahwa pendidikan kewirausahaan adalah program pendidikan yang menggarap aspek kewirausahaan sebagai bagian terpenting dalam pembekalan kompentensi anak didik. Pendidikan kewirausahaan dirancang untuk menanamkan kompetensi, keterampilan dan nilai ? nilai yang diperlukan dalam mengenali peluang bisnis, mengatur dan memulai usaha baru (Brown dalam Izedonmi & Okafor, 2010). Demikian pula, Lestari & Wijaya (2012) pendidikan kewirausahaan tidak hanya memberikan landasan teoritis mengenai konsep kewirausahaan tetapi membentuk sikap, perilaku, dan pola pikir (mindset) seorang wirausahawan (entrepreneur).

Karena itu, pengaruh pendidikan kewirausahaan selama ini telah dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penting menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa dan perilaku berwirausaha di kalangan generasi muda (Kourilsky & Walstad, 1998). Demikian pula, Hisrich & Peters (1998) memandang pendidikan penting bagi wirausaha, tidak hanya gelar yang didapatkannya saja, namun pendidikan juga mempunyai peranan besar dalam membantu mengatasi masalah-masalah dalam bisnis seperti keputusan investasi dan sebagainya.

Hal ini diperkuat hasil penelitian Gallant et al. (2010), memandang kewirausahaan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pendidikan kewirausahaan merupakan komponen penting dalam penciptaan dan pengembangan sikap kewirausahaan. Hasil penelitian Hegarty (2006) membuktikan bahwa kelompok belajar dalam pendidikan kewirausahaan yang disebut NICENT (Northern Ireland Centre for Entrepreneurship) dapat meningkatkan sikap positif kewirausahaan di Irlandia Utara.

Pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan di kampus memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha, sehingga membentuk pengamalan berwirausaha mereka. Namun peran pendidikan kewirausahaan tidaklah cukup dalam membentuk sikap kewirausahaan mahasiswa. Pengalaman berwirausaha berperan penting dalam menambah pengetahuan dan kemampuan dalam keahlian dan keterampilan dalam berwirausaha. Hal ini dikarenakan pengalaman memberikan pengetahuan awal seseorang sebelum bertindak dalam memaksimalkan usahanya sehingga tanpa disadari orang tersebut sudah memiliki kemampuan memprediksi hasil yang diperoleh atas tindakan dalam usahanya.

Kunjungan Universitas Bale Bandung

Rabu (18/7) setelah sebelumnya menerima kunjungan studi banding dari STIE PGRI Sukabumi, Career Center Widyatama kembali menerima studi banding dari Universitas Bale Bandung (UNIBBA) di Ruang Rapat Rektorat Gedung A lt.2. Tepat pukul 10.00 WIB rombongan diterima oleh Kepala Career Center Widyatama Pipin Sukandi, S.E., M.M yang sekaligus sebagai Koordinator Wilayah Jawa Barat dan Banten Pemenang Bantuan Layanan Pusat Karir dan Pusat Karir Lanjutan dari Kemenristek Dikti, selain dari Pusat Karir Universitas Widyatama mereka juga diterima oleh para Dekan, Ka.Prodi, Biro dan Pusat dari Universitas Widyatama yang dibuka oleh Sekertaris Yayasan Widyatama Drs. H. Lili Irahali dan Sekertaris Universitas Uning Kuraesin, M.Pd. Rombongan UNNIBA yang dipimpin oleh Achmad Darmawan (Ketua Yayasan) didampingi oleh Rektor Dr. Ir. H. Nasep Rachmat, M.M., M.Sc beserta jajarannya dan beberapa staff Pusat Karir membahas pengelolaan Pusat Karir yang ada di Universitas Widyatama sebagai Koordinator Wilayah Jabar dan Banten. Diskusi dan sharing mengenai Informasi yang banyak digali oleh UNIBBA adalah mengenai pengelolaan IT, Program Kewirausahaan, dan bagaimana membangun hubungan yang baik antara Career Center Widyatama dengan perusahaan dan pencari kerja.

Ditemui setelah diskusi bersama tim pusat karir Widyatama selesai, Dra. Rinayanti Laila Nurwulan, M.Pd. selaku Ketua Pusat Karir UNIBBA mengungkapkan harapannya setelah berkunjung ke Career Center Widyatama adalah dapat mengimplementasikan langsung dengan SDM yang dimiliki oleh UNIBBA. Setidaknya kami dengan ini akan merancang standar dalam pengelolaan pusat karir UNIBBA. Lembaga ini kan dibuat untuk kebermanfaatan bagi mahasiswa, calon lulusan, dan alumni. Diharapkan Widyatama juga dapat menjadi model untuk keberkembangan pusat karir perguruan tinggi lainnya, termasuk UNIBBA ungkap Rinayanti. (Ed) Humas Widyatama

Studi Banding Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Bali

Fakultas Ekonomi (FE) dan Falultas Bisnis Manajemen (FBM) Universitas Widytama kedatangan rombongan tamu dari Fakultas Ekonomi universitas Hindu (UNHI) Bali. Acara yang dilaksanakan di Ruang Rapat Graha gedung Rektorat lantai 1 ini dimulai pada pukul 09.15 sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Rombongan Rektorat dan dosen FE UNHI yang berjumlah 28 orang dari UNHI ini disambut secara langsung oleh oleh Dekan FE Widyatama R. WediRusmawan K, DR., S.E., M.Si., Ak, CA dan Dekan FBM Widyatama Dr. Deden Sutisna, M.N., S.E., M.Si. Acara yang diawali dengan sambutan dari Dr. Deden Susna, M.N., S.E., M.Si sekaligus memperkenalkan Struktural di FE dan FMB Widyatama lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan dan Wakil Rektor UNHI serta Wakil Rektor SDM Universitas Widyatama Dr. H. Nuryaman, S.E., M.Si., Ak., CA. Sementara rombongan mahasiswa UNHI sebanyak 200 orang diarahkan ke Gedung Auditorium (GSG) Widyatama disambut oleh Senat FE dan Senat FBM Widyatama.

Pimpinan Fakultas Kedua Universitas berdiskusi mengenai tata system rekrutmen dan peningkatan jabatan Fungsional yang di terapkan di Universitas Widyatama melalui 7 parameter. Penanganan dosen Widyatama terkait Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) dibawah rata-rata dilakukan pemanggilan dan pemberian motivasi guna peningkatan kualitas pendidikan di Widyatama.

Dr. Deden dan Dr. Wedi mengungkapkan Fakultas di Widyatama memiliki ke khasan dalam meluluskan mahasiswa, bagi lulusan FE mahasiswa dibekali sertifikasi brevet pajak dan tes CPA (Audit), sementara lulusan FBM mahasiswa dibekali sertifikasi MICE, Manajemen Perkantoran serta Perpajakan.

Guna mendukung proses pembelajaran, kedua Fakultas di Widyatamaini memiliki incubator bisnis dan akuntan. Fakultas Bisnis Manajemen berupaincubator bisnis yang diberi nama Business Community Development (BCD)sebagai wadah sekaligus laboratorium praktek bagi mahasiswa yang siap memulai bisnis dan Galeri Investasi sebagai sarana belajar mahasiswamengenal dan praktek langsung di bursa efek. Sementara untuk Fakultas Ekonomi berupa incubator yang diberi nama Tax Center dan Quantum.

Selanjutnya rombongan dari UNHI diajak untuk melihat sarana dan prasarana yang ada di Fakultas FE dan FBM, Business Community Development, Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, serta Gedung Pustakaloka.Acara diakhiri dengan foto bersama di Plasa mainhall widyatama .(Ed) Humas Widyatama.