Home Blog Page 42

Risiko Ekonomi & Kebijakan Pendanaan Yang Mempengaruhi Gejolak Return Saham Pada Perusahaan Berbasis Syariah

Abdul Rozak, SE.,M.Si??? Dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen Univeristas Widyatama

  1. Pendahuluan

Peranan pasar modal menjadi suatu hal yang sangat penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui wadah investasi atas sumber pembiayaan perusahaan. Bagi pemilik perusahaan yang ingin melakukan pengembangan bisnis, dapat melakukan investasi melalui lembaga pasar modal. Adapun jenis investasi yang ditawarkan dalam lembaga tersebut cukup beragam; mulai dari saham, obligasi dan surat berharga lain. Saham memberikan tingkat keuntungan optimal dan menarik bagi investor kendatipun risiko yang ditawarkan lebih tinggi dibanding jenis instrumen lainnya. Hasil keuntungan yang diperoleh investor berasal dari selisih antara harga pembelian saham dengan harga jual. Dengan berinvestasi saham pada perusahaan tertentu, investor telah memiliki dan ikut melakukan penyertaan modal dalam perseroan terbatas yang menerbitkan sahamnya. Dalam uraian penjelasan artikel ini, akan dibahas mengenai problematika risiko ekonomi dan kebijakan pendanaan pada salah satu indeks saham yang berlandaskan syariah islam yakni jakarta islamic index (JII). Pembentukan indeks saham tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam berinvestasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal agar dapat menjalankan syariah islam untuk berinvestasi di bursa efek. Hal ini tentu diharapkan kan mendukung transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. Investor melakukan transaksi di pasar modal umumnya dengan motif dapat menjual kembali sahamnya dengan harga yang lebih tinggi, sehingga dapat memperoleh keuntungan melalui return saham. Harga pasar saham selalu mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu sesuai dengan aktivitas pasar yang dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran saham di pasar. Apabila harga saham naik maka return saham yang diterima akan semakin besar, begitu juga sebaliknya apabila harga saham turun, maka return saham yang diterima akan berkurang. Berikut ini rerata return saham pada indeks jakarta islamic index untuk beberapa tahun pengamatan:

Selama periode pengamatan dengan melihat hasil survei yang ditampilkan pada tabel 1, menyatakan bahwa telah terjadi fluktuasi return saham dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2013 angkanya menembus hingga level -1,63%. Hal ini terlihat jelas bahwa gejolak volatilitas return saham memang selalu berada pada kondisi yang penuh ketidakpastian, terkadang dalam kondisi positif naik ataupun sebaliknya. Risiko dan return merupakan dua hal yang seringkali menjadi fokus perhatian dalam memutuskan pilihan investasi bagi para investor. Olehkarena itu, investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusannya. Di sisi lain, faktor yang juga dapat menyebabkan berfluktuasinya return saham adalah kebijakan pendanaan yang dalam hal ini menentukan bagaimana pihak manajemen perusahaan dapat menghimpun dana baik dari sumber internal maupun eksternal agar dapat membiayai berbagai keperluan guna keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Manajer perusahaan berusaha memaksimumkan kesejahteraan para investor melalui kewenangan yang diberikan dalam membuat keputusan tentang arah kebijakan pendanaan perusahaan. Kebijakan pendanaan tersebut harus memperhatikan laba perusahaan serta biaya yang harus dikeluarkan karena dua hal tersebut merupakan kunci utama pembuatan kebijakan pendanaan. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam artikel ini mengenai apakah risiko ekonomi dan kebijakan pendanaan memiliki pengaruh terhadap return saham selama periode pengamatan, sehingga menimbulkan kesenjangan hasil return saham dari tahun ke tahun yang berdampak pada kondisi ketidakpastian bagi investor.

  1. LiteraturReview

Menurut Sunariyah (2011:4) Investasi merupakan penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh individu atau kelompok yang memiliki kelebihan dana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengembangkan uang yang dimiliki sekarang dengan cara penanaman modal, baik langsung maupun tidak langsung dengan bertujuan untuk memperoleh manfaat (keuntungan) atas penanaman modal pada masa mendatang. Pasar modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Hal ini berarti bahwa pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha perusahaan untuk mendapatkan dana dari para investor. Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi dan penambahan modal kerja. Kedua sebagai sarana bagi investor untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, para investor dapat menempatkan dananya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrumen. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Menurut Mohammad Samsul (2006:335) terdapat banyak faktor yang mempengaruhi return saham baik yang bersifat makro maupun mikro ekonomi. Faktor makro ada yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Faktor makro ekonomi terinci dalam beberapa variabel; misalnya inflasi, suku bunga, kurs valuta asing, tingkat pertumbuhan ekonomi, harga bahan bakar minyak di pasar internasional, dan indeks saham regional. Faktor makro nonekonomi mencakup peristiwa politik domestik, peristiwa sosial, peristiwa hukum, dan peristiwa politik internasional. Sementara itu, faktor mikro ekonomi terinci dalam beberapa variabel; misalnya laba per lembar saham, dividen per-saham, nilai buku persaham, rasio hutang terhadap modal, dan rasio keuangan lainnya.

Risiko ekonomi diukur dengan koefisien beta (). Beta saham mengukur tingkat kepekaan saham terhadap perubahan pasar. Untuk menghitung beta digunakan teknik regresi yaitu mengestimasi beta sekuritas dengan menggunakan return sekuritas sebagai variabel terikat dan return pasar sebagai variabel bebas. Semakin besar beta suatu sekuritas semakin besar kepekaan return sekuritas tersebut terhadap perubahan return pasar (Tandelilin 2010:68). Dengan demikian, semakin besar beta maka semakin besar pula tingkat pengembaliannya (return) sehingga semakin berisiko suatu investasi (dengan ditunjukkan oleh koefisien beta). Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian Sinaga et al, (2016) bahwa risiko ekonomi sistematis berpengaruh signifikan dan positif terhadap return saham.

Kebijakan pendanaan sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini, manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya. Struktur modal merupakan imbangan antara modal asing atau hutang dengan modal sendiri. Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan jumlah hutang terhadap modal sendiri. Peningkatan Debt to Equity Ratio akan membuat pasar bereaksi negatif karena semakin tinggi perusahaan melakukan pendanaan menggunakan hutang maka semakin besar pula risiko mereka untuk mengalami kesulitan keuangan karena membayar bunga tetap yang terlalu besar bagi para kreditur setiap tahun dengan kondisi laba bersih yang belum pasti. Sehingga membuat investor tidak tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut. Permintaan saham yang rendah akan membuat harga saham menurun dan berdampak pada return saham yang menurun pula.

  1. Objek dan Sampel Penelitian

Jakarta Islamic Index (JII) terdiri atas 30 saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah islam. Pada awal peluncurannya, pemilihan saham yang masuk dalam kriteria syariah melibatkan pihak dewan Pengawas Syariah Danareksa Investment Management (DIM). Akan tetapi seiring perkembangan pasar, tugas pemilihan saham tersebut dilakukan oleh Bapepam-LK, bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Adapun teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling sesuai dengan pertimbangan dan kriteria tertentu. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh sebanyak 13 perusahaan terpilih menjadi sampel. Daftar sampelnya disajikan pada tabel berikut:

  1. Analisis dan Pembahasan

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksi oleh variabel independen. Dalam artikel ini menggunakan metode regresi linear berganda untuk menganalisis data karena menyangkut dua variabel independen yaitu : Risiko Ekonomi (X1) dan Kebijakan Pendanaan (X2), serta sebuah variabel dependen yaitu Return Saham (Y). Persamaan regresi linier berganda yang akan dibentuk adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e dimana,

Y = Nilai prediksi untuk Return Saham

a = Konstanta

b1,b2 = Arah koefisien regresi

x1 = Risiko Ekonomi(Beta)

x2 = Kebijakan Pendanaan(DER)

e = Distribusi error

Dengan menggunakan alat bantu software SPSS, diperoleh hasil analisis regresi linear berganda sebagai berikut:

Adapun dari hasil output SPSS tersebut, diperoleh suatu persamaan regresi:

Return Saham = -0,156 + 0,163 Beta + 0,062 DER + e Nilai a, b dan b dalam persamaan diatas dapat 1 2 diinterpretasikan sebagai berikut :

a. Konstanta sebesar -0,156 menyatakan bahwa jika kedua variabel Risiko Ekonomi(X1) dan Kebijakan Pendanaan(X2) bernilai 0 maka nilai Return Saham (Y) adalah sebesar -0,156.

b.Koe?sien Risiko Ekonomi(Beta) yaitu b memiliki 1 nilai koe?sien positif sebesar 0.163. Hal ini berarti apabila nilai koe?sien regresi variabel lainnya 0, maka Risiko Ekonomi akan meningkatkan Return Saham sebesar 0.163.

c. Koe?sien Kebijakan Pendanaan(DER) yaitu b 2 memiliki nilai koe?sien positif sebesar 0.062. Hal ini berarti apabila nilai koe?sien regresi variabel lainnya 0, maka Kebijakan Pendanaan akan meningkatkan Return Saham sebesar 0.062.

  1. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan antara variabel risiko ekonomi (Beta) terhadap return saham. Hal ini berarti terdapat hubungan searah antara risiko ekonomi terhadap return saham. Semakin meningkatnya risiko ekonomi maka return saham juga akan mengalami peningkatan. Sementara analisis terhadap variabel kebijakan pendanaan (DER) menunjukkan adanya pengaruh positif namun tidak begitu signifikan. Hasil ini mengimplikasikan bahwa para investor perlu memperhitungkan besar kecilnya risiko ekonomi, karena risiko ini merupakan risiko yang tidak mampu didiversifikasi sehingga besar kecilnya dapat mempengaruhi perubahan harga saham yang berdampak pada return saham. Sedangkan dari sisi kebijakan pendanaan mengimplikasikan kepada investor bahwa jika suatu perusahaan ingin berhasil mencapai target penyelesaiannya, maka diperlukan hutang sebagai sumber pendanaan. Pihak manajemen perusahaan yang mampu meningkatkan hutang dipandang positif oleh investor sebagai perusahaan dengan prospektif dimasa mendatang. Dengan adanya pandangan tersebut dapat merefleksikan bahwa kebijakan ini memiliki pengaruh positif meskipun dalam jumlah yang tidak begitu signifikan terhadap return saham. Investor sebaiknya memperhatikan pula faktor teknikal maupun fundamental terhadap return saham pada perusahaan berbasis syariah. Dari sisi teknikal dapat melalui faktor yang bersifat teknis, seperti: permintaan dan penawaran harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham individu dan gabungan. Sementara dari sisi fundamental dapat dipahami mengenai faktor stabilitas politik dan keamanan serta informasi kinerja perusahaan.

 

Mahasiswa Widyatama Raih Juara 1 Business Plan Competition 2018 UNAIR Banyuwangi

Mahasiswa Universitas Widyatama Irvnao Ridwansyah Hansen (0116101003), Via Registiany (0116101338), dan Adelia Eka Wahyuwardani (0216101404) dari Fakultas Bisnis & Manajemen dan Fakultas Ekonomi kembali menorehkan prestasi membanggakan untuk Universitas Widyatama karena berhasil menjadi juara 1 pada Business Plan Competition 2018 yang diadakan oleh Departemen Ekonomi Kreatif PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Setelah bekompetisi di babak 5 besar mengalahkan Tim dari Universitas Diponegoro, Tim dari Universitas Gadjah Mada, dan 2 Tim dari Universitas Brawijaya, Tim dari Universitas Widyatama yang dibimbing oleh D. J. Anderson Butarbutar, S.E.,S.Kom.,M.M. berhasil menjuarai ajang kompetisi perencanaan bisnis. Tim dan Universitas Widyatama berhasil menjadi juara 1 setelah berkompetisi dengan 150 tim dari universitas-universitas di Indonesia, ungkap D. J. Anderson selaku dosen pembimbing mereka.

Adelia mengungkapkan Aplikasi Ruang Jurusan adalah aplikasi yang akan memproses data dan informasi yang diberikan oleh pengguna tentang dirinya untuk mengetahui minat dan mengetahui kemampuannya serta mencocokan informasi tersebut dengan jenis pekerjaan atau karir yang tersedia yang nantinya dapat membantu pelajar-pelajar Indonesia lebih tepat menentukan pilihan jurusan. Universitas Widyatama dengan tagline Friendly Campus For Future Business Pro benar-benar membimbing dan mendukung mahasiswanya untuk berprestasi dan menghasilkan lulusan yang siap untuk menjadi profesional dalam bisnis.

Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain dalam mendulang prestasi dan saling mengapresiasi sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi diri sendiri dan orang banyak. VIVA UTAMA! (Ed) Humas Widyatama.

 

Menjadi Digital Marketer Handal di Era Industrial 4.0 Astriawati Jaeinab, S.E.

 

Rasanya sering banget denger kata-kata Digital Marketer dan Era Industrial 4.0 mahluk seperti apa sih mereka itu Yuk kita kupas satu persatu. Era Industrial 4.0 yaitu perubahan pola kerja dimana manusia bersinggungan dengan teknologi dan mesin data. Perubahan pola struktur kerja yang mengoptimalka internet sebagai media kerja yang sering juga disebut dengan Internet of Things (IoT). Istilah “Industri 4.0” berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Istilah “Industri 4.0” diangkat kembali di Hannover Fair tahun 2011. Pada Oktober 2012, Working Group on Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Anggota kelompok kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0. (sumber : www.wikipedia.com) Lalu apa hubungannya Digital Marketer dengan Era industrial 4.0 ini.

Banyak hal yang saling berkaitan salah satunya adalah pemanfaatan Teknologi komputer dan internet, karena seorang digital marketer bergantung dengan 2 hal tersebut.

Seorang digital marketer mampu mempromosikan barang ataupun jasa yang akan mereka perkenalkan ke masyarakat luas menggunakan media social. Kesiapan masyakarat luas untuk menerima perubahan cara promosi atau penerimaan informasi malalui media digital ini merupakan sebuah peluang besar. Contohnya bagi para pencari kerja, kita tinggal masuk ke beberapa situs pen cari kerja (www. jobsdb.com)atau www.jobstreet.com) dan memasukan kata kunci pekerjaan yang kita inginkan.ga perlu lagi tuh ngubek2 koran Cuma buat liat iklan tentang lowongan kerjaan hehehhe. Semua diberikan kemudahan atas penggunaan internet, semua orang bisa menggunakan internet, yang dimana kita hanya tinggal membuka perangkat elektronik kita (smartphone atau komputer) dan masuk ke menu pencarian seperti google atau masuk ke media social seperti Instagram atau Twitter lalu Semua informasi yang ingin kita ketahui bisa kita dapatkan dengan waktu singkat. Bagaimana Cara Digital Marketer Bekerja .

Tidak dipungkiri lagi perkembangan duni digital semakin cepat dan pesat. Kita melihat banyak peluang didalamnya, dan disitulah seorang digital marketer mulai dibutuhkan.

Dan sekarang menjadi seorang digital mar keter adalah profesi yang cukup menguntungkan, selain kita tidak perlu memiliki ruang kerja khusus, kita tidak perlu memiliki modal yang besar untuk memulainya alias gratis. Prinsip utama seorang digital marketer yaitu bahwa perhatian pengunjung di jejaring media social.

1.Search Engine Optimitation (SEO)

SEO adalah mesin pencari, bisa dibilang merupakan sistem yang tidak dapat dipisahkan ketika membicarakan mengenai dunia internet. SEO digunakan untuk menjadikan situs atau website Anda ditemukan dalam halaman awal yang paling relevan pada hasil mesin pencari dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini didasarkan fakta bahwa 95% orang yang mencari di mesin pencari Google hanya mengunjungi website yang muncul pada halaman pertama. Jikawebsite Anda belum mampu masuk dalam halaman pertama, cara yang diterapkan belum optimal dan harus kembali dievaluasi. Metode SEO bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, bisa juga menjadi bagian proses branding dan promosi. Dalam metode ini adanya riset terhadap kata kunci yang disesuaikan kebutuhan pasar sangatlah penting.

2. Social Media Marketing (SMM)

Bagi sebagian besar orang awam, mungkin media sosial tidak lebih dari cara untuk menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Akan tetapi bisa menjadi hal lain misalnya untuk bisnis, media sosial menjadi strategi untuk berkaitan dengan SEO dan konten secara beriringan. Media sosial seperti Twitter, Instagram, Google+, hingga Facebook memungkinkan khalayak untuk berbagi konten berharga dengan orang lain di dalam jaringan mereka. SMM merupakan salah satu cara promosi yang langsung tertarget sekaligus interaktif, apabila dilakukan dengan tepat maka bisa langsung meningkatkan penjualan dan keuntungan.

3. Content Marketing Konsep

content marketing sebenarnya suatu konsep yang sudah cukup lama diterapkan. Metodecontent marketing dibutuhkan untuk membantu membangun brand dan kepercayaan terhadap bisnis atau perusahaan Anda. Riset menunjukkan 6 dari 10 konsumen mengakui bahwa setelah membaca publikasi konten, mereka merasa lebih percaya terhadap suatu perusahaan. Akan lebih baik lagi jika ada variasi dan penyesuaian terhadap kebutuhan khalayak sasaran Anda supaya lajutraffic besar dan mampu membawapeningkatan signifikan. ( sumber : http://www.brightstars.co.id).

Tips untuk jadi Digital Marketer yang handal di era yg serba cepat.

1.Market Research

Dunia berkembang semakin cepat jika kita ga bisa mengimbanginya dijamin bakal ketinggalan deh. Apalagi dalam hal Konsumsi masyarakat dan kebiasan mereka akhir2 ini yang lebih sering bersinggungan dengan internet.

Sebagai digital marketer kita harus aktif di media social, adaptable dengan perkembangan teknologi karena menurut Apjii (Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia) Hasil survei yang berkerja sama dengan Teknopreneur itu menyebutkan, penetrasi pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 143,26 juta jiwa atau setara 54,7 persen dari total populasi republik ini. Pada survei serupa 2016 ke 2017″, ujar Henry K Soemartono, Sekretaris Jendral APJII, saat memaparkan hasil survei tersebut di Jakarta.

2. Kemapuan Visualisai Data yang baik.

Seorang digital marketer harus bisa memiliki skil analisa data yang baik. Hal ini dibutuhkan untuk menganalisa setiap kegiatan yang akan dilakukan atau bahkan sesudah dilakukan. Agar bisa menilai sebaik atau se efektif apakah hasil kinerja mereka selama ini , dan kemudian menetapkan langkah berikutnya agar penjualan online mereka semakin meningkat.

3. Membangun Relasi yang Baik dengan Relasi.

Dalam dunia bisnis terlebih lagi bisnis online sagat penting memiliki relasi yang banyak, karena kita bisa saling mendukung dalam hal promosi di jejaring social. Misalnya saja dari 1 relasi yg kita miliki dengan followers sekitar 500 orang di jejaring sosialnya itu berarti ada 500 org yg melihat produk yang kita jual. Jika dikalikan 3 relasi yg memposting Iklan kita di jejaring sosialnya berarti ada 1.500 followers yg melihat tautuaniklah kita.

4. Technicall Skill.

Technical skill yang saya sebutkan disini yaitu teknik menggunakan computer dan perangkat lainnya yg terkait (dalam hal ini jejaring media social). Akan sangat kesulitan jika seorang digital marketer tidak fasih me nggu nakan apl i kasi yang sangat berkesinambungan seperti video maker, photo editor dan lain sebaginya. Ikaln yang akan kita promosikan pastinya memerlukan tampilan yang baik dan menarik agar orang mudah tertarik dan mudah menerima informasi.

 

Profesor Osaka Sangyo University Jepang Isi Workshop – Widyatama

Program Studi D3 & S1 Bahasa Jepang Universitas Widyatama menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan native speaker dari Osaka Sangyo University yakni Prof. Eiji Nakayama pada Senin, 23 Juli 2018 di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 Universitas Widyatama. Workshop dihadiri lebih dari 30 peserta baik dosen Bahasa Jepang Widyatama maupun perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se- Jawa Barat.

Sesampai di Universitas Widyatama Prof. Nakayama disambut oleh Ketua Program Studi S1 Bahasa Jepang Dinda Gayatri Ranadireksa, M.A., Ph.D dan Ketua Program Studi D3 Bahasa Jepang Aan Amalia Dra, M.Pd.

 

Workshop dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi D3 Bahasa Jepang Widyatama Aan Amalia, Dra., M.Pd dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Bahasa Dr. Hero Gunawan, M.Pd sekaligus membuka acara. Pemberian workshop oleh Prof.Eiji Nakayama didampingi oleh Hardianto R, S.Pd., M.Pd., selaku moderator membawakan materi mengenai Pengumpulan data Bahasa Jepang melalui Corpus dan Web.

 

 

 

Setelah penyampaian materi, diadakan sesi tanya jawab yang disambut dengan antusiasme Dosen Widyatama dan Guru SMA/SMK Mata Pelajaran Bahasa Jepang. workshop diakhiri dengan prosesi foto bersama di pelataran Gedung Rektorat. (Ed) Humas Widyatama.

 

Fakultas Bisnis Manajemen Siap Mencetak Start Up Business

Maraknya bisnis digital memberikan peluang yang besar bagi kalangan milenial untuk mengembangkan kemampuan entrepreneur khususnya kalangan mahasiswa. Bisnis digital kini seolah-olah mendorong kaum kreatif berbondong-bondong membuat produk yang tengah digemari mulai dari kuliner, pakaian hingga layanan jasa. Universitas Widyatama sebagai salah satu Perguruan Tinggi dengan tagline Friendly Campus for Future Business Pro terus mendukung menghasilkan lulusan yang dak hanya siap kerja tapi juga pandai berbisnis. Guna membentuk sejak dini passion berbisnis di kalangan muda, Fakultas Bisnis Manajemen (FBM) Universitas Widyatama menyelenggarakan seminar yang diisi oleh Dekan Fakultas Bisnis Manajemen Dr. Deden Susna, M.N., S.E., M.Si., Start Up Business Blibli.com dan Entrepreneur muda yang juga alumni FBM Widyatama Refaldy Fauzy (Owner Sneaklin Laundry Shoes).

Event yang bertajuk How to Start your Digital Business ini dihadiri oleh hampir 200 calon mahasiswa baru dan mahasiswa baru FBM Tahun AKademik 2018/2019. Blibli.com diwakili oleh SME Promoon yaitu Bapak Willi Yatno. Beliau menerangkan secara lebih terperinci mengenai cara-cara memulai bisnis digital. Dan tentu saja menerangkan tentang Peran Blibli.com sendiri sebagai partner yang telah menjalin kerjasama dengan FBM Widyatama dalam hal materi kurikulum dengan menikberatkan core FBM Widyatama ke arah pembentukan lulusan yang handal di bisnis digital.

Tak kalah meriah dengan pemaparan yang disampaikan oleh Blibli.com, pemaparan dari Refaldy Fauzi pun disambut sangat baik oleh adik kelasnya yang akan menimba ilmu di Universitas Widyatama. Pria yang akrab dipanggi Ajo ini saat ini telah memiliki lebih dari 100 orang karyawan dan member setia lebih dari 1000 orang.

Lulusan FBM Universitas Widyatama yang kini tengah serius menekuni bisnis laundry sepatu pertama di Indonesia ini kini tengah memiliki 29 cabang di seluruh Indonesia diantaranya Bandung, Bali, Balikpapan, Bogor, Tangerang, Palembang, Depok, Jakarta dan Bekasi.

Respon audiens dalam Event tersebut sangat beragam. Beberapa menanyakan bagaimana cara quality control yang dilakukan blibli.com hingga kiat sukses Ajo dalam membangun bisnis Sneaklin Laundry Shoes. Ada beberapa juga yang meminta cara pemasaran kedua business start up tersebut karena mayoritas audiens tengah memulai bisnis dengan memasarkan secara online. Event yang diadakan Hari Senin tanggal 23 Juli 2018 di Ruang Seminar Gedung A Lantai 4 ini sukses besar, dengan pemateri yang memegang perannya masing-masing. Blibli.com sebagai penyedia sarana untuk pemutakhiran kurikulum FBM Widyatama ke arah Bisnis Digital, FBM sebagai Pemangku kebijakan Universitas dan Pihak Sneaklin Laundry Shoes sebagai contoh sukses dari penerapan bisnis di bidang digital ini. (Ed) Humas Widyatama.

Wirausaha Vs Bekerja

Wirausaha Vs BekerjaSetelah lulus kuliah mendingan bekerja atau berwirausaha? Itu yang sering menjadi pertanyaan setelah kita lulus kuliah. Akhirnya sering bertanya-tanya mencari masukan. Menurut yang sudah bekerja mendingan kerja karena sudah pasti mendapatkan penghasilan tiap bulan, tidak perlu memikirkan gaji karyawan, pekerjaan yang dilakukan sudah pasti, dan hal lainnya yang dikatakan oleh pekerja. Berbeda jika bertanya kepada wiraswasta menurut mereka mendingan usaha karena tidak terikat waktu, penghasilan yang di dapat sesuai keinginan sendiri, tidak punya atasan yang mengawasi dan hal lainnya yang dikatakan oleh seorang pengusaha.

Akhirnya apa yang harus dilakukan ketika seseorang setelah menyelesaikan pendidikannya. Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa kekurangan dan kelebihan dari diri kita sendiri. Dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan maka kita dapat menentukan arah kemana selanjutnya setelah lulus kuliah. Kedua, ketahui passion apa yang ada dalam diri kita. Berwirausaha atau bekerja keduanya tidak ada yang salah. Setelah mengetahui passion diri sendiri maka memutuskan akan dibawa kemana setelah lulus ak an lebih jelas. Ketiga, jadilah diri sendiri. Jangan mengikuti apa yang orang lain lakukan. karena belum tentu apa yang dilakukan orang lain akan cocok dan sesuai dengan diri sendiri. Hanya diri kita sendiri yang mengetahui apa yang terbaik buat sendiri.

Dari ketiga hal di atas yang paling penting adalah pola pikir atau mind set kita yang harus diubah terlebih dahulu. Zaman sekarang sudah banyak berubah baik teknologi, peraturan pemerintah maupun kondisi masyarakat. Pola pikir kuno masih berpikiran bekerja saja karena hampir tidak ada resiko untuk menanggung kerugian, atau menjadi pengusaha saja karena saya adalah bossnya. Pemikiran seperti itu tentu sangat menggangggu proses berkembangnya seseorang. Saat ini banyak sekali karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan tapi mempunyai usaha juga. Usaha dapat dilakukan secara online, yang tidak memerlukan kita harus menjaga toko. Ada juga yang mempunyai usaha tetapi tetap bekerja.

Mari kita sesuaikan dengan kondisi saat ini, tidak ada yang salah dengan bekerja atau berwirausaha. Yang pasti lakukan sesuai dengan kemampuan sendiri dan lakukanlah secara bahagia maka rejeki pun akan mengkutinya. (Pipin Sukandi)

 

Universitas Widyatama Jajaki Kerjasama dengan Adelaide Institute Australia

Rektor Universitas Widyatama (UTama) Dr. Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., CA menerima kunjungan dari Adelaide Instute of Business and Technology (AIBT) Australia dalam rangka penjajakan kerjasama antara kedua instusi pada senin (30/07) di Ruang Rapat Graha Gedung Rektorat Lantai 1 Universitas Widyatama. Hadir pada penjajakan kerjasama Ms. Kerrie Evans selaku CEO AIBT Adelaide didampingi oleh Ibu Dyah Utami selaku Country Manager AIBT Indonesia dan Ibu Sopiyah selaku Senior Educaon Consultant for West Java. Rombongan dari AIBT disambut oleh Kepala Biro Kerjasama Universitas Widyatama Viddi Mardiansyah, S.Si., M.T., CCNA., CCAI beserta pimpinan Rektorat lainnya. Kedatangan dari AIBT bermaksud untuk melakukan penjajakan kerjasama dan membangun hubungan yang lebih erat antara UTama dan AIBT.

Dalam kunjungan tersebut Viddi menyebutkan kemungkinan akan ada kerjasama potensial yang dapat dijalin antara UTama dengan AIBT diantaranya Transfer Credit, Student Exchange dan kerjasama lainnya. Kedua institusi membahas Australian Qualica on Framework yang diterapkan di Negeri Kangguru tersebut termasuk di AIBT.

Selain itu, Viddi menambahkan pokok-pokok kerjasama akan diadakan pembicaraan lebih lanjut agar kedua belah pihak saling menguntungkan. (Ed)Humas Widyatama

Halal Bihalal Civitas Academica Widyatama 1439 H

Suasana Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah masih bergema bagi umat Muslim dimana saja. Tidak terkecuali di Civitas Academica Widyatama. Guna mempererat tali silaturahim seluruh Civutas Academica, Yayasan dan Universitas Widyatama menggelar Halal Bihalal dengan tema Silaturahim Idul Fitri 1439 H Keluarga Besar Yayasan dan Universitas Widyatama, selasa (26/6) di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama. Hadir pada halal bihalal kali ini Rektor pertama Universitas Widyatama Dr. Mame S. Sutoko dan Dekan Fakultas Ekonomi era 2003 Prof. Dr. Hiro Tugiman.

Acara tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan kata sambutan dari Rektor Universitas Widyatama Dr. H. Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., CA. pada sambutannya Bapak Islah menyampaikan halal bihalal kali ini untuk mempererat tali silaturahim dan meningkatkan komitmen kepada Institusi. Selain itu juga menjaga rasa kebersamaan antar Pimpinan, Dosen karyawan dan perwakilan mahasiswa. Hampir seribu undangan hadir di acara halal bihalal.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama Sri Lestari A. Roespinoedji, SH. menyampaikan pada sambutannya semangat kebersamaan dan toleransi dengan landasan berpikir positif, berperasaan positif, bermotivasi positif, berperilaku positif dalam rangka memuliakan dan membahagiakan Allah dan manusia ciptaanNya. Momen setelah Idul Fitri ini diharapkan dapat mendorong kembali pada fitrah, toleransi dan kebangsaan kita, sebagai individu, maupun sebagai makhluk sosial, dan komponen bangsa yang saling menghormati, menghargai dan saling memberi manfaat.

Prodi D-III Bahasa Jepang Widyatama Jajaki Kerjasama Internship dengan Studi Jepang OHM

Seiring dengan semakin meningkatnya kerjasama dengan pihak Jepang, Prodi D-III Bahasa Jepang berusaha untuk menangkap peluang tersebut dengan sebaik-baiknya. Usaha yang sudah dilakukan prodi D-III Bahasa Jepang Universitas Widyatama adalah dengan menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah Bahasa Jepang yang ada di Jepang dan perusahaan-perusahaan Jepang baik yang ada di Indonesia maupun di Jepang. Selama ini Prodi D-III Bahasa Jepang Universitas widyatama telah menjalin kerjasama dengan Studi Jepang OHM.

Lewat OHM saat ini ada 5 orang mahasiswa prodi D-III Bahasa Jepang yang mengikuti program internship di perusahaan yang ada di Osaka, dan baru-baru ini tepatnya tanggal 25 Juni 2018 Prodi D-III Bahasa Jepang Universitas widyatama kembali kedatangan tamu dari OHM yaitu MR. Yasuhiro Inoue, beliau adalah Ketua Asosiasi Restoran yang ada di Osaka, Menurut Ketua Program Studi D-III Bahasa Jepang Dra. Aan Amalia, M.Pd. kunjungan ini adalah dalam rangka penjajakan kerjasama dengan pihak Prodi Bahasa Jepang Universitas Widyatama.

Pada kunjungan kali ini OHM dan tamunya Mr. Yasuhiro Inoue membahas mengenai kesempatan bagi mahasiswa prodi Bahasa Jepang untuk mengikuti program internship di restoran yang ada di Jepang, khususnya Osaka dan Kyoto, untuk ke depannya terbuka juga peluang bagi lulusan Prodi Bahasa Jepang Universitas Widyatama untuk bekerja di Jepang. Pada kesempatan ini hadir pula beberapa perwakilan dari mahasiswa untuk dilibatkan pada penjajakan kerjasama yang bertempat di ruang rapat Graha Widyatama. (Ed) Humas Widyatama.

Dosen Widyatama kembali Raih Hibah Internasional – Cisco Networking Academy

Dosen Program Studi Teknik Informatika Viddi Mardiansyah, S.Si., M.T kembali meraih Hibah Internasional 2018 dari Cisco Networking Academy setelah pada periode sebelumnya tahun 2016 meraih hibah yang sama. Hibah dari Cisco Networking Academy ini disalurkan oleh Silicon Valley Community Foundation yang bertindak sebagai organisasi dalam penyampaian CSR dari CISCO Networking Academy. Proposal yang diusulkan adalah dalam program pengembangan Instruktur Cisco Networking Academy di Indonesia, khususnya instruktur CCNA CyberOps. Dimana CyberOps ini masuk dalam ranah analisis keamanan jaringan, sehingga diharapkan para instruktur lulusan CCNA CyberOps dapat menciptakan siswa-siswa yang handal dalam mengamankan jaringan computer dari berbagai serangan yang dapat merugikan. Semoga prestasi ini dapat meningkatkan semangat dosen lainnya untuk berpartisipasi membawa Universitas Widyatama menjadi lebih baik lagi. (Ed) Humas Widyatama