Home Blog Page 62

lnovasi Bahan Bakar Perguruan Tinggi

 

Didi Tarmidi, Dosen Fakultas Bisnis & Manajemen UTama
Didi Tarmidi, Dosen Fakultas Bisnis & Manajemen UTama

Demo mahasiswa di Makassar ricuh. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi terlibat aksi perusakan pos penjagaan keamanan. Dua dosen Fisika Sekolah Tinggi Keguruan dan llmu Pendidikan (STKIP) Surya di Gading Serpong diduga dikeroyok mahasiswanya. ltulah diantaranya realita perilaku mahasiswa yang menjurus kurang positif dan anarkis.

Tindakan melenceng mahasiswa sebaiknya segera diantisipasi. Apalagi di era digital saat ini, hanya pada hitungan satu, hal-hal tersebut bisa terjadi. Tidak adanya quick response membuat para mahasiswa membuat kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran di perguruan tinggi. Bahkan sikap emosional lebih cenderung muncul untuk memenuhi imajinasinya. Akal sehat sering mereka tinggalkan hanya untuk kesenangan sesaat.

Memang seringkali perguruan tinggi abai memberi bahan bakar “inovasi” pada mata kuliah yang diajarkan kepada mahasiswa. Bahan bakar “inovasi” merupakan konsep soft skill yang sering terabaikan hanya karena ketakutan perguruan tinggi kehilangan simpati mahasiswa.

Bahan bakar “inovasi” tidak harus selalu mahal, apalagi diluar jangkauan kocek mahasiswa. Kita berikan sesuai dengan kemampuan atau bahkan ide inovasi yang berasal dari para mahasiswa itu sendiri. Yang penting perguruan tinggi ikut berperan serta menciptakan suasana kondusif bagi keberhasilan revolusi mental tersebut.

Sebagaimana gagasan bahwa pendidikan bukan lagi kompetitif, melainkan kolaboratif. Gagasan yang semula berasal dari atas dalam bentuk kurikulum atau silabus (top down), sebaiknya diawali dari bawah ke atas (bottom up). Cetusan bahwa pendidikan perlu kompetitif sebagaimana masa lalu, sebaiknya diberikan dengan model kolaboratif. Artinya kerjasama antar lembaga akan lebih berarti ketimbang persaingan. Kerjasama ini menjadikan perolehan pembelajaran yang sinergis.Demikian antara lain hasil “International Intellectual Discourse” yang diselenggarakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang awal September 2016.

Mimbar bebas para ilmuwan Indonesia, Malaysia, Singapura, lnggris, Sudan dan Cina itu lebih mendukung pola pembelajaran bottom up dan inovasi para mahasiswa dari hasil sinergis kolaboratif antar lembaga pendidikan. Sebagaimana sekarang ini dicanangkan Green School agar bisa membuahkan hasil secara nyata. Di tingkat perguruan tinggi ada perguruan tinggi yang membeli taman hiburan rekreasi untuk menambah incomenya. Bahkan Universitas Brawijaya mengembangkan temuan pakan ternak, vaksin dan obat obat tertentu untuk peningkatan pendanaan universitasnya. Gagasan gagasan itu tidak lebih dari menjadikan sekolah atau kampus lebih mandiri, dengan harapan berdampak pada para mahasiswa yang inovatif dan berjiwa mandiri.

Kota Kansas memberikan bahan bakar “inovasi” dengan pendekatan enterpreneurial . Beberapa yayasan membantu sekolah sekolah yang mengembangkan pilihan dan variasi pembelajaran untuk peserta didiknya. Mereka mengaitkan sekolah sekolah itu dengan sekolah yang ada di kota metropolitan. Hal ini dilakukan agar ada getaran lingkungan pendidikanyang memenuhi kebutuhan para peserta didik.

Bahkan, para Company Social Response (CSR) yang tanggap pendidikan membuat gebrakan dengan menjelalajahi negara untuk menentukan model yang pas.Untuk mencari model mereka tidak segan memberikan dukungan moril maupun materiil kepada sekolah. Hal ini terjadi di Cristo Rey, mereka membuat program Pembelajaran Ekspedisi Diluar (ELOBI Expeditionary Learning Outward Bound), dan Program Kemampuan Pengetahuan (KIPP!Knowledge is Power Program).

Mba Nuniek, Mengorbankan Hobi

Baru saja mengemban amanah selaku Ketua Pembina Yayasan Widyatama, Sri Juniati Roespinoedji (45) dituntut untuk terus membina reputasi Perguruan Tinggi yang dulu bernama STIEB (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung). Mba Nuniek adalah cucu dari Koesbandijah Abdoel Kadir (Almh.) yang tidak lain merupakan Professor Wanita pertama bidang Akuntansi di Indonesia ini bersemangat membangun Universitas Widyatama menjadi lebih baik lagi. Spirit jiwa mudanya diharapkan memberi warna baru? bagi keberlanjutan institusi ini.

Wanita yang akrab di sapa Mba Nuniek ini menyelesaikan studi

S2 nya di San Fransisco State University dengan gelar Master of Business Administration (MBA) sebuah gelar tersier dalam manajemen bisnis. Memiliki visi mengembangkan pendidikan dan penelitian, dapat dilihat dari pengalaman karirnya sebagai dosen Program Kelas Intemasional Fakultas Ekonomi di Universitas Trisakti yang saat itu bekerjasama dengan Edith Cowan University, Perth – Australia.

Di sela-sela kesibukan menjadi dosen di Universitas Trisakti,

Nuniek juga pernah menjadi dosen di Program Magister Manajemen di Universitas Widyatama. Dengan pengalamannya sebagai akademisi, wanita kelahiran Bandung ini mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan pengalamannya di dunia pendidikan dengan mewujudkan Universitas Widyatama menjadi World Class University.

Saat ini Nuniek banyak menghabiskan waktunya di Universitas Widyatama untuk melanjutkan misi besar pimpinan institusi terdahulu. “Hobi saya travelling dan seni kerajinan tangan. Akan tetapi, demi Widyatama saya rela mengorbankan hobi saya itu, “ucapnya kepada “PR” melalui pos-el, Jum’at (117/2016). (Dikutip dari Koran Pikiran Rakyat, rubrik Apa Siapa-? 111712016)

Outbond Art Therapy Center

Outbond Art Therapy Center

Outbond dalam rangka Masa Pengenalan Kampus Art Therapy Center Widyatama. 26 Agustus 2016 di Cikole Lembang Bandung Barat, melalui games membangun kepercayaan diri, kemandirian dan keceriaan bersama. (Mktg)

Student Retention

Acara tahunan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama
Acara tahunan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama

Acara tahunan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. Silaturahmi Dosen, Mahasiswa Senior dan Mahasiswa Baru 2016 untuk membangun kekompakan, membuka wawasan tujuan kuliah di FDKV dan wawasan profesional. Tak Kenal Maka Tak Sayang, itulah yang menjadi awal terlaksananya kegiatan ini, persiapan hingga acara inti Student Retention berjalan dengan lancar. Pelaksanaan acara student retention di Lembang – Bandung pada tanggal 15 – 16 Oktober 2016.

Peraih CISCO Grant

Hasil gambar untuk Dosen Widyatama memperoleh CISCO Grant
Peraih CISCO Grant

Segenap civitas Widyatama mengucapkan Selamat dan kebanggaan atas prestasi yang telah diraih salah seorang dosen Prodi Teknik Informatika yakni, Viddi Mardiansyah, S.Si., M.T., CCNA., CCAL karena berhasil memperoleh “CISCO Grant” dari Silicon Valley Foundation. Grant ini merupakan hasil dari salah satu kompetisi yang paling kompetitif dan memiliki reputasi sangat baik di tingkat internasional, khususnya dalam bidang JCT.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat rekan-rekan dosen UTama untuk terus berkarya dan berkompetisi baik di tingkat nasional, regional maupun global.

Openhouse and Parents Gathering Menuju Kenyamanan Mahasiswa Berkuliah

Bandung (23/7), Universitas Widyatama menyambut orang tua calon mahasiswa baru yang akan memilih universitas guna anak/wali nya melanjutkan studi. Acara Open House and Parents Gathering (OH & PG) ini menjadi annual event Widyatama. Event kali ini, merupakan tahun kedua Widyatama menyambut calon mahasiswa beserta orang tuanya untuk menjawab rasa “bingung” mereka dalam memilih program studi.

Event OH & PG bertujuan memberi akses informasi bagi orang tua calon mahasiswa mengenai perguruan tinggi berkualitas, membuka wawasan orang tua calon mahasiswa untuk selektif memilih perguruan tinggi sekaligus memberikan solusi seputar mencari perguruan tinggi yang berkualitas.

Mengusung tema “Investasi Masa Depan : lnvestasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak,” orang tua memiliki peran aktif membimbing anaknya dalam memilih kampus dan program studi. “Tidak perlu menekan, orang tua memiliki peranan membimbing, selebihnya mereka yang menentukan studinya sesuai dengan passion atau minat yang mereka punya. Universitas menjadi wadah pengimplementasian mereka dalam mengeksplorasi bakat, mengasahnya secara formal dan diimplementasikan di dunia global”, dikutip dari komentar Anies Baswedan pada Warta Berita TVRI Jawa Barat (28/6).

Hal itu sejalan dengan visi UTama yang senantiasa mengarahkan anak mengenal terlebih dahulu sebelum menentukan Jurusan (Program Studi). UTama memiliki komitmen tidak hanya menerima mahasiswa baru saja, namun mengarahkan mereka untuk studi sesuai dengan minat dan bakamya menjadi sebuah kewajiban. Dengan itu, keluaran akan lebih terarah. Mereka dituntut umuk memiliki mind map sebelum mereka lulus, membuat rangka yang visioner sehingga memiliki arah setelah lulus kuliah.

Ada yang berbeda dari OH & PG kali ini, tamu undangan selain bertemu dengan pimpinan Universitas di auditorium Serba Guna Widyatama , mereka juga diundang para dekan sesuai dengan pilihan jurusannya masing-masing. Sehingga mereka dapat lebih comfort dan mendalami penjelasan perihal kurikulum clan apa saja yang akan didapatkan apabila kuliah di program studi tersebut.(Mktg)

HUT Universitas Widyatama ke-15, Terima kasih untuk Stakeholder

HUT Universitas Widyatama ke-15, Terima kasih untuk Stakeholder
HUT Universitas Widyatama ke-15, Terima kasih untuk Stakeholder

Universitas Widyatama (UTama)? tepat 2 Agustus 2016 memperingati ulang tahun ke-15. Menyegarkan moment itu, Widyatama senantiasa memberikan layanan pendidikan terbaik dan menebar ilmu serta memberikan output lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja.

Berpegang teguh pada Tridharma Perguruan tinggi, UTama yang memiliki 5(lima) fakultas selalu berusaha melakukan perbaikan secara terus menerus (continous improvment) sesuai dengan Tata Nilai Widyatama. Lima belas tahun bukan waktu yang sebentar membangun institusi pendidikan seperti sekarang ini.

Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, yang mempercayakan UTama sebagai institusi pendidikan pilihan. Filosofi logo “Tetesan air” yang beriak menebarkan ilmu pengetahuan hingga menghasilkan lulusan yang unggul dan mengharumkan Negara dan Bangsa ini. (mktJ{-2016)

Widyatama Untuk Indonesia Rekor MURI untuk Penulis Buku Teknologi lnformasi

Rekor Muri penulis Buku Teknologi InformasiiSenin, tanggal 5 September 2016 tepat pukul 08.00 bertempat di Mainhall/Plaza l’Arc d’Academia kampus Universitas Widyatama telah diselenggarakan upacara penyerahan rekor MURI Indonesia umuk “Penulisan Buku terbanyak di Bidang Teknologi Informatika” sejumlah 60 buah buku oleh salah satu dosen Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika, sdr. Feri Sulianta, ST, MT.

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Bersamaan dengan itu diserahkan pula penghargaan kepada institusi Yayasan Widyatama yang diterima oleh ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama, Ibu Sri Lestari A. Roespinoedji, SH. dan kepada Rektor Universitas Widyatama DR. Islahuzzaman, SE, Msi, Ak, CA. sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang membina para dosennya sehingga mencapai prestasi untuk penulisan buku terbanyak ini.

Dalam sambutannya wakil Museum Rekor Indonesia/MURI Indonesia Awan Raharjo selaku Senior Manajer memberikan apresiasi yang tinggi kepada Feri Sulianta karena telah merintis sebagai penulis buku terbanyak di bidang teknologi Informatika. Lembaga yang diprakarsai oleh Jayasuprana ini mencatat berbagai raihan prestasi di berbagai aktivitas yang menjadi pelopor capaian sesuatu baik dalam hal terbanyak, tertinggi, tercepat, terlama, pertama dan sebagainya yang intinya menunjukkan prestasi luar biasa yang pernah dilakukan oleh orang Indonesia.

Budaya Literasi perlu ditumbuhkan di tengah-tengah pengaruh teknologi gajet.Semakin luasnya pengaruh gajet itu membuat keinginan menulis di kalangan usia muda semakin berkurang. Mengingat kemudahan yang disediakan oleh teknologi gajet tersebut memberi kemanjaan bagi siapapun unruk mendapatkan informasi, dan hal ini perlu menjadi perhatian kita bahwa minat menulis harus dimulai dengan meningkatkan minat membaca, sedangkan menurut data yang ada bahwa ratio pertumbuhan buku dibandingkan dengan pertumbuhan anak usia sekolah masih di bawah 1 persen. Oleh sebab itu harus dilakukan percepatan upaya mendorong minat membaca dan menulis dikalangan anak usia sekolah. Salah satu caranya adalah memberi stimulan agar setiap orang senang membaca dan selanjutnya diberi kemudahan unruk dapat menulis terutama di media-media cetak dan penerbitan buku-buku. Alangkah lebih baiknya jika diberi pula insentif berupa potongan biaya untuk penerbit maupun penulisan buku. Sebagian langkah yang dilakukan oleh Universitas Widyatama adalah mendorong membangun budaya literasi dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk menulis dan membaca hasil karya tulisan bangsa sendiri. Penulisan buku di berbagai bidang kelimuan akan menjadi pendorong bagi minat baca dan selanjutnya akan menimbulkan minat menulis serta membuat buku.

Tradisi perolehan rekor MURI ini telah dialami oleh Widyatama, dimana raihan rekor MURI sebelumnya Pertama, pengembangan budaya literasi di “Penyelenggaraan Penataan Buku pada Rak ”Universitas Widyatama.Terpanjang – Januari 2010″ yang di hadiri oleh Ketua PKK Jawa Barat, ibu Netty Heryawan. Rekor tentang berpagar buku terpanjang saat itu Universitas Widyatama?memajangkan buku dari berbagai jenis maupun bidang ilmu dipajang diatas rak buku terpanjang yang mengelilingi kampus?Universitas Widyatama di atas lahan seluas kurang lebih 5 ha.?Kedua, rekor MURI untuk penyelenggaraan “Seminar 39 Jam Non Stop” dalam rangka memperingati?Hari Ulang Tahun Yayasan Widyatama ke-39. Rekor penyelenggaraan seminar terlama yaitu 39 jam secara marathon terus menerus?(non stop) yang diselenggarakan tanpa jeda.

Saat ini rekor baru tentang penulisan buku teknologi informatika terbanyak. Hal ini menandakan bahwa Universitas Widyatama?selalu berupaya secara terus menerus membangun daya inovatif secara tekun dan ulet sebagaimana motto yang dianutnya?”DJITU; Displin, Jujur, Inovatif, Tekun , Ulet” Karya Inovatif yang selalu didorong perkembangannya ini diharapkan menjadi budaya kreatif bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Universitas Widyatama.

Acara penghargaan rekor MURI kali ini, merupakan rangkaian acara Pre-Seminar?Workshop dan Energy Panel di kampus, yang terintegrasi dengan kegiatan Widyatama International Seminar on Substainability (WISS 2016) ke delapan yang diselenggarakan di Trans Luxury Hotel, Bandung yang?diselenggarakan setiap dua tahun. Pencapaian ini tentunya dalam?rangka terus mendorong pengembangan budaya literasi di Universitas Widyatama.

Acara yang di gelar di Plaza I’Arc d’Academia kampus Widyatama ini?dihadiri oleh jajaran pejabat Rektorat?dan Yayasan Widyatama. Senior Manager MURI, Awan Raharjo?memberikan predikat MURI kepada Feri Sulianta, T., M.T., dosen Program Studi Teknik Informatika S1?UTama, juga kepada Universitas yang diterima Rektor UTama, DR.Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., C.A., serta Yayasan Widyatama yang diterima Ketua Yayasan, Sri Lestari Roespinoedji, SH. karena dukungan penuh kedua lembaga tersebut dalam?meningkatkan budaya literasi di?Widyatama.

Upacara yang dimeriahkan penampilan Barongsai oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini ditutup dengan sesi foto bersama perwakilan MURI Indonesia, Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama, Rektor Universitas?Widyatama. Vivat Academia …Widyatama.

 

 

 

Temu Guru Bimbingan Konseling

Biro Marketing Universitas Widyatama (Utama) menyelenggarak an Gatheringdan mediasi dengan Guru BP/BK SMA/K? dan MA se-Kota Bandungpada Jumat (30/9).Acarayangdigelar di Ruang Seminar lantai 4 Gedung Rektorat ini merupakan eventannual dalam rangka silaturahim dan berbagi informasi tentangpendidikan tinggi.

Selain silaturahim, pertemuan juga menginformasikan perihal Penerimaan Mahasiswa Barn UTama Tahun Akademik 2017/2018 bagi kepentingan Guru BK dan peserta didik. Perkembangan pendidikan di sekolah menengah maupun isu-isu yang berhubungan dengan pendidik an tinggi memang selayaknya didiskusikan bersama oleh para peman gku kepentingan dalam forum terbuka.

Dalam kesemp atan tersebut Rektor Universitas Widyatama, Dr. H. Islahuzzaman, S.E., M.Si., Ak., CA. menegaskan bahwa “pertemuan ini merupakan momentum yang sangat baik bagi para guru BK dan perguruan tinggi untuk saling? memahami? hal-hal yang dibutuhkan peserta didik sebelum melanjutkan ke pendidikan tinggi. Bagi kami di perguruan tinggi tentunya dalam rangk a m enin gkat kan pelaya nan pendidikan semakin lebih baik sesuai dengan butir tata nilai institusi yaitu perbaikan secara berkelanjutan”. Pada kesempatan tersebut hadir pula Sekretaris Badan ?Pengurus ?Yayasan Widyatama, Marcus Kasirin, S.E.,M.M. (Mktg)

Jalan-Jalan di Farmhouse

Sudah cukup lama sih saya penasaran dengan tempat ini. Maklum saja kalau weekday pasti tidak sempat ke Farm house. Pulang kerja sore, kebetulan sepulang dari kerja badan terasa lelah, jadi bisa nyaman jalan-jalan di hari sabtu dan minggu. Tapi hari sabtu dan minggu pun untuk menempuh ke lokasi Farmhouse dari arah rumah saya membutuhkan perjuangan yang luar biasa, karena pasti sangatlah macet.

Sampai akhirnya demi memuaskan rasa penasaran, Kamis kemarin saya berkesempatan berangkat melalui tugas dari majalah Komunita menuju Farmhouse Lembang yang beralamat di Jalan Raya Lembang No.108 Bandung. Berangkat bersama rekan Redaksi pada saat weekday. Melihat foto-fotonya dari internet, cukup takjub. Karena dari luar tidak terlihat sama sekali kalau Farmhouse – Lembang ini memiliki bangunan yang unik dan cukup luas di dalamnya.

Berangkat dari kantor, JI. Cikutra pukul 10.00 pagi sampai ke lokasi Farmhouse pukul 11.00 Titik macet seperti biasa, mulai dari jalan Setiabudi bawah sampai ke Terminal Tapi lancar seperti ini hanya berlaku di hari kerja. Weeken di hari libur? Terpaksa antri dengan keceparan 10 km/jam, biasanya 2,5 jam di jalan, antrian kendaraan menuju tempat rekreasi lainnya di Lembang yang luar biasa.

Sampai di Farmhouse Lembang jam 11.00, itu pun susah parkir. Parkir di dalam sudah penuh. Mobil-mobil pengunjung Farmhouse terlihat parkir di sepanjang jalan Lembang, padahal weekday, yang penting dapat tempat parkir dulu aja, jalan kaki sedikit biar sehat.

Sampai di gerbang Farmhouse, kami bayar tiket, Rp.20.000,-/orang. Tiket ini bisa ditukar dengan susu atau sosis. Tapi berhubung kita-kita haus jadi ditukar dengan susu murni, Karena terdapat 3 pilihan rasa, plain/original, stroberi dan cokelat saya lebih memilih stroberi. Semuanya enak karena susu sapi segar

Banyak spot unik dan menarik di Farmhouse Lembang. Yang terkenal tentu saja Rumah Hobbit yang berada di belakang tempat penukaran susu. Masuk ke gerbang yang ada di samping air terjun, terlihat antrian di tempat bakar sosis. Tahu gak sosisnya sosis apa? Farmhouse? Bukaannn! Sosis Rumah Sosis!

Jalan-Jalan di Farmhouse 5

Tapi karena semua tiket sudah ditukar susu, ya sudah… lanjut ke Rumah Hobbit saja. Ada aneka hewan di sepanjang jalan menuju Rumah Hobbit. Untuk yang berkunjung membawa anak- anak ini tentu saja menyenangkan. Ada juga 5 ekor domba Australia yang sedang diberi makan para pengunjung dan dijaga keeper. Mau foto-foto di Rumah Hobbie biar kekinian. Tapi aduuhh, antriannya subhanallah.

Gerimis yang turun pun tidak menyurutkan niat orang-orang berfoto di Rumah Hobbit. Saya sih pilih berkeliling ke tempat lain saja. Foto di Rumah Hobbit bisa nanti saja kalau udah tidak antri. Di area Rumah Hobbit ini juga ada rumah kelinci, ada kuda, domba juga ada iguana yang sedang diberi makan oleh keepernya.

Jalan-Jalan di Farmhouse 6

Berhubung perut sudah lapar dan penasaran dengan Steak Wagyu yang tertera di papan gerbang depan, kami segera mencari tempat makan, ada Asado Resto di sebelah kiri tempat penukaran susu. Restorannya sih luas, banget! Tempat duduknya juga banyak. Tapi sayang, karena turun hujan yang lumayan lebar jadi kami beralih ke kedai kopi di sebelahnya karena tempat duduk di area outdor basah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Jadi keliling-keliling Farmhouse Lembang saja, sekalian foto-foto bangunannya yang didesain dengan gaya mediteranian.

Jalan-Jalan di Farmhouse 2

Lembang memiliki struktur arsitektur yang Eropa banget. Mau yang lebih Eropa? Coba temen-temen masuk ke Restoran Backyard Kitchen Dari mulai gedung, pintu masuk, hiasan dinding, lukisan-lukisan, hingga berbagai ornamen kecil yang ada disana benar-benar membuat kita berada di Eropa *kayak yang pernah ke Eropa aja* . Dan noni-noni berpakaian khas Belanda yang banyak wara-wiri di sana semakin memperkuat aroma Eropa. Mau ke Eropa tapi budget-nya belum cukup? Main aja ke Farm House Susu lembang!

Tapi lagi-lagi, mau foto-foto juga harus antri. Duh, kirain saya aja yang kurang piknik. Ada juga baju model Noni dan Tuan Belanda lengkap dengan payungnya yang bisa disewa scharga Rp. 75.000,- per jam . Tapi ah, males balikin bajunya … nanti malah lupa dibawa pulang…hehehe.

Ada juga kios yang menjual berbagai macam pernak-pernik unik.Dibelakang kios ini juga ada spot menarik buat difoto. Kalau mau sekalian pasang gembok cinta di pagar sepanjang jalan menuju sumur cinta diatas bukit juga boleh, kaya film-film Korea…

 

Farmhouse Susu Lembang ltu Romantis, Lho!

lni salah satu yang saya suka. Farmhouse Susu Lembang itu romantis. Romantisnya di mana? Begini, teman-teman tahu Namsan Tower di Korea? Para pencinta K Drama pasti tahu. ltu tuh, tower tempat masang gembok cinta yang kuncinya dibuang. Mitosnya sih, jika nama kita dan pasangan kita ditulis di gembok itu, maka cintanya akan tergembok untuk selamanya. Nah, begitu juga di Farmhouse Susu Lembang. Teman? teman bisa pasang gembok cinta di tempat yang namanya Love Lock. Saya juga nanti mau ke sana lagi, ah. Mau pasang gembok cinta saya dan si bebeb. Biar cinta kami terrgembok selamanya.Jalan-Jalan di Farmhouse 7

*Ecieeeee...‘* Eits… selain gembok cinta, alam cantik Farm house Susu Lembang yang dingin? dingin empuk juga sangat romantis. Makan berdua di sudut restoran, selfie berdua di lorong?-lorong yang unik, dan lalu masang gembok cinta berdua, aduuuuh romantis pisan,euy!

Gak ikut pasang gembok, Mas? Kata seorang petugas yang menjaga toko gembok. Berhubung saya datang dengan Tim Redaksi yang kebetulan laki-laki semua jadinya ya ga pasang hehehehe, kalo gak ada pasangan jadi kurang romantis hehehe…. Tapi kalau perlu meyakinkan cintanya terpatri abadi, boleh deh beli gembok di kios seharga Rp. 25.000,-/gembok. Jangan lupa, kuncinya buang kesumur ya!

Dari pengalaman kemarin, Farm house memang tempat piknik yang murah meriah. Tapi ada tips paling penting nih untuk yang ingin berkunjung ke Farmhouse Lembang…datangnya pagi-pagi ya, biar gak kebagian macet, masih kebagian tempat parkir di dalam plus makan di Asado Resto.

Memangnya buka jam berapa? Farmhouse buka dari jam 09.00 – 21.00 WIB. Kalau gak kebagian steak Wagyu, di depan Farmhouse Lembang ada tukang sate kelinci lo… hihihi

Jalan-Jalan di Farmhouse 8

Yanda Ramadana, Nugroho – Oktober 6, 2016