Home Blog Page 21

E-Magazine-29

0

Nasi Bungkus Dua Ribu

.

Nasi Bungkus Dua Ribu

Aksi para pejuang Pandemic Covid-19

.

  Adalah Ismayanti Safitri seorang perempuan yang menggagas sebuah aksi sosial yang bernama “Nasi bungkus duaribu”. Covid-19 sudah berjalan selama 18 bulan sudah bukan lagi menjadi sebuah wabah yang melanda Indonesia saja namun menjadi sebuah bencana yang terjadi hampir di seluruh dunia. Menurut Keputusan Pemerintah Tahun 2020 ini menetapkan penyebaran Covid-19 sebagai bencana non–alam dalam skala nasional. Semua sektor perekonomian dunia goyah karena wabah ini.   

  Pegawai, pengusaha dan semua roda penggerak ekonomi goyah seketika. Alhasil menyebabkan banyak usaha yang tidak berjalan karena Presiden Joko Widodo memerintahkan semua masyarakat untuk diam di rumah selama 14hari, demi menekan angka penyebaran virus Covid-19 (awal Maret 2020). Namun seiring berjalanannya waktu semakin banyak usaha yang gulung tikar (terutama UMKM).Bbanyak PHK terjadi, banyak pegawai yang dirumahkan sementara (bahkan tidak sedikit yang dirumahkan selamanya).  

  Melihat keadaan ini bude Isma (panggilan akrab ibu Ismayanti Safitri) tergerak untuk membuat nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat Bandung yang terkena dampak pandemi, terutama pekerja harian, driver online yang kehilangan ordernya, buruh kasar, gelandangan, dll. Bersama 3 orang juru masaknya yang tenyata juga korban PHK, bude Isma membuat kurang lebih 350 bungkus nasi setiap harinya yang akan dibagikan setiap jam makan siang (Senin – Jum’at)

  Ketika ditanya, mengapa nasinya harus dijual seharga Rp.2.000.- Kenapa tidak gratis?

“Saya pernah melihat seorang pemulung membuang nasi bungkus dihadapan saya”. Selain ingin membantu orang yang kesusahan bude Isma juga ingin mengedukasi masyarakat. Bahwa mereka harus menghargai setiap pemberian orang lain meskipun bentuknya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Namun bude Isma juga membagikan nasi secara gratis dengan cara turun ke jalan dan membagikannya sendiri. Seiring berjalannya waktu semakin banyak orang yang tahu bahwa bude Isma setiap harinya membagikan nasi di jalan Natuna no.57 Bandung (warung Suroboyo). Orang berdatangan dengan sendirinya kesana untuk membeli nasi bungkus duaribu tersebut.

  Ketika ditanya soal dana yang digunakan untuk membuat nasi tersebut, bude Isma mengatakan dia membuka donasi di media sosial instagramnya dan banyak juga kerabat beliau yang bahkan menjadi donatur tetap. Uang duaribu yang terkumpul dari hasil penjualan nasi digunakan untuk membayar tukang masak dan belanja bahan baku.  

  

  Sudah banyak media cetak dan media televisi yang mendengar aksi sosial yang dilakukan bude Isma ini. Beberapa media tersebut adalah Tempo, Republika, liputan Antarfoto, Inews siang, Radar Bandung . http://nasibungkusduaribu.ctcin.bio/

  Setelah aksinya banyak tercium media, bude Isma berharap kita bisa saling tolong menolong selama pandemi ini belum berakhir. Baik secara mental, finansial atau dukungan moril. Jika aksinya membagikan nasi ini banyak dicontoh orang lain maka perekonomian Indonesia akan segera pulih. Berbagi memang hakikatnya insan sosial.      

.

By Astriawati Jeinab, S.E.

Instagram @astribude  

.

QuiiZ …. KiRim NeWs, Ilustrasi, Sequen-Foto berita WidyaTamA untuk Komunita Edisi #30

QuiiZ …. KiRim NeWs, Ilustrasi, Sequen-Foto berita WidyaTamA untuk Komunita Edisi #30

BE a CITIZEN JOURNALIST & ILUSTRATOR

Dapatkan Hadiah Pilihan Kamu !!!

1) voucher makan bareng teman di Foodcourt Widyatama – Universitas Widyatama OR

2) Voucher pulsa HP anda senilai Rp 200.000 (dua ratus ribu).

.

1. Mahasiswa punya berita / news kampus ? Berniat membuat berita ? Berlatih membuat Berita ? Foto Berita / Mau menjadi citizen journalist ? KIRIM News, Foto berita, ilustrasi anda ke majalah Komunita.

.

2. Syarat : a) Berita mengandung konten 5 W (What, Who, When, Where, Why), 1 H (How); atau Foto Berita; b) Tema kegiatan kampus dan mahasiswa yang mempunyai nilai berita; c) Kegiatan subjek berita pada periode sebelum terbit edisi #30, d) Ilustrasi.

                                  

Kirim Berita/News/Foto Berita/Ilustrasi Anda melalui : Sekretaris Redaksi Komunita, email : [email protected], [email protected]. Berita/Foto yang dimuat pada KOMUNITA edisi #30 mendapat hadiah yang dapat diambil di Redaksi Komunita, Telp 122, dengan membawa identitas lengkap.

.

Kantor Buka pada : Rabu – Kamis, jam 10.00 s/d 16.00.

.

Selamat bergabung sebagai citizen Journalist, illustrator majalah

IKUTI DAN BACA TERUS MAJALAH KOMUNITA.

.

                                            

.

.

RUTE TOURING JALUR BANDUNG – MAJALAYA – CIJAPATI – GARUT

.

RUTE TOURING

JALUR BANDUNG – MAJALAYA – CIJAPATI – GARUT

  Cijapati merupakan jalur jalan yang mengubungkan antara kabupaten Garut dan Kabupaten  Bandung. Sebelum jalan raya Nagreg diperbaharui, jalur Cijapati ini sering di jadikan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan kendaraan di jalur Nagreg. Apalagi saat-saat libur panjang seperti lebaran puasa, jalur ini menjadi andalan sebagai jalur alternatif satu-satunya yang sering digunakan pemudik.

162270983522616227098353281622709835148

https://2.bp.blogspot.com/-6oV1mttQb8g/WDMJwX4ibZI/AAAAAAAAD90/N2Q6X50h-_IyxeGSEujzZlAcP38tLqHbQCLcB/s320/Image%2B4.jpg 1622709835244
SALAH SATU TANJAKAN DAN KELOKAN KAWASAN CIJAPATI

  Namun, kondisi medan jalan Cijapati yang berkelok dengan aspal baru, menjadi kenikmatan tersendiri bagi pengendara roda dua. Selain itu harus diperhatikan juga kelokan tajam supaya tidak terjadi kecelakaan. Panjang jalan dari mulai masuk  ke arah Cijapati dari Majalaya  sekitar 8 km, sementara untuk mencapai daerah Kadungora sepanjang 28 km.

  Keseruan dalam berkendara touring dengan roda dua ini menjadi salah satu hobby bermotor saya untuk menghilangkan penat dan me-refresh kembali setelah menjalani rutinitas perkantoran sehari-hari. Kami berangkat subuh untuk mendapatkan moment terbaik di puncak Cijapati dengan keseruannya.

C:\Users\hp\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1622709835295.jpg IMG-20210322-WA0022
.

.

.

.

Bagi anda yang akan mencoba melewati jalur Cijapati , baik dari Garut maupun dari arah Bandung berikut rutenya. 

Dari arah Majalaya:

Kendaraan anda setelah melewati Majalaya, ikuti jalur jalan yang menuju Rancaekek. Dari sini lurus terus sampai menemukan rambu arah jalan yang menuju Cijapati. Selanjutnya belok kanan untuk menuju Cijapati.

Dari arah Rancaekek:
Jalur jalan yang menuju Cijapati dari Rancaekek adalah jalur jalan yang menuju Majalaya dahulu. Dari sini kendaraan anda lurus terus ke arah Majalaya sampai menemukan rambu jalan yang menuju Cijapati. Kemudian belok kiri.

Dari arah Garut:
Baik kendaraan dari arah barat maupun timur, setelah anda masuk kota Garut untuk menuju jalur Cijapati adalah dengan memasuki kecamatan Kadungora dahulu. Dari Kadungora inilah rute jalan menuju Cijapati.
Selanjutnya lebih kurang tiga puluh menit, anda akan memasuki kawasan Desa Rancasalak (Cianting), perhatikan tersedia rambu penunjuk arah. Bila sudah ketemu , kendaraan anda belok kanan.

https://4.bp.blogspot.com/-xh_JNJ9eqVM/WDMJu3lcnXI/AAAAAAAAD9w/rrX5CLN8CeYGNKGQAK_bLfhrwtigsc4cgCEw/s400/Image%2B2.jpg

JALUR MENUJU CIJAPATI DAERAH KADUNGORA

https://2.bp.blogspot.com/-yEwuyrrZG1g/WDMJw3lys7I/AAAAAAAAD94/YRU5VRHKww8eFCu-vcAqHzR6KzOfQAnCQCLcB/s400/Image%2B3.jpg

ARAH JALAN MENUJU CIJAPATI DI DESA RANCASALAK

Tempat Pemberhentian di Puncak Cijapati

1622709835198 1622709835182

.

.

.

.

  Secara geografis, Cijapati merupakan kawasan pegunungan/perbukitan. Kalau kita menengok ke sana, akan mengingatkan pada area puncak Bogor. Namun medan jalan disini sangat rawan. Turunan dan tanjakanya sangat drastis, sehingga perlu kehati-hatian bagi pengemudi, dan yang paling penting kondisi rem dan mesin harus dalam kondisi baik dan bagus. Di daerah ini sering dijadikan tempat nongkrong masyarakat, karena berhawa sejuk dan pemandanganya indah. Tersedia juga warung-warung makan bila anda lapar.
Semoga selamat sampai tujuan, Selalu Menjaga 5M & Keep Safety Riding!!!

Writen By  : Y. Rama;

Photo By    : Y. Rama

.

Saringan Air Mesin UTama, Inovasi untuk Masyarakat

Pak Martoni,

Saringan Air Mesin UTama, Inovasi untuk Masyarakat

.

.

  Berawal dari pengalaman pribadi menghadapi kondisi air bersih yang tidak layak Pak Martoni, dosen Fakultas Teknik UTama mengulik kebutuhan air di rumahnya dengan membuat penyaringan air berdasar coba-coba menentukan formula dengan metode ilmiah (scientific metode).

  Keberhasilan ini ia teruskan ketika tempatnya bekerja melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di sekolah yang tidak memiliki air bersih. Padahal sekolah tersebut paling tidak menampung 300 siswa dan guru. Itulah SMK Putra Bahari di Soreang yang sumber air bersihnya tidak bisa digunakan. Walau sempat bimbang namun temuannya ia terapkan di sekolah tersebut. Langkah pertama untuk masyarakat menambah keyakinannya. SMK Putra Bahari sangat terbantu dengan penyaringan air temuannya. Semula untuk berwudlu saja susah, karena airnya keruh dan berbau. Sekarang air di sekolah tersebut dapat dipergunakan, bahkan bisa dipakai merebus telor/memasak.

.

Atasi Keluhan Warga Cimahi Selatan

  Temuan ini terus dikembangkan di tempatnya bekerja melalui kerjasama Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan Pemda Cimahi yang didukung unit kerjanya Fakultas Teknik. Pemda Cimahi mengalami kendala pengadaan air bersih untuk kebutuhan secara komunal. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah air bersih, jernih yang dapat dikonsumsi  untuk keperluan sehari-hari, seperti: mandi, mencuci pakaian sampai dengan keperluan memasak. Air bersih hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat di suatu wilayah. Namun tidak sedikit yang mendapat kendala masalah ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  Setelah kerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berjalan selama tiga bulan didukung Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi serta Kelompok Pengguna dan Pemanfaat Air (KP2A). DPKP Kota Cimahi menyerahkan satu unit instalasi penjernih air untuk kapasitas 180 KK kepada kelompok KP2A di atas, di Kelurahan Cibeureum, Cimahi Selatan. Itulah projek percontohan untuk warga RW 14 Kelurahan Cibeureum yang dikembangkan dari hasil temuan Pak Martoni. Kerja untuk masyarakat ini melibatkan dosen serta mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Fakultas Teknik UTama melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melakukan penelitian terhadap air keruh dan berbau di daerah tersebut dan memberi solusi satu unit instalasi penjernih air.

.

Pendekatan Ilmiah dan Raihan “Silver Medal”

  Martoni, ST., MT., adalah dan Kaprodi Teknik Mesin D3 UTama terpanggil untuk mendapatkan solusi atas fenomena air tersebut. Tentu yang menjadi perhatian  Pak Martoni sebagai akademisi adalah scientific method atau metode ilmiah yang memang menjadi pijakan dalam penelitian. Salah satu tantangan dalam inovasi ini adalah bagaimana mendapatkan kebaruan, mampu menyelesaikan masalah di masyarakat dan memiliki nilai ekonomis.

  Permasalahan di atas memang perlu diselesaikan, apalagi bagi seorang akademisi. Untuk bisa lebih dipertanggungjawabkan, inovasi tersebut sudah dibuat dalam bentuk penelitian dan sudah terbit dalam publikasi jurnal dengan judul Research the effect of sarsing media compotition on filtered water quality, 2020. Kedepan, inovasi ini akan dilanjutkan dengan pengembangan berbasis standardisasi sehingga dapat diterima oleh pasar dengan standardisasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

  Inovasi dikembangkan juga di kampus dengan dukungan Rektorat dan Dekan Fakultas Teknik UTama, Pak Martoni mendesain secara sederhana alat ini yang diberi nama “SarmUT, Saringan air  mesin Universitas Widyatama”.

  Inovasi yang berbasis penelitian ini melewati beberapa tahap yang dilakukan oleh Pak Martoni yaitu:

1.Mendalami materi mengenai metoda penjernihan air dengan media yang digunakan dengan masing-masing kekurangan dan kelebihanya.
2.Mengetahui pengaruh masing masing media dan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan hasil yang terbaik dengan mencoba menganalisis dengan memanfaatkan metoda statistik yaitu metoda factorial design dan Least square.
3.Melakukan Uji coba terhadap kualitas air dengan cara sederhana, yaitu membubuhkah zat pengendap kotoran yang terkandung dalam air dengan jumlah air yang sama dan campuran zat kimia yang sama untuk komposisi media saring yang berbeda, baik untuk susunan pemasangan maupun perbandingan volume media saring.
4.Melakukan analisis endapan pada masing masing sampel dengan menggunakan metoda least square dan factorial design sehingga dihasilkan perbandingan yang terbaik untuk masing-masing perbandingan komposisi media saring.
5.Melakukan perancangan dan pembuatan saringan yang disesuaikan dengan kapasitas yang diperlukan. Untuk tahap ini maka dibuat saringan dengan ukuran kecil yaitu dengan diameter 4 inchi dan panjangnya 0,5 meter. Media yang digunakan adalah ferrite, arang aktif dan zeolite dengan perbandingan 5:6:5. Setelah alat jadi maka dilakukan pengujian dan hasilnya cukup memuaskan, kualitas air lebih baik yaitu jernih dan tidak berbau dengan debit yang dihasilkan 1 liter/ 14 detik. Penerapannya adalah dengan menggunakannya sendiri dan melakukan kerjasama dengan SMK Putra Bahari dalam kegiatan Pengadian kepada Masyarakat (PkM).

  SarmUT tidak berhenti sampai disitu, tapi dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan tim beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Muhamad Farhan Anshari, Maxi Millian, Taufik Waliyudin, Fitra Rizkiarjo serta Faris Kusuma Alfano dibimbing Pak Martoni, ST., MT., sebagai dosen pembimbing. Lalu ikut serta dalam ajang “International Invention Competition Young Moslem Scientists” (IICYMS) tahun 2021. SarmUT meraih “Silver Medal” setelah bersaing dengan 105 tim dari 13 negara yang ambil bagian di kompetisi tersebut. IICYMS adalah kompetisi inovasi produk tingkat internasional diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, pada tanggal 1- 4 Juli 2021 lalu.

  Selamat Pak Martoni, semoga terus berkarya dan berinovasi. Namun perlu diingat keberhasilan tersebut memerlukan dukungan semua pemangku kepentingan, ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kebijakan yang berpihak. Inilah wujud Dosen Penggerak dan Organisasi Penggerak dalam koridor Kampus Merdeka – Merdeka Belajar. Semoga Pak Martoni dan UTama terus berkembang maju, khususnya dalam penelitian dan pengembangan yang mampu memberi solusi bagi masyarakat. (lili irahali)

Kakao = Cokelat

.

Kakao = Cokelat

Potensi Komoditas, dan Olahan

Biji Kakao220px-Cocoa_Pods-Wikipedia  Kakao adalah bahan bakunya, produk olahannya adalah cokelat. Kakao terbaik salah satunya dari Indonesia, “kakao mulia” namanya yang dibudidaya di Perkebunan Banyuwangi Jawa Timur. Namun, cokelat (kakao olahan) terbaik masih berasal dari Swiss. Apakah ini tantangan?

  Produk olahan kakao atau disebut cokelat, juga kuliner berbahan baku cokelat bagi orang Indonesia belum menjadi keseharian. Coba kita ingat olahan cokelat yang sering kita jumpai sebagai kudapan: minuman cokelat hangat atau dingin, cokelat dalam bentuk batangan atau lainnya yang dibuat lokal GuSant (Blitar) Krakatoa (Jakarta), Soklat Inyong (Purwokerto, Banyumas), Cokodot (Garut), Wonder Chocolate, Pod Cokelat (Bali), Fondre (Jember), Cokelat Mojopahit (Jember), Soklate, Cokelat Monggo (Jogja), atau Moodco (Malang). Juga olahan tepung terigu, casava ataupun beras yang dilengkapi cokelat semisal: roti cokelat, martabak cokelat, bakpia cokelat, dadar gulung cokelat, kue pukis cokelat, putu ayu cokelat, kue lapis cokelat. Sekarang trendi brownies kukus Amanda dari Bandung yang kuat olahan cokelatnya dengan aneka variasi. Sementara minuman cokelat, susu cokelat masih kalah jauh dengan kopi yang ada di mana-mana dan sebagai konsumsi harian, padahal kemasan bubuk cokelat tersedia. Memang kini, kalau kita perhatikan olahan kuliner di atas yang dilengkapi cokelat sudah menjadi kudapan orang Indonesia. Apakah masih peluang? Bisa jadi. Tergantung para wirausaha muda.

Potensi Komoditas dan Olahan

kakao-traveldetikcom  Sejarah tanaman kakao Indonesia, berasal dari Filipina pada tahun 1560 yang dibawa pelaut Spanyol. Kakao pertama kali masuk melalui kota Minahasa – Sulawesi Utara, selanjutnya dibudidayakan di pulau Jawa, dan tahun1938 di era Hindia Belanda tananam kakao dikembangkan di perkebunan. Tahun 1980 produksi kakao berkembang dan Indonesia tercatat sebagai penghasil kakao terbesar ketiga di dunia.

  Tahun 2019 volume ekspor komoditas biji kakao Indonesia mencapai 358,48 ribu ton atau senilai 1.129 ribu dolar AS. Sementara sentra produksi kakao Indonesia sekitar 783.978 ton dari luas area tanaman 1.678.269 hektar dengan produksi tersebar di 33 provinsi. Sulawesi Tenggara produksi 137.737 ton (18 %), Sulawesi Tengah 127.669 ton (16 %), Sulawesi Selatan 118.775 ton (15 %) Sulawesi Barat 71.543 ton (9 %) Sumatera Barat 58.582 ton (8 %), sisanya 28 provinsi menyumbang 33 %.

  Komoditas biji kakao Indonesia terdapat 3 jenis, yakni criollo, forastero, dan trinitario dengan kualitas dan kekhasan yang berbeda. Perbedaan jenis kakao memiliki beragam kualitas dengan kekhasan aroma, rasa, dan khasiatnya yang sekaligus mempengaruhi nilai ekonominya.  Industri pengolahan kakao Indonesia dalam 3 tahun terakhir meningkat dari 483.000 ton/tahun di tahun 2018, 487.000 ton di tahun 2019 dan di tahun 2020 mencapai 500.000 ton/tahun. Namun pasokan biji kakao dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 45,66 % atau 196.787 ton terhadap industri pengolahan kakao nasional, sisanya justru diisi atau impor dari negara lain. Pasokan biji kakao dalam negeri yang akan diolah menjadi bahan baku industri pengolahan sebagian besar tidak melalui proses fermentasi, atau fermentasinya kurang sempurna.  

  Produk kakao baik berupa biji, olahan (semisal: cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter, cocoa powder), hingga produk cokelat menyumbang pendapatan ekspor. Peluang melebarkan di pasar global sangat terbuka. Karakteristik biji kakao Indonesia memiliki titik leleh tinggi dan kaya kandungan lemak sehingga industri pengolahan kakao menghasilkan produk berkualitas tinggi baik dari segi aroma, rasa, maupun manfaat kesehatan.

  Olahan kakao yang sudah terstandadisasi diantaranya cocoa liquor cocoa cake cocoa butter dan cocoa powder. Kualitas produk olahan kakao Indonesia cukup terkenal di luar negeri. Produk industri pengolahan ini lebih 80 % diekspor ke Malaysia India, Cina, Belanda dan Amerika Serikat. Dan ini memberikan nilai devisa yang semakin meningkat, pada periode Januari – Juni 2020 mencapai 549 juta dolar AS meningkat 5,13 % dibanding periode sama di tahun sebelumnya. Sementara yang 20 % untuk pasar dalam negeri, karena saat ini pertumbuhan konsumsi cokelat di Indonesia masih sekitar 5,9 %. Bila dibandingkan dengan negara Swiss yang merupakan produsen cokelat terbaik karena didukung konsumsi cokelatnya mencapai 8,4 kg/kepala/tahun, sementara Indonesia baru 0,3 kg/kepala/tahun.

PukisCoklat  Kondisi tersebut menjadikan di dalam negeri cokelat bukan produk yang banyak dikonsumsi orang sebagaimana halnya kopi dan teh yang dikonsumsi hampir di setiap kesempatan. Minum cokelat belum menjadi keseharian. Walau demikian olahan kudapan lain dengan dilengkapi cokelat banyak kita jumpai dan melengkapi variasi kudapan tradisional Indonesia. Seperti roti cokelat, martabak cokelat, bakpia cokelat, dadar gulung cokelat, kue pukis cokelat, putu ayu cokelat, kue lapis cokelat. Atau apalagi, silakan berkreasi. Semoga cokelat terus berkontribusi bagi perekonomian Indonesia baik untuk konsumsi dalam negeri maupun sebagai poduk ekspor. (@lee – dari berbagai sumber)  

.

EKSPRESIKAN POTENSI ANDA melalui KOMUNITA …..!!!

SEdEKAH ILmU………

MENJEMPUT PAHALA TIDAK TERPUTUS

MARI BERBAGI PENGETAHUAN DAN KOMPETENSI BAGI SESAMA …..  

EKSPRESIKAN POTENSI ANDA melalui KOMUNITA …..!!!

Redaksi menerima tulisan (artikel, berita), karikatur, ilustrasi, foto kegiatan

Redaksi KOMUNITA menerima tulisan (artikel, berita), karikatur, ilustrasi, foto kegiatan dengan syarat : topik atau tema aktual, relevan, penyajian cukup singkat, dan disajikan secara menarik, belum pernah dipublikasikan. Untuk naskah tulisan 1.500 s/d 2.000 kata dalam bahasa Indonesia dalam 1,5 spasi. Redaksi berhak mengedit naskah tulisan (tidak perlu memberitahu penulis/pengirim sebelumnya) dengan tidak mengurangi makna isi tulisan.

Tulisan disampaikan ke alamat email : [email protected], yandaramadana @gmail.com, atau Redaksi Komunita, Gedung A lantai 1 Yayasan Widyatama, Kampus Widyatama, jl. Cikutra 204 A Bandung, 40125

Naskah tulisan, karikatur, ilustrasi, foto kegiatan yang lolos akan dimuat secepatnya. Jika tidak bisa dimuat, dipastikan dikembalikan paling lama empat minggu dari penerimaan naskah.

Untuk kelengkapan administrasi, bila mengirimkan naskah tulisan, karikatur, ilustrasi, foto kegiatan mohon disertakan riwayat hidup singkat, serta pas foto. Terima kasih. (Redaksi)

.

REDAKSI

.

.

TOPIK KOMUNITA Edisi berikut.

Edisi # 30 : SDGs, Bagaimana upaya PT.

Edisi # 31 : Biaya Pendidikan Tinggi Mahal ? Edisi # 32 : Bonus Demografi Peluang & Tan-tangan

Kami mengundang bpk, ibu, rekan-rekan, serta adik-adik mahasiswa berpartisipasi dan berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam topik di atas berbentuk naskah tulisan, foto dll.

Kami tunggu partisipasi Anda. Terima kasih. (red.)

Salam,

Redaksi

PENDAMPINGAN TENANT WIDYATAMA BUSINESS INCUBATOR (WIBI)

0

.

PENDAMPINGAN TENANT

WIDYATAMA BUSINESS INCUBATOR (WIBI)

Keni-KaniawatiData menggambarkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia setiap tahun – dari tahun 2018 sd. 2020) baru 1,5 % dari total penduduk Indonesia sebanyak 270 juta orang atau sekitar 3,06 juta orang saja. Data Kementerian Perindustrian Indonesia tahun 2020-2021 menyebutkan pertumbuhan industri di berbagai bidang seperti otomotif, makanan dan minuman, pusat data, minyak dan gas, kimia, logistik, elektronik, medis, dan lainnya kurang menggembirakan di tengah pandemi. Hal tersebut menunjukkan ketimpangan antara jumlah ketersediaan lapangan kerja di perusahaan atau industri dengan ketersediaan penduduk usia kerja. Fakta ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus memainkan peran dalam mendorong para lulusan menjadi wirausaha-wirausaha muda yang terampil siap mandiri. Pemerintah telah memfasilitasi perguruan tinggi membentuk inkubator bisnis yang memfasilitasi wirausaha muda dari lingkungan kampus. Widyatama Business Incubator (WiBI) adalah salah satunya.

Inkubator bisnis merupakan wadah yang memfasilitasi segala potensi yang ada di perguruan tinggi sebagai unit bisnis untuk kepentingan kegiatan akademis maupun non akademis. Pentingnya inkubator bisnis di kampus, karena kampus merupakan langkah awal untuk mendekatkan dengan para stokeholder. Jadi inkubator bisnis adalah fasilitas dan tempat fisik yang menampung proses inkubasi bisnis bagi tumbuhnya wirausaha muda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa model inkubasi yang paling efektif untuk program inkubasi bisnis adalah model pendampingan partisipatif. Tenant binaan dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan dan terlibat secara aktif dalam diskusi mengenai permasalahan usaha dan solusi untuk mengatasinya. Inkubasi tenant dapat dilakukan dalam tiga tahap: pra inkubasi, tahap inkubasi, dan tahap pasca inkubasi. Program inkubasi terutama meliputi pelatihan teknis dan manajemen, pembukuan sederhana, penyusunan rencana bisnis, fasilitasi akses permodalan, dan pemasaran.

  Keni Kaniawati SE., M.Si – Kepala Inkubator Bisnis Universitas Widyatama meyakini inkubator bisnis di kampus bermanfaat untuk proses belajar mengajar maupun pembelajaran yang memberikan dampak pengalaman secara lebih riil bagi mahasiswa. Hal ini dikarenakan semua entitas mahasiswa yang terlibat di dalam inkubator bisa merasakan atmosfer yang mendekati kondisi di lapangan. Inkubator bisnis di lingkungan akademis memang sangat strategis sebagai tempat yang progresif untuk membawa mahasiswa ke lingkungan belajar yang berbeda dengan kelas konvensional.

  WiBI mempunyai tiga program pelayanan yaitu : Pra Inkubasi, Inkubasi dan Pasca Inkubasi. Salah satu implementasi program tersebut pada hari Sabtu, 31 Juli 2021, WiBI menyelenggarakan pendampingan tenant melalui webinar zoom meeting yang dihadiri para tenant residen maupun tenant non residen. Melalui tiga program layanan tersebut WiBI memberikan masukan dan manfaat yang sangat berguna bagi peningkatan wirausaha mahasiswa. Tujuan kegiatan tersebut untuk mengimplementasikan peran kreatifitas dan inovasi bagi kewirausahaan di kampus dalam rangka menciptakan calon wirausaha baru bagi mahasiswa atau alumni. Kegiatan tersebut memberi manfaat sangat besar bagi peningkatan mental wirausaha, peningkatan ekonomi, omset dan kesejahteraan tenant. Metode kegiatan program WiBI meliputi: (a) pengembangan bakat tenant, (b) pembekalan hard dan soft skill tenant, (c) peningkatan dan pemberdayaan wirausaha tenant, (d) penambahan modal tenant untuk lebih tangguh dan mandiri.

  Dalam pelaksanaan kegiatan melalui pembelajaran, pelatihan dan pemberdayaan menggunakan metode Project Based Learning (PBL) yang memuat model pendampingan dan pemberdayaan: doing, empowering, fasilitating dan evaluating. Model Participatory Rural Appraisal (PRA) berbasis partisipatif, penggalian potensi/bakat untuk menghasilkan dan mendapatkan calon wirausaha baru sesuai bakatnya. Peserta adalah para tenant residen maupun tenant non residen, mahasiswa perintis usaha baru (start-up).

  Manager WiBI – Lutfi Firman Firdaus S.M. yang terjun langsung menguraikan bahwa penggelolaan Incubator Bisnis merupakan peran yang penuh tantangan dan tuntutan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu mendukung, juga memperhatikan para wirausaha muda maupun UMKM khususnya yang tergabung dalam WiBI. Kami memfasilitasi ruang tenant untuk melakukan proses produksi serta memberikan training maupun coaching dari para praktisi maupun dari pengelola inkubator bisnis. Juga memberikan bantuan akses pasar dan supplier, akses permodalan, kemitraan maupun promosi secara digital.

Asisten Manager WiBI – Gita Genia Fatihat SMB.MM. menguatkan bahwa seorang wirausaha perlu memahami serta penyusunan rencana keuangan dan pengelolaan arus kas agar bisnis yang dijalankannya dapat berjalan dengan baik, terencana, dan dapat mengurangi resiko kegagalan bisnis. Permasalahan yang biasanya muncul dalam membangun bisnis yaitu masalah permodalan. Modal dapat diperoleh dari pemilik pribadi maupun oleh pihak ketiga. Untuk perintis yang akan membangun bisnis, sumber dana dari pihak ketiga itu penting untuk mengembangkan usaha tersebut. Namun, sebagian besar ini menjadi masalah karena belum memiliki pengalaman ataupun kepercayaan untuk mencari investor. Maka WiBI hadir untuk menjembatani persoalan ini. WiBI akan berusaha mencarikan sumber dana bagi para tenantnya. Dalam rangka mendukung jalannya usaha tenant baik tenant residen maupun tenant non residen.

WiBI akan memfasilitasi yang sumber dananya berasal dari Hibah IBT, Hibah CPPBT, CSR, Subsidi Pemerintah, Kememkop Koperasi dan UMKM, pendanaan In-Kind. Pendanaan tersebut diperoleh tentunya dengan mengajukan proposal hibah Inkubator Bisnis, proposal Business Plan para tenant. Oleh karena itu WiBI akan melakukan program pendampingan tenant dengan pelatihan penyusunan proposal Business Plan dan BMC.

  Dalam akses pemasaran tenant WiBI diharapkan dapat mengaplikasikan teknologi dalam mengembangkan bisnisnya. Artinya tenant WiBI harus mengikuti perkembangan jaman era digital marketing sehingga tidak tertinggal dengan bisnis yang lainnya jelas Asisten Manajemen Pemasaran WiBI, Andi Sukma SS.SE.MM.

.

Write by : Keni Kaniawati, SE., M.Si.

Ketua Widyatama Business Incubator, Dosen Tetap Universitas Widyatama,

Email: [email protected]; No kontak: 082319616313/081221791046

Manajemen Restribusi Dan Rute Pengangkutan Sampah Di Kota Bandung

.

Judul       : Manajemen Restribusi Dan Rute Pengangkutan

                        Sampah Di Kota Bandung

Penulis    : Keni Kaniawati SE. M.Si

                Prof Dr.Ir.H. Eddy Jusuf Sp.M.Kom, M.Si

                Dr.Ir. Yogi Yogaswara M.T

Penerbit      : REFIKA

Tahun Terbit  : 2021

ISBN       : 978-623-7060-84-0

.

.

.

Ditilik secara harfiah, sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi atau dibuang oleh pemilik atau pemakainya semula. Sumbernya bisa dari berbagai aktivitas manusia, mulai dari aktivitas pemukinan, pertanian, pembangunan gedung, perdagangan, perkantoran dan industri.

Manajemen sampah sudah menjadi isu yang mengiringi geliat dan derap langkah keberaadaan kota-kota besar di dunia, termasuk Kota Bandung yang sudah masuk katagori metropolitan. Bahkan Bandung sempat mengalamai perististiwa “Bandung Lautan Sampah” akibat tragedi longsor sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dipinggiran Kota Bandung waktu itu.

Warga Kota Bandung tidak akan pernah melupakan peristiwa 16 tahun lalu atau tepatnya Senin, 21 Februari 2005, dimana terjadinya longsor puluhan ton sampah yang menimpa pemukiman kumuh di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah yang telah merengut 147 nyawa manusia. Terlepas dari peristiwa yang memprihatinkan tersebut, momentum ini juga merupakan titik penyadaran pemerintah dan warga Bandung mengenai karut marutnya pengeolaan sampah dikawasan metropolitan tersebut.

Sejak saat itu dilakukan pembenahan menyangkut manajemen pengelolaan sampah, antara lain dari aspek kontribusi serta rute pengangkutan yang merupakan unsur urgen dalam manajemen pengelolaan sampah secara keseluruhan.

Namun seiring dinamika perkembangan dan pertumbuhan kota besar, setiap waktu manajemen pengelolaan tentu saja harus disempurnakan. Hal ini seiring pula dengan pertambahan penduduk dari tahun ke tahun yang meniscayakan pertambahan volume sampah yang dihasilkan.

Sebuah buku yang mengulas secara mendalam ihwal pengelolaan sampah, klasifikasi serta kebijakan yang mengiringi diterbitkan oleh Refika Aditama Bandung. Buku ini ditulis bersama: Keni Kaniawati SE.M.Si. (Dosen Tetap Universitas Widyatama), Prof.Dr.Ir.H. Eddy Jusuf Sp.,M.Kom.M.Si. (Guru Besar Tehnik Industri Universitas Pasundan), Dr.Ir. Yogi Yogaswara M.T. (Dosen Tetap Universitas Pasundan) dengan tajuk ”Manajemen Retribusi dan Rute Pengangkutan Sampah di kota Bandung”. Buku ini juga diberi kata sambutan oleh Wakil Wali Kota Bandung, H. Yana Mulyana SE.M.M.  

Buku ini disusun dengan tujuan untuk dapat memberikan manfaat khususnya kepada pemerintah daerah dalam membantu menuntaskan permasalahan pengelolaan retribusi dan sistem pengangkutan sampah di kota masing-masing. Buku juga dilengkapi berbagai contoh implementasi dari proses dan metode pengelolaan hingga sistem pengangkutan sampah.

Konten buku ini merupakan wujud implementasi hasil penelitian para penulis, dimana pengelolaan sampah di kota Bandung masih mengalami permasalahan terkait dengan sarana dan prasarana yang masih minim, pembiayaan yang belum memadai, kemapuan operasional pelayanan masih rendah, kemampuan dan kualitas SDM juga masih rendah serta minimnya peran serta mayarakat, penerapan Perda K3 masih belum optimal dan belum tersedianya tempat pemprosesan akhir sampah yang memadai.

Bagaimanapun, manajemen pengakutan sampah masih banyak mengalami permasalahan. Sebagai contoh yang dapat kita perhatikan adalah pengangkutan sampah yang melewati beberapa ruas jalan protokol pada jam sibuk yang berakibat timbulnya kemacetan lalu lintas dan tingkat penggunaan angkutan sampah pun tidak optimal. Belum lagi jumlah armada pengangkutan yang ada. Hal ini tentu membutuhkan intervensi instrumen yang empirik sebagai bagian dari riset manajemen dan teknologi. Inilah yang menjadi aspek penting dalam pembahasan buku ini.

Semua aspek dalam pengelolaan sampah juga harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip terbaik untuk kesehatan, ekonomi, teknolog/engenering, estetika, lingkungan, dan juga terhadap sikap masyarakat. Dalam menentukan strategi manajemen pengelolaan sampah juga diperlukan informasi mengenai timbulan sampah, komposisi, karateristik dan laju penimbunan sampah. Faktor-faktor ini menjadi bagian yang ikut dalam kuantifikasi dan tabulasi sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan manajemen.

Gambaran tentang problematik pengelolaan sampah kota Bandung dalam buku ini tentunya layak menjadi rujukan bagi para peneliti/dosen, mahasiswa S1/S2 maupun S3 demi peningkatan pengelolaan sampah yang semakin baik di kota Kembang ini.

(Keni Kaniawati & Erwin Kustiman)

.

.

Millennial Hydro Group Urban Farming seorang Bayu

  

Tenant

Business Incubator/WiBI

Keni Kaniawati

Millennial Hydro Group

Urban Farming seorang Bayu

  Menjadi seorang pengusaha sukses di usia muda tentu tidak bisa dialami oleh semua orang dan instan. Untuk mewujudkan hal tersebut, akan membutuhkan banyak usaha dan juga kerja keras, sebab kesuksesan tidak akan didapatkan dengan mudah, apalagi di usia yang masih muda. Namun berbagai macam usaha dan juga kesempatan yang coba diciptakan oleh beberapa orang anak muda, mampu membawa mereka menjadi pengusaha sukses di usia muda. Beragam prestasi di luar kuliah atau sekolah bisa mereka dapatkan, yakni dengan membuka usaha.

  Memiliki prinsip hidup “Keberhasilan itu berada di puncak segunung kegagalan, maka jika ingin sukses carilah kegagalan sebanyak–banyaknya agar mencapai titik keberhasilan yaitu puncak segunung kegagalan”, itulah pria muda kelahiran Bandung yang memiliki nama lengkap Gumelar Bayu Fadillah.

Gumelar Bayu Fadillah S.M.

Sejak masa kuliah di Universitas Widyatama, Bayu menekuni bisnis dengan beragam usaha. Untuk meningkatkan skill–nya Bayu mengikuti beberapa pelatihan, dan workshop Kewirausahaan. Salah satunya workshop yang diselenggarakan atas kerjasama Dispora Jabar dengan Universitas Widyatama Angkatan ke VIII. Penyelenggaraan workshop tersebut merupakan salah satu dimensi penting dalam membentuk jiwa pemuda Indonesia yang perlu dikembangkan untuk mendorong kemandirian pemuda di bidang ekonomi. Mengapa demikian, mengingat tingkat pengangguran di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, utamanya lulusan perguruan tinggi. Namun yang terpenting dari wirausaha ini yakni harus dapat menentukan segmentasi dan terus introspeksi.

Untuk meraih kesuksesan, Bayu selalu kerja keras dan tekad yang kuat. Hal ini tentu saja tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Mencoba dan berusaha melakukan yang terbaik adalah salah satu jalan menuju kesuksesan di usia muda. Dengan usianya yang relatif muda yaitu 21 tahun, namun pengalaman bisnis dan organisasinya sudah cukup matang. Terbukti Kang Bayu sapaan yang cukup dikenal di kalangan mahasiswa Universitas Widyatama. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI PT Universitas Widyatama 2020-2021 serta pernah sebagai staff Pemerintah Mahasiswa Universitas Widyatama, dan juga sebagai Ketua Angkatan 2017 Universitas Widyatama.

Bayu, Ketua WIBI Keni Kaniawati SE.M.Si dan Manager WIBI Lutfhi Firman Firdaus S.M.

Selain itu ia aktif di organisasi luar kampus sebagai Komisi Lingkungan Hidup KNPI Kota Bandung tahun 2018-2021 dan juga sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasirwangi.

Selama menjadi Tenant Widyatama Business Incubator/WiBI, Bayu merasakan manfaatnya dimana ia menjadi lebih fokus pada usahanya, lebih memunculkan ide kreatif dan inovasinya. Sehingga dia berharap usahanya bisa tembus ke pasar nasional maupun internasional. Dalam menjalankan usahanya, kini Bayu sebagai Owner Springrolls Bandung, Owner Kedai Moozu Bandung, Founder Lembur Sayur. Bayu dan rekan mitra bisnisnya mendirikan beberapa bidang bisnis salah satunya adalah Millennial Hydro Group/MHG yang bergerak di bidang Agrobisnis yaitu hidroponik. MHG menawarkan beberapa produk yaitu: sayuran hidroponik, instalasi hidroponik, pendampingan, pelatihan hidroponik, dan juga Minuman Healthy.

Millenniall Hydro Group ini lahir akibat keresahan seorang Bayu memperhatikan di lingkungan sekitarnya semakin banyak lahan kosong, lahan semakin sempit untuk pertanian, khususnya di Kota Bandung. Itulah awal mula terbentuknya MHG. Guna menjawab keresahan pribadinya ia membuat Urban Farming di pekarangan rumah dengan metode hidroponik berbasis rumahan. Millenniall Hydro Group beralamat di Komp. Pemda Cingised Jl, Paripurna Blok D No 76 RT 04 RW 06 Kelurahan Cisaranten Indah Kecamatan Arcamanik Bandung 40293. MHG memiliki visi membuat perkotaan yang kaya akan sayuran.

Masa pandemi Covid-19, Bayu merasakan dampaknya. Akan tetapi dengan ide cemerlangnya untuk keluar dari kesulitan tersebut, Bayu mengajak seluruh pegiat UMKM untuk tetap Struggle menghadapi tantangan di masa Pandemi. Ia mengembangkan sistem berkolaborasi agar bisa bertahan dalam masa pandemi ini. Melaui upaya berkolaborasi hal yang dianggap tantangan akan berubah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Bagi yang ingin kolaborasi dengan Millenial Hydro Group dapat follow instragramnya millennialhydrogroup.id dan IG @wibiutama 204A dan bisa menyaksikan chanel youtube nya dengan link https://youtu.be/axHjeX4AvDY.