Home Blog Page 22

Bursa Kerja Virtual Widyatama di Masa Pandemi

.

Bursa Kerja Virtual Widyatama di Masa Pandemi

Screenshot 5 1024x563 - Hadirkan Perusahaan Ternama Bursa Kerja Virtual Universitas Widyatama Bantu Pencari Kerja Di Masa Pandemi    Pandemi Covid-19 berjalan 1 tahun lebih. Banyak sektor terdampak, beberapa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Meskipun begitu, optimisme membantu pencari kerja tidak meredup. Pusat Karir Universitas Widyatama (UTama) menggelar bursa kerja vitual kedua, “Career Day UTama Virtual Expo 2021” terbuka untuk umum, dilaksanakan tanggal 6 – 7 Juli 2021 lalu.

  Yelli Eka Sumadhinata, S.E., M.M., Kepala Biro Pusat Karir menjelaskan masa pandemi kami tetap menjalankan visi misi membantu lulusan mempersiapkan memasuki dunia kerja dan membantu mencarikan peluang pekerjaan.

  “Career Day UTama Virtual Expo 2021” diisi web seminar mengangkat empat topik yang berhubungan dengan dunia kerja: Kunci Sukses Kembangkan Karir (Dari Wardah Kosmetik), Kiat Lolos Wawancara Dan Interview (Indonesia Cendikia), Professional Grooming (PT. Kurnia Cipta Moda Gemilang) serta Standarisasi Produk UMKM Untuk Bersaing Di Pasar (BSN). Di samping itu juga menampilkan kegiatan Entrepreneurship Expo yang diikuti 27 tenant.

  Perusahaan yang berpartisipasi meliputi: Pharos Group, PT. Royal Abadi Sejahtera, PT. Kurnia Cipta Moda, PT. Wahana Otto Mitra Multi Artha, British American Tobacco, PT. Synapsis Sinergi Digital, CV Hwins Cruise Ship Academy And Agency, PT Soka Ciptaniaga, PT. Infinity Plus Solution, PT. Infomedia Solution Humanika, PT. Valbury Asia Futures, PT. Xsis Mitrautama, PT. AIA Financial, PT. Adi Makmur Sentosa (Orang Tua Group), Bank Himpunan Saudara, Stanli Trijaya Mandiri, PT. Global Kapital Investama, PT. Nusantara Sakti Group, PT. Oskar Kayasa Cemerlang, PT. Medion, Marketing Universitas Widyatama, LPAP Universitas Widyatama dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Widyatama.

   Siti Sarah, M.Psi, Psikolog dari Indonesia Cendikia memaparkan “Kiat Sukses Psikotest dan Wawancara”. Psikotes perangkat seorang recruiter memahami pola perilaku seorang kandidat terutama dari sisi psikologi. Para pelamar kerja bisa sukses psikotes, tentunya harus mencari informasi tentang serba-serbi psikotes, berlatih soal-soal psikotes, mengerjakan psikotes dengan jujur dan sepenuh hati serta mempersiapkan mental dan fisik.

  Sedangkan wawancara bertujuan menggali sejumlah informasi untuk mengevaluasi kualifikasi seorang kandidat pada posisi jabatan tertentu. Hal penting saat wawancara (secara online/zoom) para pelamar kerja harus mengusai perangkat yang akan digunakan, pastikan kuota internet, pastikan akun wawancara yang tepat, berikan pesan sudah siap untuk wawancara, kenakan pakaian, riasan yang pantas serta virtual background yang tepat, ingat dan sebutkan nama pewawancara. (07Jul2021, sumber UTama)

.

Widyatama Raih “Silver Medal” di

International Invention Competition Young Moslem Scientists 2021

  Universitas Widyatama (UTama) berhasil meraih “Silver Medal” di “International Invention Competition Young Moslem Scientists” (IICYMS), tahun 2021. Medali diraih setelah bersaing dengan 105 tim dari 13 negara yang ambil bagian di kompetisi tersebut. Kompetisi inovasi produk tingkat internasional diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, pada tanggal 1-4 Juli 2021 lalu.

WhatsApp Image 2021 07 06 at 10.25.27 1024x768 - Semakin Eksis Universitas Widyatama Raih “Silver Medal” pada ajang  “International Invention Competition Young Moslem Scientists” 2021  Di ajang tersebut UTama menampilkan inovasi alat penjernih air yang disebut SarmUT (Saringan Air Mesin Universitas Widyatama), buatan tim Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Muhamad Farhan Anshari, Maxi Millian, Taufik Waliyudin, Fitra Rizkiarjo serta Faris Kusuma Alfano dibimbing Martoni, ST., MT., sebagai dosen pembimbing.

  Ketua Program Studi Teknik Mesin, UTama Udin Komarudin, Ir., MT. menjelaskan SarmUT adalah alat saringan air hasil karya mahasiswa yang telah diaplikasikan secara nyata untuk masyarakat di Kota Cimahi serta SMK Putra Bahari, Baleendah. SarmUT bisa mengatasi masalah air kotor, keruh dan berbau menjadi jernih, yang sangat dibutuhkan masyarakat yang terkendala tersedianya air bersih.

“Alat penjernih tersebut merupakan salah satu bentuk kreatifitas dan inovasi mahasiswa pada kondisi COVID-19, juga bagian dari pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Fakultas Teknik UTama. Hasil kegiatan mahasiswa ini akan direkognisi ke dalam kurikulum Prodi Mesin.

    Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran, UTama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. menyebut sebagai potensi UTama terutama berkaitan inovasi mahasiswan. Ini merupakan model pengembangan yang bersifat edukatif sekaligus memiliki manfaat bagi masyarakat luas. Sekaligus berhubungan dengan program program MBKM UTama. Fakultas Teknik banyak melakukan terobosan-terobosan berkaitan dengan mekanisme proses MBKM. Kampus kami memberikan kemerdekaan dalam belajar, untuk berinovasi menciptakan produk-produk dari proses belajar mengajar yang didapatkan saat kuliah,” tegas Prof. Dadang.

    Prestasi ini tentu juga motivasi mahasiswa dan para dosen fakultas lain untuk selalu mejadi penggerak. Sehingga para mahasiswa bisa mengeluarkan potensinya baik secara keilmuan maupun kemampuannya. (06Jul2021, sumber: UTama)

.

Widyatama Pecahkan Rekor Basket Virtual MURI

WhatsApp Image 2021 06 28 at 14.03.13 1024x768 - Rekor Basket Dunia Dipecahkan Oleh Universitas Widyatama  Universitas Widyatama pecahkan Rekor Basket Virtual melalui kegiatan Widyatama International Basketball Shooting Competition (WiBasic) secara virtual, Sabtu, (26/6/2021) lalu. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan MURI atas kegiatan tersebut. Senior Manager MURI, Awan Rahargo menyerahkan penghargaan secara virtual.

WhatsApp Image 2021 06 28 at 14.03.15 1024x768 - Rekor Basket Dunia Dipecahkan Oleh Universitas Widyatama  Awan menjelaskan WiBasic merupakan kompetisi memasukan bola basket ke dalam ring antar perguruan tinggi pertama di Indonesia secara virtual. Kegiatan ini diikuti 16 tim basket perguruan tinggi (putra & putri) dalam negeri, serta 6 tim perguruan tinggi dari mancanegara, seperti Malaysia, Philipina dan Kamboja. Satu tim terdiri dari putra & putra serta putri & putri. Teknis pelaksanaan kompetisi setiap tim harus memasukan bola, dalam kurun waktu satu menit. MURI memaklumatkan Universitas Widyatama sebagai kampus pertama yang menggelar kompetisi melempar bola basket antar perguruan tinggi secara virtual, jelas Awan saat menyerahkan penghargaan.

  Dr. Deden Sutisna, SE., M.Si., Wakil Rektor II, Bidang Keuangan dan SDM menyatakan Rekor MURI tersebut yang keenam bagi Universitas Widyatama. Lima penghargaan MURI lainnya, adalahWidyatama Berpagar Buku, Seminar Terlama se-Indonesia, Penulis Buku IT Terbanyak, Job Fair Offline Terlama se-Indonesia, serta Job Fair Online Terlama se-Indonesia.

  UTama mendorong semua unit kegiatan untuk berprestasi. Seperti unit tae kwon do, bulutangkis, tarung derajat, futsal, Bahasa Inggris, golf, Bahasa Jepang dan banyak lagi. Kami memiliki gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa berskala internasional, didukung pelatih atau pembimbing yang profesional.

  Pipin Sukandi, Kepala Biro Kemahasiswaan menjelaskan teknis kompetisi WiBasic. Setiap perguruan tinggi hanya bisa mengirimkan dua tim basket, satu tim putra dan satu tim putri. Ketentuannya, ada titik poin shooting, dari satu sampai lima. Dilakukan di kampus masing-masing, lalu divideo dan tidak boleh diedit. Dalam satu tim ada dua orang, ini bukan pertandingan basket, namun kompetisi nge-shoot bola. Peserta memasukan bola basket sebanyak-banyaknya dalam waktu 60 detik. Ada titik poin dari 1-5, yang sudah ditentukan oleh panitia. Mereka juga harus merekamnya, tidak boleh diedit. Kami bekerjasama dengan Perbasi Jabar, sebagai juri. Kalau ada yang curang, seperti mengedit video langsung didiskualifikasi.

  Kompetisi digelar Biro Kemahasiswaan mengingat hampir setahun lebih mahasiswa belajar online di rumah, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan juga online. Karena itu tujuan kegiatan untuk mengajak mahasiswa yang memiliki bakat, keterampilan dan potensi di tengah pandemi berkompetisi men-shoot bola dalam kegiatan bola basket. Kami ingin mahasiswa tetap sehat dan bisa berkompetisi. Meskipun online mereka (atlet basket Universitas Widyatama) juga tetap berlatih di rumah. Video hasil lari, push up segala macam di rumah. Jadi pas ada pertandingan mereka sudah siap. Fisik para atlet Widyatama tetap terjaga, dan kita coba tanding dengan kampus lainnya.

  Pada kompetisi ini tim basket putra & putri UTama, mengungguli tim basket dari perguruan tinggi lain. Juara WiBasic, tim putra: Juara 1, Universitas Widyatama (31 points); Juara 2, Universitas Bandar Lampung (29 points); Juara 3 : Universitas Kristen Maranatha (24 points). WiBasic tim putri: Juara 1, Universitas Widyatama (30 points); Juara 2, Universitas Bandar Lampung (22 points); Juara 3, Universitas Kristen Maranatha (10 points). (28Jun2021, sumber UTama)

.

Rektor UTama – Prof. Dr. Obsatar Resmikan FISIP UTama

  Rektor Universitas Widyatama (UTama) Bandung, Prof. Dr. Obsatar Sinaga meresmikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dalam Webinar Nasional bertema “Model Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Di Indonesia”, Sabtu (19/6/2021) lalu.

Hadir empat narasumber: Dekan FISIP UPN – Dudy Heryadi, Dekan FISIPOL UGM – Wawan Mas’udi, Dekan FISIP – UNPAD Widya Sumadinata, dan Dekan FIKOM – Unpad Dadang Rahmat. Kegiatan dimoderatori Atalia Praratya Kamil dosen Prodi Produksi Film dan Televisi yang juga isteri Kang Emil.

  Prof. Dr. Obsatar Sinaga mengatakan FISIP UTama baru diresmikan ini dengan sejumlah keunggulan, yakni magang bersertifikasi, penelitian, proyek independen, dan proyek kemanusiaan. FISIP UTama meliputi tiga Program Studi (Prodi): Produksi Film dan Televisi, Perdagangan Internasional, serta Perpustakaan dan Sains Informasi.

  Sebelumnya pada tahun akademik 2020-2021, Prodi Produksi Film dan Televisi di Fakultas Desain Komunikasi Visual, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi di Fakultas Teknik, serta Perdagangan Internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di tahun yang sama, ketiga prodi sudah memiliki mahasiswa, dan didukung dosen pengajar yang mumpuni. Prodi baru belum memiliki lulusan, sehingga program magang diharapkan dapat menjadi program percepatan daya serap lulusan di perusahaan internasional yang berada di Indonesia maupun luar negeri.

  Dalam aspek penelitian mahasiswa FISIP UTama akan terlibat dalam kegiatan LP2M atau diikutsertakan dalam penelitian unggulan dosen, juga publikasi di jurnal internasional terindek. Sedangkan keunggulan pada proyek independen, mahasiswa dapat belajar kreatif dan mandiri menghasilkan suatu karya atau produk. Setiap Prodi akan melaksanakan kegiatan proyek kemanusiaan yang berkolaborasi dengan berbagai Yayasan Kemanusiaan dan Palang Merah Indonesia (PMI).

  Wakil Rektor I UTama Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran, Prof. Dr. Dadang Suganda menambahkan FISIP UTama dimulai sejak 26 Februari 2021 lalu. Kehadirannya untuk mengisi sumber daya manusia sosial politik yang dibutuhkan masyarakat, baik di level lokal, nasional maupun global. Sesuai visi UTama, Prodi tersebut dimaksudkan mengembangkan SDM profesional dan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Maka prodi tersebut mengangkat social political preneur and humanity. Artinya menciptakan sosio pilitik yang kreatif, inovatif dan problem solver.

  Lulusan FISIP UTama, diharapkan berkontribusi terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Misalnya, bagaimana mengeluarkan kebijakan yang relevan dalam masalah kemiskinan dan sebagainya. Di samping itu, lulusan menjadi problem solver terhadap isu-isu social justice dan human rigth.

Secara infrastruktur, UTama sudah sangat siap. Selama ini sistem perkuliahan sudah berbasis digital. Untuk prodi Perdagangan Internasional selain menciptakan SDM dengan kompetensi bidang perdagangan internasional. Prodi ini lebih pada penguatan diplomasi sehingga potensi produk lokal sendiri bisa diangkat di pasar global oleh SDM yang memiliki kapasitas di bidang perdagangan internasional,” jelasnya. (19Jun2021, sumber UTama)

.

DKV UTama dan DKV Unpas Wujudkan MBKM

WhatsApp Image 2021 06 11 at 09.25.14 1024x731 - Kolaborasi DKV Unpas dan DKV UTama Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka  Pimpinan dan dosen dari Fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Widyatama (UTama) dan Universitas Pasundan (Unpas) selenggarakan focus group discussion (FGD) Selasa, tanggal 8 Juni 2021 lalu. di Cafe Armor, Dago, Bandung.

  Mereka membahas perencanaan pelaksanaan studi/proyek independen dan pertukaran pelajar, bagi mahasiswa kedua kampus melalui kerjasama antar institusi.

  Deden Maulana, Dekan Fakultas DKV Universitas Widyatama mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya merealisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di tahun akademik 2021-2022.

  Setiap dosen berperan aktif mendorong, melakukan perencanaan, pengujian, koreksi dan evaluasi kepada setiap mahasiswanya. Pelaksanaan program tersebut dalam rangka mewujudkan bentuk dan karya inovatif para mahasiswa di kedua kampus. Ke depan mahasiswa diikutsertakan pada lomba di tingkat nasional bahkan internasional. Mahasiswa UTama dan Unpas dengan passion mereka didorong mewujudkan serta mengembangkan karya yang dapat diperhitungkan, sebagai karya bermanfaat bagi masyarakat luas.

  Yang menarik program ini dapat melibatkan mahasiswa lintas disiplin prodi, baik di Unpas maupun UTama. Kunci keberhasilan perguruan tinggi mengimplementasikan MBKM yaitu kurikulum yang adaptif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Juga kolaborasi dan kerja sama antara program studi dengan pihak lain yang dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran mahasiswa.

  Hadiri dalam FGD tersebut; Boy Irwan – Wadek II FISS Unpas, Fadhly Abdillah – Ketua Program Studi DKV Unpas, H Agus Setiawan, Tata Kartasudjana, Purmaningrum, Dicky Purnama serta dosen Unpas lainnya. Sedangkan dari UTama Deden – Dekan FDKV, Rudi Farid – Ketua Program Studi Desain Grafis, Asep Deni – Ketua Program Studi Desain Multimedia, Budiman – Ketua Program Studi Film dan Televisi. (11Jun2021, sumber UTama)

.

“The 2nd WIBEST” Publikasi 119 Paper di Jurnal Internasional

    Sekitar 119 paper hasil riset para dosen dan mahasiswa, dari berbagai kampus yang dipaparkan dalam “The 2nd Widyatama International Conference on Business, Economics, Social and Technology (WIBEST), 2021” secara daring, Rabu (9/6/2021) lalu akan dipublikasi di Jurnal Internasional terindeks Scopus. Paper yang dipresentasikan garansi dipublikasi di jurnal internasional terindeks Scopus kategori Q4 dan Q3.

.

WhatsApp Image 2021 06 11 at 09.11.22 769x1024 - UTama Kampus Riset: 119 Paper Pada “The 2nd WIBEST” Akan Terpublikasi Di Jurnal Internasional Terindeks Scopus  Event ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang diadakan bulan Februari 2021. Acara dibuka Rektor, Prof. Dr. Obsatar Sinaga. Hadir dua pembicara utama, yaitu Prof. Drs. Effendi Gazali, M.Si., MPS.ID., Ph.D. pakar ilmu komunikasi politik, serta Prof. Hafezali Bin Iqbal Hussain dari Taylor’s University, Malaysia.

  Tema yang diusung WIBEST kali ini, mengarah pada mengelola bisnis di masa pandemi COVID-19, melalui perubahan ekonomi, sosial dan teknologi. Peserta WIBEST 2021 terdiri dari Universitas Widyatama, ITENAS, UPI, UNPAD, Universitas Diponegoro, Telkom University, Twente Belanda dan lainnya, jelas Dr. Arief Rahmana, S.T., M.T. – Ketua Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Widyatama (UTama) sekaligus Chairman of WIBEST 2021.

WhatsApp Image 2021 06 11 at 08.55.40 - UTama Kampus Riset: 119 Paper Pada “The 2nd WIBEST” Akan Terpublikasi Di Jurnal Internasional Terindeks Scopus   Prof. Dr. Mohd. Haizam Bin Mohd. Saudi, Wakil Rektor III, Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama UTama mengatakan dalam kegiatan seminar internasional para akademisi memang dituntut menulis hasil penelitian yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus memiliki kebaruan terlebih di masa pandemi. Universitas Widyatama mulai dikenal sebagai kampus riset, rencananya akan melaksanakan kegiatan serupa di bulan Oktober 2021. Paper yang kini turut serta ke depan bisa ditingkatkan agar bisa terindeks Scopus dengan kategori yang lebih tinggi. Insya Allah dalam satu tahun kami akan menyelenggarakan WIBEST tiga kali.

  Pada WIBEST yang baru lalu, Panitia dan Komite memilih tiga paper terbaik dari para peserta, untuk memacu para peserta menulis paper yang berkualitas tinggi. Termasuk memiliki unsur penting seperti orisinalitas, hubungan dengan tinjauan pustaka, metodologi, hasil riset yang disajikan jelas dan dianalisis dengan tepat, kualitas komunikasi serta implikasi riset bagi praktiksi atau masyarakat.

  Tiga paper terpilih sebagai tulisan terbaik adalah: 1. “Improving Enterprise Behavior in The Era of Pandemy COVID-19” ditulis oleh Gina Damayanti, Luthfi Fathullah, Shabira Lintya Putri, R Adjeng Mariana Febrianti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama, Bandung;

2. “Fraud Hexagon in Islamic Companies” ditulis oleh Dianing Ratna Wijayani dan Dwi Ratmono dari Program Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus, serta Program Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang; 3. “Work Fatigue Level Analysis Based on Operator’s Physiological Workload at PT Pindad Bandung” ditulis oleh Adi Santika, Kiki Ardyanto Nababan, Lusi Mustika Safari, Mutiara Permatasari dan Verani Hartati, dari Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama, Bandung. (10Jun2021, sumber UTama)

.

Vocal Grup UTama Raih Juara Pertama

“Singing Competition 2021” se-Jabar & DKI Jakarta

WhatsApp Image 2021 06 09 at 21.35.07 1024x691 - Vocal Grup Universitas Widyatama Raih Juara Pertama Ajang “Singing Competition 2021” se-Jabar & DKI Jakarta  Vocal Grup Universitas Widyatama (VG UTama) sukses meraih juara pertama kategori umum, pada “Singing Competition se-Jabar & DKI Jakarta” yang digelar secara daring diselenggakan STIE Ekuitas. Personil VG UTama adalah Daffa Muhammad Ivandharu, Alya Shera Nurdani, Violieta Wicaksono Putri, Alita Gumati Raftinia, Resti Fitriani Permana dan Nabilla Ghina Utami meraih 476 poin.

  Mereka mengungguli tim Artha Grup yang meraih 471 poin dan Elevoice dengan skor 395. Pengumuman pemenang dilangsungkan hari Rabu, tanggal 2 Juni 2021 lalu.

  Daffa – Ketua VG UTama bangga atas raihan prestasi tersebut bisa mengharumkan civitas academica UTama. Ia menjelaskan raihan prestasi ini buah kerjasama sekaligus kerja keras VG UTama, termasuk bimbingan dari pelatih. Di kompetisi tersebut VG UTama membawakan dua lagu, yaitu “Dealova” dari Once dan “Rembulan” dari Krisdayanti.

  Ia sangat terkesan mengikuti kejuaraan vocal grup secara daring yang diadakan, tanggal 29 Mei 2021 tersebut. Sebab selain ada beberapa hal yang serupa dengan kejuaraan yang pernah diikuti VG UTama, ada yang berbeda dari ajang tersebut. Yaitu rekaman video berkonsep, seperti video klip sehingga kami perlu menyewa tempat untuk syuting. Sedang kejuaraan pertama, konsep videonya video cover virtual biasa mengandalkan background/greenscreen saja. (09Jun2021, sumber UTama)

.

Ekstrakurikuler FTV Channel Widyatama Dukung Program “Kampus Merdeka”

WhatsApp Image 2021 06 02 at 09.25.57 - Mendukung Program “Kampus Merdeka” Ekstrakurikuler FTV Channel Widyatama Diluncurkan    Ekstrakurikuler FTV Channel Widyatama secara resmi diluncurkan Program Studi Film dan Televisi (Prodi FTV), FISIP, Universitas Widyatama (UTama), Sabtu (29/5/2021) lalu.

  Kepala Prodi FTV Budiman, Drs., M.M.Pd. menjelaskan bahwa peluncuran program tersebut adalah salah satu implementasi program Kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbud Ristek. Cakupan Program Ekstrakurikuler FTV Chanel yakni mengelola dan memproduksi konten media digital, seperti web portal, program tv termasuk konten film di platform Youtube maupun media sosial.

  Untuk angkatan pertama tercatat 23 peserta. Mereka terdiri dari 18 mahasiswa Prodi FTV, 2 mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, 2 mahasiswa Prodi Desain Grafis DKV dan satu mahasiswa Prodi Manajemen Ekonomi. Lebih lanjut Program FTV Channel, akan bergulir dengan pola kepesertaan, minimal satu tahun. Kemudian di tahun berikutnya, diikuti oleh peserta yang berbeda. Para peserta program FTV Channel tetap memperhatikan jadwal perkuliahan masing-masing.

  Saat acara peluncuran program FTV Channel peserta mendapatkan pelatihan mengelola portal informasi FTV Channel dan teknik penulisan artikel populer yang disampaikan oleh Dosen FTV Kenmada Widjajanto, S.Sos., M.Ikom.

  Dekan Desain Komunikasi Visual (DKV), Deden Maulana, Drs., M.Ds. dalam sambutannya mendorong agar FTV Channel Widyatama bermanfaat, khususnya bagi para mahasiswa yang menjadi peserta. Terutama untuk meningkatkan kemampuan diri, keterampilan sekaligus dapat menjadi portofolio. Di era seperti sekarang, portofolio menjadi aset yang sangat penting kelak menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

  Pada kesempatan yang sama, Dekan FISIP Widyatama – Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si. berpesan agar mahasiswa yang turut serta dalam program FTV Channel Widyatama bisa memanfaatkan sarana kegiatan positif ini untuk mengembangkan jejaring, menimba pengalaman dalam memproduksi berbagai konten digital, TV maupun film.

  Pada kesempatan itu pula organisasi FTV Channel Widyatama langsung dibentuk. Terpilih pimpinan angkatan pertama Soerachman Dwiwaloejo, mahasiswa prodi FTV. Sebagai pimpinan ia bertugas organizing committee FTV Channel Widyatama dibantu perangkat lainnya merancang berbagai agenda kegiatan untuk menghidupkan semua platform media yang dikelola. (02Jun2021, sumber UTama)

.

Tips Jitu Mengelola Uang dan Bisnis Ala Mahasiswa

WhatsApp Image 2021 05 31 at 14.22.00 1 - Tips Jitu Mengelola Uang Dan Bisnis Ala Mahasiswa Menurut Ligwina Hananto Pakar Finansial Ternama  Pakar Finansial, Ligwina Hananto memberi Kuliah Praktisi bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa, Universitas Widyatama (UTama) dengan tema “Atur Uang Dan Bisnis Ala Mahasiswa”, Sabtu (29/5/2021) lalu. Kuliah tersebut dihadiri Wakil Dekan Fak Bahasa – Uning Kuraesin, Dra., M.Pd., serta Kaprodi Bahasa Jepang S1 – Dinda Ranadireksa, Ph.D.

  Ligwina mengatakan mahasiswa harus paham mengenai konsep Menghasilkan Uang, Berbelanja, Bersedekah, Menabung dan Investasi (MBBMI). Sedari kecil kita belajar menabung. Padahal yang paling utama itu belajar mengatur keuangan, kata Ligwina, yang juga Founder dan CEO Quamma, financial trainer, artis film dan juga dosen ekonomi saat memaparkan materinya. Artinya untuk seorang anak muda seperti mahasiswa harus pandai mengatur keuangan yang dihasilkanya, imbuh Ligwina.

  Bagi mahasiswa menghasilkan uang bisa dari uang saku, angpao THR, kerja freelance, dagang dan bisnis. Intinya ada kerja keras baru uang hadir dan mengerti cara hasilkan uang. Berikutnya berbelanja, menurut komikus stand up comedy menyebutkan dalam berbelanja para mahasiswa belajar mengenai proses mengambil keputusan. Apakah uangnya akan dibelanjakan untuk barang kualitatif atau kuantitatif. Sehingga bisa mengambil keputusan berbelanja sesuai dengan kepentingan atau keperluannya. Kemudian menabung, mahasiswa harus tahu tujuan menabung, agar ada manfaat, semangat, termasuk latihan. Contoh menabung untuk barang berkualitas dan kapan belanja barang kuantitatif, ternyata butuh latihan. Saya semangat menabung dengan tujuan membeli sepatu lebih mahal. Setelah dipakai ternyata sepatunya lebih awet. Menabung juga bisa untuk investasi seperti melanjutkan kuliah S-2, S-3, untuk modal bisnis dan banyak lagi.

  Yang tidak kalah penting yaitu berbagi. Saat bersedekah tidak membuat kita miskin. Ada hak orang lain pada harta (uang) kita, seperti untuk anak yatim, dhuafa, infak mesjid dan donasi lain. Hal tersebut bisa mengobati jiwa.

  Terkait memulai bisnis, Ligwina memberikan tips, memulai bisnis diawali dengan belajar berdagang. Bisa menjual risoles, kerudung, menjual kopi dan lainnya. Modalnya dari uang sendiri bukan hasil meminjam, fokus pada calon pembeli, menjual produk yang dibutuhkan, siap gagal, menurunkan level (tidak gengsi) dan lainnya. Karena usia 17-21 tahun penting untuk ekspolarisi ekperimen. Selanjutnya harus melakukan survei dan menjual barang yang memang diperlukan atau dibutuhkan oleh masyarakat.

  Sementara itu, Dinda Ranadireksa, Ph.D. – Kaprodi S1 Bahasa Jepang mengatakan, tujuan webinar agar mahasiswa Prodi Bahasa Jepang adaptif terhadap kebutuhan zaman, terutama di masa pandemi mendukung program Kampus Merdeka. Kemampuan mengelola keuangan dan berbisnis akan membantu mahasiswa mandiri dalam situasi apapun, dan memudahkan mereka dalam dunia kerja di kemudian hari.

  Menurut Dinda mahasiswa antusias terhadap acara tersebut dimana mereka bertanya dalam kolom chat, mengenai bagaimana membuat keuangan pemasukan dan pengeluaran agar sesuai budget, cara mengelola bisnis dengan rekan bisnis agar terhindar dari konflik, serta bagaimana membangun bisnis dari awal. Peserta Kuliah Praktisi seluruh mahasiswa Prodi Bahasa Jepang S-1, D-III, mahasiswa Prodi Bahasa Inggris, termasuk para dosen Bahasa Jepang. (31Mei2021, sumber UTama)

.

Universitas Widyatama Terima Penghargaan dari Masyarakat Tionghoa Peduli

WhatsApp Image 2021 05 19 at 15.43.27 1024x768 - Bantu Vaksinasi 14.000 Guru, Tenaga Kependidikan dan Lansia Masyarakat Tionghoa Peduli Memberikan Penghargaan Kepada Universitas Widyatama  Masyarakat Tionghoa Peduli memberikan penghargaan kepada Universitas Widyatama (UTama) dalam menyukseskan program pemerintah menvaksin sekitar 14.000 guru, tenaga kependidikan, pelayan publik dan lansia yang dilaksanakan dari bulan Maret, April dan Mei 2021.

    Penghargaan diterima langsung Dr. Deden Sutisna, Wakil Rektor II UTama, di Gedung YPSD, Jalan Nana Rohana No.37, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Rabu (19/5/2021) petang lalu.

    Herman Widjaya – Kordinator Masyarakat Tionghoa Peduli sekaligus Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan mengatakan bahwa penghargaan diberikan karena peran serta UTama yang begitu vital dengan mengirimkan puluhan mahasiswa termasuk Resimen Mahasiswa UTama dalam membantu kelancaran vaksinasi massal gelombang 1 & 2.

  Herman mengatakan para mahasiswa UTama sangat antusias membantu terutama dalam bidang IT dan admin. Tercatat secara keseluruhan ada sekitar 300 relawan, termasuk relawan dari mahasiswa UTama.

  Menurut Herman ke depan diharapkan kerjasama lebih erat untuk berkolaborasi mengatasi pemutusan matarantai pandemi Covid-19. WhatsApp Image 2021 05 19 at 15.43.34 1024x768 - Bantu Vaksinasi 14.000 Guru, Tenaga Kependidikan dan Lansia Masyarakat Tionghoa Peduli Memberikan Penghargaan Kepada Universitas WidyatamaDikatakannya setelah melaksanakan vaksin 1 & 2 sebanyak 14.000 dosis berjalan efektif dan efisien, ada permintaan dari Pemkot Bandung membantu vaksinasi untuk umum.

  Sementara itu, Dr. Deden Sutisna mengatakan bahwa keterlibatan UTama pada kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggungjawab UTama, sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung dan Jawa Barat berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan yang digagas oleh Masyarakat Tionghoa Peduli. Saya mewakili Rektor Universitas Widyatama mengucapkan terima kasih atas penghargaan dari Masyarakat Tionghoa Peduli yang terdiri dari Yayasan Harmonis Bandung, Yayasan Mutiara Kemakmuran Sejahtera Bandung, Yayasan Dana Sosial Priangan Bandung, Yayasan Minnan Bandung, dan Yayasan Harapan Kasih Bandung.

  Dikatakannya, kegiatan ini perlu diapresiasi bahkan dicontoh semua pihak. Karena semua unsur masyarakat merasa terlibat dalam menyukseskan program pemerintah, tidak terkecuali masyarakat Tionghoa. Penanganan Covid-19 di Indonesia bisa terselenggara dengan baik bila proses vaksinasi bisa dipercepat. UTama juga menyambut baik kegiatan-kegiatan serupa, dilakukan dikemudian hari. Kami sebagai perguruan tinggi di kota Bandung berupaya bisa berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, sebagai salah satu bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kami juga terbuka untuk program lainnya, seperti membantu korban bencana alam, penyebaran sembako dan sebagainya, khususnya di bawah kordinasi Yayasan Dana Sosial Priangan. (20Mei2021, sumber UTama)

.

Widyatama

Berikan Paket Sembako Lebaran Buat Warga

WhatsApp Image 2021 05 07 at 11.00.55 1 - Ungkapan Rasa Syukur Yayasan & Universitas Widyatama Menjelang Lebaran Bagikan 750 Paket Sembako   Menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H/tahun 2021 lalu Yayasan dan Universitas Widyatama (UTama) membagikan 750 paket Sembako bagi warga yang membutuhkan di wilayah kampus UTama.

Sembako tersebut dibagikan kepada warga di 10 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Sukapada dan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

  Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Bisnis Manajemen, Fakultas Teknik, Fakultas Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa, serta Pasca Sarjana Manajemen Bisnis dan Akuntansi. Paket Sembako secara simbolis diserahkan Ketua Yayasan Widyatama – Djoko Roespinoedji, dan Rektor UTama – Prof. Obsatar Sinaga, di Gedung Serba Guna (GSG) UTama, Jalan Cikutra No 204-A, Jum’at (7/5) lalu.

  Djoko Roespinoedji – Ketua Yayasan Widyatama mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur pada momentum bulan suci Ramadan.  Kami sudah selayaknya bersyukur dan ingin berbagi bersama saudara-saudara dan teman-teman kami di lingkungan Universitas Widyatama menjelang Hari Raya Idulfitri dengan pembagian sembako. Pagi ini kami membagikan hampir 800 paket sembako kepada warga 10 RW yang ada di sekitar kampus.

  Dalam dua tahun terakhir mekanisme pembagian Sembako memang diubah, biasanya Yayasan Widyatama secara langsung mengundang warga untuk mengambil bantuan Sembako. Karena sekarang kondisi pandemi Covid-19 kami bekerjasama dengan RW setempat yang ada di lingkungan Universitas Widyatama ini untuk dibagikan kepada warga.

  Bantuan Sembako secara langsung diterima Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Sukapada – Rusmini. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut. Selama enam tahun bertugas di Kelurahan Sukapada, Yayasan dan Civitas Akademica Widyatama memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat secara berturut-turut. Dikatakannya bahwa paket Sembako tersebut dibagikan untuk 35 karyawan non ASN di Kelurahan Sukapada. Semoga Widyatama semakin maju atas kepedulian sosial yang sangat bermanfaat. Setiap ada momen Idulfitri, Idul Adha dan momen lain bantuan dari Widyatama sangat dirasakan. (11Mei2021, sumber UTama)

.

Workshop Optimalisasi Medsos Tingkatkan “Brand Awareness”

  Di Era digital, informasi mengenai berita hoax (bohong) yang tidak jelas sumbernya, masif tersebar di media sosial (medsos). Hal itu karena masyarakat luas masih awam membedakan antara berita hoax atau sebaliknya. Berita hoax sengaja dibuat dan disebarkan pihak yang tidak bertanggungjawab dan memiliki tujuan tertentu.   Namun tidak sedikit pula berita terpercaya yang tersebar di media sosial memiliki informasi serta faedah yang baik bagi masyarakat.

  Biro Humas Protokol dan Promosi Universitas Widyatama (UTama) menginisiasi kegiatan web seminar (webinar) Kamis, tanggal 29 April 2021 lalu agar para dosen dan jajarannya mendapat pemahaman lebih baik. Kegiatan tersebut dimaksudkan pula meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kampus Widyatama.

  Rektor Universitas Widyatama – Prof. H. Obsatar Sinaga membuka webinar bertema “Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Meningkatkan Brand Awareness” mengatakan bahwa penggunaan medsos harus dilakukan dengan baik dan benar. Menggunakan medsos dipayungi Undang-Undang ITE. Ada ancaman hukuman enam tahun penjara, apabila seseorang menggunakan secara sembarangan (menyebarkan ujaran kebencian, fitnah serta hoax). Oleh sebab itu pengguna media sosial harus punya kemampuan dalam meningkatkan penggunaannya. Termasuk dosen UTama agar memanfaatkan media sosial yang memiliki manfaat bagi lembaga. Untuk menyebarkan berita baik dan prestasi UTama lembaga membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk dosennya. Sehingga UTama yang memiliki banyak prestasi bisa lebih masif tersebar, sekaligus sosial media dosennya lebih berkembang dan bermanfaat.

  Amir Hidayat, praktisi IT selaku narasumber memaparkan cara meningkatkan “brand awareness” di media sosial khususnya Instagram. “Brand awareness” adalah kemampuan konsumen untuk langsung mengenali dan mengingat suatu merek hanya dengan melihat sesuatu, baik warna, logo, image, dan sebagainya yang menggambarkan identitas suatu brand.

  Instagram menurut Amir memiliki potensi yang besar menyebarkan informasi dan membangun brand melekat di masyarakat. Pengguna Instagram di Indonesia saat ini ada sekitar 85 juta orang. Oleh sebab itu Instagram menjadi potensi yang sangat besar. Saat kondisi pandemi ini menyebabkan banyak perusahaan, pemerintah, selebriti, satuan pendidikan, perguruan tinggi dan lainnya yang memanfaatkan media sosial sebagai akses untuk memberikan informasi dan mencari informasi,” jelas Amir, Sabtu (1/5/2021) lalu.

  Hal itu menjadi kesempatan bagi instansi atau lembaga, juga Universitas Widyatama dalam meningkatkan brand awareness. Di antaranya dengan mengoptimalkan tanda pagar/hastag di Instagram.

Amir juga menjelaskan bagaimana menggunakan tanda pagar sesuai aturan dari Instagram, dan paling penting menggunakan riset untuk mencari tanda pagar yang bagus. Setelah riset, lalu menggunakan kata yang bagus dan melakukan analisa, digunakan untuk postingan yang lebih baik. Paling penting isi konten (materi) yang menarik termasuk foto dan video, jelasnya. (04Mei2021, sumber UTama)

.

.

.

Widyatama Raih Penghargaan “Indonesia Most Admired Education 2021

  Prof. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama mendapatkan penghargaan bergengsi, dari Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF) sebagai “Indonesia MOST Admired Education Award 2021”. Penghargaan diberikan karena menjadi inspirasi dalam memberikan inovasi pendidikan di Perguruan Tinggi. Penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Savoy Homan Kota Bandung, Jum’at (23/4/2021) malam lalu.

WhatsApp Image 2021 04 26 at 09.55.43 768x1024 - Dinilai Banyak Melakukan Inovasi Rektor dan Ketua Yayasan Widyatama Diberi Penghargaan “Indonesia Most Admired Education 2021”  Prof. Obsatar, Rektor Widyatama yang dilantik tahun 2019 silam membawa perubahan-perubahan dan kemajuan. Diantaranya membawa Universitas Widyatama menduduki peringkat ke-57 perguruan tinggi ternama di tanah air (tahun 2020) versi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Sebelumnya UTama berada diperingkat ke-97, bahkan di tahun 2018 masih berada pada posisi 200-an.

Sedangkan versi Webometrics UTAma pada peringkat ke-55 nasional dan ke-3 di Jawa Barat. Terbaru tanggal 20 April 2021 kampus UTama menduduki peringkat ke-53 versi SCImago.

  Perubahan lainnya yaitu menyelenggarakan perkuliahan “hybrid” tatap muka dan online sebelum pandemi. Termasuk program sertifikasi di setiap semester bagi mahasiswa, agar memiliki keahlian khusus. Juga digulirkannya para dosen UTama untuk menulis penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional terindek Scopus. Terbaru sudah sekitar 1373 tulisan para dosen UTama yang terpublikasi jurnal internasional.

WhatsApp Image 2021 04 26 at 09.55.46 1024x768 - Dinilai Banyak Melakukan Inovasi Rektor dan Ketua Yayasan Widyatama Diberi Penghargaan “Indonesia Most Admired Education 2021”  Menurut Prof. Obsatar, UTama telah bekerja dengan baik, dengan prinsip “Harus Lebih Baik dari Kemarin, dan Hari Esok Harus Lebih Baik dari Hari Ini”, sehingga prinsip tersebut dapat menjadi motivasi peningkatan dari segala aspek. Kehadiran jajarannya dalam acaea penghargaan ini sebagai bentuk motivasi.

  Di samping dirinya penghargaan serupa diberikan kepada Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama yang memiliki peran central dalam mendukung seluruh program kampus Universitas Widyatama.

  Indonesia Development Achievement Fondation merupakan Lembaga Non Government yang memberi penghargaan terhadap figur-figur inovatif Indonesia, bertajuk “Indonesia Most Admired Champions Award 2021″. Terdapat enam kategori penghargaan bagi figur profesional, berdasarkan penilaian oleh tim pengamat dan panitia melalui pemantauan selama 6-7 bulan secara objektif dan random sampling dari National Awarding Achievement Center. Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan di Indonesia yaitu tokoh pendidik, pengusaha, eksekutif, profesional dan publik figur. Tujuan dari penghargaan mencari pribadi yang beragam, dari segment yang luas untuk mendapatkan pribadi yang unggul. Berharap dari ajang Award ini masyarakat Indonesia akan mendapatkan inspirasi para tokoh yang dianugrahi penghargaan tersebut. (24Apr2021, sumber UTama)

.

Komunitas Bandung Sehat Cerdas Beri Penghargaan

Widyatama

  Prof Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama dan Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama peroleh penghargaan dari Siliwangi News, Komunitas Bandung Sehat dan Bandung Cerdas atas prestasi “Mendukung Penciptaan Pemrakarsa Kampus Universitas Widyatama, menjadi Kampus Hijau, Nyaman, Aman, Ramah Lingkungan dan Tanpa Asap Rokok”.

  Penghargaan diberikan langsung oleh Martika Edison, Pemimpin Redaksi Siliwangi News, di Universitas Widyatama (UTama), Kamis (22/4/2021) lalu.

.

.

WhatsApp Image 2021 04 23 at 10.11.34 768x1024 - Komunitas Bandung Sehat Cerdas Memberikan Penghargaan Kepada Rektor UTama dan Ketua Yayasan WidyatamaWhatsApp Image 2021 04 23 at 10.11.31 1024x768 - Komunitas Bandung Sehat Cerdas Memberikan Penghargaan Kepada Rektor UTama dan Ketua Yayasan Widyatama  Menurut Edison Penghargaan diberikan karena mereka memiliki komitmen yang tinggi, dalam terciptanya kampus UTama sebagai kampus hijau, nyaman, aman, ramah lingkungan serta tanpa asap rokok sebagai motivasi kepada pimpinan Universitas dan Yayasan Widyatama.

  Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama mengapresiasi penghargaan tersebut. Selama ini, Widyatama berupaya menjaga lingkungan dan kelestarian pepohonan di UTama, termasuk berkomitmen sebagai kampus tanpa asap rokok.

Kami sudah menerapkan aturan kampus tanpa asap rokok sejak tahun 2013. Diawal menerapkan aturan menjadi suatu perjuangan tersendiri karena berkaitan dengan kebiasaan.

  Sementara itu Prof. Obsatar Sinaga, Rektor UTama menambahkan bahwa kampusnya menerapkan “Smart Campus” turunannya adalah program kampus ramah lingkungan. Dijelaskannya bahwa di setiap sudut kampus UTama sudah terpasang jaringan Wi-Fi, sehingga mahasiswanya dapat mengakses internet dengan mudah. Termasuk pemenuhan kebutuhan mahasiswa UTama secara online. Kami ingin memberikan pelayanan optimal, dengan mengaplikasikan Smart Campus, salah satunya menata lingkungan kampus dengan aturan kampus tanpa asap rokok. Oleh sebab itu, kami berupaya sekuat tenaga menggulirkan kampus tanpa asap rokok bagi semua pihak. (23Apr2021, sumber UTama)

.

Universitas Widyatama Raih Ranking ke-53 Perguruan Tinggi Ternama Indonesia

Versi SCImago Institutions Rankings (SIR)

Universitas Widyatama Menduduki Ranking ke-53 Perguruan Tinggi Ternama Indonesia Versi SCImago Institutions Rankings (SIR)  Baru-baru ini SCImago Institutions Rankings (SIR) merilis ranking Perguruan Tinggi Indonesia tahun 2021. Universitas Widyatama, Bandung menduduki ranking ke-53. Indikator penilaiannya meliputi research, innovation, dan societal.

  SIR merupakan lembaga pemeringkatan skala global, berkantor di Spanyol. Scimago Institution Ranking menunjukkan penilaian lembaga riset di seluruh dunia. Peringkat lembaga-lembaga tersebut dibagi menjadi lima sektor, antara lain Pemerintah, Kesehatan, Pendidikan Tinggi, Swasta, dan Lain-lain.

  SCImago Journal Ranking merupakan sebuah portal yang menampilkan pengukuran pengaruh suatu jurnal ilmiah terindeks Scopus seperti jumlah sitasi dan seberapa penting jurnal di mana sitasi tersebut dipublikasikan. Sedangkan Scopus merupakan wadah dan tujuan untuk publikasi artikel penelitian atau pemikiran bagi para akademisi, sehingga dapat diakui sebagai peneliti secara internasional. Termasuk sebagai salah satu penerbit terindeks bereputasi utama untuk publikasi ilmiah terpandang dalam komunitas akademisi di seluruh penjuru dunia.

  Djoko Roespinoedji, Ketua Yayasan Widyatama, mensyukuri raihan tersebut. Selama ini kami terus berupaya mendorong dan mendukung sekitar 272 dosen Universitas Widyatama dalam penulisan jurnal internasional, terindek Scopus sekaligus untuk publikasinya. Untuk lebih mengefektifkan penulisan para dosen kami membentuk sekitar 50-an klaster penulisan jurnal.

  Sejauh ini kami telah mempublikasikan 1373 jurnal internasional terindeks Scopus. InsyaAllah akan terus kami dorong, agar lebih meningkat di tahun depan. Terlebih Prof. Obsatar, Rektor kami salah satu chief editor yang memiliki personal garansi, jelas Djoko, Rabu (21/4/2021) lalu.

Berikut link perankingan perguruan tinggi di Indonesia, versi SIR, tahun 2021. (22Apr2021, sumber UTama)

.

.

Prodi Teknik Informatika UTama

Bantu Kembangkan Manajemen Mutu PAUD di Jabar Berbasis IT

Program Studi Prodi Teknik Informatika Universitas Widyatama UTama Bandung menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat PkM 1 1 1024x486 - Bantu Mengembangkan Manajemen Mutu PAUD di Jabar Berbasis IT Prodi Teknik Informatika UTama Adakan Webinar  Program Studi Teknik Informatika, Universitas Widyatama (UTama) Bandung menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) mengenai pengembangan manajemen mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis teknologi informasi.

  Web seminar (Webinar) Series melalui aplikasi google meet, Sabtu, 10 April 2021 lalu dengan tema “Mengembangkan Manajemen Mutu PAUD Berbasis IT untuk Pengelola, Kepala Sekolah, Guru PAUD, Dosen, Mahasiswa, Praktisi, dan Masyarakat Umum”. Webinar diikuti oleh 95 orang peserta erdiri dari kepala sekolah, guru PAUD, dosen, mahasiswa, praktisi dan umum. Animo peserta begitu tinggi, mereka berasal dari Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Sukabumi, bahkan dari Tangerang, Medan dan daerah lainnya.

  Ai Rosita, ST., MT., dosen Program Studi Informatika UTama yang juga pemateri mengatakan bahwa Webinar yang mengangkat langkah strategis PAUD merupakan salah satu wujud kepedulian dosen UTama dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dikatakannya bahwa perlu disikapi dengan seksama menambah kompetensi para pendidik dengan sumberdaya yang tepat sasaran, yakni dukungan perangkat dan infrastruktur teknologi informasi.

  Ai mengatakan bahwa kegiatan akan ada tindak lanjutnya. Rencananya akan memberikan bantuan untuk PAUD mitra pada kegiatan PkM dengan membuatkan Website didukung sistem informasi yang lengkap. Kegiatan ini merupakan sinergi dengan LP2M UTama melibatkan kerjasama dosen dengan para mahasiswa Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Termasuklah Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2019, tentang Pemda Wajib Tingkatkan Pelayanan untuk PAUD. Diharapkan pada prakteknya mampu memfasilitasi pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini, dengan keterampilan tatakelola berbasis Teknologi Informasi.

  Pembicara utama lainnya, Dr. Rudiyanto, S.Pd., M.Si., Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Barat, Asesor BAN PAUD dan PNF Kemendikbud, sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Rudiyanto memaparkan berbagai informasi yang mesti dipahami oleh peserta, diantaranya mengenai bentuk-bentuk pemanfaatan IT untuk satuan pendidikan PAUD (Aplikasi Dapodik PAUD). (17Apr2021, sumber UTama)

.

Pemahaman Kehumasan Untuk Dosen UTama

WhatsApp Image 2021 04 16 at 10.37.20 1024x768 - Puluhan Dosen UTama Diberi Pemahaman Kehumasan Akademisi Dari Pakarnya  Universitas Widyatama (UTama), salah satu kampus ternama di kota Bandung senantiasa memperhatikan kompetensi SDM nya menyelenggarakan

peningkatan kemampuan kehumasan dengan mengadakan “Pelatihan Kehumasan Untuk Akademisi”. Kegiatan yang diinisiasin Kepala Biro Humas, Protokoler dan Promosi UTama – Henry Metrya Taufik, M.M. berlangsung di Aula Gedung B, Lantai 4, Kampus UTama, Kamis (15/4/2021) lalu.

  Kegiatan diikuti para Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro, serta Dosen UTama dari Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa, Fakultas Bisnis Manajemen dan Fakultas Desain Visual Komunikasi.

  Wakil Rektor Bidang Keuangan, SDM dan Fasilitas, UTama, Dr. H. Deden Sutisna, S.E., M.Si., pada sambutannya mengatakan bahwa pengetahuan kehumasan perlu dipahami agar komunikasi bisa berjalan dengan baik secara internal maupun eksternal. Sehingga bisa meningkatkan kerjasama satu sama lain, begitu juga kepercayaan masyarakat luas kepada Universitas Widyatama.

  Yusuf Fitriadi mantan wartawan senior ekonomi dan Kepala SDM HU. Pikiran Rakyat

WhatsApp Image 2021 04 16 at 10.37.21 1024x768 - Puluhan Dosen UTama Diberi Pemahaman Kehumasan Akademisi Dari Pakarnyamenyampaikan perkembangan media massa digital, semakin kritisnya pandangan masyarakat terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah menyebabkan perguruan tinggi manapun (termasuk Universitas Widyatama) harus memilki kemampuan kehumasan yang memadai. Salah satunya mampu mengelola berbagai informasi yang perlu disampaikan menjadi suatu pemahaman yang jelas dan lengkap.

  Semua civitas akademika termasuk para akademisi seyogyanya memiliki pengetahuan dasar mengenai kehumasan untuk berkomunikasi kepada masyarakat. Karena, menurutnya dengan berbagai perubahan yang terjadi, akan semakin sering dihadapkan pada situasi harus berkomunikasi kepada masyarakat. Informasi seputar Tridarma Perguruan Tinggi seyogyanya bisa diolah menjadi informasi kehumasan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kegiatan Universitas Widyatama.

  Bersama-sama dengan bagian Humas memelihara dan meningkatkan citra positif lembaga. Selain Tridharma, aturan-aturan yang berkaitan dengan pendidikan tinggi juga masih sulit dipahami masyarakat. Misal ketentuan menyangkut akreditasi pemahaman masyarakat terkadang tidak linier, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Jika tidak direspon atau tidak diberikan penjelasan dengan tepat, dapat menimbulkan kerugian bagi lembaga.

  Para akademisi harus paham tentang komunikasi, paling tidak komunikasi interpersonal dan komunikasi massa. Pemahaman mengenai public yang dilayani kehumasan, yaitu publik internal (karyawan, pengurus organisasi) dan publik eksternal (konsumen, pemerintah, pers, masyarakat umum). Sedangkan strategi menjalankan kehumasan yang baik memerlukan strategi yang jitu, karena berbagai aktivitas kehumasan harus direncanakan dengan matang, berkelanjutan dan terintegrasi dengan visi misi organisasi. (16Apr2021, sumber UTama)

.

Pelatihan Manajemen Resiko bagi UMKM Kelurahan Margasari,

Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Industri UTama

  Program Studi Teknik Industri, Universitas Widyatama (UTama) melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Kegiatanndilaksanakan Selasa (16/3/2021) lalu berupa pelatihan melalui daring kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tergabung dalam komunitas MKAB dan IKASIMA di Kota Bandung.

  Mengusung tema “Penyuluhan Manajemen Resiko untuk UMKM di masa Pandemi Covid-19”. Dr. Didit Danurochman, S.T., M.T., dosen Prodi Teknik Industri, Ketua PkM, juga pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan pengetahuan tentang manajemen  resiko merupakan salah satu elemen  penting dalam pengelolaan bisnis.  Dengan pengelolaan yang baik maka sebuah lembaga bisnis akan terhindar dari kerugian bahkan kebangkrutan. Begitu pula UMKM yang belum memiliki modal yang memadai, biaya operasional yang belum maksimal, sangat rentan terhadap perubahan resiko. Pada kegiatan ini diulas bagaimana cara menangani resiko tersebut. (15Apr2021, sumber UTama)

.

1723 Mahasiswa UTama Diwisuda

Di Tengah Pandemi

Wisuda Universitas Widyatama 2021 Virtual Wisuda Prof Obsatar Sinaga Rektor Universitas Widyatama e1618387018152 - 1723 Mahasiswa Universitas Widyatama Diwisuda Secara Khidmat Di Tengah Pandemi  Sebanyak 1723 mahasiswa Universitas Widyatama (UTama) dari berbagai wilayah di Indonesia, menjadi bagian dalam sejarah mereka mengikuti wisuda UTama pertama secara virtual, di tengah pandemi Covid-19, Sabtu (10/4/2021) lalu. Wisudawan merupakan jenjang Diploma, Sarjana, Magister dan Profesi dari Fakultas: Bahasa, Teknik, DKV, Bisnis & Manajemen, dan Pascasarjana.

  UTama untuk pertama kalinya di tengah pandemi Covid-19 menyelenggarakan wisuda secara online. Tidak ada perwakilan mahasiswa yang hadir langsung di tempat wisuda Gedung Serba Guna UTama. Semua berjalan secara virtual, mengikuti wisuda dari kediaman masing-masing.

Wisuda Universitas Widyatama 2021 Virtual Wisuda 4 1024x768 - 1723 Mahasiswa Universitas Widyatama Diwisuda Secara Khidmat Di Tengah Pandemi  Pada kesempatan itu, Prof. Obsatar Sinaga – Rektor UTama mengatakan gelar yang diraih merupakan hasil kerja keras, ketekunan dan keuletan mahasiswa selama menempuh keseluruhan tahapan studi.

Juga terdapat dukungan moral dan doa dari orangtua, keluarga serta kerabat dekat para mahasiswa, sehingga mampu meraih pencapaian positif.

  Dikatakannya dengan menyandang gelar, para wisudawan kini mengemban tanggung jawab baru, yaitu memberikan sumbangsih terbaik kepada masyarakat, menyelesaikan permasalahan masyarakat dan bangsa Indonesia.

  Mahasiswa lulusan UTama akan mudah memasuki dunia kerja. Pasalnya, UTama telah bekerjasama dengan puluhan perusahaan besar di dalam dan luar negeri. UTama melakukan kolaborasi dengan industri, sudah 40 perusahaan besar multinasional. Kerja sama yang dilakukan dengan berbagai perusahaan mampu menyerap lulusan sebab setiap satu perusahaan akan menyerap 1 hingga 8 mahasiswa lulusan UTama. Dan mereka maunya mengambil yang terbaik, satu sampai delapan. (12Apr2021, sumber UTama)

.

.

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Prodi Film Televisi,

UTama Kerjasama dengan ANTV

Deden Dekan Fakultas DKV Universitas Widyatama Kelas Keren ANTV 1024x768 - Tingkatkan Kompetensi Bagi Mahasiswanya Prodi Film Televisi UTama Bekerjasama Dengan ANTV  Dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Universitas Widyatama (UTama) melakukan berbagai terobosan kerjasama. Hari Rabu (7/4/2021) mahasiswa Film dan Televisi UTama mengikuti Kelas Keren Virtual bekerjasama dengan stasiun televisi ternama ANTV melalui aplikasi zoom meeting.

  Dua bulan ke belakang kegiatan serupa diselenggarakan Prodi Film dan Televisi UTama dengan ANTV mengusung tema “Industri Media Televisi”, jelas

Drs. Deden Maulana, A., M.Ds., Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual, UTama.

  R. Bondan Cheraldi, Graphic Designer ANTV dan Mahaputra Vito, Visual Artis selaku narasumber membagi pengalaman selama berkecimpung di dunia Desain Komunikasi Visual. Mereka. R. Bondan Cheraldi mengatakan ada empat hal penting dalam membuat karya desain, yaitu mengenai multidisiplin desain, proses desain, deadline desain, dan konsekuensi (desain) yang merupakan pertanggung jawaban dalam membuat sebuah desain. Ujar Bondan dalam melahirkan sebuah desain kreatif, harus tahu acuannya terlebih dahulu. Hal penting lainnya, ia sering jalan-jalan ke mall, beli buku, nonton film dan melihat keadaan sekitar. Tujuannya untuk menambah referensi, mengasah sense desain (melatih panca indera agar lebih peka terhadap Screenshot 53 1024x578 - Tingkatkan Kompetensi Bagi Mahasiswanya Prodi Film Televisi UTama Bekerjasama Dengan ANTVsekitar).

Screenshot 46 1024x584 - Tingkatkan Kompetensi Bagi Mahasiswanya Prodi Film Televisi UTama Bekerjasama Dengan ANTV  Menurutnya, di mall banyak tampilan desain berbagai media, yang setiap bulan berganti. Disitu kita bisa melihat perkembangan desain, menambah wawasan mengenai lay out, membuat atau pemilihan jenis huruf, warna dan sebagainya. Untuk meningkatkan keterampilan seorang graphic designer, juga bisa diasah melalui pengalaman.

  Sementara Mahaputra Vito, seorang perupa, bekerja di bidang desain holding dan pesepeda yang mulai berkarya selama delapan tahun mengatakan agar bisa bertahan di dunia industri desain, harus seimbang antara kepuasan pribadi, pekerjaan, dan hobi dalam menjalin pertemanan.

  Terkait kegiatan Kelas Keren Virtual ANTV itu, Deden mengatakan bahwa hal tersebut sangat baik untuk menumbuh kembangkan kemitraan dengan ANTV. ANTV sampai saat ini terus memberikan respon positif mengadakan kegiatan workshop, talkshow secara daring, berkontribusi kepada mahasiswa UTama.

Peran ANTV simbiosis kepada perguruan tinggi. Ke depan bisa menggalang kerjasama yang baik antara UTama dan ANTV.

  Sementara itu Drs. Budiman, M.Pd. – Kepala Program Studi Film dan Televisi mengatakan kegiatan akan berkesinambungan dengan program magang atau kerja praktek para mahasiswa. Bagi mahasiswa Prodi Film dan Televisi, kegiatan Kelas Keren ANTV wajib diikuti untuk meningkatkan kompetensi tambahan.

Kegiatan berisi kompetensi tambahan, dengan materigrafik moving. Intinya semua kegiatan kompetensi tambahan dan utama terus dikembangkan. (10Apr2021, sumber UTama)

.

MoU PkM Tingkatkan Potensi Bumdes, Ekonomi dan Pariwisata Parongpong – KBB

WhatsApp Image 2021 04 07 at 15.11.12 1 1024x768 - Agar Potensi Bumdes, Ekonomi dan Pariwisata Di Parongpong KBB “Meroket” Dosen Dan Mahasiswa UTama Lakukan PkM  Jawa Barat terkenal dengan tempat wisata alam, budaya, kuliner dan lainnya yang menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Selain Lembang, potensi wisata daerah Parongpong yang beririsan langsung dengan Lembang.

  Ada tujuh desa di Kecamatan Parongpong yang memiliki potensi itu, seperti Desa Cihideung dikenal sebagai daerah tanaman hias. Desa lainnya yaitu Cigugur Girang, Cihanjuang Rahayu, Cihanjuang, Sariwangi, Ciwaruga, Karyawangi juga memiliki potensi wisata berbeda. Termasuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

  Civitas academica Universitas Widyatama melalui MoU Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ingin membantu pemerintah setempat agar desa di Kecamatan Parongpong lebih dikenal sebagai tempat wisata, sekaligus menggali ekonomi kreatif masyarakat Parongpong.

  Dosen dan mahasiswa UTama meliputi; Fakultas Bisnis Manajemen, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa, dan Fakultas Desain Komunikasi Visual melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di tujuh desa di Parongpong. PkM dilakukan sekitar mulai bulan Juli 2021 atau memasuki semester ganjil.

WhatsApp Image 2021 04 07 at 15.12.37 1024x768 - Agar Potensi Bumdes, Ekonomi dan Pariwisata Di Parongpong KBB “Meroket” Dosen Dan Mahasiswa UTama Lakukan PkMMelalui kesepakatan ini para dosen dan mahasiswa UTama akan membantu masyarakat Parongpong dalam hal mengemas dan menginformasikan produk atau potensi wisata melalui teknologi serta digitalisasi. Juga melatih masyarakat dalam penguasaan bahasa asing, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan lainnya, selama tiga atau enam bulan.

  Langkah awal kegiatan PkM, dosen UTama memberikan pelatihan singkat bertema “Pelatihan Digital Marketing dan Motivasi SDM Meningkatkan Perekonomian Warga Di Masa Pandemi Covid-19”. Dengan diikuti pelajar, masyarakat, aparat pemerintah setempat, Selasa (6/4/2021) lalu, di Aula Kantor Kecamatan Parongpong, Jalan Kol.Masturi, No 291, Kabupaten Bandung Barat.

  Widyatama sudah bertekad memberlakukan konsep kerjasama dengan berbagai pihak kita bilang penthahelik, jelas Prof. Obsatar Sinaga – Rektor UTama saat penyerahan MoU di Kecamatan Parongpong, Selasa (6/4/2021) lalu. Kita ingin kehadiran kita sebagai lembaga yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

  Dikatakan pula bahwa PkM ini lebih terintegrasi. Tidak hanya urusan PkM tetapi sampai kepada output. Apakah kemudian masyarakat dibantu dalam persoalan IT dan lainnya, tetapi masyarakat (Parongpong) menularkan bisnis plannya kepada kami. Kegiatan serupa sudah dilakukan di daerah Subang, Purwakarta dan Majalengka. Sekarang di Parongpong. Kemungkinan di tahun 2022 bergeser ke daerah lain di Kabupaten Bandung dan lainya. Tahun 2023 kembali ke Majalengka dan Sumedang. “Intinya kita ingin menjadi bagian masyarakat terbaik, yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

  Sementara itu Adjeng Mariana F., Dekan Fakultas Bisnis & Manajemen mengatakan Parongpong daerah yang sudah dikenal tetapi ada beberapa hal yang belum dikenal secara luas, baik skala nasional maupun internasional. Terutama wisata alam dan sarana pendukung termasuk kebiasaan masyarakatnya.

Banyak wisata alam yang belum tersentuh, bisa diperkenalkan. Seperti tempat berendam air panas, ternyata ada juga di daerah Parongpong. Tidak harus ke Ciater.

  Oleh sebab itu pihaknya akan membantu agar keunikan atau ciri khas daerah Parongpong bisa terpublikasikan secara baik, seperti wisata alam, kuliner, budaya serta lainnya. Fakultas Teknik UTama, rencananya membantu mengelola bisnis masyarakat Parongpong dengan Tehnik informasi. Merubah paradigma tradisional menjadi lebih modern mengoptimalkan penjualan secara online.

  Fakultas DKV akan membantu membuat kemasan produk agar lebih menarik, termasuk untuk promosi. Fakultas Bahasa akan membantu masyarakat Parongpong agar bisa menjadi pemandu wisata dan bisa berbaha asing.

  Terkait optimalisasi pengelolaan Bumdes, UTama akan membantu membuat neraca yang terbaca serta terstruktur, rugi laba, termasuk yang berkaitan dengan hasil Bumdes. Hal itu sangat penting, agar Bumdes bisa dikelola secara profesional. Termasuk agar mendapat bantuan dari pemerintah serta pemberdayaan dananya. Selain mengoptimalkan Bumdes, promosi, kuliner, untuk meningkatkan perekonomian Parongpong, juga harus menggali potensi lainnya, seperti SDM, manajemen usaha, manajemen keuangan dan sebagainya. Mahasiswa dan dosen UTama akan mendampingi mereka.

  Pada kesempatan yang sama Iwan Mustawan Aziz, Camat Parongpong memaparkan bahwa apa yang lakukan UTama sangat bermanfaat bagi daerahnya. Ia sangat berharap banyak dengan kegiatan tersebut. Karena masyarakat Parongpong saat ini dalam keadaan sulit, bisa terbantu khususnya di sektor usaha.

Kedepan harapan kami pihak akademisi bisa membantu strategi cara keluar dari kesulitan dalam berusaha atau berdagang, termasuk usaha lain yang menopang kehidupan mereka. Terimakasih setinggi-tingginya kepada Universitas Widyatama yang telah membantu berkolaborasi dengan kami, kata Iwan.

.

WhatsApp Image 2021 04 07 at 15.11.11 1 1024x768 - Agar Potensi Bumdes, Ekonomi dan Pariwisata Di Parongpong KBB “Meroket” Dosen Dan Mahasiswa UTama Lakukan PkMDari sektor pariwisata, menurut Iwan ada beberapa tempat wisata yang perlu dikembangkan.

  Kecamatan Parongpong sendiri, merupakan penopang daerah pariwisata sebelum ke Kecamatan Lembang. Kecamatan Parongpong tidak kalah penting sebagai daerah penopang pariwisata. Melihat banyaknya potensi kuliner dan tempat wisata yang perlu dikembangkan. Contoh wisata kuliner yang terdapat di Kecamatan Parongpong yaitu Kampung Daun, Villa Istana Bunga, Villa Air, Stroberi dan lainnya. Ke depan dengan apa yang dilakukan Widyatama di Kecamatan Parongpong, daerah kami tidak kalah dan bisa bersaing dengan Lembang. (07Apr2021, sumber UTama)

.

Widyatama Terus Berupaya Bantu Memutus

Penyebaran Covid-19

WhatsApp Image 2021 04 06 at 08.31.03 2 1024x768 - Universitas Widyatama Terus Berupaya Membantu Pemerintah Memutus Penyebaran COVID-19    Pandemi Covid-19 di tanah air sampai saat ini belum diketahui kapan berakhir. Pemerintah pusat dan daerah bahu membahu, berusaha keras memutus penyebarannya. Berbagai upaya pun telah dilakukan. Mulai dari penerapan pembatasan aktivitas serta kegiatan masyarakat, menerapkan protokol kesehatan dan lainnya.

Perlahan masyarakat mulai divaksinasi, namun masih belum memadai.

Bukan hanya pemerintah yang memiliki tanggung jawab memutus penyebaran Covid-19. Universitas Widyatama (UTama) Bandung, sebagai anggota masyarakat ambil bagain.

UTama secara berkesinambungan memberikan kontribusi antara lain: penyemprotan disinfektan di kampus dan wilayah sekitar, membagikan ribuan masker. Termasuk ke beberapa daerah di Jawa Barat, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Senin (5/4/2021) lalu, Kampus UTama membagikan 500 buah masker berbahan kain. Simbolis diserahkan kepada Suhartomo, Lurah Sukapada, di Kantor Kelurahan Sukapada.

Prof. Obisatar – Rektor UTama menjelaskan bahwa kualitas masker yang dibagikan sudah memenuhi standar, sangat fungsional, tidak sekali pakai, bisa dicuci dan terpakai lama.

  Pembagian masker oleh UTama, menurut Prof Obi sudah yang keenam kali. Baik yang dibagikan kepada pemerintah setempat maupun secara mandiri diberikan langsung ke masyarakat. Rata-rata tiga bulan sekali. Ini yang keenam kali untuk warga disekitar kita. Di samping membagikan masker kami juga memberikan edukasi masyarakat, membantu Satgas COVID mengenai pentingnya memakai masker yang benar.

  Suhartomo, Lurah Sukapada yang juga Ketua Satgas sangat mengapresiasi pemberian masker itu, dan telah memberikan dukungan program penegakan sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 1T (tidak berkerumun). Masker akan kami teruskan kepada warga masyarakat. (06Apr2021, sumber UTama)

.

Prodi Bahasa Inggris UTama berikan Pelatihan dan Sertifikat TOEFL

Guru dan Siswa SMKN 5 Bandung

  Dalam kaitan melaksanakanan Tri Dharma perguruan tinggi serta meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris di lembaga pendidikan menengah Prodi Bahasa Inggris UTama melakukan kegiatan Pengabdian WhatsApp Image 2021 04 05 at 14.36.25 3 - Prodi Bahasa Inggris UTama Memberikan Pelatihan Test TOEFL dan Sertifikat Test TOEFL Kepada Guru dan Siswa SMKN 5 Bandungkepada Masyarakat (PkM). UTama dan SMKN 5 Kota Bandung melakukan kesepakatan kerjasama  (MoU) pada Sabtu (6/2/2021) lalu.

Kemudian dilaksanakan workshop dan tes TOEFL pada Sabtu (20/2/2021). Pemaparan materi tes TOEFL disampaikan Dr. Ervina CM Simatupang, Kepala Program Studi Bahasa Inggris, dengan tema “Manfaat Tes TOEFL dan Penggunaan Aplikasi Digital dalam Persiapan Tes TOEFL” secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dekan Fak Bahasa Dr. Hendar menyebutkan tujuan kegiatan agar guru dan siswa memiliki sertifikat TOEFL dengan skor memuaskan dan bermanfaat, khususnya bagi siswa SMKN 5 Kota Bandung. Siswa SMKN 5 juga memiliki nilai tambah (added value) karena mereka memiliki pengalaman test TOEFL dan pemahaman tentang TOEFL. Sertifikat tersebut dapat digunakan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

  Pelaksanaan kegiatan PkM melibatkan beberapa dosen tetap Prodi Bahasa Inggris UTama, yaitu Dr. Hero Gunawan, Drs, M.Pd., Puspita Sari, S.S., M.Hum dan Alvii Timothy Siregar, M.A.

  Sementara itu Kepala SMKN 5, Dra. Nani Sri Iryani menyambut baik dan berharap kegiatan dapat dilaksanakan secara reguler dan terjadwal. (05Apr2021, sumber UTama)

.

Rektor UTama: Soft Skill Harus Dimiliki Setiap Individu Agar Kompetitif

Di Era Industri

WhatsApp Image 2021 04 03 at 10.44.21 1 1024x477 - Prof Obi: Ini Soft Skill Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Individu Agar Kompetitif Di Era Industri  Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di Indonesia setiap tahunnya (dari tahun 2018, 2019 dan 2020) baru 1,5 % dari total penduduk Indonesia sebanyak 272 juta orang atau sekitar 3,06 juta orang. Data Kementerian Perindustrian Indonesia (tahun 2020-2021) pertumbuhan industri diberbagai bidang, seperti otomotif, makanan dan minuman, pusat data, minyak gas, kimia, logistik, elektronik, medis, dan lainnya kurang begitu baik. Hal itu

pada ketimpangan antara jumlah ketersediaan lapangan kerja di perusahaan atau industri dengan ketersediaan penduduk usia kerja. Secara tidak langsung menyebabkan persaingan ketat di antara para pencari kerja di Indonesia untuk lebih kompetitif.

Menjawab tantangan tersebut pencari kerja harus memiliki kemampuan interpersonal soft skill dengan komunikasi verbal dan non verbal pada pekerjaan yang dibutuhkan, jelas Rektor UTama, Prof. Obsatar selaku pembicara utama pada Webinar Kick Start Your Soft Skill, Pusat Karir UTama, Kamis (1/4/2021) lalu.

  Menurutnya hal sederhana yang harus dimiliki yaitu kecakapan membuka suatu obrolan (komunikasi verbal) dengan hal-hal ringan. Ia mencontohkan kawan yang hobi batu akik. Gara-gara obrolan ringan mengenai batu akik pancawarna – Garut, kawan itu mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang bagus.

  Lebih jauh dijelaskannya terdapat 10 soft skill yang harus dimiliki para mahasiswa atau individu, untuk bisa lebih kompetitif dan profesional. Kemampuan soft skill untuk membentuk pribadi profesional mesti diasah, seperti mengelola waktu yang efektif, mampu bekerja di bawah tekanan, dapat diandalkan, berpikir kreatif dan inovatif, menyuarakan pendapat sebagai umpan balik yang baik, mampu memecahkan masalah, mampu memberikan pembinaan dan pendampingan, mampu mengambil inisiatif, berfikir fokus dan fleksibel, serta mengembangkan proses pekerjaan terbarukan.

  Dijelaskan pentingnya menghargai waktu sebagaimana dilakukan orang Jepang. Dalam berjalan saja orang Jepang melangkah dengan cepat, menggambarkan pentingnya waktu.

Yelli Kabiro Career Center UTama Webinar Kick Start You Soft Skill Universitas Widyatama 1 1024x571 - Prof Obi: Ini Soft Skill Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Individu Agar Kompetitif Di Era IndustriBerikutnya harus selalu konsisten. Jangan hanya menjadi amatiran, konsisten dengan apa yang sedang kita kerjakan.

  Sementara itu Siti Sarah, psikolog pemateri Webinar Kick Start Your Soft Skill, Pusat Karir UTama memaparkan untuk bisa bertahan di era 4.0 dan 5.0 paling utama memiliki kecakapkan soft skill bukan hanya hard skill. Minimal memiliki 4 C, yaitu critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi) dan communication (komunikasi), Kamis (1/4/2021) lalu. Karena keempat hal itu membedakan manusia dengan mesin nantinya. Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan mesin dan tetap dikerjakan oleh manusia. Berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi.

  Kecapakan soft skill harus dipersiapkan sejak dini dan tidak instan. Minimal dipersiapkan saat menjadi mahasiswa, sebelum memasuki dunia kerja. Menyiapkan soft skill 4 C bagi mahasiswa banyak dilakukan kampus, seperti menggelar workshop, magang dan lainnya. Intinya mereka bisa lebih beradaptasi dengan era industri, sebagai cara untuk bisa bertahan hidup.

  Pada kesempatan itu, Yelli Eka Sumadhinata, Kepala Biro Pusat Karir/Career Center, UTama mengatakan bahwa kegiatan webinar merupakan salah satu bentuk pelatihan bagi mahasiswa UTama untuk meningkatkan soft skill yang diikuti 765 orang melebihi target 500 peserta. Pusat Karir UTama, bersemboyan “We Care, We Love, We Share”. (03Apr2021, sumber UTama)

.

Alat Penjernih Air Buatan Dosen Teknik Mesin UTama

Atasi Keluhan Warga Cimahi Selatan

Udin Kaprodi Teknik Mesin Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Widyatama 5 - Air Bau Dan Keruh Warga Cimahi Selatan Bisa Teratasi Oleh Alat Penjernih Air Buatan Dosen Teknik Mesin UTama  Air bersih hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat di suatu wilayah. Namun tidak sedikit yang mendapat kendala masalah ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Demikian pula warga RW 14 Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

  Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UTama melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) selama tiga bulan, melakukan penelitian terhadap air keruh dan berbau di daerah tersebut dan memberi solusi alat penjernih buatan mereka, Kamis (1/4/2021) lalu

gj 1024x768 - Air Bau Dan Keruh Warga Cimahi Selatan Bisa Teratasi Oleh Alat Penjernih Air Buatan Dosen Teknik Mesin UTama  Dosen yang terlibat pada penelitian dan PkM adalah: Udin Komarudin, ST., MT; Nia Nuraeni Suryaman, S.Pd., MT; Martoni, ST., MT.; Ida Farida, ST., MT.; Heru Santoso, Ir., MM.; Kresno, ST., dan berapa mahasiswa Teknik Mesin yang mewakili angkatan.

  Pada kegiatan itu Prodi Teknik UTama bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi serta Kelompok Pengguna dan Pemanfaat Air (KP2A). Tujuannya untuk membantu warga RW 13, Kelurahan Cibeureum mengatasi masalah air kotor melalui mekanisme instalasi penyaringan air bersih. Penelitian dan PkM nya dilaksanakan selama tiga bulan, dari tanggal 10 Oktober 2020 sampai tanggal 15 Januari 2021. Setelah itu mereka melakukan evaluasi dan pengawasan dari tanggal 16 Januari sampai tanggal 30 Maret 2021. Alat penjernih air ini dapat menyuplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan 180 KK, jelas Udin Komarudin – Kaprodi Teknik Mesin.

  Pada Kegiatan PkM dan Penelitian ini Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UTama dan DPKP Kota Cimahi menyerahkan satu unit instalasi penjernih air untuk kapasitas 180 KK kepada kelompok KP2A, di Kelurahan Cibeureum, Cimahi Selatan. (03Apr2021, sumber UTama)

Siswa SMAN 16 Kota Bandung Jadi Tahu Keunikan “Negara Sakura” Dari Prodi Bahasa Jepang Universitas Widyatama

Hety Sekretaris Prodi Bahasa Jepang Fakultas Bahasa Universitas Widyatama PkM SMAN 16 Kota Bandung 1024x768 - Siswa SMAN 16 Kota Bandung Jadi Tahu Keunikan “Negara Sakura” Dari Prodi Bahasa Jepang Universitas Widyatama  Program Studi (Prodi) Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa, UTama Bandung beberapa waktu lalu menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memperkenalkan berbagai keunikan “Negara Sakura” Jepang kepada 29 siswa SMAN 16 Kota Bandung.

    Mengusung tema “Ayo, Kenali Keunikan Jepang”. Kegiatan diselenggarakan secara virtual melalui web seminar (Webinar) sebagai solusi saat pandemi.

    Hety Nurohmah, S.S., M.Hum Ketua Pelaksana PkM mengatakan kegiatan merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan masyarakat. Khususnya siswa SMAN 16 Kota Bandung. Sebagai bentuk kepedulian Program Studi Bahasa Jepang, kata Hetty, Rabu (31/3/2021) lalu. Animo siwsa SMAN 16 Kota Bandung sangat antusias.

  Sasaran utama kegiatan PkM yaitu siswa dari jurusan Bahasa agar mereka mendapatkan gambaran keunikan bahasa dan budaya Jepang. Termasuk berbagai kesempatan dan peluang pergi ke Jepang dan tinggal di sana, serta kesempatan bekerja bagi lulusan Prodi Bahasa Jepang.

  Kegiatan melibatkan beberapa dosen Prodi Bahasa Jepang UTama yang menjadi narasumber. Yakni: Aan Amalia, Dra., M.Pd., Dinda Gayatri Ranadireksa, M.A., Ph.D., Hety Nurohmah, S.S., M.Hum., Abdul Latif Jaohari, S.Pd., M.Pd, dan Felicia Aprilani, S.Hum., M.Hum. Juga mahasiswa D3 dan S1 Prodi Bahasa Jepang UTama, Syahrul Falahi, Adam Syahrul Ramadhan dan Syahrul Aditya Akbar membantu kegiatan tersebut.

  Menurut Hety para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dalam menggali informasi tentang “kejepangan”. Hal itu mengacu kepada hasil kuesioner PkM di SMAN 16. Paling tertarik para peserta menggali peluang bekerja di Jepang. (01Apr2021, sumber UTama)

.

Teknik Sipil UTama Beri Solusi Atasi Masalah Drainase

Komplek De Marakkesh Bandung

Yanyan Kaprodi Teknik Sipil Universitas Widyatama Pengabdian Kepada Masyarakat Komplek Marakkesh Bandung 1 - Teknik Sipil UTama Memberikan Solusi Untuk Mengatasi Masalah Drainase Di Komplek De Marakkesh Bandung  Masalah perkotaan tidak hanya terletak pada masalah kemacetan semata. Tingginya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan (demand) akan tempat tinggal layak memicu pembangunan kawasan pemukiman dan perubahan tata guna lahan yang cepat.

  Sayangnya perubahan fungsi kawasan dan tata guna lahan tersebut tidak diimbangi dengan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baik. Terutama pada segi tata guna air (saluran drainase, kolam retensi, dan lain-lain), sehingga memperbesar potensi terjadinya banjir pada kawasan tersebut.

  Perlu adanya studi yang komprehensif menangani hal tersebut, agar tercipta suatu sistem tata guna air yang sustainable dan bisa mengendalikan, meminimalisis potensi terjadinya banjir atau genangan, jelas Yanyan Agustian, Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Sipil, UTama.

  Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UTama mencoba menerapkan sistem tata guna air tersebut dalam lingkup perumahan. Dengan tujuan menciptakan suatu sistem tata guna air yang sustainable, mulai saluran drainase hingga kolam retensi dan teknologi-teknologi lainnya.

Lokasi percontohan dalam kajian ini adalah Komplek De Marakkesh yang berada di Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

  Melalui program PkM kali ini Prodi Teknik Sipil UTama mengangkat isu pengendalian banjir atau genangan air (cileuncang) perkotaan, di Komplek Marakkesh koota Bandung, sebagai lokasi studi dan PkM. Program PKM adalah kegiatan rutin Prodi Teknik Sipil UTama, yang bertujuan membantu memberikan wawasan dan rekomendasi ilmiah kepada masyarakat atas fenomena-fenomena yang sedang terjadi,” ujar Yanyan Agustian, Ph.D.

  PKM ini diadakan pada hari Selasa (30/3/2021) lalu melalui media Zoom meeting.   Yanyan Kaprodi Teknik Sipil Universitas Widyatama Pengabdian Kepada Masyarakat Komplek Marakkesh Bandung 4 1024x573 - Teknik Sipil UTama Memberikan Solusi Untuk Mengatasi Masalah Drainase Di Komplek De Marakkesh BandungDihadiri oleh pemerintah setempat (RT), tokoh masyarakat, pengurus DKM, mahasiswa dan dosen dari Prodi Teknik Sipil, UTama.

  Prodi Teknik Sipil, UTama merekomendasikan beberapa hal untuk pengendalian genangan di Komplek De Marakkesh, Kota Bandung. Di antaranya pemetaan dan perbaikan jaringan drainase, penambahan kapasitas kolam retensi, pengaturan operasional pompa, pemasangan biopori dan sumur resapan serta pembuatan sistem pemanenan air hujan (Rain Water Harvesting/RWH).

  Lebih lanjut Yanyan mengatakan sistem RWH diharapkan bisa mengalirkan air hujan langsung ke dalam sumur resapan, selain mengurangi potensi volume air genangan juga akan menambah kapasitas air tanah. Sementara, biopori akan membantu mempercepat penyerapan air hujan yang jatuh di lahan selain atap rumah. Air yang tidak terserap ke dalam tanah akan dialirkan melalui jaringan drainase dan ditampung sementara di dalam kolam retensi. Saat volume kolam retensi akan penuh, pompa akan dioperasikan dan mengalirkan air kolam ke sungai Cipamokolan yang ada di dekat Komplek Marakkesh.

  Suhendar, Ketua RT 04 Komplek Marakkesh kota Bandung sangat berterima kasih kepada Prodi Teknik Sipil UTama yang telah bersedia menyumbangkan waktu dan tenaganya membantu permasalahan genangan di Komplek Marrakesh. Ia berharap kajian ilmiah ini dapat diterapkan dan diimplementasikan, sehingga ke depan tidak akan terjadi lagi genangan-genangan saat terjadi hujan lebat. (31Mar2021, sumber UTama)

.

Prodi Perpustakaan & Sains Informasi UTama Berikan Workshop Pengembangan Koleksi Perpustakaan Di SMK Harapan 2 Rancaekek

WhatsApp Image 2021 03 26 at 09.11.11 1024x575 - Prodi Perpustakaan & Sains Informasi Universitas Widyatama Melakukan Workshop Pengembangan Koleksi Perpustakaan Di SMK Harapan 2 Rancaekek  Dosen program studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Widyatama (UTama) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKN Harapan 2 Rancaekek, Kabupaten Bandung.

  Aminudin ST., M.Kom., dosen sekaligus Ketua Kluster PkM itu mengatakan kegiatan tersebut telah dihelat Kamis (18/2/2021) lalu. Diisi dengan kegiatan workshop pengembangan koleksi perpustakaan sekolah, mengangkat tema “Revitalisasi Perpustakaan Sekolah Untuk Efektivitas Pembelajaran”.

  SMK Harapan 2 Rancaekek berada di Jalan Desa Nanjung Mekar Rancaekek Rt 03 Rw 02 Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilangsungkan secara daring dengan peserta terdiri dari Kepala Perpustakaan, Kepala Program Kurikulum, dan guru mata pelajaran di SMK Harapan 2 Rancaekek. Termasuk mahasiswa Prodi Perpustaaan dan Sains Informasi, UTama,” kata Aminudin, Selasa (30/3/2021) lalu.

  Materi disampaikan oleh Haria Saputry Wahyuni, S.I.Pus., M.I.Kom., dan dimoderatori oleh Diah Sri Rejeki, S.Sos., M.I.Kom., Ketua Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, UTama.

WhatsApp Image 2021 03 26 at 09.11.12 1 1024x575 - Prodi Perpustakaan & Sains Informasi Universitas Widyatama Melakukan Workshop Pengembangan Koleksi Perpustakaan Di SMK Harapan 2 Rancaekek  Aminudin menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan memberi wawasan kepada sekolah, khususnya Perpustakaan dan Guru mata pelajaran di SMK Harapan 2 Rancaekek dalam mengembangkan koleksi perpustakaan sesuai dengan ketentuan PERPUSNAS (Perpustakaan Nasional) Republik Indonesia nomor 12 tahun 2017 mengenai standar perpustakaan SMA/SMK.

  Sementara itu, Linda – Kepala Perpustakaan SMK Harapan 2 Rancaekek berharap kegiatan PkM bisa berlanjut untuk materi workshop berikutnya.

Hal tersebut diamini Kepala SMK Harapan 2 Rancaekek Drs. H. Aep Saepudin yang juga mengapresiasi PkM Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Teknik Widyatama di Sekolah yang dipimpinnya.

(30Mar2021, sumber UTama)

.

GM Operational PT Pindad International Logistic Apresiasi Magang Mahasiswa

UTama

John Salale GM Operasional PT Pindad Internasional Logistic 3 576x1024 - GM Operational PT Pindad International Logistic Bangga Terhadap Mahasiswa Universitas Widyatama  John Salale GM Operational PT Pindad International Logistic memberi apresiasi terhadap mahasiswa UTama yang melaksanakan magang di PT Pindad, perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial.

  Mahasiswa UTama mengikuti program magang pendampingan bersertifikat yang dilaksanakan dua tahun ke belakang, sebelum digulirkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Ia mengapresiasi mahasiswa UTama yang pernah magang di PT Pindad karena memiliki sikap dewasa, cerdas dan mudah menyesuaikan diri di lingkungan kerja PT Pindad.

Secara soft skill, sosialisasi, mereka sudah bagus. Baik itu bersosialisasi dengan teman ataupun siapapun. Mahasiswa dari kampus lain bukan berarti tidak bagus, namun perlu dibina lagi, jelasnya, Senin (29/3/2021) lalu. Contoh mereka pernah mendpat tugas untuk diselesaikan selama dua minggu. Namun dalam dua hari, mereka bisa menyelesaikannya dengan baik.

  Saat digulirkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, John memberikan pembekalan secara virtual kepada 75 mahasiswa Fakultas Teknik UTama yang akan melakukan magang (kuliah di luar kampus) dibeberapa BUMN, perusahaan, perguruan tinggi dan lainnya. Menurutnya mahasiswa UTama harus membentuk pola karir sejak sekarang bukan setelah mereka lulus. Apakah mereka akan berwirausaha, menjadi pegawai negeri, bekerja di BUMN, perusahaan asing, menjadi TNI, Polri atau lainnya.

  Mahasiswa selain harus memiliki hard skill yang mumpuni diasah dengan sempurna untuk bisa bersaing. Namun yang paling penting mereka harus memiliki soft skill. Hasil penelitian kampus di Amerika Serikat, kemampuan hard skill 15% yang lebih penting yaitu soft skill 85%.

Soft skill yang harus dimiliki seperti berpikir kritis, cepat mengambil keputusan, memberi saran dan masukan, sering-sering berdiskusi, interaktif dalam berdiskusi, menyikapi perbedaan pendapat seperti apa, kata John.

  Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran, Prof. Dadang Suganda mangatakan program magang perguruan tinggi menjadi idaman, karena para mahasiswa akan mendapatkan banyak pengalaman dan kecakapan.

Rozahi Dekan Fakultas Teknik Universitas Widyatama Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2 1024x603 - GM Operational PT Pindad International Logistic Bangga Terhadap Mahasiswa Universitas WidyatamaFakultas Teknik sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Pindad, United Tractors, PTDI dan perusahaan lainnya,” imbuh Prof. Dadang.

    Pembekalan kepada mahasiswa magang sangat baik dan harus dilakukan oleh setiap program studi. Hal-hal berkaitan dengan teknis magang tentu fakultas menyiapkan standar dan pedoman-pedomannya. PT Pindad, United Tractors dan PTDI sudah professional menerima mahasiswa magang, sehingga tugas yang diberikan universitas untuk mahasiswa magang betul-betul sudah dipersiapkan dengan baik. Kami percaya out put dari magang ini betul-betul akan memberikan bekal bagi mahasiswa kami. Sehingga mereka memiliki modal kecerdasan yang sangat lengkap,” kata Prof. Dadang.

  Program magang program bersertifikat inimemungkinkan selesai magang para mahasiswa mendapatkan sertifikat yang berbasis pada kompetensi profesi yang relevan dengan dunia sekarang dan akan datang. Dalam pesannya kegiatan itu agar terus dilanjutkan. Ke depan bukan hanya 75 mahasiswa, tetapi mahasiswa dari angkatan berikutnya (adik kelasnya).

  Sementara itu Rozahi Istambul, Dekan Fakultas Teknik UTama menambahkan bahwa kegiatan pembekalan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan MoA dengan 61 perusahaan, yang telah dilakukan dua minggu sebelumnya.

  Adapun 75 mahasiswa Fakultas Teknik yang mengikuti kegiatan terdiri dari mahasiswa program studi Teknik Industri, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Mesin. (29Mar2021, sumber UTama)

.

Sekretaris Dewan Eksekutif BAN-PT Diundang Ke Kampus UTama

WhatsApp Image 2021 03 23 at 18.47.08 2 1024x502 - Target Bisa Mencapai Kampus Unggul Sekretaris  Dewan Eksekutif BAN-PT Diundang Ke Kampus UTama  Universitas Widyatama (UTama), salah satu kampus ternama di kota Bandung berharap mendapatkan akreditasi unggul. Dalam kaitan itu, agar mendapat informasi mengenai akreditasi lebih gamblang dan dipahami, UTama mengundang Sekretaris Dewan Eksekutif Badan Akteditasi Nasional Perguruan Tinggi, Prof. Agus Setiabudi sebagai narasumber terkait akreditasi.

  Ia memberikan pemaparan mengenai Kebijakan Akreditasi BAN-PT dan Implementasi Kebijakan BAN-PT di masa Pandemi di depan Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Program Studi serta dosen UTama, juga perwakilan dari kampus Apikes-Bandung, Uninus dan STIA Bandung, Kamis (25/3/2021) lalu.

WhatsApp Image 2021 03 25 at 11.41.56 1024x768 - Target Bisa Mencapai Kampus Unggul Sekretaris  Dewan Eksekutif BAN-PT Diundang Ke Kampus UTama  Pada kesempatan itu Prof. Agus mengatakan standar yang ditetapkan pemerintah pada perguruan tinggi selalu berubah. Sehingga BAN-PT harus melakukan perubahan instrumen, sebagai dasar perubahan akreditasi tersebut. Sesuai peraturan BAN-PT Nomor 5 tahun 2020, tentang Instrumen Akreditasi Program Studi, kriteria dan elemen penilaian akreditasi BAN-PT mencakup sembilan elemen yang harus dipenuhi perguruan tinggi yaitu: 1. Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi; 2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama; 3. Mahasiswa; 4. Sumber Daya Manusia; 5. Keuangan, Sarana dan Prasarana; 6. Pendidikan; 7. Penelitian; 8. Pengabdian kepada Masyarakat; 9. Luaran dan Capaian Tridharma.

BAN PT sebetulnya di fase akhir apakah perguruan tinggi memenuhi standar atau tidak. Karena pemerintah menetapkan standar minimal maka perguruan tinggi harus menetapkan standar yang lebih tinggi.

Menurutnya ada beberapa standar yang menjadi momok, seperti pemenuhan standar dosen dengan kualifikasi dan jumlah tertentu. Khususnya bagi perguruan tinggi yang relatif kecil.

  Pada kesempatan itu Prof. Obsatar – Rektor UTama mengatakan sengaja mengundang Prof. Agus agar mendapat informasi dari tangan pertama terkait kebijakan terbaru BAN PT, sekaligus kiat terhadap perubahan-perubahan. Terutama pada proses akreditasi dengan sistem online. Bagi UTama, sembilan elemen tidak terlalu berbeda jauh dengan sebelumnya dan masih bisa dipenuhi oleh Widyatama. Karena itu Rektor UTama optimis dengan SDM yang dimiliki UTama bisa meraih apa yang diharapkan menjadi kampus unggul. Salah satu alasannya 273 dosen UTama sudah memiliki kurang lebih 1600 jurnal internasional yang terpublikasi. (26Mar2021, sumber UTama)

.

Pelaku UMKM Kelurahan Margasari Ikuti Pengabdian Kepada Masyarakat

Prodi Teknik Industri UTama

WhatsApp Image 2021 03 23 at 18.47.06 1024x640 - Pelaku UMKM di Kelurahan Margasari Terbuka Wawasannya Setelah Mengikuti Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Teknik Industri UTama    Selama pandemi Covid-19 sekitar 37 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat, termasuk kota Bandung terdampak. Tidak sedikit yang gulung tikar. Salah satu penyebab daya beli masyarakat yang menurun secara signifikan.

Melihat kondisi itu, pertengahan Maret 2021 lalu, tiga dosen dan tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri UTama Bandung melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada aspek proses produksi, distribusi, serta aspek pemasaran.

Mereka memberikan pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) kepada pelaku Kelompok Industri Pangan Rumah Tangga (IPRT) di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

WhatsApp Image 2021 03 23 at 18.45.44 1024x576 - Pelaku UMKM di Kelurahan Margasari Terbuka Wawasannya Setelah Mengikuti Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Teknik Industri UTama  PkM di atas salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi dari civitas academica UTama. Menurut Verani Hartati, Ketua kegiatan PkM Kelurahan Margasari berada di wilayah Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, termasuk pada zona kuning. Pelaku usaha di wilayah itu mulai terdorong melakukan kegiatan usaha seperti sedia kala agar mampu bangkit serta beradaptasi dengan era AKB.

  Ada enam Kelompok IPRT yang menjadi mitra kegiatan PkM UTama. Mereka memproduksi pangan olahan, seperti kue basah, nasi box, rempeyek, salad buah, makaroni schotel, chistik, dan lainnya. Pelatihan melalui media online dan dilanjutkan dengan pendampingan.

  Lebih lanjut Verani menjelaskan bahwa kelompok IPRT Kelurahan Margasari belum memiliki pemahaman dan kemampuan dalam mengelola usaha yang dapat menyesuaikan dengan era AKB. Terutama dalam hal produksi dan distribusi yang sesuai dengan anjuran pemerintah.

  Menurut Vey mitra juga dibantu fasilitas produksi dan distribusi pangan sesuai dengan anjuran pemeritah. Ia memberikan beberapa perlengkapan sanitasi pangan yang belum dimiliki oleh mitra. Pada kegiatan ini, mitra juga dibantu dalam memahami pemanfaatan media sosial untuk pemasaran hasil produksi mereka.

  Sementara itu Ayoe Pratiwi, salah saru mitra binaan yang memproduksi kue basah mengatakan bahwa kegiatan ini telah membuka wawasannya memproduksi olahan pangan yang bersih dan sehat, mengimplementasikan sanitasi pangan yang dapat mencegah penyebaran Covid-19, termasuk strategi pemasaran pada era AKB ini. Mereka berharap UTama terus memberi kami ilmu lain yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kami, bahkan kami ingin dibantu cara mendapat ijin BPOM dan sertifikasi halal.

  Kegiatan PkM Program Studi Teknik Industri UTama di Kelurahan Margasari merupakan kegiatan tahap awal dari serangkaian kegiatan PkM yang telah diagendakan untuk membantu UMKM mencapai ketahanan pangan nasional.

  Dosen yang ambil bagian pada kegiatan PkM, yaitu Verani Hartati, S.T., M.T., Ketua Pelaksana PkM, Setijadi, S.T., M.T., Pemateri Pelatihan dan Rendiyatna Ferdian, S.T., M.T., Ketua Tim Pendamping. (24Mar2021, sumber UTama)

.

LEPRID & Kasdam III Siliwangi Beri Apresiasi UTama

Atas Kepedulian pada Lingkungan

Festival Konservasi Cisanti Universitas Widyatama Penghargaan Lemprid 1 3 - Atas Kepeduliannya Kepada Lingkungan LEPRID & Brigjen Kunto Kasdam III Siliwangi Memberikan Apresiasi Kepada Universitas Widyatama   Atas kepedulian dan dukungan terhadap pembagian sertifikat terbanyak kepada masyarakat yang peduli lingkungan (Sungai Citarum) dan Satgas Citarum Harum, Rektor UTama dan Ketua Yayasan Widyatama mendapat penghargaan Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

  Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua Umum dan Pendiri LEPRID Paulus Pangka, di 0 Km sungai Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Senin (22/3/2021) lalu. Penghargaan diberikan dalam memperingati hari air, metrologi, hutan dan kehutanan se-dunia pada kegiatan Festival Konservasi Cisanti.

  Paulus Pangka mengatakan bahwa penghargaan yang diterima UTama merupakan apresiasi LEPRID, karena telah memberikan dukungan atas  pemberian 2021 sertifikat, kepada masyarakat dan komunitas yang peduli terhadap lingkungan, air dan mata air (Sungai Citarum).

  Menurutnya Kampus UTama menjadi pelopor kepedulian atas pemberian sertifikat itu.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Brigadir Jendral Kunto Arief Wibowo, Kasdam III Siliwangi, yang berada di bawah pengawasan TNI, Sektor 1 Satgas Citarum Harum.

Festival Konservasi Cisanti Universitas Widyatama Penghargaan Lemprid 3 3 - Atas Kepeduliannya Kepada Lingkungan LEPRID & Brigjen Kunto Kasdam III Siliwangi Memberikan Apresiasi Kepada Universitas Widyatama  Prof. Obsatar Sinaga – Rektor UTama mengatakan akademisi seperti UTama sangat perlu dilibatkan dalam konservasi alam, menjaga kebersihan mata air Cisanti mata air sungai Citarum. UTama sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum, masyarakat, maupun komunitas yang peduli akan lestarinya mata air dan kebersihan sungai Citarum, sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat dan salah satu sungai yang memiliki peran penting terhadap ekosistem, agar terbebas dari limbah berbahaya, penggundulan hutan disepanjang aliran sungai Citarum dan lainnya.

  Rektor UTama menekankan pentingnya gerakan masif dalam menjaga mata air dan kepedulian masyarakat terhadap sungai Citarum. Kepedulian lingkungan yang ditanamkan kepada mahasiswanya, salah satunya hal kecil yang ditanamkan adalah larangan merokok di kampus yang didukung regulasi dan aturan yang jelas. Kampus UTama memiliki ruang terbuka hijau.

  Pada kesempatan sama Roeshartono Sekretaris Yayasan mengatakan, bahwa pihaknya memiliki kepedulian, untuk melestarikan alam. Ia menambahkan kampusnya dibilang kampus hijau, karena merawat keberadaan pepohonan yang ada di dalam kampus. (23Mar2021, sumber UTama)

.

.

.

.

.

“Career Day UTama” 23-29 Maret 2021 Berkolaborasi CDC UI

  Pusat Karir atau Career Center UTama berkolaborasi dengan Career Development Center

100.000 Pencari Kerja Bisa Mengikuti “Career Day UTama” 23-29 Maret 2021 Secara Daring  Universitas Indonesia (CDC UI), menggelar “Career, Internship, Scholarship, and Entrepreneurship (CISE) Virtual Expo 2021″. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara virtual, dari tanggal 23-29 Maret 2021 melibatkan 19 perguruan tinggi yang berkolaborasi membuka jaringan baru untuk job fair. Kegiatannya tidak hanya job fair, juga pameran karier, pameran magang, pameran beasiswa, pameran kewirausahaan (start-up), dan berbagai rangkaian webinar. Terbuka untuk umum dan gratis.

  Kegiatannya diikuti oleh 30 perusahaan (Career Expo), 7 perusahaan (Internship Expo), 11 mitra (Scholarship Expo), 29 perusahaan (Entrepreneurship Expo), 8 perusahaan (Branding), 19 perguruan tinggi (Mitra Afiliasi), 55 media partner serta 14 mitra bazaar. Kegiatan dimaksudkan memfasilitasi karir lulusan dari perguruan tinggi, dalam dunia kerja dan pendidikan. Selama kegiatan berlangsung terekap sekitar 33.603 lamaran yang masuk, akses pada “branding page” perusahaan keseluruhan 98.985 kali serta akses pada lowongan kerja secara keseluruhan ada 360.085 kali. (22Mar2021, sumber UTama)

.

Lokakarya Kurikulum Multimedia Menuju Merdeka Belajar Kampus Merdeka

FDKV UTAMA Universitas Widyatama Merdeka Belajar Kampus Merdeka - Lokakarya Kurikulum Multimedia Menuju Merdeka Belajar Kampus Merdeka    Prof. Dr. Dadang Suganda, Wakil Rektor bidang Akademik UTama membuka Lokakarya Kurikulum Multimedia secara daring, Kamis (18/3/2021) lalu. Sebagai uapya menuju implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Esensi MBKM wujud reformasi dan deregulasi dalam sistem, sekaligus terobosan pendidikan sekarang dan perubahan di masa depan. Seperti model penagangan antara kampus dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) wajib tersusun, dalam bentuk kurikulum. Sebagai model kemitraan dengan pedoman dan panduan yang tepat sesuai kebutuhan. Keberadaan tenaga praktisi atau profesional perlu dihadirkan di dalam kampus. Tujuannya untuk memberikan informasi seutuhnya mengenai seluk beluk DUDI, kepada para mahasiswa.

  Sementara itu Banung Grahita, akademisi dari Fakultas Seni Rupa Desain (FRSD) ITB mengatakan perhatian terhadap profil lulusan sesuai dengan kebutuhan nyata, dengan disiplin multimedia saat ini akan sangat luas dan beririsan dengan disiplin ilmu lainnya. Oleh karena itu, model transformasi interdisiplin antar bidang keilmuan akan lebih terbuka, dalam rangka peningkatan kompetensi dalam bidang multimedia.

  Sedangkan Rudi Farid, Kepala Program Studi (Ka.Prodi) Desain Grafis (D4) berpandangan pentingnya mempertahankan aspek makna komunikasi dan informasi, sebagai konten narasi penyelesaian masalah (problem solving) komunikasi. Ia menambahkan tuntutan keahlian dalam bidang multimedia, juga perlu meningkatkan kemampuan mengoperasikan beberapa perangkat. Maka kecenderungannya setiap lulusan dapat menjurus pada suatu keahlian tertentu atau bersifat menyeluruh.

  Agar diketahui kini fenomena kemajuan teknologi informasi dan media terdapat transformasi dari cara pandang penggunanya. Seperti penggunaan layar datar ke layar 360 derajat dalam virtual reality. Hal tersebut akan menentukan cara kerja kreatifitas dalam aplikasi media.

  Di samping itu implementasi kurikulum terkait DUDI perlu merealisasi setiap tugas berbasis projek nyata sesuai studi kasus di lapangan. Sehingga dapat beradaptasi dari setiap perubahan yang cukup pesat serta meningkatkan “soft skill” atau keterampilan sosial, komunikasi, kecerdasan sosial, dan lainnya, sebagai karakteristik individu yang cakap. Lokakarya akan diteruskan pada program kerja selanjutnya, melakukan grup diskusi dengan pihak lain.

  Disamping ketiga narasumber di atas, hadir juga narasumber lainnya: Gaga Nugraha praktisi dalam bidang animasi, iklan dan film, Wahyu Tamly dan Asep Deni Iskandar, Ka.Prodi Multimedia. (20Mar2021, sumber UTama)

.

Dosen Harus “Menjadi” Wartawan

  Rektor UTama, Prof. Dr. Obsatar Sinaga M.Si. mengharapkan dosen-dosen memiliki kebiasaan menulis seperti wartawan mengutamakan kebenaran, bersikap jujur, memiliki kreativitas tinggi, serta mampu memberi inspirasi dan manfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

  “Orang pada umumnya menyangka sebuah berita itu adalah gambaran suatu peristiwa sepenuhnya, padahal 75% berita dihasilkan dari proses kreatif wartawan,” ujarnya saat membuka Workshop “Penulisan dan Publikasi Pemberitaan Hasil Kegiatan Di lingkungan Universitas Widyatama” yang dilaksanakan secara daring pada hari Kamis (18/3/2021) lalu.

  Rektor UTama yang memilki pengalaman jurnailstik cukup panjang menjelaskan dengan meniru pola kerja wartawan dapat membantu dosen mengembangkan kemampuan menulisnya secara signifikan. Karena wartawan bekerja dengan waktu yang sempit, tapi dituntut mendapatkan fakta-fakta yang memiliki nilai berita. Di sisi lain harus menggunakan bahasa sederhana, ringkas dan lugas, tapi tetap  harus menjaga kode etik.

  Sementara instruktur workshop, Yusuf Fitriadi membenarkan pentingnya dosen-dosen memiliki kemampuan menulis berita dengan baik. Terutama jika ingin lebih optimal menginformasikan berbagai kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi ke masyarakat, dengan melalui pengiriman rilis ke media massa.

  Yusuf menambahkan, kemampuan menulis berita yang baik berguna untuk menulis informasi lainnya seputar tridharma perguruan tinggi. Dicontohkan informasi hasil-hasil penelitian, bisa dibuat dalam tulisan sederhana berupa kiat-kiat atau arahan sederhana yang bisa dimengerti masyarat. Kegiatan pengabdian masyarakat juga bisa dikemas dalam bentuk rubrik2 “klinik”, untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

  Sementara Kepala Biro Humas dan Protokoler UTama, Henry Meytra Taufik, S.E., M.M mengatakan penyelenggaraan workshop tersebut merupakan upaya UTama untuk terus meningkat kapasitas civitas akademika. Jika dosen-dosen memiliki keemampuan menulis rilis dengan baik, maka proses membangun brand perception dan brand awareness bisa berlangsung tebih terintegrasi dengan publikasi kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi. (19Mar2021, sumber UTama)

.

Prodi Bahasa Jepang UTama Gelar Pelatihan Bahasa

Bagi Calon Tenaga Keperawatan “Negeri Sakura”

.

WhatsApp Image 2021 03 17 at 11.04.03 2 1024x652 - Prodi Bahasa Jepang UTama Menggelar Pelatihan Bahasa Jepang Bagi Calon Tenaga Keperawatan Di “Negeri Sakura”  Prodi Bahasa Jepang UTama kembali mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menyelenggarakan pelatihan Bahasa Jepang bagi tenaga keperawatan (Kaigo) di STIKES Dharma Husada, Kota Bandung.

Pelatihan dilangsungkan berbentuk Webinar online pada hari Selasa, (23/2/2021) lalu.

  Pelatihan untuk memberikan pengetahuan mengenai istilah keperawatan dalam bahasa Jepang kepada para mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Dharma Husada.

  Saat ini kebutuhan tenaga perawat di “Negeri Sakura” Jepang tidak menurun. Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19 malah sebaliknya, kebutuhannya semakin meningkat. Namun syarat mutlak menyediakan tenaga perawat yang dibutuhkan adalah kemampuan berbahasa Jepang yang mumpuni. Oleh sebab itu pengetahuan tersebut bagi tenaga perawat dari Indonesia sangatlah penting.

  Lima dosen dari Prodi Bahasa Jepang UTama menjadi narasumber, yaitu, Uning Kuraesin., Dra., M.Pd.; Hardianto Rahardjo, S.Pd., M.Pd.; Ningrum Tresnasari, S.S., M.A.; Nurza Ariestafuri, S.S., M.Pd.; dan Raden Novitasari, S.S, M.Hum.

  Di samping itu tiga mahasiswa turut membantu mewakili Prodi D3 dan S1 Bahasa Jepang, yaitu Amira Wifaq Tsuraya, Lionnanda Dhedi Wiranto serta Almira Kartasentana. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Terlebih hal tersebut menjadi dasar dalam berkomunikasi ketika diterima bekerja menjadi perawat di Jepang nanti. Sebagian besar para peserta menyatakan topik yang mereka dapat sesuai harapan. Pengetahuan mereka tentang bahasa Jepang semakin meningkat.(18Mar2021, sumber UTama)

.

Fakultas Teknik UTama Beri Pelatihan Platform Pembelajaran Daring

Bagi SDN 190 Cisaranten Kidul

Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widyatama Rozahi Dekan Fakultas Teknik 1 2 - PkM Fakultas Teknik UTama Menyediakan Platform Pembelajaran Daring Bagi SDN 190 Cisaranten Kidul  Dosen Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik UTama laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberi pelatihan serta membagi informasi pemanfaatan platform Moodle untuk pembelajaran dalam jaringan daring pada puluhan guru SDN 190 Cisaranten Kidul, Kota Bandung.

  Pelatihan dilaksanakan di aula SDN 190 Cisaranten Kidul, Komplek Riung Bandung, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, pada Rabu (10/3/2021) lalu.

  Dekan Fakultas Teknik UTama – Dr. Rozahi Istambul, dan Hari Supriadi, S.T., M.Kom. hadir menjelaskan pembelajaran daring menggunakan platform Moodle. Dijelaskan pula, sejak tahun 2010 UTama telah melakukan perkuliahan secara hybrid, yaitu dengan tatap muka langsung dan juga melalui daring menggunakan platform Moodle. Sosialisasi dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengalaman guru SDN 190 Cisaranten Kidul meningkatkan kemampuan mereka memanfaatkan fasilitas e-leaning.

  Kami memberikan fasilitas dengan menyediakan website platform Moodle secara gratis untuk SDN Cisaranten Kidul dalam upaya mendukung kegiatan pembelajaran secara daring,” kata Rozahi. Moodle merupakan platform pembelajaran daring yang tidak berbeda jauh dengan pembelajaran tatap muka langsung.

  Setelah mengikuti kegiatan ini, Guru SDN Cisaranten Kidul bisa memanfaatkan platform yang disediakan UTama selama satu tahun ke depan. Digunakan untuk pembelajaran virtual/teleconverence, memberi materi pelajaran, memberikan tugas, mengadakan tes, administrasi, absen, mengontrol aktivitas siswa guru, penilaian dan lainnya.

  Memang selama pandemi banyak sekolah yang telah memanfaatkan platform lain, seperti google classroom, google meet dan lainnya. Dengan platform ini para guru mendapatkan pilihan untuk berinteraksi dengan siswanya.

  Sementara itu, Kepsek SDN 190 Cisaranten Kidul, Hj. Eti Rohaeti, S.Pd mengapresiasi PkM Fakultas Teknik UTama di sekolah yang dipimpinnya. Dengan kegiatan tersebut Eti berharap mindset para guru lebih terbuka dan meningkat. Termasuk informasi yang diterima oleh mereka akan berdampak bagi siswanya.

  Peserta pelatihan diwakili tiga orang guru dari setiap tingkat (kelas I-VI), ditambah guru mata pelajaran. Mereka yang menjadi peserta harus menginformasikan materi yang didapat ke guru lainnya.

Eti menjelaskan bahwa pembelajaran daring selama setahun terakhir ini merupakan kendala bagi guru maupun orang tua. Seperti orangtua yang tidak memiliki hp android serta kuota internetnya. Jumlah siswa keseluruhan sekitar 1119 orang dengan jumlah guru 49 orang.

  Eti berharap agar PkM UTama tidak terhenti pada kegiatan itu. Namun bisa berlanjut di kemudian hari. Sehingga pembelajaran daring yang dilakukan akan lebih menyenangkan. (12Mar2021, sumber UTama)

.

UTama Bekerjasama dengan FHCI

Selenggarakan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat

universitas Widyatama Forum Human Capital Indonesia FHCI 3 - Kampus Merdeka Utama Bekerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menyelenggarakan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB)  Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) merupakan program Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang bekerja sama dengan 121 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diinisiasi oleh Pusat Karir Universitas Widyatama (UTama) sebagai implementasi BUMN Hadir Untuk Negeri.

  Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum. Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Pembelajaran Universitas UTama mengatakan tujuan kerjasama, yaitu untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa menyalurkan potensi dan menggali pengalaman di BUMN. Ini adalah meningkatkan keterampilan serta kompetensi anak bangsa khususnya mahasiswa agar terciptanya SDM yang unggul. Kegiatan ini juga merupakan bukti nyata BUMN hadir untuk negeri.

  Ia juga berharap dengan program ini para mahasiswa UTama mampu melihat dunia profesional/kerja yang sesungguhnya. Hal itu sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mulai diterapkan di berbagai perguruan tinggi,

  Kementerian BUMN berharap PPMB menjadi langkah nyata link and match kurikulum di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggu Swasta (PTS) sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja yang telah lama diinisiasi dan diharapkan bisa menjawab “gap” yang terjadi di lapangan. Lebih lanjut, Pemberian Pembekalan Mahasiswa Magang (PMMB) untuk Mahasiswa UTama Batch 1 tahun 2021 telah dilakukan pada Jum’at (5/3/2021) lalu di Ruang Rapat, Gedung Rektorat UTama Lt. 2.

  Prof Dadang berharap program magang ini sebagai bentuk implementasi kampus merdeka. Ketika mahasiswa UTama magang di perusahaan, mendapat pengalaman dan ilmu baru yang tidak didapat di kampus.

  Hasil seleksi mahasiswa UTama yang mengikuti Program Pemagangan Bersertifikat dan lolos mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch 1 tahun 2021 yakni: Devara Raditya Fajriawan, Jurusan Akuntansi Keuangan, Sertifikasi Industri, Penempatan BUMN PT Perkebunan Nusantara VIII Unit Kerja Kantor Direksi Bandung Jawa Barat; Arni Yusmana Uli Arta Saragi Sidauruk, Jurusan Manajemen Pemasaran, Sertifikasi Industri, Penempatan BUMN PT Pos Indonesia (Persero) Unit Kerja Kantor Pos Sukabumi Jawa Barat.

  Peserta yang terpilih akan menjalani magang selama enam bulan, di enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program magang tersebut merupakan salah satu langkah awal UTama mendukung implementasi kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. (08Mar2021, sumber UTama)

.

English Festival 2021

  Prodi Bahasa Inggris dan Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HIMABI) UTama mengambil peran dalam mengembangkan kemampuan ber-Bahasa Inggris terutama bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA. Sebagai implementasi diselenggarakan kompetensi kebahasaan secara rutin setiap tahun. English Festival 2021 atau lebih populer dengan E-Fest.

  Tahun ini, kegiatan diselenggarakan secara daring atau penyelenggaraan di setting secara virtual. EKegiatan E-Fest 2021 yang ke 18 ini diselenggrakan bermaksud untuk memperkenalkan program Bahasa Inggris kepada masyarakat luas pada umumnya, pelajar SMA/SMK/MA dan juga mahasiswa pada khususnya. Dalam kegiatan E-Fest 2021 diselenggarakan beberapa kompetisi, diantaranya: Speech Contest, News Anchor, Efest 1 - English Festival 2021Story Telling, Singing Competition dan juga Poetry Reading.

  Sebanyak 40 peserta dari beberapa sekolah dan juga universitas berpartisipasi dalam kegiatan E-Fest 2021. Kegiatan E-Fest kali ini diharapkan mampu menggali potensi dan bakat yang dimiliki para participants dalam hal Bahasa Inggris dan menunjukkannya kepada khlayak melalui kompetisi yang diikuti.   Dengan tema Vintage Victorian 1800s Ego te Provoco diharapkan kegiatan E-Fest 2021 dapat motivasi para peserta, bahwa kompetisi yang diikuti tidak hanya sekedar ajang unjuk bakat semata, namun tujuan akhir dari kompetisi ini adalah keluar sebagai juara. (06Mar2021, sumber UTama)

.

Implementasi MBKM UTama Gelar Program Magang Mahasiswa

Rektor Universitas Widyatama Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2 - Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Widyatama Menggelar Program Magang Mahasiswa  Universitas Widyatama (UTama) membuka program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Salah satu kegiatan MBKM berupa program magang di dunia industri dan dunia kerja bagi mahasiswa. Hal itu sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terkait MBKM yang mulai diterapkan di berbagai perguruan tinggi.

  Sebagai langkah nyata dan implementasi program tersebut, Kamis (4/3/2021) lalu UTama melakukan MoA secara virtual dengan pimpinan berbagai perusahaan, industri, institusi pendidikan, instansi pemerintah, BUMN, swasta khususnya yang berada di wilayah Jawa Barat. Di antaranya dengan PP Persero Tbk, Adira Insurance, Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, PT Bio Farma, PT Kimia Farma, PT PLN, Pikiran Rakyat, PT LEN, PT Telkom Akses, PT Wijaya Karya, Universitas Padjadjaran, PT JVC Electronics Indonesia, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Telkom, Universitas Widyatama dan lain sebagainya.

  Prof. Obsatar Sinaga – Rektor UTama menjelaskan bahwa kerjasama diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di lapangan, khususnya dunia kerja sesungguhnya.

Prof Dadang Warek II Universitas Widyatama Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2 - Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Widyatama Menggelar Program Magang Mahasiswa  Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran UTama, Prof. Dadang Suganda, mngatakan bahwa hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia agar memiliki kemampuan, baik ilmu maupun keterampilan, untuk bekal mereka dikemudian hari. Ketika kampus hanya memberikan ilmu sains, bisa saja sains dan keterampilan yang diberikan di kampus sudah tidak relevan dengan dunia kerja. Oleh karena itu pemerintah memberikan opsi, mahasiswa harus diberi hak untuk belajar di luar kampus selama tiga semester. Bisa di luar Prodi di dalam kampus, kampus yang lain atau bisa di luar kampus, kata Prof Dadang.

Ia menambahkan ketika mahasiswa UTama magang di luar kampus, bisa jadi ilmu yang didapatkan di kampus, sudah kadaluarsa sudah tidak sesuai dengan dunia industri atau dunia kerja. Oleh sebab itu ketika mereka magang bisa jadi mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Itu dari sisi ilmu,” kata Prof Dadang.

Sedangkan dari sisi pembentukan mental dan karakter, bisa jadi berbeda dengan dunia kampus. Karena di masyarakat sangat kompleks karakternya. Apalagi di perusahaan yang banyak tantangannya akan memperkuat mahasiswa menjadi manusia yang memiliki modal banyak. Ia berharap kepada semua perusahaan, bisa memberikan bimbingan, arahan, evaluasi dan monitoring untuk saling mengisi.

Rojahi Dekan Fakultas Teknik Universitas Widyatama Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2 - Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Widyatama Menggelar Program Magang Mahasiswa  Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UTama M. Rozahi Istambul, menjelaskan teknis program magang memang merupakan salah satu bagian dari kebijakan Kemendikbud.

Seluruh aktivitas di luar prodi seperti membangun desa, mengajar diluar dari prodi, melakukan riset, kegiatan magang, pertukaran pelajar dan lainnya. Kita rekognisi, mahasiswa tidak perlu kuliah di prodinya, diganti dengan kegiatan tadi. Salah satunya magang praktek kerja di perusahaan selama satu semester atau enam bulan, kata Rozahi.

  Kegiatan magang yang diikuti oleh mahasiswanya diasumsikan menjadi kegiatan perkuliahan, dan merupakan hal baru. Magang atau praktek kerja saat ini jangan dimaknai seperti magang praktek kerja seperti dulu, yang biasanya dilakukan hanya dua minggu sampai satu bulan. Belum lagi dalam kesehariannya sangat bebas, bisa masuk atau tidak. Namun sekarang benar-benar full segala sesuatunya mendapatkan pengalaman seakan-akan mereka sudah menjadi pegawai, jelas Rozahi.

  Untuk program magang MBKM gelombang pertama, akan diikuti oleh sedikitnya 75 mahasiswa Fakultas Teknik UTama.

Yudi PT PP Persero Tbk 1 - Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Widyatama Menggelar Program Magang Mahasiswa  Yudi Eko, Quality Control Officer dari PP Persero Tbk yang bergerak di bidang kontraktor di antaranya membangun apartemen mengatakan menyambut baik program magang bagi mahasiswa UTama. Program ini bagus untuk mengenalkan dunia kerja kepada mahasiswa. Kalau praktek di lapangan akan dihadapkan dengan masalah, cara kerja, cara berkomunikasi dengan atasan atau pekerja dan lainnya, Jum’at (5/3/2021) lalu.

  Ia menambahkan PT PP Persero Tbk, memiliki banyak proyek di seantero Indonesia. Nanti kita lihat saja magangnya di mana, disesuaikan yang terdekat. Biasanya kita terima dengan tangan terbuka. Namun kalau di lapangan karena proyek itu berbeda dengan di kantor. Mahasiswa UTama bisa saja nanti praktek di lapangan, manajemen, HSD dan lainya tergantung permintaan mahasiswa. (06Mar2021, sumber UTama)

.

#### 0 ####

Kemandirian Belajar Masa Pandemi: Ujian Bagi Indonesia dan Exit Strategy yang Tersedia

Kemandirian Belajar Masa Pandemi: Ujian Bagi Indonesia dan Exit Strategy yang Tersedia

Oleh: Bachrudin Musthafa, Guru Besar Literasi UPI Bandung

  Hiruk-pikuk kehidupan di seantero bumi ini tiba-tiba dibuat gaduh dan kemudian senyap oleh wabah berskala global yang kemudian kita kenal dengan istilah corona virus. Di Indonesia saja, sebagai contoh kasus, wabah yang telah merenggut jutaan nyawa sumberdaya manusia produktif ini telah menyentakkan kita dari apa yang selama ini kita impikan dan mungkin telah menjadi obsesi kita.

  Dalam suasana semacam ini Komunita menurunkan tajuk utama penting: “Pandemi Covid-19– Degradasi, Resiliensi dan Equibrium PT” dan “Merawat Kualitas Pendidikan Tinggi di Tengah Pandemi Covid-19”. Dibaca dengan cara menyandingkan kedua tajuk utama ini dalam satu halaman yang sama memaksa fokus perhatian kita membagi diri ke dalam dua tahapan. Tahap pertama mengaji dampak sapuan wabah terhadap keadaan kolektif kita sebagai negara-bangsa; tahap ke dua mereka-reka pemahaman terhadap keadaan dan kemudian berusaha merancang strategi untuk bangkit membangun kembali sumberdaya dan fasilitas yang masih tersisa.

  Menuruti alur pemahaman di atas, artikel singkat ini akan mengangkat beberapa catatan dan mengajukan sejumlah gagasan pemberdayaan agar kita sebagai negara-bangsa tidak “terkubur” dalam “mimpi buruk” yang membuat kita secara kolektif lemas dan tak berdaya.

  Pertama, sebagai basis bagi pemikitan kita bersama, ide-ide pokok dari narasumber yang dihadirkan Komunita akan diringkaskan, kemudian diikuti komentar reflektif agar gagasan penting yang dikatakannya dapat mengendap ke dalam kesadaran. Tokoh yang mendapatkan giliran bicara pada Komunitas edisi (Agustus/September 2021) ini termasuk Rektor Unpar (Prof. Situmorang, PhD), Prof. Harits Nu’man PhD. (Wakil Rektor Unisba), Prof. Meilinda Nurbanasari, PhD. (Rektor ITENAS), Dr. Cahyat Rohyana (Ketua YPBPI), Prof. Asep Effendi Rektor Universitas Sangga Buana (USB), dan Dr. Sugianto (Wakil Rektor IKOPIN). Dari rektorat Unpar tercatat isu penting yang merisaukan terkait kualitas hasil belajar mahasiswa pada awal-awal pandemi ini mengesankan “seadanya” dan tanpa kedalaman. Dari pimpinan Unisba tercatat adanya tantangan “memelekkan teknologi” tenaga pengajar angkatan lama sekaitan dengan tuntutan kebutuhan menyediakan pembelajaran synchronous dan pengajaran a-syncronous karena kebutuhan diversifikasi pembelajaran yang dipaksa berubah oleh keadaan masa pandemi ini. Dari Rektor ITENAS terbaca tantangan besar dari sisi dana pengembangan untuk membuat kampus ini 100% digitalized dengan berbagai rentetan konsekuensi yang menyertainya. Pimpinan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, dalam situasi pandemi yang melumpuhkan ini meyakini bahwa pendidikan harus mampu mengantarkan mahasiswanya sejalan dengan derap usaha dan dinamika industri menghadapi Industry 4.0. Sejalan dengan itu, Rektor Universitas Sangga Buana (USB) menghadapai tantangan ekstra penting dalam memastikan keajegan kompetensi lulusan yang hendak dicapai dan konsistensi tatakelola kepemimpinan perguruan tinggi. Terakhir, dari pimpinan IKOPIN tercatat gagasan dan tekad bahwa “pandemi adalah pemicu dan pemacu yang menyadarkan kita”: bahwa kita harus berubah ke arah yang lebih baik: lebih proaktif, kreatif, dan memberdayakan.

  Dari paparan gagasan pimpinan perguruan tinggi dan yayasan pengelola pendidikan yang menyertainya kita dapat menangkap dengan jelas bahwa—dalam ketakpastian sekalipun—layanan pendidikan harus tetap ditingkatkan dan dipastikan efektivitas dan efesiensinya.

  Bagaimana caranya? Itulah tantangan terbesar yang diakui para pimpinan perguruan tinggi yang merupakan narasumber Komunita kali ini.

  Sisa ruangan yang terbatas pada esei ini akan difokuskan pada gagasan pemberdayaan kemandirian sebagai cara strategis untuk membuat mahasiswa Indonesia mulai mengambil porsi tanggungjawab sebagai pembelajar yang menitipkan nasib-peruntungan masa depannya ke kampus-kampus yang dipilihnya sebagai tempat belajar. Dapatkah mahasiswa kita mengubah elan perjuangannya ke arah yang lebih mandiri, strategis, dan berdaya?

  Jawabnya positif asalkan persyaratan-persyaratan prosesnya dipenuhi. Di bawah ini beberapa keniscayaan yang telah terbukti mewujud dalam pengalaman dan pengamatan saya selama puluhan tahun mengajar di perguruan tinggi.

  Pertama, dari masa kanak-kanak, anak-anak Indonesia harus dibiasakan memilih dan belajar menghayati konsekuensi pilihannya. Hal ini berlaku untuk semua hal yang wajar untuk dijadikan pilihan. Tidak tersedia jalan pintas dan dilarang mengambil jalan melanggar hukum.

  Dari pengalaman beberapa puluh tahun mengajar di jenjang S1, jenjang S2, dan Jenjang S3 di beberapa perguruan tinggi di Bandung selama ini, setiap jenjang pembelajaran ini memiliki kelemahan yang beraneka dan kelemahan yang sangat menonjol adalah kemampuan memahami diri-sendiri, khususnya yang bertalian dengan apa yang diinginkannya dan apa yang telah dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Misalnya, ketika hal ini dikontekstualisasikan ke dalam masalah “penelitian” masalah ini sangat kentara. Contoh: Riset apa yang ingin dilakukannya untuk projek skripsi untuk jenjang S1? Apa yang ingin diteliti untuk tugas akhir thesis jenjang S2 yang akan dilakukannya? Dan topik dan jenis riset apa yang ingin dilakukannya untuk penelitian disertasi S3 yang hendak diselesaikannya? Pertanyaan sederhana dan wajar ini, lebih dari 90 persennya tak dapat dijawab oleh mahasiswa di Indonesia.

  Kedua, berkaitan dengan kebiasaan memilih adalah pemberian opsi pilihan, utamanya ketika berhadapan dengan sesuatu keputusan penting semisal mau memiliki keahlian apa setamat kuliah nanti? Ingin memiliki keterampilan apa selepas mempelajari matakuliah tertentu nanti? Kebiasaan memilih semacam ini penting untuk menumbuhkan sense of direction yang merupakan prasyarat bagi kemampuan merencanakan sesuatu yang penting (being planful). Keterampilan “lunak” jenis ini strategis untuk dibekalkan kepada pembelajar/mahasiswa supaya mereka memiliki arah yang memandu geraknya dari momen yang satu ke momen yang lainnya.

  Ketiga, gambaran “orang baik” di kampus-kampus Indonesia perlu juga dikaji-ulang dan didefinisikan kembali. Mahasiswa yang baik itu seperti apa? Apa yang membuat seseorang menjadi mahasiswa teladan? Profil kepribadian seperti apa yang dianggap unggul di kampus-kampus di Indonesia? Seperti apa sifat, kebiasaan, dan kualitas etos kerja mahasiswa “teladan” yang membawanya sukses secara akademik dan sukes secara sosial?

  Hal ini sangat penting digarisbawahi bahwa nyaris semua hal yang berkaitan dengan atribut-atribut penting “keteladanan” seseorang itu dapat diciptakan dan bukan sifat bawaan adikodrati. Kalau kita dapat melihat semua ini sebagai masalah pilihan, maka semuanya menjadi “mungkin” dan menjadi “masalah pilihan”.

  Ke empat, akui bahwa ada faktor kecenderungan minat seseorang ke arah bidang tertentu dan kecenderungan itu dapat merupakan bonus penting bagi pilihan karir tertentu. Akan tetapi, seperti dikatakan Albert Einstein tempo doeloe, akhirnya kerjakeras akan mengalahkan bakat.

  Ke lima, anak-anak Indonesia—juga mahasiswa S1, S2, dan S3—harus sering diingatkan bahwa mereka, masing-masingnya, merupakan penentu utama yang akan menentukan masadepannya akan seperti apa, dan menjadi apa. Hal ini penting disadari bahwa, dalam banyak konteks, urut-urutan peringkat prestasi dalam banyak bidang masih terbuka untuk semua orang. Termasuk untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 dari Indonesia.

  Selamat mengenali diri dan mengatur strategi pengembangan diri selagi hayat dikandung badan. Selamat menyibak jalan hijrah ke arah yang lebih baik dan berkah.

  Insya Allah berhasil.

*****

.

.

MERAWAT KUALITAS PENDIDIKAN TINGGI DITENGAH PANDEMI COVID-19

.

MERAWAT KUALITAS PENDIDIKAN TINGGI

DITENGAH PANDEMI COVID-19

.

  Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan penutupan fisik sementara 4.586 kampus di seluruh Indonesia, sekitar 8,848,816 mahasiswa, dan 295,219 dosen telah terdampak pandemi Covid-19, pembuat kebijakan dan perguruan tinggi dihadapkan dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semisal bagaimana mengurangi kehilangan pembelajaran, cara menerapkan pembelajaran online, cara membuka kembali pendidikan dengan aman dan bagaimana memastikan mahasiswa yang kurang terwakili, rentan dan kurang beruntung tidak tertinggal.

  Perguruan tinggi (PT) dan kampus sejatinya juga tempat di mana mahasiswa tinggal dan belajar dekat satu sama lain. Kampus juga merupakan pusat budaya di mana mahasiswa berkumpul dari berbagai daerah Indonesia. Namun, kini fondasi ekosistem unik ini telah dipengaruhi secara signifikan oleh penyebaran cepat wabah virus corona (Covid-19), dan menciptakan ketidakpastian mengenai implikasinya bagi pendidikan tinggi.

  Selama hampir 1.5 tahun terakhir, PT terpaksa membatalkan kelas tatap muka dan menutup pintu kampus yang sulit diperkirakan kapan berakhir. Pembelajaran tatap muka di kampus dialihkan ke pembelajaran online, dan mahasiswa didorong pulang kampung atau di rumah untuk menyelesaikan studi mereka. Pandemi Covid-19 nyata telah mengakibatkan gangguan jangka panjang pada sistem pendidikan tinggi.

  Menyimak pidato Presiden Uganda, Kaguta Museveni bahwa: “Dunia saat ini sedang berperang. Perang tanpa senjata dan peluru. ….. Perang tanpa batas. …… Tentara dalam perang ini tanpa ampun. Tidak memiliki setitik pun rasa kemanusiaan. Tidak pandang bulu – tidak peduli apakah anak-anak, wanita, atau tempat ibadah yang diserangnya. ……. Ini adalah tentara yang tidak terlihat, cepat, dan sangat efektif. Agenda satu-satunya panen kematian. Hanya kenyang setelah mengubah dunia menjadi satu lahan kematian besar. Kapasitasnya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan lagi. ….. Ia memiliki pangkalan di hampir setiap negara di dunia. Pergerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun. Singkatnya, ia adalah hukumnya tersendiri. Ia adalah Coronavirus. Juga dikenal sebagai Covid-19.

  Syukurlah, pasukan ini memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan. Hanya membutuhkan tindakan kolektif, disiplin dan kesabaran kita. Covid-19 tidak dapat bertahan dari jarak sosial dan fisik. Ia hanya berkembang ketika Anda menantangnya. …… Namun menyerah dalam menghadapi jarak sosial dan fisik kolektif. …. Tidak berdaya ketika Anda mengambil takdir Anda di tangan Anda sendiri dengan menjaganya tetap bersih sesering mungkin. Ini bukan waktunya untuk menangis tentang roti dan mentega…….. Kitab suci mengatakan kepada kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja (tetapi dari setiap Firman Allah). ….. Mari kita ratakan kurva Covid-19. Mari melatih kesabaran. Mari menjadi penjaga saudara kita. ……”

  Indonesia telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan, diantaranya: pembentukan gugus tugas dan satuan tugas, penerapan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19, PSBB, PPKM Darurat, PPKM level 1 sampai dengan 4 yang masih diperpanjang sampai tulisan ini disusun. Semua kegiatan dibatasi, termasuk pendidikan yang merupakan sektor esensial dalam mendidik sumber daya manusia generasi muda Indonesia sebagai investasi masa depan. Itulah suasana yang kita hadapi. Kondisi yang tentunya mendorong pendidikan memiliki ketangguhan dan keseimbangan baru, karena tuntutan pendidikan harus tetap berjalan walaupun dengan pembatasan protokol kesehatan sekalipun.

  Institusi pendidikan tinggi, yakni perguruan tinggi (PT) serta badan penyelenggara (Yayasan) memang sedang menghadapi masa-masa sulit, akibat pandemi belum bisa dikendalikan. Hampir 2 tahun situasi ini berlangsung, dan juga belum ada gambaran akan berakhir. Karena itu, bagaimanapun juga adaptasi dan ketahanan diri PT harus ditumbuh-kembangkan oleh masing-masing institusi pendidikan tinggi mensikapi pandemi Covid-19 ini.

  Pandangan dan penelitian Dr. Gleb Tsipursky bisa jadi penting sebagai penguat PT melaksanakan “transformasi diri” melaksanakan layanan pendidikan tinggi berkualitas di masa Pandemi ini. Sebagai gambaran realitas, kami menemui beberapa pimpinan penyelenggara dan pengelola pendidikan tinggi – yayasan dan perguruan tinggi. Tampak perspektif dan sikap mereka sebagai garda terdepan pendidikan tinggi dalam mendidik sumber daya manusia yang berkualitas di masa pandemi ini.

  Sangat menggembirakan, hadir optimisme, adaptabilitas, kreativitas dan inovasi tanpa henti dalam pemikiran dan langkah mereka menjaga kualitas pembelajaran dan pendidikan tinggi. Memang, di awal Pandemi sebagian besar institusi pendidikan tinggi mengalami guncangan di tengah peristiwa yang begitu tiba-tiba tersebut, namun berusaha bangkit.

  Mangadar Situmorang, Ph.D. – Rektor Unpar (Komunita, ed.27) mengatakan awal Pandemi Covid-19 “memaksa” PT melakukan percepatan teknologi digital (social meeting, video pembelajaran, presentasi digital). Namun, patut diperhatikan menjelaskan suatu konsep secara virtual, dari sisi perkuliahan masih banyak kekurangan dalam hal efektifitas penerimaan materi. Ada beberapa keterbatasan dosen, dalam penyampaian materi yang tidak lengkap, adanya beban psikologis dan relasi sosial antar dosen dan mahasiswa yang tidak nyaman. Beberapa faktor lain mengenai pendidikan karakter tidak dapat dilakukan. Bagaimana cara membuat assesment dalam pengembangan karakter tersebut. Ketika kita membuat evaluasi atau assesment melalui Ujian Tengah Semester (UTS), karena dilakukan secara virtual, dosen tidak mengawasi dan tidak memeriksa lagi.

  Semua diserahkan mandiri kepada mahasiswa sehingga ada terjadi hasil ujian yang sama pada beberapa mahasiswa (kecurangan karena mencontek satu sama lain). Mahasiswa tersebut diberikan nilai E (tidak lulus satu mata kuliah) dan gagal satu semester. Ini kaitan dengan pengembangan karakter. Tapi kemudian, layakkah memberikan hukuman tersebut kepada mahasiswa? Ketika pada prosesnya sendiri tidak ada pengawasan dari dosen, tidak ada instrumen pengawasan. Meskipun mereka harus jujur dan berintegritas dalam relasi sosial. Namun ketika relasi sosial tidak berlangsung, bukankah itu menjadi suatu kebodohan? Di satu sisi ingin mereka jujur dan berintegritas, namun di sisi lain kadang kita mempersilakan mereka untuk berkolaborasi dengan temannya jika ada hal-hal yang tidak dapat dimengerti.

  Instrumen-instrumen belum siap, yang bisa memastikan pendidikan karakter yang diinginkan bisa berjalan dengan baik. Bukan saja soal infrastruktur yang harus dipersiapkan, yang lebih penting adalah assesment baik dari sisi pengetahuan dan karakter, serta relasi sosial.

  Dari sisi sosial, teman-teman membuat riset yang bermuara pada penemuan meskipun bukan penemuan baru. Ini lebih menegaskan bahwa masyarakat punya potensi yang kita sebut capital culture untuk saling peduli satu sama lain di masa pandemi, karena banyak terjadi PHK, ekonomi berhenti. Masyarakat kita secara spontan, secara kultural mengumpulkan dana, bantuan dan sebagainya.

  Riset-riset itu dilakukan sebagai modal sosial kultural menjaga toleransi ekonomi membantu dari sisi pemasaran. Fakultas Ekonomi melakukan pendampingan meng-create sebuah aplikasi untuk mendukung usaha mereka. Soal kepatuhan hukum atau ketaatan hukum atau cedera hukum karena PHK atau karena kontrak-kontrak normal tadi, tiba-tiba pandemi (termasuk force majeur).

  Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM.Wakil Rektor I Unisba (Komunita, ed.27) memandang Pandemi Covid-19 dan ke depan memerlukan model transformasi digital (pembelajaran daring) yang memadai dari sisi metode maupun kualitas pembelajaran. Dalam hal pembelajaran daring, sesungguhnya PT dan juga dosen dituntut untuk melakukan inovasi pembelajaran, mengubah metode pembelajaran yang lebih berpusat pada mahasiswa. Dosen sebagai motivator dan menyiapkan bahan ajar yang inovatif untuk mudah dipahami mahasiswa. Sedang PT menyiapkan sumberdaya untuk mendukung proses pembelajaran tersebut. Melalui transformasi ini, maka dosen melakukan pembelajaran syncronous (tatap muka di dunia maya/virtual) dan juga a-syncronous dimana mahasiswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja dalam kurun waktu yang telah ditetapkan dengan memenuhi unsur modul, forum, kuis dan tugas sesuai dengan Rencana Pembelajaran yang telah ditetapkan agar memenuhi standard Capaian Pembelajaran Lulusan.

  Memang tahun 2020 sebelum Covid-19 kami sudah menyiapkan sistem daring. Unit Sistem Informasi dan Management/SIM ketika itu memanfaatkan Hibah DIKTI mengembangkan. Pengajaran daring mulai tahun 2017, sosialisasi daring tahun 2018, lalu diperkuat SK Yayasan dan Rektorat sebagai regulasinya. Sedang Yayasan mendukung penuh menguatkan infrastruktur dan sumber daya manusia. Namun hal tersebut memerlukan proses, dan ada retensi tinggi, karena banyak dosen masih lebih senang tatap muka daripada tatap maya. Karena Pandemi Covid-19 adalah force majore, maka kami memberikan kompensasi kepada mahasiswa dan dosen-dosen pengajar. Kami mengkompensasi dengan biaya pulsa, biaya listrik dan lainnya.

  Dari aspek konten dan kesiapan dosen. Kami petakan dosen dalam 3 cluster, yaitu: Cluster Milenial, Cluster Semi, dan Cluster Usia lanjut. Kendalanya, beban pada tenaga pendidik usia lanjut. Karena itu kami membuat pencangkokan didampingi dosen muda dalam mempersiapkan materi agar dapat diimplementasi ke sistem. Human Capability ini terus kami persiapkan dengan modul, Forum, Quiz, dan Tugas. Empat komponen tersebut merujuk pada RPS dan tugas-tugas yang harus dipenuhi adalah kewajiban dalam menyempurnakan RPS. Nah, yang di middle ini menjadi daya ungkit, dan terbentuklah team teaching dengan berbagi materi dan kebersamaan dengan baik.

  Memang dengan penerapan pembelajaran daring banyak dinamika yang terjadi. Dari sisi dosen ada ketidaksiapan, serta kekhawatiran dosen tergantikan oleh teknologi. Merubah pola pikir ini sangat sulit dan memerlukan pendekatan persuasif, juga harus terus menerus dan perlahan-lahan.

  Juga ada beberapa kondisi pengajaran yang memang sulit dengan pengajaran daring. Semisal program studi Kedokteran, paling sulit dan membutuhkan feeling and touch yang tidak bisa digantikan dari cadever dengan patung. Ketika kuliah tatap muka membutuhkan penerapan protokol kesehatan, swab dsb yang berimplikasi pada biaya. Kami mengkombinasikan antara daring dan juga offline, dan juga kami menyarankan swab pada dosen dan karyawan secara gratis.

  Hikmah pandemi Covid-19, kami dipaksa untuk senantiasa melek, selain itu sistem informasi kami teruji dengan pengajaran daring blended dengan tatap muka. Kesimpulannya perkembangan teknologi dari hasil budaya, dipercepat dengan pandemi ini, seharusnya kita sebagai pendidik senantiasa mensikapi secara dewasa, serta menghadapinya dengan langkah-langkah positif dan mengajarkannya kepada peserta didik.

  Prof. Ir. Meilinda Nurbanasari, M.T., Ph. D Rektor ITENAS (Komunita, ed.27) menyatakan terlepas dari pandemi, Transformasi Digital adalah tuntutan. Bukan hanya trend yang terjadi karena pandemi. PT harus mengakomodir menjadi 100% menerapkan seperti ini. Kami baru menjalankan 60% karena adanya perbaikan dan perubahan. Dari segi infrastruktur kami membeli server baru dengan harga lumayan mahal, karena pada saat jam premium dosen (jam tertinggi aktifitas mahasiswa) harus serentak dapat di-log in sejumlah 2.000 mahasiswa dalam waktu yang bersamaan tanpa kendala server. Kami terus memperbaiki sistem server kapasitas yang besar. Sedang dalam implementasinya, dosen dan tenaga pengajar sangat dituntut berempati terhadap mahasiswa, juga sebaliknya karena keterbatasan quota ataupun kendala lainnya model Online Learning. Memang kampus harus meningkatkan kualitas online dan lebih interaktif antara dosen dengan mahasiswa.

  Selain proses pembelajaran, memang tidak mudah mengedukasi mahasiswa. Kita lihat pembelajaran daring adalah 247, 24 jam sehari 7 jam satu minggu. Artinya dosen kapanpun dapat mengakses atau memberikan tugas, dan mahasiswa dapat mengakses dan bertanya kapanpun. Namun nyatanya belum terbiasa seperti itu. Tatap maya lebih untuk mengajukan pertanyaan (asynchronous), tapi yang terjadi adalah synchronous, jadwal offline tapi sekarang online. Sementara, kami menerapkan sistem seperti itu, metodanya online tapi dalam cara berfikirnya masih seperti offline, mengajar hanya di depan laptop dengan wajah-wajah “maya”.

  Memang mengedukasi dosen dan juga mahasiswa perlu bertahap, sekaligus memperbaiki kendala-kendalanya. Semenjak pandemi Covid-19 kami melakukan pelayanan online, seperti pemesanan buku via online, dan dikirimkan ke alamat tempat tinggal mahasiswa. Semua dosen harus meng-upload materi di aplikasi Moodle. Apabila ada link via youtube, aplikasi lain harus disertakan. Upaya ini dengan harapan mahasiswa membaca materi dari dosen terlebih dahulu. Jadi ketika pembelajaran online (tatap maya) mahasiswa mempunyai gambaran awal tentang materi kuliahnya.

  Akhirnya semua sistem pelayanan mahasiswa dibuat Sistem Informasi Manajemen, dan untuk memudahkan mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi dengan mempermudah akses pembelajaran, juga sidang di online kan. Dengan perubahan yang mendadak awalnya kami mengunakan sistem yang ada. Dengan proses ini mahasiswa harus self attendance secara manual. Ketika sistem online terintegrasi dengan PT semua lebih lancar dan lebih siap.

1,5 tahun Masa Pandemi

  Pandemi Covid-19 telah berjalan hampir 1.5 tahun dan telah menguras energi, menggerus dan mendegradasi apa yang telah dicapai perguruan tinggi, serta mengubah kebiasaan sosial karena social distancing dan lockdown. Sehingga digital menjadi ruang publik yang mengaitkan kita dengan masyarakat. Dalam rentang waktu berjalan tersebut perspektif dan perilaku pengelola pendidikan tinggi makin berkembang mensikapi Pandemi ini. Pandemi yang belum jelas berakhirnya menjadi pemicu dan pemacu “resileince” dan “equilibrium” PT. Kualitas respon dan adaptabilitas terhadap Pandemi Covid-19 seharusnya dapat meningkat, terutama sebagai profesional yang berkualitas. Institusi pendidikan tinggi selayaknya bisa beradaptasi serta merencanakan lebih baik. Sebagaimana yang didorong Dr. Gleb Tsipursky dalam bukunya sebagaimana disebutkan.

  Mensikapi hal tersebut Dr. Cahyat Rohyana, S.E., M.MKetua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia/YPBPI menegaskan kata kuncinya adalah “shifting behavior”. Pandemi bukan pembatas, namun “opportunity” dan momentum menumbuhkan inisiatif-inisiatif yang mampu memecahkan berbagai masalah di masa krisis ini. Sehingga tentunya mendorong lembaga pendidikan tinggi bersikap inovatif dalam proses pembelajaran kreatif, luwes dan ulet, dengan memanfaatkan pengetahuan dan teknologi sebagai “enabler” dan “transformer”, tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dan mutu lulusan yang kita usung bersama. Karena ujung akhir pendidikan tetap harus menghasilkan sumber daya manusia/lulusan pembelajar yang mampu terus berkembang sejalan dengan dinamika dunia usaha dan industri menghadapi Industri 4.0.

  Walaupun ada kelemahan sana-sini akan menjadi model pembelajaran baru ke depan. Di masa pandemi mungkin proses digitalisasi baru seperti ini? Namun ternyata hal-hal positif yang bisa dikembangkan dalam rangka menciptakan model pembelajaran yang tentu bisanya menjawab abad mendatang yang dikuatkan dengan teknologi digital dan teknologi teknologi yang lain. Artinya kita di perguruan tinggi negeri dan swasta harus bisa menunjukkan penyelenggaraan dan kualitas yang baik.

  Dengan nada sama, Dr. H. Asep Effendi, SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBCRektor Universitas Sangga Buana (USB) menyebutkan dua hal utama menyikapi kondisi Pandemi Covid-19.

  Pertama, normatif pendidikan harusnya sudah mulai merancang ulang bagaimana sistem penilaian dan penilaian keberhasilan. Kalau sistem pembelajaran saya pikir kita sudah masuk di 2 (dua) tahun atau tahun kedua. Awalnya sama dengan PT lain, mengalami shock berat, ketika dosen mengubah pembelajaran dari konvensional harus beralih ke IT System atau menjadi kuliah online. Tidak mudah mengedukasi hal baru, terutama karena faktor usia relatif sepuh (dosen kita yang dibutuhkan keilmuannya, dan pengalamannya). Itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Namun kita yakin, pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan konvensional memang beda metode, tetapi ruhnya sama, yaitu mendidik peserta didik sesuai dengan kompetensi dan mencerdaskan mereka. Jika ruhnya sudah sama, mau lari kemana pun tujuan awal itu akan tercapai.

  Kedua, tentang tata kelola. Tata kelola perguruan tinggi di era pandemi mencakup 6 point perubahan yang luar biasa. Karena itu, Manajemen dan kepemimpinan itu sangat penting. Kita harus punya tools untuk mengontrol. Kondisi pandemi ini mahasiswa juga kesulitan, jika ingin mengeluh kepada siapa? Itulah yang setiap minggu kita olah, dengan memotivasi spiritual kepada dosen dan mahasiswa. Keseriusan pimpinan adalah menjaga target kualitas SDM di masa yang akan datang, karena itu pemerintah pun memiliki andil dalam kebijakan, lebih banyak kebijakan yang memberikan kebebasan. Nah, disitulah kebebasan yang bisa dimanfaatkan perguruan tinggi untuk menjadi kompetitif dan advantif, termasuk visi entrepreneur. Itulah pola pikir yang harus dikembangkan di situasi seperti sekarang ini.

  Sementara, Dr. H. Sugiyanto, M.Sc.Wakil Rektor Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni IKOPIN (Institut Manajemen Koperasi Indonesia) – Jatinangor menyatakan diawal Pandemi menjadikan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi pontang panting dalam menjaga proses belajar mengajar yang memaksa pembelajaran secara daring. Padahal sebagian besar pembelajaran masih berbasis tatap muka. Namun dengan semangat tegak lurus dengan tujuan utama pendidikan tinggi, yakni mencerdaskan peserta didik, dan generasi mendatang ia tetap optimis bahwa gelombang Pandemi harus diatasi dengan sikap positif, serta melakukan penyesuaian dan perubahan melalui kreatifitas, inovasi dan kerjasama.

  Kami bersikap bahwa tantangan Pandemi adalah pemicu, dan pemacu yang menyadarkan kita untuk berubah. Kata kunci adalah kreatif dan proaktif menghadapi perubahan yang diungkit oleh Pandemi Covid-19. Salah satunya memanfaatkan teknologi, serta menetapkan keseimbangan baru dalam dalam proses belajar mengajar agar tetap menjaga kualitas proses, output dan outcome, dalam hal ini proses belajar mengajar dan lulusan pendidikan tinggi.

  Dalam kaitan itu dibutuhkan kerjasama semua pemangku kepentingan, tidak saja lembaga pendidikan dan (penyelenggara dan pengelola), dosen, mahasiswa, bahkan orang tua. Antar lembaga pendidikan tinggi apa yang sudah diinisiasi oleh LLDikti IV Jabar Banten selayaknya dikembangkan. Lebih-lebih pemerintah harus memberi ruang yang sama kepada semua lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta.

  Itulah perspektif, sikap, serta kebijakan sebagian mereka sebagai garda terdepan pendidikan tinggi dalam upaya mendidik sumber daya manusia yang berkualitas di masa pandemi ini. Sebagai bentuk optimisme para pendidik dan intitusi pendidikan sebagai upaya membangun “resilience” dan “new equilibrium” perguruan tinggi dalam menjalankan peran strategisnya. Semoga.

Writer: lili irahali6 Agustus 2021

Pandemi Covid-19 – Degradasi, Resiliensi dan Equilibrium PT ?

Pandemi Covid-19 – Degradasi, Resiliensi dan Equilibrium PT ?

Sidang Pembaca yang budiman,

            Tahun 1665, Universitas Cambridge (Trinity College Cambridge) ditutup karena wabah “maut hitam” (The Great Plague) melanda London. Isaac Newton seorang mahasiswa berusia 20 tahun menerima gelar sarjana pada Januari 1665 tepat saat wabah melanda London. Universitas Cambridge ditutup pada 7 Agustus 1665 dan mendorong para cendekiawan residennya pindah ke pedesaan yang berpenduduk kurang padat. Newton kembali ke pertanian keluarganya di Woolsthrope Manor sampai Universitas dibuka kembali pada akhir 1666.

Suatu hari, dia duduk di taman, dan melihat apel jatuh yang menginspirasinya merumuskan “teori gravitasi universal”. Dia memberi tahu William Stukeley agar memasukkan anekdot tersebut dalam biografinya yang akan diterbitkan setelah ia meninggal (Stukeley, 1752). Masa-masa itu menjadi masa produktif Newton dalam pengembangan ilmu optik dan cahaya, kalkulus, serta hukum gerak dan gravitasi.

Moral cerita ini adalah sejauh apapun lembaga pendidikan harus ditutup karena pandemi, kegiatan akademik seharusnya tetap berjalan, dimana ada roh yang senantiasa berkomitmen pada ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan disitulah pembangunan berkeadaban berlangsung.

Merujuk pada pemikiran James R. Davis dan Adelaide B. Davis, mahasiswa atau (lulusan PT) bukan hanya belajar untuk mengetahui, namun menjadi manusia pembelajar, yakni mereka harus mampu mengembangkan cara pikir dan memecahkan masalah. Karena, manusia pembelajar akan belajar dan mengembangkan ilmu tidak hanya di bangku kuliah, juga dalam pengalaman dan realitas kehidupan sebenarnya. Manusia pembelajar juga tidak diukur dari gelar dan atribut lahiriah yang dimiliki, tapi dari mental dan karakternya, serta dari kontribusi untuk kemajuan ilmu dan peradaban.

Benar adanya, sebuah ujung akhir pendidikan tinggi formal harus menghasilkan sumber daya manusia/lulusan pembelajar yang “mampu terus berkembang” mencari solusi problem-problem masyarakat, serta sejalan dengan dinamika dunia usaha dan industri menghadapi Industri 4.0, serta Society 5.0.

Pandemi Covid-19 yang berjalan 1,5 (satu setengah) tahun telah menguras energi, menggerus dan mendegradasi apa yang telah kita capai, termasuk pendidikan tinggi. Bahkan mungkin masih dibutuhkan nafas lebih panjang dalam menghadapinya. Pandemi mengubah kebiasaan sosial karena social distancing, lockdown, serta protokol kesehatan sehingga digital menjadi salah satu ruang publik yang mengaitkan kita dengan masyarakat. Sisi lain, Pandemi tersebut menguji aspek kepemimpinan begitu berat tanpa ada contoh sebelumnya. Lebih jauh dalam pandangan positif, Pandemi sesungguhnya menciptakan equilibrium sebagai proses keberkahan Illahi. Yakni tercipta suatu keadaan dimana interaksi yang terjadi antara komponen-komponen yang ada di dalam aktivitas hidup manusia tetap dan dapat berjalan secara harmonis dan juga berimbang, serta memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan umat manusia ke depan.

Pandemi secara nyata telah memberi dampak terhadap aktor pendidikan tinggi yakni: mahasiswa, dosen, tenaga non pendidik, serta institusi pendidikan tinggi, pimpinan perguruan tinggi dan yayasan, bahkan sistem pendidikan secara keseluruhan. Bagi institusi pendidikan tinggi pandemi yang terjadi tiba-tiba, dan di sebagian besar kasus tidak ada rencana darurat selain mencoba melanjutkan pembelajaran jarak jauh. Pandemi telah menambah tingkat kerumitan pada pendidikan tinggi. Apalagi beberapa tantangan yang selama ini belum terselesaikan seperti kualitas pendidikan, ketimpangan akses dan pencapaian, relevansi lulusan, dan kini hilangnya pembiayaan publik secara progresif. Karena itu penting bagi kita untuk mulai membuat konsep jalan keluar dari krisis ini, serta memastikan tingkat inklusi dan kesetaraan setinggi mungkin. Lalu bagaimana tindakan institusi pendidikan tinggi tetap menjamin hak masyarakat atas pendidikan tinggi selama pandemi dan pasca pandemi.

Kata kunci adalah “shifting behavior”, “leadership reset”. Pandemi bukan pembatas, namun “opportunity” dan momentum menumbuhkan inisiatif-inisiatif yang mampu memecahkan berbagai masalah di masa krisis ini. Sehingga tentunya mendorong institusi pendidikan tinggi bersikap inovatif dalam dalam menerapkan pola kepemimpinan; serta proses pembelajaran kreatif, luwes dan ulet, dengan salah satunya memanfaatkan pengetahuan dan teknologi sebagai “enabler” dan “transformer”. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini sangat memungkinkan untuk hal tersebut.

Demikian pula, menguatkan kerjasama dan kolaborasi lintas perguruan tinggi dan sektor terkait, lintas ilmu, lintas pelaku dengan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran dan mutu lulusan yang kita usung bersama. Kerjasama adalah kebutuhan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu “Tri Dharma Perguruan Tinggi” meliputi bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat walau dibatasi pandemi. Kerjasama memiliki fungsi penguatan kualitas pembelajaran, kualitas penelitian, serta kualitas pengabdian pada masyarakat seiring perubahan global pendidikan tinggi.

Apakah ini terus mewujud? Memang perlu kajian mendalam. Namun dari dialog dan pengamatan dengan beberapa penyelenggara, pengelola dan komunitas pendidikan tinggi, dapat diserap sebuah  optimisme untuk senantiasa bangkit dan menjawab pandemi dengan solusi-solusi terbaik sesuai kondisi masing-masing lembaga pendidikan tinggi, demi mengusung peningkatan kualitas SDM. Itulah amanah jiwa-jiwa para pendidik.

Tampak bisa ditangkap alternatif solusi adalah perlu mengatur ulang pola kepemimpinan, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memicu dan memacu perguruan tinggi mewujudkan transformasi diri. Dalam aspek kepemimpinan, pola kepemimpinan perguruan tinggi perlu responsif terhadap keadaan paling mutakhir, serta mengatur ulang peran kepemimpinan dalam menghadapi pandemi dan normal baru. Pandemi Covid-19 nampaknya masih belum terprediksi, sehingga membutuhkan ketahanan. Sebagaimana tulisan Gleb Tsipursky 8 Mei 2020 lalu menyebut dengan jelas kata “Ketahanan” (Resilience) dalam adaptasi kebiasaan baru Pandemi Covid-19. Gleb Tsipursky mengurai strategi berbasis penelitian tentang bagaimana organisasi dan individu dapat beradaptasi secara efektif dengan New Abnormal dan bencana serupa. Ia menunjukkan bagaimana mengembangkan rencana strategis yang efektif dan membuat keputusan besar terbaik dalam konteks ketidakpastian dan ambiguitas yang ditimbulkan Pandemi Covid-19 dan bencana skala besar yang bergerak lambat dalam bukunya Resilience: Adapt and Plan for the New Abnormal of the Covid-19 Coronavirus Pandemic.

Sedang dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi salah satunya teknologi digital yang tersedia perlu dioptimasi, dengan tanpa mengurangi karakteristik profil lulusan, karakteristik pembelajaran dan prosesnya, karakteristik peserta didik, serta tujuan pendidikan itu sendiri.

Bagi perguruan tinggi swasta/PTS, baik badan penyelenggara (Yayasan) maupun badan pengelola (Perguruan Tinggi) merasakan tekanan yang sangat berat. Namun apapun perlu diwujudkan agar tetap mampu bertahan dan menciptakan equilibrium baru sebagai keberkahan Illahi dalam menjalankan peran sebagai lembaga pencerdas anak bangsa. Mari kita wujudkan bersama. Wallahualam.

Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta. (@lee)

Redaksi – Lili Irahali

test

0

test

STRATEGI MARKETING BAGI UMKM

KeniK (2)

.

STRATEGI MARKETING BAGI UMKM

Keni Kaniawati

  Ketika suatu negara memasuki era Revolusi Industri 4.0, pertumbuhan industri cenderung menyeluruh dan sustainable, oleh karena itu ada empat langkah strategis agar Indonesia mengimplementasikan Industry 4.0 yaitu :

1.Mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan ketrampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintregasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.
2.Pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart  IKM. Program e-smart  IKM ini merupakan upaya juga memperluas pasar dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industry 4.0.
3.Industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Clouddan Augmented RealitySistem Industry 4.0  ini akan memberikan keuntungan bagi industri.
4.Perlunya inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. Upaya ini telah dilakukan Kementerian Perindustrian dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dari beberapa technopark yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Bandung (Bandung Techno Park), Denpasar (TohpaTI Center), Semarang (Incubator Business Center Semarang), Makassar (Makassar Techno ParkRumah Software Indonesia), dan Batam (Pusat Desain Ponsel).

  Perkembangan teknologi digital dan internet telah memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap masyarakat global, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Bahkan internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup masyarakat kita. Keberadaannya telah mengubah kebiasaan mereka dalam bergaul, membaca, berbelanja. Indonesia memiliki penetrasi pengguna interet sekitar 75 juta orang atau sekitar 30 % dari total penduduk Indonesia per tahun 2013. Jumlah ini diprediksi akan menyentuh angka hingga 100 juta pengguna per tahun 2016 (Ystats.com, 2014). Dalam mengakses internet, lebih dari setengah pengguna internet di Indonesia mengaksesnya melalui piranti seluler dan sekitar 25 % dari populasi orang dewasa di Indonesia memiliki iphone smart. Diprediksi per tahun 2018, angka pengguna internet di Indonesia menempati urutan ketiga setelah RRT dan India.

Indonesia dalam hal ini pemerintah atau instansi yang terkait harus mendorong industri kecil dan menengah atau IKM untuk ikut menangkap peluang Industri 4.0 dengan memanfaatkan perkembangan teknologi manufaktur terkini. Dalam era Industri 4.0 tidak bisa lagi dihindari karena sudah berjalan, dan sistem revolusi industri keempat tersebut mengintegrasikan setiap sektor produksi secara real time

Dengan adanya program e-Smart IKM, pada awal 2017 salah satu tujuannya adalah meningkatkan akses pasar melalui internet marketing. Sepanjang 2017, Kemenperin mencatat lebih dari 1.730 pelaku usaha telah bergabung dalam program e-Smart IKM, yang berasal dari 23 provinsi. Pada 2019, ditargetkan akan mencapai 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia. Program ini juga mendorong para pelaku IKM agar melakukan terobosan inovasi dengan memperbaiki produk, pengembangan desain, serta mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Dewasa ini ada beberapa UMKM dan IKM menggunakan e-mail marketing, namun hanya sekedar mengirim secara massal. Padahal e-mail marketing dapat diberdayakan secara lebih cerdas dan tepat guna, sehingga energi yang terpakai tidak terbuang percuma dan pengelola merek tidak dicap sebagai spammer oleh konsumen. E-mail marketing adalah salah satu bentuk promosi digital marketing yang paling mudah dan paling murah dilakukan dengan banyak kelebihan dibandingkan dengan ragam dan varian marketing tradisional, antara lain televisi, radio dan aktivitas below the line.   E-mail marketing memiliki biaya yang sangat rendah, dan apa yang menarik adalah adanya kemampuan mekanisme umpan balik (feedback). Kita dapat mengetahui konsumen mana saja yang membuka e-mail, menelusuri kontennya, termasuk tentunya memberikan balasan. Pengetahuan mengenai aktivitas konsumen melalui e-mail marketing ini menunjukkan diferensiasi yang sangat signifikan dibandingkan dengan kegaiatan marketing tradisional.

Secara singkat manfaat e-mail marketing kembali ke hal paling mendasar dari konsep marketing, yaitu melakukan segmentasi dan menetapkan target konsumen yang kita pilih dan mampu kita penuhi kebutuhannya. Agar UMKM dan IKM mengetahui perubahan minat dan selera konsumen, berarti harus mengetahui tren yang berjalan hingga kini. Saat menjalankan strategi e-mail marketing, tren juga harus diperhatikan. Jika kita tetap berpegang pada strategi tersebut akan lapuk dan terlihat membosankan dimata konsumen. Sepanjang kita menginginkan keberhasilan untuk memahami konsumen secara berkelanjutan, berarti kita perlu melakukan percobaan-percobaaan secara cerdas dan terukur.

Dalam konsep marketing ada yang disebut dengan Promotional Mix (bauran promosi). Artinya dalam melakukan promosi harus menggunakan mix juga. Caranya dengan advertising, promotion, sponsiorship, menggunakan media massa juga direct marketing. Apalagi sekarang kita ramai bicara cyber generation yaitu generasi yang sudah hook up pada produk digital, sehingga usaha apapun dari makan sampai fashion, dari produk elektronik sampai otomotif memanfaatkan internet marketing (online) dan traditional marketing (offline).

  Indonesia khususnya UMKM apalagi IKM akan mendapatkan keuntungan yang besar dari revolusi industri digital. Dimana sektor publik, dan swasta harus fokus berinvestasi pada teknologi digital dengan peningkatan infrastruktur, penetrasi internet dan mendorong produktivitas sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi. Potensi ekonomi digital yang besar menuntut pemerintah Indonesia secepatnya menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, yang mesti dianggarkan dalam APBN dan mulai melakukan transformasi di semua sektor untuk menjadi negara berpenghasilan menengah di tahun yang akan datang.

  Penguatan dan percepatan pembangunan ekonomi digital akan memainkan peran penting dalam mencapai potensi penuh Indonesia. Ditunjang dengan Indutri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang ekonomi digital melalui e-commerce, media broadband, media sosial, komputasi awan, mobile platform dan teknologi finansial, kita dapat memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat, lebih inovatif dan lebih kompetitif di Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Merebaknya pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian di Indonesia. Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati-hati dengan adanya anjuran work from home, stay at home mengakibatkan adanya pembatasan ke luar rumah dan konsumsi, tentunya hal ini berimbas kepada transaksi jual beli di pasaran. Denyut nadi ekonomi seperti sesak nafas akibat badai corona yang menerjang terjang sejak Februari silam. Yang terpukul pertama, dalam situasi ini, tentulah usaha kecil menengah ke bawah. Repotnya, justru UMKM inilah, dengan sektor informal di dalamnya, adalah tiang penyangga ekonomi nasional. Bagaimana tidak. Menurut catatan UMKM Crisis Center, sektor UMKM berperan besar bagi ekonomi negara ini. Sektor itu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 60 % terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ada beberapa cara UMKM agar bisa survive dalam masa pandemi Covid-19 ke new normal dengan memperkuat Imunitas UMKM. Oleh karena itu upaya yang harus dilakukan UMKM sebagai berikut:

1)UMKM harus menjaga posisi dana tunai, maksudnya amankan likuiditas, solbavilitas perusahaan, tunda beberapa kewajiban yang bisa ditunda misal dengan cara negosisasi, keterbukaan, jujur terkait kondisi saat ini terhadap supplier, perbankan. Perbaharui rencana bisnis yang ada (business plan yang baru), sesuaikan dengan kondisi Covid-19 masuk ke new normal. Prediksi kebutuhan dana baik bagi usaha mikro, kecil dan menengah;
2)Adapt to New normal, artinya UMKM harus bisa menyesuaikan diri/beradaptasi terhadap keadaan sekarang (New Normal) caranya dengan work from home, menjaga kesehatan, keselamatan keluarga, karyawan. Dengan waktu yang cepat temukan peluang bisnis baru, problem solving, inovasi produk, inovasi usaha. Adapun peluang bisnis itu ada pada bidang: kesehatan (APD, masker, hand sanitizer); teknlologi (aplikasi google meet, Bigbluebutton, zoom, virtual meeting secara daring/online); farmasi, jamu/peningkatan imunitas; pangan/pengusaha kuliner rumahan; new normal memerlukan jejaring distribusi yang lebih luas yang disebut network of network. Dimana network of network membutuhkan reseller artinya cepat tanggap/adaptasi mencari informasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. New normal adalah online mindset/digitalisasi, digitalisasi akan menjadi passion, tools dan taste masa depan kita sehingga memiliki kemampuan di maketing, payment (pembayaran) dan penyediaan melalui logistik. Jadi pegiat UMKM harus menyusun strategi digital agar dapat bertahan dan tetap berkembang;
3)Survive Through Ecosystem, artinya kita akan bertahan kalau kita mampu bertahan dalam ekosistem kita. Jadi bagaimana kita membangun mental (we are all in this together), upayakan selalu berkomunikasi dengan mentor dan coach. Bangun jejaring (beyond boundaries), manfaatkan fasilitas perbankan pemerintah untuk menangani masalah usaha yang dihadapi dalam masa Covid-19 ini sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, ekonomi berbasis silahturahim;
4)Invest In This Time, artinya dengan work from home kita harus meningkatkan kemampuan/skill kita misal dengan mengikuti webinar, workshop/pelatihan secara daring;
5)Be The Calm in the Strom artinya dalam masa Covid-19 ke new normal kita harus tenang dalam menghadapinya dengan usaha semaksimal mungkin, berdo’a, memiliki rasa optimis tidak memiliki rasa pesimis, semangat dan kerja keras, bisnis yang booming harus branding & soft selling jangan hard selling, bisnis yang bisa survive bukan yang besar/menengah/kecil tetapi yang bisa beradaptasi, hadapi kenyataan, fokus apa yang harus dilakukan dan bantu orang lain/peduli sosial, up grade diri untuk beralih dari offline ke online selling, everithing is changing.

.

Write by : Keni Kaniawati, SE., M.Si.; Dosen Tetap Universitas Widyatama, Ketua Widyatama Business Incubator

Email: [email protected]; No kontak: 082319616313/081221791046

BUMANTARA

.

BUMANTARA

togamas_17133_Bumantara

.

.

Judul : Bumantara
Penerbit : PT. Alex Media Komputindo
Penulis : Ulva Afdillah Umar
Ketebalan : 196 hlm
Dimensi : 14 cm x 21 cm
Cover : Soft Cover (doff)
ISBN : 978-623-00-1886-2
Berat : 300 gr
Tahun Terbit : 2020

.

.

Semesta selalu saja menciptakan konspirasi di dalamnya. Manusia diciptakan untuk bertemu satu sama lain, seperti halnya Adam dan Hawa yang meski terpisah jauh namun pada akhirnya dipertemukan oleh Allah. Untuk saling menguji, hidup berdampingan, dan menjadi pengingat satu sama lain.

.

Menguji dalam hal apa? Dalam hal kesabaran dan kekuatan hati. Berdampingan dalam hal apa? Dalam segala bentuk interaksi yang diciptakan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berkeluarga. Pengingat apa? Pengingat dalam hal beribadah.

.

“Tidak akan ada kehidupan tanpa kematian. Maka tidak ada pula pertemuan tanpa perpisahan. Dan kembali lagi, kematian adalah perpisahan yang sebenarnya”_hal 6.

_________________________________________

.

Buku ini mengusung judul BUMANTARA, secara Bahasa artinya Angkasa. Menggambarkan betapa dunia benar-benar sudah sangat tua untuk kita yang masih sibuk mengejar nikmatnya. Banyak hal di muka bumi ini yang bisa dijadikan sebagai pelajaran. Ujian hidup yang kita alami adalah sebaik-baiknya pelajaran yang harus dipetik hikmahnya. Hidup akan terus berputar sampai ia diperintahkan untuk berhenti. Ujian datang kepada kita untuk menguatkan. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

.

Pernahkah menemukan orang-orang yang senantiasa ridlo terhadap hidup yang sedang dilalui? Atau orang-orang yang didiagnosis dengan penyakit kronis, namun masih bisa mengukir senyum di wajahnya? Atau juga orang-orang yang bekerja dengan gaji tidak seberapa, namun tetap melakoninya?

.

Orang-orang seperti ini adalah mereka yang dianugerahi hati yang kuat oleh Tuhan. Mereka senantiasa berbahagia dengan apa yang sedang direncanakan Tuhan untuknya. Orang-orang yang bermental baja, berhati lapang, dan bertekad kuat. Ujian hidup tidak menjadikan mereka lemah dimata manusia. Namun, mereka menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya juri dalam kehidupan. Penilai apa saja yang sedang mereka lakoni. Manusia diciptakan di dunia, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat). Ada banyak perbuatan baik yang bisa dikerjakan, tanpa lupa harus bersyukur dan tanpa harus banyak mengeluh. Meskipun sifat dasar manusia memang suka mengeluh, apabila ditimpa kesusahan mereka mengeluh, dan ketika mendapatkan kebaikan berupa harta, justru mereka kikir. Padahal sejatinya, mengeluh tidak akan mengubah keadaan tetapi justru hanya akan menambah beban yang ada.

.

Ingatlah bahwa Tuhan menurunkan ujian untuk menguji tarap keimanan setiap hambanya, dan Tuhan memberikan ujian karena Dia sayang dan ingin menyapa hambanya. Teka teki permasalahan pasti ada jalan keluarnya, tinggal bagaimana cara kita menyikapi permasalahan tersebut. Apakah hanya akan diam berpangku tangan sambil menghujat dan menghakimi ini itu, atau berusaha bangkit, ikhtiar dan berdoa untuk menyelesaikan permasalahan.

.

“Mengeluh bukan jalan keluar. Pun tidak akan menjadikanmu baik-baik saja. Hadapi, nikmati dan jalani setiap masalah yang ada. Jangan mengeluh, Tuhan sedang mengujimu” hal 22.

.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambahkan nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti Azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim:7)

.

Karena hidup ini bukan hanya perihal aku, kamu, dan kita. Di luar sana, di belahan bumi yang lainnya, Saudara-saudara kita juga memerlukan perhatian lebih. Pedulilah pada mereka. tidak mudah berputus asa dan tidak mudah puas dalam mencari ilmu. Mencari ilmu tidak hanya di lembaga formal seperti sekolah, tetapi bisa juga dengan mengikuti beberapa kajian ilmu. Karena sesungguhnya apa yang kita peroleh saat ini hanyalah sebagian kecil dari ilmu yang tersebar di bumi. Tanamkan dalam hati, bahwa hidup adalah perihal belajar. Maka jika kita tidak belajar, kebodohan akan senantiasa mengitari hidup.

.

“Jangan cepat puas pada satu ilmu. Jangan merasa cukup hanya karena hari ini belajar banyak. Namun merasa kuranglah agar kamu senantiasa merasa haus akan ilmu”.

.

Banyak orang-orang terdahulu yang memilih mengarungi bentang samudra hanya untuk mencari ilmu. Bahkan hingga saat ini, banyak orang yang mampu menjadi inspirasi kita untuk terus menuntut ilmu. “semakin berisi, semakin menunduk” pepatah ini tentu sering kita dengar, bukan? Umumnya dikenal dengan istilah ilmu padi. Perlu diketahui, bahwa Itu bukan sekadar pepatah kuno, karena di dalamnya kita akan menemukan ilmu yang luar biasa. Padi, tanaman yang darinya kita mampu mengolah sebutir beras menjadi sebakul nasi. Saat tumbuh dan menjulang ke atas, ia tidak serta merta berdiri dan menegakkan kepala untuk sekadar menjadi perhatian tanaman lainnya. Ia memilih merunduk ke bawah. Dia tidak lupa dari mana dia berasal dan bermula.

.

Semoga buku ini mampu membawa kita pada tingkat pemahaman dan kesadaran bahwa saat ini, kita berada pada titik di mana gejolak problem sedang meningkat. Segala hiruk-pikuk dunia yang kerap diabaikan menimpa banyak umat manusia. Sedangkan kesadaran kita untuk mengetahuinya sering kali hilang entah ke mana. Melalui buku ini, semoga kita semua tersadar jika kematian itu benar-benar ada dan selalu mengintai kita. Hingga akhirnya kita senantiasa mempersiapkan diri untuk dijemput oleh-Nya, dalam keadaan baik (husnul Khatimah).

.

Intan Liswandini

.

Tenant Widyatama Bisnis Inkubator/WIBI : OPAK ODED

Keni Kaniawati

Tenant Widyatama Bisnis Inkubator/WIBI

OPAK ODED,

E:\foto Produksi\IMG_20150216_092428_resized.jpgCEMILAN KHAS SUMEDANG

Adalah Ganjar Rahmat Adiwijaya salah seorang alumni Universitas Widyatama Bandung Tahun 2020 (Februari 2020). Usianya masih muda 22 tahun, namun soal pengalaman bisnis sudah cukup matang, sejak menempuh kuliah tepatnya mata kuliah Entreprenreuship Business Planning, Ganjar sudah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan usahanya bahkan tidak hanya sebagai syarat menempuh kuliah serta menyusun skripsi dengan Tema Business Planning. Ganjar mengimplementasikannya pada usaha yang dirintisnya mulai dari pengembangan bisnis model Canvas, begitupun analisis keuangannya. Pengusaha muda sukses asal Dusun Conggeang, RT 01 /RW 01 Desa Conggeang Wetan Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang ini mempunyai perusahaan makanan ringan tradisonal ciri khas Kota Sumedang yaitu “OPAK ODED”.

Opak Oded merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, khususnya kuliner makanan traditional khas Jawa Barat yaitu Opak. Opak yang diproduksi adalah opak yang terbuat dari beras ketan. Di Jawa Barat banyak sekali jenis opak, di antaranya opak singkong, opak aci dan lain lain, selain yang terbuat dari beras ketan. Opak Oded mempunyai arti tersendiri yaitu ODEDkepanjangan “Opak Dudang Enak Dimakan”. Merek opak Oded tersebut diambil dari nama perintis perusahaan, yakni Bapak Dudang, yang adalah orang tua saudara Ganjar.

Opak sekarang sudah mulai menjadi ikon Kabupaten Sumedang. Kini Sumedang bukan hanya dikenal sebagai pusat Tahu yang dikenal Tahu Sumedang. Tetapi Sumedang kini mempunyai makanan traditional lainnya yaitu Opak.

    Opak Oded Sumedang | Shopee Indonesia     

.

Visi usaha Opak Oded sangat sederhana yaitu melestarikan makanan traditional dengan inovasi terhadap produk agar memproduksi makanan sehat non korestol dan dapat diterima oleh generasi milenial. Misinya yakni: memproduksi opak dengan aneka rasanya, menguatkan jalur pemasaran di Indonesia, mengenalkan makanan khas traditional kepada masyarakat, menciptakan produk yang sehat dan non kolesterol.

Menurut Ganjar, di Sumedang yang memproduksi Opak bukan hanya Opak Oded saja ada juga beberapa merek lain yang memproduksi Opak. Tetapi Opak Oded mempunyai keunggulan di antaranya resep opak tidak pernah berubah sejak pertama berdiri. Kami mempunya standar produksi: pertama, komitmen kami bahwa cita rasa produk merupakan jantung dari perusahaan kami; kedua, kami memiliki banyak varian rasa opak rasa original, ayam bawang, balado, manis gula kawung, strowberry, keju, ikan, dan terasi udang. Tidak semua kompetitor kami memiliki varian rasa seperti yang perusahaan kami buat. Selain itu opak merupakan makanan yang non kolestrol. Diantaranya, proses pembuatan opak tidak digoreng dan tidak memakai minyak.

Ganjar berkecimpung pada usaha ini sejak tahun 2016, melanjutkan usaha orang tuanya Bapak Dudang Adihana S.E. yang memulai usaha pada tahun 1997. Sebagai pimpinan perusahaan di masa pandemi, Ganjar sangat merasakan dampak wabah pandemi Covid 19 ini terhadap bisnisnya. Rencana strategis perusahaan di awal tahun pun kini tinggal kenangan akibat serangan pandemi virus ini. Namun hal ini tidak membuat dirinya berdiam diri. Momen ini justru dia anggap untuk menguji mental para pengusaha, sekaligus tantangan supaya tetap survive dan membuat strategi baru.

  Memang sebaiknya pelaku usaha tetap tenang saat menghadapi pandemi virus corona ini, sehingga pelaku usaha dapat mengambil langkah yang tepat. Selain menghadapi dengan tenang, pelaku usaha harus berpikir lebih kreatif dan terus berinovasi. Melalui kreatifitas dan inovasi akan membuat perusahaan mampu bertahan bahkan bisa tetap profit. Dampak pandemi Covid-19 dirasakan Opak Oded, dimana omzet perusahaannya mengalami penurunan secara drastis. Namun dibalik itu, Ganjar berhasil tetap survive di tengah pandemi.

  Ganjar berbagi beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha:

1. Jujur dan transparan

Jika dengan strategi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan masih dapat berjalan, maka sebaiknya pertahankan. Namun, jika tidak dapat bertahan perusahaan dapat melakukan pivot dari core bisnis. Pivot memiliki arti mencari model bisnis yang lain, namun tetap berada divisi yang sama dengan perusahaan. Bisa juga perusahan menjalankan keduanya secara bersama.

2. Mengarahkan karyawan sesuai dengan kebutuhan saat ini

Setelah menentukan strategi bisnis perusahaan harus mengarahkan karyawannya agar strategi bisnisnya dapat berjalan dan sesuai kebutuhan.

3. Untuk yang status kontrak, jika berakhir tidak perlu diperpanjang

Jika perusahaan yang memiliki karyawan yang status kontraknya akan berakhir sebaiknya menunda perpanjangan lebih dahulu. Jika dirasa karyawan bekerja dengan baik dan perusahaan tidak ingin melepaskan karyawan, maka solusinya jadikan sebagai mitra/distributor/ reseller/freelance.

4. Harus bisa mengatur alur produksi, dimana produksi harus diatur dilihat dari produk yang dijual.

Lalu, apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk bisnis pasca pandemi virus corona?  Jika di saat situasi pandemi virus corona perusahaan mengalami peningkatan bisnis perlahan, maka perusahaan harus mempersiapkan lagi terkait pendapatan, model bisnis, struktur bisnis, SDM, dan strategi pemasaran. Pengusaha juga harus mempersiapkan terkait legalitas jika bisnis baru yang dijalankan saat pandemi virus corona menghasilkan profit.

  “Itulah beberapa tips agar bisnis dapat bertahan menghadapi pandemi virus corona tanpa melanggar hukum. Memang kondisi sekarang merupakan masa yang sulit bagi beberapa perusahaan. Namun, sebaiknya perusahaan dapat memanfaatkan masa sulit ini dengan hal-hal yang baik,” demikian menurut Ganjar Rahmat Andiwijaya. Bagi yang berminat pada produk usaha “OPAK ODED” Ganjar bisa dengan follow IG@oded-rajanya-opak.

 Keni Kaniawati

.

Lembang Park & Zoo Perpaduan Berbagai Tema Wisata Dalam Satu Kawasan

Lembang Park & Zoo

Perpaduan Berbagai Tema Wisata Dalam Satu Kawasan

.

  Lembang, adalah sebuah kecamatan yang berada di Bandung Barat, yang sangat terkenal di kalangan wisatawan nasional, sebagai kawasan wisata yang sangat keren dan beragam tema wisatanya. Udara yang sejuk, view alam yang menawan, serta sederet ragam tema wisata tersaji indah di Lembang. Salah-satunya objek wisata yang bernama Lembang Park and Zoo.

Lembang Park and Zoo adalah sebuah objek wisata yang memadukan  berbagai macam tema wisata dalam satu kawasan.

Lembang Park And Zoo Memiliki Luas 20 HaLembang Park And ZooLembang Park And Zoo.

.

  Luas Lembang Park and Zoo sekitar 20 ha, dengan luas tersebut mampu menyajikan berbagai macam wahana. Meskipun baru sampai 10 ha yang dapat tertata secara optimal.

Bisa dibayangkan, jika luas 20 Ha sudah dapat terealisasi 100%, maka hanya tinggal menuju Lembang Park and Zoo, semua ragam wisata dapat dinikmati di kawasan tersebut.

C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613981051256.jpg  Yang paling penting, bagi kalian yang belum pernah ke Lembang atau dari luar kota, maka tidak perlu khawatir susah mencari penginapan. Di sepanjang jalan utama Lembang terdapat banyak sekali hotel, dan penginapan dengan harga yang terjangkau. Termasuk hotel atau penginapan dekat Lembang Park and Zoo tidak perlu bersusah payah mencarinya. Hanya tinggal memilih sesuai selera, dan isi dompet.

  Lalu apa saja daya tarik dari Lembang Park and Zoo? Inilah review lengkap Lembang Park and Zoo yang sudah kami siapkan untuk anda.

.

.

.

Daya Tarik Lembang Park and Zoo

  Pesona keindahan Lembang Park and Zoo terletak pada ragam wisatanya yang banyak, keren dan bernilai edukatif. Inilah daya tarik dari Lembang Park and Zoo :

1. Wisata Alam Dan Wisata Edukasi

C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613981051212.jpg C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613980109676.jpg Kebun Binatang Lembang Park And Zoo

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kebun Binatang Lembang Park And Zoo.

  Tentu saja daya tarik yang pertama dari Lembang Park and Zoo adalah objek wisata yang mampu menyajikan tema wisata alam dan wisata edukasi dalam satu kawasan. Salah-satu kehebatan Wisata Lembang adalah konsep utama yang tetap mempertahankan keindahan alamnya, meskipun dekat dengan pusat ibu kota Jawa Barat, yaitu Bandung. Nilai edukasinya bisa terlihat jelas dengan keberadaan kebun binatang yang dihuni oleh berbagai macam hewan. Hewan buas seperti harimau, ada juga di kebun binatang Lembang Park and Zoo.

C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613980109726.jpg

C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613980109714.jpg

.

C:\Users\DELL - 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1613980109702.jpg Harimau Di Lembang Park And Zoo

Harimau Di Lembang Park And Zoo.

.

.

.

2. Wisata Keluarga

  Daya tarik selanjutnya adalah objek wisata yang sangat recommended sebagai tujuan wisata keluarga, apalagi saat liburan tiba.

Ragam Wahana Di Lembang Park And Zoo

Ragam Wahana Di Lembang Park And Zoo. Google Maps.

  Ragam wahana anak yang bisa dijajal banyak sekali, seperti: Kendaraan untuk menjelajah kawasan Lembang Park and Zoo, Naik Robot Iron Man, Kereta Api Mini, Play Ground, Water Kiddy Zone.

.

3. Wisata Instagramable

  Lembang Park and Zoo merupakan objek wisata yang mampu menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Hal ini terbukti dengan keberadaan beberapa spot yang instagramable.

Spot Instagramable Lembang Park And Zoo

Spot Instagramable Lembang Park and Zoo.

  Diantara spot instagramable tersebut adalah : Spot foto di danau kecil dengan menggunakan kano, Spot foto dengan latar mobil, Spot foto di area rumah kelinci. Itu hanyalah beberapa spot saja. Yang pasti, secara keseluruhan, atau tiap sudut Lembang Park and Zoo mampu menjadi sebuah latar foto yang keren.

  Lokasi atau alamat Lembang Park and Zoo berada di Cihideung yakni di Jalan Kolonel Matsuri Nomor 171, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

  Rute Menuju Lembang Park and Zoo. Moda transportasi untuk menuju ke Lembang Park and Zoo sangat banyak dan mudah, bisa bawa kendaraan pribadi atau naik kendaraan umum. Berikut rute yang dapat dipilih ole wisatawan yang hendak mengunjungi lokasi wisata ini :

 Via Jalan Setiabudhi: Jalan Pasteur – Jalan Sukajadi – Jalan Setiabudhi – Jalan Raya Lembang – Jalan Kolonel Masturi
 Via Jalan Sersan Bajuri: Jalan Pasteur – Jalan Sukajadi – Jalan Setiabudhi – Jalan Sersan Bajuri – Jalan Kolonel Masturi
 Via Jalan Subang: Jalan Raya Subang – Jalan Raya Tangkuban Perahu – Jalan Sukasenang – Jalan Pangragajian – Jalan Cendana – Jalan Maribaya – Jalan Grand Hotel – Jalan Kolonel Masturi
 Via Jalan Geger Hilir: Jalan Pasteur – Jalan Sukajadi – Jalan Setiabudhi – Jalan Ciwaruga – Jalan Cigugur Girang – Jalan Kolonel Masturi
 Via Jalan Cihanjuang: Jalan Daeng Moh. Ardiwadata – Jalan Cihanjuang – Jalan Kolonel Masturi

Sebagai catatan penting, bahwa jalur utama menuju Lembang akan selalu macet saat musim liburan tiba. Oleh Karena itu, jalan alternatif selalu menjadi pilihan para pengunjung.

Spot Keren Di Lembang Park And Zoo

Spot Keren Di Lembang Park And Zoo.

Jam Buka Lembang Park and Zoo. Tempat wisata terbaru di Lembang ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Walau buka setiap hari, menurut pengelola Taman, weekday adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Lembang Park & Zoo. Supaya pengunjung bisa lebih leluasa mengeksplorasi beragam wahana di sini.

Harga tiket masuk Lembang Park and Zoo ada dua kategori :

1. Warga Negara Indonesia : Harga tiket masuk Senin – Jumat Rp. 40.000

Hari Sabtu, Minggu, Tanggal Merah, Hari Libur Nasional Rp. 50.000

2. Warga Negara Asing : Harga tiket masuk Senin – Jumat Rp. 75.000

Harga tiket masuk Hari Sabtu, Minggu, Tanggal Merah, Hari Libur Nasional Rp. 100.000

  Terdapat tiket lanjutan di setiap wahana atau spot yang ada di Lembang Park and Zoo. Harga yang pantas untuk sebuah kenikmatan beragam tema wisata dalam satu kawasan.

  Lembang Park and Zoo meyediakan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari mushola, tempat makan yang beragam, dan tempat parkir yang luas.

Demikian review Lembang Park and Zoo, sebagai wisata populer di Bandung Jawa Barat.

  Tetap utamakan keselamatan, dan selalu patuhi protokol kesehatan Ingat Pesan Ibu, yaitu Gerakan 5M Covid-19. 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3M. yaitu:

1.Memakai masker,
2.Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
3.Menjaga jarak,
4.Menjauhi kerumunan, serta
5.Membatasi mobilisasi dan interaksi.

.

(Writen by : 15 January, 2021 by Y.Rama)

GeNose Inovasi PT, Penghiliran dan Potensi Ekspor

.

GeNose

Inovasi PT, Penghiliran dan Potensi Ekspor

Sepanjang tahun 2020, semua orang di segala belahan bumi disibukkan pandemi yang terbesar selama satu abad terakhir (Gates, 2020). Pandemi Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 belum sepenuhnya terkendali setelah hampir setahun mendera bangsa di seluruh dunia (Looi, 2020; James & Menzies, 2020). Semua negara berupaya keras menghentikan penyebaran Covid-19, sedangkan krisis sosial-ekonomi dengan keparahan yang belum pernah kita alami selama rentang hidup mayoritas penduduk dunia telah mengancam masyarakat secara global, khususnya kelompok miskin (Buheji et al., 2020). Cara-cara menyelamatkan kehidupan manusia dari Covid-19 sekaligus harus memperhitungkan cara untuk tetap mempertahankan penghidupan.

Di tengah ketidakpastian tentang penyebaran Covid-19, para peneliti dan dosen UGM mengembangkan model-model matematik dan simulasi komputer. Tujuan pemodelan matematik penularan Covid-19 tidak sekadar memperkirakan laju penyebaran virus atau tingkat herd immunity yang dapat meminimalkan jumlah penduduk yang tertular virus, tetapi memahami bagaimana penularan virus cenderung menjadi lebih masif sebagai cluster infeksi di masyarakat yang mengakibatkan transmisi virus berlangsung lebih cepat (Khrennikov, 2020). Cluster kerumunan di supermarket, perkantoran, perhelatan, dan transmisi rumah tangga semakin sering dilaporkan sebagai bagian surveilans. Pencegahan infeksi dan pengobatan masih sangat terbuka terhadap penelitian-penelitian dasar maupun terapan.

Perlombaan dalam pengembangan produksi dan penawaran vaksin di dunia sebagai komoditas komersial telah mengetuk hati para peneliti UGM untuk terlibat dalam menghasilkan vaksin “merah-putih” yang terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. Pengendalian pandemi berkejaran dengan transmisi virus yang melaju sangat cepat. Para ilmuwan UGM dengan keterbatasan sarana dan prasarana telah menghasilkan beragam inovasi. Konsensus global pengendalian laju perluasan pandemi berupa testing, tracing, dan treatment membutuhkan sarana yang tersebar di seluruh Indonesia, disertai sistem informasi yang dapat diandalkan (Miri & O’Neill, 2020).

GeNose – Inventor, dan Multi Disiplin

Inovasi para dosen Fakultas MIPA UGM (Universitas Gajah Mada) yang unik dan berpotensi mendeteksi Covid-19 secara ultra cepat telah mendapat perhatian di tingkat nasional dan internasional, yaitu pengembangan electronic nose yang dinamakan GeNose. Hembusan napas ditangkap dalam kantong yang kemudian mengalirkan senyawa volatile ke sensor elektronik dan menghasilkan gambar dengan pola sesuai dengan senyawa-senyawa yang terdeteksi. Analisis untuk mendukung keputusan apakah subjek mengidap Covid-19 atau tidak didasarkan pada sistem kecerdasan buatan (machine learning) yang dapat mengenali pola kuantitas jenis-jenis senyawa kimia volatile tersebut. Alat serupa telah diuji coba di Maastricht, Belanda, untuk skrining sebelum operasi, apakah pasien tidak terinfeksi oleh virus SARSCoV-2, dengan hasil prediksi negatif sebesar 96% (Wintjens et al., 2020).

Sementara itu, para dosen dan staf Fakultas Teknik UGM mengembangkan ventilator yang dibutuhkan pasien yang mengalami ARDS (acute respiratory distress syndrome). Ventilator yang dikembangkan meliputi jenis high end untuk ICU dan alat bantu pernapasan darurat portable dan dapat digunakan di luar ICU, dengan atau tanpa Ambu bag. Lalu, kerja sama FKG dan FT UGM telah membuahkan produk-produk perlindungan petugas kesehatan dari penularan Covid-19 yang juga dirancang menggunakan 3D printing

  Adalah Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. sosok penting di balik inovasi GeNose, alat yang bisa mengendus Covid-19 dari embusan napas penderita. Ia yakin, setiap masalah pasti ada solusinya. Karena itu, Ia terpanggil membantu mencarikan solusi untuk mendeteksi penderita Covid-19. Ia dan tim riset Universitas Gadjah Mada merancang GeNose C19 yang bisa mendeteksi Covid-19 hanya dengan embusan napas penderita. GeNose telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020.
Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si

Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. merupakan dosen pada Departemen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM. Ia menekuni kajian fisika material dan instrumental sejak 2008 dan telah menghasilkan berbagai produk inovasi. Produk inovasi yang dihasilkannya antara lain masker anti polusi asap dan bakteri berbahan nanofiber. Selain itu terdapat hidung elektronik untuk deteksi cepat kontaminasi zat berbahaya dalam makanan, kedaluwarsa produk makanan, serta kehalalan produk, dan lidah elektronik untuk autentikasi halal, deteksi keaslian dan kualitas produk secara cepat, akurat, dan portabel.

Ia mengenyam pendidikan S-1 nya di UGM jurusan Fisika lulus di tahun 1991 dan langsung bekerja sebagai seismolog. Pada tahun 1995, melanjutkan studi di ITB dan lulus tahun 1997 dengan menghasilkan tesis berjudul Prototype of Pattern Recognition System in Electronic Nose based on Artificial Neural Network. Kemudian menjadi dosen di UGM. Pada tahun 2001, mengambil gelar Doktor di Kyushu University, Jepang. Kariernya sebagai Ketua Departemen Fisika FMIPA UGM, Physical Society of Indonesia, serta Materials Research Society of Indonesia.

  Paten yang diperoleh, antara lain: Metode Deteksi Gelatin Babi Dengan Hidung Elektronik, Alat dan Metode Karakterisasi Sensor Gas Berbasis Quartz Crystal Microbalance, Dehumifidier untuk meningkatkan Unjuk Kerja Sistem Pada Unit Hidung Elektronik terhadap Sampel Cairan, Metode Karakterisasi Sensor Gas NO2, serta Penghargaan Anugerah UGM Tahun 2020.

Penghiliran dan Potensi Ekspor GeNose

  Hilirisasi inovasi GeNose diharapkan dapat menekan biaya sehingga kurang dari Rp10.000,00 per test, sementara lama test hanya 80 detik. Akurasi test GeNose yang tinggi dapat menggantikan atau melengkapi pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) di populasi.   Pada peluncuran pertama UGM secara resmi mendistribusikan 2.021 unit GeNose C19 kepada masyarakat. Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono berharap Indonesia bisa mempercepat dan memperluas jangkauan screening Covid-19 dengan terdistribusikannya GeNose C19 ke seluruh daerah. Akselerasi penghiliran produk inovasi GeNose C19 diharapkan dapat segera membantu mengatasi permasalahan bangsa dalam pelaksanaan mitigasi dan percepatan proses penanganan pasien Covid-19 di Indonesia,” ujar Panut di Yogyakarta, 1 Maret yang lalu.
  Saat yang sama, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Dr. Hargo Utomo mengatakankan dari 2021 unit tersebut, sebagian besar akan diserahkan kepada fasilitas kesehatan melalui distributor resmi. GeNose C19 akan diproduksi dan didistribusikan secara bertahap. Sebagian besar penerima GeNose C19 terkonsentrasi di Jawa, dan sebagian pengiriman ditujukan ke Kalimantan dan Sulawesi, jelas Hargo.

  GeNose C19 sudah diinspeksi kembali oleh Kementerian Kesehatan dan mendapatkan pengakuan cara uji klinis yang baik dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. GeNose sudah layak beredar sejak diakui oleh Kementerian Kesehatan melalui pemberian izin penggunaan darurat dan yang terbaru Kementerian Perhubungan juga telah menerbitkan aturan mengenai GeNose sebagai syarat perjalanan.

  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada kesempatan lain meminta pelayanan GeNose diperluas di 44 kota dalam waktu kurang dari satu bulan. Saya harap, pelayanan GeNose sudah ada di 20 kota lainnya dan bertambah lagi ke 44 kota lainnya dalam waktu kurang dari satu bulan, kata Budi Karya Sumadi, Februari lalu. Layanan tes kesehatan dengan GeNose telah tersedia banyak stasiun kereta yang menyediakan layanan tersebut.

  Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendorong agar penggunaan GeNose sebagai alat screening Covid-19 bisa terus diperluas. Ia menilai, jika penggunaan GeNose C19 lebih masif, akan membantu memulihkan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas, memberi screening dan kenyamanan. Bahkan, ia membuka peluang bahwa GeNose ke depannya bisa diekspor setelah kebutuhan di dalam negeri terpenuhi. Setelah ini tersertifikasi dan terstandarisasi mungkin bisa dijadikan potensi untuk ekspor  setelah memenuhi kebutuhan dalam negeri, ujar Jerry dalam suatu kesempatan.

  Dari perspektif perdagangan, selain bagus untuk ekspor nasional, penggunaan GeNose secara luas juga memberi kebanggaan akan produk dan inovasi nasional. Ia berujar GeNose tidak hanya buatan anak bangsa, namun inovasi dari, oleh, dan untuk rakyat Indonesia. “ini dari hulu ke hilir.” Baik juga kalau GeNose bisa diberdayakan oleh para pelaku, pedagang, UMKM, dan pelaku pasar tradisional.  

  Sementara, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini kapasitas produksi GeNose baru mencapai 1.000 unit per pekan. Ia juga mengatakan meyakini tim UGM sebagai penemu GeNose C19 tertarik untuk melakukan ekspor. Namun, untuk waktu dekat, harus difokuskan pemenuhan dalam negeri. Sebab akan bersinggungan langsung dengan proses pemulihan ekonomi.

.

Deden Novan Setiawan Nugraha & Lili Irahali

(Dari berbagai sumber)  

.