Home Blog Page 35

Widyatama Japan Matsuri 2019

Dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Universitas Widyatama, Sabtu (16/2) mempersembahkan WIDYATAMA JAPAN MATSURI (WJM) 2019 bertajuk “KISARAGI NO SEIYA”. Acara tahunan yang diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Widyatama oleh prodi bahasa Jepang untuk mengasah kemampuan siswa SMA di seluruh Jawa Barat tentang Jepang (budaya/bahasa) dan menyalurkan hobi maupun bakat mereka, baik bidang akademik maupun non-akademik di Japan Matsuri.

Acara Widyatama Japan Matsuri biasa di adakan setiap awal tahun, dengan beberapa kompetisi : a) lomba akademik yakni Kana A untuk kelas 10 dan Kana B untuk kelas 11, Cerdas Cermat, Shuji, Rodoku dan Desain karakter ;sedangkan lomba non-akademik ada cosplay individu, cover dance dan cover sing.

Lomba akademik hanya bisa diikuti oleh pelajar SMA, sedangkan untuk lomba non-akademiknya bisa diikuti semua usia. Untuk tahun ini ada 300 peserta dari 47 sekolah seluruh Jawa Barat pada perlombaan akademik, dan 100 peserta pada perlombaan non-akademik yang turut memeriahkan kompetisi.

Acara Widyatama Japan Matsuri (WJM) tahun ini di pandu MC dari JKT48 Kyla dan Puti, dan menampilkan 4 Guest Star yaitu Ministry Of Idol, Stellar, Tokyo Night – Thousand Sunny dan Lumina Scarlet Kouhai. Juga ada Special Performance dari Pika Pika Girls, Naira, Japan Community Widyatama Band, Yon-Go dan Vover. Selain itu ada juga penampilan dari Nagasaki sara odori, pertunjukan adat Sunda, demonstrasi shuuji, Souran Bushi Bandung Japanese School, cover dance, cover sing dan cosplay individu.

Selain beragam kompetisi dan performance, acara WJM menyajikan aneka kulineran khas Jepang seperti takoyaki, taiyaki, yakitori, dsb. Acara juga terbuka untuk umum. (Humas 19Feb2019)

Daya Saing Bangsa, APK Pendidikan Tinggi, dan Kualitas SDM

Sidang Pembaca yang budiman

Daya Saing Bangsa, APK Pendidikan Tinggi, dan Kualitas SDM

Bahwa pembangunan bangsa ke depan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, sekaligus peluang yang semakin terbuka seiring globalisasi yang menuntut kemampuan bersaing sumber daya manusia/SDM Indonesia.

Namun realitas menunjukkan bagian terbesar penduduk usia kerja kita lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjuran Tingkat Pertama (SLTP). Dengan kondisi di atas, serta berkembangnya teknologi informasi, era Industri 4.0 bisa jadi bukan merupakan peluang, namun menjadi penghalang. Sulit kiranya mengembangkan daya saing bangsa jika tingkat pendidikan penduduk usia kcrja tidak ditingkatkan sccara terstruktur dan masif.

Pendidikan kita pahami merupakan kunci perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan secara hakekat mampu mengembangkan SDM bermutu dan memiliki daya saing. Kualitas SDM menjadi faktor strategis membangun pertumbuhan ekonomi bangsa. Dalam kaitan itu, SDM bermutu tentunya SDM yang mampu melaksanakan fungsi dan kinerjanya secara inovatif, kreatif, dan produktif dengan semangat kerja dan disiplin tinggi. Karena itu peningkatan mutu SDM melalui pendidikan sesungguhnya proses peningkatan kualitas manusia, sekaligus mentransformasikan SDM menjadi angkatan kerja produktif dalam menjawab tantangan perubahan.

Mutu SDM sebagaimana dimaksud tentunya akan berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa yang diharapkan berimbas pada pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun realitanya pendidikan, khususnya pendidikan tinggi masih terbelenggu masalah, dan belum mampu meningkatkan daya saing bangsa. Paling tidak ada dua permasalahan, yakni : bagaimana PT berkontribusi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar/APK pendidikan tinggi, sekaligus mengembangkan kualitas lulusannya.

APK pendidikan tinggi merupakan persentase jumlah penduduk yang sedangkuliah di perguruan tinggi terhadap jumlah penduduk usia kuliah (19 – 23 tahun). APK pendidikan tinggi Indonesia barn sekitar 31%, sementara Malaysia telah mencapai 38%, bahkan Singapura 78%. Cina di tahun 2016 dengan jumlah penduduk 1,4 miliar memiliki 37 juta mahasiswa yang tersebar di 2.880 perguruan tingginya, sejumlah 667.100 diantaranya mahasiswa pascasarjana.

Salah satu penyebab APK pendidikan tinggi sangat rendah adalah tidak meratanya kualitas pendidikan tinggi, serta sebaran perguruan tinggi. Tidak meratanya kualitas pendidikan tinggi terlihat pada data akreditasi perguruan tinggi. Total perguruan tinggi eat ini mencapai 4.663 yang menyelenggarakan 28.278 program studi (Data PD Dikti 13 Februari 2019). Dan 4.663 lembaga perguruan tinggi, hanya 50 PT dengan akreditasi A dan mereka terkonsentrasi di pulau Jawa. Sedang sisanya 4.613 yang tersebar di seluruh negeri dengan akreditasi B dan C. Disparitas ini harus kita jawab selaku pemangku kepentingan, salah satunya PT.

APK pendidikan tinggi menunjukkan kualitas layanan negara terhadap hak masyarakat memperoleh akses pendidikan tinggi. Besaran APK pendidikan tinggi juga menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh kemudahan dalam akses menempuh pendidikan tinggi. Persentase APK juga sebagai penentu tingkat kualitas layanan pembelajaran dan kemahasiswaan perguruan tinggi. Sebagaimana negara-negara maju, kemajuan pendidikan tingginya dikaitkan dengan seberapa bear APK pendidikan tinggi di negara tersebut. Disinilah peran negara berkewajiban meningkatkan APK pendidikan tinggi.

Kedua, rendahnya kualitas SDM menyebabkan rendahnya daya saing global bangsa. Kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masih rendah menjadi persoalan serius menghadapi globalisasi, Era Industri 4.0. Laporan McKinsey menjelukan Indonesia kekurangan tenaga kerja menghadapi Era Industri 4.0 sebanyak 9 juta orang pada cahun 2015 -2030, yakni tenaga kerja yang kompeten dalam industri digital. Artinya kita membutuhkan 600.000 tenaga kerja setiap setahun. Namun ketersediaan tenaga kerja di atas terbatas, selain kuantitas, kualitas kompetensinya pun menjadi masalah, padahal transforrnasi digital bergerak cepat.

Peluang tersebut sangat kontradiktif melihat tingkat pengangguran lulusan PT mencapai 8,8 % dari total 7 juta pengangguran di Indonesia. Yakni setara dengan 620.000 lulusan PT tidak terserap dunia kerja/dunia usaha dan industri. Mereka adalah generasi muda berpendidikan, pada usia 19 – 24 tahun yang seharusnya dapat memberikan kinerja produktif. Ini menunjukkan kualitas pendidikan tinggi dalam melaksanakan proses pendidikan tidak memikirkan relevansi dengan dunia usaha dan industri. Sekaligus menggambarkan PT belum mampu mengantisipasi dinamika perubahan. Relevansi lulusan perguruan tinggi terhadap kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam upaya mencegah sarjana menganggur. Keahlian para sarjana harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul seharusnya tenaga kerja menghadapi Era lndustri 4.0 sebanyak 9 juta orang pada tahun 2015 -2030, yakni tenaga kerja yang kompeten dalam industri digital. Artinya kita membutuhkan 600.000 tenaga kerja setiap setahun. Namun ketersediaan tenaga kerja di atas terbatas, selain kuantitas, kualitas kompet ensinya pun menjadi masalah, padahal transformasi digital bergerak cepat.

Peluang tersebut sangat kontradiktif melihat tingkat pengangguran lulusan PT mencapai 8,8 % dari total 7 juta pengangguran di Indonesia. Yakni setara dengan 620.000 lulusan PT tidak terserap dunia kerja dunia usaha dan industri. Mereka adalah generasi muda berpendidikan, pada usia 19 – 24 tahun yang seharusnya dapat memberikan kinerja produktif. Ini menunjukkan kualitas pendidikan tinggi dalam melaksanakan proses pendidikan tidak memikirkan relevansi dengan dunia usaha dan industri. Sekaligus menggarnbarkan PT belum mampu mengantisipasi dinamika perubahan. Relevansi lulusan perguruan tinggi terhadap kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam upaya mencegah sarjana menganggur. Keahlian para sarjana harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia yang unggul seharusnya dapat memberi konstribusi besar terhadap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Bila kondisi tersebut berlarut tentunya sangat mengkhawatirkan mengingat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat dengan telah hadirnya Era Industri 4.0. Selain mereka bersaingan dengan mesin berbasis teknologi canggih, lulusan PT juga harus beradu kompetensi dan keahlian tertentu dengan pekerja asing yang datang akibat pasar bebas.

Jumlah 265 juta penduduk Indonesia seharusnya porensi menjadi SDM bermutu. Menurut kelompok umur : penduduk kategori anak-anak (0-14 tahun) mencapai 70,49 juta jiwa (26,6%). Untuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%) dan katcgori usia lanjut 65 ke atas sebanyak 85,89 juta jiwa (5,8%). Ada 249,62 juta (94,2%) yang berpotensi sebagai SDM berkualitas di tahun berjalan dan ke depan. Namun, dibalik berlimpahnya potensi SDM tersebut sebagian besarnya memiliki kualitas rendah secara pendidikan. Dari jumlah penduduk usia kerja saja hanya sekitar 4% (7,2 juta) yang memiliki pendidikan di atas SLTA, yakni Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Jumlah ini pun dipertanyakan relevansinya.

Dari potensi 249, 62 juta (94,2%) penduduk usia anak-anak dan produktif tersebut harus didorong melalui penyelenggaraan pendidikan dan upaya meningkatkan kualitas layanan perguruan tinggi. Sulit kiranya mengembangkan daya saing bangsa jika tingkat pendidikan penduduk usia kerja tidak ditingkatkan secara terstruktur dan masif. Mampukah PT berkontribusi positif menjawab tantangan tersebut?

Seyogyanya kita ndak terjebak pada kondisi yang berkepanjangan. Mungkin ada baiknya kita melihat sisi historis rendahnya SDM kita. Kualitas SDM kita yang rendah setidaknya akibat pembodohan terstruktur sejak perjalanan awal bangsa ini. Periode pen-jajahan selama lebih 3,5 abad menjadikan kita bangsa inferior dan selalu pasrah pada keadaan, rendah diri dan tidak kreatif. Hasilnya mayoritas penduduk Indonesia buta huruf dan bermental rendah. Pada masa orde lama sampai orde baru, pendidikan tidak pernah mendapatkan prioritas dalam program pembangunan nasional. Alokasi belanja negara hanya antara 2,5 – 4% dari total APBN. Dalam bentuk berbeda, baik orde lama orde baru, maupun masa reformasi lebih mementingkan pengendalian kekuasaan dari pada memajukan kualitas SDM.

Bagaimana kita harus menjawab realitas tersebut dengan mengembangkan APK pendidikan sekaligus kualitasnya. Mungkin konsep Triple Heliz yang pertama kali diperkenalkan Henry Etzkowitz and Loet Leydesdog (1995) menganalisis hubungan antara universitas, industri dan pemerintah. Konsep ini berpusat pada integrasi dan sinergi peranan masing-masing elemen untuk mengembangkan produk berbasis pengetahuan, ekspansi industrialisasi, dan jasa sebagai pondasi dari sistem inovasi regional dan nasional. Konsep kemudian dikembangkan oleh Gibbons et al (1995) dalam The New Production of Knowledge dan Nowotny et aL (2001) dalam Re-Thinking Science yang selain digunakan menjelaskan hubungan ketiga elemen di atas, juga memberikan gambaran mengenai koordinat dari simbiosis (irisan) ketiga elemen tadi. Disinilah peran negara dengan kebijakan pcndidikan tingginya, dunia pendidikan dan masyarakat untuk saling berkolaborasi, dan sinergi mendidik anak-anak bangsa berkualitas, dan berdaya saing. Semoga.

Vivat Widyatama, Vivat Civitas Academica, Vivat Indonesia dan Nusantara tercinta.

Redaksi – Lili Irahali

Fakultas Bahasa Utama Selenggarakan English Festival 2019

Selasa (19/2/2019) ratusan siswa SMA/SMK/MA memenuhl gedung serba guna UTama . 135 peserta mengikuti? perlombaan yang diselenggarakan prodi Bahasa Inggris Universitas Widyatama bekerjasama dengan himpunan mahasiswa bahasa Inggris. Perlombaan yang adakan diantaranya speech contest, writing contest, strory telling, trivia games, dan singing contest.

Dalam acara ini terdapat hiburan live music yang diisi oleh alumni Universitas widyatama merupakan salah satu kontestan Indonesian ldol yaitu Sarah. Selain live music terdapat hiburan di isi pika-pika Japan Community serta big band kelompok seni mahasiswa.

Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan percaya diri, juga ajang unjuk bakat bagi para peserta lomba. Selain itu, acara ini juga diharapkan mempererat kekeluargaan serta silaturahmi antar panitia dengan panitia, peserta dengan peserta, serta panitia dengan peserta.

Alhamdulillah acara dapat dilaksanakan dengan lancar, walaupun terdapat beberapa kendala tetapi hal itu dapat diatasi dan saya sangat bersyukur karena acaranya sangat seru. Semoga acara kedepannya bisa lebih seru dan leblh menarik dari yang sekarang.” Ucap Resha selaku ketua pelaksana acara English Fesdval 2019. (Humas 20Feb2019)

128 Mahasiswa Utama Menerima Bantuan Bawaku Kota Bandung

Dilansir dari majalahsora.com, Kota Bandung – 128 mahasiswa Universitas Widyatama (UTama) warga Kota Bandung, mendapat beasiswa Bawaku (Bantuan Walikota Khusus) Kota Bandung senilai Rp.768.000.000. Dananya telah disalurkan ke rekening kampusnya, di pekan ketiga bulan Desember 2018 lalu.

Berkaitan dengan hal itu Pawit Watrono, SE., M. M., Kepala Biro Kemahasiswaan UTama kepada majalahsora.com menuturkan, bahwa dananya telah ditransfer ke rekening mahasiswa penerima beasiswa. “Kami sudah berikan kepada mahasiswa penerima. Mereka gunakan untuk membayar SPP kuliah, membeli laptop untuk tugas akhir, buku kuliah, alat tulis, dan lainnya. Pihak kampus tidak memotong dana mereka. Langsung mereka gunakan sesuai kebutuhannya,” kata Pawit, Sabtu (23/2/2019) petang di ruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa masing-masing mahasiswanya menerima beasiswa sebesar Rp.6 juta rupiah. Dari total 128 mahasiswa, 125 orang melalui jalur prestasi, sisanya melalui jalur SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Mencakup mahasiswa ekonomi, teknik, bisnis dan manajemen, dkv, serta bahasa.

“Kampus kami telah menerima bantuan untuk kali kedua (tahun 2017 dan 2018). Tahun 2019 ini kami akan ajukan 200 mahasiswa untuk menerima beasiswa dari Kota Bandung. Untuk pertanggung jawaban laporan beasiswa Bawaku hahun 2018, telah dilaporkan ke Disdik Kota Bandung,” terang Pawit. [SR]***Humas25Feb2019

KOMUNITAS MURAL BANDUNG

Ketika anda berjalan-jalan disekitar kota Bandung, akan dijumpai sederet dinding yang telah diberi sentuhan warna-warni berupa gambar yang indah dipandang, namun masih ada pula yang berupa coretan tak beraturan, bahkan tulisan yang terkadang hanya dimengerti oleh sang pelukis beserta kelompoknya. Hasil karya seni lukis atau gambar yang terpampang di berbagai dinding kota dan bersifat permanen atau dinamis itulah disebut dengan Mural Art. Para senimannya menggunakan aneka cat tembok warna warni untuk mengekspresikan imajinasi yang akan diwujudkan melalui gambar atau lukisan dinding tergantung kebutuhan.

Keberadaan Komunitas mural art di Bandung sebenarnya sudah cukup lama dan bahkan masih tetap aktif sampai sekarang. Salah satunya Komunitas Mural Bandung (KMB) yang dirintis sejak 2016. Yang digawangi oleh Komunitas yang diketuai vokalis band The Panas Dalam, Alga indria menjelaskan, bahwa komunitas ini awalnya dari para penggiat seni mural berkumpul pada 25 September 2016 di acara Mural Bandung, Jalan Siliwangi, Bandung, dalam rangka memperingati hari jadi Kota Bandung ke-206. Oleh karena memiliki hobi dan visi yang sama, akhirnya kami membentuk wadah komunitas Mural Artdi Bandung, dengan tujuan agar menjadi tempat berkolaborasi antar penggiat mural di Kota Bandung. Tempat berkumpul komunitas ini di ruang-ruang publik atau sering juga di markas karangtaruna Cibunut Finest di Cibunut, Kebon Pisang, Bandung. Bentuk karya yang diekpresikan dengan aneka gambar baik yang menggambarkan keadaan sosial, tokoh publik, pemandangan, kendaraan, abstrak, hingga tulisan-tulisan pesan masyarakat.”Rata-rata kami menggunakan media cat tembok cat kayu, kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar. Gambar-gambar yang kami hasilkan terkadang ditentukan sesuai pesanan dan bisa pula bebas menurut imaginasi sang senimannya. Adapun media yang digunakan umumnya berupa tembok bersemen, tembok berbahan batu bata, hingga tembok berbahan batako.

Tempat favorit komunitas mural art menggambar adalah di kawasanJalanTamanSari, Bandung. Karena disana terdapat tembok yang berukuran cukup panjang dan cocok untuk dijadikan media gambar mural art. Selain sedap dipandang mata bagi pejalan kaki maupun pengendara, mural art di kawasan Jalan Tamansari juga berfungsi untuk mencegah aksi vandalisme oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” Namun yang lebih diutamakan adalah tempat yang telah mendapat ijin resmi dari Pemda Kota Bandung. Komunitas ini selain berbagi hal tersebut diatas juga pernah mengikuti even yang berskala kecil maupun besar. Even terakhir yang kami ikuti adalah Kickfest XII pada November 2018. Di sana kami mengadakan workshop gambar dan pengetahuan seputar Mural Art. Kini KMB telah bergabung kurang lebih sebanyak seratus orang anggota yang sangat heterogen dan berasal dari berbagai daerah di Bandung Raya. Bahkan ada yang tergabung dari Cianjur juga. KMB masihterbuka bagi siapapun yang mempunyai Visi dan misi yang sama untuk bergabung.

Pantangan Yang Harus Dipatuhi Komunitas

Berekspresi menyalurkan gagasan melalui kegiatan mural, bagi Komunitas Mural Bandung dilaksanakan tidak sekedar menggambar atau melukis di atas tembok, namun harus mempertimbangkan berbagai aspek yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat. Mengingat pengelolaan tata kota dan berbagai hal lainnya tentang pemeliharaan dan perawatan aset kota juga harus dijaga kelestariannya, sehingga harus seijin pemerintah kota Bandung. Oleh sebab itu ketika komunitas akan melakukan aksi mural secara skala besar akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas pemerintah kota yang bertanggungjawab atas kei ndahan tata kota Bandung. Lokasi yang belum diijinkan untuk berekspresikan karya mural di ruang public, antara lain tidak menggambar bangunan-bangunan publik yang memiliki kriteria tertentu.

Selain itu, untuk “Bangunan yang berupa heritage itu tidak boleh. Soko-soko penya ngga jembatan layang juga tidak boleh (dicoret-coret) karena ada regulasi yang terkait dengan safety bangunan.

“Kami selalu legal dan selalu melakukan koordinasi sebelumnya. Kami sangat dilarang sekali untuk nge-mural itu karena zat yang dikandung dalam cat bisa bikin rusak bangunan, karena berisiko tinggi. Kawula muda yang tertarik terjun ke dunia mural agar rajin berkumpul bersama komunitas untuk mendapatkan kesempatan berbagi pengalaman. Berdiskusi tentang teknis maupun gagasan, merupakan bagian rutin dari komunitas sambil melakukan transfer pengetahuan maupun cara baru dalam berproses terhadap berbagai media bahkan jenis bahan catnya. Mengikuti berbagai even lomba juga merupakan pematangan ketrampilan disamping seringnya menghasilkan karya mandiri pada media yang kecil atau ukuran yang mudah di jangkau.

Komunitas Mural Bandung (KMB) diharapkan akan menjadi ajang penyaluran bakat para kawula muda Bandung untuk menghasilkan karya monumental dibidang mural. (disathirdari berbagaisumber : EB)

Campus Recruitment PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) bekerjasama dengan Career Center Universitas Widyatama, Kamis (21/3) menyelenggarakan campus rekrutment di Universitas Widyatama yang di ikuti 71 kandidat, terdiri dari lulusan Universitas Widyatama dan Perguruan Tinggi eksternal. Posisi yang ditawarkan Management Trainee dengan kualifikasi yang memiliki ketertarikan dalam bidang financial, semangat untuk terus maju, kemampuan komunikasi yang baik (tulis, lisan, presentasi), memiliki kemampuan leadership yang baik, kekompakan dalam tim, integritasdan profesional.

Perekrutan dimulai pada jam 09.00 di ruang seminar gedung A lantai 4. Proses test dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap pertama Psikotest, dilanjutkan dengan interview. Pada saat tahap pertama test pihak HRD WOM Finance menyisipkan sekilas materi tentang perusahan yang di presentasikan oleh bapak Yoki Anggadita (Manager area Human Capital, Jawa barat)(25 Mar 2019, by Humas)

 

Dosen Widyatama Ikuti Sosialisasi SISTER

UTama mengadakan Sosialisasi Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) yang bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Widyatama, Sabtu (23/2). Hadir sebagai narasumber yaitu perwakilan dari LLDIKTI IV Jabar & Banten, Idik Nursidik, S.T., M.Kom. dan R. Donny Ginanjar, S.Kom. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 270 dosen Universitas Widyatama.

SISTER Ristekdikti merupakan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi yang dikembangkan oleh Kementerian RISTEKDIKTI Republik Indonesia.

Setiap dosen memiliki berbagai informasi terkait dengan aktivitas Tridarma, mulai dari latar belakang pendidikan, aktivitas pengajaran, aktivitas penelitian, aktivitas pengabdian kepada masyarakat, dan aktivitas pendukung. Seringkali data-data formal terkait aktivitas-aktivitas tersebut masih tercecer dan sulit ditemukan ketika dibutuhkan. Melalui SISTER, setiap dosen dapat membangun portofolio yang mengkompilasikan seluruh aktivitas Tridarma yang pernah dilakukannya.

Melalui SISTER juga, portofolio tersebut dipakai untuk proses-proses pengembangan karir dosen. Data yang ada di portofolio dapat diklaim dalam proses penilaian angka kredit, sertifikasi dosen dan proses lainnya. Kemudian asesor / reviewer melakukan penilaian aktivitas dan produk yang telah diklaim tersebut. SISTER direncanakan sebagai one-stop-service yang melayani seluruh rangkaian portofolio, pemutakhiran data dosen, dan proses-proses terkait karir dosen. Pada akhirnya diharapkan pendokumentasian aktivitas Tridarma dan peningkatan karir dosen dapat berjalan lebih mudah, lebih efisien dan lebih memberikan kepastian informasi dengan menggunakan SISTER. (Ed – Humas 27Feb2019)

DARAJAT PASS – GARUT

Apa yang kalian renungkan atau pikirkan ketika masih suasana awal tahun seperti ini? Resolusi baru atau mengulangi resolusi tahun sebelumnya? atau sudah membuat rencana akan melakukan apa saja tahun 2019? Saya sendiri lebih suka merenungi dan mengingat – ingat apa yang sudah dilalui pada tahun sebelumnya. Seperti saat ini, tiba – tiba saya teringat kembali ketika berlibur bersama teman-teman dari redalcsi majalah Komunita ke Darajat Pass Garut tahun lalu.

Perjalanan

Saat itu sekitar pukul 10.00 WIB, saya dan rekan-rekan bertujuan untuk lawatan menuju ke Darajat Pass Garut dalam rangka salah satu agenda kami, yaitu lawatan ( jalan-jalan menikmati keindahan alam ) dan juga sebagai bahan untuk mengisi Rubik Lawatan pada majalah Komunita. Dari awal perjalanan kami lancar-lancar saja hanya mengalami kemacetan yang tidak cukup berarti, karena kita berangkat pagi jadi tiba di lokasi lebih awal di Darajat Pass Hot Spring&Waterpark.

Drama Sebelum Masuk Kawasa

Setiap kali kami lawatan majalah Komunita pasti saja ada drama di perjalanan bersama rekan- rekan redaktur. Sulimya mencari makan siang dengan pas harga dan rasa itu kendala salah satu rekan redaktur kami, Pak Abdul R, sehingga membuat driver kami pusing bukan kepalang mencari rumah makan Padang di daerah Garut pada saat perjalanan ke Darajat Pass yang cukup jarang rumah makan.

Setelah kami berputar- putar akhirnya diputuskan untuk makan di salah satu warung nasi biasa yang menurut saya layak dari segi harga maupun rasa. Ternyata murah juga dengan menu ayam kampung dan nasi panas yang pulen serta lauk dan sayur lainnya. Kami berenam makan dengan lahap dengan harga yang sangat terjangkau untuk makan siang dengan ayam kampung goreng dan lauknya yaitu Rp. 199.000,- (untuk ber-enam) cukup murah bukan. Akhirnya Pak Abdul R pun tidak bersuara kembali karena sudah kenyang makan di sana. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Darajat Pass.

Setelah perjalanan menanjak yang cukup indah pemandangannya dan juga kabut yang menyelimuti hamparan perkebunan, kami disuguhkan dengan pemandangan tempat rekreasi Darajat Pass yang luar biasa penuhnya dan kami pun bahagia karena sudah memasuld kawasan Darajat Pass. Akhirnya kami sampai di lokasi.

Tiket Masuk Darajat Pass

Harga tiket masuk tcmpat rekreasi Darajat Pass relatifcukup murah yaitu Rp 30.000,- per orang dan untuk kendaraan Rp 20.000,-. Dengan Rp 30.000,- kami sudah dapat menikmati kolam rendam air panas dan Watapark mini, berkeliling di kasawan Darajat Pass, pemandangan indah di Darajat Pass (tidak termasuk fasilitas outbound).

Sekilas Darajat Pass

Untuk kalian yang penasaran dimana Darajat Pass, Darajat Pass Garut secara administratif terletak di Jl. Darajat Km. 14 Kampung Bedeng Desa Keyramekar, Kecamatan Pasirwangi, Kab Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Darajat Pass Garut merupakan sebuah Objek Wisata Pemandian air panas, taman air, rumah makan, outbound dan penginapan yang terletak di Garut Barat dengan jaralc -+ 25 Km dari Garut Kota, dengan nuansa pegunungan, lingkungan pertanian dan panorama alam yang indah.

Garut memang terkenal dengan cuaca yang sejuk dan pesona alam yang indah. Untuk itu, jika kalian berlibur ke Darajat Pass Garut kalian akan merasa aman dan nyaman karena banyak fasilitas rekreasi didalamnya, yang paling saya sukai ditempat ini adalah pemandian air panas untuk orang dewasa, sangat merelaksasi badan dan pikiran serta disuguhkan dengan pemandangan alam pegunungan dan kabut turun yang indah.

Fasilitas di Darajat Pass

?Fasilitas yang ada di darajat Pass Garut cukup lengkap. Selain pemandian air panas dan area outbound banyak juga penjual makanan, saung – saung yang disewakan pun relatif cukup murah, yakni Rp 15.000,- (per-jamnya) untuk menaruh barang bawaan, mushola, tenda-tenda kecil, toilet dan tempat ganti baju, penyewaan loker pakaian dan area parkir yang cukup luas. Untuk kalian yang ingin menginap di Darajat Pass Garut, kalian tidak perlu khawatir Icarena disini juga terdapat Hotel dan cottage dengan berbagai tipe.

Baiklah kita kembali ke cerita saya beserta tim redaktur majalah Komunita setelah memasuki kawasan Darajat Pass Garut. Karena kami berkunjung pada saat akhir tahun 2018, pada saat musim libur anak sekolah (long weekenel) kami sedikit berputar – putar di area tersebut untuk mencari saung/ tempat yang kosong, ternyata kami harus bertanya kepada petugas penyewaan saung dan tenda, untuk bertemu langsung dengan Kang Dadang untuk mencarikan kami Saung yang kosong. Ternyata pengunjung saat itu tidak cukup tertib karena pada jam yang telah ditentukan petugas, tidak sedildt pengunjung belum meninggalkan saung apabila tidak di cek oleh petugas. Namun kami adalah pejuang rekreasi, dan akhirnya dapat tempat yang cukup bersih untuk menaruh barang – barang kami. Perjuangan -= 15 menit untuk menempatisaung yang cukup nyaman, dan kami langsung menyewa 3 jam di saung tersebut seharga Rp 45.000,- dari jam 14.00 s.d 17.00.

Rekan redaktur kami Astri Bude hanya duduk santai saja karena melihat lokasi yang terlalu padat tidak memungkinkan dirinya yang berhijab untuk berendam seperti kami pejuang rekreasi. Awal mula kolam yang kami coba adalah kolam watapark, tempamya cukup ramai dengan anak- anak dan ibu- ibu jadi kami hanya mencoba pancuran hangat untuk memijat badan kami secara alami memakai air pancuran tersebut. Rasanya sangat rileks dan nyaman badan ini setelah mengenai air hangat belerang di kolam rendam bersuhu lebih panas dari waterpark.

Di Waterpark Darajat Pas Garut ini terdapat beberapa kolam renang. Di Bawah ada satu kolam renang berkapasitas besar dengan permainan seluncuran dan pancuran air, biasanya untuk anak-anak karena dangkal, dan 2 kolam dewasa dengan tingkat panas yang lebih dari kolam lainya. Akhirnya kami berempat sepakat untuk berendam di kolam yang lebih panas dan lebih sepi yaitu kolam rendam air panas untuk dewasa dengan suhu yg lebih tinggi ternyata nyaman untuk mengobati pegal-pegal, membersihkan dan mencerahkan kulit, karena banyak mengandung belerang.

Gerimis yang semakin lama tidak membuat saya bersama rekan-rekan redaktur beranjak dari kolam air hangat apalagi ditamabh rintik hujan yang semakin deras

Kembali ke Bandung

Hari semakin sore, kami semua beranjak untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Ternyata di kamar mandi sudah banyak yang antri, lagi-lagi kami harus berkeliling mencari kamar mandi yang tidak terlalu ramai. Yap di Darajat Pass Garut memang terdapat banyak kamar mandi, tapi dating di saat liburan begini hampir semua kamar mandi pun terisi penuh. Namun, betapa senangnya saya ketika tahu kamar bilasnya airnyapun hangat dan tidak terlalu mengandung banyak belerangseperti pada kolam rendam.

Sore di Garut memang sangat dingin, apalagi ketika keluar kolam air panas dinginnya kata orang Sunda itu “nyeceb”, yang artinya menusuk sampai ke dalam tulang. Kami pun mencari makanan lagi, kebetulan saya sering mam pir di rumah malcan yang menyediakan sesuatu yang tidak biasa yaitu belut goreng kering, letaknya di Jalan Raya Bandung – Garut, daerahnya bemama Tanjung Kamuning yaitu RM. Putra Cangkuang yang menyediakan menu belut go reng dengan nasi merah disaj ikan pula dengan sambal dadak dan lalapan, sungguh nikmatnya.

Senangnya biar berlibur bersama rekan-rekan redaktur seperti ini, tapi disayangkan tidak sambil menginap di Garut karena waktu yang kurang pas. Mungkin untuk edisi selanjutnya kami akan meng- explore tempat wisata lain yang ada di sekitrar Bandung tapi pastinya masih di Jawa Barat, See You Next Edition Guys.
By Yanda Ramadana

Workshop Teknik Menulis Tugas Akhir

Perpustakaan UTama menyelenggarakan Workshop Teknik Menulis Tugas Akhir/Skripsi/Tesis pada Selasa 26 Februari 2019 di Gedung Serbaguna (GSG) Widyatama. Hadir sebagai narasumber. Dr. Sutanto Leo, M.Ed., TESOL., Dipl. TESL.

Pembicara sudah memberikan Seminar & Workshop Penulisan dan Penerbitan Buku di lebih dari 70 Perguruan Tinggi ini memberikan tips kepada mahasiswa dalam menyusun Tugas Akhir/Skripsi/Tesis, mulai dari menulis sampai penentuan judul/tema. Bertindak sebagai moderator, Cucu Hodijah, S.Sos., M.M. mengupas berbagai tips & trick dari pembicara.

Lebih dari 500 mahasiswa menghadiri workshop Teknik Menulis Tugas Akhir/Skripsi/Tesis pada selasa 26 Februari 2019 di Gedung Serbaguna (GSG) Widyatama.

Turut hadir juga mahasiswa dari Politeknik Bandung (Polban), Universitas Bisnis & Informatika (UNIBI), Universitas Nusantara (UNINUS), Bina Sarana Informatika (BSI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (Ed – Humas 28Feb2019)

Utama Menambah 5 Dosen Bergelar Doktor

Segenap Civitas Academica Universitas Widyatama mengucapkan Selamat kepada dosen-dosen Universitas Widyatama yang telah meraih gelar Doktor dari berbagai bidang. Semoga gelar tersebut menjadi motivasi bagi para pelaku akademisi di lingkungan widyatama agar lebih concern dalam menjalankan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. (Ed – Humas 17 Sep2018)