Home Blog Page 38

Penampilan Mahasiswa Utama Buka Bunkasai V di SMAN 6 Garut

Parade kebudayaan Jepang berhasil menyedot perhatian warga Garut yang menghadirigelaran Bunkasai V, Kamis,13 Desember 2018 SMA Negeri 6 Garut. Keragaman budaya yang ditampilkan, menarik minat pengunjung yang datang dari berbagai Iatar usia.

Satu per satu, suguhan kebudayaan Jepang hadir menyapa pengunjung yang menyemut di area Iapangan sekolah yang diperagakan empat belas mahasiswa asal Universitas Widyatama.

Kerjasama yang sudah terjalin dengan sangat baik antara SMA Negeri 6 Garut dan Universitas Widyatama mengantarkan mahasiswa yang tergabung dalam Japanese Community Universitas Widyatama mengisi acara pembukaan event Bunkasai V.

Parade kebudayaan Jepang yang diadakan di SMA Negeri 6 berlangsung sangat meriah dihadiri ratusan pengunjung yang sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Para peserta yang hadir tidak hanya siswa sekolah tetapi juga dikunjungi oleh kalangan umum, antusisasme dapat terlihat dari sejak Open Gate pukul 10.00 WIB. (Ed – Humas 20Des2018)

SOSOK-SOSOK GENERASI MILLENIAL YANG INSPIRATIF

Meraih Sukses di usia muda,
Mengapa tidak!

Generasi muda adalah agen perubahan itu sudah menjadi aksioma kita, namun berapa banyakkah generasi muda yang menunjukkan perannya sebagai agen perubahan. Dari zaman ke zaman sejatinya dalam skala lokal, regional, nasional maupun global masih dalam hitungan sedikit, kalau tidak bisa dibilang langka. Sebuah pesimisme? Tentunya tidak. Di zaman kiwari, diawali gencarnya ekonomi digital, lahirlah anak-anak muda generasi milenial usia 30 – 40 tahun (lahir setelah 1980-an – tahun 1990an) yang semula sebagai penggagas usaha starup, namun kini telah menjadi perusahaan unicorn dengan valuasi usa hanya yang mengalahkan perusa haan konvensional. Perusahaan sebesar Garuda Indonesia pun tidak bisa menyaingi valuasi mereka.

Mereka banyak diperbincangkan dan sepertinya semua orang mengenal. Mereka pendiri: Tokopedia/William Tanuwijaya – 2009 dengan total valuasi 1,347 milyar US dolar, Go-Jek/Nadiem Makariem – 2010 dengan total valuasi 1,75 milyar US dolar, Bukalapak/Ahmad Zaky-2010 dengan total valuasi 1 milyar US dolar, dan Traveloka/Ferry Unardi – 2012 dengan valuasi 500 juta US dolar.

Pada 2015, investasi startup di Asia Tenggara berada di angka 1,719 milyar dolar. Pada 2016 nilainya meningkat menjadi 3,09 milyar dolar. Belum genap 2017 berakhir, nilai investasi di Asia Tenggara di para startup telah berada di angka 6,4 milyar dolar. Dari angka yang besar itu, uang senilai 2,948 milyar dolar masuk ke startup Indonesia pada tahun 2017. Namun investasi yang masuk pada startup Indonesia masih kalah dibandingkan pada startup Singapura yang memperoleh kucuran dana senilai 3,037 milyar. dolar.

Menariknya, besaran dana yang ditarik startup Indonesia dan Singapura dari investor dunia, unggul sangat jauh dibandingkan negara Asia Tenggara lain, misalnya Malaysia. Indonesia dan Singapura memang primadona di kawasan ini. Tercatat, di dua negara inilah startup unicorn asal Asia Tenggara silih berganti lahir ke dunia. Grab, SEA, Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, serta yang terbaru Bukalapak sukses menjadi unicorn.

Mereka tentunya sosok anak muda kreatif yang sangat dibutuhkan untuk menginspi-rasi generasi milenial agar terus berkarya dan melakukan banyak hal positif. Untuk terus mengembangkan anak muda yang bisa menjadi inspirasi dari berbagai bidang. Selain mereka, beberapa nama baru muncul. Beberapa lembaga yang menyelenggarakan event mengungkap mereka, semisal Gelaran Game Changer Fest di kampus Sampoerna University pada Februari 2018 lalu, IdeaFest (Festival gaya hidup kreatif) yang berlangsung pada 26-27 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center. Sementara majalah Forbes pada edisi April 2018, mengeluarkan 10 kategori untuk “30 under 30 dalam profesi : Art, Entertainment & Sports, Finance & Venture Capital, Media, Marketing & Advertising, Retail & Ecom merce, Enterprise Technology, Industry, Manufacturing & Energy, Healthcare & Science, dan Social Enterpreneurs.Mereka masuk majalah Forbes dalam daftar “30 under 30 Asia” di tahun 2018. Bisa dibilang, mereka termasuk generasi millenial yang memiliki potensi besar sebagai pemimpin atau pengusaha di Asia.

foto : www.google.com

Menampilkan mereka sejatinya mem beri inspirasi kreatif generasi muda lainnya untuk menciptakan aksi nyata. Namun memang bukan perkara gampang untuk mengasah ide menjadi sebuah kreativitas. Dibutuhkan kemampuanyang mumpuni,tekun dan ulet. Marshall Schott, Chief Academic Of-ficer Sampoerna University : menyebutkan caranya, tentu harus banyak belajar dan tidak pernah takut untuk mencoba. Apalagi saat ini tantangan generasi milenial bukan sekadar belajar ilmu pengetahuan yang diberikandi lembaga pendidikan,tapi juga bagaimana mereka bisa menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks. Ditambahkan bahwa, saat ini banyak lulusan yang tidak bisa bersaing di dunia kerja karena mereka tak memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri. “Setiap tahun para lulusan universitas dihadapkan pada kompetisi global yang menuntut mereka menjadi pribadi yang lebih komunikatif, kreatif, dan kolaboratif agar bisa bersaing,” kata Marshall.

Acara Game Changer Fest adalah salah satu upaya membuka wawasan anak muda untuk melihat perkembangan berbagai bidang. Acara ini menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan (game changer) sesuai bidang dan passion masing-masing. Untuk menjadi agen perubahan tersebut, tentu perlu kemampuan kepemimpinan (leadership), kewirausahaan (entrepreneurship), dan tanggung jawab sosial (social responsibility). Ketiga spirit inilah yang menjadi misi pemrakarsa Game Changer Fest, Sampoerna University untuk menciptakan indonesia yang lebih baik pada masa depan. Generasi inspiratif ini adalah anak bangsa yang sukses mewujudkan keinginan disertai kerja keras, kreativitas, kolaborasi, dan kegigihan. Mereka bahkan menembus dunia internasional. Pengalaman mereka menjadi pembuka jalan bagi generasi muda untuk mengikuti jejak mereka. inilah sosok yang berbagi inspirasi dalam acara Game Changer Fest 2018?

Nila Tanzil
https://komunita.widyatama.ac.id/nila-tanzil-pendiri-taman-bacaan-pelangi/

Andre Surya
https://komunita.widyatama.ac.id/andre-surya-pendiri-enspire-studio-enspire-school-of-digital-esda/

Roni Onet Ernawan Movie Marker
https://komunita.widyatama.ac.id/roni-onet-ernawan-movie-marker/

Hanna Keraf
https://komunita.widyatama.ac.id/hanna-keraf-penggerak-pemberdayaan-perempuan-yayasan-sahabat-cipta-dan-swisscontact/

Kenny Santana
https://komunita.widyatama.ac.id/kenny-santana-travel-influencer-dengan-akun-instagram-kartuposinsta-dan-twitter-kartupos/

Talita Setyadi
https://komunita.widyatama.ac.id/talita-setyadi-pastry-chef-indonesia-juqa-owner-beau/

Max Mandias
https://komunita.widyatama.ac.id/max-mandias-chef-indonesia-co-founder/

Arifin Putra
https://komunita.widyatama.ac.id/arifin-putra-aktor/

Reina Latief Wardana
https://komunita.widyatama.ac.id/reina-latief-wardana-co-founder-3-skinny-minnies/

Donny Dhirgantoro
https://komunita.widyatama.ac.id/donny-dhirgantoro-penulis/

UKM Taekwondo UTama Boyong 16 Medali

Kejuaraan Nasional Taekwondo UTI PRO Ponorogo yang diselenggarakan pada tanggal 6 s.d 11 Februari 2019 yang bertempat di GOR Singodimejo Ponorogo, Jawa Timur ditundukkan UKM Taekwondo UTama. Dengan mengirim 18 atlet untuk mengikuti kejuaraan ini 16 medali dan 1 predikat best player (men) berhasil diboyong UTama. Medali yang diperoleh diantaranya 7 medali emas, 2 medali perak, 7 medali perunggu.

Para pemenang Kejuaraan Nasional Taekwondo UTI PRO Piala Bupati Ponorogo 2019 adalah : Annur Sari – Manajemen S1 (Emas & Perunggu), lqbal Bukhori M – Manajemen S1 (Emas), Yanti Mizani F – Sistem Informasi (Emas), Kinanti – Manajemen S1 (Emas), Alviani Fabillah – Teknik Informatika S1 (Emas), Raka Aditya Y – Teknik Industri S1 (Emas), Sinta Monika S – Sistem Informasi S1 (Emas), Dwi Oktawijaya – Akuntansi S1 (Perak), Romanus R – Akuntansi S1 (Perunggu), Eksa Santiara – Manajemen S1 (Perunggu), lqbal Azhim H – Sistem Informasi S1 (Perunggu), Salsabila Fitria – Manajemen S1 (Perunggu), Windiyani Dewi – Akuntansi S1 (Perunggu).(Ed – Humas 16Feb2019)

Kuliah Gratis Bagi Satpam di Widyatama

Menjalani profesi sebagai Satpam, Annur Sari (20) wanita asal Kota Bandung itu kini berkesempatan mengenyam bangku kuliah secara gratis di tempatnya bekerjanya Universitas Widyatama.

Wanita kelahiran Bandung, 15 Agustus 1998 itu mengaku pernah dipanggil oleh pihak kampus untuk ditawari melanjutkan ke jenjang sarjana secara gratis. Dengan adanya penawaran itu, ia pun menerimanya dan sangat bahagia serta tak menyangka dapat berkuliah.

“Saya tidak menyangka ditawari kuliah gratis oleh pihak kampus, dan saya senang sekali dan terharu,” ujarnya seraya mengucapkan berulang kali syukur. la berharap ke depan bisa secara cerdas membagi waktu antara bekerja dan menuntut ilmu di kampus barunya itu.

Ditemui secara terpisah, Ketua Pembina Yayasan Widyatama, Ibu Sri Juniati, S.E., M.B.A menyampaikan Yayasan Widyatama membuka kesempatan kepada karyawan yang berprestasi untuk dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di Universitas Widyatama. Bagi Annur ini kami berikan beasiswa kuliah secara full karena ia berprestasi di bidang olahraga taekwondo. (Ed – Humas 26Des2018)

Utama Kembali Selenggarakan Simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa ( PBB )

Pusat Studi Internasional UTama, Sabtu (3/9) mempersembahkan The Bandung Model United Nations (BMUN) yang ke 4 dengan mengangkat tema “Warisan Abad ke-21: Sebuah Jalan Baru untuk Generasi Mendatang”. Acara yang telah diselenggarakan sejak tahun 2015 ini dihadiri 85 peserta dari berbagai delegasi dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kali ini BMUN diselenggarakan di Hotel Fourpoint Bandung.

The Bandung Model United Nations (BMUN) merupakan ajang diplomasi bertaraf internasional simulasi sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan meningkatkan pemikiran kritis para generasi muda dalam hal ini mahasiswa. Acara berlangsung selama tiga hari yang dimulai dengan pembukaan acara, di mana hari pertama talkshow berjudul “Peran Pemuda dalam Mencapai Internasionalisme di Era 4.0 Revolusi Industri” dan ditutup dengan malam sosial.

85 peserta dari berbagai delegasi dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia ikuti BMUN 2019. Kegiatan debat internasional ini dimotori oleh International Study Center UTama yang terdiri dari mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Widyatama. Adapun mahasiswa yang berperan aktif pada kegiatan ini meliputi mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Manajemen, Fakultas Bahasa, Fakultas Teknik, dan Fakultas Desain Komunikasi. Kegiatan mendapat dukungan yang besar dari Universitas dan Yayasan Widyatama dengan harapan dapat mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi khususnya bahasa Inggrisdan siap bersaing di dunia global. (Ed – Humas 13Mar2019)

Universitas Terbuka Bisa Menjadi Parner dalam PJJ

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Sementara itu, Drs. Enang Rusyana, M.Pd – Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Bandung mengungkapkan bahwa untuk membangun, memajukan, dan mengembangkan suatu wilayah, diperlukan SDM yang berkualitas. SDM yang berkualitas dihasilkan di antaranya oleh pendidikan yang berkualitas pula. Oleh Icarena itu, penyediaan pelayanan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan wajib ditingkatkan. Kewajiban itu menjadi tanggung jawab negara, dalam konteks ini yang dimaksud dengan negara adalah pemerintah dan masyarakat.

Kalau kita berbicara dalam konteks pendidikan tinggi, maka tanggung jawab pemerintah adalah mendirikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sementara masyarakat mendirikan Perguru an Tinggi Swasta (PTS). Sekarang, PTN dan PTS di Indonesia ini ada selcitar 4.529 PT dengan 24.892 Program Studi dengan jumlah penduduk 255 juta. Bandingkan dengan China, PT di China hanya 2.824 dengan jumlah penduduknya mencapai 1,4 milyar (Ristekdikti, 2017). Dari sisi jumlah PT, seharusnya Indonesia dapat melayani penduduk usia kuliah untuk menempuh pendidikan tinggi. Namun faktanya, tidak demikian. Buktinya APK PT yang menjadi dasar pengukuran daya serap pendidikan tinggi terhadap penduduk usia kuliah hanya selcitar 31,5%. Artinya apa itu? Daya serap pendidikan tinggi terhadap penduduk usia kuliah (19 – 23 tahun) sangat rendah. Keberhasilan pelayanan pendidikan tinggi kita masih rendah.

APK PT kita secara nasional, seldtar 31,5%. Masih kalah dari Malaysia yang 38%, Singapura 78%, dan Korea Selatan 98%. Tentu hal itu memprihatinkan. Apabila kita berbicara APK PT Jawa Barat, lebih memprihatinkan lagi, karena APK PT Jawa Barat itu baru sekitar 20 %. Padahal di Jawa Barat ini, jumlah lulusan SMA, baik negeri maupun swasta pada tahun 2018 saja berjumlah 184.866 orang. PTN/PTS yang siap melayani ada sekitar 380 (PTN 19, PTS 361).

Menurut kajian Kemenristekdikti (2017), ada lima kesimpulan APK PT kita rendah : (1) jumlah PT terlalu banyak, (2) sebagian besar PT kecil, (3) secara umum mutu PT tidak bagus, (4) jumlah PT vokasi dan institut teknologi kurang, (5) prodi STEM [science, technology engineering, mathmetics] kurang. Adapun rekomendasi Kemenristekdikti terhadap lima hal dia atas adalah: (1) jumlah PT yang banyak itu cukup dipertahankan saja, kalau perlu dikurangi, (2) PT yang kecil-kecil dimerger, (3) pendampinngan mutu oleh PT berkategori baik kepada PT berkategori kurang, (4) jumlah politeknik dan institut teknologi ditambah, dan (5) melakukan moratorium terhadap prodi non-STEM. Di samping itu, mungkin daya beli masyarakat kita juga masih banyak yang belum bisa menjangkau biaya pendidikan di PT.

Upaya peningkatan APK PT itu tidak hanya menjadi tanggung jawab PT saja, paling tidak harus ada pelibatan dari tiga pihak, yaitu pemerintah, perguruan tinggi itu sendiri, dan dunia usaha. Pemerintah sebagai pengemban amanah Pasal 31 UUD 1945 jelas disebutkan perannya:
Ayat 3 : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yangmeningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
Ayat 4 : Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Ayat 5 : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah telah berbuat banyak. Di antaranya saja, telah menerbitkan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pada Pasal 48 Ayat 4 dinyatakan bahwa pemerintah memfasilitasi kerja sama PT dan PT dengan dunia usaha/industri dalam bidang penelitian. Pada Pasal 86 Ayat 1, pemerintah memfasilitasi dunia usaha/dunia industri dengan aktif memberikan bantuan dana kepada PT. Melalui skema tersebut, PT melakukan research and development untuk kepentingan dunia usaha/industri dan menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia usaha. Dunia usaha/industri memberikan bantuan dana kepada PT (berupa dana penelitian, bantuan bengkel kerja, beasiswa, dll.) dan menerima SDM siap pakai serta hasil research and development PT. Dari skema itu muncullah RAPID (Riset Andalan PT dan Industri). Itu teorinya, ya. Barangkali, seperti itulah skema yang dimaksud oleh Leydesdorff dan Etzkowitz dengan The Triple-Helix Model (2001). Apakah ada kendala dalam implementasi skema tersebut? Banyak. Misal, terdapatnya perbedaan persepsi dan orientasi di antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha/dunia industri.

Kemudian yang terbaru, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menerbitkan Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta. Pada Bab V Pasal 28 sampai dengan Pasal 34, pemerintah mengatur tentang PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) dan pada Bab VII Pasal 38 sampai dengan Pasal 63 tentang Pendidikan Jarak Jauh.

Melalui PSDKU, sebuah perguruan tinggi dengan persyaratan yang ditetapkan kementerian dapat membuka pendidikan akademik dan vokasi untuk program diploma, sarjana, pascasarjana, dan doktor di luar kampus utama. Di Jawa Barat sudah ada contohnya, seperti ITB di Cirebon, Unpad di Pangandaran, dan IPB di Sukabumi. Melalui PJJ, PT dapat menyelenggaran PJJ dalam bentuk mata kuliah, program studi, atau bahkan perguruan tingginya sekalian seperti halnya Universitas Terbuka. Tentu penyelenggaraannya wajib mengikuti berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah, di antaranya adalah program studinya terakreditasi A. Apabila sebuah PT menyelenggarakan PJJ kurang dari 50% program studinya, maka PT tersebut tidak perlu mengajukan izin kepada Kemenristekdikti, namun apabila melebihi 50% maka diperlukan izin terlebih dahulu. Kedua bab pada Permenristekdikti tersebut pesannya sangat jelas tentang bagaimana strategi yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan APK PT.

Dalam konteks peningkatan APK PT di Jawa Barat, selama ini Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah berkontribusi nyata di antaranya dengan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada para mahasiswa yang tersebar di PTN dan PTS di seluruh Jawa Barat. Demikian pula dengan Pemkot Bandung, melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung, di antaranya berkontribusi nyata untuk meningkatkan APK PT di Kota Bandung dengan memberikan dana bantuan studi untuk mahasiswa Kota Bandung yang bernama Bawaku. Di daerah lain, seperti di Pangkal Pinang, saat ini digalakkan oleh berbagai instansi tentang Gerakan #SAMAHSAJA (Satu rumah minimal satu sarjana).

Saya kira pemerintah telah memberikan fasilitasi kepada perguruan tinggi, baik berupa regulasi, peluang kerja sama dengan industri, kucuran dana langsung kepada masyarakat berupa pemberian beasiswa dengan berbagai skema, dan lain-lain. Tinggal bagaimana setiap PT menyikapinya dan bagaimana para calon mahasiswa menangkap peluang yang ada. Kalau PSDKU dirasa berat oleh beberapa PT yang kurang mampu, mungkin PJJ adalah solusi terbaik yang dapat diambil PT tersebut. Universitas Terbuka dengan 40 Unit Program Belajar Jarak Jauh-nya yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dijadikan partner untuk menyelenggarakan PJJ, baik berupa penawaran mata kuliah, maupun program studi. Kalau tidak ada perubahan kebijakan, sekarang ini Universitas Terbuka diberikan amanat oleh pemerintah (Kemenristekdikti) untuk menyusun semacam mata kuliah nasional yang dapat digunakan oleh PT-PT lain secara online. Dengan demikian, PT-PT lain terutama yang kesulitan dengan SDM dosen (misal dosen MKDU) dapat menggunakan mata kuliah nasional itu dari UT. Nama atau istilahnya apa belum jelas benar, tapi intinya seperti itu.

Yang berikutnya, untuk menyiasati rendahnya daya beli sebagian masyarakat, mungkin PT perlu merancang skema pengambilan SKS yang dapat diambil sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Misal, pada semester X, mahasiswa mampu untuk membayar sebanyak 20 SKS, tetapi pada semester berikutnya hanya mampu untuk membayar 3 SKS saja. Tetapi, hal itu memang akan berbenturan dengan aturan tentang lama studi di PT. Sampai dengan saat ini hanya Universitas Terbuka yang dapat melakukan kebijakan seperti itu, karena UT menerapkan dua konsep pendidikan; yaitu pendidikan terbuka dan pendidikan jarak jauh. Konsep pendidikan terbukanya itulah yang memungkinkan UT dapat melakukan kebijakan pengambilan SKS seluwes seperti yang digambarkan di atas. Terbuka itu mengandung arti, siapa saja, di mana saja, ijazah SLTA atau setara SLTA tahun berapa saja, usia calon mahasiswa berapa saja, mengambil program studi diploma atau sarjana apa saja tanpa memperhatikan jurusan SLTA-nya, mengambil berapa SKS saja dalam setiap semester, mau berapa tahun lamanya untuk menyelesaikan studi (mau tepat waktu sesuai dengan ketentuan lama studi di PT lain maupun mau molor belasan tahun), silakan, bebas, terbuka. Paling tidak, sampai saat ini UT menerapkan kebijakan tersebut seperti halnya Open Universities di negara-negara lain di dunia.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenristekdikti beserta pimpinan perguruan tinggi pasti sudah memikirkan berbagai upaya yang cerdas untuk meningkatkan APK PT ini. Tinggal bagaimana implementasinya di lapangan, itu saja barangkali. Misal yang saya tahu, Rektor UT didorong Kemenristekdikti untuk menjalin kerja sama dengan rektor-rektor PTN dan PTS di seluruh Indonesia dalam persiapan penyelenggaraan PJJ di PT-PT selain UT. Saya kira, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti hanya pada dokumen untuk kelengkapan akreditasi saja, tapi benar-benar diimplementasikan. (By Nugroho Hardiyanto)

 

Widyatama Islamic Festival VI : Meningkatkan Ghiroh Dakwah

Keluarga Mahasiswa Islam (KAMI) UTama pada Sabtu (9/3) menyelenggarakan Widayatama Islamic Festival (WIF) ke-6 di ruang seminar gedung A lantai IV. WIF merupakan kegiatan rutin yang diadakan keluarga Mahasiswa Islam (KAMI). Kegiatan telah berjalan selama enam tahun yang sebagai ajang silaturahmi generasi muda muslim untuk mempererat persaudaraan dan menguatkan ukhuwah sesama dengan jalan dakwah.

90 peserta Widyatama Islamic Festival VI baik mahasiswa maupun siswa sma/k mengikuti perlombaan dengan beberapa kategori diantaranya : lomba adzan, cerdas cermat islam, tahfidz, poster, dan short movie. Mengusung tema “Foith for Everyone” acara ini dimaknai bahwa agama Islam harus dipelajari oleh segala usia mulai dari anak sampai dewasa karena dengan mempelajari agama Islam akan menyelamatkan umat dari keburukan yang ada di dunia dan menyelamatkan umat untuk menggapai surga Allah SWT. Ungkap Sandi selaku Ketua Pelaksana WIF.

“Selain mengeksistensikan keluarga mahasiswa islam Widyatama acara ini juga bertujuan mengikat tali persaudaraan satu sama lain antar rohis.” Ucap Sandi selaku ketua pelaksana WIF. Tentunya meningkatkan ghiroh/semangat, terutama dalam hal dakwah dan akademis, tambah Sandi.

Kegiatan ditutup dengan acara tabligh akbar yang di isi beberapa penceramah diantaranya Ustad Husein dan kang Ucay rockers) Gaza (pendiri Gaza Media) (ex vokalis band rocket pada tanggal 16 maret 2019. (Ed-Humas 16 Mar2019)

Pengabdian kepada masyarakat : DIGITALISASI MARKETING PENGEMBANGAN USAHA JUS HONJE DESA MANGUNJAYA PANGANDARAN

Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah hal-hal dasar yang harus ada saat menjalani aktivitas akademik. Dasar dan tanggung jawab tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dikembangkan secara beriringan. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan wujud dari keseriusan perguruan tinggi untuk menyajikan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi sepatutnya telah menjadi budaya dan kesadaran. Tanggung jawab Tri Dharma Perguruan tinggi itu sendiri sebenarnya diberikan kepada seluruh civitas akademik terutama dosen dan mahasiswa. Dosen sebagai pengajar, pembimbing sekaligus pendamping, sedangkan mahasiswa sebagai anak didik yang menuntut ilmu. Dua elemen ini akan terus berkaitan mengingat tak bisa disebut dosen tanpa adanya mahasiswa, begitu sebaliknya.

Idealnya Tri Dharma Perguruan Tinggi ini terinternalisasi ke dalam jiwa seluruh civitas akademika, sehingga istilah ini bukan hanya slogan atau jargon belaka. Namun menjadi budaya yang disadari oleh semuanya. Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi : Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan dan terkahir Pengabdian Kepada Masyarakat.

Sebagai Dosen, peneliti tidak hanya melakukan pendidikan dan penelitian saja tapi melakukan Tridharma yang ketiga yaitu Pengabdian Kepada masyarakat/PKM. PKM yang peneliti lakukan di Desa Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran mendapat dana bantuan dari Yayasan Widyatama, juga P2M Universitas Widyatama, selanj utnya peneliti melaksanakan PKM beserta TIM PKM.

Desa Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat merupakan Desa yang memiliki banyak potensi strategis, serta memiliki banyak peluang usaha untuk dioptimalkan. Khusus daerah pertanian di Mangunjaya terdapat tanaman honje. Buah ini pada awalnya tidak mempunyai nilai ekonomi. Adalah Bu Hj. Oyoh seorang guru yang mempunyai kepedulian pada masyarakat di Kecamatan Mangunjaya. Dia mempunyai ide kreatif, buah honje dapat diolah untuk menjadi jus maupun produk lain yang bermanfaat. Namun dalam mengembangkan usahanya terdapat beberapa masalah, diantaranya : pemasaran jus honje yang masih sangat sederhana bersifat tradisional dan hanya didistribusikan pada Koperasi serba usaha (KSU) Kuntum Mekar, akses perjalanan sangat sulit dijangkau, belum memiliki catatan pengelolaan keuangan yang baik, serta bahan pengawet jus sulit di dapat. Padahal pesanan banyak dari beberapa daerah sehingga tidak bisa tahan lama. Beberapa metode pendekatan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di atas yaitu dengan metode pelatihan, pembimbingan dan monitoring. Beberapa hal dilakukan oleh Tim Peneliti yaitu mendatangkan beberapa ahli pelatihan strategi digital marke ting dalam rangka mengembangkan usahanya pada kegiatan PKM di Desa Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Khusus bagi pegiat UMKM Honjeku dalam hal penerapan strategi digital marketing, sehingga dapat memiliki daya saing dan dapat mengembangkan usahanya.

Pendahuluan
1.1. Analisis Situasi

Masyarakat Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran adalah masyaralcat yang berada di daerah subur untuk pertanian dan daerah nelayan karena berada dekat laut. Khusus di daerah pertaniannya terdapat tanaman honje. Buah ini awalnya tidak mempunyai nilai ekonomi, sehingga menjadi buah yang terbuang atau untuk mainan anak-anak di kampung-kampung. Tetapi Bu Hj. Oyoh seorang guru yang mempunyai kepedulian pada masyarakat mempunyai informasi bahwa buah honje dapat diolah untuk menjadi jus maupun produk lain yang bermanfaat.

Honje atau kecombrang biasanya di buat untuk bumbu masakan saja, tetapi sebenarnya ditangan orang-orang terampil kecombrang berubah dalam bentuk lain, sehingga nilai ekonomis buah honje meningkat. Di Pangandaran sudah ada yang membuat jus honje yang semula hanya di kenal sebagai bumbu masak, kini bisa di nikmati dalam bentuk jus. Honje yang digunakan untuk membuat jus adalah jenis honje laka, dilcarenalcan kalau menggunakan honje biasa hasilnya kurang bagus. Honje laka lebih merah warnanya (merah marun). Membuat jus honje sangat mudah, yakni honje terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan dari bulu-bulu halusnya, Setelah itu ditumbuk atau diblender untuk kemudian direbus dan diberi gula agar terasa manis.

Lokasi yang menjadi sentra pengolahan Honje berada di beberapa Kecamatan seperti Parigi, Cijulang, Mangunjaya, sebagai daerah penggagas awal dari jus ini. Saat ini pengolahannya tidak hanya di Kecamatan Mangunjaya saja, melainkan sudah menyebar ke daerah lain, seperti di Dusun Bojongmalang, Desa Karangbenda. Pengolahan honje bahkan sudah ada yang mengemas menjadi jus dilakukan Kelompok Tani Perempuan Naratas memang cukup menjajikan para petani.

Melalui pelatihan keterampilan pengolahan buah honje menjadi jus, ternyata setelah disosialisasikan atau dipasarkan secara kecil-kecilan melalui cerita dari mulut ke mulut dan mengikuti pameran UKM, ternyata memberikan nilai ekonomis yang lumayan. Berkat potensi ekonomi jus buah honje inilah dibentuk kelompok usaha bersama (KUB) peserta pelatihan terus memproduksi untuk mulai dipasarkan secara lebih baik. Perjalanan KUB ini terus berkembang, akhirnya muncul gagasan dari peserta kegiatan pendidikan keterampilan beserta pengurus PKBM dan tokoh masyarakat, disepakati mendirikan koperasi serba usaha (KSU) yang diberi nama PKBM, yaitu ICSU Kuntum Mekar.

KSU Kuntum Melcar merupakan koperasi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memunyai produk Jus Honje. Produk ini mempunyai keunggulan karena berbasis potensi lokal. Secara umum produk jus honje telah memenuhi semua standar hiegintas dan halal, bahkan menyehatkan. Ijin dari Dinas Kesehatan atas produk higienis sudah didapatkan, sehingga produk ini layak konsumsi secara umum.

1.2. Permasalahan Mitra

Produk skala kecil Honjeku milik Ibu Hj. Ooh masih mempunyai tantangan pada kuantitas,kontinuitas dan kualitas khususnya pada pengemasan. Tantangan lain adalah pemasaran yang masih mengalami kesulitan karena masih banyak keterbatasan dalam pengembangan usaha. Pada skala produk, jus honje masih mempunyai kendala pasokan buah honje, kontinuitas buah honje masih menjadi kendala. Untuk itu kelompok tani di daerah Pangandaran mempunyai kesempatan mengembangkan tanaman honje karena selcarang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permasalahan pasokan buah honje ini membawa konsekuensi pada produk jus yang terbatas, sehingga produk ini belum dapat dikembangkan pada skala ekonomi industri menengah besar. Akibat dari produk yang seperti itu maka jalur pemasaran jus honje belum dapat dikembangkan sampai ke wilayah yang lebih luas. Masalah pengemasan jus honje belum bisa teratasi karena masih menggunakan dus bekas produk lain sehingga kurang menarik.

Berdasarkan latar belakang di atas serta beberapa fenomena yang dihadapi, maka dirumuskan masalahnya sebagai berikut : Bagaimana mengimplementasikan strategi digital marketing, apakah strategi digital marketing berpengaruh terhadap pengembangan usaha jus honje di desa/kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran.

1.3. Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan permasalahan mitra dan rumusan masalah di atas, maka tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini secara umum untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi strategi digital marketing yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha jus honje di Desa/Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Selain itu juga memberikan edukasi, bimbingan dan pelatihan penerapan strategi digital marketing dalam rangka mengembangkan usahanya, sehingga para pegiat UMKM khususnya Honjeku jusku dapat memasarkan dan mempromosikan produknya secara daring / online.

Sedangkan manfaat dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini, secara umum untuk merealisasikan penerapan strategi digital marketing terhadap usaha Jus HONJEKU. Dan bagi TIM PKM sebagai suatu eksperimen menambah wawasan yang dapat dipakai sebagai acuan untuk pengabdian kepada masyarakat selanjutnya. Untuk pegiat UMKM, khususnya Usaha Jus HONJEKU lebih kreatif dan inovatif dalam memasarkan usaha jus HONJEKU. Bahkan honje kedepan bisa dibuat jadi dodol honje, keripik honje yang lebih inovatif sehingga usaha yang dijalankannya akan semakin berkembang.

B. Kajian Pustaka

Strategi digital atau pemasaran secara digital merupakan upaya pemasaran yang menggunakan perangakat elektronik/internet dengan beragam taktik marketing dan media digital dimana pegiat UMKM bisa berkomunilcasi dengan calon konsumen yang menghabiskan waktunya di online. Ada beragam alcses untuk calon konsumen agar dapat melihat produk pegiat UMKM seperti : website, blog, media sosial (instragram, whatsapp, line, path, tweteer, facebook, linkedin, snapchat).

Digital marketing adalah suatu usaha untuk melakukan pemasaran sebuah brand atau produk melalui dunia digital atau internet. Tujuannya untuk menjangkau konsumen maupun calon konsumen secara cepat dan tepat waktu. Secara mudahnya, Digital marketing ialah suatu cara untuk mempromosikan produk / brand tertentu melalui media internet (http:// redtreeasia. com/info/apa-itu-digital -marketing-pengertian- dan- konsep-dasarnyanya). Turban et al. (2004), Katawetawaralcs dan Wang (2011) menjelaskan bahwa belanja online adalah kegiatan pembelian produk (baik barang ataupun jasa) melalui media internet. Kegiatan belanja online meliputi kegiatan Business to Business (B2B) maupun Business. Pengertian Digital Marketing dalam perspektif seorang pengusaha atau pebisnis lebih kepada sistem pemasaran dengan menggunakan media internet. Sudah pasti, di dalamnya termasuk mobik phone hingga beberapa situs jejaring sosial lainnya (Latief Pakpahan:2013). Hanya saja, agar teknik ini lebih mengena kepada sasaran, sepertinya teknik promosi lebih dikesampingkan dan mengutamakan komunikasi. Menjalin hubungan secara personal dengan konsumen dengan cara mendengar keluhan atau saran akan membuat pelanggan lebih merasa dihargai. Yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah terhadap perkembangan bisnis terutama bnind perusahaan. Digital tnarketing dapat digunakan untuk bisnis apapun di industri apapun termasuk pegiat UMKM, namun setiap bisnis memiliki cara penerapan strategi pemasaran digital dengan cara yang berbeda beda. Dengan digital marketing UMKM akan bisa mengukur ROI (return on Investment) dari semua upaya aspek pemasaran yang telah dilakukan yaitu ukuran atau besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efesiensi sebuah investasi dibandingkan dengan biaya modal awal yang dikeluarkan.

Strategi digital marketing adalah salah satu perkembangan teknologi yang tidak bisa dilewatkan oleh para pelaku UMKM. Ketika semua hal sudah dikaitkan dan dapat diakses secara daring / online, pelaku usaha kecil menengah juga tidak boleh ketinggalan mengambil peluang dan mampu menghasilkan pundi keuntungan lewat dunia maya. Dalam hal ini ada beberapa yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha Honjeku yaitu: a) Memililci tujuan, artinya pelaku UMKM membuat serangkaian daftar tujuan terkait dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai. b) Membangun konten yang catchy artinya memiliki nilai guna dan mampu menghibur pembaca. c) Memanfaatkan marketplace online artinya platfom online yang memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk memperkenalkan bisnis seperti menjual produk secara langsung.

Semakin banyaknya pelaku UMKM, menuntut merelca untuk selalu melakukan inovasi. Strategi khusus tentunya harus mereka miliki supaya produk-produk mereka bisa selalu diminati dan dikenal banyak orang bahkan hingga mancanegara. Ada beberapa hal yang harus dipehatikan dalam mengembangkan usaha yaitu : a) Pilih produk yang tepat. b) Lokasi yang strategis. d) Harga yang sesuai . e) MSDM. f) Sistem promosi yaitu salah satunya melalui digital marketing.

C. Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang kami lakukan adalah memberikan edukasi kepada peserta pegiat UMKM dan anggota KSU (koperasi Unit Usaha) Kuntum Mekar Desa Mangunjaya Pangandaran yang memiliki berbagai usaha, salah satunya Honjeku jus honje. Bentuknya pelatihan dan penyuluhan materi yang berkaitan dengan digital marketing dan pengembangan usaha UMKM dan Koperasi. Sebelum melakukan pelatihan dan penyuluhan terlebih dahulu peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara pembagian kuisioner di lingkungan pegiat UMKM Desa/Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Sumber data secara langsung dan tidak langsung peniliti dapat dari pemilik pegiat UMKM langsung Honjeku Ibu Ooh mengenai perkembangan usaha yang dijaialcannyaserta kendala usaha yang dihadapinya. PKM dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juni 2018 dihadari oleh 46 pegiat UMKM, juga Ketua Koperasi KSU Kuntum Mekar Bapak H. Suparlan dan Ketua Koperasi Pangandaran Bapak. H. Karli.

D. Hasil dan Pembahasan

Peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil dan koperasi untuk produk jus honje ini dilakukan melalui proses yang praktis dan sederhana. Pesertanya adalah kelompok masyarakat yang ada dipedesaan, sehingga model pemberian pelatihan praktis sederhana menjadi pilihan. Pelatihan strategi digital marketing yang dilakukan ditujukan agar peserta bias menggunakan perangkat handphone dan internet untuk menjual produk jus honje.

Hasil kegiatan pengabdian masyarakat untuk perintisan dan pengembangan jus honje yang diteruskan dengan strategi digital marketing ini dapat dikategorikan sangat baik. Beberapa rangkaian kegiatan yang dihasilkan dan dibahas dalam kegiatan ini, sebagai berikut:
Pada tahapan analisa yang dilakukan oleh TIM PKM meliputi :

1. Tahap Persiapan

Persiapan kegiatan PKM melibatkan para pegiat UMKM serta anggota koperasi KSU Kuntum Mekar Desa/Kecamatan Mangynjaya Kabupaten Pangandaran. Penyuluhan dan pekatihan ini bertempat langsung dipegiat UMKM Honjeku Ibu Ooh.

2. Tahap Pengkajian

Pengkajian dilakukan melalui pengumpulan data awal melalui kuesioner dan wawancara langsung dengan pemilik HONJEKU jus honje. Kami memperoleh data mengenai awal usaha HONJEKU jus honje, kebutuhan serta kesulitan yang dihadapi atas usahanya serta kemampuan dalam mempromosikan produknya, sejauh yang dilakukan apakah sudah memanfaatkan kemajuan teknologi atau masih tradisional.

3.Tahap Perancangan Program

Dalam melaksanan tahap ketiga ini, dilaksanakan di rumah pemilik usaha Honjeku jus honje Ibu Hj. Ooh dengan menampilkan profil usaha Honjeku mulai dari ide pencetusan pembuatan jus honje sampai pada usaha yang dijalankan hingga sekarang. Kemudian dilanjut dengan penyampaian materi mengenai Usaha yang dijalankan, juga strategi digital marketingyang dilakukan.

4. Tahap Pelaksanaan Program

Tahap ini merupakan penyusunan program pelatihan/training untuk memberikan pemahaman ilmu pengetahuan dan ketram pilan di bidang pemasaran khususnya tentang strategi pemasaran secara digital/online/dating dalam pengembangan usahanya. Juga diberikan pelatihan bagaimana membuat laporan keuangan yang baik bagi UMKM.

5. Tahap Evaluasi program

Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan oleh Tim PKM apakah sesuai dengan target sasaran dan bisa memberikan kontribusi pada pegiat UMKM.

6. Tahap Berakhirnya program

Tahap ini merupakan berakhirnya kegiatan PKM di desa/kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dengan melakukan serah terima bantuan berupa satu buah freezer kepada Ibu Hj. OoH selaku pemilik usaha jus honje HONJEKU.

Dari ke enam tahapan di atas dapat di rumuskan dan ditetapkan materi apa yang akan disampaikan dalam pengembangan usaha melalui strategi digital marketing. Penyuluhan dan pelatihan ini terbagi menjadi empat sessi yang terdiri dari :

1. Peningkatan kualitas produksi jus honje Meningkatkan kualitas pengolahan buah honje menjadi sirup yang dikemas dengan baik dan mempunyai daya tahan lama merupakan bentuk inovasi yang dihasilkan dari proses produksi dan mencari informasi melalui berbagai media. Ditemukan sistem pengolahan jus honje yang tepat dan lengkap, sehingga bisa memberikan bekal kepada pengelola untuk merencanakan dan melakukan sistem pengolahan dengan menggunakan teknologi sederhana dan metode pengolahan yang telah ditemukan dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Mengolah kecombrang dengan tingkat kematangan yang tepat, pencampuran olahan buah dengan air dan gula yangseimbang, dan proses perebusan, serta pengemasan yang tepat telah memberikan dampak pada jangka waktu sirup buah honje ini mempunyai durasi waktu simpan yang cukup baik.

Hal tersebut dapat dilihat pada kuesioner yang dihasilkan dari peserta tentang pentingnya kualitas produk honje sebagai berikut.

N=30

Tabel diatas menunjukan bahwa pengelola jus honje sangat menginginIcan bahwa produksi honje harus berkualitas yang ditandai dengan rasa enak, memberilcan kesehatan bagi konsumen, bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, berkualitas, laku dijual, dapat diproduksi terus menerus karena dapat memberikan manfaat ekonomi kepada anggota, serta berbahan baku lokal, karena memang pada awalnya buah honje ini tidak dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

2. Sistem pengemasan yang standar dan menarik

Masalah mendasar pada penjualan jus buah honje ini adalah pengemasan. Semula pengemasan dilakukan dengan menggunakan botol belcas minuman kemasan yang menunjukan kemasan yang kurang menarik minat konsumen karena kemasan yang berasal dari botol plastik kemasan bekas. Melalui pelatihan tentang pemasaran praktis dan mengenali kebutuhan konsumen dan proses penyadaran kelompok pengolah jus buah honje di KSU Kuntum Melcar, maka tumbuh minat untuk sukses mema.sarkan jus buah honje dengan pengemasan yang meggunakan botol plastik pesan khusus baik yang selcala kecil, menengah maupun besar. Bahkan untuk menyakinkan konsumen, pengelola sudah dibekali bahwa pada kemasan jus honje tersebut juga ditempellcan label tentang merek, kandungan gizi, legalitas produk IRRT, serta lembaga yang memprodulcsi jus honje dicantumkan pada lebel tersebut. Pengemasan juga disaranIcan dibuat sesuai dengan kebutuhan konsumen, dari ukuran kecil, sedang dan besar (galon/jirigen isi 5 liter).

Pengemasan yang baik merupakan salah satu kunci sukses pada digital marketing. Kemasan yang menarik dan disesuaikan dengan variasi ini, serta harga sangat menentulcan dalam memasarIcan jus honje ini. Sistem pengemasan yang bervariasi wadah dan penetapan harga juga memudahlcan konsumen untuk menentukan pilihan atas produk yang dipasarkan. Konsumen yang baru pertama kali membeli untuk mencoba jus honje ini pasti memilih yang dikemas dengan wadah kecil dengan harga yang terjangkau karena konsumen tersebut sedang mencoba jus honje. Setelah merasa kesegaran, rasa atau manfaatnya maka mereka akan melakukan pembelian ulang (repeat order) dengan kapasitas yang lebih besar, karena konsumen sudah mendapatkan manfaat atau rasa nikmat dari jus honje.

3. Strategi pemasaran online yang praktis dan efektif

Faktor ini yang menjadi fokus kegiatan pembinaan yang dilakukan dalam PKM. Pemasaran dengan menggunakan online dilatihkan melalui pelatihan praktis cara memasarkan jus buah honje dengan sistem online. Proses pelatihan dilakukan secara diskusi dan pralctek membuat pemasaran menggunakan internet. Metode pelatihan berbasis peninglcatan kompetensi (competency based training) tentang memasarakan jus honje melalui online dilakukan kepada kelompok pengelola KSU Kuntum Mekar. Penjelasan yang sistematis, teratur dan praktis dengan pendelcatan kekeluargann memberikan daya tarik dan kemudahan bagi peserta untuk mengerti dan memahami caramemasarican melalui online.

Strategi memasarkan online yang diajarkan pertama adalah memasarkan jus honje melalui media sosial baik melalui facebook, instagram, whatshapp, line, snapchat, twitter. Pelatihan praktis yang diberikan sangat sederhana, dengan tahapan : a) peserta diajari men-download aplikasi media sosial tersebut (bagi yang belum punya) pada gadgetnya, b) berlatih menggunakan aplikasi tersebut untuk mengundang, mencari jaringan, dan memanfaatkan jaringan, c) melatih peserta untuk memfoto produk dengan tampilan (agle) yang menarik, sebagai bahan yang akan diunggah ke media sosial, d) mengunggah foto dan bahasa pemasaran yang menarik dan menimbulkan minat kons umen untuk membeli, e) cara melayani atau berkomunikasi pemasaran dengan menggunakan media sosial, serta f) melakukan transaksi penjualan dan pengiriman barang kepada konsumen. Pelatihan yang sangat sederhanadan praktis tetapi memberikan makna pada peserta bahwa menjual produk sekarang sangat mudah hanya berbekal handphone bisa berjualan.

Selain itu untuk memberikan peningkatan kemampuan pemasaran online peserta juga diajarkan ten tang bagaimana melakukan penjualan melalui internet. Pembelajaran menjual melalui intemet ini mempunyai tahapan yang agak panjang karena peserta harus diajarkan untuk membuat alamat email, membuat web sederhana, serta menyusun bagaimana isi/konten yang harus ditampillcan pada web tersebut. Ada beberapa aspek yang diberikan kepada peserta yaitu:

a) Mengenal wawasan digital marketing
b) Membuat web sederhana untuk memasarkan produk UKM
yang meliputi:

  1. Membuat websederhana
  2. Bentuk dan bagian-bagian web
  3. Menyusun konten dalam web (narasai maupun gambar)
  4. Membuat web yang menarik dan komunikatif untuk UKM

c)Proses transaksi menjual melalui internet
d)Strategi mengirimkan barang kepada konsumen

Setelah melalui berbagai proses yang dilakukan temyata peserta mempunyai keinginan kuat untuk segera men unalcan digital marketing atau pemasaran produk dengan menggunakan internet, karena pemasaran melalui internet ini akan memberikan manfaat banyak bagi UKM antara lain:
1.Produk tersebar luas melalui jaringan intenet
2.Murah dan mudah memasarkan menggunakan online
3.Jelas mendapatkan konsumen
4.Efisien dan efektif memasarkan produk
5.Mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen

Dengan manfaat memasarkan produk menggunakan digital marketing sangat bermanfaat, namun diakui masih ada kendala yang terjadi di lapangan antara lain.

1. Kemampuan kualitas sumber daya manusia yang terbatas
2.Kurang stabilnya jaringan koneksi intemet sehingga kadang lama dalam melakukan upload maupun mengunduh
3.Teknologi komunikasi atau komputer yang dipakai harus ditingkatkan kapasitasnya, sehingga cepat mengolah dan mengirimkan data serta informasi

Untuk mengatasi kendala tersebut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh koperasi secara mandiri antara lain :

1. Mendidik karyawan atau anggota yang aktif yang masih berusia muda melalui kursus untuk memperdalam keterampilan digital marketing, termasuk kemampuan membuat desain atau program di KSU Kuntum Mekar.
2. Berlangganan khusus dengan penyedia jaringan atau operator internet yang ada dengan kapasitas bandwith yang memadai tetapi harga terjangkau bagi koperasi dan usaha anggota.
3. Melakukan upgrade sistem atau aplikasi yag ada di perangkat komputer dengan software orisinil serta up to date, sehingga mampu mendukung kegiatan digital marketing koperasi dan anggotanya.

E. Kesimpulan. Kegiatan digital marketing untuk pelaku usaha kecil sangat dianjurkan, karena banyak manfaat yang diperoleh dengan sistem pemasaran online ini. Luar pasar semakin lebar, jumlah konsumen semalcin besar karena pengguna internet sangat banyak, biaya murah, mudah dan sarana prasarana sudah banyak tersedia di pasar. UKM sangat menginginkan berhasil mengembangkan usahanya, namun masih banyak kendala yang ada, dan salahsatunyaadalah memasarlcan produknya. Sistem digital mempunyai peran tepat untuk membantu UKM memasarlcan produk, karena lebih murah, cepat, tepat dan mampu menyebarkan informasi produk UKM tanpa batas di dunia maya, sampai ke belahahan dunia manapun. Banyak manfaat yang diperoleh tetapi juga masih banyak kendala atau tantangan yang ada untuk digitalisasi marketingbuat UKM ini. Untuk itu lembaga pembina baik pemerintah, perguruan tinggi, LSM atau organisasi terkait lainnya mempunyai tanggung jawab dalam membantu kegiatan seperti ini. Sehingga keberadaan UKM yang berbasis pada produk lokal ini mampu mengembangkan usahanya dan memanfaatkan sumber daya lokal yang bernilai ekonomis berkembang sebagai pelaku usaha yang dapat mensejahterakan masyarakat di daerah. Jika ini dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan di berbagai daerah maka akan membangun kelcuatan ekonomi bahkan memperkuat tenvujudnyakedaulatan ekonomi nasional.

Berdasarkan uraian pembahasan dan kesimpulan di atas maka TIM PKM memberikan saran khususnya terhadap kendala atau masalah yang dihadapi HONJEKU jus honje dalam membangun digitalisasi marketing untuk UKM ini sebagai berikut.

1. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pembinaan menggunakan digital maketing ini harus dilakukan bedcelanjutan dan tersebar yang lebih luas diberbagai daerah sehingga akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan ekonomi rakyat dalam rangka memperkuat ekonomi nasional
2. Untuk mengatasi kendala-lcendala yang ada maka dibutuhkan koordinasi lintas sektor baik dipusat dan daerah untuk penajaman fokus pembinaan UKM dengan dukungan pemanfaatkan digital marketing secara berkesinambungan
3. Di era modem dan teknologi serta sistem pemasaran berbasis internet atau e-commerce saat ini semua pelaku usaha tanpa terkecuali usaha kedl harus menggunakan semua perangkat kemajuan teknologi dalam mengelola maupun mengembangkan bisnis. Tujuan mengunakan internet dalam berusaha ini untuk meningkatkan daya saing dan kinerja usaha karena harapan konsumen sudah berubah dengan sistem online marketing, selain hanya membutuhkan biaya yang murah, efisien, dan jangkaunya luas tidak terbatas.

DAFTAR PUSTAKA

Buku :
Turban, Efraim, R.Kelly Jr.Rainer dan Richard E.Porter, 2005, Introduction To Information Technology, 3rd Edition, John Wiley &Sons, Inc.,

Artikel in Press:
Latief Pakpahan (2013), Digital Marketing.
http:// redtreeasia.com, diakses tanggal 13 Nopember 2017.

Jurnal :
Theresia Pradiani , (2017).Pengaruh Sistem pemasaran marketing terhadap Peningkatan Volume Penjualan Hasil Industri Rumahan .46-53

Keni Kaniawati, SE.,M.Si
Kandidat doktor, Dosen FakultasBisnis dan Manajemen Univeristas Widyatama

 

Roni Onet Ernawan Movie Marker

Capital, Media, Marketing & Advertising, Retail Ecommerce, Enterprise Technology, Industry, Manufacturing & Energy, Healthcare & Science, dan Social Enterpreneurs.

Roni Onet Ernawan adalah movie maker di balik film pendek “Iman”. Film tersebut berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan memenangkan Best Movie di Festival Sinema Prancis 2015.

Tak hanya itu, film pendek tersebut juga ditayangkan di Cannes Film Festival ke 68 di Perancis pada Mei 2015. Roni juga aktif sebagai penggemar sastra yang menuangkan idenya sebagai penulis puisi. Sementara, Majalah Forbes edisi April 2018 mengeluarkan 10 kategori untuk 30 under 30 Asia’ yaitu : Art, Entertainment & Sports, Finance & Venture

Dari masing-masing kategori tersebut terdapat 30 anak muda yang berpengaruh di Asia. Dari seluruhnya 10 diantaranya anak muda Indonesia yang namanya disebut dalam daftar 30 under 30 Asia’ dengan kategori yang berbeda-beda. Siapakah mereka?

Sashimi XI : Dungeon

Ratusan kalangan umum memadati Gedung Serbaguna UTama mengikuti lomba serta memeriahkan acara Sashimi Xl, Sabtu (9/3) yang diadakan UKM Japan Community Widyatama. Mengusungtema “Dungeon” terinspirasi dari sebuah game sehingga tempat acarapun dihiasi seperti kastil dan isi acara dibuat seperti Game Dungeon.

Kegiatan tahunan ini yang dilaksanakan komunitas mahasiswa yang menggemari kebudayaan Jepang yang tergabung dalam Japan Community Widyatama.

Kegiatan bertujuan memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat, khususnya pelajar dan ini merupakan yang ke XIV kalinya digelar,” sebut Hafiz selaku Ketua Pelaksana.

Cosplay, cover dance, dan band audition merupakan lomba yang diselenggarakan dalam acara Sashimi yang ke 11 ini. Acara dimeriahkan oleh beberapa talent diantaranya sara odori dan idol grup kota bandung. “Semoga acara ini dapat menjadi wadah bagi para pecinta Jepang seperti kartun anime maupun game Jepang dan juga bisa menjadi ajang penyaluran bakat bagi orang orang yang berpotensif Ucap Hafiz. (Ed-Humas-18Mar2019)