Home Blog Page 52

MASA 2017 : Curhat ala Vierratale Band

Malam Apresiasi Seni Angkatan (MASA) 2017 telah berhasil menggugah antusias para penonton baik dari pihak internal maupun pihak eksternal Universitas Widyatama pada hari Sabtu (23/12) kemarin di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama. MASA adalah suatu wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Universitas Widyatama dalam bidang seni. Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Seni dan Budaya Pemerintahan Mahasiswa Universitas Widyatama. Kali ini acara dimeriahkan oleh penampilan istimewa dari beberapa UKM dan bintang tamu diantaranya, UKM Kelompok Seni Mahasiswa Widyatama (POMPOMBOYZ, Vocal Group, Bigband, dan Utama Dance Crew), UKM Japan Club Widyatama (Pika Pika, dan JC Band), BIGCHORD, Orkes Cicak, dan Tetangga Jenderal. Antusias penonton sangat terlihat terlihat saat band asal ibukota, Vierratale turut meramaikan acara. Alunan musik seolah menghipnotis para penonton untuk ikut serta meramaikan acara tersebut dengan melambaikan tangan, menari, dan bernyanyi bersama, serta tepuk tangan yang meriah. Dengan terselenggaranya acara tersebut diharapkan terbentuknya rasa kekeluargaan yang lebih dekat antara semua pihak yang terlibat didalamnya, khususnya bagi semua mahasiswa angkatan 2017.

 

Kado Istimewa Fakultas Bahasa untuk Milad Yayasan Widyatama ke 45

Program Studi S1 Bahasa Inggris dan D3 Bahasa Jepang pada Fakultas Bahasa berhasil meraih Akreditasi A pada akhir tahun 2017 yang lalu berkat konsistensinya menyelenggarakan pendidikan tinggi.

Akreditasi diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada Universitas Widyatama melalui?Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dalam keputusan No. No : 4377/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2017 dan?4926/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/XII/2017 per November dan Desember 2017 lalu.

Semoga Prestasi ini dapat menginspirasi Program Studi lainnya dalam meningkatkan status Akreditasi. (Mkt)

Baligho-Akreditasi-Bahasa-Inggris-Jepang

Seleksi Beasiswa Bidikmisi Widyatama 2017

Universitas Widyatama(UTama) kembali menerima bantuan pembinaan bagi 10 mahasiswa baru dari Kemenristrek DIKTI?melalui jalur Beasiswa Bidikmisi tahun 2017. Serangkaian proses seleksi telah dilaksanakan oleh Biro Kemahasiswaan Widyatama selaku pelaksana yang ditunjuk Rektor. Proses diseminasi informasi dipublikasikan dengan cara mengunjungi lebih dari 50 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Jawa Barat, juga melalui beberapa media informasi yang dimiliki Universitas Widyatama.

Seleksi Bidikmisi

Dari 77 siswa tingkat menengah yang mendaftar secara online, 33 diantaranya mengikuti ujian tertulis dan juga wawancara. Ujian tertulis dilaksanakan di Ruang kelas Gedung K lantai 1 kampus Widyatama sementara tahap wawancara dilaksanakan di Ruang Dekan pada Jumat (4/8).

Tahap selanjutnya tim pelaksana Biro Kamahasiswaan Widyatama akan melakukan pendataan dengan cara melakukan survey ke tempat tinggal calon mahasiswa penerima beasiswa yang merupakan salah satu syarat mutlak Beasiswa Bidikmisi. Hasil akhir seleksi akan diumumkan tanggal 21 Agustus 2017 lalu. Sepuluh bantuan pembinaan beasiswa Bidikmisi akan diterima oleh masing-masing dua orang dari Program Studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Teknik Industri, S1 Sistem Informasi, D4 Desain Grafis.

Syukuran Milad Yayasan Widyatama ke 45

Syukuran Milad Yayasan WidyatamaMemperingati ulang tahunnya yang ke 45, Yayasan Widyatama menggelar acara Syukuran sederhana bertempat di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama, Sabtu (6/1). Hadir pada Syukuran, diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Iwa Karniwa, S.E., M.M., Ak., CA., PIA, istri Walikota Bandung, Atalia Praratya, M.IKom. Kegiatan bertemakan Komitmen Membangun Integritas dan Loyalitas ini diisi rangkaian acara yaitu pembacaan ayat suci Al Quran dan Saritilawah serta Tausiah.

Yayasan-45

Ketua Badan Pengurus Yayasan Widyatama Ibu Sri Lestari A. Roespinoedji, S.H. menyampaikan pentingnya membangun Integritas dan Loyalitas diantara seluruh elemen baik Yayasan maupun Rektorat. 45 tahun sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, Widyatama berkomitmen teguh memberikan PENGABDIAN kepada masyarakat dan Negara, tutur Ibu Sri pada sela pembukaan Syukuran. Ibu Sri menambahkan pengabdian tersebut tidak lepas dari kejujuran, konsistensi, komitmen, keberanian, dan dapat dipercaya yang bersumber dari kesadaran diri dan suara hati. Pengabbdian tersebut tidak lepas pula dari kesetiaan pada prinsip-prinsip yang dianut serta mengindahkan etika dan estetika sebagai sebuah amanah.

Sementara, Uts. Dr. Ali Hasan Bahar menyampaikan tema yang diusung Yayasan Widyatama kali sangat baik karena integritas tidak pamrih dan senantiasa berpegang teguh pada sebuah prinsip kokoh, integritas tidak? mengharapkan ucapan terima kasih, integritas hanya bersahabat dengan suara hati, suara Tuhan. Ust. Ali menambahkan integritas adalah sikap jujur, konsisten, komitmen, berani, dan dapat dipercaya yang muncul dari kesadaran diri terdalam bersumber dari suara hati. Tema serta pembahasa ini sesuai dengan apa yang menjadi firman Allah dalam Al Quran [QS Qaf : 18], yakni Tiada suatu ucapan pun yang dikatakan melainkan ada malaikat pengawas) yakni malaikat pencatat amal (yang selalu hadir) selalu berada di sisinya. (Mkt)

Sumber : https://www.widyatama.ac.id/syukuran-milad-yayasan-widyatama-ke-45/

Ratusan Mahasiswa Bandung Padati Sosialisasi Pajak Bertutur

Jumat (11/8)?Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi sadar pajak melalui program Pajak Bertutur di Gedung Auditorium (GSG) Widyatama. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, Bapak Yoyok Satiotomo untuk memaparkan program Pajak Bertutur, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama Dr. Wedi Rusmawan K. S.E., M.Si., Ak., CA dan Kepala Quantum Universitas Widyatama Khairul Saleh, S.E., M.Sc., AAp-A.

Dalam pemaparannya Yoyok menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat bergantung pada sektor perpajakan. Sekira 75% sumber pendapatan APBN berasal dari sektor pajak, namun kesadaran masyarakat tentang pajak masih rendah. Sebab itu, sejumlah langkah ditempuh supaya kesadaran pajak meningkat, yakni melalui kegiatan Pajak Bertutur. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyadari pentingnya kesadaran pajak harus ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, DJP memiliki program bernama Pajak Bertutur, yang merupakan salah satu bentuk kampanye program edukasi kesadaran pajak.

Program ini dilaksanakan serentak secara nasional di beberapa Kanwil danPerguruan tinggi, diantaranya DJP Kalimantara, DJP Jakarta Barat, Universitas Nasional, DJP Sulselbartra, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Sumatera Utara?dan Universitas Guna Darma. Sementara Kanwil DJP Jawa Barat I dilaksanakan di Universitas Widyatama, Bandung.

Ratusan Mahasiswa Bandung Padati Sosialisasi Pajak Bertutur

Yoyok Satiotomo menyebut di wilayah Kanwil DJP Jabar I, ada 19 unit kerja (Kanwil, 16 KPP, dan 2 KP2KP) yang menyelenggarakan program ini, di 83 lokasi (SD, SMP, SMA, dan PT). Sekira 5.260 orang menjadi peserta. Kami pusatkan di Universitas Widyatama. Sebanyak lebih dari 600 peserta yang hadir dari 8 kampus berbeda, tuturnya. Delapan kampus itu adalah Universitas Widyatama, Universitas Telkom, STIE Ekuitas, Universitas Parahyangan, Universitas Sangga Buana-YPKP, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Negeri Bandung, dan STMIK-LPKIA Bandung.

Sosialisasi Pajak Bertutur 3

Pada kesempatan itu?Menteri Keuangan Sri Mulyani turut memberikan kuliah umum untuk turut menyadarkan generasi muda agar sadar pajak melalui Video Conference pada 11 titik di Indonesia dan berdialog dengan para peserta didik baik siswa maupun mahasiswa.

Sri Mulyani mengungkapkan untuk membangun Negara yang telah merdeka selama 72 tahun ini agar lebih baik lagi diperlukan setidaknya empat aspek dalam hal investasi, diantaranya yang pertama Investasi Sumber Daya Manusia melalui pembangunan pendidikan, 20% APBN diserap untuk membangun aspek pendidikan, tambahnya. Kedua Investasi Infrastruktur dan Urbanisasi. Ketiga Investasi Teknologi, Inovasi dan Litbang. Keempat Investasi Institusi dan Reformasi.

Sosialisasi Program Pajak Bertutur di Universitas Widyatama didaulat sebagai kampus dengan peserta terbanyak dan mendapatkan penghargaan dari?Museum Rekor Indonesia. (Mkt)

KOPI SUSU si manis yang jadi trend ngopi 2017

Kalo denger kata kopi susu pasti yg terlintas kopi sachet yang suka dijual di warung kan pastinya. Tapi sekarang si kopi susu sudah sedikit naek kelas jadi minuman paling favorite di beberapa coffee shop di tanah air.

Adalah TOKO KOPI TUKU, sebuah kedai kopi kecil yang memulai bisnisnya tahun 2015 terletak di Jalan Cipete Raya No.7, Jakarta Selatan yang sempat viral karena kedatangan Presiden Jokowi. Sebelum viral karena kedatangan Bapak Presiden, Kopi Tuku sudah menjual 300 – 500 cup kopi perhari.

Sang Founder Andanu Prasetyo mengatakan dengan hadirnya Kopi Tuku di sekitar pemukiman masyarakat, Tyo berharap akan terbentuk sebuah rutinitas dan kultur baru dalam menikmati kopi bukan hanya ikut-ikutan trend (Lifestyle). Tyo juga ingin menyesuaikan cita rasa kopi masyarakat Indonesia yang masih menyukai Kopi Manis.

Founder KOPI TUKU
Founder KOPI TUKU : Andanu Prasetyo

Adalah KOPI SUSU TETANGGA hasil ramuan sang founder yang membuat kopi tuku ini semakin naik daun. Dengan harga Rp.18.000 untuk segelas kopi susu dingin atau panas, masyarakat sangat menyambut baik kehadiran KOPI SUSU TETANGGA ini. Ada yang beda dari kopi susu yang biasanya, gula yang digunakan adalah gula aren atau gula merah, sehingga bisa dibilang Kopi susu ini adalah minuman sehat yang rendah kalori.

Toko Kopi Tuku
Kopi Susu Tetangga
Toko Kopi Tuku 2
antrian di Toko Kopi Tuku Cipete, Jakarta Selatan

Saya menyempatkan diri beberapa kali datang kesana, untuk membuktikan fenomena antrian ini dan memang benar adanya. Para driver Go-Food dan beberapa pelanggan setia antri dengan sabar untuk mendapatkan segelas KOPI SUSU TETANGGA.

Sang pengelola memang sengaja mendesain tokonya seminimalis mungkin, hanya terdapat beberapa kursi yang biasanya digunakan untuk menunggu antrian. Marketing kopi tuku mengatakan, bahwa konsep Toko mereka adalah bukan untuk nongkrong tapi benar-benar membeli kopi untuk dibawa pulang. Sesuai dengan visi sang Founder yang sudah saya utarakan diatas.

Kebiasaan seperti ini di Luar Negeri sudah menjadi sebuah kultur, maka dari itu Masyarakat Jakarta sangat menerima kehadiran Toko Kopi Tuku ini dengan sangat baik. Dilihat dari kehidupan orang-orang di Jakarta yang sangat padat dan sangat tinggi angka stressnya, kopi adalah satu minuman yang cocok untuk memulai aktivitas.

Kesuksesan Toko Kopi Tuku tidak bisa dipandang sebelah mata, energi positif yang disebarkan sang pemilik ternyata berbuah manis. Alih alih Minuman Kekinian di Jakarta sendiri mulai banyak bermunculan Kopi Susu kekinian.

Kota Bandung

Seolah tidak mau kalah, Kota Bandung yang secara Geografis letaknya tidak jauh dari Jakarta mulai mengikuti Trend Kopi susu Kekinian ini. Saya yang termasuk penikmat kopi, sudah mencoba beberapa Kopi Susu Kekinian yang ada di kota Bandung.? Yuk kita bahas reviewnya ^_^

  1. Poffstory, Jalan Wayang No.2, Bandung.
    Poffstory
    Kedai kopi yang satu ini baru berdiri sekitar 1 tahun lalu di Bandung, namun Poffstory sudah bisa dibilang Tukunya Bandung dari segi rasa kopi susu ini memang agak mirip dengan Kopi Susu Tetangga Milik Toko Kopi Tuku, dari segi harga Kopi susu Poffstory ini seharga Rp.18.000 alias sama dengan tuku. Alih-alih mengikuti trend dengan menghadirkan Kopi susu kekinian, Poffstory malah meraup untung yang cukup baik. Bisa dibilang Poffstory adalah salah satu pelopor Kopi Susu kekinian di Bandung.
  2. Buih Kopi, Jalan Guntur No.2, Bandung.Buih Kopi
    Tidak mau ketinggalan Buih kopi yang baru berdiri di pertengahan 2017, hadir dengan menu andalannya Ice Cofee Buih dan ice coffee buih dark cocoa. Dengan cita rasa yang berbeda Buih Kopi hadir ditengah-tengah masyarakat Bandung untuk menghadirkan warna baru Kopi susu. Tidak mau kalah dengan Toko Kopi Tuku Buih Kopi banyak diserbu penggemar Kopi, khususnya Kopi manis. Rp.18.000,- Per cup.
  3. Kozi Lab Coffee, Jalan Gudang Selatan No.22, Bandung.
    Kold Brown, Rp.18.000 / cup
    Kozi Lab 1.0

    Kozi Lab memiliki 3 tempat di Bandung. Gerai pertamanya yaitu Kozi 1.0 yang terletak di Jl. Gudang Selatan No.22. Gerai keduanya yaitu Kozi 2.0 terletak di Jl Bukit Dago Utara II No.11. Dan Gerai ketiganya yaitu Kozi 3.0 berada 1 lokasi dengan Hotel Malaka yang terletak di Jl. Terusan Halimun No.50. Dengan menghadirkan Susana kopi di hangar/gudang, Kozi Lab 1.0 yang terletak di gudang selatan menghadirkan suasana yang berbeda dan unik.Menu andalan mereka yaitu Kopi susu Kekinian yang diberi nama Kold Brown sangat digemari bagi penikmat kopi yang tidak terlalu suka aroma dan rasa kopi yang terlalu kuat. Kold brown kalau menurut saya, campuran susunya lebih banyak dibandingkan kopinya. Jadi cukup aman untuk orang yg memiliki penyakit maag.

  4. Kopi Malaka (Baker Street Depan Gedung Sate), Jalan Cimandiri No.18, Bandung.
    Kopi Malaka
  5. Dreezel Coffee, Jalan Sunda No.61, Bandung. Coldbrew White, Rp.18.000 /cup.
    Dreezel Coffee
    Gak usah jauh-jauh untuk menikmati kopi susu kekinian, ternyata Bandung punya banyak, hehhehhe.Buat ngedapetin 1 cup kopi susu kekinian kita gak usah jauh-jauh ke storenya, cukup buka aplikasi Go-Food semua Es Kopi Susu yang saya sebutkan diatas bisa didapatkan dengan mudah

Sahabat komunita, Gak akan ada habisnya kalau kita membahas tentang kopi, next kita bahas tentang apa lagi?

Hmmmmm Will be soon so right? okey ^-^? (Astri.bude)

Penulis : Astriawati Jeinab,S.E

Sumber foto : google.com

L2 Dikti ? Metamorfosis Kopertis, Siap Melayani PT !!!

https://uono.fun

https://uono.site

https://uono.club

https://uono.pw

https://uono.space

https://uono.uk.cc

https://yono.sbs

https://yonox.art

https://jaiho.net

https://yono.eu.cc

https://yono.asia

https://yono.rest

https://jaiho.icu

https://jaiho.xyz

https://okrummy.cc

https://okrummy.org

https://winrummy.org

https://winrummy.cc

https://winrummy.asia

https://winrummy.me

https://winrummy.art

https://winrummy.online

https://winrummy.site

https://jaiho.cc

https://jaiho.top

https://okrummy.online

https://okrummy.site

https://okrummy.art

https://okrummy.asia

https://okrumee.top

https://okrummyclub.fun

https://okrumy.xyz

https://ocrummy.site

https://okrumi.online

https://myokrummy.xyz

https://playokrummy.online

https://okrummie.fun

https://okrummy.today

https://okrummyworld.com

https://okrummypro.com

https://okrummylive.com

https://okrummy.live

https://okrummypoker.com

https://okrummynet.com

https://okrummyplus.com

https://okrummygaming.com

https://okrummyplay.com

https://bestokrummy.com

https://okrummy.fun

https://okrummy.click

https://okrummyclub.com

https://okrummy.world

https://okrummygaming.club

https://playokrummy.bet

https://myokrummy.com

https://playokrummy.com

https://gookrummy.com

https://okrummytoday.com

https://okrummyzone.com

https://okrummyvip.com

https://okrummygame.com

https://okrummyonline.com

https://myokrummy.games

https://okrummyzone.biz

https://bestokrummy.pro

https://okrummyonline.vip

https://okrummypoker.co

https://okrummygames.net

https://okrummylive.top

https://okrummygame.site

https://okrummyplay.org

https://okrummy.co

https://okrummy.biz

https://www.sbgaccsojitra.edu.in/okrummy/

https://kamanitubes.com/index.aspx

Wawancara

Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd., Koordinator Kopertis Wilayah IV ? Jabar Banten

Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd.,
Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd., Koordinator Kopertis Wilayah IV ? Jabar Banten

Paradigma baru pendekatan pemerintah dalam membina PT sudah diimplementasikan, dari pendekatan WasDalBin (pengawasan pengendalian dan pembinaan) menjadi BinDalWas (pembinaan, pengendalian dan pengawasan), serta menghapus dikotomi antara PTN dan PTS. Hal ini mulai dirasakan di tingkat daerah, khususnya Kopertis Wilayah IV. Perubahan paradigma ini diharapkan semakin nyata dengan metamorfosis Kopertis menjadi L2 DIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) yang meliputi PTS dan PTN pada Januari 2018 ini.

Ditengah masa transisi paradigma baru pendekatan pemerintah dalam membina PT tersebut, serta kesibukan? Koordinator Kopertis Wilayah IV menjalankan tanggungjawab beliau selaku perwakilan Kemenristekdikti di daerah, Majalah Komunita berkesempatan menemui Koordinator Kopertis Wilayah IV. Berikut hasil petikan wawancaranya :

Komunita : Mohon penjelasan Bapak mengenai adanya isu pergantian nama kopertis menjadi L2 Dikti jika ditinjau dari UU No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi ?

Prof. Uman Suherman : Sebetulnya dengan adanya L2 Dikti bukan meniadakan Kopertis, tetapi lebih memperkuat posisinya terutama dalam upaya membina perguruan tinggi. Hal ini rencananya akan dimulai pada awal september 2017, namun dikarenakan jangkauan wilayah kopertis yang sangat luas terutama daerah sumatra utara dan makasar sehingga Pak Menteri ingin menambah 2 lembaga L2 Dikti yang kemudian akan diberlakukan mulai tahun 2018 ? Kopertis berganti nama menjadi L2 Dikti. Istilah pergantian nama ini disebut Metamorfosis dengan 2 fungsi utamanya, yaitu : yang pertama memperkuat wilayah binaan bukan hanya perguruan tinggi swasta, namun menyangkut pula urusan perguruan tinggi negeri. Yang kedua secara berangsur setiap keputusan yang selama ini dikeluarkan oleh Kemenristekdikti nanti dapat dieksekusi langsung oleh L2 Dikti. Salah satu contoh kewenangan bagi L2 Dikti di wilayah provinsi adalah mengenai keputusan dieksekusinya pembukaan Prodi baru dengan mengacu kepada standar & segala peraturan yang berlaku. Kemudian yang berkaitan dengan fungsi pelayanan kepada para institusi perguruan tinggi, kami akan ubah orientasinya dari sistem Was-Dal-Bin (Pengawasan, Pengendakian & Pembinaan) menjadi Bin-Dal-Was (Pembinaan, Pengendalian & Pengawasan). Visi L2 Dikti kedepan adalah mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu melebihi standar nasional pendidikan tinggi. Artinya kita akan memperoleh keunggulan melebihi standar minimal yang telah ditentukan oleh Kemenristekdikti secara nasional. Salah satu aspek yang telah kami terapkan di Kopertis Wilayah IV guna melebihi standar mutu minimal tersebut adalah dengan mendirikan Unit Layanan Terpadu (ULT) agar memudahkan segala pengurusan dokumen secara efektif dan efisien. Kemudian kami juga membentuk Paguyuban Guru Besar yang berfungsi untuk membantu institusi perguruan tinggi, baik secara kelembagaan maupun personal bagi para dosen dalam upaya akselerasi akreditasi Prodi & Institusi, akselerasi peningkatan jabatan fungsional dosen serta akselerasi pengembangan publikasi karya ilmiah dosen.

Komunita : Implementasi perubahan nama (metamorfosis) menjadi L2 Dikti seharusnya direalisasikan sejak tahun 2014. Mengapa hal ini mengalami proses penundaan ?

Prof. Uman Suherman : Saya fikir adanya penundaan diakibatkan oleh pertimbangan SOTK ( ) di Kemenristekdikti yang memang masih dalam proses persiapan. Sebab jika telah terbentuk & disahkannya L2 Dikti maka yang pertama: kedudukan koordinator akan setingkat dengan pejabat eselon. Kedua: jika L2 Dikti merupakan metamorfosa dari kopertis dan diberikan kewenangan lebih besar maka nantinya akan ada sebuah Tupoksi (tugas, pokok & fungsi) struktur organigram yang sama dengan Kemenristekdikti.

Komunita : Bagaimana kedudukan L2 Dikti terhadap pemerintah (Kemenristekdikti) berdasarkan Permenristekdikti No.15 Tahun 2015 dalam upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi ?

Prof. Uman Suherman : Kedudukannya masih tetap bahwa L2 Dikti merupakan kepanjangan tangan dari Kemenristekdikti berdasarkan fungsi kopertis. Hanya paradigma berfikirnya saja yang nantinya berubah dari fungsi pengawasan menjadi pembinaan. Sehingga makna dari kalimat tersebut bukan hanya dari segi pengawasan tingkat perguruan tinggi saja akan tetapi bagaimana L2 Dikti ini sesuai fungsinya dapat melakukan pembinaan agar setiap perguruan tinggi mampu meningkatkan kualitasnya. Segala kewenangan yang diberikan oleh Kemenristekdikti kepada L2 Dikti, seperti: pembukaan prodi baru, penetapan jabatan fungsional dosen, dan lainnya pada hakekatnya merupakan pendelegasian otonomi khusus dalam pengembangan L2 Dikti serta peningkatan mutu pembelajaran perguruan tinggi yang ada di wilayahnya masing-masing.

Komunita : Apakah Bapak optimis dan menjamin bahwa keberadaan L2 Dikti nantinya akan berpotensi efektif dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi meskipun ada beberapa kendala yang memungkinkan terjadi ?

Prof. Uman Suherman : Saya menyadari bahwa setiap tindakan itu pasti ada saja kendala, namun sebagai seorang yang punya tanggungjawab ? saya perlu optimis. Pada saat institusi negeri maupun swasta berada dalam satu kesatuan yang sama maka tidak akan ada lagi perbedaan secara mendasar diantara keduanya (tak ada dikotomi) dalam hal pengurusan berkas dokumen, peningkatan jabatan fungsional, penjatahan penelitian dan lain sebagainya. Hingga saat ini pun, saya selalu menekankan bahwa institusi negeri dan swasta kesetaraannya dijamin melalui hasil akreditasi akhir yang menentukkan kualitas dari segala aspek penilaian. Sehingga masyarakat akan memiliki sebuah kesempatan luas dalam menentukan pilihannya, tinggal bagaimana suatu perguruan tinggi menunjukkan sebuah keunggulan dan harga diri yang dimanifestasikan dalam perolehan nilai akreditasi. Karena hasil akhir akreditasi merupakan bentuk penilaian kumulatif dari berbagai aspek, yakni: aspek SDM, aspek pengelolaan, aspek penelitian&publikasi, aspek pengabdian masyarakat termasuk aspek prestasi kemahasiswaan. Nah, L2 Dikti memiliki sebuah kewajiban dalam menyamakan persepsi & paradigma tersebut sehingga tidak akan ada lagi dikotomi/perbedaan antara institusi negeri maupun swasta. Biarkanlah mereka mengembangkan peningkatan institusinya berdasarkan keunggulan dan karakteristiknya masing-masing tanpa harus selalu dipaksakan. Prinsipnya adalah jika kita ingin maju maka tidak perlu memiliki fikiran untuk mengalahkan orang lain, namun berfikirlah maju kedepan dengan menunjukkan ciri dan karakteristik keunggulan tersendiri sehingga kita tidak perlu merasa khawatir akan tersaingi dengan perguruan tinggi tetangga lainnya.

Komunita : Bagaimana upaya L2 Dikti kedepannya serta saran Bapak kepada para pengelola institusi negeri maupun swasta dengan adanya pergantian nama tersebut ?

Prof. Uman Suherman : Yang pertama, dengan adanya perubahan nama dari Kopertis ke L2 Dikti sebenarnya tidak terlalu signifikan ? malah akan memperpendek jarak yang harus ditempuh pada saat kita membutuhkan pelayanan mengenai pendidikan tinggi. Kedua, L2 Dikti pun tidak akan bisa berjalan sendiri dalam? praktisnya, namun akan tetap menjalin kerjasama dengan 2 unsur utama yakni : APTISI sebagai unsur pengelola perguruan tinggi kemudian ABPTSI sebagai unsur pembina sekaligus yayasan yang menaungi perguruan tinggi. Ketiga unsur komponen tersebut sudah kami bangun secara harmonis sehingga memiliki visi & nafas yang sama yaitu ingin mewujudkan suatu pendidikan tinggi berkualitas. Mengenai pelayanan yang akan diberlakukan oleh L2 Dikti dengan ketepatan waktu diantaranya: pengurusan jabatan fungsional dosen mulai dari tingkat Asisten Ahli hingga Lektor sudah bisa diputuskan dan pembukaan prodi baru pun bisa diputuskan secara langsung hasilnya. Tantangan yang akan dihadapi oleh L2 Dikti pada saat mengeksekusi hasil putusan tersebut bukan hanya dari sisi pekerjaannya saja, namun bisa saja tidak tahan terhadap godaan-godaan bersifat informal. Oleh karena itu kami pun harus siap mengantisipasi segala hal yang akan terjadi melalui motto pelayanan Cepat ? Tepat ? Akurat. Pelayanan ini kan harus muncul dari hati masing-masing pegawai dengan didasarkan atas keikhlasan didalam memberikan permohonan bantuan bagi yang berkepentingan, bukan karena sebuah keinginan untuk meraih keuntungan. Sebab segala pertanggungjawaban yang kita lakukan bukan hanya kepada kepala L2 Dikti & Pemerintah (Kemenristekdikti), namun juga kepada Allah SWT.

Komunita : Adanya informasi mengenai merger diantara perguruan tinggi tentunya akan lebih menguatkan dari sisi pengelolaan maupun mekanisme lainnya. Bagaimana pandangan Bapak terhadap hal ini ?

Prof. Uman Suherman : Sebenarnya merger itu merupakan keinginan & kemauan dari setiap PTS yang ada, sementara posisi L2 Dikti hanya memberikan arahan dan bimbingan saja. Tidak menutup kemungkinan bagi perguruan tinggi untuk melakukan merger dalam rangka menyatukan segala unsur potensi baik secara materill maupun? non-materill sepanjang dilakukan berdasarkan pada visi & misi yang sama dalam membangun sebuah pendidikan bermutu. Di saat perguruan tinggi melakukan kerjasama & kolaborasi, tentunya harus disiapkan nota-nota yang perlu disepakati serta aturan yang menjadi pondasi khusus mengenai merger sehingga jelas segala prosedur serta mekanismenya.

Komunita : Bagaimana potensi dari sisi sumber daya manusia yang perlu disiapkan oleh L2 Dikti dalam menyongsong masa pemberlakuan lembaga ini pada awal tahun 2018 ?

Prof. Uman Suherman : Pertama, Kopertis telah menerbitkan direktori kepakaran guru besar sementara di masa depan kami juga akan merencanakan penerbitan direktori kepakaran bagi para dosen. Hal ini diperlukan guna memetakan keahlian dosen pada bidang masing-masing sesuai dengan kompetensi dan keterampilannya. Untuk mempersiapkan rencana tersebut, mulai sekarang kami melibatkan tim kesatuan narasumber pada berbagai momen kegiatan yang dilakukan baik oleh PTN maupun PTS dengan kapasitas & keahlian masing-masing. Tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang dikatakan sebagai tim ahli atau staf ahli adalah para pakar keilmuan tertentu (red: SDM, Keuangan, Pemasaran,dll) dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta terutama yang ada di wilayah jawa barat serta dapat mensinergikan segalanya ke dalam aspek praktis di tingkat masyarakat.

Komunita : Bergantinya nama Kopertis menjadi L2 Dikti tentu memberikan semangat dan harapan besar bagi kelancaran penyelenggaraan pendidikan tinggi. Mohon penjelasan Bapak mengenai harapan & semangat seperti apa ?

Prof. Uman Suherman : Harapan saya sebagaimana yang telah diungkapkan, yakni dengan adanya lembaga L2 Dikti segala pekerjaan tentu akan semakin efektif & efisien serta makin dapat memberdayakan segala potensi sesuai dengan keahlian masing-masing khususnya di wilayah jawa barat dan banten. Harapan berikutnya adalah kita harus berfikir bahwa jawa barat itu bisa maju jika dibangun oleh orang-orang ahli dari jawa barat itu sendiri. Sementara ingatlah bahwa wilayah jawa barat & banten ini merupakan daerah komunitas penduduk terbesar di Indonesia. Sehingga jika jawa barat & banten maju, maka Insya Allah ? Indonesia pun akan maju. Elemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu menjadi kunci utama didalam mewujudkan cita-cita dan kemajuan bangsa disamping elemen lainnya. (Written by Abdul Rozak)

Pendidikan Tinggi itu merupakan Andalan dan Harus Menjadi Sebuah Garansi serta Jaminan Bagi Masyarakat Dalam Meningkatkan Kualitas Suatu Bangsa

INDUSTRI STRATEGIS, Yang dilematis

Industri Strategis

I. Pendahuluan

Bahwa negara Republik Indonesia yang telah mencapai usia 72 tahun, saat ini memasuki masa penting sebagai suatu bangsa di tengah-tengah bangsa lain di dunia. Berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa dan memiliki lebih dari 17.000 pulau, dengan posisi strategis di tengah garis katulistiwa sepanjang kurang lebih seperdelapan lingkaran bumi, terapit dua samudra dan dua benua. Dua pertiga wilayahnya terdiri dari lautan. Dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk membangun kawasan nusantara ini.

Dalam rangka mendukung kepentingan nasional untuk memperkuat ketahanan dan pertahanan negara Indonesia, maka kekuatan yang harus dibangun untuk menjamin terciptanya stabilitas nasional haruslah tumbuh dan dikembangkan sedapat mungkin muncul dari kekuatan sendiri. Oleh karenanya diusahakan sedini mungkin agar tingkat ketergantungan terhadap negara lain dikurangi, bahkan bila perlu ditiadakan. Disamping itu membangun jaringan transportasi dan komunikasi adalah suatu keniscayaan. Dengan demikian akan meningkatkan posisi tawar di kancah pergaulan international.

Wahana yang menjadi pilar dan ujung tombak terobosan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun kekuatan nasional adalah industri strategis yang padat modal, padat inovasi dan bersifat integratif. Salah satu pilar yang dimaksud untuk membangun jembatan udara adalah industri pesawat terbang, serta tol laut adalah industri kapal yang dapat menghubungkan beribu-ribu ?pulau dari Sabang sampai ke Merauke.

Bukan hanya sekedar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi-nya, mengisi pasar dalam negeri dan luar negeri saja, namun lebih luas lagi adalah untuk meningkatkan citra bangsa di tengah-tengah perkembangan iptek dunia. Namun diawali krisis 1997, justru komponen wahana startegis itu di porak porandakan. Seperti munculnya wacana untuk segera menjual BUMN yg dinilai tidak menguntungkan dari sisi nilai ekonomis.

Oleh sebab itu pemahaman yang menyesatkan tentang orientasi pada hanya membeli tanpa bisa menguasai sarana dan prasarana dari hasil IPTEK bangsa lain, hanya akan menciptakan ketergantungan yang semakin jauh. Oleh sebab itu harus di tingkatkan menjadi kemampuan untuk membuat dan selanjutnya menjual hasil produk sendiri, untuk melepaskan ketergantungan terhadap bangsa lain, sehingga akan mendatangkan keuntungan ganda bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia, yaitu diantaranya meningkatkan posisi tawar dan menjadi mandiri atas kekuatan bagi pertahanan dan keamanan sebagai martabat bangsa.

 

II. Apa Industri Strategis

Undang-undang Dasar 1945, pasal 33 menegaskan bahwa : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Mengembangkan industri strategis merupakan satu cara tepat dalam menciptakan cabang cabang produksi penting untuk menopang eksistensi Negara dalam mengolah bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tahun 1970-1998 Prof.DR. Ir. BJ. Habibie secara berani menjalankan dengan sungguh sungguh implementasi amanat undang undang dasar pasal 33 ini, dengan mengimplemantasikan transformasi industri. Usulannya tentang Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara sedang Berkembang diimplementasikan melalui pemilihan jenis industri yang paling tepat untuk Indonesia dan sesuai dengan kenyataan geografis Indonesia. Permasalahan pembangunan bangsa harus dapat diatasi dengan membangun industri strategis yang mampu mengatasi seluruh permasalahan tersebut. Jika Indonesia adalah sebagai Negara kepulauan, maka industri transportasi darat, laut, dan udara adalah strategis untuk mengatasi problem mobilitas penduduk dan barang, karena itulah PT. DI, PT. PAL, dan PT. INKA masuk dalam industri strategis.

Selain itu, luasnya geografis Indonesia membutuhkan jaringan teknologi pemersatu bangsa, sehingga industri telekomunikasi dan elektronika (sekarang IT) juga mutlak sebagai pemersatu dan sarana komunikasi bangsa, oleh karena berdiri PT. LEN dan PT. INTI. Jadi, bidang industri yang dianggap strategis saat itu adalah (a) Industri transportasi laut, udara, dan darat, (b) Industri energi, (c) Industri enjinering/rekayasa dan desain, (d) Industri mesin dan peralatan pertanian, (e) Industri pertahanan dan (f) Industri pekerjaan umum/teknik sipil.

 

III. Modal Dasar

Dalam rangka upaya mensejajarkan diri dengan negara industri lainnya, Indonesia dituntut untuk mengkoordinasikan modal dasar suatu kekuatan industri yang dimilikinya menjadi suatu kekuatan yang saling bersinergi. Salah satu titik kekuatan industri adalah keandalan dalam bidang teknologi. Dimana penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak yang harus diraih, selanjutnya mengembangkan keunggulan teknologinya untuk meningkatkan daya saing. Oleh sebab itu diperlukan suatu institusi yang bertindak sebagai ujung tombak dalam pemanfaatan teknologi tinggi untuk menghasilkan produk-produk bermutu bertaraf international, serta menjadi stimulant bagi berkembangnya industri di berbagai bidang.

Pelopor untuk meraih penguasaan teknologi ini pada posisi strategis berada di garis depan dalam hal teknologi dengan tujuan untuk mencapai kepentingan ekonomis maupun kepentingan strategis, yaitu kemandirian dalam bidang teknologi maupun pertahanan dan keamanan negara.

Institusi yang menjadi agen penguasaan teknologi ini akan berada di garis depan dalam menciptakan produk-produk berdaya saing tinggi, sehingga pada kesempatan berikutnya akan menjadi pendorong bagi industri lainnya (termasuk swasta) untuk berpartisipasi aktif sebagai penunjang. Dengan demikian institusi ini termasuk kelompok industri strategis yang berperan ?dalam rangka merangsang pertumbuhan industri dalam negeri. Kelompok industri strategis ini haruslah mengemban misi penguasaan teknologi dalam rangka transformasi industri, dan memupuk keuntungan secara ekonomis sebagaimana suatu business entity perseroan.

Kelompok industri strategis ini terutama meliputi industri yang terkait dengan kepentingan wilayah kelautan, udara, darat, dan lingkungan hidup. Mengingat added cost yang dibutuhkan cukup tinggi, terutama untuk kepentingan riset dan pengembangan, maka pengelolaannya haruslah berada dalam koordinasi negara. Sehingga diharapkan nantinya dapat menciptakan value added yang setinggi-tingginya bagi negara dan bangsa.

Oleh sebab itu kelompok ini sedapat mungkin harus dibiayai dan dikelola oleh negara, meskipun hasilnya akan ditransfer kepada industri penunjang lainnya mulai dari industri hulu sampai ke industri hilir. Dimana pelaksana untuk mewujudkan hasil temuan dari riset itu bisa saja diserahkan kepada industri swasta nasional yang kapabilitasnya sudah teruji dan mampu menjadi partner.

Konsep pembangunan industri melalui transformasi industri dan proses alih teknologi dengan konsep empat tahapan yaitu ;- Penguasaan teknologi yang telah ada, – Pengintegrasian teknologi yang telah ada untuk menghasilkan produk baru, – Pengembangan teknologi dan penemuan teknologi baru , – Penelitian dasar untuk mengembangkan teknologi baru. Dimaksudkan untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam ekonomi berbasis industri. Dengan demikian pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyerapan teknologi yang tersedia di luar negeri harus dilakukan dengan baik dan cepat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk-produk unggul yang mampu bersaing di pasar international.

Industri strategis bukan hanya industri yang mempunyai arti penting dalam hal keamanan negara, melainkan juga industri yang menjadi tulang punggung pertumbuhan industri nasional. Pilar-pilar wahana industri yang harus ?menjadi penyangga utama adalah ;

  • Industri Kedirgantaraan (terutama industri pesawat terbang) untuk membangun jembatan udara yang dapat mempercepat arus pergerakan kegiatan ekonomi dan lainnya, disamping untuk kepentingan kematraan udara dalam kekuatan militer dan industri lainnya,
  • Industri Perkapalan untuk membangun tol laut,
  • Industri elektronika (telekomunikasi, eletronika perangkat lunak, dll),
  • Industri energi (pemesinan, pembangkit listrik, dll),
  • Industri biotek (petrokimia, dll)

Berbagai pilar yang disebutkan diatas tentunya sebagian besar merupakan industri padat modal yang membutuhkan dukungan modal yang sangat besar dan diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang besar pula. Disamping itu akan menimbulkan multiplay efect yang sangat besar bagi perkembangan industri di Indonesia. Namun sayangnya justru dalam beberapa tahun lalu dihancurkan peranannya oleh tokoh politik yang sangat berorientasi kebaratan, sehingga secara sistemik mereka hendak menjualnya dengan alasan untuk menanggulangi kebangkrutan bangsa. Padahal kita ketahui bersama bahwa pilar ekonomi bangsa ini hancur bukan hanya karena pilar strategis ini yang hancur, tetapi karena para konglomerat dan birokrasi/oknum, dan oknum pemerintah yang sudah berkolusi begitu mesranya sehingga Negara ini menanggung akibatnya.

Aspek kemampuan sumber daya manusia sebagai bagian penting pembangunan bangsa yang sedemikian besarnya tak termanfaatkan dengan baik, dimana tenaga-tenaga terampil dan profesional tak diberi tempat yang memadai dengan keahliannya sehingga banyak diantara mereka memilih pergi ke negara lain untuk pemberdayaan kemampuannya. Disamping itu banyak warga Negara yang menerima bea siswa, baik dari pemerintah maupun institusi lainnya untuk belajar di luar negeri, tidak mendapat perhatian yang cukup hingga mereka memilih survival di negeri orang (bekerja disana), artinya keahlian mereka dimanfaatkan oleh Negara lain. Modal dasar ini perlu dipertimbangkan lagi oleh pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana bagi mereka yang berkemampuan lebih ini sehingga memberi kontribusi bagi Negara, juga tidak menjadi pengangguran terselubung.

Mengapa kita hanya berfikir jangka pendek dengan meninabobokan rakyat miskin dengan memberi ikan, tapi bukan memberi kailnya mengapa pemerintah sibuk akan membagikan kenikmatan sesaat dan menebar penderitaan yang berkepanjangan (lihat BLT BBM, bantuan bencana alam yg dijanjikan namun tak kunjung terrealisasikan) mengapa teganya membuat pembodohan kepada rakyat yang sudah mau belajar dari kehidupan ini dengan bertindak bak sinterklas Mengapa potensi bangsa yang besar didukung oleh berbagai BUMNIS yang dimiliki itu tak dimanfaatkan secara optimal Meskipun disana pula terdapat peluang untuk korupsi bagi siapa saja yang sudah masuk didalamnya.

IV. Dalam Persimpangan

Mari tunjukkan kepada dunia internasional, bahwa bangsa ini sudah cukup mengalami penjajahan selama tiga setengah abad lebih, dan tidak akan membiarkan sejengkal tanahpun untuk diserahkan kepada Negara lain. Meskipun Negara tersebut mengaku sebagai saudara dekat sekalipun. Kesatuan Negara Republik Indonesia tak bisa di tawar menawar melalui diplomasi dengan cara apapun. Sekali merdeka tetap merdeka. Namun permasalahannya adalah kesadaran rakyat Indonesia tentang kancah persaingan antar bangsa (upaya penjajahan) tak sepenuhnya dipahami. Bahkan kini sudah terjadi gejala gerakan sekelompok orang yang mirip dengan pola-pola lama (kelompok orpol terlarang) yang bermanuver menggalang masa dan simpati masyarakat yang tak tahu menahu tentang kiprahnya masa lalu. Kemelut di bidang sosial politik tersebut di atas sangat mempengaruhi upaya percepatan pemulihan kemampuan industri strategis, dimana dukungan modal yang dibutuhkan dari pemerintah tidak akan mudah diperoleh selama para pihak masih berkonsentrasi kepada kepentingan kelompoknya, sementara kepentingan nasional terabaikan.

Saat ini kendali industri strategis dimaksud semakin tak menentu ketika dinakodai oleh orang yang banyak diragukan kemampuannya menangani lembaga yang menaungi sekian banyak industri besar BUMN.

V. Kesimpulan

Bahwa industri kedirgantaraan, perkapalan dan kelautan, elektronika, telnologi energi, bioteknologi, dlsb merupakan salah satu agen dari ujung tombak industri yang mengemban misi alih penguasaan teknologi, dimana persaingan usaha dunia dewasa ini telah bergeser dari perolehan keunggulan komparatif mengarah pada keunggulan kompetitif, sehingga penguasaan teknologi haruslah menjadi titik kekuatan industri untuk dapat bersaing.

Dengan berkembangnya industri dalam kelompok strategis ini, maka akan dapat menjadi stimulan bagi industri-industri penunjang lainnya. Demikian pula halnya bagi industri kedirgantaraan, industri perkapalan & kelautan, dimana penguasaan teknologi menjadi andalannya.

Industri kedirgantaraan dan industri perkapalan & kelautan menjadi ujung tombak pemersatu bangsa melalui penyediaan sarana dan prasarana jembatan udara, tol laut dan keperluan pendukung lainnya.

Oleh sebab itu industri kedirgantaraan dan kelautan merupakan salah satu industri strategis yang menjadi tumpuan dan ujung tombak pembangunan nasional.

Apabila Indonesia mengabaikan sektor ini, maka tak lama lagi negara ini akan menjadi negara terjajah dalam bidang IPTEK, dalam artian akan menjadi pasar dan mungkin saja menjadi tempat penampungan hasil teknologi yang sudah kadaluarsa dari Negara lain, karena negara ini hanya dapat menggunakan/memakai hasil teknologi orang lain bukan dapat membuat apalagi menjual produk sendiri yang dapat meningkatkan posisi tawar bangsa ini dalam kancah pergaulan negara-negara di dunia.

Saat ini tergantung pada pengambil keputusan negara ini, apakah sektor ini akan diabaikan atau diperhatikan dengan berbagai konsekuensi logisnya sebagai suatu negara yang memiliki industri berteknologi tinggi seperti PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT LEN, dlsb. Tentunya bukan hanya turut memikirkan, namun yang lebih jauh lagi adalah ikut terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam memasarkan produk-produknya, mendukung permodalannya, bahkan memberikan pagar pengaman dari ancaman bahaya negara lain yang bermaksud untuk melumpuhkannya melalui kebijakan-kebijakan yang kondusif terhadap pergerakan perusahaan ini ditengah-tengah pasar regional maupun international. (EDDY.B/CP-edit)

ATC Widyatama Pendidikan Yang Mencerahkan

Dilansir dari media cetak Harian Nasional (12-13/8) Kesempatan bekerja bagi kaum difabel sebenarnya sudah diatur dalam penjelasan Pasal 5 dan dinyata-kan tegas dalam Pasal 28 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Pasal 28 berbunyi, Pengusaha harus mempekerjakan sekurang-kurangnya 1 (satu) orang penyandang cacat yang memenuhi persyaratan jabatan dan kualifikasi pekerjaan pada perusahaannya untuk setiap 100 (seratus) orang pekerja pada perusahaannya. Faktanya tidak demikian. Sejumlah pengusaha enggan memberikan pekerjaan kepada mereka dengan berbagai alasan berbeda. Kalau pun ada yang diberi kesempatan bekerja, perlakuan yang diterima kadang tidak manusiawi. Menyadari sering dianggap berbeda, banyak kaum difabel tidak mau berdiam diri. Mereka berusaha menggali potensi dengan membekali diri keterampilan dan kecakapan untuk membuktikan mampu bersaing di dunia kerja.

Banyak kaum difabel tidak mau berdiam diri. Mereka berusaha menggali potensi dengan membekali diri keterampilan dan kecakapan untuk membuktikan mampu bersaing di dunia kerja. Belum banyak lembaga pendidikan mengakomodasi mereka secara optimal. Sebagian besar perguruan tinggi masih membaurkan mahasiswa biasa dengan mahasiswa berkebutuhan khusus itu. Kasus perundungan pun tak terhindarkan. Di tengah salah satu problem pendidikan tinggi itu, Artherapy Center Universitas Widyatama?Bandung, Jawa Barat berusaha menjawab tantangan.

Bagaimana penyelenggaraan pendidikan di sana, kami mencoba melihat dari dekat Fakultas khusus kaum ber kebutuhan khusus itu. Pada kesempatan itu, Art Therapy Center Universitas Widyatama menjadi headline di Media Cetak Harian Nasional.

Berita lengkap dapat diunduh pada link berikut : http://www.widyatama.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/12AGUST2017TH04NO1244.pdf

Metamorfosis Kelembagaan dan Momentum Pembelajaran Kolektif

Dari KOPERTIS ke L2IKTI:

Metamorfosis Kelembagaan dan Momentum Pembelajaran Kolektif

Bachrudin Musthafa, M.A., PhD
Bachrudin Musthafa, M.A., PhD. Profesor UPI dalam Literasi Bahasa & Sastra Inggris

Perubahan adalah keniscayaan, yang terjadi sambung-menyambung. Sekarang-sekarang ini Kemristek Dikti membuat tindakan yang disebut-sebut sebagai metamorfosis kelembagaan. Yakni mengubah KOPERTIS menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti), yang diharapkan mampu menghilangkan dikotomi negatif dalam melayani perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di negeri ini. Niat baik yang menimbulkan banyak harapan.Tengoklah koran-koran daerah dan koran nasional, Anda akan dapati para pejabat bersuara seperti koor: setuju dan siap laksanakan.

Komunita edisi nomor 21 ini mencatat suara yang nyaris seperti koor tersebut dengan beberapa pesan pengingat yang patut dicatat. Dua rektor PTS dan PTN di Bandung mengingatkan bahwa pemerintah harus terus belajar dan mengikuti perkembangan yang kini tengah terjadi di mancanegara; dan kehadiran lembaga baru ini tidak boleh memperpanjang rentang dan lika-liku birokrasi. Semua harus fokus pada niat awal lembaga ini: memastikan derap peningkatan mutu layanan dan mutu kinerja akademik lembaga kita di republik ini.

Demi kejelasan sikap dan respons kolektif terhadap metamorfosis kelembagaan ini, basis awal perlu ditegaskan lagi dalam esei ini. Kehadiran lembaga baru tidak boleh menafikan berbagai upaya positif dan investasi pengembangan kapasitas yang telah dilakukan; tidak boleh membuat modal kolektif kelembagaan menjadi nol kembali. Kemubadziran sumberdaya mahal yang langka harus dihindari sekuat tenaga. Basis kedua yang telah mencuat dalam wacana kehadiran L2Dikti ini berkaitan dengan perlunya dibuatkan visi & misi serta aturan pelaksanaan yang eksplisit dan detil untuk menghindari terjadinya distorsi yang dapat menyeret kita ke langkah mundur yang mubadzir. Harapan yang terang-benderang.

Selain itu, artikel ini ingin mengajak sidang pembaca untuk memberi catatan batin terhadap kenyataan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah selama ini mengalami dinamika panjang yang sejatinya dapat memberikan pijakan yang dapat memberdayakan kita sebagai kolektif. Termasuk tiga hal berikut.

1.Berbasis pada kriteria dan aturan mutu yang telah disepakati secara terbuka, PTN di tanah air telah mengalami tahapan perkembangan yang berbeda-beda: dari yang berstatus negeri-dalam-binaan sampai pada yang berstatus mandiri semisal PTN-BH. Tahapan status perkembangan ini telah lama terjadi dan telah berurat-berakar dalam tatakelola dan elan-kerja yang unik dan memiliki dinamikanya sendiri. L2Dikti tidak boleh menyamakan PTN dan PTS begitu saja hanya demi kepentingan penyamaan belaka.

Prinsipnya, pengelolaan sumberdaya dan dukungan pengembangan harus dibuat dan dikembangkan atas dasar keadilan. Adil berarti proporsional.

2.Dengan alasan dan logika dinamika yang serupa (meski mungkin tak sepenuhnya sama), PTS juga telah melalui proses perkembangan dan hasil capaiannya sendiri. Proses dan hasil dinamika ini harus dihargai dan jangan dilompati.

Prinsipnya, perbaikan mekanisme pengembangan sumberdaya dan kultur akdemik PTS harus dilakukan dengan mengakui konteks sosiokultural yang selama ini membesarkannya. Dengan satu pegangan: perbaiki kekurangan yang ada dari tahap ke tahap dengan cara kerja dan pemberian dukungan yang lebih baik.

3.Pola pembinaan dan pengembangan sumberdaya dan kelembagaan pendukung yang telah terbukti baik di lingkungan PTN perlu dipelajari dan disadap semangatnya untuk dicobaterapkan di lingkungan PTS. Bila memungkinkan, hal serupa yang baik-baik dari pengalaman PTS yang unggul dipelajari untuk dipertimbangkan pemanfaatannya dalam memperbaiki PTN. Dengan cara seperti ini, pola pembinaan dan pengembangan mutu dapat dijadikan sumber pengalaman dan pengetahuan berharga bagi semua.

Prinsipnya, perbaikan mutu harus dilakukan setahap demi setahap secara sinambung sehingga semakin banyak pengalaman dan pengetahuan diperoleh semakin tinggi dan mulia elan kerja dan mutu kinerja lembaga kita. Perguruan Tinggi kita (PTS dan PTN) secara kolektif merupakan agen paling pantas untuk mengujungtombaki perkembangan Indonesia sebagai entitas pembelajaran (learning organism/atau learning organization).

Untuk melengkapi khazanah pemikiran kita yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu, dan untuk memastikan kinerja kita yang lebih baik dalam menyikapi dan mengendalikan perubahan yang terus terjadi, berikut disajikan petikan pelajaran (lessons learned) dari para pakar mancanegara (lihat, misalnya, Michael Fullan, 1982:250-256).

Pertama, pahami dan bedakan antara ketaatan dan kemampuan. Para pejabat sering dengan sigap menyatakan setuju dan siap mendukung terhadap inisiatif yang diajukan pemerintah pusat. Pernyataan semacam ini mungkin dapat secara sepintas dipandang sebagai pertanda awal ketaatan terhadap ajakan pimpinan lembaga untuk berbuat sesuatu kebajikan dan/atau kebijakan yang baik. Namun, jelaslah tidak tepat untuk memaknainya sebagai pernyataan kemampuan untuk merealisasikan program. Pastikan kita percayakan pelaksanaan program kepada yang mampu melaksanakannya dan bukan kepada yang hanya sekadar menyambut ajakan berpestapora.

Kedua, pastikan adanya kejelasan relasi antarunit dan ekspektasi ekspilisit tentang capaian kinerja setiap unit kerja yang ada. Dalam lembaga baru yang dibuat dengan gambaran visi-misi dan tatakelola dan prosedur kerja yang remang-remang dan belum teruji dalam praktik telah banyak contoh kekisruhan kinerja terjadi dalam bentuk tumpang-tindih tugas (baca duplikasi tugas) dan garis komando yang implisit. Keadaan semacam ini tak boleh lagi terjadi pada tataran kelembagaan semisal L2Dikti yang notabene membawahi banyak kaum terdidik. Tentukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dengan eksplisit dan gariskan dengan jelas alur komando dan pertanggungjawaban kinerja antarunit. Kerapihan alur tugas dan kerampingan birokrasi merupakan fungsi kinerja manajemen modern yang kita inginkan bersama.

Ketiga, kerahkan sumberdaya yang cukup untuk mendukung pengembangan program dan bantuan teknis. Sebagai entitas organisme pembelajaran (learning organism) L2Dikti harus sudah belajar (memampukan diri) untuk mengembangkan program-program progresif dan mendukung pelaksanaannya dengan sistem pendanaan yang mantap. Cari dan dapatkan bantuan teknis yang diperlukan dan berlakukan sistem rekrutmen dan penganggaran tenaga bantuan teknis secara transparan sehingga pengalaman ini kelak dapat dijadikan bahan pembelajaran kolektif yang memberdayakan bagi ummat.

Prinsipnya, secara progresif kinerja lembaga harus semakin efektif-efisien dari waktu ke waktu, dan pengalaman hari ini memampukan peningkatan kinerja untuk masa berikutnya.

Ke empat, siapkan dan kompakkan satuan kerja handal untuk pelaksanaan program-program utama kelembagaan. Seperti diindikasikan dengan jelas dalam berbagai bagian Komunita edisi 21 ini, beban tanggungjawab L2Dikti semakin besar dan rentang pengelolaan dan pengendaliannya semakin luas. Banyak harapan publik yang harus dipenuhi stakeholdfers pendidikan tinggi. Hal ini harus dipandang sebagai amanah ladang-amal baru yang harus disambut dengan sikap waspada dan hati-hati (dan tidak boleh dipandang sebagai peluang memperoleh kue pembangunan besar untuk pesta-raya yang bersifat hura-hura). Rapatkan barisan dan rapihkan shaf untuk bahu-membahu melayani keperluan ummat pendidikan tinggi yang lebih cerdik, mulia, dan berjaya. Untuk memastikan sukses kinerja dalam lembaga (dengan nama) baru ini, jangan ragu menginvestasikan energi untuk membangun kapasitas kinerja (capacity building), tetapi lakukan dengan akuntabilitas substantif yang berwawasan ukhrowi dan tidak tergoda dengan permainan pertanggungjawaban formal yang aspal (baca: fiktif dan manipulatif).

Ke lima, perlunya rencana kegiatan dan aktivitas pengembangan yang dibuat eksplisit dan jangka panjang dan dikawal dengan sistem akuntabilitas substantif yang steril dari noda. Ini pesan dan prinsip pamungkas yang harus disikapi sebagai harga mati. Jangan mencoba menawar-nawar. Rencanakan dengan rapih program kerja kelembagaan dengan detil tanggungjawab yang dieksplisitikan untuk setiap unit dan relasi peran antarunit. Ikuti pelaksanaan kegiatan dan aktivitas sinambung pengembangan kinerja berazaskan akuntabilitas substantif berwawasan ukhrawi yang mampu menepis godaan yang menyimpangkan praktik dari rel visi-misi kelembagaan yang dijanjikan. Pejabat relijius zaman now harus berani lurus menapaki janji suci yang diikrarkannya sendiri dihadapan Tuhannya yang mahatahu dan mahamembalas tindakan sekecil apapun. Rumuskan janji suci dan beristiqomahlah dalam jalur amalan shalih ini.

Demikianlah artikel ini diakhiri dengan harapan bahwa metamorfosis kelembagaan KOPERTIS menjadi L2DIKTI ini akan membawa seluruh stakeholders pendidikan di Indonesia ke ruang lapang kebajikan yang diberkatiNya. Semoga demikian adanya.