Home Blog Page 28

Widyatama MoU Dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia

Widyatama MoU Dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia

Universitas Widyatama dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jabar melakukan penantanganan nota kesepahaman/MoU. Prof. H. Obsatar Sinaga mengatakan bahwa hal itu merupakan salah satu langkah awal untuk menyokong pendirian jurusan komunikasi di kampusnya. Rencananya kami akan mendirikan jurusan komunikasi. Insya Alloh tahun depan sudah ke luar. Sekarang sudah di upload di Kementrian Pendidikan Nasional, terang Prof Obsatar, Rektor Widyatama, Kamis (28/11/2019) usai kegiatan yang berlangsung di ruang seminar lantai VI, Kampus Widyatama Bandung.

Ia pun memaparkan bahwa di kampusnya sudah ada Fakultas Desain Komunikasi Visual yang beririsan langsung dengan kerja-kerja jurnalis, di antaranya mengenai desain layout dan lainnya. Jika itu terjadi kerjasama akan digeser mengarah pada upaya menjadi media bagi mahasiswa Widyatama dalam praktek-praktek jurnalistik, tegasnya.

Universitas Widyatama pun menawarkan kepada anggota IJTI dan insan pers, yang akan melanjutkan kuliah jenjang S-2 dan S-3. Bagi yang belum melanjutkan S-2 dan S-3 (tahun depan sudah ada/2020), bisa melanjutkan di kami.

Dalam waktu dekat usai melakukan MoU, Universitas Widyatama dan IJTI Jabar menggelar diskusi publik/seminar. Rencananya menghadirkan tokoh-tokoh yang kompeten dalam bidang radikalisme dan terorisme, digelar di Gedung Serbaguna Widyatama Jalan Cikutra No 204 A. Mengundang seluruh insan pers, ratusan mahasiswa serta dosen.

Perlu diketahui Universitas Widyatama sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan IJTI. Dengan diadakannya MoU, menjadikan langkah-langkah ke depan terpayungi dengan payung hukum yang tepat untuk kedua belah pihak. byhumas&komunita, 28Nov2019

Tingkatkan Kualitas, STIKES Aisyiyah Lakukan MoU Dengan Widyatama

Tingkatkan Kualitas, STIKES Aisyiyah Lakukan MoU Dengan Widyatama

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aisyiyah Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas termasuk ranking perguruan tingginya di tanah air. Salah satu caranya melalui strategi pengembangan dan publikasi karya ilmiah para dosennya.

Untuk mencapai hal tesebut, STIKES Aisyiyah melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Widyatama, pada Kamis 5 Desember 2019 di Kampus Widyatama.

Isi MoU di antaranya mengenai publikasi jurnal internasional. Tia Setiawati, Ketua STIKES Aisyiyah, usai kegiatan kepada majalahsora.com mengatakan, bahwa pihaknya melakukan MoU tersebut berdasarkan arahan dari LLDIKTI Wilayah IV.

Menurutnya Universitas Widyatama yang kini dipimpin oleh Prof. Obsatar Sinaga, merupakan salah satu kampus yang ditunjuk untuk melakukan pembinaan publikasi jurnal internasional. Kami memiliki sekitar 40 dosen. Minimal 50 persennya menindaklanjuti MoU ini, kata Tia. Di samping itu Tia mengaku sampai saat ini ada sekitar 50 artikel karya dosennya yang belum mereka publikasikan sama sekali. Makanya dengan MoU ini, minimal ada 40 artikel bisa terpublikasikan di semester ini (akhir Desember 2019). Dengan bimbingan dan supervisi dari Rektor Universitas Widyatama.

Perlu diketahui Universitas Widyatama merupakan perguruan tinggi pertama swasta yang ditunjuk Kemenristekdikti/Kemendikbuddikti, menggelar kegiatan pelatihan sistem aplikasi Risbang bagi 486 perguruan tinggi negeri swasta di wilayah Jabar Banten. Biasanya kegiatan itu dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri dan pihak swasta tidak pernah dilirik. Pada tahap awal ada 80 dosen dari 80 perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan sistem aplikasi Risbang di Hotel Horison selama dua hari (28-29 Oktober 2019) lalu. Pematerinya dari Kemristekdikti/Kemdikbudikti.

Materi yang diberikan pada saat pelatihan mengenai sosialisasi prioritas riset nasional, kesiapterapan teknologi, pelatihan aplikasi garba rujuan digital (Garuda), pelatihan aplikasi akreditasi jurnal (Arjuna), pelatihan sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Simlitabmas). Di samping itu ada juga pelatihan mengenai pelatihan repositori tugas akhir mahasiswa (Rama), pengenalan aplikasi anjungan integritas akademik Indonesia (Anjani), pelatihan aplikasi science and technology index (Sinta) dan lainnya, sehingga para peserta paham cara menggunakan aplikasi dan meng-upload jurnalnya.

Oleh karena itu, menurut Tia pada saat Prof Obsatar, Rektor Widyatama memberikan penjelasan-penjelasan, akhirnya tertarik melakukan MoU. Pihak Widyatama akan melakukan pembinaan penelitian dan publikasi kepada para dosen STIKES Aisyiyah.

Strategi lainnya untuk mengembangkan kualitas STIKES Aisyiyah yaitu melakukan peningkatan SDM. Tidak hanya membina dari kemampuan dosennya tetapi juga meningkatkan jenjang karirnya. Selain tentang SDM, terutama dalam publikasi kami diberi ilmu baru atau pencerahan terkait bagaimana memotivasi dosen untuk melakukan publikasi, kata Tia.

Ini lebih smart strateginya dibandingkan pola-pola terdahulu. Mempercepat publikasi jurnal internasional. Ada yang satu tahun jurnalnya belum dipublikasikan, imbuhnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa selama ini pihaknya memakai cara normatif, dalam pengajuan-pengajuan publikasinya akhirnya lama untuk terbit. Tadi setelah diberikan pencerahan dari Prof. Obsatar ternyata begitu mudahnya untuk publikasi jurnal internasional, kata Tia. Ia pun berharap ke depan 100 persen dosennya dapat mempublikasikan jurnal internasionalnya.

Di samping pembinaan pihaknya juga ingin ada peningkatan kualitas dari institusi STIKES Aisyiyah, di mana pada tahun 2021 mereka akan diakreditasi.

Sementara itu Prof Obsatar mengatakan bahwa dirinya diminta untuk melakukan supervisi oleh pihak STIKES Aisyiyah, di antaranya untuk merubah sekolah tinggi menjadi universitas.

STIKES Aisyiyah juga mengajukan bantuan kepada kami terutama dalam urusan akreditasi dalam hal jurnal penelitian, serta kenaikan jabatan fungsional, kata Prof Obsatar, di ruang kerjanya. Semua proses itu kami bantu untuk mencapai ke arah sana.

Dari pengakuannya STIKES Aisyiyah menjadi perguruan tinggi ke-9 yang disupervisi oleh Widyatama. Berikutnya Universitas Widyatama akan melakukan hal yang sama kepada Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, pada tanggal 10 Desember 2019.

Kembali dengan MoU, STIKES Aisyiyah ingin melakukan lonjakan seperti Widyatama. Di mana Widyatama sebelumnya berada diperingkat 225, sekarang ada diperingkat ke 95 (top 100 perguruan tinggi di Indonesia). STIKES Aisyiyah rankingnya kini ada di 500 an. Kalau mereka mau kami bisa supervisi untuk meningkatkan rankingnya.

Kami bersyukur, Widyatama dipercaya oleh seluruh perguruan tinggi di wilayah IV (Jabar Banten) sekitar 486-an perguruan tinggi untuk melakukan supervisi, imbuhnya. Byhumas&komunita, 09Des2019

MoA PT. Pindad antara Widyatama dan Unpad Untuk Program Magang Bersertifikat

MoU sekaligus MoA antara PT. Pindad dengan Universitas Widyatama dan Unpad ditandatangani di PT. Pindad, Kamis (18/12/2019) lalu di Gedung Direksi Pindad, Lantai 2, dalam kegiatan magang pendampingan bersertifikat bagi mahasiswa kedua kampus tersebut di BUMN strategis alutsista.

Terkait kerjasama Direktur Keuangan & Administrasi PT. Pindad, Wildan Arief, S.E., Ak, MBA, CPMA. Mengatakan, bahwa ada hal yang berbeda yang akan didapat oleh para mahasiswa yang ikut magang di BUMN yang berlokasi di Jalan Terusan Gatot Subroto No. 517, Sukapura, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung.

Karena kultur kami berbeda dengan BUMN yang lain. PT. Pindad dahulu di bawah naungan TNI AD, jadi ada penerapan disiplin khas TNI yang kami pertahankan. Dari sisi cara bisnisnya pun berbeda pendekatannya karena menjual alat pertahanan, kata Arief.

Ia menjelaskan bahwa program magang bersertifikat ini bagian dari program Kemendikbud. Kami sendiri sudah memiliki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, Widyatama dan Unpad melakukannya hari ini. Dengan adanya program magang bersertifikat ke depan dunia industri akan mendapat support dari mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja, katanya. Hal ini merupakan program perbaikan dari sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Tentu dari hard skill mahasiswa Widyatama dan Unpad sudah memiliki kualitas yang sangat baik di kampusnya. Apalagi kalau melihat dari lulusan Widyatama dan Unpad merupakan perguruan tinggi terkemuka, kata Arief.

Mereka selama magang di sini?akan meningkatkan soft skillnya, karena mereka akan terlibat langsung?berkomunikasi dengan staf yang ada. Bisa mempelajari mengenai komunikasi yang efektif, bagaimana cara mengetahui dan mengikuti gaya bekerja dan hal lainnya di PT. Pindad, pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arry Bainus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembekalan kepada mahasiswanya, di mana di setiap semester mereka akan diberikan sertifikat pendampingan (soft skill) seperti penguasaan bahasa asing, teknologi informasi, dan lainnya sesuai fakultas serta prodinya. Dirinya sependapat bahwa saat ini mahasiswa dituntut memiliki soft skill yang unggul, ketimbang hanya baik pada sisi nilai akademik (IPK) saja. Ia pun menambahkan bahwa mahasiswa juga harus pandai berkomunikasi.

Dr. Arry Bainus menyatakan, bahwa ke depan Unpad siap-siap disusul oleh Universitas Widyatama Kota Bandung. Tahun 2020 kami selaku PTN dituntut oleh Mendikbud masuk ranking 500 besar dunia perguruan tinggi unggul. Namun saat ini Universitas Widyatama pun hampir menyusul Unpad, kami berada ranking 8, Univesitas Widyatama menduduki ranking 12 (raking Dikti, Unirank), kata Arry Bainus. Menurutnya Widyatama saat ini maju pesat, melakukan terobosan-terobosan luar biasa dalam hal penerapan sistem akademik serta meningkatkan kualitasnya.

Pada kesempatan yang sama Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama sangat tersanjung terhadap pujian yang dilontarkan Warek Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus Kakak angkatannya di Unpad. Ia mengatakan bahwa kampusnya terus melakukan terobosan agar mahasiswanya lebih menguasai soft skill ketimbang hanya nilai akademik, terlebih untuk menghadapi persaingan global dalam dunia industri dan usaha.

Perlu diketahui Widyatama meningkatkan soft skill para mahasiswanya, karena di setiap semester mahasiswa Widyatama akan menerima sertifikat (keahlian) pendampingan. Di samping itu Widyatama pun akan menerapkan patokan kelulusan mahasiswanya dengan menerbitkan hasil penelitian mereka pada jurnal internasional. Jadi tidak hanya skripsi. Saya sangat berterima kasih kepada PT. Pindad yang telah memberi kesempatan melakukan MoA dengan kami (Widyatama), khususnya pada program pemagangan bersertifikat. Semoga mahasiswa kami semakin terasah soft skill dan pengalamannya, kata Prof. H. Obi sapaan akrabnya. Lebih lanjut Prof. H. Obi menjelaskan bahwa kampusnya belum lama ini melakukan kerjasama strategis dengan Air Asia, salah satu maskapai penerbangan ternama di Dunia, sebagai upaya membuka Prodi Perawatan Pesawat Udara.

Sementara itu Oliver Hasan Padmanegara, S.E., M.Sc., Kepala Biro Kerja Sama Universitas Widyatama, mengatakan bahwa MoA dengan PT. Pindad merupakan kolaborasi yang penting. khususnya pemagangan bagi mahasiswa Widyatama. Selain dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi, harapan kami adalah dapat menghilangkan expectation gap antara employer dan calon tenaga kerja yang tersedia di bursa tenaga kerja saat ini, kata nya. byhumas&komunita, 19Des2019

UMKM Perlu Terapkan Hak Merek pada Franchising

Civitas akademika Universitas Widyatama Bandung melaksanakan pengabdian masyarakat (PKM) dengan melakukan riset dan melatih UMKM tentang hak merek pada franchising di era digital marketing. Civitas Widyatama merasa perlu pemanfaatan economical right melalui perjanjian waralaba (franchising) de ngan dilakukan pencatatan, sehingga pengusaha mendapatkan optimalisasi nilai ekonomis secara cepat dan fair. Riset dan pelatihan ini dilakukan oleh Tim Klaster PKM yang terdiri dari para dosen Magister Manajemen Widyatama.

Ketua Tim Klaster PKM Widyatama, Dr. Nina Nurani, mengatakan sebagai pengusaha, meski masih UMKM, pengusaha perlu memperhatikan perlindungan hukum untuk produk karya kreatif agar menjamin kepastian hak, baik moral right maupun economical right, melalui pendaftaran hak merek. Sejauh ini, UMKM masih sangat minim melakukan hal tersebut. Melalui kegiatan ini disampaikan materi implementasi hak kekayaan intelektual, terutama terkait dengan merek serta franchising dalam upaya pengembangan bisnis UMKM di era Digital Marketing, katanya, Senin (30/12).

Menurutnya, program PKM ini diharapkan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pegiat UMKM mitra binaan Universitas Widyatama dalam menghadapi dan mengatasi tantangan bisnisnya di era global dan digital.

Sebagaimana diketahui, program PKM perlindungan Hak Merek atas produk kreatif ini diikuti oleh 26 pegiat UMKM dari Kota Bandung. Peserta dilatih tatacara pendaftaran hak merk dan pencatatan waralaba.

Selain Nina Nurani, pemateri lain yaitu Mohd. Haizam bin Mohd Saudi, Suharno, Nurul Hermina, Keni Kaniawati, Yenny Maya Dora, Alfiana, Deden Novan Setiawan, Farida Nursjanti, Tanti Irawati, dan Yusep Budiansyah.

Selanjutnya, Keni Kaniawati dalam pemaparan materinya tentang Pengembangan Bisnis mengatakan bahwa pengembangan UMKM di Indonesia khususnya di Jawa Barat membutuhkan ekosistem yang kondusif untuk tumbuh secara berkualitas. Untuk itu diperlukan berbagai unsur yang mendukung pengembangan bisnis pada usaha UMKM dari hulu ke hilir seperti produk, promosi dan pembiayaan, kata Keni.

Paparan berikutnya mengenai Digital Marketing oleh Yenny Maya Dora serta Tim Womenwill Gapura Digital Bandung menyatakan bahwa langkah solutif mengembangkan usaha sebagai bahan promosi yang cepat, murah dan praktis adalah menerapkan digitalisasi marketing.

Dengan adanya PKM melalui kegiatan pelatihan tersebut diharapkan usaha Tini Gustini sebagai pegiat UMKM Serundeng Kalapa Indung serta pegiat UMKM lainnya di Kota Bandung mampu menjalankan usahanya dengan melakukan divesifikasi usaha melalui franchising dengan melakukan pencatatan dan pendaftaran Hak merek.

Sebagai kegiatan yang berkesinambungan, Tim Klaster PKM akan menindaklanjuti kegiatan ini berupa pendampingan secara berkelanjutan kepada pegiat UMKM lainya sebagai mitra binaan UMKM Universitas Widyatama. Kami berharap, usaha UMKM binaan Widyatama bisa go global. Kami pantau seluruh progresnya. Dan kami yakin beberapa dari binaan kami segera mewujudkan hal itu, katanya.

Anggota kluster lain, Alfiana mengatakan Program PKM merupakan dharma ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, idealnya terinternalisasi ke dalam jiwa seluruh civitas akademika. Sehingga terminologi tersebut bukan hanya slogan atau jargon, namun terimplementasi dengan baik secara berkelanjutan dan terus hingga menjadi budaya civitas akademika, katanya. Dengan demikian, tuturnya, dosen sebagai salah satu civitas akademika, tidak hanya melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian namun juga melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. byhumas&komunita, 31Des2019

Untuk Jurnal Internasional USB YPKP Gandeng Widyatama

Untuk Jurnal Internasional USB YPKP Gandeng Widyatama

Dalam upaya memudahkan terbitnya jurnal internasional para dosen, Universitas Sangga Buana (USB) YPKP menandatangani nota kesepahaman/MoU dengan Universitas Widyatama. Khususnya melalui bimbingan dari Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama merangkap Guru Besar Universitas Padjadjaran.

Dengan MoU ini ke depan akan lebih cepat jurnal internasional dosen kami yang terbit. Karena kalau secara normatif bisa memakan waktu satu tahun, kata Dr. H. Asep Effendi, Rektor USB YPKP, usai melakukan MoU dengan Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama, Senin (9/12/2019) di Kampus USB YPKP Bandung.

Lebih lanjut ia mengatakan kerjasama ini merupakan akar dari aplikasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Rektor USB YPKP pun mengakui, bahwa majunya suatu kampus salah satunya dilihat dari banyaknya jurnal internasional yang diterbitkan oleh para dosennya. Kami akan membangun kebiasaan menulis melalui Lembaga Penulisan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) juga terbiasa melakukan riset dan menulis, terangnya. Dengan kerjasama ini dalam dua pekan jurnal internasional yang ditulis oleh dosen USB YPKP bisa diterbitkan, salah satunya terindex Scopus.

Dr. H. Asep pun memuji Widyatama yang kini berada di ranking 100 besar (ranking 95) perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Mereka sudah melakukan banyak kerjasama tingkat internasional. Secara internasional terakreditasi, maka kami wajib untuk belajar kepada mereka, katanya.

Di samping itu, USB YPKP dan Widyatama pun melakukan MoU pada bidang kemahasiswaan, marketing, lulusan dan lainnya.

Diharapkan dengan sinergitas antara USB YPKP yang memiliki tagline Kampus Entrepreneur bisa melakukan percepatan dalam meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu Prof. H. Obsatar mengatakan bahwa pihaknya di tahun 2020 memiliki kuota 5000 jurnal internasional untuk diterbitkan. Kami memiliki kuota 5000 jurnal internasional dan akan kami sebar ke kampus yang ada di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, Jabar dan Banten, untuk bekerjasama menerbitkannya, tegasnya. Terkait MoU dengan USB YPKP pihaknya ingin bersinergi agar bisa maju secara bersama-sama menggapai asa.

Kami sudah banyak melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kami merasa bersalah kalau tidak melakukan kerjasama dengan tetangga kami yang secara jarak sangat dekat. Untuk beriringan meraih ke arah kemajuan yang lebih baik, kata Rektor yang meraih juara kedua dunia artikel Pecipta di Malaysia. Prof. H. Obsatar siap membantu agar jurnal dosen USB YPKP bisa terbit. Rencananya ada 6 dosen tetap USB didorong menerbitkan jurnal internasional, dan tahun 2021 bisa menjadi Guru Besar. byhumas&komunita, 10Des2019

Widyatama Antisipasi Pandemi COVID-19

Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.Ip., M.Si. Rektor Universitas Widyatama dalam siaran pers menjelaskan kampusnya telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area kampus sebagai?tindakan pencegahan penyebaran virus COVID-19. Penyemprotan tersebut dilakukan selama dua hari (25-26 Maret 2020) baik di dalam maupun di luar gedung. Termasuk?penyemprotan terhadap fasilitas umum seperti tempat ibadah, yang biasa dipergunakan warga kampus, juga dimanfaatkan warga sekitar kampus.

Sebelumnya Universitas Widyatama juga telah melakukan pencegahan dalam rangka mengantisipasi?penyebaran virus COVID-19 di lingkungan kampus dengan memasang hand sanitizer di beberapa titik area kampus.

Antisipasi lainnya membentuk tim satgas COVID-19 di lingkungan kampus. Tim tersebut melakukan sosialisasi pencegahan COVID-19 bagi seluruh civitas akademika Universitas Widyatama, di antaranya melalui media informasi di kampus, seperti spanduk, banner, poster, email, serta menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan menghadapi pandemic COVID-19 di lingkungan Universitas Widyatama.

Himbauan tersebut berlaku bagi seluruh civitas akademika Universitas Widyatama, agar mengurangi aktivitas dan kegiatan di lingkungan kampus maupun kegiatan yang diikuti di luar kampus serta kegiatan yang mengundang keramaian.

Perkuliahan tatap muka dan ujian serta sidang tugas akhir dilakukan secara online (e-learning), terhitung mulai tanggal 16 Maret 2020. Menunda kegiatan wisuda yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1 April 2020. Menunda kegiatan 2nd International Conference of Business, Policy and Social Sciences (ICBPS) yang rencananya akan diselenggarakan di Hotel Papandayan Bandung, tanggal 15-16 April 2020.

Kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan pihak internal maupun eksternal, seperti rapat koordinasi dan sejenisnya dilakukan dengan menggunakan media teleconference. Layanan administrasi baik yang berkaitan dengan program Penerimaan Mahasiswa Baru maupun layanan terhadap mahasiswa lama, tetap berjalan dan dilakukan secara online (daring).

Rektor juga menghimbau seluruh civitas akademika agar selalu menjaga kesehatan, dan melakukan self distancing serta tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak dalam rangka menjaga tidak meluasnya penyebaran pandemi COVID-19. by?pti&komunita, 28Mar2020

WICAN Widyatama Ajang Inovasi Eksebisi Mahasiswa Tingkat Internasional

WICAN Widyatama Ajang Inovasi Eksebisi Mahasiswa Tingkat Internasional

Widyatama bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten menggelar kegiatan WICAN atau Widyatama Internasional Akademic Competition and Exhibition dihelat dari tanggal 10-12 Desember 2019, di kampus Widyatama.

WICAN merupakan ajang inovasi sekaligus eksebisi bagi para mahasiswa, khususnya perguruan tinggi di LLDIKTI wilayah IV Jabar dan Banten, ditambah dari?DKI Jakarta dan lainnya.

Ajang ini dibuka oleh Prof. H. Uman Suherman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, melombakan berbagai kompetisi seperti design exhibition, news anchor contest, English speech contest, smart movie contest, story telling contest, start up proposal contest, industrial engineering essay contest, transportation engineering contest, water resource research contest, accounting paper challenge, English essay writing competition, management smart competition, business plan competition, Cadcam competition, programming contest, marketing plan competition, instrumentation and control contest dan IT exhibition. Diikuti oleh 180 an peserta dari sekitar 50 perguruan tinggi yang ada di Jabar dan Banten, termasuk DKI Jakarta.

Prof. H. Uman Suherman mengatakan sangat bangga dengan kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Widyatama bekerjasama dengan LLDIKTI Wilayah IV, karena dapat menjadi ajang untuk berkompetisi bagi mahasiswa dalam berinovasi dan kreasi.

Saya bangga mahasiswa bisa menjawab tantangan?zaman yang ada di masyarakat. Ini sebuah solusi, semuanya untuk menghadapi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, itu yang pertama. Kedua,? saya bangga dengan pameran ini karena bagaimanapun kalau kemampuan kita tidak dilihat orang, maka kita tidak mendapat penghargaan. Maksudnya karya kita dilihat itu merupakan?bentuk aktualisasi diri, apabila kita berkiprah di tengah masyarakat, kata Prof Uman.

Lebih lanjut menurutnya target ke depan bukan hanya menyangkut inovasi, tetapi menyangkut inkubator-inkubator itu akan membuat interface, terutama dalam pembiayaan kampus. Sehingga mahasiswa tidak lagi menjadi yang dominan tapi hanya bagian kecil yang berkontribusi untuk kampus.

Sedangkan operasional dibangun dengan pembiayaan yang dihasilkan dari inkubator-inkubator. Ia pun mengatakan bahwa kampus yang berada di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IV sudah banyak yang bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI), di samping itu melakukan MoU dengan Kadin Jabar Banten.

Kegiatan tersebut pun merupakan kerjasama pertama Widyatama dan LLDIKTI Wilayah IV dalam mengadakan lomba.

Sementara itu Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Universitas Widyatama mengatakan dengan kegiatan WICAN, diharapkan dapat menjadi jembatan dalam pemeringkatan kampus dari sisi inovasi. Kami berharap teman-teman perguruan tinggi? yang mendapat kesulitan tentang pemeringkatan dari sisi inovasi, dapat terpecahkan dengan mengikuti kegiatan ini, kata Prof. H. Obsatar, Selasa (10/12/2019), usai pembukaan.

Bagi Universitas Widyatama ajang? ini menjadi pengalaman pertama, membuka acara sebagai kegiatan inovasi dan eksebisi. Kami tidak ingin maju sendiri tapi maju bareng-bareng, sambungnya. Pesertanya selain dari Indonesia juga datang dari Malaysia, termasuk jurinya yang merupakan juri internasional. Targetnya insya Alloh diadakan setiap tahun. Ke depan pesertanya akan banyak kampus dari mancanegara, tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Mohd. Haizam Bin Mohd. Saudi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Universitas Widyatama menambahkan, bahwa pemenang ajang eksebisi akan dipilih yang kreatif dan inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan rencanya akan diikut sertakan pada lomba tingkat internasional di Jeneva Swiss, tahun 2020.

Kami sudah menyiapkan juri tingkat internasional. Supaya yang menang bisa diperbaiki agar bisa bersaing di ajang internasional, Prof. Haizam. Salah satu produk yang bermanfaat pada ajang WICAN ini yaitu alat yang bisa mendeteksi/mengukur gempa dari waktu ke waktu, katanya.

Selain ada produk, juga ada peserta memasukkan proposal bisnis plan, juga ada yang memasukkan sistem informasi dimana sistem organisasi ini berkaitan erat dengan produk aplikasi, aplikasinya bermacam-macam bisa manfaatkan oleh masyarakat untuk digunakan pada sebuah perusahaan. Ke depan produk inovasi ini akan dikembangkan di masa yang akan datang. byhumas&komunita, 12Des2019

Dua Perguruan Tinggi Ternama Malaysia Melakukan MoA dengan Widyatama

Dua Perguruan Tinggi Ternama Malaysia Melakukan MoA dengan Widyatama

Universitas Widyatama Kota Bandung kembali dipercaya menjalin kerjasama dan melakukan perjanjian internasional, dengan dua perguruan tinggi ternama di Negeri Jiran Malaysia. MoA (Memorandum Of Action) mengenai penelitian bersama dalam inovasi produk dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan Universiti Teknologi Mara. Kedua universitas tersebut memang dikenal kawakan dalam bidang inovasi produk.

MoA dilaksanakan Kamis (12/12/2019) di ruang rapat Rektorat Universitas Widyatama, Jalan Cikutra No 204-A, Kota Bandung. MoA ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani sebelumnya mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Universiti Sains Islam Malaysia dan Universiti Teknologi Mara akan melakukan kerjasama dalam penulisan jurnal internasional dengan Widyatama. Kedua kampus tersebut mengetahui kapasitas Rektor Universitas Widyatama, Prof. H. Obsatar Sinaga memiliki garansi personal dalam menerbitkan jurnal internasional di Eropa dan Amerika Serikat.

Kami memiliki 5000 slot untuk menerbitkan jurnal internasional. Nanti dalam Mbox Malaysia Universitas Widyatama akan dicantumkan juga, kata Prof. H. Obsatar Sinaga, Kamis (12/12/2019) siang. Rektor Widyatama ini berambisi membawa kampusnya masuk QS Ranking di tahun 2020.

Masih terkait kerjasama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan Universiti Teknologi Mara, pada tahun 2020 Widyatama dan kedua kampus itu akan melakukan pertukaran mahasiswa. byhumas&komunita, 13Des2019

Riset Perguruan Tinggi harus menyentuh Hilirisasi

Disparitas Perguruan Tinggi Swasta/PTS dan PTN sebuah fakta yang tidak bisa dibantah, bahkan antara PTS pun demikian. Kendati demikian upaya untuk? menjaga dan meningkatkan mutu keduanya tidak boleh berhenti.? Diantara keduanya jelas mempunyai peran yang sama, melaksanakan Tri Dharma PT – yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Alih-alih menjalankan ketiganya, saat ini umumnya PT masih berkutat di dharma pertama. Capaian riset/penelitian dan inovasi masih harus dipicu dan dipacu. Padahal PT adalah lembaga pendidikan yang berbasis riset, yang dalam diriya adalah aktor pengembangan riset dan inovasi.

Riset dan inovasi sejak dulu seharusnya sudah inherent dalam aktivitas PT – baik negeri maupun swasta. Apalagi kini menghadapi perubahan bersifat VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). Dunia VUCA adalah dunia yang kita hidup ini dan ke depan, dimana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dipengaruhi inovasi dan teknologi, setiap jengkal hidup kita beririsan teknologi.

Demikian pula model ekonomi telah bergeser bukan lagi Technology Based Economy/TBE, namun menjadi Knowledge Based Economy/KBE. Model di atas tidak terlepas dari inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah mendisrupsi struktur dan lanskap bisnis masa lalu dan kini. KBE sebagai model ekonomi menstimuli kreativitas, kreasi, penyemaian, serta penerapan pengetahuan dan informasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan; sekaligus mengakselerasi sistem yang efektif bagi pendidikan dan pelatihan;? teknologi informasi dan komunikasi; riset & pengembangan,? serta inovasi. Dan sebagaimana diakui Menteri Bambang Brodjonegoro bahwa belum bertranformasi menjadi Innovation-Driven Economy. Disinilah benang merah PT dalam perannya sebagai lembaga pendidikan sekaligus aktor dalam bidang riset dan inovasi. Untuk itu kita menyimak pandangan Ketua APTISI Jawa Barat, Prof.?Dr. Ir. H.?Eddy Jusuf, Sp, M.Si., M.Kom. ?bagaimana Riset dan Inovasi di PT, khususnya swasta. Berikut liputan wawancara.

Komunita : Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam penelitian atau riset bagi peningkatan daya saing bangsa. Tapi tampaknya belum ada riset berarti yang ditampilkan perguruan tinggi /PT. Bagaimana sesungguhnya kondisi riset di PT padahal ada 4.600 PT di Indonesia?

Prof Eddy Jusuf : Riset/ Penelitian & Inovasi Pentingnya, namun yang lebih penting adalah menghilirisasikan riset2 itu sendiri. Penelitian-penelitian yang dilakukan PT jangan hanya mengejar Cum/ Point saja, tapi bagaimana upaya dari hasil penelitian selain mendapat Cum, kemudian dihilirisasikan. Kita paham bahwa tahap awal adalah prototype. Untuk ini harus menjalin kerjasama dengan dunia usaha/ industri, atau minimal hasil riset? PT dapat diterapkan dalam skala laboratorium, walaupun belum dalam skala produksi, tapi sudah ada usaha untuk menginternalisasikan hasil penelitian tersebut.

Komunita : Apa akar masalah dan bagaimana PT mengambil inisiatif untuk meningkatkan peran penelitiannya?

Prof Eddy Jusuf : Bagaimanapun dosen-dosen PT apabila mengandalkan dana dari institusi relatif terbatas/ dari dana internal, ada baiknya menggunakan dana hibah, dan jumlahnya terbatas maka sebaiknya? diseleksi/ dikompetisikan oleh pemerintah, Seharusnya krn jumlah PTS cukup banyak sekitar 93% sedangkan PTN 7 %, tapi kendala pemerintah dengan APBN nya, jalan keluarnya adalah bagaimana PTS bisa menggandeng dunia usaha dan industri, serta memanfaatkan dana-dana CSR (Pengabdian kepada Masyarakat) dari perusahaan-perusahaan dan cara meningkatkan daya saingnya, sedang diharapkan dari PTN dengan menggandeng pemerintah dan dibiayai APBN pemerintah dan menjadi lokomotif dari hasil-hasil penelitian tersebut sehingga meningkatkan daya saing bangsa.

Komunita 😕 Terkait dengan Hibah dari Kementerian/Pemerintah, kami lihat banyak Hibah? ditawarkan, namun dilihat di lapangan, partisipasi dosen-dosen menurun mengajukan proposal riset, mengapa?

Prof Eddy Jusuf : Dari tiap PT yang menurun adalah tingkat lanjut (advanced) saja, sedangkan dari Riset Pemula relatif banyak. Kita ingin mengarahkan agar penelitian-penelitian bukan hanya untuk dosen pemula, tapi untuk dosen tingkat lanjut (Advanced), namun diakui persyaratannya cukup ketat. Apalagi peningkatan dari riset pemula menjadi riset tingkat lanjutan (Advanced Reasearch), juga harus sekian persen anggaran PT harus ada, ditambah lagi stnadar penelitian masuk dalam 9 kriteria Akreditasi. Ini artinya standar penelitian, dan hasil-hasil riset diakuinya sangat penting.? Berikutnya,? di lingkungan Kementerian, penanganan Riset sudah dikelola oleh Kementerian tersendiri sebagai upaya peningkatan daya saing bangsa dan diandalkan sekali. Oleh karena itu tidak bisa hanya mengandalkan dana hibah yang relatif terbatas, namun juga harus ada kontribusi Institusi bersangkutan mendanai riset yang dimaksud.

Komunita : Apakah sistem pembelajaran E-Learning yang didorong kebijakan Kampus Merdeka, serta situasi Pandemi Covid-19 akan meningkatkan peluang dosen menjalankan Tri Dharma,? khususnya dharma Penelitian dan PKM? Apakah Sistem E-Learning? bakal meningkatkan atau memotifasi dosen lebih berkarya lagi?

Prof Eddy Jusuf : Saya optimistik dengan Sistem E-Learning, karena sangat mempermudah mencari akses informasi bagi mahasiswa/I, dan tentunya dosen. Sistem ini memberikan kesempatan lain dengan pembelajaran jarak jauh membuka selebar-lebarnya proses pendidikan. Apalagi dalam kebijakan kampus merdeka, PT harus menyediakan waktu 3 semeter untuk magang di dunia usaha dan dunia? industri,? boleh dalam satu Prodi mengambil Prodi yang tidak linear, dalam artian membekali para peneliti atau calon lulusan untuk menjadi Entrepreneur dengan memberi kesempatan yang seluas- luasnya.

Komunita : Riset apa yang biasa dikembangkan PT, serta bagaimana kaitannya dengan arah rencana induk riset nasinonal, pemerintah, serta dunia usaha dan industri?

Prof Eddy Jusuf : Riset yang dikembangkan PT tentunya? selain kejarannya untuk tingkat nasional, juga bermanfaat bagi kepentingan Perguruan Tinggi, berdampak pada keberadaan PT terutama pada lingkungan sekeliling PT tersebut atau artinya lebih bermanfaat bagi lingkungan PT itu berada. PT sebagai menara air (pusat) untuk sekitarnya. Disamping tentunya untuk peneliti, untuk institusi juga harus bermanfaat, termasuk akreditasi PT.

Komunita : Saran Prof. Eddy selaku akademisi/pimpinan PT/pimpinan APTISI kepada pemerintah serta dunia industri/usaha dalam rangka menyelaraskan potensi dan kualitas riset perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ?

Prof Eddy Jusuf 😕

Menyelaraskan dana-dana hibah antara PTS dengan PTN, karena keberadaan PTS mengangkat APK (Angka Partisipasi Kasar) pendidikan tinggi. Daya serap / lulusan 4600 PTS kurang lebih besaran presentasenya mencapai 93 %, kontribusinya sangat tinggi. Karena itu kita usulkan kepada Kementrian/pemerintah, baiknya ada seperti dana operasional untuk PTS seperti BOS. Sehingga memberikan energi tambahan bagi penguatan potensi dan kualitas riset di PTS, walau hal ini tentunya dengan persyaratan yang terukur.

Komunita : Menurut Prof. Eddy Jusuf? bagaimana dengan Riset Peneliti lintas Perguruan Tinggi?

Prof Eddy Jusuf : Riset lintas PT sangat bisa dikolaborasikan antar dosen lintas PT, juga melibatkan dunia usaha dan industri. Misalkan dalam skala publikasi, riset kolaborasi antar PT penelitian-penelitian bisa berhasil masuk ke dalam Jurnal, maka masing2 akan mempunyai Poin/Cum. Lalu riset bersama dan membuka link dan potensi yang ada di sekeliling kita untuk menjawab permasalahan masyarakat dimana PT berada. (Written by Yanda Ramadana & Edited by lili irahali)

Dubes RI Untuk Polandia Berikan Tips Sukses Bagi Mahasiswa Widyatama

Dubes RI Untuk Polandia Berikan Tips Sukses Bagi Mahasiswa Widyatama

Siti Nugraha Mauludiah Dubes Indonesia untuk Polandia menjadi pemateri studium general/kuliah di Universitas Widyatama yang diadakan oleh Fakultas Bahasa. Kuliah umum bertemakan Building Strong Work Etnic for Global Competition.

Nining sapaan akrab Duta Besar Indonesia untuk Polandia itu, memberikan tips khusus untuk mencapai kesuksesan, dan menceritakan perjalanan singkat karirnya. Kuliah umum ia sampaikan dihadapan sekitar 600 mahasiswa Universitas Widyatama Kota Bandung, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama, Senin (4/11/2019) pagi hingga siang.

Acaranya berjalan menarik, termasuk saat sesi tanya jawab. Menurutnya ada enam hal yang harus dipegang teguh dan diaplikasikan oleh para mahasiswa Widyatama untuk meraih kesuksesan, yaitu be happy, set your goals, be innovate, be a good team, time management serta time a health live. Di samping itu harus memiliki cita-cita yang tinggi, dengan perencanaan dan kemampuan yang terukur.

Lebih lanjut kata Nining, mahasiswa sekarang harus lebih inovatif, di samping itu harus bisa mengikuti perkembangan jaman.

Ia sangat setuju dengan program Mendikbud Nadim Makarim, yang mengharuskan generasi muda bisa paham teknologi, bahasa coding dan menguasai bahasa Inggris/bahasa asing. Karena menurut Nining yang pernah menjadi Konsulat Jendral di Negeri Tirai Bambu Cina, saat ini teknologi informasi sangat pesat berkembang, menjadi tradisi baru. Segala sesuatunya terhubung dengan dunia online, menggunakan hp android. Baik itu membeli makanan, membeli baju, sepatu, naik ojek dan lainnya.

Apalagi di era global, keterbukaan dan revolusi industri 4.0 para mahasiswa harus mampu menerima perubahan dan memanfaatkannya secara positif. Di samping itu paham juga dengan ICT (Information and Communication of Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Mahasiswa sekarang harus bisa menjadi entrepreneur sesuai dengan perkembangan jaman (relevan). Tidak lagi berpatokan harus menjadi pegawai negeri, seperti jaman saya, kata Nining alumni bahasa Fakultas Unpad tahun 1990.

Terkait kualitas SDM bangsa Indonesia, menurutnya SDM bangsa Indonesia tidak kalah oleh bangsa lain dalam persaingan global. Namun yang harus ditingkatkan lagi yaitu kreativitasnya. Hal itu harus didukung dengan sistem pendidikan yang memberikan ruang lebih untuk berkreativitas. Di tambah dengan kemampuan analisanya (data). Masih kata Nining, orang yang menguasai dunia adalah yang memiliki data contohnya Alibaba.

Sementara itu Prof. H. Obsatar Sinaga, Rektor Widyatama yang hadir pada acara itu mengatakan bahwa kegiatan yang dihelat oleh Fakultas Bahasa Widyatama, merupakan hal umum yang dihelat oleh kampusnya. Sebelumnya beberapa Dubes Indonesia untuk negara lain, silih berganti memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa Widyatama.

Banyak pelajaran positif yang akan diraih oleh para mahasiswanya terutama untuk memberikan motivasi, tips meniti karir, memperluas wawasan serta pergaulan secara global. Di samping itu memberikan pengalaman mereka dalam mempromosikan negara Indonesia di luar negeri. Bahwa mahasiswa selain harus memiliki wawasan global juga mengingatkan agar bijak dalam menggunakan medsos. Saya ingatkan jangan menggunakan medsos yang salah dalam memposting sesuatu. Karena dunia kerja akan melihat medsos juga. Kalau nggak baik dan suka jahil di medsos tidak tidak akan diterima (kerja), tegasnya. Menurutnya etos kerja juga akan dinilai berdasarkan akun, karena hal itu ada hubungannya dalam pola-pola pekerjaan. byhumas&komunita, 05Nov2019